• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI DAN ANALISA WEIGHTED MOVING AVERAGE DAN LINEAR LEAST SQUARE UNTUK MENENTUKAN BIAYA DEPOSIT SERVER PULSA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "IMPLEMENTASI DAN ANALISA WEIGHTED MOVING AVERAGE DAN LINEAR LEAST SQUARE UNTUK MENENTUKAN BIAYA DEPOSIT SERVER PULSA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI DAN ANALISA WEIGHTED MOVING AVERAGE DAN LINEAR LEAST SQUARE UNTUK MENENTUKAN BIAYA DEPOSIT SERVER PULSA

Dian Adiputro¹, Mahmud Imrona², Shaufiah³

¹Teknik Informatika, Fakultas Teknik Informatika, Universitas Telkom

Abstrak

Peramalan merupakan bagian terpenting dalam proses pengambilan keputusan, pengendalian dan pedoman manajemen. Dari hasil peramalan tersebut, menejemen sebuah server pulsa

mendapatkan alternatif untuk menentukan besarnya nilai investasi yang perlukan untuk membeli produk pulsa terhadap setiap operator.

Sistem penentuan nilai investasi ini dirancang dan diimplemantasikan untuk memberikan nilai prediksi besarnya investasi pengadaan produk pengisian pulsa tersebut. Di dalam sistem ini diterapkan metode Weighted Moving Average dan Linear Least Square untuk menghasilkan nilai peramalan.

Dari data hasil pengujian sistem pada Tugas Akhir ini, diperoleh bahwa dataset transaksi penjualan pulsa memiliki pola yang lebih sesuai dengan pola yang dihasilkan oleh metode Weighted Moving Average dengan rata-rata akurasi 82,75% dibandingkan dengan pola Linear Least Square yang memiliki akurasi 80,08% terhadap data aktual.

Kata Kunci : peramalan, Weighted Moving Average, Linear Least Square, dataset, akurasi.

Abstract

Forecasting is important part of decision making process, control and guideline of management.

By using the forcasting result, server pulsa management get a alternatif to determine needed values to buy stock of pulse of telecommunication product for each operator.

This forecast system is designed and implemented to predicts how much of investment cost to buy stock of pulse of telecommunication product. In this system, will be applied Weighted Moving Average and Linear Least Square methode to calculate forecasting value.

With all result data of testing, obtained that pattern of data set is more suitable with the result of Weighted Moving Average with 82,75% of accuration than be compared with Linear Least Square with 80,08% of accuration.

Keywords : forecasting, Weighted Moving Average, Linear Least Square, accuration, dataset.

(2)

1

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang

Server pulsa adalah sebuah sistem yang terdiri atas kumpulan hardware dan software yang saling terintegrasi yang digunakan untuk isi ulang pulsa layanan telekomunikasi secara otomatis [12]. Untuk dapat melakukan transaksi pengisian pulsa kepada para konsumen, pengelola server pulsa harus melakukan pembelian pulsa produk layanan telekomunikasi terlebih dahulu ke setiap operator/provider yang ada.

Dan untuk menjaga ketersediaan produk dalam server pulsa agar tetap ada, sebagai pengelola server pulsa secara rutin, dalam periode tertentu, melakukan investasi deposit pembelian pulsa produk layanan telekomunikasi. Dalam menentukan jumlah biaya investasi untuk setiap produk operator tersebut tergantung bagaimana kondisi banyak sedikitnya permintaan pasar terhadap masing-masing produk. Sedangkan kondisi permintaan dan penawaran pasar senantiasa berubah-ubah setiap waktu.

Berkaitan dengan kondisi permintaan pasar yang senantiasa berubah-ubah, di dalam sebuah kegiatan bisnis, maka proses prediksi/peramalan merupakan hal penting bagi setiap organisasi bisnis dalam setiap pengambilan keputusan manajemen untuk mengadaptasikan dengan kondisi yang ada [13].

Peramalan ( forecasting ) adalah kegiatan mengestimasi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Metode peramalan akan membantu dalam mengadakan pendekatan analisa terhadap tingkah laku atau pola dari data yang lalu, sehingga dapat memberikan cara pemikiran, pengerjaan dan pemecahan, serta memberikan tingkat keyakinan yang lebih besar atas ketepatan hasil ramalan yang dibuat. Selain itu, keputusan penentuan nilai investasi merupakan jenis pengambilan keputusan yang terprogram. Keputusan yang diprogram merupakan keputusan yang bersifat rutin dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat dikembangkan suatu prosedur tertentu (Gitosudarmo, 1997). Untuk mempermudah dalam melaksanakan prosedur yang berulang tersebut, maka dibutuhkan sebuah sistem perangkat lunak yang dapat membantu dalam untuk menentukan besarnya nilai investasi yang harus dilakukan.

Nilai investasi diperoleh dari hasil peramalan berdasarkan pada data-data transaksi yang ada sebelumnya. Hasil peramalan akan digunakan sebagai dasar menentukan besarnya biaya investasi deposit yang harus dilakukan untuk setiap produk layanan telekomunkasi yang akan disediakan dalam sistem server pulsa tersebut.

Dalam pengembangan sistem peramalan ini, akan menggunakan metode peramalan Weighted Moving Average dan Linear Least Square. Moving Average (MA) adalah nilai rata-rata dari pergerakan data. Dengan kata lain, Moving Average menunjukkan fungsi matematika dimana data yang diambil dirata-ratakan. Moving Averages dapat digunakan untuk menghaluskan data. Sedangkan salah satu varian dari MA adalah Weighted Moving Average (WMA). Dimana pada formulasi perhitungan WMA menggunakan pembobotan dari setiap data, bobot yang lebih besar diberikan pada data

Fakultas Teknik Informatika Program Studi S1 Teknik Informatika

(3)

2 terakhir dibandingkan dengan data sebelumnya. Metode ini digunakan untuk proses prediksi karena metode ini mampu menentukan trend yang akan terjadi berdasarkan dari data-data yang ada sebelumnya [9].

Linear Least Square adalah bentuk metode statistik Least Square yang dikembangkan dengan persamaan matematis garis lurus yang mencocokkan garis tren pada serangkaian data masa lalu untuk diproyeksikan garis pada masa datang. Pada prinsipnya, metode ini mencari penduga yang dapat meminimalkan kuadrat deviasinya.

Dengan menggunakan WMA, proses prediksi dapat dilakukan dengan memberikan bobot kecil pada data historis yang lama, sehingga data yang dominan digunakan adalah beberapa data baru yang dinilai mempunyai pengaruh yang lebih kuat dengan data yang akan datang. Sedangkan pada Linear Least Square, suatu persamaan garis nilai prediksi diperoleh berdasarkan data-data yang ada sebelumnya dan persamaan garis yang diperoleh dapat untuk menentukan nilai prediksi beberapa waktu ke depan.

Sehingga dengan menggunakan kedua metode tersebut akan diperoleh dua nilai prediksi yang berasal dari dua metode yang mempunyai karakteristik berbeda.

Selanjutnya hasil ketelitian dari hasil prediksi kedua metode peramalan tersebut akan dibandingkan untuk diperoleh sebuah nilai peramalan dengan tingkat ketelitian lebih tinggi yang akan diambil sebagai acuan nilai investasi. Untuk proses pengukuran ketelitian kedua metode tersebut menggunakan Mean Absolute Percentage Error.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan utama yang akan diambil adalah :

1) Bagaimana membangun perangkat lunak yang mampu memberikan nilai prediksi investasi berdasarkan dari data-data transaksi penjualan yang ada sehingga para pemilik server pulsa dapat memperoleh nilai prediksi yang dapat digunakan sebagai dasar penentuan besarnya investasi yang harus diberikan untuk ketersediaan produk pengisian pulsa yang ada.

2) Bagaimana menentukan jumlah data historis yang tepat untuk melakukan proses peramalan dengan metode WMA dan LLS sehingga mendapatkan nilai rekomendasi yang paling akurat.

3) Bagaimana menentukan metode peramalan yang tepat sesuai dengan data yang tersedia.

C. Tujuan

Berdasarkan permasalahan yang diangkat di atas, maka tujuan dari Tugas Akhir ini adalah :

1) Menghasilkan dan mengimplemantasikan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk memberikan hasil peramalan nilai biaya sebagai dasar penentuan investasi deposit sebuah server pulsa terhadap produk-produk telekomunikasi.

(4)

3 2) Mendapatkan nilai banyaknya data historis yang digunakan sehingga akan

diperoleh nilai rekomendasi yang akurat.

3) Mengetahui metode yang tepat untuk peramalan berdasarkan data transaksi yang telah tersedia dengan membandingkan hasil keluaran masing-masing metode.

D. Batasan Masalah

Batasan masalah yang ditetapkan dalam Tugas Akhir ini adalah : 1) Tidak menangani sistem keamanan.

2) Sistem tidak terintegrasi dengan sistem server pulsa yang ada.

3) Periode waktu yang digunakan untuk setiap proses peramalan adalah selama 1 hari.

4) Besarnya nilai investasi dibagi dalam tiap-tiap operator/provider, bukan nominal produk.

E. Metode Penyelesaian Masalah

Pendekatan sistematis yang akan digunakan dalam merealisasikan tujuan dan pemecahan masalah di atas adalah menggunakan tahap berikut :

1) Studi Literatur dan Pengumpulan Data

Mengumpulkan bahan referensi dari berbagai sumber yang ada mengenai proses peramalan dengan menggunakan Weighted Moving Average dan Linear Least Square serta MAPE untuk mengukur tingkat ketelitian dari kedua metode tersebut.

2) Perancangan Sistem

Menganalisis kebutuhan dan perancangan arsitekturri sistem perangkat lunak dan proses bisnis yang akan dikembangkan.

3) Pembangunan Sistem dan Implementasi Weighted Moving Average dan Linear Least Square.

Mengembangkan sistem perangkat lunak dan mengimplementasikan metode Weghted Moving Average dan Linear Least Square di dalam sistem tersebut sebagai metode peramalan yang digunakan untuk mendapatkan hasil prediksi yang kemudian akan dibandingkan tingkat kesalahannya dengan Mean Absolute Percentage Error untuk didapatkan hasil prediksi yang lebih teliti.

4) Pengujian Sistem

Pada tahapan ini akan dilakukan pengujian program yang telah diimplementasikan dengan melakukan perhitungan tingkat akurasi hasil keluaran dengan data aktual yang ada.

Fakultas Teknik Informatika Program Studi S1 Teknik Informatika

(5)

4 5) Analisis Hasil Pengujian

Menganalisa nilai tingkat kesalahan hasil keluaran metode dengan menggunakan Mean Absolute Percentage Error untuk kemudian menganalisa jumlah penggunaan jumlah data aktual dan penentuan metode yang tepat.

6) Pelaporan

Pada tahapan langkah ini akan dilakukan penyusunan laporan tugas akhir yang berfungsi sebagai dokumentasi proses penyelesaian tugas akhir.

F. Sistematika Penulisan Laporan Tugas Akhir 1) Bab I Pendahuluan

Pada Bab I ini menguraikan keterangan secara umum mengenai tugas akhir, seperti : latar belakang, perumusan masalah, tujuan, batasan masalah, metode yang digunakan dan sistematika penulisan laporan.

2) Bab II Landasan Teori

Bab II ini menjelaskan tentang uraian teori yang terkait dengan peramalan, metode Weighted Moving Average, Linear Least Square dan Mean Absolute Percentage Error.

3) Bab III Perancangan Sistem

Bab III ini berisikan mengenai kebutuhan dan gambaran perancangan sistem.

4) Bab IV Pengujian dan Analisis Hasil Implementasi

Pada Bab IV ini membahas mengenai pengujian yang dilakukan dan menganalisis hasil implementasi yang telah dirancang pada Bab III. Pengujian akurasi sistem akan dilakukan dengan melakukan perbandingan dengan data aktual yang ada.

Setelah hal tersebut dilakukan, maka akan melakukan proses analisis terhadap keluaran sistem.

5) Bab V Kesimpulan dan Saran

Bab ini berisi menngenai kesimpulan dari pelaksanaan tugas akhir dan saran yang diperlukan untuk pengembangan tugas akhir ini secara lebih lanjut.

(6)

36

BAB V

Kesimpulan dan Saran

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa akurasi dari nilai rekomendasi yang diberikan, maka penulis memberikan beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Semua hasil rekomendasi yang diperoleh dengan memilih satu di antara 2 atau beberapa metode pada setiap peramalan, belum tentu memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dibandingan dengan semua hasil untuk masing-masing metode.

2. Implementasi WMA pada sistem ini menghasilkan nilai-nilai rekomendasi terbaik dengan melakukan perhitungan menggunakan 10 data historis. Untuk LLS paling akurat dengan 18 data historis.

3. Pola data transaksi penjualan untuk operator Telkomsel, Indosat, XL, Three, Axis Flexi, Smartfren dan Esia lebih cocok diramalkan dengan Weighted Moving Average.

4. Pola data aktual transaksi penjualan pulsa lebih sesuai dengan karakteristik pola hasil dari Weighted Moving Average dibanding Linear Least Square.

B. Saran

Adapun saran yang dapat diberikan untuk perkembangan tema tugas akhir ini adalah:

1. Penambahan dataset yang ada, sehingga dapat dilakukan pemilihan lama periode yang dipakai.

2. Penambahan metode peramalan yang lain untuk alternatif pemilihan nilai rekomendasi.

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Fakultas Teknik Informatika Program Studi S1 Teknik Informatika

(7)

37

Daftar Pustaka

[1] http://belajarforex.com/walking-lamb/6.-moving-average-ma.html. Diakses 04 Oktober 2010

[2] en.wikipedia.org/wiki/Mean_squared_error. Diakses tanggal 22 Oktober 2009 [3] en.wikipedia.org/wiki/Moving_average. Diakses tanggal 04 Oktober 2009

[4] http://catatankuliahdigital.blogspot.com/2009/09/teknik-peramalan-statistik-dan- non.html. Diakses tanggal 22 Oktober 2010

[5] http://reference.wolfram.com/mathematica/ref/MovingAverage.html. Diakses tanggal 04 November 2009

[6] http://stockcharts.com/school/doku.php?id=chart_school:technical_indicators:mo ving_averages. Diakses tanggal 04 Oktober 2010

[7] http://sumafone.blogspot.com/2009/10/server-pulsa.html. Diakses tanggal 22 Oktober 2010

[8] http://www.fourmilab.ch/hackdiet/www/subsection1_2_4_0_7.html. Diakses 04 Oktober 2010

[9] Jain, Chaman L. and Jack Malehorn. ”Practical Guide to Business Forecasting”.

2005

[10] Kusuma, Yuriadi Ir, Msc. “Sistem Produksi : Bab 8 Forecasting”. Pusat Pengembangan Bahan Ajar UMB.

[11] Makridakis, Wheelwright and Hyndman. “Forecasting : Methods and Application”. Wiley. 1998

[12] Turban, Efraim. “Decision Support System and Intelligent System”. Prentice Hall Inc. 1995

[13] Walpole, Ronal E and Raymond H Myers. “Ilmu Peluang dan Statistika untuk Insinyur dan Ilmuan”. Penerbit ITB. 1995.

Referensi

Dokumen terkait

Program Proyek Akhir Arsitektur Periode LXVI yang berjudul Panti Asuhan Katolik.. dengan baik dan

Untuk itu dengan mengembangkan pencarian semantik berbasis ontologi menggunakan algoritma model ruang vektor diharapkan dapat lebih meningkatkan nilai presisi dan recall

Tidak terpenuhinya kebutuhan dari salah satu nutrisi tersebut melalui asupan ransum, maka akan mengurangi berat telur, bahkan jika hal tersebut terjadi pada petelur

Gambar 4. Rata-rata pertumbuhan daun jambu mete setelah infestasi H.. aktif alkil gliserol ftalat, B. bassiana strain Leptocorisa sp. + perekat perata bahan aktif alkil

[r]

Pada mulanya computer digunakan hanya dapat menghitung data, tetapi saat ini komputer mampu mengolah data bahkan membuat berbagai macam kebutuhan yang diinginkan. Begitu pula

[r]

Evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi. penawaran dinyatakan memenuhi