Nama: Suci Riqsyah Amaliah NIM: 2211050146
Mata Kuliah: Pengantar Studi Pemikiran Islam
Akhlak Remaja di Era Globalisasi
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang berjalan terus menerus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses kehidupan. Globalisasi dapat menyentuh segala aspek yang ada dalam kehidupan.
Globalisasi juga dapat menimbulkan tantangan serta permasalahan baru yang harus dijawab atau dipecahkan dengan solusi yang tepat, termasuk salah satunya akhlak remaja yang kian hari kian berubah mengikuti arus globalisasi.
Istilah akhlak sudah sering terdengar di tengah – tengah masyarakat.
Menurut bahasa akhlak berarti sifat, tabiat, budi pekerti atau perangai seseorang yang melekat pada diri seseorang. Secara istilah akhlak merupakan tingkah laku, sifat, perilaku yang diperbuat oleh seseorang dengan spontan atau tanpa adanya pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Menurut Imam al Ghazali, akhlak adalah sifat batin, atau sifat yang alamiah dalam jiwa yang memunculkan perbuatan dengan mudah tanpa harus menimbang apa yang akan dikerjakan. Jadi, akhlak merupakan sifat atau tingkah laku manusia yang secara spontan dan telah tertanam di dalam jiwa karena merupakan suatu kebiasaan. Allah SWT sangat menyukai akhlak yang baik atau mulia, sebagaimana sabda Rasulullah:
َم َرَكْلا ُّب ِحُي ٌمْي ِرَك َالله َّنِا َْلا َيِلاَعَم َو
ْخ ِق َل َو ُي ْب ِغ ُض ْي ِس َس ْف َها َفا
Artinya:” Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah (hina)”{H.R Bukhari, Muslim}
Remaja merupakan fase di mana seseorang sedang dilatih menuju proses pencarian jati dirinya secara matang. Fase ini merupakan fase peralihan atau transisi untuk mengembangkan keterampilan dan mempersiapkan masa yang akan datang. Namun, pada masa ini cenderung menimbulkan suatu pertentangan atau konflik di dalam diri seseorang.
Dewasa ini dengan terjadinya perubahan dan perkembangan global mengubah segala aspek kehidupan dan memberikan segala dampak positif dan
negatifnya. Dampak – dampak tersebut telah mendorong adanya pergeseran nilai moral atau akhlak di kalangan remaja. Remaja yang memiliki kondisi jiwa yang labil, penuh gejolak dan gelombang serta emosi yang tidak terkadang tidak terkontrol cenderung lebih mudah dipengaruhi. Bentuk perubahan akhlak remaja adalah kurang hormatnya para remaja terhadap orang yang lebih tua darinya, mudah terpengaruh aliran sesat, pendendam, menjadi pemakai obat – obatan, berkata tidak sopan, dan perilaku yang menyimpang yang dilakukan sebagian besar kalangan remaja.
Perbuatan para remaja ini akan mempengaruhi diri mereka serta membuat jauh dari ajaran Islam, tidak lain dan tidak bukan krisis akhlak akan terjadi pada diri mereka. Di era globalisasi ini, fasilitas teknologi, informasi dan komunikasi merupakan salah satu dari faktor merosotnya akhlak remaja atau krisis akhlak.
Tidak dapat dipungkiri segala penyebaran informasi baik membangun akhlak maupun meruntuhkan akhlak akan mempengaruhi kepribadian para remaja, ditambah kurangnya iman yang dimiliki remaja sehingga belum bisa memfilter informasi yang didapat. Dengan terjadinya krisis akhlak remaja ini maka secara perlahan akan merusak susunan suatu negara atau bangsa. Pengaruh krisis moral juga bisa didapatkan dari lingkungan pergaulan remaja, baik itu di rumah, sekolah, maupun di masyarakat. Namun semua itu dapat dihindari dan di jauhi dengan perlu adanya kesadaran dari setiap individu tersebut. Sesuai dengan pepatah arab yang berbunyi ‘kerusakan akhlak itu akan menular’ maka dari itu mulailah dari diri sendiri untuk membentengi diri dari kerusakan akhlak.
Maka dari itu marilah menjadi remaja yang memiliki akhlak yang mulia yang akan memberikan manfaat bagi orang lain.
ِساَّنلِل ْمُهُعَفْنَأ َو اًقُلُخ ْمُهُنَسْحَأ ِساَّنلا ُرْيَخ Artinya: sebaik – baik manusia adalah yang baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.
Referensi:
https://www.scribd.com/doc/297742890/Akhlakul-Karimah-Remaja-Di-Era- Globalisasi