• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE DAN DIVIDEND PAYOUT RATIO TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE DAN DIVIDEND PAYOUT RATIO TERHADAP NILAI PERUSAHAAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE DAN DIVIDEND PAYOUT RATIO TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi yang terdaftar di BEI Tahun 2017-2019)

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi

Oleh : Agus Gunawan

21601082020

Dosen Pembimbing : Moh. Amin, SE, M.SA

Hariri, SE, M.Ak

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ISLAM MALANG 2021

(2)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh parsial serta simultan variabel Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Dividend Payout Ratio terhadap nilai perusahaan manufaktur sektor barang terdaftar di BEI tahun 2017-2019. Penelitian ini menggunakan 4 variabel independen yaitu Profitabilitas, Likuiditas, Leverage dan Dividen Payout Ratio serta 1 variabel dependen yatu Nilai Perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data yang bersumber dari Bursa Efek Indonesia. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling, yaitu teknik dimana peneliti dapat menentukan jumlah sampel yang digunakan berdasarkan kriteria tertentu. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 31 perusahaan.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Profitabilitas, Likuiditas dan Dividen Payout Ratio berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan sedangkan variabel Leverage tidak berpengaruh signifikan. Berdasarkan uji simultan, variabel Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Dividend Payout Ratio menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap variabel Nilai Perusahaan.

Koefisien determinasi yang diperoleh dari hasil pengujian menunjukkan adanya pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 41,3%. Sementara sisanya 58,7%

dipengaruhi variabel lain diluar penelitian.

Kata Kunci: Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Dividend Payout Ratio, Nilai Perusahaan ABSTRACT

This study aims to determine the partial and simultaneous effect of Profitability, Liquidity, Leverage, Dividend Payout Ratio variables on the value of manufacturing companies in the goods sector listed on the IDX in 2017-2019. This study uses 4 independent variables, namely Profitability, Liquidity, Leverage and Dividend Payout Ratio and 1 dependent variable, namely Firm Value. The data used in this study is data sourced from the Indonesia Stock Exchange. The sampling technique used is purposive sampling, which is a technique where researchers can determine the number of samples used based on certain criteria. The number of samples used as many as 31 companies.

The test results show that partially the Profitability, Liquidity and Dividend Payout Ratio variables have a significant effect on Firm Value while the Leverage variable has no significant effect.

Based on the simultaneous test, the variables of Profitability, Liquidity, Leverage, Dividend Payout Ratio showed a significant influence on the Firm Value variable. The coefficient of determination obtained from the test results shows the influence of the independent variable on the dependent variable of 41.3%. While the remaining 58.7% is influenced by other variables outside the study.

Keywords: Profitability, Liquidity, Leverage, Dividend Payout Ratio, Firm Value

(3)

BAB 1

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pada era globalisasi saat ini, perkembangan dunia usaha sudah semakin pesat dan dinamis. Hal tersebut dapat di lihat dari perkembangan pengetahuan, kemajuan teknologi dan perkembangan arus informasi yang sangat menjadi kebutuhan penting pada saat sekarang ini. Perkembangan ini diikuti dengan persaingan yang begitu ketat dan kompetitif serta kemampuan perusahaan untuk dapat bertahan di pasar global.

Tujuan di dalam mendirikan suatu perusahaan umumnya adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan dengan cara mendapatkan keuntungan yang maksimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Meningkatkan nilai perusahaan sangat penting artinya bagi perusahaan, pentingnya nilai perusahaan membuat investor dan kreditur semakin selektif dalam berinvestasi maupun memberikan kredit bagi perusahaan. Persaingan bisnis yang ketat seiring dengan perkembangan perekonomian mengakibatkan adanya tuntutan bagi perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi, perbaikan kinerja, dan melakukan perluasan usaha agar terus dapat bertahan dan bersaing (Admin,2009:1).

Jadi bagi perusahaan yang menerbitkan saham di Pasar Modal, harga saham yang diperjualbelikan di bursa merupakan indikator dari nilai perusahaan, atau bisa dikatakan bahwa harga saham merupakan cerminan dari nilai perusahaan. Perusahaan yang telah go public, nilai perusahaan dapat terlihat dari harga sahamnya. Berbeda dengan perusahaan

yang tidak go public, nilai perusahannya dapat diukur dengan harga jual ketika perusahaan tersebut dijual (Sartono, 2014:9)

Husnan (2014:7) mengartikan nilai perusahaan sebagai harga yang mampu dibayarkan oleh calon pembeli ketika perusahaan tersebut di jual. Ketika suatu

(4)

perusahaan telah terbuka atau telah menarwakan saham ke publik maka nilai perusahaan diartikan sebagai persepsi seorang investor terhadap perusahaan itu sendiri. Investor dapat mempergunakan nilai peusahaan sebagai dasar untuk melihat kinerja perusahaan pada periode mendatang, dimana nilai perusahaan sering dikaitkan dengan harga saham.

Investor akan memperoleh keuntungan apabila harga saham perusahaan tinggi. Wijaya dan Panji (2015) menyatakan bahwa harga saham yang tinggi akan berbanding lurus dengan nilai perusahaan yang tinggi pula. Nilai perusahaan yang tinggi akan membuat rasa percaya seorang investor terhadap perusahaan akan meningkat. Nilai perusahaan yang dicerminkan melalui harga saham tentunya akan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti indeks harga saham, tingkat suku bunga, dan kondisi perusahaan.

Nilai perusahaan merupakan sesuatu yang dianggap penting oleh investor. Dalam kegiatan investasinya, investor cenderung tertarik terhadap nilai perusahaan yang tinggi.

Semakin tinggi nilai dari sebuah perusahaan, maka semakin tinggi pula kepercayaan dan minat investor untuk menginvestasikan modalnya. Nilai perusahaan yang tinggi tentu harus didukung dengan kualitas keuangan yang baik (Ramsiah, 2018).

Menciptakan nilai perusahaan yang tinggi merupakan salah satu tujuan perusahaan melakukan go public di pasar modal melalui optimalisasi harga saham (Widyanti, 2014).

Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan suatu perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Semakin tinggi harga saham perusahaan mencerminkan nilai perusahaan tersebut semakin tinggi, begitu pula sebaliknya. Harga saham yang meningkat menunjukan bahwa nilai perusahaan ikut meningkat dengan return tinggi yang diberikan oleh perusahaan (Hamid, 2019).

Keberhasilan suatu perusahaan dikaitkan dengan nilai harga saham dari para investor ini merupakan pengertian dari nilai perusahaan. Kenaikan harga saham yang melunjak tinggi mengakibatkan harga saham pada perusahaan mengalami kenaikaan dan

(5)

peningkatan. Nilai perusahaan memiliki arti penting bagi suatu perusahaan karena dengan adannya nilai untuk memaksimalkan suatu nilai perusahaan maka sama halnya dengan memaksimalkan tujuan utama suatu perusahaan.

Sartono (2010:487), mengatakan bahwa nilai perusahaan adalah nilai jual sebuah perusahaan sebagai suatu bisnis yang sedang beroperasi. Adanya kelebihan nilai jual diatas nilai likuiditas adalah nilai dari organisasi manajemen yang menjalankan perusahaan itu. Harmono (2009:233), Nilai perusahaan merupakan kinerja perusahaan yang dicerminkan oleh harga saham yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran pasar modal yang merefleksikan penilaian masyarakat terhadap kinerja perusahaan.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan diantaranya yaitu, profitabilitas, likuiditas, leverage, dan dividen payout ratio. Faktor pertama yang

mempengaruhi nilai perusahaan adalah besar kecilnya profitabilitas yang dihasilkan oleh perusahaan. Weston dan Copeland dalam Ramsiah (2018). Mendefinisikan profitabilitas sejauh mana perusahaan menghasilkan laba dari penjualan dan investasi perusahaan.

Apabila profitabilitas perusahaan baik maka para stakeholders yang terdiri dari kreditur, supplier dan juga investor akan melihat sejauh mana perusahaan dapat menghasilkan laba

dari penjualan dan investasi perusahaan. Jadi menurut (Husnan, 2015:317) profitabilitas merupakan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan operasinya. Semakin baik pertumbuhan profitabilitas perusahaan, maka prospek perusahaan di masa depan dinilai semakin baik bagi investor. Dengan baiknya kinerja perusahaan akan meningkatkan pula nilai perusahaan. Tingkat profitabilitas perusahaan yang tinggi merupakan sinyal yang akan menarik investor untuk meningkatkan permintaan saham. Profitabilitas yaitu kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu menurut (Kasmir, 2015:114).

(6)

Profitabilitas seringkali diproksikan dengan Return On Asset (ROA). ROA adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba (profit) dengan meggunakan total aset (kekayaan) yang dipunyai perusahaan setelah di disesuaikan dengan biaya-biaya untuk mendanai aset tersebut. ROA yang secara konsisten terus bertambah merupakan tanda bahwa manajemen berjalan efektif (Hanafi,2014).

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Hermuningsi (2013) dan Ulfa (2016) Profitabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perusahaan. Perusahaan itu yang berarti semakin cepat pertumbuhan suatu perusahaan akan mengakibatkan perusahaan yangsemakin tinggi pula, profitabilitas merupakan varibel yang juga mampu mempengaruhi nilai perusahaan, maka apabila kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba meningkat, maka investor akan tertarik berinvestasi di perusahaan yang mempunyai laba yang tinggi, sehingga akan meningkatkan jumlah saham. Dalam meningkatkan jumlah saham yaitu apabila investor yang menanamkan saham pada suatu perusahaan tentunya mempunyai tujuan untuk peningkatan kembali, dimana semakin tinggi kemampuan perusahaan menghasilkan laba maka semakin besar pula kembali yang diharapkan oleh investor sehingga mengakibatkan nilai perusahaan meningkat.

Faktor kedua yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah likuiditas, menurut Bambang Riyanto (2010:25) menyatakan bahwa likuiditas adalah hal-hal yang berhubungan dengan masalah kemampuan pada suatu perusahaan untuk bisa memenuhi kewajiban finansialnya yang harus secepatnya dilunasi. Kewajiban finansial adalah hal- hal yang berhubungan dengan masalah kemampuan suatu perusahaan untuk bisa memenuhi kewajiban finansialnya untuk melunasi hutang yang harus secepatnya dibayar dengan menggunakan asset lancar atau kemampuan seseorang atau perusahaan dalam memenuhi kewajiban untuk membayar utang-utang jangka pendek, yakni utang usaha,

(7)

utang deviden, utang pajak. Dan tingkat likuiditas juga pada suatu perusahaan ditunjukkan di dalam angkat-angkat, yakni angka rasio cepat, angka rasio lancar, dan angka rasio kas. Dalam hal ini, semakin tinggi tingkat likuiditas pada sebuah perusahaan maka kinerjanya itu di anggap semakin baik. Perusahaan dengan tingkat likuiditas yang tinggi umumnya mempunyai kesempatan lebih baik untuk bisa memdapatkan berbagai dukungan dari banyak pihak, yakni lembaga keuangan, kreditur, maupun pemasok.

Maka likuiditas dapat menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan, kewajiban keuangan ialah kemampuan suatu perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban keuanganya yang harus secepatnya dipenuhi atau kemampuan perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban keuangan yang segera dicairkan atau yang telah jatuh tempo Dan harus segera dipenuhi atau saat ditagih.Untuk itu likuiditas mempunyai hubungan yang cukup erat dengan kemampuan perusahaan memperoleh laba (profibilitas), karena likuiditas menunjukkan tingkat ketersediaan modal kerja yang dibutuhkan dalam aktivitas operasional.

Oleh karena itu perlu aspek likuiditas dan profibilitas mendapat perhatian khusus, sebab disampaing sebagaimana perusahaan dapat bertahan dan berkembang, juga usaha- usaha yang bertujuan untuk meningkatkan profibilitas. Jadi diusahakan kepentingan antara likuiditas disuatu pihak dan profibilitas di lain pihak tidak saling bertentangan dan dapat mencapai keuntungan yang optimal tanpa mengorbankan likuiditas perusahaan.

Jika suatu perusahaan hanya memperhatikan likuiditasnya tetapi mengabaikan yang lainnya, akibatnya perusahaan mengambil kebijakan dengan menyediakan uang kas dan alat-alat likuidnya dalam jumlah yang sangat besar.Hal ini dapat menimbulkan akibat bahwa sebagian besar modal lancar tidak produktif sehingga aktivitas perusahaan menjadi tidak lancar dan menyebabkan pula tingkat profibilitas menurun atau bahkan mengalami kerugian. Sebaliknya apabila perusahaan hanya mengejar profibiltas tanpa

(8)

memperhatikan likuiditas perusahaan maka dapat menyebabkan kepercayaan pihak luar terhadap perusahaan berkurang. Berkurangnya kepercayaan pihak luar terhadap perusahaan akan mengakibatkan kerugian yang lebih besar lagi. Jadi suatu perusahaan perlu mengambil kebijakan yang menjaga keseimbangan, khususnya antara profibiltas dengan likuiditas, agar kelangsungan perusahaan dapat terjamin, bahkan berkembang disamping memperoleh kepercayaan dari mitra usaha perusahaan.

Likuiditas dapat mempengaruhi besar kecilnya deviden yang dibayarkan kepada para pemegang saham. Semakin besar jumlah kas yang tersedia di perusahaan akan di anggap baik likuiditasnya, dan besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar deviden kepada investor. Karena likuiditas dapat memberikan kemakmuran terhadap pemegang saham apabila perusahaan memiliki kas yang benar-benar bebas, untuk dibagikan kepada pemegang saham sebagai deviden dapat memberikan sinyal positif bagi investor. Dan untuk memperoleh sumber pendanaan dapat mempercayakan sumber pendanaan yang berasal dari dalam perusahaan seperti penyusutan dan laba ditahan, selain itu perusahaan juga dapat memperoleh sumber pendanaan dari luar perusahaan misalnya hutang dan penerbitan saham (Purnama dan Abudanti, 2014).

Sehingga semakin tinggi likuiditas maka semakin tinggi nilai perusahaan karena investor menganggap perusahaan dengan likuiditas yang tinggi memiliki kinerja perusahaan yang baik. Perusahaan dianggap mampu membayarkan seluruh kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu dan mampu memberikan dividen yang semakin besar kepada pemegang saham. Keadaan ini dapat membuat calon investor percaya terhadap perusahaan tersebut untuk berinvestasi sehingga dapat meningkatnya nilai perusahaan.

Faktor ketiga yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah besar kecilnya leverage yang dihasilkan oleh perusahaan. Leverage dapat dipahami sebagai penaksir dari risiko

(9)

yang melekat pada suatu perusahaan. Artinya leverage yang semakin besar menunjukkan resiko investasi yang semakin besar pula. Perusahaan dengan rasio leverage yang rendah memiliki rasio leverage yang lebih kecil. Hutang (leverage) yang merupakan rasio utang atau sering juga dikenal dengan nama rasio solvabilitas adalah rasio yang dapat menunjukan kemampuan dari suatu perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansial dari perusahaan tersebut seandainya perusahaan tersebut dilikuidasi (Gusti dan Gede, 2016).

Perusahaan dapat menggunakan leverage untuk memperoleh modal guna mendapat keuntungan yang lebih tinggi. Leverage merupakan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban finansial perusahaan baik jangka panjang maupun jangka pendek.

Leverage dapat dikatakan bahwa suatu rasio keuangan yang mengukur seberapa banyak

perusahaan dibiayai dengan menggunakan hutang (Wiagustina, 2010:76).

Jadi dapat dikatakan bahwa leverage merupakan gambaran atas pemakaian hutang suatu perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Pengelolaan leverage sangat penting, sebab keputusan dalam penggunaan hutang yang tinggi dapat

meningkatkan nilai perusahaan yang dikarenakan adanya pengurangan atas pajak penghasilan perusahaan. Penggunaan hutang yang terlalu banyak tidak baik karena dikhawatirkan bahwa akan terjadi penurunan laba yang diperoleh perusahaan. Artinya, nilai Leverage yang semakin tinggi akan menggambarkan investasi yang dilakukan beresiko besar, sedangkan Leverage yang kecil akan menunjukkan investasi yang dilakukan beresiko kecil (Analisa, 2011).

Leverage dapat diukur dengan menggunakan debt to equity ratio (DER). Semakin besar DER maka akan semakin kecil laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham, sehingga dapat menurunkan harga saham yang bersangkutan. Semakin rendah tingkat

(10)

DER maka kemungkinan nilai perusahaan akan semakin tinggi dan perusahaan akan memdapat kepercayaan dari investor.

Faktor keempat yang dianggap mampu mempengaruhi nilai perusahaan adalah dividend payout ratio. Untuk mencapai tujuan perusahaan, perusahaan menetapkan

kebijakan dividen, kebijakan yang dibuat oleh perusahaan untuk menetapkan besarnya laba yang akan ditahan oleh perusahaan yang digunakan untuk investasi kembali dan dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham. Kebijakan dividen adalah kebijakan perusahaan apakah akan membayar atau tidak, menentukan besarnya dividen dan membayar dividen lebih dari periode sebelumnya (Luh dan Putu, 2015). Salah satu rasio yang mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan sehingga dapat digunakan untuk pengambilan dalam kebijakan dividen adalah dividen payout ratio.

Meningkatnya atau menurunnya nilai perusahaan yang dilihat melalui harga saham selalu diikuti dengan meningkatnya atau menurunnya laba (profit) perusahaan.

profitabilitas adalah kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, aset, dan modal tertentu. Apabila kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba meningkat, maka akan berpengaruh pada meningkatannya harga saham karena laba (profit) yang dimiliki perusahaan aka dialokasikan untuk menutupi investasi yang digunakan sehingga harga saham meningkat (Ellen, 2014).

Dalam beberapa penelitian, deviden payout ratio sebagai indikator dan kebijakan deviden dikarenakan deviden payout ratio mencerminkan presentase dari setiap rupiah yang dihasilkan dibagikan kepada pemilik dalam bentuk tunai, dihutang dengan menbagi deviden kas per saham dengan laba per saham. Dengan deviden payout ratio (DPR) ini dapat diketahui apakah deviden yang ada untuk investor atau pemegam saham cukup baik dibandingkan perusahaan lain yang ada dalam bidang usaha sejenis. Menurut (Wiagustini, 2014:286) kebijakan dividen adalah keputusan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan

(11)

setelah perusahaan beroperasi dan memperoleh laba. Kebijakan dividen dalam penelitian ini diukur dengan dividen payout ratio (DPR) yang merupakan persentase laba bersih yang dibayarkan sebagai dividen tunai (Brigham, E.F. and Houston, 2018:211). Melalui dividen payout ratio inilah bisa ditentukan besarnya dividen per lembar saham.

Maka Dividen Payout Ratio (DPR) menentukan besarnya laba yang akan dibagi dalam bentuk dividen dan laba ditahan sebagai sumber pendanaan. Kebijakan dividen berpengaruh terhadap harga saham perusahaan, karena kenaikan dividen tunai berdampak pada kenaikan harga saham. Adanya kenaikan jumlah dividen tunai menyebabkan perusahaan dipandang memiliki prospek yang baik di masa depan yang mampu meningkatkan nilai perusahaan (Putra. dan Lestari, 2016).

Selain itu, dividen payout ratio memiliki pengaruh nilai perusahaan dan dapat menjadi salah satu motivasi investor untuk menanamkan dananya di pasar modal, karena bagi investor, dividen merupakan salah satu bentuk pengembalian atas investasi mereka dan peningkatakan saham. Semakin tinggi tingkat pengembalian investasi semakin di sukai oleh para investor.Untuk itu terdapat dua dividen yang sering digunakan perusahaan, yaitu dividen tunai cash dividen dan dividen saham stock dividen. Dividen tunai cash dividen merupakan dividen yang umum dibagikan oleh perusahaan kepada

para investor daripada dividen saham stock dividen.

Deviden payout ratio (DPR) membandingkan antara dividen perlembar saham

dengan laba perlembah saham (Prastuti&Sudiartha, 2016). Jadi kebijaka deviden berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Berdasarkan uraian latar belakang yang dijelaskan diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Dividen Payout Ratio Terhadap Nilai Perusahaan (Study Empiris pada Perusahaan

(12)

Manufaktur Sektor Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang dapat dirangkum dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Dividend Payot Ratio berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor barang terdaftar di BEI tahun 2017-2019.

2. Apakah terdapat pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2017-2019?

3. Apakah terdapat pengaruh Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2017-2019?

4. Apakah terdapat pengaruh Leverage terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2017-2019?

5. Apakah terdapat pengaruh Dividen Payout Ratio terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2017-2019?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka dapat disusun tujuan penelitian sebagai berikut:

1. Untuk memperoleh bukti empiris Apakah Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Dividen Payot Ratioterdapat pengaruh secara simultan terhadap

(13)

nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor barang terdaftar di BEI tahun 2017-2019?

2. Untuk memperoleh bukti empiris apakah Profitabilitas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2017-2019.

3. Untuk memperoleh bukti empiris apakah Likuiditas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2017-2019.

4. Untuk memperoleh bukti empiris apakah Leverage berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2017-2019.

5. Untuk memperoleh bukti empiris apakah Dividen Payout Ratio (DPR) berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2017-2019.

1.3.2 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang baik diantaranya:

1. Bagi Akademik untuk dapat menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai ilmu di bidang ekonomi khususnya akuntansi dan manajemen mengenai nilai perusahaan.

2. Bagi Peneliti lain diharapkan penelitian ini mampu menambah referensi serta wawasan dan literatur serta informasi pada penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan nilai perusahaan.

3. Bagi Perusahaaan, melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan pihak manajer dalam memahami nilai

(14)

perusahaan, sehingga dapat meningkatkan nilai dan pertumbuhan perusahaan.

4. Bagi investor Diharapkan penelitian yang dilakukan dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana pengaruh nilai perusahaan terhadap profitabilitas, likuiditas, leverage, dan dividend payout ration

(15)

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Leverage dan Dividend Payout Ratio Terhadap Nilai Perusahaan. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel Profitabilitas, Likuiditas, Leverage dan Dividend Payout Ratioberpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan.

2. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial variabel Profitabilitas, Likuiditas dan Dividend Payout Ratioberpengaruh positif dan signifikanterhadap Nilai Perusahaan.

3. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial variabel Leverage tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan.

5.2 Keterbatasan

Keterbatasan yang terdapat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini hanya menggunakan perusahaan Manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Sehingga kesimpulan penelitian ini mungkin tidak akan berlaku untuk perusahaan pada sektor lainnya;

2. Variabel-variabel yang bisa digunakan untuk mengetahui pengaruh terhadap Nilai Perusahaanterdapat banyak, namun dalam penelitian ini hanya menggunakan

(16)

Profitabilitas, Likuiditas, Leverage dan Dividend Payout Ratiosebagai variabel independen.

5.3 Saran

Berdasarkan keterbatasan yang telah diuraikan, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Untuk beberapa Pencarian luar biasa meningkatkan Jumlah studi eksperimental dan tidak cuma segmen produk konsumen, contohnya penambahan pada sektor Properti, keuangan, infrastruktur, peralatan dan transportasi.

2. Peneliti lain bermaksud untuk menambahkan variabel lain sebagai variabel independen berdasarkan Perilaku Keuangan Perusahaan, misalnya Fiskal Keuangan, Statistik Perusahaan, Kepemilikan Kas dan Kepemilikan Umum.

(17)

DAFTAR PUSTAKA

AA Ngurah, D, A, P & Putu, V, L, 2016. Pengaruh Kebijakan Deviden, Likuiditas, Profibilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan, 27.

Admin, 2009.Pelayanan Prima Untuk Pelanggan. On-line: http//: Journalskripsi.com

Cristiawan, Yulius Jogi dan Josua Tarigan, 2007. Kepemilikan Manejerial: Kebijakan Hutang, Kinerja Dan Nilai Perusahaan. Jurnal Akutansi Dan Keuangan, Vol. 9 N0.1.

Dendawijaya, L, 2009. Manejemen Perbankan,Penerbit Ghalia Indonesia.

Djoko, S, W. 2014. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2009-2011). Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Eno, F, A. 2014. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Leverage, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan Investment Opportunity Set Terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2011).

Jurnal Akuntansi. Universitas Negeri Padang.

Fitri, D, R dan Nadia, A, 2014. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, Profibilitas, Kebijakan Deviden Dan Cash Holding Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sector Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2012, Jurnal Ilmu Menejemen, Vol. 2, No. 2.

Ghojali, Imam, 2013. Apalikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS21 Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hamid, N, I. 2019. Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas. Leverage, Ukuran Perusahaan dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan BUMN yang Tedaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Tahun 2014-2017. Skripsi. Institut Agama Islam Negeri Surakarta.

Harmono, 2009.Manejemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard (Pendekatan Teori, Kasus, Dan Reset Bisnis), Bumi Aksara, Jakarta.

Hanafi, M, Mamduh. 2014. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Ke Empat. UPP STIM YKPT.

Hani, Syafrida, 2015. 2002. Teknik Analisa Laporan Keuangan, Medan: UMSU PRESS.

Husnan, Suad. 2014. Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan (Keputusan Jangka Panjang). Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE

Indriyantoro, Nur & Supomo, B, 2009.Metodelogi Penelitian Bisnis Untuk Akutansi Dan Menejemen, edisi pertama. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Kasmin.2015. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.

Ni, Luh, D dan Ni, Putu, S, S. 2015. Pengaruh Price Earning Ratio, Debt To Equity Ratio, dan Dividen Payout Ratio Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 4, No. 11, 2015: 3646-3674. ISSN: 2302-8912. Universitas Udayana (Unud), Bali.

(18)

Nia, H. 2012. Analisis Pengaruh Insider Ownership, Leverage, Profitabilatas, Firm Size dan Dividend Payout Ratio Terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2007-2010). Skripsi. Univeritas Diponegoro. Semarang.

Ramsiah. 2018. Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Investment Oppurtinty dan Dividend Payout Ratio Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Listed Tahun 2013-2015.

Journal JOM Feb, Volume 1 Edisini 1 (Januari – Juni 2018) Universitas Riau, Pekanbaru.

Riyanto, Bambang, 2010. Dasar-Dasar Pembelajaran Perusahaan.Edisi ke 4. Yogyakarta:

Balaining.

I Gede N, G, R Dan Gede, M, S, 2016.Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan. E- JurnalManajemen Unud, Volume 5, No.

07.

Sartono, Agus. 2010. Manejemen Keuangan Teori Dan Aplikasi. Edisi 4 Yogyakarta: BPFE.

Sudana, Made. I, 2011. Manejemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Erlangga.

Siregar, Sahlan Habibi, 2010. Analisis Hubungan Antara Laba Tunai Dengan Deviden Kas Pada Perusahaan Industri di BEJ. Skripsi, Medan: Program Sarjana Universitas Sumatera Utara.

Sugiyono, 2014.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait

dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah, Pertama, peneliti menggunakan kelima rasio untuk mengukur kinerja keuangan dan nilai perusahaan yang diwakili.

Standar JATIDIRI berisi tentang pernyataan kualitatif dan/ atau kuantitatif yang dapat diukur pencapaian atau pemenuhannya oleh seluruh pelaksana penjaminan mutu

Simpulan yang dapat diambil dari penelitian pengembangan ini yaitu telah berhasil dikembangkan Modul IPA Terpadu Berbasis Scaffolding pada Tema Gerak untuk Siswa

ditandai dengan pengkerdilan orientasi pembelajaran untuk menguasai keterampilan membaca, menulis, dan berhitung (calistung); (2) Metode pembelajaran yang lebih

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui karakteristik material berdasarkan komposisi unsur yang dimiliki dari hasil uji komposisi kimia, sekaligus

Maka, dapat dipahami dengan berdasarkan PSAP 07 paragraf 65 bahwa pemerintah atau pengelola tidak dwajibkan menyajikan aset bersejarah di neraca namun harus diungkapkan di

Judul : Gaya Hidup Shopaholic sebagai Bentuk perilaku Konsumtif pada Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.. Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini

Ibnu Khaldun memandang bahwa usaha mendidik yang dilakukan pendidik adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian. Konsekuensi dari pandangan ini adalah bahwa untuk menjadi