• Tidak ada hasil yang ditemukan

PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Pengantar

Laporan Penerapan Tata Kelola (GCG) di PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG pada tahun 2017 ini dibuat dan disampaikan dalam rangka untuk memenuhi kewajiban BPR sebagaimana telah diamanatkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat.

Secara garis besar dapat kami jelaskan, bahwa laporan tentang Penerapan Tata Kelola (GCG) di PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG menggambarkan proses implementasi Tata Kelola sepanjang tahun 2017 yang mencakup :

 Governance Structure atau Struktur Tata Kelola;

 Governance Process atau Proses dari Pelaksanaan Tata Kelola; dan

 Governance Outcome atau Hasil dari Pelaksanaan Tata Kelola.

dimana untuk itu penilaian pelaksanaan Tata Kelola dilakukan dengan metode self assessment yang dilengkapi dengan laporan-laporan dan bukti-bukti dokumen pendukung lainnya, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penilaian kinerja BPR.

Laporan ini selain dibuat untuk memenuhi kewajiban kepada Otoritas Jasa Keuangan, dapat pula digunakan untuk kepentingan stakeholders lain untuk mengetahui secara lebih jelas tentang Kinerja BPR, sebagai bentuk kepatuhan Manajemen PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG terhadap Ketentuan Perundang-undangan yang berlaku, dan nilai- nilai etika sebagai pondasi dari prinsip dasar Tata Kelola (GCG), yaitu transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran.

Latar Belakang

Implementasi Tata Kelola (GCG) yang baik dan benar selalu akan menjadi fokus dan prioritas bagi Manajemen PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG dalam menjalankan seluruh aktivitas usaha dan operasional BPR. Proses implementasi Tata Kelola (GCG) di BPR sepanjang tahun 2017 telah dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan, dengan fokus dan kepatuhan kepada 5 (lima) Prinsip Dasar Tata Kelola (GCG), yaitu tranparancy (transparansi), accountability (akuntabilitas), responsibility (pertanggungjawaban), independency (independensi), fairness (kewajaran).

Dalam proses implementasi tersebut di atas, berbagai perbaikan dan penyempurnaan telah dilakukan khususnya yang berhubungan dengan penyempurnaan Governance Structure atau Struktur Tata Kelola, optimalisasi tugas, wewenang, dan tanggungjawab Pengurus BPR serta penyempurnaan Governance Process atau Proses Tata Kelola, dengan cakupan sebagai berikut :

(2)

1. STRUKTUR TATA KELOLA BPR (GOVERNANCE STRUCTURE)

Sebagaimana masalah yang dihadapi oleh mayoritas BPR, masih ada banyak kendala khususnya yang berkaitan dengan ketersediaan (jumlah) dan kualitas SDM BPR untuk dapat membangun Struktur Tata Kelola BPR yang "memadai" dalam rangka Penerapan Tata Kelola BPR yang sehat sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 4/POJK.03/2015 tanggal 31 Maret 2015, mengenai Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat.

Secara umum, jumlah, komposisi, dan tingkat kompetensi Dewan Pengawas dan Direksi PD.BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah memenuhi

"persyaratan minimum" sesuai dengan ketentuan/regulasi tentang Tata Kelola BPR.

Namun demikian, dengan memperhitungkan kompleksitas usaha BPR yang masih relatif sederhana, maka penguatan pada Struktur Tata Kelola BPR hanya terbatas dilaksanakan dengan pembentukan satuan-satuan kerja tanpa membentuk komite-komite dibawah Dewan Pengawas, yaitu: Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Nominasi, yang hanya diwajibkan bagi BPR dengan modal inti diatas Rp 80 milyar.

Dengan demikian, maka Struktur Tata Kelola PD. BPR BANK PASAR

KABUPATEN LUMAJANG pada posisi laporan 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut:

 Bupati Lumajang selaku PSP

 Dewan Pengawas

 Direksi

 Pejabat Eksekutif Audit Internal

 Pejabat Eksekutif Kepatuhan

 Pejabat Eksekutif Manajemen Risiko

 Pejabat Eksekutif APU & PPT

2. BUPATI LUMAJANG SELAKU PEMEGANG SAHAM PENGENDALI

Selama tahun 2017, Bupati Lumajang selaku Pemegang Saham Pengendali PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah mengesahkan beberapa keputusan penting/strategis, sebagai berikut :

a) Menyetujui dan menerima Laporan Keuangan BPR Tahun Buku 2016 yang diajukan oleh Direksi, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Direksi dalam upaya pencapaian Kinerja BPR sesuai dengan komitmen dalam Rencana Kerja BPR tahun 2016;

(3)

b) Menyetujui dan menerima dengan baik Laporan Hasil Pengawasan Dewan Pengawas untuk Periode Semester 1 tahun 2017 yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017;

c) Menyetujui dan menerima dengan baik Laporan Hasil Pengawasan Dewan Pengawas untuk Periode Semester 2 tahun 2017 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017;

d) Menyetujui dan menerima dengan baik Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2016 PD. BPR Bank Pasar Kabupaten Lumajang sesuai ketentuan POJK Nomor : 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi BPR;

e) Menetapkan alokasi Laba Bersih BPR (setelah pajak) Tahun Buku 2016 sebagai pengurang Laba Rugi Tahun Lalu dalam rangka Penguatan Modal Inti BPR sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 5/POJK.03/2015, tanggal 31 Maret 2015 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Kewajiban Pemenuhan Modal Inti Minimum Bank Perkreditan Rakyat.

3. DEWAN PENGAWAS

Jumlah, Komposisi, dan Independensi

Adapun jumlah dan komposisi Dewan Komisaris (Dewan Pengawas) PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG sebanyak 2 (dua) orang sesuai dengan ketentuan POJK, sehingga jumlah, komposisi, dan independensi Dewan Pengawas PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG adalah sebagai berikut :

N a m a J a b a t a n Persetujuan Otoritas Jasa Keuangan Nomor Surat OJK Tanggal Sunyoto, SE, MM,

MSA, Ak, CA.

Ketua Dewan

Pengawas

S-91/KO.043/2016 19 Mei 2016

Ery Hidayanti, SE, MM, MSA, Ak, CA.

Anggota Dewan Pengawas

S-218/KO.352/2015 14 Juli 2015

Penugasan Dewan Pengawas di atas dilakukan setelah yang bersangkutan berhasil melalui Proses Penilaian Kemampuan dan Kepatutan atau fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan dan telah dicatat dalam administrasi Otoritas Jasa Keuangan melalui surat Nomor : S-91/KO.043/2016 tanggal 19 Mei 2016 dan Nomor : S-218/KO.352/2015 tanggal 14 Juli 2015.

Seluruh anggota Dewan Komisaris (Dewan Pengawas/Dewas) PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG merupakan tenaga profesional yang memiliki pengalaman di bidang keuangan serta pengetahuan perbankan yang memadai dan relevan dengan jabatannya. Dewan Pengawas PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG juga mempunyai sertifikat kelulusan dari Lembaga Sertifikasi Profesi dan telah lulus dalam Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) sebagai Dewan Komisaris (Dewas) BPR.

(4)

Seluruh anggota Dewan Komisaris (Dewan Pengawas/Dewas) tidak memiliki saham pada PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG serta tidak ada hubungan keuangan dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Direksi, anggota Dewan Pengawas, dan/atau Pemegang Saham PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG lainnya.

Tugas, Wewenang, dan Tanggungjawab Dewan Pengawas

Dalam menjalankan setiap tugas, wewenang, dan tanggungjawabnya, Dewan Pengawas PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG berkewajiban untuk melaksanakannya secara Transparan, Akuntabel, dan Independen. Secara lebih rinci, tugas, wewenang, dan tanggung jawab Dewan Pengawas yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2017 adalah sebagai berikut :

a) Menjalankan pengawasan atas pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Direksi, yaitu dengan cara mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi kinerja Direksi, khususnya untuk memastikan bahwa pengelolaan BPR telah dilaksanakan sesuai dengan Prinsip Kehati-hatian (Prudential Banking Principles), Anggaran Dasar BPR (Peraturan Daerah atau Perda), serta Ketentuan dan Perundang-undangan yang berlaku;

b) Memastikan telah diselenggarakannya secara baik dan benar Penerapan Tata Kelola dalam seluruh kegiatan usaha dan operasional BPR pada seluruh jenjang organisasi;

c) Memberikan saran-saran kepada Direksi BPR berkaitan dengan isu-isu dan kebijakan strategis, dan proses pengambilan keputusan bisnis yang memiliki dampak signifikan terhadap kegiatan usaha BPR sepanjang hal itu tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar BPR (Perda) dan Ketentuan Perundang-undangan yang berlaku;

d) Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Dewan Pengawas dilarang ikut serta dalam pengambilan keputusan mengenai kegiatan operasional BPR, kecuali dalam hal-hal yang berkaitan dengan "penyediaan dana kepada pihak terkait" sebagaimana dalam ketentuan yang mengatur tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit, dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam Peraturan Perundang-undangan;

e) Pengambilan keputusan oleh Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud pada huruf (d) merupakan bagian dari tugas pengawasan, sehingga tetap menjadi tanggungjawab dari Direksi atas tugas pengurusan BPR;

f) Memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti seluruh hasil (temuan) audit dan rekomendasi dari Audit Internal, Audit Eksternal, dan hasil pemeriksaan Pengawas Otoritas Jasa Keuangan dan/atau Otoritas lainnya;

(5)

g) Dalam situasi dan kondisi tertentu, Dewan Pengawas dapat menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) maupun Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sesuai dengan Anggaran Dasar BPR dan Ketentuan Perundang-undangan yang berlaku;

h) Memberitahukan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak ditemukannya:

1. Pelanggaran Ketentuan/Peraturan Perundang-undangan di bidang Keuangan dan Perbankan; dan/atau

2. Keadaan atau perkiraan keadaan (berhubungan dengan kegiatan operasional BPR) yang dapat membahayakan kelangsungan usaha BPR.

4. RAPAT DEWAN PENGAWAS

Pada tahun 2017 Dewan Pengawas PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah menyelenggarakan Rapat Dewan Pengawas sebanyak 4 (empat) kali dan Rapat Dewan Pengawas bersama dengan Direksi sebanyak 10 (sepuluh) kali, dengan tingkat kehadiran anggota Dewan Pengawas sebagai berikut:

Nama Peserta Rapat Kehadiran Pada Rapat Kehadiran Pada Rapat Dewan Pengawas Dewas & Direksi Sunyoto, SE, MM., MSA., Ak.,

CA*) 4 kali 10 kali

Ery Hidayanti, SE, MM., MSA.,

Ak., CA**) 4 kali 10 kali

*) Mulai menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas efektif sejak tanggal 18 Februari 2016

**) Mulai menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas efektif sejak tanggal 14 Juli 2015

5. D I R E K S I

Jumlah, Komposisi, dan Independensi Direksi

Menindaklanjuti Surat Keputusan Bupati Lumajang tentang pengangkatan Sdr.

Endang Supraptiningsih sebagai Direktur Utama PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG, efektif terhitung sejak tanggal 28 April 2015, serta penunjukan Sdr. Arik Kusmawati sebagai Direktur PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG, efektif terhitung sejak tanggal 28 April 2015, maka jumlah, komposisi, dan Independensi

Direksi PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG pada posisi tanggal 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut:

(6)

N a m a J a b a t a n Persetujuan Otoritas Jasa Keuangan Nomor Surat OJK Tanggal Endang Supraptiningsih Direktur Utama SR-10/KO.352/2015 16 Februari 2015 Arik Kusmawati Direktur SR-19/KO.352/2015 16 Maret 2015

Seluruh anggota Direksi PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG merupakan tenaga profesional yang memiliki pengalaman pada industri BPR dan telah lulus dalam Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test).

Seluruh anggota Direksi tidak memiliki saham pada PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG serta tidak ada hubungan keuangan dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Direksi, anggota Dewan Pengawas, dan/atau Pemegang Saham PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG lainnya.

Seluruh anggota Direksi tidak melakukan rangkap jabatan sebagai Dewan Pengawas, Direksi atau Pejabat Eksekutif pada Bank dan/atau perusahaan lainnya.

Meskipun dimungkinkan untuk aktif menjadi pengurus Asosiasi BPR (Perbarindo) sesuai Pasal 8 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.03/2015, namun pada saat ini, dengan pertimbangan untuk lebih fokus pada pelaksanaan tugas sebagai Direksi BPR, tidak ada Anggota Direksi PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG yang aktif sebagai pengurus Asosiasi BPR.

Seluruh anggota Direksi PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Direksi, dan/atau anggota Dewan Pengawas. Seluruh anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, tidak memiliki saham sebesar 25% (dua puluh lima persen) atau lebih dari modal disetor pada Bank dan/atau menjadi pemegang saham mayoritas di lembaga jasa keuangan non Bank.

Seluruh anggota Direksi PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah membuat Surat Pernyataan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki hubungan keuangan, hubungan kepengurusan, dan kepemilikan saham di BPR, dan/atau tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Direksi, anggota Dewan Pengawas, dan/atau Pemegang Saham Pengendali BPR.

Jumlah, komposisi, Indepedensi, kompetensi, dan integritas dari seluruh anggota Direksi PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah memenuhi persyaratan

"kebutuhan minimal" kegiatan operasional BPR, dan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, antara lain:

1. Jumlah anggota Direksi lebih atau sama dengan 2 (dua) orang, lebih banyak atau sama dengan jumlah anggota Dewan Pengawas;

(7)

2. Anggota Direksi bertempat tinggal di kota/kabupaten yang sama atau kota/kabupaten yang berbeda, tetapi pada propinsi yang sama dengan lokasi Kantor Pusat BPR;

3. Seluruh anggota Direksi telah memiliki pengalaman kerja lebih dari 5 (lima) tahun di bidang operasional perbankan, termasuk sebagai Pejabat Eksekutif BPR;

4. Tidak ada seorangpun anggota Direksi yang memberikan kuasa umum kepada pihak lain yang mengakibatkan pengalihan fungsi dan tugas Direksi;

5. Telah memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 4/POJK.03/2015;

6. Telah lulus dari proses Fit and Proper Test dan telah memperoleh Surat Persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.

Tugas, Wewenang, dan Tanggung Jawab Direksi

Direksi PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG bertanggungjawab atas pelaksanaan kepengurusan BPR. Untuk itu, Direksi wajib mengelola BPR sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya sebagaimana telah diatur dalam Anggaran Dasar BPR dan Ketentuan/Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugas, wewenang, dan tanggungjawabnya, dalam tahun 2017 Direksi PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah mengerjakan hal-hal sebagai berikut :

a) Menjalankan pengelolaan BPR secara profesional dan independen, dengan memperhatikan Prinsip Kehati-hatian (Prudential Banking Principles), Anggaran Dasar BPR, serta Ketentuan dan Perundang-undangan yang berlaku;

b) Merealisasikan pencapaian target/sasaran Kinerja Keuangan BPR sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Kerja BPR melalui proses kegiatan operasional yang berlandaskan Prinsip-prinsip Tata Kelola (GCG) yang "baik dan sehat" pada seluruh jenjang organisasi BPR;

c) Mengangkat Pejabat Eksekutif Audit Intern, Pejabat Eksekutif Manajemen Risiko, Pejabat Eksekutif Kepatuhan, Pejabat Eksekutif Anti Pencucian Uang & Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU dan PPT);

d) Melaksanakan Tata Kelola BPR dengan memperhatikan aspek kecukupan jumlah SDM BPR dan kompetensinya. Hal ini tercermin dari pemisahan tugas dan tanggungjawab antara satuan/unit kerja yang menangani pembukuan, operasional, dan kegiatan penunjang operasional, serta penunjukan pejabat yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan audit interen, dan independen terhadap unit kerja lain;

(8)

e) Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Rapat Pemegang Saham Lainnya (apabila diperlukan) sebagaimana telah diatur di dalam Ketentuan Perundang- undangan dan Anggaran Dasar BPR;

f) Menindaklanjuti seluruh hasil temuan dan rekomendasi yang yang diterima dari audit internal, audit eksternal, hasil pengawasan Dewan Pengawas, hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dan/atau Otoritas lain. Tindak lanjut tersebut dalam bentuk action plan dengan tenggat waktu (deadline) yang wajar, monitoring yang ketat, dan hasilnya pada kesempatan pertama dilaporkan kepada seluruh stakeholders terkait;

g) Menyampaikan data dan informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu, kepada Dewan Pengawas dalam rangka efektivitas "Pengawasan Aktif Pengurus" sesuai dengan ketentuan dalam Manajemen Risiko BPR;

h) Menyampaikan kebijakan BPR yang "bersifat strategis" dalam bidang Kepegawaian kepada seluruh Pegawai BPR;

i) Mempertanggungjawabkan seluruh pelaksanaan tugasnya dalam pengelolaan BPR kepada Dewan Pengawas dan Pemegang Saham melalui laporan hasil pelaksanaan target kinerja sesuai ketentuan perbankan dan peraturan otoritas lainnya yang berlaku.

Pendidikan & Pengembangan Kualitas SDM Direksi

Anggota Direksi PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah menjalankan proses pembelajaran secara berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuannya dalam upaya mendukung pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya di BPR.

Sepanjang tahun 2017, kegiatan training, seminar, dan workshop yang telah diikuti oleh anggota Direksi PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG adalah sebagai berikut:

1. Pelatihan Penerapan Tata Kelola BPR (GCG) yang diselenggarakan Perbarindo Jember pada tanggal 21 Januari 2017;

2. Pelatihan Optimalisasi Kerja Fungsi Audit Intern & Fungsi Kepatuhan bagi BPR yang diselenggarakan Yapindo Jatim pada tanggal 20-21 Februari 2017;

3. Pelatihan Service Excellence yang diselenggarakan Perbamida Wilayah Jatim-Bali pada tanggal 16 Maret 2017;

4. Pelatihan Penerapan Manajemen Risiko bagi BPR yang diselenggarakan Perbarindo Jember pada tanggal 22-23 Maret 2017;

5. Undangan Evaluasi Kinerja BPR/BPRS Semester II Tahun 2016 yang diselenggarakan OJK Jember pada tanggal 9 Mei 2017;

(9)

6. Pendidikan Karyawan BPR/BPRS Semester I Tahun 2017 yang diselenggarakan OJK Jember pada tanggal 23 Mei 2017;

7. Sosialisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan Rencana Bisnis BPR/BPRS yang diselenggarakan OJK Pusat pada tanggal 17 Mei 2017;

8. Sosialisasi dan Uji Coba Aplikasi Pelaporan Rencana Bisnis BPR/BPRS yang diselenggarakan OJK Surabaya Jatim pada tanggal 6 September 2017;

9. Evaluasi Kinerja BPR/BPRS Semester I Tahun 2017 dan Pendidikan Pegawai BPR/BPRS Semester II Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh OJK Jember pada tanggal 1-2 November 2017.

6. RAPAT DIREKSI

Sepanjang tahun 2017, Direksi PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah menyelenggarakan Rapat Direksi sebanyak 17 (tujuh belas) kali. Selain itu, seluruh anggota Direksi juga menghadiri "Rapat Bersama" yang diselenggarakan oleh Dewan Pengawas.

Secara keseluruhan, jumlah tingkat kehadiran anggota Direksi dalam Rapat Direksi pada tahun 2017 adalah sebagai berikut:

Nama Peserta Rapat Jumlah Kehadiran pada Rapat Direksi

Persentase Kehadiran

Endang Supraptiningsih*) 17 kali 100%

Arik Kusmawati**) 17 kali 100%

*) Mulai menjabat sebagai Direktur Utama efektif sejak tanggal 28 April 2015

**) Mulai menjabat sebagai Direktur efektif sejak tanggal 28 April 2015

7. PELAKSANAAN FUNGSI KEPATUHAN BPR

Sesuai dengan ketentuan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 4/POJK.03/2015 Pasal 51 dan 52, maka PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG wajib menunjuk seorang anggota Direksi untuk membawahkan Fungsi Kepatuhan. Sehubungan dengan jumlah modal inti BPR yang kurang dari Rp. 50 milyar, maka dalam rangka membantu pelaksanaan tugasnya, Direksi telah menunjuk dan mengangkat Pejabat Eksekutif untuk melaksanakan Fungsi Kepatuhan sebelum tanggal 31 Maret 2017, tepatnya tanggal 9 Maret 2017.

(10)

Pejabat Eksekutif Fungsi Kepatuhan wajib melaksanakan langkah-langkah dalam upaya membangun Budaya Kepatuhan, antara lain dengan :

a) Memastikan bahwa seluruh Unit Kerja di BPR memiliki pedoman kerja yang terkini sesuai dengan job description dan struktur organisasi BPR;

b) Melakukan sosialisasi ketentuan internal dan eksternal baik secara tidak langsung yaitu melalui Surat Keputusan (SK) Direksi BPR, atau secara langsung dengan melakukan tatap muka dan/atau mengadakan sosialisasi di kantor BPR;

c) Melakukan pemantauan secara konsisten terhadap pelaksanaan prinsip kehati-hatian khususnya yang berkaitan dengan proses pemberian kredit untuk nasabah besar yang akan berdampak signifikan terhadap usaha BPR;

d) Melakukan review (kaji ulang) terhadap rancangan kebijakan internal BPR yang akan diterbitkan untuk memastikan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

e) Melakukan pembinaan dan/atau penindakan pada Unit Kerja BPR, Kantor Cabang, dan Kantor Kas, sesuai dengan dengan Laporan Hasil Temuan Audit Internal terkait dengan bidang operasional, dana, dan kredit;

f) Memberikan tanggapan maupun jawaban atas surat dari pihak PPATK yang berkaitan dengan Penerapan Program APU dan PPT;

g) Memantau dan menjaga kepatuhan BPR terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang telah dibuat BPR kepada Otoritas Jasa Keuangan, misalnya yang berkaitan dengan komitmen Penguatan Modal Inti BPR sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 5/POJK.03/2015, tanggal 31 Maret 2015 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Kewajiban Pemenuhan Modal Inti Minimum Bank Perkreditan Rakyat;

h) Memantau kewajiban penyampaian laporan BPR sesuai ketentuan, misalnya kewajiban Laporan Keuangan Tahunan BPR, Laporan Pelaksanaan Tata Kelola BPR, Laporan Hasil Pengawasan Dewan Pengawas, dan lain-lain.

Realisasi Kerja Tahun 2017

Pada tahun 2017, Pejabat Eksekutif Kepatuhan PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG akan melakukan hal-hal sebagai berikut :

a) Melakukan kaji-ulang, revisi dan penyempurnaan atas SOP (Standard Operating Procedures) PD. BPR Bank Pasar Kabupaten Lumajang;

(11)

b) Melakukan revisi dan penyempurnaan terhadap Surat Keputusan (SK) Direksi yang berkaitan dengan Ketentuan Internal BPR, dengan menyesuaikannya sesuai Ketentuan dan Perundang-undangan yang berlaku;

c) Melakukan revisi dan penyempurnaan terhadap Surat Keputusan (SK) Direksi yang berkaitan dengan Kebijakan Perkreditan, dengan menyesuaikannya sesuai Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan Ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.

8. PELAKSANAAN MANAJEMEN RISIKO BPR

Laporan tentang Penerapan Manajemen Risiko BPR ini merupakan bagian dari kewajiban sebagaimana pada Pasal 63 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor:

4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 13/POJK.03/2015, tentang Penerapan Manajemen Risiko BPR, PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG sesuai dengan jumlah modal intinya, hanya diwajibkan untuk menerapkan 4 (empat) jenis risiko yaitu: Risiko Operasional, Risiko Kredit, Risiko Likuiditas, dan Risiko Kepatuhan.

Peraturan Pelaksanaan Manajemen Risiko sebagaimana dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor: 11/25/PBI/2011 dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor: 13/23/DPNP, tanggal 25 Oktober 2011, menilai Risiko Bank dari 2 (dua) aspek, yaitu Risiko Inheren dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR).

Berdasarkan hasil analisis atas kondisi internal dan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam Pengelolaan Risiko BPR pada tahun 2017, maka Profil Risiko atau Risk

Profile dari PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG pada posisi 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut :

JENIS RISIKO

Peringkat Risiko Inheren Kualitas Manajemen

Risiko Peringkat Risiko

31-12-2017 31-12-2017 31-12-2017 31-12-2017

31-12-2017 31-12-2017 (Internal) ( O J K ) (Internal) ( O J K )

Risiko Kredit Belum Belum Belum Belum - -

Risiko Operasional

Belum Belum Belum Belum - -

Risiko Kepatuhan Belum Belum Belum Belum - -

Catatan:

Metode Pengukuran Risiko mengacu kepada SE BI Nomor: 13/24/DPNP/2011

(12)

Pernyataan Risk Appetite (Risk Appetite Statement)

Perkembangan Pasar Keuangan Global yang sangat dinamis membutuhkan kemampuan SDM BPR dalam memahami, mengevaluasi, dan menetapkan strategi dan kebijakan untuk melakukan mitigasi risiko secara lebih baik. Penerapan Manajemen Risiko sudah menjadi kewajiban bagi BPR sebagaimana diatur dalam Pasal 63 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat dan RPOJK tentang Manajemen Risiko BPR. Namun demikian, secara teknis, hingga saat ini industri perbankan masih mengacu kepada Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/23/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor: 14/8/PBI/2012, tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.

 Risk Appetite

Risk Appetite adalah tingkat risiko yang "wajar" yang bersedia diambil oleh Manajemen PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, yaitu pada Tingkat 1 dengan mengacu kepada Surat Edaran bank Indonesia No.13/24/DPNP/2011 sebagai kombinasi dari aspek Inherent Risk dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko;

 Risk Tolerance

Risk Tolerance adalah tingkat risiko maksimum yang ditetapkan oleh Manajemen BPR dalam menjalankan aktivitas operasionalnya. Dengan mengacu kepada Surat Edaran Bank Indonesia No.13/24/DPNP/2011, PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG mengambil Risk Tolerance pada Tingkat 2 sebagai hasil kombinasi dari aspek Inherent Risk dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko;

 Risk Limit

Dalam rangka Implementasi Manajemen Risiko, PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG belum merumuskan kebijakan sebagai bagian dari implementasi risk appetite dan risk tolerance pada level unit-unit kerja BPR.

Pengukuran, Monitoring, dan Pengendalian Risiko

Dalam tahun 2016, PD BPR Bank Pasar Kabupaten Lumajang belum menjalankan langkah-langkah yang dibutuhkan terkait dengan pemantauan, evaluasi, dan mitigasi risiko. Mulai tahun 2017, secara bertahap akan dimulai antara lain dengan cara:

(13)

a) Melakukan pengukuran risiko likuiditas dengan membuat proyeksi arus kas bulanan, membuat maturity profile report mingguan, menghitung rasio likuiditas harian, dan melakukan stress test bulanan;

b) Melakukan pengukuran risiko kredit dengan proses monitoring yang ketat terhadap kualitas kredit 25 debitur terbesar portfolio kredit PNS, dan portfolio kredit Mentari, yang NPLnya cenderung meningkat;

c) Melakukan pengukuran risiko operasional dengan mengembangkan teknik analisis data historis dan analisis perilaku, sehubungan dengan adanya hasil temuan audit internal terkait kasus fraud yang dilakukan pegawai BPR di Kantor Pusat, maupun di Kantor Kas;

d) Memperbaiki fungsi dan mekanisme penagihan kredit, khususnya untuk kredit pada kondisi terlambat bayar (late payment) ≤ 90 hari yang pada Bank Umum kualitasnya telah tergolong dalam "special mention" sementara pada BPR masih dikelompokkan sebagai kredit lancar;

e) Melakukan peninjauan Kebijakan Risk Limit secara berkala, karena pentingnya Risk Limit sebagai Parameter Manajemen Risiko dan Early Warning Signals.

9. PELAKSANAAN AUDIT INTERNAL

Secara umum mekanisme audit internal pada PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG dirancang dan dilaksanakan berdasarkan internal control framework yang mencakup aspek-aspek seperti pengendalian risiko, aktivitas, informasi, dan pemantauan. Pada tahun 2017 BPR telah menunjuk dan mengangkat Pejabat Eksekutif untuk menjalankan Fungsi Audit Intern.

Sesuai ketentuan yang berlaku, penunjukan dan pengangkatan Pejabat Eksekuif

yang akan menjalankan Fungsi Audit Intern telah dilakukan sebelum tanggal 31 Maret 2017, tepatnya tanggal 22 Februari 2017.

10. PELAKSANAAN AUDIT EKSTERNAL

Dalam rangka memenuhi seluruh aspek Tata Kelola terkait dengan proses penunjukkan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik, PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah melakukan mekanisme yang sepenuhnya patuh kepada ketentuan dalam Pasal 62 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola (GCG) Bagi Bank Perkreditan Rakyat, antara lain:

(14)

 Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk tidak melebihi masing- masing 3 (tiga) tahun dan 5 (lima) tahun secara berturut-turut;

 Penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik telah disetujui melalui Rapat dengan Dewan Pengawas, sebagaiman tertuang dalam Notulen Rapat Pengurus dan Pejabat Eksekutif.

Berdasarkan kewenangan yang diberikan dalam Notulen Rapat dengan Pengurus BPR dan memperhatikan rekomendasi yang diberikan oleh Pejabat Eksekutif Audit Internal serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku, Dewan Pengawas telah menunjuk Kantor Akuntan Publik Made Sudarma, Thomas & Dewi untuk melakukan Audit Laporan Keuangan PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2017.

11. BATAS MAKSIMUM PEMBERIAN KREDIT

PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur yang tertulis tentang penyediaan dana, baik kepada pihak terkait atau related party maupun kepada debitur besar atau debitur inti (large exposure), dengan berpedoman kepada Ketentuan dan Regulasi tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).

Sesuai dengan kriteria dan kebijakan yang ada, baki debet total penyediaan dana kepada pihak-pihak tersebut diatas pada posisi 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut :

Penyediaan Dana J u m l a h

Debitur Nominal (Ribuan Rp)

Kepada Pihak Terkait 1 280.730,00

Kepada Debitur Inti:

- Individu - 561.460,00

- Kelompok - 842.190,00

(15)

Penyediaan Dana kepada Pengurus BPR

Penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana tersebut diatas juga diberikan kepada Pengurus PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG yang baki debet pinjamannya berdasarkan posisi Pada tanggal 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut :

Nama Pengurus Jabatan Jumlah Pinjaman

Sunyoto, SE., MM, MSA., Ak, CA Ketua Dewan Pengawas -

Ery Hidayanti, SE., MM, MSA., Ak, CA Anggota Pengawas Pengawas

-

Endang Supraptiningsih Direktur Utama -

Arik Kusmawati Direktur Rp. 44.000.000,-

12. PENANGANAN BENTURAN KEPENTINGAN

Dalam rangka memenuhi ketentuan sebagaimana diatur pada Pasal 69 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 4/POJK.03/2015 tentang Penanganan Benturan Kepentingan, maka Manajemen PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG belum menyusun dan mengesahkan kebijakan interen yang mengatur mengenai prosedur pemberian persetujuan serta pengungkapan benturan kepentingan berkaitan dengan segala aktivitas dan transaksi keuangan yang melibatkan kepentingan pihak terkait, dalam hal ini Pengurus BPR dan/atau Pemegang Saham BPR.

Secara keseluruhan, data seluruh aktivitas dan/atau transaksi keuangan yang mempunyai benturan kepentingan di PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG pada posisi 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut :

Pihak yang memiliki Benturan Kepentingan

Nama dan Jabatan Pengambil Keputusan

Jenis Transaksi

Nilai

Transaksi Jangka Waktu

NIHIL NIHIL NIHIL Rp. - - Tahun

(16)

13. PERMASALAHAN HUKUM DAN STATUS PENYELESAIAN

Permasalahan hukum yang sedang dihadapi oleh PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG beserta status penyelesaiannya hingga posisi tanggal 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut :

Permasalahan Hukum Jumlah Perkara

Perdata Pidana

Perkara Selesai (Inkracht) - -

Perkara Gugur dan/atau Damai - -

Dalam Proses Penyelasaian - -

Total - -

14. PENYIMPANGAN INTERNAL, UPAYA PENCEGAHAN & PENYELESAIANNYA PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG akan mengembangkan Sistem Pengendalian Internal dalam skema yang sederhana. Sebagai bagian inheren dari internal control framework, proses implementasinya akan dilakukan oleh Pejabat Eksekutif Audit Internal dengan target atau sasaran sebagai berikut :

a) Pencegahan

Sebagai salah satu pilar terpenting dalam strategi anti fraud, langkah-langkah dalam upaya pencegahan atau prevention dilakukan dengan :

 Memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada seluruh unit kerja tentang berbagai modus kejahatan perbankan dan tindak pencegahannya;

 Memperbanyak frekuensi "surprise audit" untuk "membunuh niat" dari pihak-pihak tertentu di internal BPR yang karena tugas, wewenang, dan jabatannya, mempunyai kesempatan untuk melakukan penyimpangan dan/atau fraud;

b) Deteksi Dini

Sebagai pilar penting lainnya dalam strategi anti fraud, upaya deteksi atau detection sangat efektif dalam pencegahan fraud. Untuk itu, PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG akan mengembangkan whistle blowing system, yaitu dengan memberikan kesempatan dan akses yang seluas-luasnya kepada seluruh pegawai pada seluruh jenjang jabatan untuk berperan aktif sebagai whistleblower agents, dengan menyampaikan informasi tentang indikasi penyimpangan/fraud melalui telpon, email, sms, dan sarana/media komunikasi lainnya.

(17)

c) Identifikasi dan Investigasi

Menindaklanjuti setiap informasi yang dianggap relevan dan signifikan terkait dengan potensi penyimpangan/fraud di bidang operasional dan perkreditan dengan cara:

 Mengikuti aliran dana dari nasabah kepada pegawai BPR yang diindikasikan terlibat dalam penggelapan dana nasabah, atau diindikasikan meminta fee untuk pencairan kredit kepada debitur yang bersangkutan;

 Melakukan analisis dan identifikasi terhadap lonjakan NPL di sebuah Kantor Cabang yang sebelumnya memiliki kinerja baik. Langkah ini untuk memastikan apakah telah terjadi penyimpangan/fraud, atau kurangnya kehati-hatian dalam proses pemberian kredit yang berpotensi menimbulkan Kredit Macet (NPL).

 Melakukan kunjungan lapangan atau on-site visit dalam rangka verifikasi informasi yang secara psikologis dapat "membangun efek jera" kepada seluruh pegawai BPR agar tidak melakukan penyimpangan/fraud.

d) Tindak Lanjut dan Pelaporan

Manajemen BPR telah melakukan tindak lanjut atas seluruh kasus internal fraud, baik yang proses penyelesaiannya dilakukan secara internal maupun yang dilakukan melalui proses litigasi (secara hukum) karena kasusnya dianggap telah memenuhi unsur-unsur Tindak Pidana Perbankan yang menimbulkan kerugian bagi Bank secara finansiil dan reputasi.

Kasus-kasus internal fraud yang tindak lanjut penyelesaiannya ditempuh melalui secara yudiris melalui proses litigasi, telah dilaporkan tersendiri pada bagian lain dari Laporan Penerapan Tata Kelola BPR ini.

Secara keseluruhan, jumlah kasus internal fraud di PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG pada tahun 2017 adalah sebagai berikut :

Proses Penyelasaian

Jumlah & Pelaku Kasus Internal Fraud

Pengurus BPR Pegawai Tetap Pegawai tidak Tetap

2016 2017 2016 2017 2016 2017

Telah diselesaikan secara

internal - - 1 - - -

Dalam proses penyelesaian

secara internal - - - - - -

Telah ditindaklanjuti

melalui Proses Hukum - - - - - -

Total - - 1 - - -

(18)

Sesuai dengan ketentuan pada Pasal 75 ayat (2) huruf (d) dan huruf (e) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 4/POJK.03/2015 tentang Paket Kebijakan Remunerasi bagi Direksi dan Dewan Pengawas, serta tentang Rasio Gaji Tertinggi dan Gaji Terendah, maka dalam Rapat Pengurus PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG tanggal 1 Januari 2017, telah diputuskan Paket Kebijakan Remunerasi bagi Direksi dan Dewan Pengawas, sebagai berikut :

Jenis Remunerasi & Fasilitas Lainnya

Jumlah Diterima dalam 1 Tahun Dewan Pengawas D i r e k s i Orang Ribuan Rp Orang Ribuan Rp Remunerasi (gaji, honor, bonus, tunjangan rutin,

dan berbagai fasilitas lain dalam bentuk non natura)

2 107.890,00 2 234.822,00

Fasilitas lain dalam bentuk natura, seperti: premi asuransi kesehatan, iuran dana pensiun/ hari tua, tunjangan transportasi, dan lain-lain

2 0,00 2 37.998,00

Paket remunerasi untuk Dewan Pengawas dan Direksi PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG pada tahun 2017 dapat dikelompokan berdasarkan tingkat penghasilan, sebagai berikut :

Jumlah Remunerasi per orang dalam 1 tahun

( untuk yang diterima secara tunai ) D i r e k s i Dewan Pengawas

Diatas Rp 1.000,00 Juta - -

Diatas Rp 500,00 Juta sd. Rp 999,00 Juta - -

Diatas Rp 200,00 Juta sd. Rp 499,00 Juta - -

Diatas Rp 150,00 Juta sd. Rp 199,00 Juta - -

Diatas Rp 100,00 Juta sd. Rp 149,00 Juta 2 -

Diatas Rp 50,00 Juta sd. Rp 99,00 Juta - 2

Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah

Berdasarkan data pada posisi 31 Desember 2017, Rasio Gaji tertinggi dan terendah pada PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG adalah sebagai berikut :

a) Rasio Gaji Pegawai yang tertinggi dan terendah : 1,51 : 1,00 b) Rasio Gaji Direksi yang tertinggi dan terendah : 1,22 : 1,00 c) Rasio Gaji Dewan Pengawas yang tertinggi dan terendah : 1,25 : 1,00 d) Rasio Gaji Direksi yang tertinggi dan Pegawai yang tertinggi : 3,23 : 1,00

(19)

16. PEMBERIAN DANA UNTUK KEGIATAN SOSIAL

Perihal pemberian untuk kegiatan social diinformasikan secara tertulis dari OJK bahwa tidak ada ketentuan terkait dana CSR BPR yang diatur dalam POJK, sehingga sampai dengan laporan ini dibuat, belum terdapat ketentuan yang mewajibkan pelaksanaan CSR bagi BPR. Oleh karena itu BPR dihimbau agar lebih memprioritaskan kewajiban lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun demikian, terkait dana untuk kegitan sosial tersebut, PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG juga menyadari betapa pentingnya Program CSR untuk memenuhi ketentuan regulasi dari otoritas lainnya sebagai wujud apresiasi perusahaan kepada masyarakat/komunitas dan lingkungan sekitar wilayah operasional BPR, dengan saling berbagi dan membangun nilai-nilai kebersamaan secara kerkelanjutan.

Pada tahun 2017, PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah mengadakan Program CSR berupa kegiatan sosial yang antara lain dikemas melalui kerjasama dengan Pemkab.Lumajang dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait di Kabupaten Lumajang.

Adapun kegiatan social kemasyaratakan berupa pemberian sumbangan yang bersinergi dengan acara-acara di Pemkab.Lumajang seperti sumbangan dalam rangka Hari Jadi Lumajang (Harjalu) dan HUT-RI, pemberian sembako kepada tukang becak di lingkungan sekitar, memberikan support kepada pemerintah daerah terkait penyaluran dana pembangunan tempat ibadah, pondok pesantren, dan sekolah swasta lainnya, perbaikan rumah gakin, pemberian tali asih kepada siswa / pelajar berprestasi berupa souvenir dan uang tunai berupa buku tabungan (Tabum) PD. BPR Bank Pasar Kab.Lumajang, pemberian souvenir dan uang tunai berupa buku tabungan kepada Kelompok Ibu-ibu PKK, Dharma Wanita, dan GOW, serta bantuan shodaqoh kepada Tukang Becak, dan lainnya dengan total sumbangan sebesar Rp. 23.245.000,- (dua puluh tiga juta dua ratus empat puluh lima ribu rupiah), dengan rincian sebagai berikut :

(20)

Sumbangan Sumbangan kegiatan manasik haji

TK/RA

Anak-anak TK/RA 500.000,00

Bantuan untuk seminar kesehatan dan kecantikan

Ibu rumah tangga 1.340.000,00

Bantuan tanah longsor di Ponorogo

Warga Ponorogo 500.000,00

Bantuan souvenir dalam rangka pengukuhan pengurus MCC

Pengurus MCC (Mahameru Cyycling Community) dan anggota MCC

1.000.000,00

Pemberian sarung Ramadhani Masyarakat 390.000,00

Subsidi pasar murah Ramadhan 1438H

Masyarakat Lumajang 915.000,00

Bantuan souvenir dalam rangka Hari Koperasi

Anggota Koperasi Wanita 600.000,00

Sumbangan karpet masjid Agung Takmir Masjid Agung 1.000.000,00 Sumbangan sholat Idul Fitri dan

sodaqoh tukang becak

Panitia masjid dan tukang becak 500.000,00

Sumbangan HUT-RI dan karnaval Panitia HUT-RI Kab.Lumajang 5.500.000,00 Bantuan souvenir dalam rangka

Jambore Kader PKK

Kader PKK 600.000,00

Bantuan tabungan dan souvenir dalam rangka Hari Ibu

Anggota GOW 1.500.000,00

Bantuan souvenir dalam rangka Rapat Koordinasi TPID

Peserta rapat TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah)

1.000.000,00

Bantuan souvenir dalam rangka HUT Dharma Wanita

Anggota Dharma Wanita 600.000,00

Bantuan tabungan dan souvenir dalam rangka Hari Ibu & Harjalu

Anggota Perwosi 2.200.000,00

Bantuan souvenir dalam rangka gerak jalan Candil

Panitia Gerak Jalan Candil 600.000,00

Sumbangan acara Lumajang Jaman Doeloe

Panitia Lumajang Jaman Doeloe 2.500.000,00

Sumbangan Hari Raya Idul Adha (Qurban)

Panitia Qurban 2.000.000,00

Total Sumbangan 23.245.000,00

(21)

17. RENCANA STRATEGIS BPR

PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG akan menyusun Rencana Strategis BPR periode 2018 dengan proses penyusunan melalui serangkaian diskusi internal untuk menyerap berbagai feedback dari seluruh unit kerja yang dilanjutkan dengan diskusi-diskusi yang melibatkan direksi, dewan pengawas dan seluruh unit kerja di BPR.

Beberapa isu dalam Rencana Strategis BPR tahun 2018-2022 yang akan menjadi perhatian dan fokus dalam proses internalisasi nilai-nilai atau core values, antara lain :

 Penyempurnaan Visi dan Misi PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG yang akan disusun secara lebih sederhana, tetapi lebih realistis dan lebih mudah untuk diimplementasikan;

 Penyempurnaan Kode Etik Pegawai dan Key Performance Indicators (KPI) sebagai bagian yang melekat dan tak terpisahkan dari proses implementasi Tata Kelola BPR;

 Penyempurnaan praktek prinsip kehati-hatian atau prudential banking principles dalam seluruh aspek operasional BPR, khususnya dalam strategi dan kebijakan penyaluran kredit kepada usaha mikro, dengan mempertimbangkan semakin ketatnya kondisi persaingan usaha, dan semakin kompleksnya regulasi pada sektor jasa keuangan.

Secara garis besar, rencana jangka panjang (Corporate Plan) PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG sebagaimana diuraikan dalam Rencana Strategis BPR adalah sebagai berikut :

BIDANG PERKREDITAN :

 Strategi & Kebijakan Pertumbuhan Kredit:

 Perluasan basis nasabah atau customer base khususnya segmen kredit mikro;

 Pengembangan pembiayaan sektor perdagangan eceran;

 Peningkatan secara selektif Kredit Prima PNS dengan sistem potong gaji dari bendahara gaji dinas terkait.

 Strategi & Kebijakan Pengelolaan Kualitas Kredit:

 Penguatan fungsi control mulai dari proses loan appraisal sampai loan approval;

 Antisipasi dini dan pencegahan NPL mulai dari kondisi special mention;

 Percepatan proses penyelesaian Kredit Macet melalui penagihan, restrukturisasi, dan penjualan agunan kredit.

(22)

BIDANG PENDANAAN :

 Strategi Komposisi Sumber Dana:

 Pengembangan produk tabungan sebagai sumber dana murah;

 Penyempurnaan kualitas layanan nasabah melalui service excellence.

BIDANG OPERASIONAL :

 Penurunan Rasio BOPO melalui :

 Peningkatan pengawasan dalam rangka efisiensi biaya operasional BPR;

 Penurunan biaya dana atau cost of fund melalui perbaikan struktur (komposisi) sumber dana;

 Peningkatan kualitas SDM BPR melalui pendidikan dan pelatihan.

LIKUIDITAS, PERMODALAN, DAN TINGKAT KESEHATAN BPR :

 Pemenuhan Komitmen Kinerja Keuangan BPR:

 Penguatan Modal Inti BPR sesuai dengan amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 5/POJK.03/2015, tanggal 31 Maret 2015 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Kewajiban Pemenuhan Modal Inti Minimum Bank Perkreditan Rakyat;

 Menjaga risiko likuiditas dengan menempatkan dana pada bank lain dengan jangka waktu 1 (satu) bulan ARO, karena sebagian besar deposito berjangka BPR bertenor 1-3 bulan;

 Mempertahankan Tingkat Kesehatan BPR pada level yang "SEHAT" sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.

18. RENCANA BISNIS BPR TAHUN 2018

PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah menyusun Rencana Bisnis BPR tahun 2018 yang telah disahkan oleh Bupati Lumajang selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), namun masih belum mengacu kepada Rencana Strategis, karena Rencana Strategis BPR tahun 2018-2022 baru akan disampaikan paling lambat tanggal 15 Nopember 2018. Proses penyusunan Rencana Bisnis BPR tahun 2018 dilakukan melalui serangkaian diskusi internal dengan menyerap berbagai feedback dari seluruh unit kerja yang dilanjutkan dengan diskusi-diskusi yang melibatkan Direksi, Dewan Pengawas, dan seluruh unit kerja di BPR.

(23)

Rencana Strategis BPR tahun 2018 disusun dengan penekanan kepada praktek prinsip kehati-hatian atau prudential banking principle dalam seluruh aspek opersional BPR, khususnya dalam strategi dan kebijakan penyaluran kredit, dengan mempertimbangkan semakin ketatnya kondisi persaingan usaha, resiko kredit UMKM yang semakin tinggi dan kompleksitas usaha BPR sebagai salah satu acuan utama.

Beberapa isu dalam Rencana Bisnis BPR tahun 2018 yang akan menjadi perhatian dalam fokus dalam proses internalisasi nilai-nilai atau core values, antara lain:

 Implementasi Visi dan Misi PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG yang telah disempurnakan dan disusun secara lebih sederhana, mudah dipahami, realistis, dan lebih mudah untuk dilaksanakan oleh seluruh Pegawai BPR;

 Implementasi Kode Etik Pegawai dan budaya kerja yang sehat sebagai bagian yang melekat dan tak terpisahkan dari proses implementasi Tata Kelola BPR, yang harus tercermin dari perubahan perilaku dan budaya kerja yang lebih baik;

 Implementasi praktek prinsip kehati-hatian atau prudential banking principles dalam seluruh aspek operasional BPR, khususnya dalam hal strategi dan kebijakan penyaluran kredit, dengan mempertimbangkan semakin ketatnya kondisi persaingan usaha, risiko kredit UMKM yang semakin tinggi, dan semakin kompleksnya regulasi pada sektor jasa keuangan.

Secara garis besar, Rencana Kerja Tahun 2018 dari PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG dapat diuraikan sebagai berikut :

BIDANG PERKREDITAN :

 Kebijakan Pertumbuhan Kredit:

 Memperluas basis nasabah (customer base) khususnya segmen kredit mikro, karena selama ini peningkatan jumlah penyaluran kredit BPR sebagian besar berasal dari peningkatan plafon kredit Prima PNS sebagai debitur lama (existing customer), sehingga berdampak pada meningkatnya average loan size atau rata-rata kredit per akun, dimana hal ini secara otomatis akan meningkatkan credit risk;

 Mengembangkan pembiayaan pada sektor perdagangan eceran, hal ini sejalan dengan fokus kepada pembiayaan sektor ekonomi yang beresiko lebih kecil dengan sistem back to back.

(24)

 Meningkatkan fungsi control mulai dari proses loan appraisal sampai loan approval sebagian mekanisme yang terintegrasi;

 Mengantisipasi secara dini untuk mencegah terjadinya NPL, yang mulai dari kondisi special mention (terlambat bayar < 90 hari), karena hingga saat ini kredit dengan kondisi tersebut masih termasuk "Kolektibilitas Lancar", padahal langkah-langkah penagihan sudah harus dilakukan secara intensif ketika mulai terjadi tunggakan;

 Mempercepat proses penyelesaian Kredit Macet melalui penagihan, restrukturisasi, dan penjualan agunan kredit.

BIDANG PENDANAAN :

 Kebijakan Komposisi Sumber Dana:

 Mengembangkan produk tabungan seperti: TabunganKu, Tabungan Hari Raya (TAHARA) dan Tabungan Umum (TABUM), sebagai sumber dana murah yang dapat berkontribusi untuk menurunkan cost of fund atau biaya dana BPR;

 Menyempurnakan kualitas layanan nasabah melalui service excellence, agar dapat meningkatkan kepuasan nasabah dan loyalitas nasabah (customer satisfaction and customer loyalty) kepada BPR.

BIDANG OPERASIONAL :

 Menurunkan Rasio BOPO melalui langkah-langkah:

 Memperketat mekanisme pengawasan internal untuk meningkatkan efisiensi biaya dalam kegiatan operasional BPR. Hal ini antara lain dilakukan dengan memperketat pengeluaran dana-dana non operasional BPR;

 Menurunkan biaya dana atau cost of fund melalui restrukturisasi sumber dana, yaitu dengan upaya meningkatkan proporsi sumber dana murah (tabungan) serta bernegosiasi dengan deposan besar untuk menurunkan suku bunga deposito.

 Meningkatkan kualitas SDM BPR melalui pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan produktivitas, kompetensi dan ketrampilan (khusus front liner), namun dengan mematuhi sepenuhnya koridor dalam Penerapan Tata Kelola BPR. Tentu saja langkah-langkah dalam peningkatan produktivitas, kompetensi dan ketrampilan SDM ini perlu disertai dengan komitmen untuk memperbaiki merit system di BPR.

(25)

LIKUIDITAS, PERMODALAN, DAN TINGKAT KESEHATAN BPR :

 Memenuhi Komitmen Kinerja Keuangan BPR dengan :

 Kebijakan Penguatan Modal Inti BPR sesuai dengan amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 5/POJK.03/2015, tanggal 31 Maret 2015 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Kewajiban Pemenuhan Modal Inti Minimum Bank Perkreditan Rakyat. PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG akan berusaha memenuhi ketentuan dengan Modal Inti Minimum untuk tenggang waktu 31 Desember 2019 sebesar Rp 3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah) maupun Modal Inti Minimum untuk tenggat waktu 31 Desember 2024 sebesar Rp 6.000.000.000,- (enam milyar rupiah);

 Sebagai tindak lanjut atas komitmen penguatan Modal Inti BPR, maka pada Rencana Bisnis Tahun 2018 direncanakan pada akhir Semester 1 tahun 2018 akan ada realisasi atas tambahan penyertaan modal sebesar Rp. 3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah) sesuai amanat Perda PD. BPR Bank Pasar Kabupaten Lumajang tahun 2017;

 Menjaga risiko likuiditas dengan menempatkan dana pada bank lain dengan jangka waktu 1 (satu) bulan ARO, karena sebagian besar deposito berjangka BPR bertenor 1-3 bulan;

 Mempertahankan Tingkat Kesehatan BPR pada level yang "SEHAT" sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. Berdasarkan perhitungan internal dengan mengambil posisi tanggal 31 Desember 2017, diperoleh CAMEL score 68 artinya BPR dalam kondisi Cukup Sehat, hal ini sejalan "konsisten" Laporan Hasil Pemeriksaan Otoritas Jasa Keuangan tanggal 11 sampai 14 Oktober 2017.

PENGEMBANGAN SDM DAN INFRASTRUKTUR :

 Meningkatkan Kualitas SDM BPR dan Infrastruktur Pendukung Operasional melalui :

 Proses rekrutmen dan pelatihan melalui program in-house training yang berkualitas secara berkesinambungan. Proses ini ditindaklanjuti dengan kebijakan penempatan pegawai yang profesional, bersih dari unsur kolusi dan nepotisme;

 Mengoptimalkan jumlah dan komposisi pegawai di seluruh unit kerja BPR dengan berbasis komitmen kerja yang tinggi, pengalaman operasional yang memadai, serta memiliki mindset dan risk awareness yang sejalan dengan Visi dan Misi BPR;

 Menyempurnakan Core Banking System BPR agar dapat lebih mendukung kegiatan operasional BPR, mulai dari data processing, information system, decision support system dan IT security, sehingga BPR dapat beroperasi secara lebih aman, produktif, dan efisien.

(26)

Sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Pasal 67 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 4/POJK.03/2015 tentang kewajiban BPR melaksanakan transparansi informasi mengenai produk dan/atau jasa layanan penggunaan data nasabah BPR, hal ini tidak lain adalah dalam rangka pengaturan mengenai perlindungan konsumen sektor jasa keuangan yang menjadi salah satu tugas pokok dari Otoritas Jasa Keuangan.

Untuk itu, PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah memiliki Pedoman dan Kebijakan mengenai Perlindungan Nasabah yang berpedoman kepada :

 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 1/POJK.07/2013 Pasal 49 tentang Kewajiban Pelaku Usaha Jasa Keuangan memiliki dan menerapkan kebijakan dan prosedur tertulis Perlindungan Konsumen; dan

 Surat Keputusan Direksi PD. BPR Bank Pasar Kabupaten Lumajang Nomor : 11/IX/427.82/2015 tentang Standar Operasional Prosedur Perlindungan.

Pada kesempatan yang sama, telah ditunjuk dan diangkat seorang pegawai yang bertugas sebagai unit khusus yang bertanggungjawab dalam menangani dan menyelesaikan setiap pengaduan nasabah terkait perlindungan konsumennya.

20. HASIL SELF ASSESSMENT PELAKSANAAN TATA KELOLA BPR

Perhitungan secara self assessment atas Pelaksanaan Tata Kelola (GCG) pada tahun 2017 di PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG telah dilakukan.

Penilaian tersebut diperoleh dari penjumlahan atas Governance Structure, Governance Process, dan Governance Outcome dari 11 (sebelas) indikator, yaitu :

No. Kriteria / Indikator Bobot

01 Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Pengawas 10,00%

02 Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi 20,00%

03 Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite 10,00%

04 Penanganan Benturan Kepentingan 10,00%

05 Penerapan Fungsi Kepatuhan 5,00%

06 Penerapan Fungsi Audit Internal 5,00%

07 Penerapan Fungsi Audit Eksternal 5,00%

08 Penerapan Manajemen Risiko (termasuk Pengendalian Internal) 7,50%

09 Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Penyediaan Dana Besar 7,50%

10 Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan, Laporan Pelaksanaan GCG

15,00%

11 Rencana Strategis BPR 5,00%

Total 100,00%

(27)

Nilai Komposit: Predikat:

< 1,50 Sangat Baik

≥ 1,50 < 2,50 Baik

≥ 2,50 < 3,50 Cukup Baik

≥ 3,50 < 4,50 Kurang Baik

≥ 4,50 < 5,00 Tidak Baik

PD. BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG Ringkasan Perhitungan Nilai Komposit Self Assessment Tahun 2017

No. Aspek Yang Dinilai Bobot (a)

Peringkat (b)

Nilai

(a) x (b) Analisis

01

Pelaksanaan Tugas &

Tanggung Jawab Direksi

20,00% 1,52 0,34

Seluruh persyaratan tentang tugas dan tanggung jawab Direksi telah dipenuhi dan dilaksanakan cukup baik.

02

Pelaksanaan Tugas &

Tanggung

Jawab Dewan Pengawas

15,00% 1,67 0,28

Seluruh persyaratan tentang tugas dan tanggung jawab Dewan Pengawas telah dipenuhi dan dilaksanakan dengan baik.

03 Kelengkapan dan Pelaksanaan

Tugas Komite 0,00% 0,00 0,00

BPR belum membentuk Komite-komite karena belum diwajibkan sehubungan dengan modal inti masih < Rp 50 milyar 04 Penanganan Benturan

Kepentingan 10,00% 2,00 0,22 BPR telah memiliki kebijakan intern ttg

penanganan benturan kepentingan, tapi belum diterapkan secara konsisten.

05 Penerapan Fungsi Kepatuhan

BPR 10,00% 2,43 0,27

Direksi dan Pejabat Eksekutif Kepatuhan akan melaksanakan tugasnya per April 2017 dengan baik dan efisien sesuai dengan ketentuan.

06 Penerapan Fungsi Audit

Internal BPR 10,00% 2,58 0,29 PEAI akan melakukan tugasnya dengan

cukup baik dan independen, akan tetapi masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki.

07 Penerapan Fungsi Audit

Eksternal BPR 2,50% 2,00 0,06

BPR telah melakukan penunjukkan KAP sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan KAP telah bekerja cukup profesional.

08 Penerapan Manajemen Risiko

dan Pengendalian Internal 10,00% 0,00 0,00

BPR akan melakukan Identifikasi, Pengukuran, dan Mitigasi Risiko sesuai dengan kompleksitas usaha. Penerapan Pengendalian Internal akan dilaksanakan pada tahun 2017.

09 Penyediaan Dana kepada Pihak

Terkait dan Debitur Besar 7,50% 2,25 0,19

BPR telah memiliki Kebijakan &

Prosedur yang cukup baik ttg penyediaan dana kpd Pihak Terkait. Penyediaan Dana kepada Debitur Besar relatif tinggi terhadap total portfolio kredit.

10

Transparansi Kondisi Keuangan & Non Keuangan, Laporan Pelaksanaan GCG

7,50% 2,20 0,18

BPR menyampaikan informasi keuangan dan non keuangan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Laporan Pelaksanaan GCG akan disusun dengan format yang baik dan lengkap.

11 Rencana Strategis BPR 7,50% 2,00 0,17

Rencana Bisnis BPR akan disusun dengan memperhatikan faktor-faktor internal dan eksternal, prinsip kehati- hatian dan azas perbankan yang sehat, serta konsisten dg Visi dan Misi BPR.

Total Nilai Komposit 1,99 Peringkat Komposit = BAIK

(28)

P e n u t u p

Kami menyadari bahwa Laporan Pelaksanaan Tata Kelola (GCG) pada PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG ini masih terdapat banyak kekurangan yang sewaktu- waktu perlu disempurnakan, lebih-lebih pada era perubahan lingkungan bisnis yang cepat dan semakin kompleks, seringkali membutuhkan penyempurnaan terhadap Regulasi, Ketentuan dan Perundang-undangan.

a) Oleh karenanya, hal-hal yang masih kurang dan/atau belum lengkap disampaikan dalam Laporan Pelaksanaan Tata Kelola (GCG) ini, dalam kesempatan pertama akan segera kami revisi dan sempurnakan sesuai ketentuan yang berlalu dan petunjuk dari Pengawas Otoritas Jasa Keuangan;

b) Laporan Pelaksanaan Tata Kelola (GCG) BPR ini sewaktu-waktu dapat disempurnakan dan/atau direvisi seperlunya oleh Manajemen BPR dengan memperhatikan kebutuhan operasional BPR, sepanjang penyempurnaan/revisi tersebut tidak bertentangan dengan Regulasi dan Ketentuan Perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan Ketentuan tentang Tata Kelola BPR;

c) Laporan Pelaksanaan Tata Kelola BPR ini sepenuhnya disusun dengan berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi BPR tanggal 31 Maret 2015, dan Ketentuan Pelaksanaannya yang diatur dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 5/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi BPR tanggal 10 Maret 2016.

Lumajang, 25 April 2018

PD BPR BANK PASAR KABUPATEN LUMAJANG DISETUJUI OLEH :

Endang Supraptiningsih Sunyoto, SE, MM, MSA, Ak, CA Direktur Utama Ketua Dewan Pengawas

Referensi

Dokumen terkait

yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat kesehatan PD. BPR BKK Pedan dan PD BPR BKK Tulung di Kabupaten Klaten

BPR Bank Pasar Boyolali, yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diharapkan dapat membantu pemerintah dalam pembangunan nasional, peningkatan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi rasio berdasarkan jumlah kredit yang disalurkan diketahui bahwa pada tahun 2006 sampai dengan 2008 baik untuk 4 dan 8 bank

Maka penting untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan, kendala apa saja yang dihadapi serta bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sumber dan alokasi dana

BPR Bank Klaten kepada instansi mitra dan faktor­faktor yang mempengaruhi kualitas kredit karyawan yang disalurkan oleh PD.. BPR Bank Klaten kepada instansi

Hasil dari pemetaan kondisi sumber daya manusia BPR berdasarkan pada kualitas dan kuantitas, mengidentifikasi masalah sumber daya manusia BPR, rekomendasi sistem

PD. BPR Bank Pasar Kabupaten Bangli banyak mengalami permasalahan, salah satunya adalah kredit macet.Kredit macet yang tidak ditangani dengan baik akan mengganggu kondisi

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesehatan PD BPR BKK Pedan dan PD BPR BKK Tulung pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2009 ditinjau dari rasio