• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV ANALISA PERANCANGAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

ANALISA PERANCANGAN

4.1 Analisa Kegiatan

4.1.1 Pengelompokan Kegiatan

Terdapat beragam kegiatan yang dapat dilakukan di Islam Memorial Park ini. Secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut di bawah ini. Namun tidak menutup kemungkinan untuk terjadi perpaduan kegiatan. Berikut penjabarannya :

a. Pemakaman

Yang masuk dalam kategori ini adalah kegiatan yang berhubungan langsung dengan pemakaman. Berikut adalah skema kegiatan pemakaman.

Datang  Memandikan Jenazah  Mengafankan Jenazah  Sholat Jenazah  Memakamkan Jenazah  Pertemuan  Pulang

Beberapa kegiatan diatas kemungkinan dilaksanakan di rumah atau di rumah sakit, seperti memandikan, mengafankan, sholat jenazah, maupun pertemuan. Namun tetap merupakan kegiatan yang harus bisa diakomodasikan.

b. Ziarah

Ziarah kubur biasa dilakukan pada hari-hari besar keagamaan.

Namun tidak menutup kemungkinan dilaksanakan pada hari-hari biasa.

Bisa dilakukan oleh perorangan maupun rombongan. Berikut skema dari kegiatan ziarah.

Datang  Membeli bunga  Berdoa dan tebar bunga  Pulang

(2)

c. Pertemuan

Ada banyak jenis pertemuan yang bisa dilakukan di Islamic Memorial Park. Berikut adalah skema kegiatan dari beberapa jenis pertemuan yang bisa mewakili jenis-jenis pertemuan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu mengingat perkembangan jaman membuat jenis pertemuan menjadi begitu bervariasi.

• Pernikahan

Tuan Rumah/Penyelenggara

Datang  pengurusan administrasi  persiapan/make-up/dll

 melaksanakan acara  beres-beres  pulang Tamu

Datang  Mengisi buku tamu  Menyimpan sandal/sepatu  acara ijab kabul  mengambil sandal/sepatu  mengisi buku tamu  acara resepsi/makan bersama  pulang

• Rapat / Seminar

Datang  Registrasi  rapat/seminar  coffee break  rapat/seminar  makan siang  rapat/seminar  pulang

• Halal Bihalal

Datang  mengisi buku tamu  acara  makan bersama  pulang

d. Ibadah

Yang termasuk kegiatan ibadah adalah shalat perorangan, sholat berjama’ah, shalat jum’at, serta pengajian ataupun Majelis Ta’lim. Berikut skema kegiatannya.

Datang  Menyimpan sandal/sepatu  berwudhu  pengajian/ceramah/sholat  pulang

e. Wisata

Kegiatan wisata pun bermacam-macam jenisnya. Wisata yang dapat dilakukan di sini adalah wisata religi, olah raga, dan kuliner.

(3)

Untuk wisata religi secara garis besar kegiatan sama dengan kegiatan ibadah. Sedangkan untuk kegiatan wisata lainnya dijabarkan oleh skema sebagai berikut :

• Olah raga

Datang  jalan/jogging/memancing  duduk-duduk  makan/minum  pulang

• Wisata kuliner

Datang  jalan-jalan  makan/minum  duduk-duduk  pulang

f. Pengelola

Kegiatan pengelola dikelompokkan lagi menjadi beberapa bagian:

• Marketing

Datang  persiapan  bekerja/melayani klien  survey lapangan bersama klien  bekerja/melayani klien  makan siang/sholat  bekerja pulang

• Administrasi

Datang  persiapan  bekerja  makan siang/sholat  bekerja pulang

• Lapangan

Datang  persiapan  merawat lokasi / gali-tutup kubur  menyimpan peralatan  makan/sholat  merawat lokasi / gali-tutup kubur  menyimpan peralatan  pulang

g. Pendukung

Kegiatan pendukung yang dimaksud adalah kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan di atas tidak secara langsung. Kegiatan tersebut bisa berupa mempersiapkan kebutuhan pemakaman pada vendor-vendor tertentu seperti kain kafan batu nisan, membeli sesuatu di mini market, mengambil uang di atm, dan sebagainya.

(4)

4.1.2 Hubungan Aktivitas dengan Kebutuhan Ruang a. Unit Pemakaman

Merupakan unit-unit pemakaman yang dijual dengan berbagai macam tingkatan. Dimana merupakan tempat utama kegiatan pemakaman serta ziarah.

Ukuran dari 1 unit pemakaman tunggal (single burial) berdasarkan studi idealnya adalah 1,5 m x 2,6 m. Dan untuk pemakaman berkelompok (private estate) terdiri dari 4 unit dengan pembatas sekeliling dan dilengkapi bangku serta memiliki space tambahan tersendiri.

Gambar 4.1.2 Unit Pemakaman

b. Kantor Pengelola dan Pemasaran

Tempat ini merupakan penghubung utama antara developer dan konsumen, dalam hal pembelian unit pemakaman. Selain itu, sekaligus juga berfungsi sebagai tempat pengontrolan terhadap keseluruhan operasi dan perawatan kawasan.

c. Masjid

Merupakan tempat beribadah seperti berbagai macam shalat, pertemuan agama, pengajian, ceramah agama, akad nikah, dan lain sebagainya.

d. Ruang Serba Guna

Digunakan untuk berbagai kegiatan pertemuan seperti, rapat, seminar, resepsi pernikahan, halal bihalal, pertemuan setelah pemakaman, dan lain sebagainya.

(5)

e. Restoran

Mewadahi kebutuhan pengunjung akan makanan dan minuman.

Juga merupakan fasilitas publik di luar pengunjung pemakaman.

f. Mini Market

Fasilitas ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum baik untuk pengunjung maupun publik.

g. Retail Area

Area untuk para vendor yang berhubungan dengan pemakaman.

h. Ruang Penyimpanan

Tempat untuk menyimpan perlengkapan dan peralatan kawasan terutama yang berhubungan dengan pemakaman dan perawatan.

i. Fasilitas Olah Raga

Merupakan fasilitas untuk menunjang kegiatan wisata. Fasilitas olah raga yang ada berupa jogging track, area memancing, dan area bersepeda.

j. Fasilitas Ruang Luar

Berupa ruang terbuka di antara bangunan sebagai tempat untuk berinteraksi antara sesama penghuni. Jalan, taman komunal, juga dapat menjadi ruang terbuka.

k. Fasilitas Penunjang

Sebagai penunjang keseluruhan kegiatan dalam kawasan ini, dibutuhkan adanya fasilitas keamanan (pos satpam), toilet, dan kelengkapan bangunan utilitas seperti tempat penampungan sampah dan gardu listrik.

(6)

4.1.3 Pelaku Kegiatan

Pelaku kegiatan dikelompokkan sebagai berikut:

a. Pengunjung, yang digolongkan lagi menjadi :

• Pengunjung pemakaman, mulai dari memilih unit pemakaman di kantor marketing, mengunjungi vendor-vendor perlengkapan pemakaman, mengantarkan jenazah, melayat, dan ziarah.

• Pengunjung yang datang untuk menikmati fasilitas wisata dan komersial.

• Pengunjung yang datang untuk melaksanakan shalat

• Pengunjung yang datang dalam rangka menghadiri pertemuan- pertemuan seperti seminar, pernikahan, ceramah, dan lain sebagainya.

b. Pengelola, dalam pelaksanakan pengoperasian kawasan Islamic Memorial Park ini harus didukung dengan sistem pengelolaan yang baik. Secara garis besar, susunan dan tugas pengelola adalah :

• Pimpinan dan Pengurus Administrasi, bertugas mengkoordinasikan keberlangsungan kegiatan kepegawaian, keuangan dan tata usaha dalam kawasan.

• Penerangan / Resepsionis, bertugas menerima pesan, menerima pengaduan dan informasi dari pemilik/calon pemilik unit dan pengguna fasilitas.

• Tenaga penunjang kegiatan, memberikan pelayanan rekreasi dan pendukung.

• Tenaga pelaksana pemakaman dan perawatan kawasan, merupakan pelaksana pemakaman dan perawatan kawasan.

Bertanggung jawab atas peralatan-peralatan dan kerapihan kawasan.

• Mekanikal dan Elektrikal, menerima dan menangani semua masalah yang berhubungan dengan mekanikal dan elektrikal kawasan.

• Keamanan, bertanggung jawab atas keamanan penghuni bangunan dan pengguna fasilitas.

(7)

4.1.4 Skema Organisasi Ruang

Parkir Area Rekreasi

Taman Makam

Taman/Plaza Taman/

Plaza Masjid Ruang

Serba Guna

Keamanan Mini Market

Restoran

Retail Area Kantor Pengelola

Ruang Penyimpanan

Masuk

4.1.5 Program Ruang a. Masjid

Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan

Jumlah Ruang

Luas (m2)

Teras 150 0,75

m2

1 /org

100 Ruang Shalat 550 0,75

m2

1 /org

400

Mimbar 1 9

(8)

R. Penyimpanan 1 9

R. Audio 1 6

Tempat Wudhu 27 2 54

Toilet 18 2 36

R. Penitipan 9 2 18

Jumlah 632

b. Ruang Serba Guna

Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan

Jumlah Ruang

Luas (m2)

Pre Function /Serambi

200 0,5 m2/org 1 100 Function Room 400 0,1 m2/org 1 400

VIP Room 1 20

R.Ganti 20 2 40

R. Operator 1 12

Toilet 10 2 20

R. M/E 1 3

R. Persiapan Catering

1 20

Jumlah 615

c. Kantor Pengelola dan Pemasaran Nama Ruang Kapasitas Luas

Satuan

Jumlah Ruang

Luas (m2)

Entrance Pengunjung

8 org 0,5 m2/org 1 4

R. Tamu / Lobi 8 org 3 m2/org 1 24 Resepsionis 2 org 2 m2/org 1 4

R. Manager 1 org 1 10

R. Rapat 6 org 1 20

Area Kerja 8 org 4 m2/org 1 32 Toilet 8 org 4 m2/10 1

org

4

R. Karyawan 6 2 m2/org 1 12

Pantry 1 6

R.Pemyimpanan 1 20

Jumlah 136

(9)

d. Restoran

Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan

Jumlah Ruang

Luas (m2) Entrance

Pengunjung

25 org 0,5 m2/org 1 12,5 Area Makan 50 org 1,5 m2/org 1 75

Kasir 2 org 2 m2/org 1 4

Toilet Tamu 50 org 3 m2/10 1 org

15 R. Karyawan 10 org 4 m2/org 1 40

Gudang Peralatan

10 % R.Karyawa

n

1 3

Toilet Karyawan 10 org 3 m2/10 1 org

3

Dapur 30 %

R.mkn

1 22,5

R. Saji 4 org 2 m2/org 8

Gudang Makanan

- 10 %

Dapur

1 2,5

R. Sampah - 10 %

Dapur

1 2,5

Jumlah 188

e. Mini market

Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan

Jumlah Ruang

Luas (m2) Entrance

Pengunjung

10 0,5 m2/org 1 5

Area Penjualan - 86 m2 86

Kasir 2 org 2 m2/org 1 4

Gudang Persediaan

- 10 % Area Penjualan

1 5

Jumlah 100

f. Retail Area

Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan

Jumlah Ruang

Luas (m2)

Toko Sewa 12 m2 10 120

Jumlah 120

(10)

g. Fasilitas Pelengkap

Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan

Jumlah Ruang

Luas (m2)

R. Ganti Pria 3

R. Ganti Wanita 3

Pos Satpam 1 org 2,5 m2/org 2 5

R. Penampungan

Sampah - 16 m2 1 16

R.Mekanikal dan Elektrkal

- 45 m2 1 45

Jumlah 72

h. Bangunan Luar

Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan

Jumlah Ruang

Luas (m2)

Gerbang/Hall 60 m2 4 240

Selasar 2m2 120 240

Gazebo 9 m2 10 90

Jumlah 570

i. Ruang Luar

Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan

Jumlah Ruang

Luas (m2)

Parkir 12 150 1530

Area Rekreasi 1000 1 1000

Inner court 1250 1 1250

Pemakaman 4 12500 50000

Danau 4000 1 4000

Jumlah 57780

k. Perhitungan Luasan

Total bangunan = 2433 m2 + sirkulasi 20%(486,6 m2) = 2.919,6 m2 Total ruang luar = 57.780 m2+sirkulasi 30%(17.334 m2)= 75.114 m2 Luas Lahan 12 ha

Maka total luas bangunan jauh lebih kecil dari KDB 10% yaitu 12.000 meter. Karena fungsi utamanya adalah pemakaman maka seluas mungkin area diperuntukkan untuk makam serta rencana penambahan kavling. Lahan-lahan yang tersisa dipergunakan untuk ruang luar terutama untuk penghijauan mengingat lahan merupakan Ruang Terbuka Hijau.

(11)

4.1.6 Hubungan Antar Ruang a. Masjid

Tempat Shalat

Teras Tempat

Wudhu

Tempat Penitipan Mimbar Ruang

Penyimpanan Ruang

Audio

b. Ruang Serba Guna

Function Room

Pre Function/Serambi Ruang VIP

R.Persiapan Katering R.Tunggu

R.Ganti Pria R.Ganti

Wanita

Toilet Pria Toilet

Wanita

R.Operator

c. Kantor Pengelola, Pemasaran, dan Retail Area

Loby Resepsionis

Retail Area

Toilet Area Kerja

Ruang Arsip Ruang Manager Ruang

Penyimpanan

d. Restoran

R.Karyawan Toilet

R.Tunggu Area Makan Toilet

Ruang Saji

Kasir

Dapur Penyimpanan Bahan Ruang

Peralatan

Pembuangan Sampah

(12)

e. Mini Market

Area

Penjualan Kasir Gudang

Persediaan

4.2 Analisa Lingkungan 4.2.1 Kriteria Pemilihan Lokasi

Lokasi yan dipilih memang diperuntukkan untuk TPU. Lokasi tersebut secara kondisi fisik dapat dibangun dan dapat dijadikan pemakaman. Sekitarnya merupakan pemukiman padat sehingga RTH dengan fungsi rekreasi memang diperlukan. Di area tersebut juga didominasi oleh penganut agama islam serta terdapat banyak fasilitas islami seperti masjid-masjid dan sekolah islam.

4.2.2 Data Kondisi Tapak a. Kondisi Lahan

Saat ini sebagian lahan masih merupakan perumahan penduduk yang sedang dalam proses pembebasan lahan oleh pemerintah yang nantinya diperuntukkan sebagai RTH dalam bentuk TPU. Sedangkan sebagian lahan yang di belakang berupa lahan hijau yang dipenuhi semak-semak dan pepohonan.

b. Kondisi Jalan Sekitar

Jalan utama dari tapak adalah Jl. Karang Tengah selebar 8 meter yang merupakan jalan dengan dua jalur kendaraan. Arus kendaraan sangat ramai. Sedangkan jalan kecil yang mengapit tapak yaitu Jl. Taman Sari 1 dan 2, juga merupakan jalan untuk dua jalur kendaraan meskipun hanya selebar 4 meter. Jalan tersebut cenderung sepi karena hanya sebagai akses ke perumahan penduduk.

(13)

c. Kondisi Sekitar Tapak

(14)

4.2.3 Analisa Tapak a. Analisa Pencapaian

Satu-satunya jalur pencapaian adalah melalui Jl. Raya Karang Tengah dari kedua arah karena merupakan jalan utama. Namun untuk akses-akses tertentu terutama pejalan kaki dan penduduk sekitar dengan tujuan rekreasi, bisa dimungkinkan ada pencapaian melalui Jl. Taman Sari. Namun harus diperhatikan juga masalah sistem keamanan dan sistem kontrol yang efektif dan efisien.

b. Analisa Sirkulasi Sekitar Tapak

Jl. Karang Tengah dan Jl. Taman Sari merupakan jalan dengan sirkulasi dua arah. Di kondisi sekarang, terdapat terusan Jl. Taman Sari II yang memotong lahan dimana jalur tersebut hanya arah selebar 3 meter.

Jalan tersebut bisa jadi ditiadakan ataupun diadakan untuk umum. Apabila diadakan untuk umum,maka dari segi batas area dan keamanan harus memiliki solusi khusus. Dan jika ditiadakan, kendalanya adalah kendaraan yang melaju di Jl. Taman Sari I tidak dapat putar balik, namun bisa disolusikan dengan disediakannya sedikit ruang untuk putar balik.

Gambar 4.2.3.1 Sirkulasi sekitar tapak

c. Analisa View dan Orientasi Tapak

Tidak terdapat view yang baik pada tapak karena sekitarnya merupakan perumahan penduduk yang cukup padat dan daerah komersial

(15)

yang tidak tertata. Hanya saja bagian lahan ke belakang masih merupakan lahan kosong yang hijau.

Dengan melihat potensi lahan dan karena kawasan ini merupakan RTH dan diperuntukkan untuk umum, maka orientasi tapak adalah keluar.

Namun dengan adanya unsur inner court yang diadaptasi dari taman islami, maka terjadi kombinasi keluar dan ke dalam.

Gambar 4.2.3.2 Orientasi tapak

d. Zoning dalam Tapak

Zoning dalam tapak bisa dibagi berdasarkan fungsi, yaitu fungsi umum dan komersial, rekreasi, pemakaman, dan parkir.

Gambar. 4.2.3.4

(16)

Zona parkir di sisi kiri depan agar pencapaian menjadi efisien.

Selain itu juga mempergunakan sisa sempadan yang ada dan membentuk ruang ameties untuk bangunan utamanya. Diletakkan di sisi kiri agar tidak menghalangi tampilan bangunan utama dan juga karena bangunan yang ada di kiri lahan berupa masjid lebih baik tampilannya dari yang di kanan lahan sehingga masih dapat dipadukan keharmonisasiannya dibandingkan dengan bangunan-bangunan di sisi kanan yang cenderung harus ditutupi.

Parkir juga bisa berakses langsung ke area komersial dan umum.

Zona umum dan komersial diletakkan agak mundur dari jalan utama agar dapat tertangkap dengan baik secara jarak pandang dari kendaraan maupun pejalan kaki. Untuk area komersialnya pun dapat ditempatkan di depan agar jarak tempuhnya dekat dari jalan umum.

Zona pemakaman diletakkan di belakang seakan-akan berperan sebagai back yard atau taman belakang dari bangunan utama. Bangunan utama dapat mendapatkan view depan dan belakang. View depan berupa plaza sebagai fungsi umum dan view belakang berupa memorial park sebagai taman belakang.

Zona rekreasi dijauhkan dari area komersial mengingat pungsi dan penggunanya sedikit berbeda, sehingga tidak saling mengganggu. Selain itu pengguna ditari ke belakang dengan sesuatu yang monumental dan menarik serta perjalanan yang menarik pula. Dari sisi bangunan utama pun area rekreasi dapat ditangkap sehingga menjadi sesuatu yang menarik.

e. Analisa Pola Ruang Luar

Dalam kawasan ini ruang luar dapat dibagi menjadi parkir, pencapaian, plaza/taman, area pemakaman, area rekreasi.

Parkir dapat dibagi di beberapa area seperti parkir umum pemakaman dan parkir khusus area komersial. Pencapaian pun harus senyaman mungkin baik pencapaian dengan menggunakan kendaraan

(17)

bermotor maupun pejalan kaki. Pencapaian dibuat seefisien mungkin, semenarik mungkin, dan juga diberi kesan tidak melelahkan.

Plaza dan taman juga dapat dibagi di beberapa titik sekaligus sebagai peralihan-peralihan antara suatu zona dan juga sebagai intermezo serta pengalaman visual. Plaza juga dipergunakan untuk membuat ruang ameties.

Untuk area pemakaman, dari hasil studi, terdapat tingkatan- tingkatan dalam jenis pilihan unit pemakaman. Dapat dibagi sekitar 2-3 tipe yang terdiri dari tipe single maupun berkelompok. Nuansa yang ada senyaman mungkin,jauh dari kesan seram. Dimasukkan prinsip-prinsip dari taman islami yang telah dibahas sebelumnya.

Area rekreasi yang ada sekiranya tidak menimbulkan kegaduhan berlebih. Jenis-jenis rekreasi yang bisa dimasukkan dari hasil studi adalah memancing, taman bermain anak, jogging, dan bersepeda. Area rekreasi harus bisa semenarik mungkin menangkap minat pengunjung untuk mendatanginya melalui area pemakaman.

Pola tapak dan hubungan tiap-tiap area adalah linear dengan persimpangan-persimpangan sebagaimana yang biasa terbentuk pada taman-taman islami dan juga terbentuk dari arah kiblat.

4.3 Analisa Bangunan 4.3.1 Jenis Massa Bangunan

Akan terdapat lebih dari 1 massa bangunan. Meskipun luas lahan 12 ha, jumlah lantai maksimum 3 lantai, dan KBD 10 %, namun sebisa mungkin seluas mungkin untuk area pemakaman.

Massa bisa dikelompokkan sebagai berikut :

• Gedung Masjid, dimana lantai 1 adalah ruang serbaguna beserta pendukungnya, dan lantai 2 adalah masjid dan pendukungnya.

• Area Komersial, terdiri dari restaurant dan mini market

• Area Kantor, terdiri dari kantor pengelola, pemasaran, dan retail area yang berisi vendor-vendor terkait.

(18)

Jenis bentuknya adalah massa persegi atau persegi panjang, untuk mempermudah struktur, tatanan ruang , dan identik dengan bangunan islami yang geometris.

4.3.2 Pola Perletakan Massa Bangunan

Massa diletakkan di 1 area/zona dan harus dapat diakses 1 dengan lainnya. Perletakan massa juga harus dapat mudah diakses dari jalan utama dan parkir. Untuk area komersial sebisa mungkin dan sedekat mungkin dengan jalan namun mengikuti kaidah dan mempertimbangkan fasade yang dihasilkan serta masalah jarak pandang.

4.3.3 Orientasi Bangunan

Orientasi bangunan ke arah depan dan belakang lahan. Sehingga dapat tertangkap dari jalan utama dan juga dari area rekreasi dan pemakaman. Arah tersebut juga tegak lurus dengan arah kiblat sehingga area shalat menjadi efisien.

4.3.4 Struktur Bangunan

Dengan pertimbangan bentang, tema, fungsi, dan lain sebagainya, struktur yang digunakan adalah gabungan dari beton bertulang dan baja.

4.3.5 Utilitas Bangunan

Sistem utilitas bangunan terbagi dari beberapa pengelompokkan area. Listrik menggunakan PLN dan genset sebagai cadangan, air menggunakan air tanah, air pembuangan langsung ke riool kota dan septi- tank. Mengingat iklim sekitar, fungsi, dan juga pengguna, maka sebagian ruang menggunakan AC.

Gambar

Gambar 4.2.3.1 Sirkulasi sekitar tapak
Gambar 4.2.3.2 Orientasi tapak

Referensi

Dokumen terkait

Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian KUKM Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Provinsi Banten, Dinas Perindag Kab.. Mengenalkan dan mempromosikan dan kerjasama

Identifikasi hasil produksi gas chlorine yang didapatkan terlihat pada perubahan warna larutan KI selama elektrolisis namun pada praktikum yang telah dilakukan, larutan KI

Ruang lingkup Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional ini meliputi Dasar-dasar penulisan karya tulis ilmiah (untuk rumpun ilmu Kesehatan, ilmu Sains-

Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan 4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan. hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju

Hasil Rapat Kerja Nasional Inkalindo 5 dari 10 Materi : PERUMUSAN LEMBAGA BINTEK BIDANG LINGKUNGAN HIDUP1. DPW : DPW LAMPUNG, DPW BENGKULU dan

Dari hasil analisis diagram jalur juga dapat dimengerti bahwa dosen yang memiliki kompetensi yang baik akan meningkatan motivasi belajar mahasiswa, hal ini dikarenakan dosen

Parameter kuantum untuk senyawa anti korosi seperti energi orbital (EHOMO dan ELUMO), potensial ionisasi (I), afinitas elektron (A) dan elektronegativitas (χ)

Menurut Sugiyono (2013: 121) menytakan bahwa “teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat