1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi saat ini mendorong inovasi berbagai macam produk dan layanan keuangan. Dengan adanya produk dan layanan keuangan yang dsemakin beragam dan berdampak kepada seluruh masyarakat indonesia, tkhususnya mahasiswa sebagai mayoritas pengguna produk digital. Dengan adanya layanan keuangan yang baru dan beragam, masyarakat dituntut untuk memahami lebih dalam apabila ingin memanfaatkannya. Hal tersebut diperlukan untuk menghindari hasil keputusan keuangan yang kurang baik atau perilaku keuangan yang kurang baik.
Perilaku keuangan merupakan perilaku seseorang dalam mengelola pendapatan yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan hidup. Perilaku manajemen keuangan berhubungan dengan pengelolaan dana yang efektif (Arianti, 2020). Artinya, pendapatan atau dana yang diperoleh oleh individu harus digunakan sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Maka untuk meminimalisir perilaku keuangan individu yang kurang baik, setiap individu harus memiliki pemahaman mengenai keuangan yang baik sehingga dapat terhindar dari masalah keuangan yang mungkin dapat terjadi, pemahaman mengenai keuangan disebut juga sebagai literasi keuangan (Tukan et al., 2020).
Literasi keuangan merupakan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan (OJK,
2 2017). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fatimah, (2018), Anggraeni &
Tandika, (2019); Tukan et al., (2020) menyatakan bahwa literasi keuangan dan pengetahuan keuangan berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Herdjiono & Damanik, (2016) menyatakan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan.
Mahasiswa adalah salah satu pihak yang menjadi prioritas sasaran dan kegiatan literasi keuangan, penelitian ini berfokus pada mahasiswa basis ekonomi.
Secara umum mahasiswa yang berlatar belakang jurusan bisnis lebih melek keuangan daripada mahasiswa yang bukan berlatar belakang jurusan bisnis. Dengan teori yang dipelajari di perguruan tinggi mahasiswa ekonomi diharapkan dapat menghindari berbagai permasalahan keuangan dan sudah seharusnya memiliki literasi keuangan dalam penggunaan dana.
Perilaku keuangan juga dapat dipengaruhi oleh financial technology.
Financial technology adalah inovasi di bidang jasa keuangan yang memberikan akses
terhadap produk keuangan sehingga transaksi menjadi lebih praktis dan efektif.
Kegunaan atau manfaat yang dirasakan dan kemudahan penggunaan yang dirasakan adalah penentu mendasar dari sikap terhadap niat penggunaan saat menggunakan teknologi tertentu, Oleh sebab itu persepsi kemanfaatan dan persepsi kemudahan penggunaan dapat dijadikan indikator dari financial technology (Kamel dan Hasan, 2003). Financial technology menawarkan metode pembayaran yang mudah dan praktis. Untuk melakukan pembayaran, pengguna financial technology hanya perlu memasukkan kode atau scan QR code yang tersedia dan uang akan secara instan berpindah ke pihak lain. Kemudahan dalam menggunakan financial technology membuat perkembangannya semakin pesat (Erlangga & Krisnawati, 2020).
3 Mahasiswa sebagai generasi milenial tidak dapat dipisahkan dengan teknologi dan bahkan mereka memiliki ketergantungan dengan teknologi dalam segala aspek termasuk bidang keuangan. Layanan keuangan digital berbasis financial technology memberikan keleluasaan bagi masyarakat maupun mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan mereka. Mahasiswa mampu memanfaatkan dan menggunakan layanan keuangan digital yang tersedia namun sebagian besar tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik dalam menggunakan produk serta layanan keuangan tersebut (Widiastuti et al., 2020).
Jumlah transaksi menggunakan financial technology pun diproyeksikan akan terus bertumbuh. Gambar 1. menunjukkan bahwa transaksi financial technology diproyeksikan naik setiap tahunnya. Jumlah transaksi financial technology diproyeksikan terus bertumbuh karena semakin banyaknya orang yang memiliki akses internet sehingga memiliki akses untuk menggunakan financial technology.
Gambar 1 Proyeksi Pertumbuhan Fintech 2017-2021 Sumber : Databoks.Katadata.co.id (2021)
Bank Indonesia (2017) dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/12/PBI/2017 telah mengklasifikan layanan financial tehnology menjadi lima jenis, yaitu: sistem
4 pembayaran, pendukung pasar, manajemen investasi, pinjaman, pembiayaan, dan penyediaan modal, dan jasa keuangan lainnya. Di antara lima jenis layanan tersebut, menurut Kim, et al. (2016) sistem pembayaran atau financial technology payment merupakan layanan financial technology dengan tingkat pertumbuhan tercepat.
Aplikasi-aplikasi financial technology payment seperti Gopay, Ovo, Dana, Shopeepay pun terus berusaha mendorong masyarakat untuk semakin sering bertransaksi
menggunakan financial technology payment dengan cara memberikan berbagai macam promosi seperti voucher, diskon, cashback.Pada akhir tahun 2018 shopee mendapatkan lisensi dompet digital dari bank indonesia yang diberi nama Shopeepay. shopeepay dapat digunakan untuk berbagai transaksi seperti pembayaran makanan, pembelian pakaian, tagihan listrik, pembelian pulsa, donasi bersama peduli lindungi. Pengisian saldo shopeepay bisa dilakukan melalui mobile banking, alfamart, indomart, dan mesin ATM.
Riset dari Neurosensum (2021) menyatakan bahwa shopeepay mendominasi pasar e- wallet (dompet digital) indonesia pada awal tahun 2021. Transaksi pembayaran menggunakan shopeepay terus meningkat terutama dimasa pandemi Covid-19 sehingga shopeepay banyak digunakan untuk alat transaksi digital dalam melakukan pembayaran.
5 Sumber : Katadata (2021)
Hasil survey Jakpat (2021) menunjukan bahwa platform E-Wallet yang paling disukai oleh konsumen Indonesia adalah Shopeepay dengan presentasenya 75%. Survey ini juga menunjukkan bahwa e-wallet cukup diminati oleh konsumen di Indonesia karena adanya sejumlah keuntungan. Mulai dari promosi, cashback, diskon, hingga kemudahan dalam menggunakan fitur paylater. Gambar 1.3 diketahui bahwa aplikasi Shopee adalah aplikasi yang sedang trend saat ini, tidak menutup kemungkinan bahwa pengguna aplikasi shopee memakai shopeepay untuk transaksi pembayaran.
Gambar 3 Top Apps Ranking Sumber : Similarweb (2022) Gambar 2 Platform E-wallet yang diminati
6 Hadirnya financial technology memberi dampak positif terhadap peningkatan perekonomian karena terus bertumbuhnya volume dan nilai transaksi belanja. Namun, dibalik sisi positif tersebut, budaya belanja online dan cashless menimbulkan permasalahan yaitu konsumerisme yang dapat mempengaruhi perilaku keuangan seseorang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Erlangga & Krisnawati (2020), M.Zarkasy & Eko (2021), Nadya Ramadhani & Debby (2021), dan Puput (2022) menyatakan bahwa financial technology berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Sedangkan menurut penelitian dari Tukan (2020), widiastuti (2020) menyatakan bahwa financial technology tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan.
Mahasiswa Sebagian besar mahasiswa beban hidupnya masih ditanggung oleh orang tua/walinya. Setiap bulannya mereka mengandalkan kiriman uang untuk keperluan hidupnya. Sikap mahasiswa dalam mengalokasikan uang dari orang tua/wali tergantung dari perilaku masing-masing. Ada kelompok mahasiswa yang membelanjakan semua uang kiriman dari orang tuanya, bahkan mereka selalu meminta kiriman tambahan. Pada mahasiswa yang sudah bekerja dan tidak lagi menerima uang dari orang tua akan lebih peka dalam mengatur keuangannya.
Perilaku mahasiswa yang sudah bekerja berbeda dengan mahasiswa yang belum bekerja karena mereka lebih dapat menghargai uang. Mereka lebih mengerti bagaimana susahnya dalam mendapatkan uang, berbeda dengan mahasiswa yang mendapatkan uang hanya dengan meminta kepada orang tua/wali. Perbedaan perilaku ini menunjukkan perbedaan perilaku mahasiswa dalam menentukan keputusan keuangannya.
7 Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan bisnis dikenal dengan gaya berpakaiannya dan dikenal lebih konsumtif tetapi mampu mengatur keuangan pribadinya. Akan tetapi tidak semua mahasiswa mampu mengelola dan memanfaatkan keuangannya dengan baik dikarenakan setiap mahasiswa memiliki karakter dan perilaku keuangan yang berbeda, sehingga penelitian ini berfokus kepada perilaku keuangan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.
Berdasarkan research gap dan penelitian-penelitian terdahulu mengenai literasi keuangan dan financial tehnology mempengaruhi perilaku keuangan di masa pandemi covid-19 dan berbagai temuan adanya ketidak konsistenan dari hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh literasi keuangan dan financial technology yang mempengaruhi perilaku keuangan maka peneliti meumuskan judul “Pengaruh Literasi Keuangan dan Financial Tehnology terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa”
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah penelitian ini adalah :
1. Apakah literasi keuangan berpengaruh terhadap perilaku keuangan ? 2. Apakah financial technology berpengaruh terhadap perilaku keuangan ? 3. Apakah secara simultan terdapat pengaruh signifikan dari pengaruh literasi
keuangan dan financial technology terhadap perilaku keuangan ? 4. Variabel manakah yang paling dominan terhadap perilaku keuangan ? C. Batasan Masalah
Batasan penelitian adalah ruang lingkup masalah atau upaya membatasi ruang lingkup masalah yang terlalu luas atau lebar sehingga penelitian dapat terfokus untuk
8 dilakukan. Dalam penelitian ini, peneliti hanya meneliti Financial technology jenis Payment yaitu Shopeepay.
D. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan :
Tujuan dari penelitian ini diambil dari perumusan masalah yang dijadikan penelitian, yaitu :
a. Untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan b. Untuk mengetahui pengaruh financial technology terhadap perilaku keuangan c. Untuk mengetahui secara simultan pengaruh signifikan dari pengaruh literasi
keuangan dan financial technology terhadap perilaku keuangan
d. Untuk mengertahui variable mana yang paling dominan terhadap perilaku keuangan
2. Manfaat
a. Bagi perguruan tinggi, yaitu untuk dijadikan landasan perubahan yang lebih baik, bagi pihak yang berkepentingan di dalam dunia pendidikan.
b. Mahasiswa, sebagai pengetahuan bahwa literasi keuangan yang baik akan menunjang kehidupan yang tepat dalam membentuk perilaku keuangannya.
c. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini juga diharap kan menjadi referensi dalam penelitian selanjutnya dengan pembahasan yang serupa