GUBERNUR JAWA BARAT
KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR: 700.05/Kep.212-Inspt/2021
TENTANG
TIM KOORDINASI AKSI DAERAH PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2021-2022
GUBERNUR JAWA BARAT,
: bahwa untuk menindaklanjuti ketentuan Pasal 6 ayat (3) Peraturan Gubernur tentang Aksi Daerah Pencegahan dan Pemeberantasan Korupsi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2022, perlu menetapkan Keputusan Gubernur tentang Tim Koordinasi Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2022;
; 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Propinsi Djawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia Tanggal 4 Djuli 1950) jo. Undang- Undang Nomor 20 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Jakarta Raya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 15) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4744) dan Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4010);
2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
3. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4150);
Menimban
Mengingat
2 4. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang
Pengesahan United Nations Convention Againts Corruption 2003 (Konvensi PBB Anti Korupsi, 2003) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4620);
5. Undang-Undang Nomor 23 Pemerintahan
Tahun 2014 tentang Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Nomor 23 Tahun 2014 Kedua Atas Undang-Undan;
tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
6. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 108);
7. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 54 Tahun 2011 tentang Transparansi, Partisipasi, dan Akuntabilitas dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 Nomor 11 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 104);
8. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 26 Tahun 2014 tentang Pengendalian Gratifikasi di
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Berita Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 Nomor 26 Seri E);
9. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2021 tentang Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2022 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 Nomor 22);
Memperhatikan : Surat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia Nomor B/1447/KSP.00/70-73/03/2021 tanggal 1
Maret 2021 hal Pedoman Pelaporan Capaian Aksi Pencegahan Korupsi Pemerintah Daerah Tahun 2021;
Lingkungan
MEMUTUSKAN:
Menetapkan
KESATU : Membentuk Tim Koordinasi Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2021-2022 yang selanjutnya disebut Tim Koordinasi Aksi Daerah PK, dengan Susunan Personalia dan Uraian Tugas sebagaimana tercantum pada Lampiran i dan Lampiran II sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Gubernur ini.
3
KEDUA : Tim Koordinasi Aksi Daerah PK sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU mempunyai tugas menyusun, melaksanakan monitoring dan evaluasi, serta melaporkan Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2022.
: Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada Diktum KEDUA, Tim Koordinasi Aksi Daerah PK mempunyai fungsi:
a. penyusunan rencana aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi yang terintegrasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021- 2022;
b. pelaksanaan aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi yang terintegrasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2022 sesuai target capaian yang telah ditetapkan;
c. monitoring dan evaluasi aksi daerah pencegahan dan pemberantasan korupsi yang terintegrasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2022; dan
d. pelaporan aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2022 kepada Gubernur Jawa
Barat melalui Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat.
: Pembiayaan yang perlukan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU dan Diktum KEDUA bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat.
: Keputusan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
KETIGA
KEEMPAT
KELIMA
Ditetapkan di Bandung pada tanggal 13 April 2021 GUBERNUR JAWA BARAT
MOCHAMAD RIDWAN I<[AMIL
TANGGAL : 13 April 2021
TENTANG : PEMBENTUKAN TIM DAERAH
PEMBERANTASAN
KOORDINASI AKSI DAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2021-2022.
PENCEGAHAN KORUPSI
SUSUNAN PERSONALIA
1. Pembina ; Gubernur Jawa Barat.
: Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat.
: Inspektur Daerah Provinsi Jawa Barat.
II. Pengarah III. Ketua
IV. Anggota : 1. Kepala Badan Perencanaan
__ , ^ . Pembangunan
Daerah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
2. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
3. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
4. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
5. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemerintah Daerah
Barat.
6. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
7. Kepala Dinas Komunikasi dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
8. Kepala Dinas Perumahan dan
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
9. Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.
10. Kepala Biro Pengadaan Baran_
Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.
11. Kepala Biro Hukum dan Hak Asasi Manusia Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.
12.Sekretaris Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat.
Provinsi Jawa
Informatika
Permukiman
dan Jasa
V. Sekretariat
Koordinator : Inspektur Pembantu Bidang Investigasi Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat.
: 1. Vityarti Sari Rahayu Ningsih
(Auditor Madya pada Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat)-
S.Kom.,M.Si
5
2. Nur’aini Ilmi Tanjung, Pemerintahan Muda Provinsi Jawa Barat).
3. lis Solihat, SE.,M.Ak.,Ak.,CA. (Auditor Muda Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat).
SE.jM.Si. (Pengawas Inspektorat Daerah
GUBERNUR JAWA BARAT,
AD RIDWAN KAMIL
13 April 2021
PEMBENTUKAN TIM KOORDINASI DAERAH
PEMBERANTASAN
PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2021-2022.
TANGGAL TENTANG
AKS PENCEGAHAN
I DAN KORUPSI DAERAH
URAIAN TUGAS
: memberikan pembinaan dalam rangka
rencana aksi, pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan aksi daerah
pemberantasan korupsi Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2022.
penyusunan pencegahan dan I. Pembina
II. Pengarah
. memberikan arahan dalam rangka penyusunan rencana aksi, pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan aksi
pemberantasan korupsi daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2022.
daerah pencegahan dan
III. Ketua : a. mengoordinasikan pelaksanaan penyusunan rencana aksi pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan aksi daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2022;
b. mengoordinasikan pengumpulan bahan masukan dalam pelaksanaan aksi pencegahan dan dari Perangkat Daerah
penyusunan rencana pemberantasan korupsi
penyelenggaraan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa terintegrasi dalam Barat Tahun 2021 -2022;
c. mengoordinasikan pemenuhan dan pelaksanaan aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi (Aksi PK) yang dilakukan oleh masing-masing Perangkat Daerah selaku Pelaksana dari area intervensi; dan d. mengoordinasikan hasil monitoring dan evaluasi
Aksi PK yang dilakukan anggota Tim Koordinasi sebelum diunggah ke dalam sistem infor dalam Monitoring of Prevention (MPC) dan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas-PK) melalui aplikasi JAGA.ID.
masi
; a. menyiapkan data/bahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penyusunan
pencegahan dan pemberantasan
terintegrasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 -2022 b. monitoring dan evaluasi Aksi PK dalam jangka
waktu 3 (tiga) bulan;
c. melaksanakan Aksi PK sesuai target capaian yang telah ditetapkan; dan
d. melaporkan kepada Ketua atas pelaksanaan Aksi rencana aksi
korupsi IV. Anggota
PK.
J
7 V. Sekretariat : a. memfasilitasi Tim Koordinasi Aksi Daerah PK;
b. memonitoring dan mengumpulkan dokumen/data dari Tim Koordinasi Aksi Daerah PK dalam jangka waktu 3 (tiga) bulanan;
c. mengunggah dokumen/data yang telah di evaluasi oleh Tim Koordinasi Aksi Daerah PK dan dilaksanakan
menggunakan sistem informasi dalam Monitoring Centre of Prevention (MCP) dan Stranas-P) melalui aplikasi JAGA.ID; dan
d. melaksanakan tugas kesekretariatan,
terintegrasi dengan secara
GUBERNUR JAWA BARAT,
MOCHAMAD RIDWAN KAMIL