BAB II
GAMBARAN UMUM MENGENAI HAK HIDUP MAKHLUK
A. Hak Hidup Manusia, Hewan dan Tumbuhan dalam al-Quran 1. Hak Hidup Manusia dalam al-Quran
Hak asasi manusia merupakan hak dasar yang melekat pada manusia dan secara kodrati juga sebagai anugerah dari Allah Swt yang harus dihormati, dilindungi dan tidak layak untuk dirampas oleh siapapun.
Tidak ada seorangpun yang berhak merenggut kehidupan seseorang tanpa alasan. Melainkan hak asasi manusia harus dipelihara dan dijaga kehormatan hidupnya.1 Allah Swt berfirman dalam QS al-Isra‟ (17): 33.
Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.
Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.2
Menurut Hamka, ayat ini menunjukan bahwa “melainkan dengan
suatu (alasan) yang benar” yaitu misalnya terjadi peperangan yang tidak
1 Abdul Rochim, Hak Asasi Manusia Menurut Pandangan Islam dan UUD i945 Pasca Amandemen (Study Komparasi Universalitas dan Partikularitas HAM), Skripsi (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2009) hlm ii
2 Agus Hidayatulloh, al-Qura>n Tajwid Warna, Terjemeh Per Kata, Terjemah Inggris, (Cipta Bagus Segara: Bekasi, 2012) hlm 285
dapat dielakkan lagi, maka pembunuhan tersebut berlaku hukum qisas, karena secara tidak langsung mereka membunuh antar sesama manusia, yaitu nyawa dibayar dengan nyawa, atau dihukum dengan suatu hukum yang telah dijatuhkan oleh hakim menurut undang-undang yang ada.
Apabila ada seseorang yang dibunuh secara aniaya atau dzalim, maka wali atau keluarga dekat bertanggung jawab dari orang yang terbunuh. Namun bukan berarti keluarga atau ahli waris berhak melakukan sendiri melainkan penguasalah yang mengambil tindakan seperti menangkap, menjatuhkan hukuman berupa hukuman mati atau diwajibkan membayar diyat atau denda ganti rugi.3
Sedemikian berharganya hak hidup manusia sehingga Allah menyetarakan satu nyawa dengan seluruh nyawa jika dihilangkan secara semena-mena, demikian sebaliknya, jika menyelamatkan satu nyawa maka setara dengan menyelamatkan sejagad nyawa. (QS al-Maidah (5): 32).4
Ditemukan dari sekian ayat yang memuji dan memuliakan manusia sebagai makhluk yang dimuliakan Allah Swt dibanding kebanyakan makhluk Allah yang lain, (QS al-Isra‟{17}:70.)5 di ayat ini dijelaskan bahwa kemuliaan manusia adalah sesuatu hal yang sangat sakral dalam diri manusia tidak boleh dinodai, dilecehkan atau dihina.6
Allah Swt menciptakan manusia dalam bentuk dan keadaan yang sebaik-baiknya. (QS at-Tiin{95}:5). Tetapi di samping itu pula manusia mendapat celaan karena mengingkari nikmat (QS Ibrahim {14}:34), sangat membantah (QS al-Kahfi{18}:54), keluh kesah lagi kikir, (QS al- Ma‟arij {70}:19). Ayat tersebut menunjukan beberapa kelemahan manusia yang harus dihindari. Di samping menunjukkan bahwa makhluk ini
3 Hamka, Tafsir al-Azhar, (Singapura, Pustaka Nasional, 2003) jilid 1 hlm 60
4 Sitti Aminah, Hak Asasi Manusia dalam Perspektif al-Quran,Jurnal Hukum Diktum, Vol 8, No 2, 2010) hlm 5
5 Nanang Gojali, Tafsir Tarbawi, (Cirebon: CV Pangger, 2011) hlm 32.
6 Yefrizawati, Hak Asasi Manusia Dala Perspektif Hukum Islam e-USU Repository (Sumatera Utara: Universitas Sumatera Utara, 2005) hlm4
mempunyai potensi untuk menempati tempat tertinggi sehingga ia terpuji atau berada di tempat yang rendah sehingga ia tercela.7
Banyak-ayat-ayat yang membicarakan tentang hak hidup manusia di antaranya QS al-Baqarah {2}: 85, 87, 91 dan 251.
Surat al-Baqarah (2): 85 menjelaskan bahwa membunuh dan mengusir saudara sebangsa pernah dilakukan oleh Bani Isra>il yang tidak sepaham, sekelompok dan seagama dengan mereka.
Surat al-Baqarah ayat 87 menjelaskan tentang perbuatan Bani Israil yang melakukan pelanggaran-pelanggaran pada perintah Allah dan Rasulnya. Mereka (Bani Isra>il) tetap mendustakan dan membunuhnya, Allah Swt sudah memperingatkan manusia untuk tidak melakukan kebatilan, memberikan bukti yang jelas, tapi manusia tidak percaya akan bukti kebenaran nya, sehingga mereka tetap mendustakan dan membunuh Nabi.
Surat al-Baqarah ayat 91 berisi tentang perbuatan Bani Isra>il yang semakin durhaka kepada Allah. Mereka membunuh para nabi dan orang-orang yang sholeh sebagai bentuk pertentangan mereka terhadap al- Quran.
Surat al-Baqarah ayat 251 menjelaskan tentang manusia senang mengalahkan. Padahal orang yang dikalahkan juga berhak untuk hidup.
Surat an-Nisa ayat 29 berisi tentang larangan bunuh diri. Karena hakikatnya dia telah merusak sesuatu yang bukan miliknya. Allah dan Rasulnya mengancam para pelaku bunuh diri dan menghilangkan nyawa dengan siksa di akhirat.
Surat an-Nisa ayat 92 berisi tentang orang mukmin dilarang membunuh, baik menghilangkan nyawa sesama mu‟min atau manusia yang kafir. Barang siapa yang membunuh dengan sengaja balasannya neraka Jahannam, dan barang siapa yang membunuh satu orang maka seakan-akan membunuh manusia seluruhnya. seperti pada surat al- Maidah:32
7 Nanang Gojali, Tafsir Tarbawi, (Cirebon: CV Pangger, 2011) hlm 32.
QS al-Maidah {5}: 32 dan QS al-Maidah {5}: 95, ayat yang kedua ini menjelaskan tentang larangan membunuh binatang ketika ihram, kecuali yang berbahaya. Karena binatang juga berhak untuk hidup..
QS al-An‟am {6}: 151, ayat ini menjelaskan tentang larangan membunuh anak-anak karena takut miskin. mereka generasi penerus yang akan melanjutkan kehidupan manusia di muka bumi ini. Dan janganlah kalian membunuh kecuali yang disyariatkan seperti qis}as}, membunuh orang murtad, rajam dan sebagainya.
QS Yusuf {12}:10, Ayat ini menjelaskan tentang larangan manusia tidak boleh membunuh saudara, baik saudara kandung atau saudara sambung (saudara tiri), karena membunuh adalah perbuatan dzalim dan dosa besar.
QS al-Isra‟{17}:31, Ayat ini berisi tentang larangan membunuh anak-anak dikarenakan takut melarat. Bahwa rezeki ada di tangan Allah.
Oleh karena itu, tak ada alasan bagimu untuk membunuh mereka. Hal ini sama saja kita berburuk sangka kepada Allah.8
Ayat-ayat tersebut menjadi inspirasi bagi manusia sehingga mereka mampu menciptakan undang-undang Hak Asasi Manusia yang mengajarkan prinsip-prinsip universal persamaan dan kebebasan manusia sehingga tidak boleh ada diskriminasi, eksploitasi, kekerasan terhadap sesama manusia, serta pembatasan dan pengekangan terhadap kebebasan dasar manusia.9
Al-Quran sejak empat belas yang lalu telah menghapus adanya kasta dalam masyarakat dengan suatu ayat yang menerangkan bahwa semua manusia adalah sama. Pada kisah Nabi Nuh, Allah Swt hendak menjelaskan bahwa antara para hartawan dan bangsawan tidak lain adalah sama, masyarakat yang sederajat dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama, yang membedakan mereka adalah Ilmu dan ketakwaannya. Dalam
8 Agus Hidayatulloh, al-Qura>n Tajwid Warna, Terjemeh Per Kata, Terjemah Inggris, (Cipta Bagus Segara: Bekasi, 2012) hlm 285
9 Yahya Ahmad Zein, “Konsepsi Hak Asasi Manusia dalam Islam (Mengungkap Korelasi Antara Islam Dengan HAM. Jurnal Garuda. hlm.93
al-Quran diterangkan “ Sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah inilah orang yang paling bertakwa” (QS al-Hujurat/49:13)10
2. Hak Hidup Hewan dalam al-Quran
Alam dan apa yang ada di dalamnya seperti tumbuhan dan binatang termasuk manusia dan benda mati yang ada di sekitarnya, serta unsur alam lainnya seperti angin udara dan iklim hakekatnya adalah bagian dari keseimbangan alam itu sendiri. Al-Quran telah menjelaskan bahwa alam ini diciptakan Allah dalam keadaan seimbang, yakni dalam al- Quran QS al- Mulk {67}: 3 yaitu “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang- ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang.“ selain sebagai tempat tinggal, bumi juga menyediakan semua kebutuhan manusia. Oleh karena itu, sepatutnya kita mensyukuri nikmat dengan cara merawatnya agar alam, lingkungan hidup manusia tetap lestari dan seimbang, sehingga nikmat-nikmat tersebut juga dapat dirasakan oleh generasi berikutnya.11
Berdasarkan firman Allah Swt ini, maka sebenarnya manusia tidak mempunyai hak untuk mengurangi dan menghilangkan suatu spesies hewan, karena semua spesies mempunyai fungsi sebagai penyeimbang kehidupan dalam lingkungan. Allah Swt telah memberikan karunia yang besar kepada semua makhluk dengan menciptakan gunung dan mengembangbiakan segala jenis hewan, misalnya lele, ayam, bebek, burung, sapi, kerbau, kambing dan lain sebagainya. (QS :Luqman:10)12
Salah satu tema hewan yang dibahas dalam al-Quran, diantaranya berupa nama-nama surat sebagai berikut: al-Baqarah (sapi betina), al- An‟am (binatang ternak), al-Nahl (lebah), al-Naml (semut), al-Ankabut
10 Afif Abdul Fatah Thabbarah,Nabi-Nabi dalam al-Quran, ( Semarang: PT Karya Toha Putra,1983) hlm 112
11 Mohammad Da‟i Robbi, Pendidikan Pelestarian Lingkungan Hidup ( Keseimbangan ekosistem Perspektif Hadis), hlm 2
12 Efendi, Perlindungan Sumber Daya Alam dalam Islam, Jurnal Ilmu Hukum, No 55, 2011, hlm11
(laba-laba), al-„Adiyat (kuda perang yang berlari kencang) dan al-Fil (gajah). Ini menunjukkan bahwa hewan mempunyai kedudukan yang cukup penting. Tidak semua hewan yang ada di dunia ini disebutkan dalam al-Quran, karena al-Quran tidak membahas mengenai binatang saja.
Selain itu, ada beberapa kisah yang menyebutkan binatang dalam al-Quran misalnya kisah Nabi Sulaiman AS dengan burung Hud-hud dan semut yaitu pada surat al-Naml (27): 18-24. Kisah tongkat Nabi Musa as berubah menjadi ular yaitu pada surat al-A‟raf (7): 107, surat Thaha (20):
20 dan surat al-Naml (27): 10. Mukjizat Nabi Isa as membuat burung dari tanah yaitu pada surat Ali-„Imran (3): 49 dan surat al-Maidah (5):110.
Allah Swt mengutuk Bani Israil menjadi Kera yang melanggar kemuliaan hari sabtu yaitu pada surat al-Baqarah (2): 65.13
Banyak sekali para ahli, yang mencurahkan perhatian mereka dalam mempelajari tingkah laku dan hal-hal yang berhubungan dengan alam binatang, baik di laboratorium maupun di alam bebas. Hasilnya telah membuka berbagai wawasan yang menakjubkan mengenai rahasia dunia binatang. Salah satu contohnya adalah hewan semut.14 Semut (an-Naml) disebut dalam al-Qur‟an hanya satu kali, yaitu pada surat An-Naml ayat 17-1915
Hal ini mengindikasikan adanya sesuatu yang penting dan menakjubkan sebagai petunjuk bagi manusia. Tidak hanya itu, peristiwa semut merupakan seruan Allah SWT kepada makhluk-Nya untuk memikirkan dan mentadaburinya.
kata namlatun dalam kaidah bahasa Arab, yang berdampingan dengan huruf ta marbuthah sebagai tanda bagi isim mu‟annats sehingga semut yang dimaksud adalah semut betina. Demikian pula kata yang mendahuluinya adalah qalat yang berasal dari qala dan disandari hiya
13 Dani Hidayat, Binatang dalam al-Quran Kajian Maudhu‟i, Skripsi ( Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2010) hlm 27
14 Djamaluddin Dimjati, Menyingkap Kebenaran al-Qur‟an, (Solo: Tiga Serangkai, 2008), hal. 123.
15 Muhammad Fuad Abd al-Baqi, Mu‟ja>m al-Mufahr>as lii Al-Fadz al-Qur‟a>n al- Kari>m, (Kairo: Dar al-Hadis, tt), hal. 719.
yakni isim dhamir yang menunjuk subjek mu‟annats dan mufrad. Hal tersebut menunjukan kesamaaan dengan kehidupan manusia bahwa segolongan makhluk diperintah oleh pemimpin, seperti camat, bupati, gubernur, presiden, dan seterusnya. Artinya, semut betina tersebut adalah pemimpin para semut, dan karena berjenis kelamin betina maka disebut dengan ratu. Sehingga terjemahan yang paling benar adalah Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah ratu semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”16
Sehingga bisa dikatakan bahwa semut hidup dalam komunitas yang maju. Mereka tidak mempersoalkan posisi dan pekerjaan yang harus mereka jalani. Keberlanjutan koloni adalah hal yang paling penting bagi mereka. Jelas tidak ada istilah atasan-bawahan dalam sistem yang dianut oleh kelompok semut.17
Semut makhluk pekerja keras. Semut pemotong daun mengangkut daun sebagai media bagi perkebunan jamur. Semut juga sudah mengenal cara beternak, misalnya beternak kutu daun penghasil cairan gula, dan ulat kupu tertentu yang sangat mereka sukai. Sebagai ganti dari layanan yang diberikan oleh kutu daun dan ulat kupu itu, semut memberi mereka perlindungan dari pemangsa dan parasit18
Semut juga dikatakan serangga yang perilakunya paling mendekati perilaku manusia. Hal tersebut dikarenakan apabila terjadi perkelahian antar semut, hingga menimbulkan korban mati atau terluka. Maka semut yang menang akan menawan dan menjadikan budak semut-semut yang kalah. Kemudian, menguburkan kawan-kawan yang mati dipemakaman
16 Agus Purwanto, Epistemologi Ratu Semut, dalam Al-„Alim al-Qur‟an dan Terjemahannya Edisi Ilmu Pengetahuan, (Bandung: Al-Mizan Publishing House, 2011), hal.
Xxxv-xxxvi.
17 Kementrian Agama RI, Semut, dalam Tafsir Ilmi Hewan dalam Perspektif al-Qur‟an &
Sains, (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur‟an, 2012), hal. 256
18 Kementrian Agama RI, Semut, dalam Tafsir Ilmi Hewan dalam Perspektif al-Qur‟an &
Sains, (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur‟an, 2012), hal. 256.
khusus, serta membersihkan tanah kekuasaan mereka dari bangkai semut musuh. 19 Semut adalah serangga yang hidup berkelompok, sehingga memiliki struktur sosial dan pembagian kerja yang efisien. Hidup mereka terstrukur. Hendaknya kita sebagai manusia bisa meneladani kisah Semut sebagai salah satu jenis hewan yang diceritakan dalam al-Quran. 20
3. Hak Hidup Tumbuhan dalam al-Quran
Ayat-ayat tentang tumbuhan tidak hanya disebut dalam konteks menjelaskan berbagai nikmat Allah harus disyukuri, tetapi dikaitkan dengan persoalan kekuasaan-Nya untuk membangkitkan manusia kembali setelah mati, atau menghidupkan sesuatu dari yang mati dan sebaliknya.
Melalui ragam ayat mengenai tumbuhan, al-Quran mengajak nalar dan hati untuk mengakui keesaan dan kekuasaan Allah. Proses terjadinya tumbuh- tumbuhan yang ada di sekitar dan selalu disaksikan sangatlah menakjubkan jika diperhatikan dengan seksama, mulai proses awal sampai akhirnya menghasilkan buah-buahan dengan aneka rasa. Seperti dalam (QS al-An‟am {6}:99).
Ayat tersebut menunjukkan peristiwa terjadinya tumbuhan dan pohon dari dalam tanah yang sebelumnya tiada, dari tiada menjadi ada, dan pada saatnya nanti kembali tiada, dijadikan perumpamaan untuk menggambarkan proses kebangkitan manusia kembali setelah meninggal untuk menghadap Tuhannya dan dimintakan pertanggungjawaban atas segala perbuatannya.21 Al-Qur‟an juga menggunakan tumbuh-tumbuhan sebagai sarana dakwah, yaitu dengan memberi rangsangan berupa janji bahwa bila mereka beriman dengan risalah kenabian yang dibawa oleh Rasulullah dan nabi lainnya maka akan memperoleh kehidupan bahagia,
19 Nadiah Thayyarah, Masyarakat Semut, Op.Cit, hal. 596.
20 Kementrian Agama RI, Semut, dalam Tafsir Ilmi Penciptaan Manusia dalam Perspektif al-Qur‟an & Sains, (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur‟an, 2010), hal. 204.
21 Kementerian Agama RI, Pelestarian Lingkungan Hidup (Tafsir al-Quran Tematik Edisi yang Disempurnakan), (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Quran, 2012), hlm. 124-125.
bukan hanya diakhirat tetapi di dunia juga. Seperti dalam (QS. Nuh [71]:
10-12)22
Tumbuhan merupakan makanan bagi hewan herbivora, sedangkan hewan herbivora merupakan makanan hewan karnivora dan manusia.
Kalau sampai keseimbangan tumbuhan musnah dan berkurang maka keseimbangan ekosistem sangat terganggu. Selain sebagai sumber makanan, tumbuhan juga penghasil oksigen (O2), yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup untuk bernafas. Selain itu, tumbuhan juga sebagai penyerap air, sehingga saat musim hujan tidak terjadi banjir dan musim kemarau tidak kekeringan.23
Tumbuhan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memproduksi Klorofil. Klorofil adalah material hijau yang mampu mengubah energi matahari, karbon dioksida, dan air menjadi makanan bagi manusia dan hewan. Dedaunan yang ada disebatang pohon mampu memproduksi satu kilogram bahan makanan dalam satu jam. Produksi makanan itu berubah pada malam hari menjadi produksi gula untuk dikonsumsi oleh tumbuhan itu sendiri atau disimpan menjadi makanan cadangan.24
Tumbuhan juga sama seperti manusia bernafas atau menghisap oksigen dalam-dalam namun pada tumbuhan disebut proses fotosintesis.
Seperti dalam QS. At-Takwir [81]: 17-18.
Kata pada ayat tersebut idza tanaffas dikaitkan dengan waktu subuh yakni pada saat fajar menyingsing. Ini adalah metafora atas proses dalam tumbuhan yang disamakan dengan kondisi ketika seseorang bernafas atau menghisap oksigen dalam-dalam.25 Tumbuhan ternyata mempunyai berbagai jenisn as-Syu‟ara ayat :7 Allah menegaskan dalam banyak ayat bahwa Dialah yang sesungguhnya menghidupkan bumi,
22 Kementerian Agama RI, Pelestarian Lingkungan Hidup (Tafsir al-Quran Tematik Edisi yang Disempurnakan), hlm. 127
23 Mohammad Da‟i Robbi, Pendidikan Pelestarian Lingkungan Hidup ( Keseimbangan ekosistem Perspektif Hadis), hlm 17
24 Nadiah Thayyarah, Buku Pintar Sains dalam al-Qur‟an, (Jakarta: Zaman, 2013), hlm.
668.
25 Kementrian Agama RI, Tumbuhan dalam Perspektif al-Qur‟an dan Sains, (Jakarta:
Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur‟an, 2011), hlm. 25-28
mengeluarkan biji-bijian, menumbuhkan tanaman, mengalirkan air sungai, dan menurunkan hujan. Kita tidak boleh merusak dan memusnahkannya.
Penebangan pohon yang dilakukan haruslah diikuti dengan melakukan penanaman kembali (reboisasi) terhadap pohon-pohon yang ditebang tersebut. 26
B. Hak Hidup Manusia, Hewan dan Tumbuhan dalam Hadis 1. Hak Hidup Manusia dalam Hadis
Hak hidup merupakan hak yang paling asasi bagi setiap individu.
Setiap makhluk mempunyai hak yang sama tanpa adanya diskriminasi antara satu dengan yang lain. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amru yaitu “Berkasih sayanglah kepada siapapun yang ada dibumi, niscaya yang ada dilangit akan mengasihi kalian” ( HR Tirmidzi).27
Lawan dari sayang berarti berbuat kejam seperti kasus kekerasan, pembunuhan dan pemindahan secara paksa terhadap warga etnis Rohingnya. Oleh pemerintah negara Myanmar, itu adalah perbuatan yang tidak manusiawi, pemerintah Myanmar telah melakukaan pelanggaran seperti : a) hak untuk bebas bergerak dan berpindah tempat, b) hak untuk bebas dari penyiksaam dan kekerasan, c) hak atas pendidikan, d) hak atas berusaha dan berdagang, e) hak untuk bebas berkeyakinan dan beribadah.28
Pemerintah Myanmar sudah berbuat dzalim terhadap warga etnis Rohingnya. Padahal dalam hadis Rasulullah Saw memerintahkan agar umat islam membantu saudaranya baik saudara seagama maupun
26 Efendi, Perlindungan Sumber Daya Alam dalam Islam, Jurnal Ilmu Hukum, No 55, 2011, hlm14
27 بَهَهَصَو ًٍََْف ًٍَِْحَّرنا ٍِْي ٌخَُْجُش ُىِحَّرنا ِءبًََّسنا ًِف ٍَْي ْىُكًَْحْرٌَ ِضْرَ ْلْا ًِف ٍَْي اىًَُحْرا ًٍَُْحَّرنا ْىُهًَُحْرٌَ ٌَىًُِحاَّرنا َُّاللَّ ُهَعَطَق بَهَعَطَق ٍَْيَو ُ َّاللَّ ُهَهَصَو,
Digital, lidwa hadist. Sunan at-Tirmidzi, kitab: Berbakti dan Menyambung Silaturrahim, bab” kasih Sayang Sesama Manusia.
28 Bayu Azhari Ramadhani, Peran OHCHR Dalam Menangani Kasus HAM Yang Terjadi Pada Etnis Rohingya Di Myanmar Tahun 2012. Skripsi (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2014).
senegara: “ Barang siapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.”( HR Bukhari).29
Tentunya kita harus ikhlas dalam membantu, karena itu salah satu kunci diterimanya amalan, dan hanya amalan yang diterima Allah Swt yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.30 Misalnya banyak orang yang berlomba menjadi makhluk yang berguna menjadi relawan kemanusiaan. Mereka menolong warga sipil yang berada di tengah daerah konflik berasaskan kemanusiaan, tidak jarang mereka harus bertaruh dengan jiwa raganya. ada yang terbunuh, luka-luka, ditangkap dan disandera saat menjalankan misi kemanusiaan dan rasa kepedulian terhadap sesama.31
2. Hak Hidup Hewan dalam Hadis
Ada banyak hadis yang memuat perihal hewan dan kehidupannya yang sangat membantu Rasulullah dalam menetapkan hukum, unta salah satunya. Hewan ini menjadi rujukan sholat bagi orang yang dalam perjalanan, menghadap kiblatnya sesuai unta itu berlaju. Dalam Hadis yang diriwayatkan dari “Abdullah bin „Amir bin Rabi‟ah dari bapaknya yaitu:
َع ٍَْع ِّيِرْهُّسنا ٍَْع ٌرًَْعَي بََُثَّدَح َلبَق ىَهْعَ ْلْا ُدْجَع بََُثَّدَح َلبَق ِ َّاللَّ ِدْجَع ٍُْث ًُِّهَع بََُثَّدَح ٍِْث ِرِيبَع ٍِْث ِ َّاللَّ ِدْج
ٍَْع َخَعٍِثَر هِث ْذَهَّجَىَر ُثٍَْح ِهِزَهِحاَر ىَهَع ًِّهَصٌُ َىَّهَسَو ِهٍَْهَع ُ َّاللَّ ىَّهَص ًَِّجَُّنا ُذٌَْأَر َلبَق ِهٍِثَأ
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Abdullah'laa berkata, telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhriy dari 'Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah dari bapaknya berkata; "Aku melihat Nabi shallallahu
`29 Digital, lidwa Hadis, Shahih Bukhari, Kitab:Keterpaksaan, Bab: Seseorang Bersumpah 'Ini Saudaraku' Padahal Bohong, karena Takut Pembunuhan.
30 Muslimah .or. id
31 Aviantina Susanti, Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Berat Terhadap Etnis Rohingnya di Myammar Berdasarkan Hukum Internasional, (Malang: Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya, 2014).
'alaihi wasallam shalat di atas hewan tunggangannya ke arah mana saja hewan tunggangannya berjalan".32
Hewan yang dipakai dalam hadis tentang kepedulian sosial misalnya hadis yang memberitakan bahwa pelacur masuk syurga karena ia memberi minum anjing yang sedang kehausan. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah yaitu:
بََُثَّدَح َخَجٍَْش ًِثَأ ٍُْث ِرْكَث ىُثَأ بََُثَّدَح ًِِّجَُّنا ٍَْع َحَرٌَْرُه ًِثَأ ٍَْع ٍدًََّحُي ٍَْع ٍوبَشِه ٍَْع ُرًَْحَ ْلْا ٍدِنبَخ ىُثَأ
ِن َعَنْدَأ ْدَق ٍرْئِجِث ُفٍِطٌُ ٍّربَح ٍوْىٌَ ًِف بًجْهَك ْدَأَر بًٍِّغَث ًحَأَرْيا ٌََّأ َىَّهَسَو ِهٍَْهَع ُ َّاللَّ ىَّهَص ِشَطَعْنا ٍِْي ُهََبَس
ُهَن ْذَعَسََُف بَهَن َرِفُغَف بَهِقىًُِث
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al Ahmar dari Hisyam dari Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa di suatu hari yang sangat panas seorang wanita pelacur melihat seekor anjing, anjing tersebut mengelilingi sebuah sumur sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan, maka kemudian wanita tersebut mencopot sepatunya dan memberi minum anjing tersebut. Allah pun kemudian mengampuni dosa-dosa pelacur itu.33
Nabi Saw pun mengajarkan kepada umatnya, binatang anjing bisa digunakan untuk menangkap buruan dan ini menjadi inspirasi kepolisian.
Mereka menangkap penjahat atau mengidentfikasi korban yang terkubur bangunan karena gempa atau terkubur runtuhsn bukit karena longsor.
Hewan yang dilatih dan pintar ternyata sangat membantu manusia dalam melaksanakan tugas mulia. Hewan berhak untuk disayangi. Hal ini dicontohkan Rasulullah dan para sahabatnya ketika ada seekor anjing kencing di masjid, Nabi Saw diminta sahabat untuk berbuat sesuatu, lalu beliau berkata, “Siram saja, bekas air kencingnya”.Rasulullah Saw bersabda :
32 Digital, lidwa hadis, Shahih Bukhari, Kitab Jum‟at, Bab Shalat Sunnah di atas Kendaraan dan Menghadap Mengikuti Arah Kendaraan.
33 Digital, lidwa hadis, Shahih Muslim, Kitab Salam, Bab Keutamaan Memberi Minum Hewan Yang Diharamkan.
ِثَأ ٍَْع ِ َّاللَّ ِدْجَع ٍُْث ُحَسًَْح ًَُِثَّدَح َلبَق ٍةبَهِش ٍِْثا ٍَْع َسَُىٌُ ٍَْع ًِثَأ بََُثَّدَح ٍتٍِجَش ٍُْث ُدًَْحَأ ِهٍ
َّهَسَو ِهٍَْهَع ُ َّاللَّ ىَّهَص ِ َّاللَّ ِلىُسَر ٌِبَيَز ًِف ِدِجْسًَْنا ًِف ُرِثْدُرَو ُمِجْقُرَو ُلىُجَر ُة َلَِكْنا ْذََبَك َلبَق اىَُىُكٌَ ْىَهَف َى
َكِنَذ ٍِْي بًئٍَْش ٌَىُّشُرٌَ
Ahmad bin Syabib berkata, telah menceritakan kepada kami Bapakku dari Yunus dari Ibnu Syihab berkata, telah menceritakan kepadaku Hamzah bin 'Abdullah dari Bapaknya, bahwa pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ada beberapa anjing yang kencing dan membuang kotoran di dalam masjid, namun para sahabat tidak menyiramnya dengan sesuatu.34
Rasulullah memberi contoh kepada umatnya untuk menyayangi binatang karena hewan juga bisa bermanfaat buat manusia. Hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini memiliki hak untuk hidup, salah satunya adalah hak untuk mempertahankan hidup. Kita sebagai umat Nabi Saw diharapkan bisa meneladani apa yang dicontohkan Nabi Muhammad Saw. 35
3. Hak Hidup Tumbuhan dalam Hadis
Jenis tumbuhan yang sering diceritakan dalam hadis di antaranya:
anggur, kurma dan al-Sana (tanaman obat). Pohon kurma menurut Philip K. Hitti termasuk jenis tumbuhan yang menjadi primadona pertanian di Semenanjung Arab.36
Selain tumbuh-tumbuhan tersebut, ada juga Jintan hitam (Nigella sativa L.) , yang mempunyai fungsi Teraupetik dan mengandung lebih dari 100 unsur yang mendukung sistem kekebalan tubuh manusia. Untuk tetap bertahan hidup tanaman ini membutuhkan suhu udara 9 – 45 C, kelembaban sedang, sekitar 70 – 90 % dan penyinaran matahari penuh.
Secara umum tanaman ini memiliki daya adaptasi terhadap lingkungan
34 Digital, lidwa hadis, Shahih Bukhari, Kitab Wudhu, Bab Berwudlu' dengan Air yang digunakan untuk membasuh rambut.
35 Abdul Mustaqim, Ilmu Ma‟anil Hadis Paradigma Interkoneksi Berbagai Metode dan Pendekatam dalam Memahami Hadis, (Yogyakarta: Idea Press, 2916) hlm 174
36 Philip, History of The Arabs , Terjemahan Cecep Lukman dan Dede Slamet, ( Jakarta:
Serambi Ilmu Semesta, 2010) hlm 23
Bagian tanaman yang biasa dimanfaatkan orang adalah bijinya, bijinya yang kecil dan pendek (panjangnya hanya 1-3 mm), berwarna hitam dan berbentuk trigonal tidak beraturan.37 Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Rasulullah Saw bersabda:
بََُثَّدَح ىٍَ ْحٌَ
ٍُْث ٍرٍَْكُث بََُثَّدَح ُثٍَّْهنا ٍَْع ٍمٍَْقُع ٍَْع ٍِْثا ٍةبَهِش َلبَق
ًََِرَج ْخَأ ىُثَأ َخًََهَس ُدٍِعَسَو
ٍُْث ِتٍََّسًُْنا ٌََّأ بَثَأ َحَرٌَْرُه بًَُهَرَجْخَأ ُهَََّأ
َعًَِس َلىُسَر َِّاللَّ
ىَّهَص َُّاللَّ
ِهٍَْهَع َىَّهَسَو ُلىُقٌَ
ًِف ِخَّجَحْنا ِءاَد ْىَّسنا
ٌءبَفِش ٍِْي ِّمُك ٍءاَد َّلِّإ َوبَّسنا َلبَق ٍُْثا ٍةبَهِش ُوبَّسناَو ُد ْىًَْنا ُخَّجَحْناَو ُءاَدْىَّسنا ُسٍَِىُّشنا
. Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah dan Sa'id bin Musayyib bahwa Abu Hurairah telah mengabarkan kepada keduanya, bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Dalam habbatus sauda' (jintan hitam) terdapat obat dari segala penyakit kecuali kematian." Ibnu Syihab berkata; "Maksud dari kematian adalah maut sedangkan habbatus sauda' adalah pohon syuniz".( HR Bukhari)38
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahu dalam kitab tibbun nabawi menjelaskan bahwa : “Habbatus sauda memiliki banyak manfaat.
Ia mengatakan begitu berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam yang sudah dipaparkan.39
Tumbuhan ini tidak hanya dikonsumsi masyarakat Arab tetapi digunakan pula oramg Indonesia. Bahkan masyarakat Indonesia mengkonsumsi tidak kurang dari 100 spesies tumbuhan biji-bijian dan ubi- ubian sebagai sumber karbohidrat, tidak lebih dari 100 spesies kacang- kacangan (kacang mete, kacang tanah, kacang merah dsb), 450 buah-
37Endah Aryati Eko Ningtyas, Aktivasi Pemakaian Jinten Hitam (Nigella Sativa) Terhadap Respons Imun Pada Gigi Yang Mengalami Inflamasi (Peradangan) Jurnal : Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang.
38 Digital, lidwa Hadis, Shahih Bukhari, Kitab: Pengobatan, Bab: Habbah Sauda‟.
39 Ibnul Qayyim Al Jauzi, Tibbun Nabawi, Koiro : Maktabah Ats-Tsaqafiy, Tahqiq Dr.
Hamid Muhammad Ath-Thahir, Hml 287.
buahan (Jeruk, anggur, apel, mangga dsb), serta 250 sayur-sayuran (kol, sawi, kangkung,bayam dsb) dan jamur digunakan dalam menu makanan.40
Penjelasan di atas menunjukan bahwa tidak hanya manusia yang mempunyai hak untuk hidup, tumbuhan pun mempunyai hak untuk hidup.
Tumbuhan bisa bermanfaat bagi manusia dan hewan. Oleh karena itu, kita sebagai manusia, sepatutnya mensyukuri nikmat dengan cara merawatnya, sehingga nikmat-nikmat tersebut juga bisa dirasakan oleh generasi berikutnya. Allah menciptakan sesuatu dalam keadaan seimbang.41
C. Hak Hidup Manusia, Hewan dan Tumbuhan dalam Fikih 1. Hak Hidup Manusia dalam Fikih.
Setiap makhluk hidup memerlukan interaksi dan komunikasi satu sama lain, khususnya bagi umat manusia. Hal ini sangat diperlukan karena manusia adalah makhluk sosial yang tak pernah lepas dari bantuan orang lain. Sudah menjadi kodrat alam, bahwa dua orang manusia yang berjenis kelamin berlainan, ada daya saling menarik untuk hidup bersama (menikah).42 Maka dari itu, untuk melindungan kepentingan dan kehendak masing-masing individu perlu ada aturan (muamalah) sehingga tidak merugikan dan melanggar hak orang lain. 43
Ajaran Islam memuat ketentuan, sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, manusia memiliki hak-hak yang mutlak dipenuhi di antaranya: 1) hak untuk hidup (hifdz an nafs), 2) hak untuk beragama dan berkeyakinan (hifdz ad-din), 3) hak untuk berfikir (hifdz al-„aqli), 4) hak milik individu (hifdz al-mal), 5) hak untuk mempertahankan nama baik
40 Ani Widiyati, Dampak Pembangunan Waduk Terhadap Kelestarian Biodiversity, Media Akuakultur, Vol 2, No 2,2007, hlm 2
41 Mohammad Da‟i Robbi, Pendidikan Pelestarian Lingkungan Hidup ( Keseimbangan ekosistem Perspektif Hadis), hlm 2
42 .Setyaning Novita Asri, Dispensasi Pengadilan Agama Dalam Perkawinan di Bawah Umur Studi Kasus Di Pengadilan Agama Karanganyar (Surakarta: Universita Muhammadiyah, 2016) hlm 2
43 Zullfa, Konsep Hak, Distribusi, Dan Al-Maslahah Menurut Hukum Islam Serta Peraturan-Peraturan Tentang Mekamisme Distribusi Raskin ( Semarang: UIN Walisongo, 2014) hlm 19
(hifdz al-irdh), 6) hak untuk memiliki dan melindungi keturunan (hifdz al- nasl). Di antara hak yang harus dipenuhi manusia salah satunya adalah hak untuk melanjutkan keturunannya.44
Manusia memiliki hak asasi untuk melanjutkan keturunannya yaitu melalui pernikahan, (hifz al-nasl) dalam ikatan yang sah secara agama. hasilnya adalah kehadiran makhluk baru ke dunia ini. Sungguh, ini merupakan salah satu keajaiban yang nyata, dalam penciptaan manusia.45
Sebuah perkawinan diharapkan memiliki kematangan fisik dan mental untuk memasuki gerbang rumah tangga. Karena banyak dari manusia yang menikah usia muda mereka belum siap mental dan fisik sehingga sering menimbulkan masalah dan tidak sedikit yang berantakan di tengah jalan. 46 Dalam Undang-Undang Nomer 1 tahun 1974 terkandung beberapa prinsip untuk menjamin cita-cita luhur perkawinan yaitu asas sukarela, partisipasi keluarga, poligami dibuat secara ketat, kematangan fisik dan mental calon mempelai (calon suami dan istri). 47
Banyak dari perkawinan di bawah umur yang melakukan aborsi dikarenakan malu, menyesal dan tidak menginginkan kehadiran seorang anak. sehingga mereka dibunuh. Hakikatnya seorang anak yang baru dilahirkan memiliki hak hidup untuk dihormati dan dilindungi. Namun umumnya pelaku belum dihukum sebagai pelanggar Hak Asasi Manusia karena belum ada aturan yang mengatur secara khusus hal tersebut. Untuk itu perlu adanya aturan yang tegas terhadap para pelaku pelanggaran HAM anak supaya ada efek jera.48.
44 Ahmad Al-Mursi Husain Jauhar, Maqashid Syar‟ah, (Jakarta:Amzah, 2009) hlm. XV
45 Harun Yahya, Keajaiban Penciptaan Manusia, (Jakarta: Global Cipta Publishing, 2003) hlm 7
46 Ahmad Zuhdi Muhdlor, Memahami Hukum Perkawinan, ( Bandung: al-bayan, 1995) hlm 18
47 Soeharto Presiden Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Jakarta, 1974, hlm 1
48 Novry Oroh, Perlindungan Hak Hidup Terhadap Anak Yang Baru Dilahirkan, Vol 1 No 5, 2013
2. Hak Hidup Hewan dalam Fikih
Ajaran Islam menentukan tentang hewan, ada yang boleh dimakan seperti: ikan, kambing, unta, sapi, kerbau. Ada juga yang haram dimakan misalnya babi. Hewan yang halal dikonsumsi pun diberi hak hidup. Hal ini nampak jelas dalam persyaratan hewan kurban yang akan disembelih.
Dikenakan batas usia minimalnya. Usia kambing paling muda satu tahun lebih. Unta minimal berusia empat tahun lebih dan sapi harus dua tahun lebih.49
Islam adalah agama yang luhur mengajarkan manusia untuk berbuat baik kepada binatang. Ia juga memiliki hak hidup untuk dihormati sehingga tidak boleh berbuat dzalim dan semena-mena terhadapnya.
Misalnya pada saat hendak disembelih hendaklah kita mempertajam alat potong, karena jika tumpul maka sulit untuk mengiris bagian leher dan uratnya. Sehingga menyebabkan tempo pemotongan menjadi lama dan lama juga rasa sakit yang dialami binatang. Hal ini sama dengan kita menyiksa hewan yang akan dipotong.50
Rasulullah Saw bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim “ Dari Syadad bin Aus dia berkata. Dua Perkara yang selalu saya ingat dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “ Sesungguhnya Allah telah mewajibkan supaya selalu berbuat baik terhadap setiap sesuatu, jika kamu membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik, jika kamu menyembelih maka sembelilah dengan cara yang baik, tajamkan pisaumu dan senangkanlah hewan sembelihanmu.51
49 Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Ensiklopedi Muslim (t. tempat: Darul Falah, t th) hlm 468
50 Suanto Fatahuddin, Larangan Menyiksa Binatang, Jurnal Tahdis Vol 8 No 1, 2017 hlm 62
51 Digital, lidwa hadis, Shahih Muslim, Kitab : Buruan,sembelihan, dan hewan-hewan yang dimakan, Bab: Perintah untuk berlaku baik saat menyembelih, No hadis 3615
3. Hak Hidup Tumbuhan dalam Fikih
Air menjadi salah satu komponen kebutuhan manusia yang sangat penting. Tumbuhan dalam kaca mata fikih menjadi keniscayaan untuk dipelihara, pohon-pohon besar menyimpan air. Air yang bersih dan suci dapat digunakan untuk wudhu, mandi hadas besar, istinja/cebok, memasak dan minum. Tangan jahil manusia yang mengeksplorasi alam dengan cara yang salah, pohon-pohon besar banyak ditebangi sehingga terjadi banjir bandang dan longsor menyebabkan keberadaan air yang bersih dan suci dewasa ini semakin sulit dicari.52
D. Hak Hidup Manusia, Hewan dan Tumbuhan dalam Ilmu Lingkungan Hidup
1. Hak Hidup Manusia dalam Ilmu Lingkungan
Manusia merupakan makhluk hidup bermasyarakat membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini dikarenakan kebutuhan manusia yang beraneka ragam sehingga manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Setiap manusia memiliki kebutuhan hidup yang berbeda-beda. namun tanpa disadari kecintaan dan ketergantungan mereka terhadap lingkungan itula h yang memposisikan mereka agar berbeda antara satu dengan yang lain.53
Kebutuhan manusia sangat beraneka ragam dan tidak terbatas, salah-satunya adalah kebutuhan pangan (makanan dan minuman).
Kebutuhan pangan merupakan salah satu kebutuhan primer manusia, yang tidak bisa diitangguhkan. Artinya kita manusia membutuhkannya.
Misalnya sandang (pakaian), pangan dan papan (tempat tinggal) sehingga jika tidak terpenuhi akan mengganggu jalanya aktivitas individu tersebut.
Allah menciptakan keanekaragaman hayati tumbuhan, binatang dan
52 Wahyu Wibisana, Hukum Menggunakan Air Limbah Daur Ulang Untuk Bersuci, Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta‟lim, Vol 12 No 1, 2014, hlm 69
53 Wahyu Rahardjo, Hubungan Manusia dengan Lingkungan Sebuah Refleksi Singkat, Jurnal Peneltian Psikologi, Vol 11, No 2, 2006, hlm 158
mikroorganisme di bumi untuk berbagi dengan manusia. Tanpa adanya keanekaragaman tersebut kehidupan tidak pernah ada.54
Sekalipun alam diciptakan untuk manusia, bukan berarti manusia dapat berbuat semena-mena. Tetapi begitulah kenyataanya banyak manusia melakukan kerusakan terhadap alam. Padahal manusia memiliki ketergantungan tinggi terhadap alam, yang secara otomatis manusia harus merawat alam dengan baik.55
Melestarikan lingkungan sama halnya dengan menjamin kelangsungan hidup manusia dan segala yang ada di alam dan sekitar-nya.
Sebaliknya, merusak lingkungan hidup, apapun bentuknya, merupakan ancaman serius bagi kelangsungan hidup alam dan segala isinya, tidak terkecuali manusia.56
Segala aktifitas terkait kebutuhan manusia dapat dianggap sebagai sebuah “persaingan” dengan makhluk hidup lain. Sekitar 12% species burung, species mamalia, berada dalam kondisi terancam punah. Keadaan ini tentu mengancam kehidupan manusia mendatang. Karena kebutuhan manusia disediakan oleh alam. Degan kata lain, manusia tergantung pada alam. Jika salah satu elemen pada mata rantai tidak seimbang maka akan menyebabkan gangguan pada yang lain pada sistem tersebut.57
Pada masa mendatang, keanekaragaman hayati akan memegang peranan lebih penting lagi dalam pembangunan nasional karena kebutuhan dunia terhadap bahan-bahan baru untuk obat, proses industri, varietis baru
54 Muhammad Ali Fuadi, Ayat-Ayat Pertanian dalam al-Quran (Studi Ananlisis Terhadap Penafsiran Thanthowi Jauhari dalam Kitab al-Jawahir fi Tafsir al-Quran al-Karim), Fakultas Ilmu Ushuluddin dan Humaniora. (Semarang:UIN WaliSongo, 2016) hlm 27
55 Muhammad Ali Fuadi, Ayat-Ayat Pertanian Dalam Al-Quran (Studi Analisis Terhadap Penafsiran Thanthawi Jauhari dalam Kitab Al-Jawāhir fī Tafsīr Al-Qur‟an Al-Karīm), Skripsi, (Semarang: Fakultas Ushuludin dan Humaniora, UIN Walisongo, 2016) hlm 3
56 Busriyanti, Islam Dan Lingkungan Hidup Studi Terhadap Fiqh Al-Bi‟ah Sebagai Solusi Pelestarian Ekosistem Dalam Perspektif Maqashid Al-Syari‟ah, Jurnal FENOMENA, Vol.
15 No. 2 Oktober 2016 hlm 278
57Nahniek Kohdrata, Konservasi Keanekaragaman Hayati dengan Kearifan Lokal,(Tropical Plant Curiculum Project, Universitas Udayana, 2011) hlm 2
tanaman, ternak dan sebagainya. Semua prospek ini tidak akan dapat diraih Indonesia jika erosi keanekaragaman hayati di Indonesia, baik dari segi ekosistem, spesies maupun genetik, masih cukup mengkhawatirkan seperti sekarang ini.58
Inilah salah satu bagian dari peran manusia sebagai wakil Allah di bumi. Wakil Allah, memiliki tiga relasi yang saling berkaitan dalam rangka tauhid yaitu relasi dengan Allah, relasi dengan sesama manusia dan relasi dengan alam semesta (lingkungan), ketiganya tidak dapat dipisah- pisahkan.59
2. Hak Hidup Hewan dalam Ilmu Lingkungan
Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman hayati.
Di perkirakan sebanyak 300.000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa dunia terdapat di Indonesia, walaupun luas Indonesia hanya 1,3% dari luas daratan dunia. Tetapi Indonesia merupakan nomor satu dalam kekayaan mamalia (515) jenis dan menjadi habitat lebih dari 1539 jenis burung. Sebanyak 45% ikan di dunia, hidup di Indonesia. Burung 384 jenis, ampibi 173 jenis dan mamalia endemik 259 jenis. Semuanya hidup di Indonesia.60
Indonesia dikenal juga sebagai negara yang memiliki daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. Menurut IUCN (Internatioanl Union for the Conservation of Nature and Natural Resources).61 ada 184 jenis mamalia 119 jenis burung, 32 jenis reptil, 32 jenis ampibi. jumlah total spesies satwa yang terncam punah dengan
58 Saifullah, Hukum Lingkungan Paradigma Kebijakan Kriminal di Bidang Konservasi Keanekaragaman Hayati, ( Malang:UiN Malang Press, 2007) hlm 52
59 Ubaidillah Achmad, Islam Geger Kendeng dalam Konflik Ekologis dan Rekonsiliasi Akar Rumput, (Jakarta: Prenamedia, 2016) hlm 23
60 Restu Della Ayu Putri, Tanggung Jawab Negara Terhadap Perlindungan Satwa Liar Akibat Kebakaran Hutan Dan Lahan Menurut Convention On Biological Diversity (Cbd) Dan Hukum Lingkungan Indonesia,( Padang: UIN Andalas, 2017) hlm 2
61 Uni Internasional untuk Konservasi Alam disingkat IUCN merupakan nama resmi sebuah organisasi internatioanal yang didekasikan untuk konservasi ssumber daya alam.
kategori kritis ada 69 species, kategori endangered (terancam punah) 197 spesies dan kategori rentan 539 jenis.62
Satwa-satwa tersebut benar-benar akan punah dari alam jika tidak ada tindakan untuk menyelamatkannya. Uni Internasional untuk Konservasi Alam disingkat IUCN merupakan nama resmi sebuah organisasi internatioanal yang didekasikan untuk konservasi ssumber daya alam.63
Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menimbang bahwa:
Dewasa ini banyak satwa seperti harimau, reptil, gajah, badak dan orangutan yang terancam punah akibat kesalahan perbuatan manusia.
Manusia diciptakan oleh Allah Swt sebagai khalifah fil ardi mengemban amanah dan bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi seisinya dan seluruh makhluk hidup. Hewan- hewan tersebut diciptakan Allah Swt dalam rangka menjaga keseimbangan ekoosistem dan ditundukkan untuk kepentingan kemaslahatan manusia (maslahah „ammah) secara berkelanjutan dan wajib menjaga ekosistem agar tidak menimbulkan kerusakan (mafsadat). Dalam kajian fikih lingkungan disebutkan ad- dhoraru yazhalu (kemudaratan itu harus dihilangkan).64
Untuk melindungi agar tidak terjadi kepunahan, maka ada sebuah rezim untuk mengatur perdagangan satwa atau lebih dikenal dengan Convention on International Trade in Endangreed Species of Wild Fauna dan Flora (CITES) ini merupakan isu yang terkait dengan hubungan konservasi keanekaragaman hayati dengan pembangunan berkelanjutan, dirasa perlu untuk menyelamatkan hewan liar agar tidak punah.
62 Restu Della Ayu Putri, Tanggung Jawab Negara Terhadap Perlindungan Satwa Liar Akibat Kebakaran Hutan Dan Lahan Menurut Convention On Biological Diversity (Cbd) Dan Hukum Lingkungan Indonesia, hlm 2
63 Restu Della Ayu Putri, Tanggung Jawab Negara Terhadap Perlindungan Satwa Liar Akibat Kebakaran Hutan Dan Lahan Menurut Convention On Biological Diversity (Cbd) Dan
Hukum Lingkungan Indonesia. hlm 2
64 Hasanudin, Pelestarian Satwa Langka Untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem (Jakarta: MUI, 2014) hlm 7
Tujuannya tidak lain untuk melindungi spesies tertentu dari ekploitasi yang berlebihan. Namun faktanya, keadaan ini menjadi sulit, mengingat masing-masing negara memiliki kep entingan-kepentingan tertentu atas satwa yang ada di negaranya. Bagi negara yang menganggap masalah kepunahan adalah masalah krusial, tentunya negara tersebut berkontribusi dan menunjukan i‟tikad yang baik terhadap CITES. Namun jika negara tersebut tidak menganggap itu penting, maka akan bersikap tidak peduli dan cenderung tetap melakukan eksploitasi tanpa harus memikirkan hak hidup mereka yang mengakibatkan kepunahan satwa itu sendiri.65
Keanekaragaman hayati mempunyai arti penting yang tidak hanya bagi kehidupan manusia namun juga bagi kelangsungan seluruh sistem kehidupan yang menyediakan tempat bagi berlangsungnya rantai makanan serta ruang bagi spesies untuk bertahan hidup dan mengembangkan kehidupannya.66
3. Hak Hidup Tumbuhan dalam Ilmu Lingkungan
Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah tropis, oleh sebab itu Negara memiliki struktur tanah yang prima. Tanah di Indonesia mampu menumbuhkan ribuan hingga jutaan jenis tanaman dan menjadikan Indonesia memiliki sumber daya hayati tertinggi kedua setelah Brazil.
Ditunjukkan dengan adanya 10% dari tanaman berbunga, 12% dari mamalia, 16% darihewan reptil, 17% dari hewan burung, 18% dari terumbu karang, dan 25% dari hewan laut. Dengan keberadaan kekayaan sumber hayati yang cukup tinggi, maka Indonesia memiliki tanggug jawab besar untuk melindunginya dan seharusnya menjadikan Indonesia sebagai posisi tertinggi dalam pengelolaan pemanfaatan satwa dan tumbuhan demi kepentingan perekonomian seluruh rakyat Indonesia. Namun kenyataanya
65 Cifebrima Suyastri, Politik Lingkungsn: Penanganan Perdaganagn Satwa dengan Indentifikasi Pasal-Pasal Perundangan CITES . Jurnal Politik, Vol 11. No 1, 2015, hlm 2
66 Wahyu Rahardjo, Hubungan Manusia dengan Lingkungan Sebuah Refleksi Singkat, Jurnal Penelitian Psikologi, Vol 2, No 11, 2006, hlm 157
flora dan Fauna di Indonesia semakin menurun drastis akibat orang-orang ingin mencari keuntungan pribadi tanpa memperdulikan kelestariannya. 67
Tumbuhan merupakan makanan bagi hewan herbivora, sedangkan hewan herbivora merupakan makanan hewan karnivora dan manusia.
Kalau sampai keseimbangan tumbuhan musnah dan berkurang maka keseimbangan ekosistem sangat terganggu. Selain sebagai sumber makanan, tumbuhan merupakan penghasil oksigen (O2), yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup untuk bernafas. Selain itu, tumbuhan juga sebagai penyerap air, sehingga saat musim hujan tidak terjadi banjir dan musim kemarau tidak kekeringan.
Keanekaragaman hayati memiliki manfaat produktif karena memiliki nilai produktif karena memiliki nilai ekonomi seperti tanaman yang dibudidayakan dan menjadi komoditas ekspor atau tanaman kayu hasil hutan yang dapat diolah menjadi produk industri. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan kerajinan tangan.68
67 Bethara Madia Smarasanta, Penegakan Hukum Terhadap Satwa Yang Dilindungi Dalam Tidak Pidana Memelihara Lumba-Lumba Untuk Pertunjukan Dihubungkan Dengan Asas Kepastian Hukum.(Bandung:UIN Pasundan2018 ) hlm 1
68 Fransisca Linda dkk, Pemanfaatan Rotan dan Bambu Yang Bernilai Ekonomis Oleh Masyarakat Suku Dayak Kanayatn di Kecamatan Sengah Temila kabupaten Landak, Jurnal Photobiont, Vol 6, No 3, 2017, hlm 233