BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar.
Keanekaragaman objek wisata yang dimiliki dapat menjadi daya tarik untuk para wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Di Indonesia yang memiliki potensi wisata yang besar salah satunya adalah Provinsi Jawa Barat.
Berdasarkan data yang dilansir oleh Tribun Jabar (2015), menurut Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Jawa Barat, Drs. Nunung Sobari MM mengatakan jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Jawa Barat pada tahun 2014 mencapai 45 juta orang.
Provinsi Jawa Barat terutama di pusat Kota Bandung sering menjadi tujuan untuk berwisata. Para wisatawan dapat menemui beragam potensi wisata yang disuguhkan mulai dari wisata alam, budaya dan adat istiadat, peninggalan bersejarah, fashion hingga kulinernya. Ditambahkan, menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (2015), mengatakan bahwa kota Bandung menempati urutan pertama sebagai kota favorit di ASEAN. Pemerintah Kota Bandung menargetkan kunjungan wisatawan ke daerahnya mencapai 5,5 juta kunjungan dalam setahun. Pada tahun 2014 lalu rata-rata perkiraan wisatawan yang berkunjung ke kota Bandung mencapai 6 juta kunjungan dalam setahun.
Tidak hanya di pusat Kota Bandung, daerah di Kabupaten-Kabupaten Bandung lainnya juga memiliki potensi wisata yang besar. Seperti di Kabupaten Bandung Barat, yaitu Lembang yang selalu dipadati oleh para wisatawan setiap hari libur tiba. Potensi wisata Lembang dapat dilihat berdasarkan data yang dilansir oleh Radar Bandung (2015), menurut Ahmad Fauzan Azima, selaku Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishubkominfo Kab.Bandung Barat, jumlah kendaraan yang masuk Lembang pada tahun 2013 mencapai 672.856 dan tahun 2014 mencapai 672.034 kendaraan. Sebagian masyarakat yang mendatangi Lembang adalah mereka
yang mengunjungi berbagai lokasi wisata, seperti Tangkuban Perahu, Floating Market, De’Ranch dan lainnya.
Selain pusat Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, di Kabupaten-Kabupaten Bandung lainnya juga memiliki potensi wisata yang besar. Seperti di Kabupaten Bandung Selatan memiliki potensi wisata dengan keindahan alamnya. Contohnya objek wisata Kawah Putih, Ternak Rusa Rancaupas, Situ Cileunca, Legok Kondang, dan sebagainya. Namun masih banyak dari para wisatawan yang belum mengetahui beragam potensi wisata yang berada di kabupaten Bandung Selatan. Salah satu contohnya di daerah Pangalengan tepatnya berada dekat objek wisata alam Bumi Perkemahan Gunung Puntang, terdapat objek wisata Taman Bougenville Gunung Puntang yang mempunyai potensi menjadi objek wisata alternatif, yang menyajikan suasana alam pegunungan yang sejuk.
Objek wisata Taman Bougenville Gunung Puntang berlokasi di Jalan Gunung Puntang, Desa Campaka Mulya, Kec.Cimaung, Banjaran- Pangalengan, Kab.Bandung. Fasilitas yang ditawarkan wisata Taman Bougenville Gunung Puntang sangat beragam, seperti taman bermain anak, area kemping, outbound, paintball, fun games, shooting target, waterboom, sungai Cigeureuh, dan juga tersedia tujuh penginapan berupa villa-villa kayu yang dapat disewakan kepada wisatawan yang ingin bermalam di Taman Bougenville Gunung Puntang.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan bapak M.Irfan (2016) selaku Direktur Utama wisata Taman Bougenville, walaupun wisata Taman Bougenville Gunung Puntang memiliki potensi yang besar dengan fasilitas yang beragam, pertumbuhan bisnis dari wisata Taman Bougenville Gunung Puntang mengalami turun naik, baik dari aspek pengunjung maupun profit yang didapatkan. Ada beberapa faktor penyebab yang dapat dipetakan menjadi permasalahan. Permasalahan pertama, objek wisata Taman Bougenville Gunung Puntang ini masih belum banyak orang yang mengetahui keberadaannya. Hal itu menunjukkan masih rendahnya brand awareness yang mengakibatkan tingkat kunjungan terhadap wisata Taman Bougenville Gunung Puntang ini masih terbilang rendah (Data Lampiran 1).
Permasalahan kedua, para wisatawan objek wisata Taman Bougenville Gunung Puntang kebanyakan berkunjung ketika musim liburan tiba seperti liburan sekolah, libur lebaran, libur akhir tahun dan natal (Data Lampiran 2).
Padahal wisata Taman Bougenville Gunung Puntang masih memiliki potensi untuk meningkatkan pengunjung pada libur akhir pekan.
Permasalahan ketiga, berdasarkan hasil observasi dan kuesioner, wisatawan yang berkunjung masih didominasi oleh wisatawan lokal sekitar warga Bandung saja. Hal tersebut menimbulkan perbedaan target sasaran yang diharapkan oleh pihak pengelola. Wisata Taman Bougenville Gunung Puntang ini menargetkan target sasarannya pada wisatawan yang berasal dari kelas menengah ke atas, tinggal diperkotaan, dan cakupannya menargetkan kota- kota besar yang ada di Indonesia.
Permasalahan keempat, menurut hasil wawancara dengan bapak Ari Hotami selaku Manajer Area, wisata Taman Bougenville Gunung Puntang mempunyai permasalahan terkait dengan identitas, seperti memiliki kesamaan nama yang hampir mirip dengan wisata Lembah Bougenville di Lembang. Hal itu dapat menjadi kendala ketika para wisatawan mencari informasi secara online tentang wisata Taman Bougenville Gunung Puntang melalui internet.
Berdasarkan hasil observasi terhadap orang-orang yang berada di lingkungan sekitar penulis, kebanyakan dari mereka mengetahui wisata Bougenville yang berada di daerah Lembang dibandingkan dengan wisata Taman Bougenville Gunung Puntang.
Berdasarkan permasalahan yang ditemui, penulis tertarik untuk mengkaji perancangan tugas akhir ini berupa perancangan strategi desain yang dibuat menggunakan kajian analisis manajemen, serta diterapkan kedalam elemen visual yang sesuai dengan wisata Taman Bougenville Gunung Puntang, sehingga akan menghasilkan solusi desain dengan output yang tepat dan efektif sesuai dengan target audience yang dituju. Memilih strategi yang terbaik serta memaksimalkan sumber daya yang dimiliki pihak wisata Taman Bougenville Gunung Puntang. Tujuan yang diharapkan adalah membangun serta menguatkan brand identity dan brand awareness dari objek wisata Taman Bougenville Gunung Puntang.
1.2. Permasalahan
1.2.1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis mengidentifikasikan permasalahan sebagai berikut :
a. Sentralisasi wisatawan yang hanya berkunjung ke pusat Kota Bandung dan Lembang.
b. Tingkat kunjungan terhadap wisata Taman Bougenville Gunung Puntang masih rendah.
c. Ketidaksesuaian target khalayak sasaran dari Wisata Taman Bougenville Gunung Puntang yang mayoritas dikunjungi oleh wisatawan lokal.
d. Pengunjung hanya ramai pada masa liburan tertentu saja.
e. Wisata Taman Bougenville Gunung Puntang juga mempunyai permasalahan terkait dengan identitas, seperti memiliki kesamaan nama yang hampir mirip dengan wisata Lembah Bougenville Lembang.
1.2.2. Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang dihadapi dalam perancangan tugas akhir ini adalah bagaimana melakukan formulasi strategi desain dan perancangan implementasi pada media visual sehingga menghasilkan solusi desain yang tepat untuk peningkatan kinerja bisnis objek wisata Taman Bougenville Gunung Puntang?
1.3. Fokus
Dalam kaitannya dengan program studi Desain Komunikasi Visual konsentrasi Manajemen Desain, maka fokus tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
a. Perancangan tugas akhir ini memfokuskan pada strategi desain yang dilakukan terhadap objek wisata Taman Bougenville Gunung Puntang.
b. Waktu perancangan tugas akhir strategi desain wisata Taman Bougenville Gunung Puntang dari bulan Februari 2016 hingga bulan Juni 2016.
c. Lokasi perancangan tugas akhir strategi desain wisata Taman Bougenville Gunung Puntang, berlokasi di Jalan Gunung Puntang, Desa Campaka Mulya, Kec.Cimaung, Banjaran-Pangalengan, Kab.Bandung.
d. Target audience dari perancangan strategi desain wisata Taman Bougenville Gunung Puntang adalah kalangan menengah ke atas, dengan target keluarga yang tinggal diperkotaan dengan tujuan ingin berlibur menikmati suasana alam pegunungan.
e. Perancangan strategi desain yang dilakukan dengan kajian-kajian menggunakan analisis manajemen, serta akan diterapkan kedalam elemen visual yang sesuai dengan wisata Taman Bougenville Gunung Puntang.
Perancangan strategi desain bertujuan untuk menghasilkan solusi desain yang tepat untuk peningkatan kinerja bisnis objek wisata Taman Bougenville Gunung Puntang.
1.4.Tujuan Perancangan
Tujuan dari tugas akhir ini yaitu melakukan formulasi strategi desain dan perancangan implementasi pada media visual sehingga menghasilkan solusi desain yang tepat untuk peningkatan kinerja bisnis objek wisata Taman Bougenville Gunung Puntang.
1.5. Metode Pengumpulan Data
Data yang diperoleh dalam penyusunan tugas akhir perancangan strategi desain wisata Taman Bougenville Gunung Puntang menggunakan beberapa metode pengumpulan data sebagai berikut :
a. Metode Wawancara
Menurut Raco (2010:116) dalam buku Metode Penelitian Kualitatif Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya, mengemukakan bahwa wawancara (interview) dilakukan untuk mendapatkan informasi yang tidak dapat diperoleh melalui observasi atau kuesioner.
Wawancara akan dilakukan kepada pengelola wisata Taman Bougenville Gunung Puntang serta para target audience guna
mendapatkan data yang akurat yang berkaitan serta dapat mengetahui permasalahan yang dialami pihak wisata Taman Bougenville Gunung Puntang.
b. Metode Observasi
Menurut Rohidi (2011:87) dalam buku Metode Penelitian Seni, mengemukakan bahwa observasi adalah metode yang digunakan untuk mengamati sesuatu, seseorang, suatu lingkungan, atau situasi secara tajam terinci, dan mencatatnya secara akurat dalam beberapa cara.
Pengamatan secara langsung terhadap wisata Taman Bougenville Gunung Puntang untuk mengetahui promosi maupun strategi desain yang pernah dilakukan oleh pihak pengelola wisata Taman Bougenville Gunung Puntang serta melakukan pengamatan terhadap pesaing sejenis dari wisata Taman Bougenville Gunung Puntang.
c. Metode Kuesioner
Menurut Kotler dan Keller (2009:106) dalam buku Manajemen Pemasaran Edisi 13 Jilid 1, mengemukakan bahwa kuesioner terdiri dari sekelompok pertanyaan yang diajukan kepada responden. Berkat fleksibilitasnya, sejauh ini kuesioner menjadi instrumen paling umum yang digunakan untuk mengumpulkan data primer. Periset harus mengembangkan, menguji, dan memilah kuesioner secara cermat sebelum mengelolanya pada skala besar. Bentuk, dan urutan pertanyaan akan mempengaruhi respons. Pertanyaan tertutup menspesifikasikan semua kemungkinan jawaban dan memberikan jawaban yang lebih mudah untuk diinterpretasikan dan dihitung.
Kuesioner dilakukan untuk mengetahui minat dari para responden terhadap wisata Taman Bougenville Gunung Puntang. Kuesioner dibagikan secara acak kepada para responden yang cenderung senang berwisata di suasana alam terbuka.
d. Metode Studi Pustaka
Menurut Soewardikoen (2013:6)dalam buku Metodologi Penelitian Visual dari Seminar ke Tugas Akhir, mengemukakan bahwa studi pustaka adalah proses membaca referensi untuk mengisi frame of mind yang bertujuan untuk memperkuat perspektif dan kemudian meletakannya kedalam konteks.
Studi Pustaka dilakukan terhadap buku-buku untuk mencari pijakan atau landasan teori yang berkaitan dengan penyusunan tugas akhir mengenai perancangan strategi desain wisata Taman Bougenville Gunung Puntang ini.
1.6. Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan pada perancangan tugas akhir ini adalah melakukan perumusan strategi desain terhadap data yang telah diperoleh yang didalamnya menggunakan beberapa tools-tools manajemen.
Adapun struktur yang digunakan adalah seperti berikut :
Tabel 1.1 The Design Management Strategy Process
Phases Issues to analyze Tools
1. Strategy formulation
Competitive analysis External
Industry attractiveness Opportunities & threats
PEST analysis Porter 5 forces model Scenarios
Strategic group Segmentation Matrix
attractiveness/assets Competitive analysis
Internal
Strategic capacity Key success factors Strengths & weaknesses
Value chain Benchmarking Porfolio analysis Organizational objectives Synthesis SWOT analysis
Corporate governance Stakeholders expectations Business ethics
Culture
Matrix power/interest
Identity focalization Mission vision Design management
Strategic audit 2. Strategy selection Balance between
governance objectives and SWOT analysis
Porter generic strategies - Volume/price - Differentiation 3. Strategy
implementation
Strategy development routes
Vertical integration Diversification Internationalization (Sumber : Brigitte Borja De Mozota, 2003:239)
1.7.Kerangka Perancangan
Gambar 1.1 Kerangka Perancangan (Sumber : Dokumentasi Penulis)
1.8. Pembabakan
Pembabakan dari perancangan tugas akhir ini disusun menurut sistematika penulisan yang ada dengan menjelaskan gambaran dari tiap bab, seperti berikut :
Bab I Pendahuluan
Pendahuluan terdiri dari beberapa sub bab seperti latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, fokus permasalahan, tujuan perancangan, metode pengumpulan data, metode analisis, kerangka perancangan, dan pembabakan dari perancangan desain yang dibuat untuk wisata Taman Bougenville Gunung Puntang.
Bab II Dasar Pemikiran
Dasar pemikiran menjelaskan tentang teori-teori yang digunakan sebagai pijakan ataupun acuan dalam proses analisis manajemen dan perancangan desain wisata Taman Bougenville Gunung Puntang.
Bab III Data dan Analisis Masalah a. Data
Menjelaskan berbagai data yang berkaitan dengan objek perancangan, seperti data mengenai objek wisata Taman Bougenville Gunung Puntang yang didapat dari hasil wawancara dan observasi dari pihak pengelola wisata Taman Bougenville Gunung Puntang, serta respon dari para responden mengenai ketertarikan responden terhadap wisata Taman Bougenville Gunung Puntang yang didapatkan dari hasil kuesioner yang dibagikan secara acak.
b. Analisis
Pengolahan berbagai data yang telah didapatkan dan dijelaskan berdasarkan teori-teori yang digunakan pada Bab II. Analisis dilakukan dengan fakta yang didapatkan pada bagian data terhadap internal perusahaan, konsumen, serta pesaing sejenis. Analisis yang dilakukan
diharapkan dapat menghasilkan strategi perancangan desain yang tepat dan efektif untuk wisata Taman Bougenville Gunung Puntang.
Bab IV Konsep dan Hasil Perancangan
Pada bab IV ini menjelaskan konsep komunikasi seperti ide pokok, konsep kreatif seperti pendekatan yang akan dilakukan, konsep media seperti media apa saja yang akan digunakan, dan konsep visual seperi huruf, bentuk, warna, gaya visual apa yang cocok untuk diterapkan dalam rancangan desain yang akan dibuat. Tentu saja semua itu sesuai dengan hasil analisis manajemen yang tepat dipergunakan dalam perancangan strategi desain wisata Taman Bougenville Gunung Puntang. Hasil perancangan dimulai dari sketsa hingga penerapan visualisasi pada media.
Bab V Penutup
Penutup menjelaskan kesimpulan dari perancangan yang telah dilakukan, karya yang dihasilkan serta rekomendasi yang dapat diterapkan untuk perancangan strategi desain selanjutnya dari pihak wisata Taman Bougenville Gunung Puntang.