KUMPULAN ABSTRAK JURNAL
KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN
NASIONAL
TEMA SASTRA 2020
Penyusun : SRI SUNARTI
Penyunting : ITA ROSITA
KETERASINGAN DALAM UTOPIA CERPEN “ANTARA DEN HAAG DAN DELFT” KARYA RILDA A.OE TANEKO
Galuh Febri Putra
ABSTRAK
Fokus tulisan ini adalah narasi keterasingan yang disebabkan oleh negara dalam cerpen “Antara Den Haag dan Delft” karya Rilda A.Oe Taneko. Negara merdeka yang hanya merupakan penulisan ulang dari apa yang telah direnggut oleh penjajah menciptakan fiksasi ruang dimana tidak bisa sertamerta mengakomodasi semua kepentingan. Keadaan itu memaksa tokoh kakek dalam cerpen untuk berimajinasi tentang ruang yang ideal di luar negara. Setelah tokoh kakek berada dalam utopia, dia malah merasa asing. Tulisan ini menggunakan teori pascakolonial Sara Upstone yang mengkonseptualkan bahwa negara sama dengan para pelaku kolonialisme, yaitu menutupi realita instabilitas yang terjadi di dalam ruang bernegara. Dalam praktik untuk meraih kemerdekaan, negara menggunakan panji-panji persatuan dalam perbedaan. Instabilitas memunculkan perjalanan menuju kota utopia dimana keterbatasan-keterbatasan yang dirasakan di tempat sebelumnya tidak akan pernah ada lagi. Tokoh kakek dalam cerpen ini merasa terasing di kota utopis karena penutupan instabilitas negara berupa kecintaan terhadap tanah air yang disematkan kepadanya. Apapun yang bukan menjadi bagian dari tanah airnya menjadi sesuatu yang asing dan aneh.
Kata kunci : Keterasingan, Utopia, Cinta tanah air
Nama Jurnal : POETIKA : Jurnal Ilmu Sastra Volume : Vol. 2, No. 2 (2014)
Link: https://jurnal.ugm.ac.id/poetika/article/view/10404
CERPEN-CERPEN KOMPAS 1970-1980 DALAM HEGEMONI NEGARA ORDE BARU (ANALISIS WACANA KRITIS)
Apri Damai Sagita Krissandi
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ideologi negara dan Kompas pada masa Orde Baru tahun 1960-1980. Selain itu,untuk mengetahui ideologi-ideologi yang terdapat dalam cerpen-cerpen Kompas dan mengetahui posisi cerpen-cerpen Kompas dalam hegemoni negara Orde Baru. Metode penelitian yang digunakan dengan menggunakan metode analisis wacana kritis. Analisis wacana kritis untuk selanjutnya disebut AWK dipakai untuk mengungkapkan hubungan ilmu pengetahuan dan kekuasaan. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori hegemoni Gramsci yang menekankan pentingnya ide dalam kontrol sosial politik dan analisis wacana kritis untuk menganalisis teks secara mendalam melalui konteks. Cerpen memiliki posisi yang unik dalam hubungannya dengan intervensi negara terhadap karya sastra. Cerpen seolah-olah menjadi bagian dari suatu media cetak atau surat kabar yang terhegemoni langsung oleh negara, dalam hal ini Kompas, tetapi pada dasarnya cerpen terpisah secara bentuk. Pada posisi demikian, cerpen memiliki keuntungan, cerpen tidak terhegemoni langsung oleh negara.
Counter hegemoni yang dilakukan cerpen merupakan penyeimbang pers sebagai media massa yang ditekan oleh negara. Terbukti dari keempat cerpen yang dianalisis, terdapat kompleksitas dan pluralitas ideologi yang terbangun dari hubungan tokoh-tokoh cerita. Cerpen-cerpen tersebut memperlihatkan adanya pertarungan ideologi. Pertarungan ideologi tersebut yang sebenarnya dialami masyarakat Indonesia pada saat itu.
Kata kunci : Hegemoni, Ideologi, Kompas, Cerpen
Nama Jurnal : POETIKA: Jurnal Ilmu Sastra Volume : Vol. 2, No. 1 (2014)
Link : https://jurnal.ugm.ac.id/poetika/article/view/10405
NASKAH SYAIR KANJENG NABI DAN HIKAYAT NABI BERCUKUR DALAM RELASI EPIGONISTIK
Agus Sulton
ABSTRAK
Syair Kanjeng Nabi beraksara pegon dan Arab menceritakan bahwa Nabi Muhammad sewaktu rambutnya dipotong. Begitu juga dengan Hikayat Nabi Bercukur beraksara Jawi, teksnya mengangkat keadaan Nabi Muhammad saat rambutnya dipotong. Teks ke-duanya menceritakan hal yang sama padahal mempunyai perbedaan geografis. Dari sinilah konsep epigonistik akan difungsikan untuk mengungkap ke duanya, tidak berdasar atas plagiat namun lebih tepatnya sebagai bentuk kreatifitas sang kreator (penyalin). Bentuk hasil kreatifitas itu adalah penulis mencoba menitik beratkan pada identifikasi fungsi naskah dan identifikasi tema, selanjutnya menafsirkan keduanya dari berbagai prespektif budaya dan tradisi penyalinan.
Kata kunci : Syair Kanjeng Nabi, Hikayat Nabi Bercukur, Epigonistik, Identifikasi Fungsi Naskah, Identifikasi Tema, Tafsiran Bandingan.
Nama Jurnal : POETIKA : Jurnal Ilmu Sastra Volume : Vol. 1, No. 2 (2013)
Link : https://jurnal.ugm.ac.id/poetika/article/view/10407
AMBIVALENSI NASIONALISME DALAM CERPEN “CLARA ATAWA WANITA YANG DIPERKOSA” KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA :
KAJIAN POSKOLONIAL
Arif Kurniar Rakhman
ABSTRAK
Nasionalisme menciptakan identitas yang pelik karena ia dibangun dari tradisi kolonialisme yang terus direproduksi oleh sejarah. Dalam konteks ini, peneliti mencoba untuk menganalisis fenomena tersebut melalui pendekatan karya sastra.
Cerpen “Clara atawa Wanita yang Diperkosa” karya Seno Gumira Ajidarma dipilih karena mampu mengungkap narasi yang berbeda dalam mengungkapkan keberadaan masyarakat Tionghoa. Penelitian ini akan menggunakan kajian poskolonial, melalui pendekatan retorika tradisi dan pembangunan, gagasan universalitas dan post-nation, dengan tidak meninggalkan ambivalensi yang hadir di dalamnya.
Kata kunci : Nasionalisme, Tionghoa, Poskolonial, Ambivalensi.
Nama Jurnal : POETIKA : Jurnal Ilmu Sastra Volume : Vol. 2, No. 2 (2014)
Link : https://jurnal.ugm.ac.id/poetika/article/view/10409
KRITIK SASTRA PUITIKA KULTURAL STEPHEN GREENBLATT:
METODE DAN PRAKTIK ANALISIS
Moh. Fathoni
ABSTRAK
Sebagai eksponen new historisisme, Greenblatt menggagas puitika kultural dalam kritik sastra. Pemikiran Greenblatt yang luas dan ekletik dari berbagai ranah disiplin dan mengadopsi teori pemikir lain memperkuat praktik dalam menganalisis teks sastra. Sementara tulisan-tulisan Greenblatt yang berupa analisis teks sastra tidak secara baku merumuskan teori dan metode praksisnya. Hal ini pada sisi lain memungkinkan bagi siapapun memformulasikan teori dan metode untuk analisis sesuai dengan kritik sastra yang dilakukannya. Tulisan ini berupaya merumuskan kritik sastra puitika kultural Stephen Greenblatt dengan berusaha menelusuri dan memahami praktik analisisnya melalui karya- karyanya. Perumusan gagasan Greenblatt tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi beberapa buku yang menjadi karya utamanya dalam praktik analisis teks sastra, yang antara lain Renaissance Self-Fashioning: From More to Shakespeare (1980), Shakespearean Negotiations: The Circulation of Social Energy in Renaissance England (1988), dan Marvelous Possessions: The Wonder of the New World (1991).
Kata kunci : New historisisme, Greenblatt, Puitika
Nama Jurnal : POETIKA : Jurnal Ilmu Sastra Volume : Vol. 1, No. 2 (2013)
Link : https://jurnal.ugm.ac.id/poetika/article/view/10411
PARADOKS RUANG TUBUH DALAM PUISI “SAKRAMEN” KARYA JOKO PINURBO: KAJIAN ‘PASCAKOLONIAL TUBUH’ SARA
UPSTONE
Dwi Rahariyoso
ABSTRAK
Tulisan ini membahas tentang ruang pascakolonial tubuh dalam puisi Sakramen karya Joko Pinurbo. Dalam konteks pascakolonial Upstone, tubuh adalah subjek yang diatur sama halnya seperti rumah, perjalanan, negara, dan kota. Tubuh menjadi ruang terakhir bagi kolonialisme, sebagai sebuah wujud pelaksanaan kekuasaan dan kepemilikan dalam mendukung sistem-sistem yang ada. Tubuh menjadi bagian dari sasaran definisi absolut kolonial, namun dengan demikian juga memungkinkan redefinisi terus-menerus. Penelitian ini menemukan bahwa konstruksi tubuh yang muncul dalam puisi “Sakramen” secara paradoks menghadirkan dialektika antara tubuh dan jiwa yang berkisar pada persoalan problematis Tuhan sebagai badan. Konstruksi tersebut pada akhirnya menjadi self- dekonstruksi bagi penyair yang secara ontologis mengarahkan bahwa tubuh (materi) dihancurkan dalam kefanaan, sedangkan roh (ide) Kristus sebagai Tuhan diidealkan dalam keutuhan. Pada akhirnya kondisi tersebut mengarahkan bahwa konstruksi yang ideal adalah yang di sana (dunia rohaniah), sedangkan yang di sini (empiris, jasmaniah) hanyalah ironi.
Kata kunci : Ruang, Pascakolonial, Chaos, Tubuh alternatif, Tubuh utuh, Paradoks, Self-dekonstruksi, Ironi.
Nama Jurnal : POETIKA : Jurnal Ilmu Sastra Volume : Vol. 2, No. 1 (2014)
Link : https://jurnal.ugm.ac.id/poetika/article/view/10413
PERGESERAN KEKUASAAN NEGARA DAN RELASI ANTAR SUBJEK DALAM CERPEN ORDE BARU DAN REFORMASI
Akhmad Rizqi Turama
ABSTRAK
Masalah dalam makalah ini adalah bagaimana perspektif kekuasaan negara dan relasi antarsubjek dalam cerpen “Godlob” karya Danarto dan “Clara” karya Seno Gumira Ajidarma. Cerpen pertama merupakan perwakilan dari zaman Orde Baru sedangkan cerpen kedua merupakan perwakilan dari era reformasi. Penelitian ini menggunakan dua teori, yakni teori hegemoni Gramsci dan teori kekuasaan Foucault. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pergeseran instrumen hegemoni negara, pergeseran wacana militer, pergeseran wacana lembaga negara, dan pergeseran relasi antarsubjek dari zaman Orde Baru ke era reformasi.
Kata kunci : Cerpen, Orde Baru, Reformasi, Gramsci, Foucault
Nama Jurnal : POETIKA : Jurnal Ilmu Sastra Volume : Vol. 2, No. 2 (2014)
Link : https://jurnal.ugm.ac.id/poetika/article/view/10414
KONSTRUKSI RUANG KOTA POSKOLONIAL DAN RESPONS SPASIAL DALAM NOVEL THE KITE RUNNER KARYA KHALED
HOSSEINI
Shabrina An ADZHANI
ABSTRAK
Migrasi pada masa perang sering kali terjadi dari daerah yang rawan konflik menuju daerah yang dianggap aman dan menjanjikan kehidupan yang lebih baik, merujuk ke kota dan daerah-daerah industri. Namun, keberadaan kota sebagai ruang yang menjanjikan tersebut patut dipertanyakan. Hal ini dikarenakan eratnya kaitan antara ruang kota utopia dan kota kolonial. Pada kenyataannya, terdapat indikasi keberlangsungan kontrol kolonial melalui industrialisasi, sehingga memunculkan dominasi baik secara ekonomi, kultural, maupun sosial. Salah satu novel poskolonial karya sastrawan diaspora Amerika-Afganistan, Khaled Hosseini, mengangkat tema perpindahan dari Afganistan yang rawan konflik ke kota yang lebih maju dan lebih aman di Amerika, kota Fremont. Pembacaan politik spasial Sara Upstone dalam hal ini digunakan untuk membaca bagaimana ruang kota Fremont dikonstruksi dan respon spasial yang muncul. Utopia yang digaungkan untuk menarik migran Afganistan terbentur oleh distopia yang dimunculkan dalam ruang kota sejak awal, sehingga dapat disimpulkan bahwa Khaled Hosseini mengonstruksi ruang kota yang menolak utopia. Kota menjadi ruang yang opresif sehingga muncul respon spasial berupa pemindahan dan karnivalisasi dari subjek teropresi sebagai usaha resistensi mereka.
Kata kunci : Ruang Kota, Poskolonial, Respon Spasial
Nama Jurnal : POETIKA : Jurnal Ilmu Sastra Volume : Vol. 2, No. 1 (2014)
Link : https://jurnal.ugm.ac.id/poetika/article/view/10418
PARADIGMA TEORI ARENA PRODUKSI KULTURAL SASTRA:
KAJIAN TERHADAP PEMIKIRAN PIERRE BOURDIE
Kukuh Yudha Karnanta
ABSTRAK
Artikel Paradigma Teori Arena Produksi Kultural Sastra: Kajian terhadap pemikiran Pierre Bourdieu membahas konsep-konsep pemikiran Pierre Bourdieu yang mengintegrasikan ilmu sastra, sosiologi, ekonomi dan politik dalam kajian sastra mutakhir. Meski pemikiran Bourdieu mulai banyak diperkenalkan ke dalam studi sosial-humaniora di Indonesia, namun kajian berikut penerapan pemikiran tersebut dalam studi sastra di Indonesia relatif belum banyak dilakukan. Dengan kerangka berpikir paradigma Thomas Kuhn, artikel ini hendak menguraikan konsep-konsep kunci sekaligus paradigma yang menjadi basis teori arena produksi kultural yang diasumsikan relevan untuk menjelaskan dinamika kesastraan Indonesia kekinian.
Kata kunci : Paradigma, sastra, Sosiologi, Arena sastra, Arena kekuasaan, Trajektori, strategi, Habitus
Nama Jurnal : POETIKA : Jurnal Ilmu Sastra Volume : Vol. 1, No. 1 (2013)
Link : https://jurnal.ugm.ac.id/poetika/article/view/10420
RUANG PASCAKOLONIAL DALAM KITCHIN KARYA YOSHIMOTO BANANA
Wury Dwiwardani
ABSTRAK
Pilihan Yoshimoto Banana pada sebuah ruang sebagai judul novelnya yaitu Kitchin atau Kitchen yang menggambarkan arti penting ruang bagi novel tersebut menjadi latar belakang penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan respon terhadap kolonisasi kultural dalam ruang pascakolonial yang muncul dari novel Kitchin. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis hubungan satuan-satuan tekstual yang signifikan di dalam teks, serta mengaitkannya pula dengan data-data di luar teks dengan menggunakan teori pascakolonial tentang ruang. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut.
Dalam novel Kitchin terdapat representasi dari konsep kolonial dan konsep tradisi.
Di samping representasi dua kubu tersebut, muncul pula penggambaran kekacauan.
Kekacauan ini merupakan wujud dari gagasan baru yang menolak untuk digabungkan dalam salah satu kubu yang membangun struktur oposisi antara kolonial dan tradisi. Dengan kekacauan ini muncul struktur baru yang tak hanya terdiri dari oposisi dua kubu, kolonial dan tradisi. Gagasan-gagasan baru ini terhubung pada upaya-upaya bertahan di tengah kondisi masyarakat yang telah terkolonisasi secara kultural.
Kata kunci : Kolonisasi kultural, Ruang pascakolonial, Kitchin
Nama Jurnal : POETIKA : Jurnal Ilmu Sastra Volume : Vol. 2, No. 1 (2014)
Link : https://jurnal.ugm.ac.id/poetika/article/view/10421