• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BUPATI ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

halaman 1 dari 7 BUPATI ASAHAN

PROVINSI SUMATERA UTARA KEPUTUSAN BUPATI ASAHAN NOMOR 57–BAPENDA-TAHUN 2021

TENTANG

PEMBENTUKAN TIM PERCEPATAN DAN PERLUASAN DIGITALISASI DAERAH (TP2DD) KABUPATEN ASAHAN

BUPATI ASAHAN,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka mendorong implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), guna meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah, mendukung tata kelola, dan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah, perlu membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD);

b. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 4 huruf b dan Pasal 5 ayat (2) Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, Pemerintah Daerah Kabupaten membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Bupati tentang Pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Asahan;

Mengingat : 1. Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten–Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Utara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1092);

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3843), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4962);

3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3881);

4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003

SALINAN

(2)

halaman 2 dari 7 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

6. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4843), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2OO8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 251, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5952);

7. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

8. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601);

9. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 110, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5155);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);

12. Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 182);

13. Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 112);

14. Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah;

(3)

halaman 3 dari 7 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1781);

16. Peraturan Daerah Kabupaten Asahan Nomor 19 Tahun 2008 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Asahan Tahun 2008 Nomor 19);

17. Peraturan Bupati Asahan Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Satu Data Indonesia Tingkat Kabupaten Asahan (Berita Daerah Kabupaten Asahan Tahun 2020 Nomor 21);

Memperhatikan : 1. Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/179/KPTS/2021 tentang Pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Provinsi Sumatera Utara;

2. Surat Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Nomor 23/192/Pms/Srt/B tanggal 1 April 2021 perihal Pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Asahan;

3. Surat Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Nomor 23/19/Mdn-FISP/Srt/B tanggal 5 April 2021 perihal Undangan Launching Pembentukan TP2DD & Rapat Koordinasi TP2DD se-Provinsi Sumatera Utara;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN BUPATI TENTANG PEMBENTUKAN TIM PERCEPATAN DAN PERLUASAN DIGITALISASI DAERAH (TP2DD) KABUPATEN ASAHAN.

KESATU : Membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Asahan, dengan susunan keanggotaan tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Bupati ini.

KEDUA : TP2DD sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU bertugas :

- Ketua Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Asahan mempunyai tugas:

a. Menetapkan kebijakan atas pelaksanaan ETPD

b. Melaporkan pelaksanaan ETPD kepada satgas P2DD melalui TP2DD Provinsi Sumatera Utara

- Wakil Ketua Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Asahan mempunyai tugas : a. Melakukan diseminasi kebijakan terkait sistem

pembayaran;

b. Melakukan sosialisasi penggunaan transaksi non tunai kepada masyarakat.

- Ketua Pelaksana Harian Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Asahan mempunyai tugas :

a. Menjalankan kebijakan atas pelaksanaan ETPD;

(4)

halaman 4 dari 7 b. Mengidentifikasi permasalahan dan kendala atas pelaksanaan ETPD; Melaporkan perkembangan pelaksanaan ETPD serta permasalahan dan kendala pelaksanaan ETPD kepada Ketua dan Wakil Ketua;

c. Memberikan solusi dalam rangka penyelesaian permasalahan yang terjadi atas pelaksanaan ETPD;

d. Melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan ETPD sebagai bahan kajian dan analisa dalam pengambilan kebijakan.

- Sekretaris Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Asahan mempunyai tugas:

a. Melakukan pengumpulan data dan informasi perkembangan transaksi pendapatan dan belanja pemerintah daerah baik yang dilakukan secara tunai maupun non tunai;

b. Mengadministrasikan seluruh kegiatan TP2DD;

c. Membuat laporan pelaksanaan ETPD.

- Anggota Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Asahan mempunyai tugas :

a. Menyediakan informasi pelaksanaan ETPD sesuai tugas dan fungsi;

b. Merumuskan isue-isue pelaksanaan ETPD sesuai tugas dan fungsi;

c. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan ETPD sesuai tugas dan fungsi ;

d. Menyediakan rekomendasi kebijakan perbaikan

e. Melakukan analisis dan identifikasi hambatan dan permasalahan terkait Elektronifikasi Transaksi Pemerintah;

f. melakukan langkah – langkah penyelesaian hambatan dan permasalahan pelaksanaan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah yang terkait dengan :

1) Informasi dan / atau data;

2) Inovasi dan teknologi;

3) Infrastruktur;

4) Ketentuan; dan 5) Koordinasi.

g. menyusun rekomendasi kebijakan, strategis dan rencana aksi terkait Elektronifikasi Transaksi Pemerintah dengan memperhatikan arah kebijakan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah yang ditetapkan oleh Kelompok Kerja Nasional Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah atau Pemerintah Pusat;

KETIGA : Untuk kelancaran pelaksanaan tugas, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dibantu oleh Sekretariat dengan susunan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan ini, yang berkedudukan di Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan, Jalan Flamboyan Sibogat Kisaran, Kelurahan Mekar Baru, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan dan/atau Kantor Perwakilan

(5)

halaman 5 dari 7 Bank Indonesia Pematangsiantar, Jalan H. Adam Malik No.1 Pematangsiantar

KEEMPAT : Segala biaya yang timbul akibat ditetapkannya Keputusan Bupati ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Asahan.

KELIMA : Keputusan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Kisaran pada tanggal 10 Mei 2021 BUPATI ASAHAN,

ttd S U R Y A

(6)

halaman 6 dari 7 LAMPIRAN I KEPUTUSAN BUPATI ASAHAN

NOMOR 57–BAPENDA-TAHUN 2021

TENTANG TIM PERCEPATAN DAN PERLUASAN DIGITALISASI DAERAH (TP2DD) KABUPATEN ASAHAN.

SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM PERCEPATAN DAN PERLUASAN DIGITALISASI DAERAH (TP2DD) KABUPATEN ASAHAN

I. Ketua : Bupati Asahan

II. Wakil Ketua : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar

III. Ketua Pelaksana Harian : Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan IV. Wakil Ketua Pelaksana

Harian : Asisten Adiminitrasi Umum.

V. Sekretaris : Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan

VI. Anggota : 1. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar

2. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Asahan

3. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Asahan

4. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan

5. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Asahan

6. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Asahan

7. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Asahan

8. Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan

9. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan 10. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan 11. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja

Kabupaten Asahan

12. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan 13. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan

Hewan Kabupaten Asahan

14. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan

15. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Asahan

16. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Asahan

17. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Asahan 18. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten

Asahan

(7)

halaman 7 dari 7 19. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan

Sipil Kabupaten Asahan

20. Kepala Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Setdakab Asahan

21. Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Asahan

22. Kepala Bagian Hukum Setdakab Asahan 23. Direktur Rumah Sakit Haji Abdul Manan

Simatupang

24. Kepala Kantor Cabang Kisaran PT Bank Sumut Kisaran

BUPATI ASAHAN,

ttd

S U R Y A

Referensi

Dokumen terkait

bahwa sesuai ketentuan Pasal 5 ayat (3) dan Pasal 27 ayat (3) huruf b Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2016 tentang Sistem Penanggulangan Gawat

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 2 dan Pasal 4 ayat (2) Huruf a, Peraturan Daerah Kabupaten Sukoharjo Nomor 7 Tahun 2006 tentang Sumber Pendapatan Desa

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 Peraturan Daerah Nomor Tahun 2021 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sumatera

Menimbang : bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 4 huruf b dan Pasal 5 ayat (2) Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan

Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 2 dan Pasal 4 ayat (2) huruf a, Peraturan Daerah Kabupaten Sukoharjo Nomor 7 Tahun 2006 tentang Sumber Pendapatan Desa,

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 21 ayat (3) dan ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko,

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 36 Ayat (2) dan Pasal 37 ayat (3) Peraturan Daerah Kota Pekalongan Nomor 4 Tahun 2021 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 45 ayat (4) Undang -Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial serta ketentuan Pasal 4 ayat ( 1) huruf b dan ayat (3)