BAB IV
ANALISA PERANCANGAN
4.1 Analisa Kegiatan
4.1.1 Pengelompokan Kegiatan
Terdapat beragam kegiatan yang dapat dilakukan di Islam Memorial Park ini. Secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut di bawah ini. Namun tidak menutup kemungkinan untuk terjadi perpaduan kegiatan. Berikut penjabarannya :
a. Pemakaman
Yang masuk dalam kategori ini adalah kegiatan yang berhubungan langsung dengan pemakaman. Berikut adalah skema kegiatan pemakaman.
Datang Memandikan Jenazah Mengafankan Jenazah Sholat Jenazah Memakamkan Jenazah Pertemuan Pulang
Beberapa kegiatan diatas kemungkinan dilaksanakan di rumah atau di rumah sakit, seperti memandikan, mengafankan, sholat jenazah, maupun pertemuan. Namun tetap merupakan kegiatan yang harus bisa diakomodasikan.
b. Ziarah
Ziarah kubur biasa dilakukan pada hari-hari besar keagamaan.
Namun tidak menutup kemungkinan dilaksanakan pada hari-hari biasa.
Bisa dilakukan oleh perorangan maupun rombongan. Berikut skema dari kegiatan ziarah.
Datang Membeli bunga Berdoa dan tebar bunga Pulang
c. Pertemuan
Ada banyak jenis pertemuan yang bisa dilakukan di Islamic Memorial Park. Berikut adalah skema kegiatan dari beberapa jenis pertemuan yang bisa mewakili jenis-jenis pertemuan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu mengingat perkembangan jaman membuat jenis pertemuan menjadi begitu bervariasi.
• Pernikahan
Tuan Rumah/Penyelenggara
Datang pengurusan administrasi persiapan/make-up/dll
melaksanakan acara beres-beres pulang Tamu
Datang Mengisi buku tamu Menyimpan sandal/sepatu acara ijab kabul mengambil sandal/sepatu mengisi buku tamu acara resepsi/makan bersama pulang
• Rapat / Seminar
Datang Registrasi rapat/seminar coffee break rapat/seminar makan siang rapat/seminar pulang
• Halal Bihalal
Datang mengisi buku tamu acara makan bersama pulang
d. Ibadah
Yang termasuk kegiatan ibadah adalah shalat perorangan, sholat berjama’ah, shalat jum’at, serta pengajian ataupun Majelis Ta’lim. Berikut skema kegiatannya.
Datang Menyimpan sandal/sepatu berwudhu pengajian/ceramah/sholat pulang
e. Wisata
Kegiatan wisata pun bermacam-macam jenisnya. Wisata yang dapat dilakukan di sini adalah wisata religi, olah raga, dan kuliner.
Untuk wisata religi secara garis besar kegiatan sama dengan kegiatan ibadah. Sedangkan untuk kegiatan wisata lainnya dijabarkan oleh skema sebagai berikut :
• Olah raga
Datang jalan/jogging/memancing duduk-duduk makan/minum pulang
• Wisata kuliner
Datang jalan-jalan makan/minum duduk-duduk pulang
f. Pengelola
Kegiatan pengelola dikelompokkan lagi menjadi beberapa bagian:
• Marketing
Datang persiapan bekerja/melayani klien survey lapangan bersama klien bekerja/melayani klien makan siang/sholat bekerja pulang
• Administrasi
Datang persiapan bekerja makan siang/sholat bekerja pulang
• Lapangan
Datang persiapan merawat lokasi / gali-tutup kubur menyimpan peralatan makan/sholat merawat lokasi / gali-tutup kubur menyimpan peralatan pulang
g. Pendukung
Kegiatan pendukung yang dimaksud adalah kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan di atas tidak secara langsung. Kegiatan tersebut bisa berupa mempersiapkan kebutuhan pemakaman pada vendor-vendor tertentu seperti kain kafan batu nisan, membeli sesuatu di mini market, mengambil uang di atm, dan sebagainya.
4.1.2 Hubungan Aktivitas dengan Kebutuhan Ruang a. Unit Pemakaman
Merupakan unit-unit pemakaman yang dijual dengan berbagai macam tingkatan. Dimana merupakan tempat utama kegiatan pemakaman serta ziarah.
Ukuran dari 1 unit pemakaman tunggal (single burial) berdasarkan studi idealnya adalah 1,5 m x 2,6 m. Dan untuk pemakaman berkelompok (private estate) terdiri dari 4 unit dengan pembatas sekeliling dan dilengkapi bangku serta memiliki space tambahan tersendiri.
Gambar 4.1.2 Unit Pemakaman
b. Kantor Pengelola dan Pemasaran
Tempat ini merupakan penghubung utama antara developer dan konsumen, dalam hal pembelian unit pemakaman. Selain itu, sekaligus juga berfungsi sebagai tempat pengontrolan terhadap keseluruhan operasi dan perawatan kawasan.
c. Masjid
Merupakan tempat beribadah seperti berbagai macam shalat, pertemuan agama, pengajian, ceramah agama, akad nikah, dan lain sebagainya.
d. Ruang Serba Guna
Digunakan untuk berbagai kegiatan pertemuan seperti, rapat, seminar, resepsi pernikahan, halal bihalal, pertemuan setelah pemakaman, dan lain sebagainya.
e. Restoran
Mewadahi kebutuhan pengunjung akan makanan dan minuman.
Juga merupakan fasilitas publik di luar pengunjung pemakaman.
f. Mini Market
Fasilitas ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum baik untuk pengunjung maupun publik.
g. Retail Area
Area untuk para vendor yang berhubungan dengan pemakaman.
h. Ruang Penyimpanan
Tempat untuk menyimpan perlengkapan dan peralatan kawasan terutama yang berhubungan dengan pemakaman dan perawatan.
i. Fasilitas Olah Raga
Merupakan fasilitas untuk menunjang kegiatan wisata. Fasilitas olah raga yang ada berupa jogging track, area memancing, dan area bersepeda.
j. Fasilitas Ruang Luar
Berupa ruang terbuka di antara bangunan sebagai tempat untuk berinteraksi antara sesama penghuni. Jalan, taman komunal, juga dapat menjadi ruang terbuka.
k. Fasilitas Penunjang
Sebagai penunjang keseluruhan kegiatan dalam kawasan ini, dibutuhkan adanya fasilitas keamanan (pos satpam), toilet, dan kelengkapan bangunan utilitas seperti tempat penampungan sampah dan gardu listrik.
4.1.3 Pelaku Kegiatan
Pelaku kegiatan dikelompokkan sebagai berikut:
a. Pengunjung, yang digolongkan lagi menjadi :
• Pengunjung pemakaman, mulai dari memilih unit pemakaman di kantor marketing, mengunjungi vendor-vendor perlengkapan pemakaman, mengantarkan jenazah, melayat, dan ziarah.
• Pengunjung yang datang untuk menikmati fasilitas wisata dan komersial.
• Pengunjung yang datang untuk melaksanakan shalat
• Pengunjung yang datang dalam rangka menghadiri pertemuan- pertemuan seperti seminar, pernikahan, ceramah, dan lain sebagainya.
b. Pengelola, dalam pelaksanakan pengoperasian kawasan Islamic Memorial Park ini harus didukung dengan sistem pengelolaan yang baik. Secara garis besar, susunan dan tugas pengelola adalah :
• Pimpinan dan Pengurus Administrasi, bertugas mengkoordinasikan keberlangsungan kegiatan kepegawaian, keuangan dan tata usaha dalam kawasan.
• Penerangan / Resepsionis, bertugas menerima pesan, menerima pengaduan dan informasi dari pemilik/calon pemilik unit dan pengguna fasilitas.
• Tenaga penunjang kegiatan, memberikan pelayanan rekreasi dan pendukung.
• Tenaga pelaksana pemakaman dan perawatan kawasan, merupakan pelaksana pemakaman dan perawatan kawasan.
Bertanggung jawab atas peralatan-peralatan dan kerapihan kawasan.
• Mekanikal dan Elektrikal, menerima dan menangani semua masalah yang berhubungan dengan mekanikal dan elektrikal kawasan.
• Keamanan, bertanggung jawab atas keamanan penghuni bangunan dan pengguna fasilitas.
4.1.4 Skema Organisasi Ruang
Parkir Area Rekreasi
Taman Makam
Taman/Plaza Taman/
Plaza Masjid Ruang
Serba Guna
Keamanan Mini Market
Restoran
Retail Area Kantor Pengelola
Ruang Penyimpanan
Masuk
4.1.5 Program Ruang a. Masjid
Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan
Jumlah Ruang
Luas (m2)
Teras 150 0,75
m2
1 /org
100 Ruang Shalat 550 0,75
m2
1 /org
400
Mimbar 1 9
R. Penyimpanan 1 9
R. Audio 1 6
Tempat Wudhu 27 2 54
Toilet 18 2 36
R. Penitipan 9 2 18
Jumlah 632
b. Ruang Serba Guna
Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan
Jumlah Ruang
Luas (m2)
Pre Function /Serambi
200 0,5 m2/org 1 100 Function Room 400 0,1 m2/org 1 400
VIP Room 1 20
R.Ganti 20 2 40
R. Operator 1 12
Toilet 10 2 20
R. M/E 1 3
R. Persiapan Catering
1 20
Jumlah 615
c. Kantor Pengelola dan Pemasaran Nama Ruang Kapasitas Luas
Satuan
Jumlah Ruang
Luas (m2)
Entrance Pengunjung
8 org 0,5 m2/org 1 4
R. Tamu / Lobi 8 org 3 m2/org 1 24 Resepsionis 2 org 2 m2/org 1 4
R. Manager 1 org 1 10
R. Rapat 6 org 1 20
Area Kerja 8 org 4 m2/org 1 32 Toilet 8 org 4 m2/10 1
org
4
R. Karyawan 6 2 m2/org 1 12
Pantry 1 6
R.Pemyimpanan 1 20
Jumlah 136
d. Restoran
Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan
Jumlah Ruang
Luas (m2) Entrance
Pengunjung
25 org 0,5 m2/org 1 12,5 Area Makan 50 org 1,5 m2/org 1 75
Kasir 2 org 2 m2/org 1 4
Toilet Tamu 50 org 3 m2/10 1 org
15 R. Karyawan 10 org 4 m2/org 1 40
Gudang Peralatan
10 % R.Karyawa
n
1 3
Toilet Karyawan 10 org 3 m2/10 1 org
3
Dapur 30 %
R.mkn
1 22,5
R. Saji 4 org 2 m2/org 8
Gudang Makanan
- 10 %
Dapur
1 2,5
R. Sampah - 10 %
Dapur
1 2,5
Jumlah 188
e. Mini market
Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan
Jumlah Ruang
Luas (m2) Entrance
Pengunjung
10 0,5 m2/org 1 5
Area Penjualan - 86 m2 86
Kasir 2 org 2 m2/org 1 4
Gudang Persediaan
- 10 % Area Penjualan
1 5
Jumlah 100
f. Retail Area
Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan
Jumlah Ruang
Luas (m2)
Toko Sewa 12 m2 10 120
Jumlah 120
g. Fasilitas Pelengkap
Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan
Jumlah Ruang
Luas (m2)
R. Ganti Pria 3
R. Ganti Wanita 3
Pos Satpam 1 org 2,5 m2/org 2 5
R. Penampungan
Sampah - 16 m2 1 16
R.Mekanikal dan Elektrkal
- 45 m2 1 45
Jumlah 72
h. Bangunan Luar
Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan
Jumlah Ruang
Luas (m2)
Gerbang/Hall 60 m2 4 240
Selasar 2m2 120 240
Gazebo 9 m2 10 90
Jumlah 570
i. Ruang Luar
Nama Ruang Kapasitas Luas Satuan
Jumlah Ruang
Luas (m2)
Parkir 12 150 1530
Area Rekreasi 1000 1 1000
Inner court 1250 1 1250
Pemakaman 4 12500 50000
Danau 4000 1 4000
Jumlah 57780
k. Perhitungan Luasan
Total bangunan = 2433 m2 + sirkulasi 20%(486,6 m2) = 2.919,6 m2 Total ruang luar = 57.780 m2+sirkulasi 30%(17.334 m2)= 75.114 m2 Luas Lahan 12 ha
Maka total luas bangunan jauh lebih kecil dari KDB 10% yaitu 12.000 meter. Karena fungsi utamanya adalah pemakaman maka seluas mungkin area diperuntukkan untuk makam serta rencana penambahan kavling. Lahan-lahan yang tersisa dipergunakan untuk ruang luar terutama untuk penghijauan mengingat lahan merupakan Ruang Terbuka Hijau.
4.1.6 Hubungan Antar Ruang a. Masjid
Tempat Shalat
Teras Tempat
Wudhu
Tempat Penitipan Mimbar Ruang
Penyimpanan Ruang
Audio
b. Ruang Serba Guna
Function Room
Pre Function/Serambi Ruang VIP
R.Persiapan Katering R.Tunggu
R.Ganti Pria R.Ganti
Wanita
Toilet Pria Toilet
Wanita
R.Operator
c. Kantor Pengelola, Pemasaran, dan Retail Area
Loby Resepsionis
Retail Area
Toilet Area Kerja
Ruang Arsip Ruang Manager Ruang
Penyimpanan
d. Restoran
R.Karyawan Toilet
R.Tunggu Area Makan Toilet
Ruang Saji
Kasir
Dapur Penyimpanan Bahan Ruang
Peralatan
Pembuangan Sampah
e. Mini Market
Area
Penjualan Kasir Gudang
Persediaan
4.2 Analisa Lingkungan 4.2.1 Kriteria Pemilihan Lokasi
Lokasi yan dipilih memang diperuntukkan untuk TPU. Lokasi tersebut secara kondisi fisik dapat dibangun dan dapat dijadikan pemakaman. Sekitarnya merupakan pemukiman padat sehingga RTH dengan fungsi rekreasi memang diperlukan. Di area tersebut juga didominasi oleh penganut agama islam serta terdapat banyak fasilitas islami seperti masjid-masjid dan sekolah islam.
4.2.2 Data Kondisi Tapak a. Kondisi Lahan
Saat ini sebagian lahan masih merupakan perumahan penduduk yang sedang dalam proses pembebasan lahan oleh pemerintah yang nantinya diperuntukkan sebagai RTH dalam bentuk TPU. Sedangkan sebagian lahan yang di belakang berupa lahan hijau yang dipenuhi semak-semak dan pepohonan.
b. Kondisi Jalan Sekitar
Jalan utama dari tapak adalah Jl. Karang Tengah selebar 8 meter yang merupakan jalan dengan dua jalur kendaraan. Arus kendaraan sangat ramai. Sedangkan jalan kecil yang mengapit tapak yaitu Jl. Taman Sari 1 dan 2, juga merupakan jalan untuk dua jalur kendaraan meskipun hanya selebar 4 meter. Jalan tersebut cenderung sepi karena hanya sebagai akses ke perumahan penduduk.
c. Kondisi Sekitar Tapak
4.2.3 Analisa Tapak a. Analisa Pencapaian
Satu-satunya jalur pencapaian adalah melalui Jl. Raya Karang Tengah dari kedua arah karena merupakan jalan utama. Namun untuk akses-akses tertentu terutama pejalan kaki dan penduduk sekitar dengan tujuan rekreasi, bisa dimungkinkan ada pencapaian melalui Jl. Taman Sari. Namun harus diperhatikan juga masalah sistem keamanan dan sistem kontrol yang efektif dan efisien.
b. Analisa Sirkulasi Sekitar Tapak
Jl. Karang Tengah dan Jl. Taman Sari merupakan jalan dengan sirkulasi dua arah. Di kondisi sekarang, terdapat terusan Jl. Taman Sari II yang memotong lahan dimana jalur tersebut hanya arah selebar 3 meter.
Jalan tersebut bisa jadi ditiadakan ataupun diadakan untuk umum. Apabila diadakan untuk umum,maka dari segi batas area dan keamanan harus memiliki solusi khusus. Dan jika ditiadakan, kendalanya adalah kendaraan yang melaju di Jl. Taman Sari I tidak dapat putar balik, namun bisa disolusikan dengan disediakannya sedikit ruang untuk putar balik.
Gambar 4.2.3.1 Sirkulasi sekitar tapak
c. Analisa View dan Orientasi Tapak
Tidak terdapat view yang baik pada tapak karena sekitarnya merupakan perumahan penduduk yang cukup padat dan daerah komersial
yang tidak tertata. Hanya saja bagian lahan ke belakang masih merupakan lahan kosong yang hijau.
Dengan melihat potensi lahan dan karena kawasan ini merupakan RTH dan diperuntukkan untuk umum, maka orientasi tapak adalah keluar.
Namun dengan adanya unsur inner court yang diadaptasi dari taman islami, maka terjadi kombinasi keluar dan ke dalam.
Gambar 4.2.3.2 Orientasi tapak
d. Zoning dalam Tapak
Zoning dalam tapak bisa dibagi berdasarkan fungsi, yaitu fungsi umum dan komersial, rekreasi, pemakaman, dan parkir.
Gambar. 4.2.3.4
Zona parkir di sisi kiri depan agar pencapaian menjadi efisien.
Selain itu juga mempergunakan sisa sempadan yang ada dan membentuk ruang ameties untuk bangunan utamanya. Diletakkan di sisi kiri agar tidak menghalangi tampilan bangunan utama dan juga karena bangunan yang ada di kiri lahan berupa masjid lebih baik tampilannya dari yang di kanan lahan sehingga masih dapat dipadukan keharmonisasiannya dibandingkan dengan bangunan-bangunan di sisi kanan yang cenderung harus ditutupi.
Parkir juga bisa berakses langsung ke area komersial dan umum.
Zona umum dan komersial diletakkan agak mundur dari jalan utama agar dapat tertangkap dengan baik secara jarak pandang dari kendaraan maupun pejalan kaki. Untuk area komersialnya pun dapat ditempatkan di depan agar jarak tempuhnya dekat dari jalan umum.
Zona pemakaman diletakkan di belakang seakan-akan berperan sebagai back yard atau taman belakang dari bangunan utama. Bangunan utama dapat mendapatkan view depan dan belakang. View depan berupa plaza sebagai fungsi umum dan view belakang berupa memorial park sebagai taman belakang.
Zona rekreasi dijauhkan dari area komersial mengingat pungsi dan penggunanya sedikit berbeda, sehingga tidak saling mengganggu. Selain itu pengguna ditari ke belakang dengan sesuatu yang monumental dan menarik serta perjalanan yang menarik pula. Dari sisi bangunan utama pun area rekreasi dapat ditangkap sehingga menjadi sesuatu yang menarik.
e. Analisa Pola Ruang Luar
Dalam kawasan ini ruang luar dapat dibagi menjadi parkir, pencapaian, plaza/taman, area pemakaman, area rekreasi.
Parkir dapat dibagi di beberapa area seperti parkir umum pemakaman dan parkir khusus area komersial. Pencapaian pun harus senyaman mungkin baik pencapaian dengan menggunakan kendaraan
bermotor maupun pejalan kaki. Pencapaian dibuat seefisien mungkin, semenarik mungkin, dan juga diberi kesan tidak melelahkan.
Plaza dan taman juga dapat dibagi di beberapa titik sekaligus sebagai peralihan-peralihan antara suatu zona dan juga sebagai intermezo serta pengalaman visual. Plaza juga dipergunakan untuk membuat ruang ameties.
Untuk area pemakaman, dari hasil studi, terdapat tingkatan- tingkatan dalam jenis pilihan unit pemakaman. Dapat dibagi sekitar 2-3 tipe yang terdiri dari tipe single maupun berkelompok. Nuansa yang ada senyaman mungkin,jauh dari kesan seram. Dimasukkan prinsip-prinsip dari taman islami yang telah dibahas sebelumnya.
Area rekreasi yang ada sekiranya tidak menimbulkan kegaduhan berlebih. Jenis-jenis rekreasi yang bisa dimasukkan dari hasil studi adalah memancing, taman bermain anak, jogging, dan bersepeda. Area rekreasi harus bisa semenarik mungkin menangkap minat pengunjung untuk mendatanginya melalui area pemakaman.
Pola tapak dan hubungan tiap-tiap area adalah linear dengan persimpangan-persimpangan sebagaimana yang biasa terbentuk pada taman-taman islami dan juga terbentuk dari arah kiblat.
4.3 Analisa Bangunan 4.3.1 Jenis Massa Bangunan
Akan terdapat lebih dari 1 massa bangunan. Meskipun luas lahan 12 ha, jumlah lantai maksimum 3 lantai, dan KBD 10 %, namun sebisa mungkin seluas mungkin untuk area pemakaman.
Massa bisa dikelompokkan sebagai berikut :
• Gedung Masjid, dimana lantai 1 adalah ruang serbaguna beserta pendukungnya, dan lantai 2 adalah masjid dan pendukungnya.
• Area Komersial, terdiri dari restaurant dan mini market
• Area Kantor, terdiri dari kantor pengelola, pemasaran, dan retail area yang berisi vendor-vendor terkait.
Jenis bentuknya adalah massa persegi atau persegi panjang, untuk mempermudah struktur, tatanan ruang , dan identik dengan bangunan islami yang geometris.
4.3.2 Pola Perletakan Massa Bangunan
Massa diletakkan di 1 area/zona dan harus dapat diakses 1 dengan lainnya. Perletakan massa juga harus dapat mudah diakses dari jalan utama dan parkir. Untuk area komersial sebisa mungkin dan sedekat mungkin dengan jalan namun mengikuti kaidah dan mempertimbangkan fasade yang dihasilkan serta masalah jarak pandang.
4.3.3 Orientasi Bangunan
Orientasi bangunan ke arah depan dan belakang lahan. Sehingga dapat tertangkap dari jalan utama dan juga dari area rekreasi dan pemakaman. Arah tersebut juga tegak lurus dengan arah kiblat sehingga area shalat menjadi efisien.
4.3.4 Struktur Bangunan
Dengan pertimbangan bentang, tema, fungsi, dan lain sebagainya, struktur yang digunakan adalah gabungan dari beton bertulang dan baja.
4.3.5 Utilitas Bangunan
Sistem utilitas bangunan terbagi dari beberapa pengelompokkan area. Listrik menggunakan PLN dan genset sebagai cadangan, air menggunakan air tanah, air pembuangan langsung ke riool kota dan septi- tank. Mengingat iklim sekitar, fungsi, dan juga pengguna, maka sebagian ruang menggunakan AC.