PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
JALAN SURAPATI No. 4 TELP. (022) 4237174-4231567 FAKSIMIL (022)4231567 Website: www.inspektorat.jabarprov.go.id e-mail: [email protected]
BANDUNG-KODE POS 40115
KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR: 1583/HK.02.03/Sekre
TENTANG
UNIT PENGENDALIAN GRATIFIICAS!
DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT GUBERNUR JAWA BARAT
Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat, perlu adanj^a upaya pengendalian terhadap penerimaan maupun pemberian gratifikasi sebagai perwujudan dari integritas pegawai di lingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat;
b. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 ayat (4) dan Pasal 4 ayat (2) Peraturan Gubemur Jawa Barat Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, perlu dibentuk Unit Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Gubemur Jawa Barat tentang Unit Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat;
: 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Propinsi Djawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia Tanggal 4 Djuli 1950) jo. Undang- Undang Nomor 20 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Jakarta Raya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 15} sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4744) dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4010);
Mengingat
2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
3. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4150);
4. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4250) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 197, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6409);
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 224, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5597) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
6. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6041);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4890);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 202, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 6718);
10. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 108);
11. Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wila3^ah Bersih dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1813);
12. Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 02 Tahun 2019 tentang Pelaporan Gratifikasi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1438);
13. Peraturan Gubemur Jawa Barat Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Berita Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 Nomor
30);
14. Keputusan Gubemur Jawa Barat Nomor 700/Kep.314-Inspt/2021 tentang Unit Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
KESATU Mencabut dan menj^atakan tidak berlaku Keputusan Inspektur Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1138/KPG.03.01.01/Sekre tentang Pembentukan Unit Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat.
Membentuk Unit Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Inspektorat Daerah FTovinsi Jawa Barat yang selanjutnya disebut UPG, dengan Susunan Personalia dan Uraian Tugas sebagaimana tercantum pada Lampiran I dan Lampiran II, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
UPG sebagaimana dimaksud pada Diktum KEDUA, mempunyai tugas melaksanakan pengendalian gratifikasi di lingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Diktum KETIGA, UPG mempunyai fungsi:
a. penyusunan program kerja dalam rangka pengendalian gratifikasi;
b. penyebaran informasi melalui media elektronik, diseminasi dan sosialisasi mengenai pengendalian gratifikasi;
KEDUA
KETIGA
KEEMPAT
c. pelaksanaan bimbingan teknis berkaitan dengan pengendalian gratifikasi;
d. pemetaan titik rawan praktik gratifikasi di lingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat;
e. penerimaan, penganalisaan, dan pengadministrasian laporan penerimaan dan penolakan gratifikasi dari Pegawai Negeri dan Pen3^elenggara Negara di lingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat;
f. pengoordinasian Unit Kerja lingkup bagian/bidang terkait implementasi dan efektivitas pengendalian gratifikasi;
g. penyampaian rekapitulasi laporan gratifikasi secara periodik; dan
h. pelaksanaan monitoring dan evaluasi dalam rangka pengendalian gratifikasi.
: Pembiayaan yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi UPG sebagaimana dimaksud pada Diktum KETIGA dan Diktum KEEMPAT, dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat yang dikelola oleh Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat.
: Keputusan Gubemur ini mulai berlalcu pada tanggal ditetapkan.
KELIMA
KEENAM
Ditetapkan di Bandung
pada tanggal 28 September 2021 a.n. GUBERNUR JAWA BARAT
INSPEKTURJDAEBAH PROVINSI JAWA BARAT,
fcNI, 5l^.,M.Hum tama Muda '223 199012 2 002
LAMPIRAN I KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR
TANGGAL TENTANG
1583/HK.02.03/Sekre 28 September 2021
UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT.
SUSUNAN PERSONALIA
A. Pengarah B. Ketua
: Inspektur Daerah Provinsi Jawa Barat
: Sekretaris Inspektorat Daerah FTovinsi Jawa Barat.
: Inspektur Pembantu III pada Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat.
: 1. Inspektur Pembantu I pada Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat.
2. Inspektur Pembantu II pada Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat.
3. Inspektur Pembantu IV pada Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat.
4. Inspektur Pembantu Investigasi pada Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat.
5. Kepala Subbagian Perencanaan Program, Evaluasi dan Pelaporan pada Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat.
6. Kepala Subbagian Keuangan pada Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat.
7. Kepala Subbagian Kepegawaian, Umum dan Kehumasan pada Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat.
8. Elyna S Laura Siahaan, S.Kp.,M.H.
9. Wiwiet Hertiarani, S.E.,M.AP.
: 1. Ghilang Gumilar Gunawan, S.E., M.M.
2. Titi Mugiati, S.E., M.M., QRMP.
3. Dewi Septianti Hadi, S.STP.
4. Eka Bida Bidani, A.Md.
5. Dewi Ratnasari, S.I.Kom.
6. Muhammad Iqbal Jaisy, S.I.Kom 7. Asry Rahayu, S.Kom.
8. Annisa Ayu Wahdini Fatimah, S.Kom.
C. Sekretaris
D. Anggota
E. Sekretariat
a.n. GUBERNUR JAWA BARAT
AH PROVINSI JAWA BARAT, INSPEKTU
a4/
inspektor
DAERAH
"7
Qmim, SH.,M.Hum 6tama Muda f^223 199012 2 002
J
LAMPIRAN II KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA BARAT 1583/HK.02.03/Sekre 28 September 2021
UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI LINGKUNGAN
DAERAH PROVINSI JAWA BARAT.
NOMOR TANGGAL TENTANG
DI INSPEKTORAT
URAIAN TUGAS
A. Pengarah :
Memberikan arahan dalarn pelaksanaan pengendalian gratifikasi.
B. Ketua :
Mengkoordinasikan pelaksanaan pengendalian gratifikasi di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
C. Sekretaris
1. Mengoordinasikan
mengadministrasikan laporan penerimaan dan penolakan gratifikasi dari Pegawai Negeri dan Penyelenggara Negara di lingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat; dan
2. Menyerahkan proses pelaporan gratifikasi kepada Anggota.
menganalisa dan proses menenma.
D. Anggota
1. Menyusun program keija daJam rangka pengendalian gratifikasi;
2. Menyebarkan informasi melalui media elektronik, diseminasi dan sosialisasi mengenai pengendalian gratifikasi;
3. Mengikuti Bimbingan Teknis tentang pengendalian gratifikasi;
4. Melal<ukan pemetaan titik rawan praktik gratifikasi dilingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat;
5. Menerima, menganalisa, dan mengadministrasikan laporan penerimaan dan penolakan gratifikasi dari Pegawai Negeri dan Penyelenggara Negara dilingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat;
6. Melakukan koordinasi dengan Unit Keija lingkup bagian/bidang terkait implementasi dan efektivitas pengendalian gratifikasi;
7. Menyampaikan rekapitulasi laporan gratifikasi secara periodik;
8. Melakukan monitoring dan evaluasi dalam rangka pengendalian gratifikasi.
E. Sekretariat
Membantu Sekretaris dalam pelaksanaan tugas administrasi umum dan kesekretariatan.
a.n. GUBERNUR JAWA BARAT
,H PROVINSI JAWA BARAT, INSPEKTUR
^/1NSPEKT(Se
’ DAERAH k/
'Pâ– 7
5"
i, SH.,M.Hum ama Muda
199012 2 002 RO