STUDI EKSPERIMENTAL LAJU KEAUSAN PADA 2 BUAH HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) DENGAN VARIASI NORMAL LOAD
PADA GERAKAN RECRIPROCATING SEBAGAI SENDI RAHANG BUATAN (TEMPOROMANDIBULAR JOINT) MANUSIA
Dosen Pembimbing : Ir. YUSUF KAELANI, MSc.,E.
NIP. 196511031996021001
O Pengujian keausan pada bidang kedokteran yang sering dianalisa saat ini berupa pergerakan satu arah (uni direction).
O Susunan tulang manusia banyak pergerakan sliding bolak-balik (temporomandibularjoint).
O Temporomandibularjoint juga dapat mengalami keausan dan harus di ganti (operasi)
LATAR BELAKANG
Alasan menggunakan HDPE :
O Ringan.
O Mudah di dapat.
O Banyak digunakan pada dunia industri, rumah tangga & alat kesehatan
O Harga lebih murah daripada material yang sudah
ada.
1. Berapa laju keausan (wear rate) dari HDPE setelah mengalami kontak secara bolak- balik?
2. Bagaimana mekanisme keausan yang terjadi pada HDPE yang saling kontak secara
recriprocating?
3. Bagaimana pegaruh laju keausan terhadap perubahan beban dari HDPE?
4. Apa pengaruh pemberian pelumasan terhadap laju keausan dari HDPE dan seberapa besar efek dari pemberian pelumasan (bovin serum)?
RUMUSAN MASALAH
1. Mengetahui laju keausan (wear rate) dari HDPE setelah mengalami kontak secara bolak-balik.
2. Mengetahu mekanisme keausan yang terjadi pada HDPE yang saling kontak secara
recriprocating.
3. Mengetahui pegaruh laju keausan terhadap perubahan beban dari HDPE.
4. Mengetahui pengaruh pemberian pelumasan terhadap laju keausan dari HDPE dan
seberapa besar efek dari pemberian
pelumasan (bovin serum).
1. Putaran motor rendah
2. Tidak ada material debris yang ikut menambah keausan
3. Material yang digesekan adalah 2 buah HDPE
4. Panjang lintasan yang ditempuh oleh material adalah sama yaitu 800 meter.
5. Kenaikan temperatur hanya disebabkan karena gesekan pada pin dan wear track.
6. Kecepatan sliding 0,0893 m/s
7. Pelumas yang digunakan adalah bovin serum
BATASAN MASALAH
P.Q. Wu, 1998, Comparison of wear and corrosion wear of TiN coatings under uni- and bidirectional sliding
melakukan penelitian tentang perbandingan keausan yang terjadi pada material TiN dalam kondisi uni dan bidirectional.
Skema penelitian P.Q. Wu
• Keausan pasa kondisi
bidirectional memiliki wear rate yang lebih tinggi
daripada wear rate pada unidirection.
Hasil penelitian P.Q. Wu
PENELITIAN TERDAHULU
Ling Wu, 2007, Reciprocating friction and wear behavior of Ti3AlC2 and Ti3AlC2/Al2O3 composites against AISI52100 bearing steel
menuliskan tentang pengujian Ti3AlC2 dan
Ti3AlC2/Al2O3 composites melawan AISI52100 bearing steel dalam kondisi
recriprocating
Friction & wear condition
Propertis material uji
Penambahan gaya normal yang bekerja akan membuat harga wear rate menjadi semakin meningkat
Hasil penelitian Ling Wu
PENELITIAN TERDAHULU
Hasil penelitian Bin-Bin Jia
Bin-Bin Jia, 2006, Tribological
behaviors of several polymer- polymer sliding combination under dry friction and oil lubrication condition
menuliskan
tentang Laju
keausan polymer
pada pergerakan
1 arah.
Hasil penelitian Soliqin
Soliqin , 2012, Study experimental specific wear rate antara UHMWPE dengan stainlesteel sebagai joint replacement manusia.
melakukan penelitian tentang pengujian keausan antara UHMWPE dengan stainlesteel pada kondisi unidirection, dengan jarak sliding 600 m.
PENELITIAN TERDAHULU
Hasil penelitian Soliqin
Volume keausan yang didapatkan sangat kecil hingga mencapai 5 angka di belakang koma. Karenanya saya menggunakan
material yang lebih
lunak yaitu HDPE dan
memperpanjang jarak
sliding menjadi 800
m.
H v k W .
= . Ψ
H L k W
V .
= .
H K = k
RUMUS SPECIFIC WEAR RATE
Keterangan :
V : volume keausan mm
3k : koefisien keausan
W : load N
L : panjang lintasan m H : hardness material Pa
Ψ : wear rate m
3/s
v : sliding speed m/s
K : Specific wear rate mm
3/N.m
Adesif
Abrasive
MEKANISME KEAUSAN
Fatigue
Korosif
Perumusan masalah &
study pustaka
Persiapan alat uji
tribometer tipe pin on flat recriprocating
Penentuan variabel uji
Pengambilan data penelitian
Uji struktur permukaan
Pengolahan data
penelitian, pembuatan grafik dan analisa hasil penelitian
Kesimpulan, saran &
rekomendasi
Start pustaka
Persiapan Alat Uji Tribometer Tipe Pin on Flat
Reciprocating
Penentuan variabel uji
Pengambilan Data Penelitian
Uji Struktur permukaan
Pengolahan data penelitian, Pembuatan Grafik dan Analisa
Hasil Penelitian
Kesimpulan, Saran, dan
Rekomendasi Finish
1. Variabel kondisi : Dry sliding (tanpa pelumasan)
Wet sliding ( dengan pelumasan) 2. Variabel load : beban 1 kg
beban 2 kg
beban 3 kg
beban 4 kg
beban 5 kg
VARIABEL PENGUJIAN
Pin & Plat HDPE
Densitas = 0,94 g/cc Melting Point = 130-138 °C
Pelumas Bovin Serum
Sebagai Synovial Fluid
PERHITUNGAN WAKTU PENGUJIAN
Speed
Control Rpm Stroke
(cm) Kecepatan
(cm/s) Sliding Distance
(cm) Waktu
(jam)
10 4,4 10 1,46 80000 15,151
20 14 10 4,67 80000 4,762
30 21,4 10 7,13 80000 3,115
40 26,8 10 8,93 80000 2,487
50 33,6 10 11,2 80000 1,984
60 40 10 13,3 80000 1,667
70 44,8 10 14,93 80000 1,488
80 48,6 10 16,2 80000 1,371
90 52,1 10 17,36 80000 1,279
100 55,4 10 18,47 80000 1,203
kali pengambilan data (i) Penelitian dry sliding
Pemberian beban tetap (M
n) n = 5 i = 3 Penelitian wet sliding
Pemberian beban tetap (M
n)
∆
m, ∆
2Mencari V
1, V
2dan V
Mencari K
abEND
Tidak Tidak
n = 5 i = 3
Tidak Tidak
1. Hasil pengambilan data tersebut kemudian di masukan ke dalam tabel berikut :
2. Menghitung volume yang hilang dengan menggunakan masa jenis HDPE
3. Menghitung spesefic wear rate dengan menggunakan persamaan disamping
Beban (Kg) m1 (gr) m2 (gr) ∆m (gr) 1
2 3 4 5 Keterangan :
M1 = masa awal (gr)
M2 = masa akhir (gr)
∆m = perubahan massa (gr)
DIAGRAM ALUR PENELITIAN
DIAGRAM ALUR PENELITIAN
Mikroskop Optis
(untuk Melakukan foto mikro) Timbangan Digital
(untuk mencari perubahan masa
pin spesimen)
Polyethylene (HDPE) secara bolak balik dan tanpa
pelumasan.
Data ke-n
∆m (gr)
Waktu (menit)
Masa jenis (gr/cc)
Slidin Distance
(m)
∆V (mm3)
Speed
(m/s) F (N) K
(mm/Nm)
1 0,0014 119 0,94 800 1,489362 0,1 19,6 9,49848E-05
2 0,0015 119 0,94 800 1,595745 0,1 19,6 0,000101769
3 0,0013 119 0,94 800 1,382979 0,1 19,6 8,82002E-05
Data Perhitungan dry sliding untuk beban 2 kg
Data ke-n
∆m (gr)
Waktu (menit)
Masa jenis (gr/cc)
Slidin Distance
(m)
∆V (mm3)
Speed
(m/s) F (N) K
(mm/Nm)
1 0,0021 119 0,94 800 2,234043 0,1 29,4 9,49848E-05
2 0,0027 119 0,94 800 2,87234 0,1 29,4 0,000122123
3 0,0032 119 0,94 800 3,404255 0,1 29,4 0,000144739
Data ke-n
∆m (gr)
Waktu (menit)
Masa jenis (gr/cc)
Slidin Distance
(m)
∆V
(mm3) Speed (m/s) F (N) K mm/Nm)
1 0,0045 119 0,94 800 4,787234 0,1 39,2 0,000152654
2 0,0045 119 0,94 800 4,787234 0,1 39,2 0,000152654
3 0,0048 119 0,94 800 5,106383 0,1 39,2 0,000162831
Data Perhitungan dry sliding untuk beban 5 kg
Data
ke-n ∆m (gr) Waktu (menit)
Masa jenis (gr/cc)
Slidin Distance
(m)
∆V (mm3)
Speed
(m/s) F (N) K (mm/Nm)
1 0,0088 119 0,94 800 9,361702 0,1 49 0,000238819
2 0,0077 119 0,94 800 8,191489 0,1 49 0,000208967
3 0,0053 119 0,94 800 5,638298 0,1 49 0,000143834
Foto mikro dry sliding beban 2 kg dan 5 kg
Terkelupas Goresan lebih
dalam Terkelupas
Polyethylene (HDPE) secara bolak balik dengan
adanya pelumas Bovin serum.
Data Perhitungan wet sliding untuk beban dan 2 kg
Data
ke-n ∆m (gr) Waktu (menit)
Masa jenis (gr/cc)
Sliding Distance
(m)
∆V (mm3) Speed
(m/s) F (N) K (mm/Nm)
1 0,0013 119 0,94 800 1,382979 0,1 19,6 8,82002E-05
2 0,0014 119 0,94 800 1,489362 0,1 19,6 9,49848E-05
3 0,0011 119 0,94 800 1,170213 0,1 19,6 7,46309E-05
Data
ke-n ∆m (gr) Waktu (menit)
Masa jenis (gr/cc)
Slidin Distance
(m)
∆V (mm3) Speed
(m/s) F (N) K (mm/Nm)
1 0,0021 119 0,94 800 2,234043 0,1 29,4 9,49848E-05
2 0,0026 119 0,94 800 2,765957 0,1 29,4 0,0001176
3 0,0028 119 0,94 800 2,978723 0,1 29,4 0,000126646
Data
ke-n ∆m (gr) Waktu (menit)
Masa jenis (gr/cc)
Slidin Distance
(m)
∆V (mm3) Speed
(m/s) F (N) K (mm/Nm)
1 0,0033 119 0,94 800 3,510638 0,1 39,2 0,000111946
2 0,0032 119 0,94 800 3,404255 0,1 39,2 0,000108554
3 0,0037 119 0,94 800 3,93617 0,1 39,2 0,000125516
Data Perhitungan wet sliding untuk beban 5 kg
Data
ke-n ∆m (gr) Waktu
(menit) Masa jenis
(gr/cc) Slidin
Distance (m) ∆V (mm3) Speed
(m/s) F (N) K (mm/Nm)
1 0,0055 119 0,94 800 5,851064 0,1 49 0,000149262
2 0,0055 119 0,94 800 5,851064 0,1 49 0,000149262
3 0,0045 119 0,94 800 4,787234 0,1 49 0,000122123