PENGARUH PENDIDIKAN PENGGUNA TERHADAP PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI
MEDAN (UNIMED
) SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan studi Untuk meraih gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dalam Bidang
Ilmu Perpustakaan dan Informasi
OLEH :
DIVA RAHMADANI DAMANIK 120709002
PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2017
LEMBAR PERSETUJUAN
Judul Skripsi : Pengaruh Pendidikan Pengguna Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Universitas Negeri Medan (Unimed
)
Oleh : Diva Rahmadani Damanik
NIM : 120709002
Pembimbing I : Dra. Zaslina Zainuddin, M.Pd Tanda Tangan :
Tanggal : ______________________________
LEMBAR PENGESAHAN
Judul Skripsi : Pengaruh Pendidikan Pengguna Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Universitas Negeri Medan (Unimed
)
Oleh : Diva Rahmadani Damanik
NIM : 120709002
PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN
Ketua : Ishak, S.S, M.hum
Tanda Tangan :
Tanggal :
FAKULTAS ILMU BUDAYA
Dekan : Dr. Budi Agustono, M.S
Tanda Tangan :
Tanggal : ________________________________
PERNYATAAN ORISINALITAS
Karya ini adalah karya orisinalitas dan belum pernah disajikan sebagai suatu tulisan untuk memperoleh suatu klasifikasi tertentu atau dimuat pada media publikasi lain.
Penulis membedakan dengan jelas antara pendapat atau gagasan penulis dengan pendapat atau gagasan yang bukan berasal dari penulis dengan mencantumkan tanda kutip.
Medan, Oktober 2017
Diva Rahmadani Damanik NIM 120709002
ABSTRAK
Damanik, Diva Rahmadani. 2017. Pengaruh Pendidikan Pengguna terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Universitas Negeri Medan (UNIMED).
Departeman Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan pengguna terhadap pemanfaatan perpustakaan di Perpustakaan Universitas Negeri Medan (UNIMED).
Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah pendekatan kuantitatif asosiatif dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang terdaftar sebagai anggota aktif Perpustakaan UNIMED yaitu berjumlah 16.840 orang. Penentuan besarnya sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, dapat diketahui banyaknya sampel adalah 97 orang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling.
Pengukuran variabel dilakukan dengan skala likert. Pengujian validitas instrumen dilakukan dengan pendekatan koefisien korelasidan pengujian reliabilitas instrumen dengan uji Cronbach Alpha. Untuk mengetahui pengaruh pendidikan pengguna terhadap pemanfaatan perpustakaan digunakan teknikregresi linier sederhana sedangkan untuk pengujian hipotesis menggunakan uji-t pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS (Statistical Product and Solution) versi 17.0
Berdasarkan hasil penelitian, variabel pendidikan pengguna mampu mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan sebesar 74,2%, Berdasarkan hasil uji t, nilai t hitung adalah 16,513 > t tabel 1,985 dan nilai Sig 0,000 < 0,05, maka variabel pendidikan pengguna berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan perpustakaan. Jadi kesimpulanya 𝐻0 ditolak dan 𝐻𝑎 diterima. maka variabel pendidikan pengguna berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan perpustakaan.
Kata kunci: Pendidikan Pengguna, Pemanfaatan Perpustakaan
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil’alamin segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Pendidikan Pengguna terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Universitas Negeri Medan (UNIMED) yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sosial Ilmu Perpustakaan dan Informasi pada Universitas Sumatera Utara.
Penulis mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Ayahanda Jamarsen Damanik dan Ibunda Nur Arafah Saragih yang telah membesarkan, tidak pernah bosan mendidik, merawat serta selalu setia mendoakan penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dalam usaha penulisan skripsi ini penulis menyadari bahwa skripsi ini masih ada kekurangan dan kesalahan dalam berbagai hal, baik dalam penyajian maupun penguraiannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik guna melengkapi dan menyempurnakan skripsi ini.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak Dr. Budi Agustono, M.S. selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Ishak, S.S, M.Hum selaku Ketua Departemen Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Dra. Zaslina Zainuddin, M.Pd, selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga, pikiran untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Ibu Dr. Eva Rabita, M.Hum selaku dosen penguji 1 yang telah meluangkan waktunya dan selalu sabar dalam memberikan bantuan kepada penulis berupa bimbingan dan pengarahan dalam menyelesaikan skripsi ini.
5. Ibu Hotlan Siahaan, S.Sos., M.I.Kom selau dosen penguji II yang telah meluangkan waktunya dan selalu sabar dalam memberikan bantuan kepada penulis berupa bimbingan dan pengarahan dalam menyelesaikan skripsi ini.
6. Seluruh Bapak/Ibu staf pengajar pada Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang telah banyak membantu/mendidik penulis selama masa perkuliahan hingga terselesainya skripsi ini.
7. Bapak Dr. A. Ridwan Siregar S.H., M.Lib selaku dosen Penasehat Akademik yang selalu memotivasi dalam penyelesaian skripsi.
8. Kepada Ibu Tessa Simatahe, S.Sos, M.I.Kom selaku kepala Perpustakaan Universitas Negeri Medan (UNIMED)
9. Kepada Ibu Catur Dedek Khadijah, S.Sos, MM yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian.
10. Bapak Drs. Banu Susanto, M.Si dan Ibu Gusti Lisa Utami, S.Sos yang telah bersedia membantu penulis selama masa penelitian.
11. Seluruh Bapak/Ibu staf pegawai Perpustakaan Universitas Negeri Medan (UNIMED)
12. Untuk kakakku Vivi Annisa Damanik S.Pd, dan adikku Dea Yolanda Damanik, terimaksih atas semangat dan doanya.
13. Temen-teman IMPUS 12, Cristine Natalia (Mak Titin), Lily, Rahmi, Peronika, Nurrahayu, Nurrahma, dan yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu, penulis menyampaikan terima kasih telah memberikan semangat berjuang selama masa perkuliahan.
14. Dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan kepada peneliti yang tidak dapat disebutkan satu persatu, semoga kebaikan yang kalian berikan kepada peneliti dibalas oleh Allah SWT. Aamiin ya rabbal’alamiin.
Akhir kata penulis juga menyadari masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaaan penulisan ini, penulis juga berharap skripsi ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk ilmu pengetahuan, Terimakasih
Medan, Oktober 2017 Penulis
Diva Rahmadani Damanik
` 120709002
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iv
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 4
1.3 Tujuan Penelitian... 4
1.4 Manfaat Penelitian... 4
1.5 Hipotesis ... 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 5
2.1 Pendidikan Pengguna ... 5
2.1.1 Manfaat Pendidikan Pengguna ... 6
2.1.2 Tujuan Pendidikan Pengguna ... 6
2.1.3 Fungsi Pendidikan Pengguna ... 8
2.1.4 Metode Pendidikan Pengguna ... 9
2.1.5 Waktu Pelaksanaan Pendidikan pengguna ... 11
2.1.6 Materi Pendidikan Pengguna ... 11
2.2 Pemanfaatan Perpustakaan ... 14
2.2.1 Pemanfaatan Perpustakaan oleh Pengguna ... 19
2.2.2 Pemanfaatan Fasilitas penelusuran ... 20
2.2.3 Tujuan Pemanfaatan ... 21
2.2.4 Peran Pustakawan dalam Pendidikan Pengguna ... 22
2.2.5 Frekuensi Pemanfaatan... 23
2.2.6 Faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Perpustakaan ... 24
BAB III METODE PENELITIAN ... 27
3.1 Metode Penelitian ... 27
3.2 Lokasi Penelitian ... 27
3.3 Populasi dan Sampel ... 28
3.3.1 Populasi ... 28
3.3.2 Sampel ... 28
3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 30
3.5 Jenis dan Sumber Data ... 30
3.6 Defenisi Operasional Variabel ... 31
3.7 Skala pengukuran Variabel ... 32
3.8 Validitas dan Reliabilitas Instrumen ... 33
3.8.1 Uji Validitas ... 33
3.8.2 Uji Reliabilitas ... 34
3.9 Teknik Analisis Data ... 35
3.9.1 Analisis Deskriptif ... 35
3.9.2 Analilis Regresi Linear ... 36
3.9.3 Uji Signifikan ... 37
3.9.3.1 Uji T ... 37
3.10 Koefisien Determinasi ... 37
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 39
4.1 Pengumpulan Data ... 39
4.2 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen ... 39
4.2.1 Pengujian Validitas ... 39
4.2.2 pengujian Reliabilitas ... 41
4.3 Analisis Deskriptif ... 42
4.4 Pengujian Persyaratan Analisis ... 48
4.4.1 Uji Normalitas ... 48
4.5 Uji signifikasi (Uji t) ... 50
4.6 Uji Determinasi (R2) ... 51
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 53
5.1 Kesimpulan ... 53
5.2 Saran ... 53
DAFTAR PUSTAKA ... 54 LAMPIRAN
BAB 1
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan pengaruh terhadap sistem layanan perpustakaan. Banyak perpustakaan yang beralih dari perpustakaan tradisional menjadi perpustakaan digital dengan mengunakan sistem otomasi perpustakaan. Namun, tidak semua pemustaka mengerti akan teknologi yang berkembang di perpustakaan. Oleh karena itu, tugas pustakawan adalah melakukan sosialisasi kepada penggunanya, salah satunya yaitu pendidikan pengguna (user education) perpustakaan
Perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang dikelola oleh perguruan tinggi dengan tujuan membantu tercapainya tujuan perguruan tinggi. Perpustakaan dapat berfungsi dengan baik apabila penggunanya mengetahui bagaimana memanfaatkan perpustakaan yang telah disediakan, atau dengan kata lain pengguna dapat mengetahui dengan cepat dimana cara menemukan informasi yang mereka perlukan. Dalam hal ini pengguna bisa meguasai keterampilan dan pengetahuannya di perpustakaan, maka dengan dasar tersebut, pendidikan pengguna dirasa sangat diperlukan untuk dilaksanakan di sebuah perpustakaan
Pendidikan pengguna merupakan kegiatan yang dirancang untuk mendidik pengguna agar mengetahui sumber-sumber informasi perpustakaan yang terdiri dari koleksi, fasilitas, dan jasa perpustakaan, mendidik pengguna dalam memanfaatkan sumber-sumber informasi secara tepat dan cepat, serta mendidik pengguna perpustakaan untuk menjadi pengguna yang tertib dan bertanggung jawab. dengan pendidikan pengguna diharapkan kekayaan perpustakaan dalam bentuk koleksi, baik tercetak maupun non-cetak dengan segala fasilitas dan pelayanan yang ada dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh pengguna secara bertanggung jawab.
Perpustakaan Universitas Negeri Medan merupakan perpustakaan Digital yang sampai saat ini memiliki jumlah koleksi 22.368 kepingan magnetik dengan 66.270 magnetik, dengan rata-rata jumlah pengunjung perpustakaan setiap harinya 150 orang. Jumlah pengguna perpustakaan UNIMED yang terdaftar Aktif saat ini berjumlah 16.840 anggota, dengan 10 orang pustakawan. Perpustakaan Universitas Negeri Medan merupakan salah satu perguruan tinggi yang telah melakukan program pendidikan pengguna. Penyelenggaraan pendidikan pengguna di Perpustakaan UNIMED sudah dilaksanakan sejak Tahun 2012 hingga saat ini.
Kegiatan ini diterapkan secara berkala yaitu setiap tahun ajaran baru yang sasarannya adalah mahasiswa baru yang diwajibkan untuk mengikutinya. Dengan adanya kegiatan pelatihan perpustakaan berupa pendidikan pengguna untuk mahasiswa baru ini diharapkan mahasiswa akan mempunyai kemampuan dasar yang memadai untuk mengakses informasi. khususnya dengan memanfaatkan koleksi dan layanan yang tersedia di perpustakaan bahkan dapat bermanfaat dalam persiapan menuju proses belajar seumur hidup. dengan adanya pengetahuan tersebut, maka diharapkan pengguna perpustakaan dapat memanfaatkan sumber- sumber informasi dan segala fasilitas serta pelayanan yang terdapat di perpustakaan secara maksimal.
Ketertarikan penulis melakukan penelitian di Perpustakaan Universitas Negeri Medan karena berdasarkan observasi langsung yang penulis lakukan, Perpustakaan Universitas Negeri Medan termasuk salah satu perpustakaan yang melaksanakan programnya (Digital Library), dan pada penyelenggaraan perpustakaan banyak ditemukan kendala pemanfaatan perpustakaan. Hal ini terlihat dari terbatasnya pengetahuan pengguna secara teoritis maupun secara praktis dalam penerapan kegiatan sehari-hari di perpustakaan.
Kendala tersebut antara lain bahwa pengguna belum sepenuhnya memanfaatkan sarana bahan pustaka secara baik dan efisien, menemukan koleksi yang diperlukan secara cepat dan tepat, penyesuaian waktu bimbingan pengguna dengan waktu kuliah, kurangnya sosialisasi pustakawan dalam menerapkan sarana digital, sehingga pengguna belum dapat memanfaatkannya secara maksimal, dan masih banyaknya pengguna perpustakaan yang belum mengetahui fasilitas
layanan yang disediakan. Hal itu sangat berdampak bagi perpustakaan dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pengguna perpustakaan.
Untuk itulah perpustakaan memberikan program pendidikan pengguna, agar para pengguna bisa menggunakan dan memanfaatkan perpustakaan dengan sebaik- baiknya.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis memutuskan untuk meneliti dan mengkaji lebih dalam lagi, kemudian hasil penelitian akan dituangkan ke dalam penelitian skripsi dengan judul “Pengaruh Pendidikan Pengguna Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Universitas Negeri Medan (UNIMED)”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah pengaruh pendidikan pengguna terhadap pemanfaatan Perpustakaan Universitas Negeri Medan”?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan pengguna terhadap pemanfaatan Perpustakaan Universitas Negeri Medan.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi:
1. Bagi perpustakaan Universitas Negeri Medan, hasil penelitian ini dapat memberikan masukan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pendidikan pengguna terhadap pemanfaatan perpustakaan
2. Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu rujukan dalam melakukan penelitian lebih lanjut pada topik yang sama, guna untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
3. Bagi penulis, penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta pemahaman tentang pengguna pada perpustakaan.
1.5 Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan prediksi mengenai kemungkinan hasil dari suatu penelitian. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah “ Adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara pendidikan pengguna dengan pemanfaatan perpustakaan Universitas Negeri Medan”.
BAB II KAJIAN TEROTIS 2.1 Pendidikan Pengguna
Pendidikan Pengguna merupakan suatu program atau kegiatan yang memiliki pengaruh besar terhadap optimalnya pemanfaatan perpustakaan.
Rahayuningsih, F (2007:123) menyatakan bahwa “Pendidikan Pengguna memiliki berbagai macam istilah diantaranya user educattion (kegiatan yang menyangkut pendidikan pengguna atau bimbingan pengguna), library orientation (kegiatan yang menyangkut orientasi perpustakaan, penyuluhan perpustakaan), library intruction (kegiatan yang menyangkut pengajaran atau arahan perpustakaan), bibliographic instruction (kegiatan pengajaran bibliografi), library use intruction (petunjuk penggunaan perpustakaan), dan user guidance (bimbingan pengguna).
’ Secara umum istilah pendidikan pengguna dalam konteks ilmu perpustakaan adalah pengertian yang sama dengan istilah bimbingan pengguna, pendidikan pemakai, atau User Education.
Menurut Artikel Kepustakawanan yang dikutip oleh Surwanto 2014 menyatakan:
Pendidikan pengguna merupakan kegiatan yang dirancang untuk mendidik pengguna agar mengetahui sumber-sumber informasi perpustakaan yang terdiri dari koleksi, fasilitas dan jasa perpustakaan, mendidik pengguna dalam memanfaatkan sumber-sumber informasi secara cepat dan tepat, serta mendidik pengguna perpustakaan untuk menjadi pengguna yang tertib dan bertanggung jawab.
Menurut Lasa (2009: 241) menyatakan bahwa pendidikan pemakai adalah:
Program yang diselenggarakan perpustakaan untuk memberikan bimbingan, petunjuk, maupun pendidikan kepada calon pemakai perpustakaan dalam kegiatan mereka, memanfaatkan jasa informasi dan sarana perpustakaan.
Kegiatan ini di perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi sudah lazim dilaksanakan baik secara formal atau pun non-formal, dan diberlakukan untuk mahasiswa.
Berdasarkan pendapat di atas dapat dikatakan bahwa pendidikan pengguna merupakan program yang memberikan intruksi kepada para pengguna perpustakaan. dalam hal ini layanan perpustakaan berupa layanan informasi maupun fasilitas di perpustakaan sehingga dapat terjadinya efektivitas dalam pemanfaatan sumber informasi dan fasilitas yang ada secara optimal
2.1.1 Manfaat Pendidikan Pengguna
Menurut Sutarno (2005:116) berpendapat bahwa manfaat dari pendidikan pengguna adalah pengguna perpustakaan dapat dengan cepat dan tepat menemukan apa yang diperlukan, sehingga menghemat waktu dan tenaga terbentuknya suasana, kedekatan, komunikasi yang intensif dan efektif yang informal antara petugas dan pengguna.
Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari proses pendidikan pengguna antara lain;
1. Agar mahasiswa dapat menggunakan perpustakaan secara efektif dan efisien.
2. Agar mahasiswa mampu menggunakan sumber-sumber literatur dan dapat menemukan informasi yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi
3. Memberi pengertian pada mahasiswa akan tersedianya informasi di perpustakaan dalam bentuk cetak ataupun noncetak (digital)
4. Mengenalkan kepada mahasiswa jenis-jenis koleksi serta ciri-cirinya 5. Memberikan latihan atau petunjuk dalam menggunakan perpustakaan dan
sumber-sumber yang relevan
6. Mengembangkan budaya minat baca mahasiswa 7. Mempererat jarak antara pustakawan dan mahasiswa 8. Menuju mahasiswa belajar mandiri dan melek informasi.
2.1.2 Tujuan Pendidikan Pengguna
Tujuan utama pendidikan pengguna adalah memperkenalkan kepada pengguna bahwa perpustakaan adalah suatu sistem, yang terdiri dari tempat,
koleksi, sumber daya manusia, pelayanan dan pengguna. Semua hal tersebut tidak
bisa dipisahkan satu dan yang lain. Kehadiran perpustakaan dengan koleksi yang tidak lengkap tidak ada artinya tanpa kehadiran pengguna, demikian pula sebaliknya.
Secara umum tujuan diadakannya pendidikan pengguna tercantum`dalam buku Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman (2004:95) adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan keterampilan pengguna agar mampu memanfaatkan kemudahan dan sumber daya perpustakaan secara mandiri.
2. Membekali pengguna dengan teknik yang memadai dan sesuai untuk menemukan informasi dalam subjek tertentu.
3. Meningkatkan pemanfaatan sumber daya dan layanan perpustakaan 4. Mempromosikan layanan perpustakaan
5. Menyiapkan pengguna agar dapat mengantisipasi perkembangan ilmu dan teknologi
Sedangkan Sulistyo-Basuki (2004:392) menyatakan bahwa tujuan pendidikan pengguna adalah sebagai berikut:
Mengembangkan keterampilan pengguna yang diperlukannya untuk menggunakan perpustakaan atau pusat dokumentasi, mengembangkan keterampilan tersebut untuk mengidentifikasi masalah informasi yang dihadapi pengguna, merumuskan kebutuhan informasinya sendiri (pengguna), mengidentifikasi kisaran kemungkinan sumber informasi yang tersedia untuk memenuhi kebutuhannya, menilai ketepatan, kekuatan dan kelemahan masing-masing sumber informasi dan yang palingpenting mampu menghadapi ketidaksamaan informasi yang disediakan oleh sumber yang berlainan dan mengasimilasi, mengumpulkan, menyajikan dan menerapkan informasi.
Selain itu terdapat beberapa hal yang melatarbelakangi pelaksanaan program pendidikan pengguna di perpustakan yaitu:
1. Sarana dan prasarana serta koleksi di perpustakaan merupakan suatu investasi yang sangat besar, oleh karena itu perpustakaan harus digunakan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pengguna
2. Pengguna sebagian besar adalah seorang yang melakukan studi mandiri, sehingga diharapkan dengan library instruction, pengguna mampu untuk
lebih memahami dan menggunakan perpustakaan dengan fasilitas dan layanannya secara lebih efectif dan efisien.
3. Dengan adanya kegiatan pendidikan pengguna maka perpustakaan harus mengatur dan membenahi dirinya agar dapat dipergunakan dengan mudah oleh pemakainya.
4. Dengan adanya kegiatan ini maka merupakan satu kesempatan bagi pustakawan untuk mengaitkan diri bukan hanya sebagai petugas yang hanya bisa melayani pengguna saja tetapi ikut serta menyumbangkan pikiran dan keahliannya dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.
5. Melalui pendidikan pengguna ini berarti perpustakaan telah memberikan informasi yang sangat diperlukan oleh pemakainya.
2.1.3 Fungsi Pendidikan pengguna
Menurut Sutarno (2006 : 95 ) menyatakan bahwa fungsi dari bimbingan pengguna adalah suatu kegiatan yang bermaksud memberikan panduan, penjelasan tentang pengguna perpustakaan kepada sekelompok pengguna baru perpustakaan.
Fungsi dilakukannya bimbingan pengguna bagi perpustakaan yaitu;
1. Pengguna perpustakaan dapat mengenal dan memahami serta menggunakan sistem yang dilakukan di perpustakaan tersebut.
2. Menggunakan sarana temu informasi yang tersedia seperti nomor klasifikasi, kartu katalog, dan petunjuk yang lain.
3. Pengguna perpustakaan dengan tepat dan cepat menemukan apa yang diperlukan, tanpa banyak memuang waktu, tidak menemui kesulitan dan hambatan.
4. Pendidikan pengguna memperluas jangkauan pemakaian koleksi oleh pengunjung dan anggota perpustakaan.
5. Pendidikan pengguna mengembangkan citra perpustakaan sebagai bagian dari lemaga pendidikan.
Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa pendidikan pengguna memiliki fungsi yang sangat penting dari fungsi perpustakan. Oleh karena itu pendidikan pengguna harus memiliki peran yang besar dalam mendukung perpustakaan yang ingin digunakan oleh pengguna perpustakaan.
2.1.4 Metode Pendidikan Pengguna
Agar program pendidikan pengguna perpustakaan dapat memperoleh hasil yang maksimal, perlu menentukan metode apa yang kira-kira sesuai dan efektif digunakan. Dalam memilih metode perlu pula dipertimbangkan medianya, karena masing-masing media mempunyai daya guna yang berbeda. Kosterman yang dikutip oleh Purnomo (2006:119) menyatakan bahwa suatu metode pengajaran harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Dapat mengkomunikasikan tujuan-tujuan yang telah dibuat
2. Dapat membuat seseorang tertarik untuk perhatian dan memotivasi mereka untuk perhatian penuh terhadap apa yang sedang diajarkan 3. Dapat mendorong seseorang untuk ambil bagian dengan menolongnya
untuk mempersiapkan pelajaran-pelajaran
4. Dapat memberikan umpan balik untuk menguji efektifitas metode tersebut melalui indikator-indikator yang jelas.
Menurut Nursharee Trelowjorg yang dikutip oleh Irawan (2005: 21) pada dasarnyarnya metode pendidikan pengguna terbagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu metode pengajaran langsung dan metode pengajaran tidak langsung.
1. Pengajaran langsung adalah pelajaran yang diberikan melalui hubungan langsung antara pelajar dengan mahasiswa. Metode dapat bersifat resmi dan tidak resmi.
a. Pengajaran langsung bersifat resmi, yaitu pengajaran yang merupakan bagian integral dari kurikulum perguruan tinggi yang ersangkutan, dan memperoleh bobot kredit semester.
b. Pengajaran tidak langsung tidak resmi, yaitu pengajaran tersebut bukan bagian integral dari kurikulum perguruan tinggi dan tidak memperoleh bobot kredit semester.
2. Pengajaran tidak langsung yaitu pengajaran yang dierikan melalui media tertentu.
Menurut Rahayuningsih (2007:126-129) ada beberapa metode penyampaian pendidikan pengguna yaittu:
a. Ceramah atau kuliah
Pengenalan perpustakaan yang diberikan di dalam ruangan yang dilengkapai dengan alat peraga, dapat berupa buku yang telah diproses, dilengkapi dengan call number (nomor panggil) di punggung buku.
Untuk mencapai hasil yang optimal pengguna biasanya dieri tugas dan latihan sehingga pengguna mampu memahami dan akra dengan perpustakaan
b. Wisata perpustakaan
Teknik pendidikan pengguna dengan cara memandu pengguna, melihat langsung ruangan, koleksi, layanan yang ada di perpustakaan.
c. Penggunaaan audio visual
Biasanya dengan menggunakan DVD/VCD, film, kaset, televisi, slide, LCD dlll. Pengguna perpustakaan dapat menjelajai perpustakaan dengan mendengar instruksi yang direkam.
d. Permainan atau tugas mandiri
Metode ini merupakan salah satu cara yang efektif dalam mengajarkan bagaimana cara menemukan informasi yang dibutuhkan
e penggunaan pamflet dan buku pedoman
menuntut pengguna untuk mempelajari sendiri mengenal perpustakaan dari berbagai keterangan yang terdapat pada pamflet dan buku pedoman.
Dari uraian diatas.menyatakan bahwa metode pendidikan pengguna bermacam-macam, maka metode yang diterapkan pada perpustakaan sesuai dengan keadaan perpustakaan dan kebutuhan pengguna perpustakaan itu sendiri.
2.1.5 Waktu Pelaksanaan Pendidikan Pengguna
Pelaksanaan pendidikan pengguna yang diadakan oleh perpustakaan perguruan tinggi juga harus diperhatikan waktu pelaksaannya. Karena setiap pengguna pperpustakaan memiliki waktu yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan pengguna sebaiknya dilaksanakan dengan waktu yang tidak terlalu lama singkat, tepat dan padat.
Darmono (2001 : 168) Bimbingan perpustakaan biasanya dilakukan oleh pustakawan atau petugas perpustakaan. Waktu yang diberikan sangat bervariasi, tergantung, dari jenis perpustakaannya. Untuk perpustakaan besar dengan koleksi dan jenis layanan yang sangat banyak maka waktu yang dibutuhkan relatif lebih lama bila dibandingkan dengan perpustakaan yang relatif kecil.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa waktu pelaksanaan pendidikan pengguna dilaksanakan tergantung koleksi dan besar kecil gedung perpustakaan. oleh karena itu sebaiknya pelaksanaan pendidikan pengguna dilakukan saat setelah penerimaan mahasiswa baru.
2.1.6 Materi Pendidikan Pengguna
Pada dasarnya materi yang diterapkan dalam pendidikan pengguna pada perpustakaan relatif sama antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya.
Secara umum Darmono (2001 : 23) menyebutkan beberapa materi bimbingan pemanfaatan perpustakaan antara lain:
1. Pengenalan terhadap denah perpustakaan 2. Peraturan perpustakaan
3. Alat penelusuran informasi
4. Pengenalan terhadap bagian-bagian layanan perpustakaan 5. Pengenalan terhadap penempatan koleksi
6. Pengenalan terhadap ruang baca
Menurut Rice yang dikutip oleh Sudarsih ( 2011 : 5 ) tujuan dan materi pendidikan pengguna diklarifikasikan seagai berikut:
1. Orientasi perpustakaan
Materi yang di ajarkan berupa pengenalan terhadap perpustakaan, biasanya diberikan ketika siswa/mahasiswa baru memasuki suatu lembaga pendidikan bersangkutan, materinya antara lain : Pengenalan Gedung Perpustakaan, pengenalan Katalog dan alat penelusuran lainnya, pengenalan beberapa sumber bacaan termasuk bahan-bahan rujukan dasar. Sedangkan Tujuan yang ingin dicapai adalah:
1. Mengenalkan fasilitas-fasilitas fisik gedung perpustakaan itu sendiri 2. Mengenal bagian-bagian layanan dan staf dari setiap bagian secara
tepat.
3. Mengenal layanan- layanan khusus seperti penelusuran melalui computer, layanan peminjaman.
4. Mengenalkan kebijakan-kebijakan perpustakaan seperti prosedur menjadi anggota, jam layanan perpustakaan.
5. Mengenal pengorganisasian koleksi dengan tujuan untuk mengurangi kebingungan pemakai dalam mencari bahan-bahan yang dibutuhkan 6. Termotivasi untuk dating kembali dan menggunakan sumber-sumber
yang ada di perpustakaan.
2. Pengajaran Perpustakaan
Materi yang diajarkan merupakan penjalasan lebih dalam lagi mengenai bahan-bahan perpustakaan secara spesifik. Ini berhubungan dengan kemampuan mahasiswa dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan menggunakan semua bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan materinya antara lain:
a. Teknik penggunaan indeks, katalog, bahan-bahan rujukan, dan alat-alat bibliografi.
b. Penggunaan bahan atau sumber pustaka sesuai dengan subjek atau jurusan
c. Melaksanakan teknik-teknik penelusuran informasi dalam sebuah tugas penelitian atau pembuatan karya ilmiah lainnya
Sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah :
1. Dapat menggunakan pedoman pembaca untuk mencari bahan-bahan artikel
2. Dapat menemukan buku-buku yang berhubungan dengan subjek khusus melalui katalog.
3. Dapat menggunakan bentuk mikro dan alat-alat baca lainnya secara tepat
4. Dapat menggunakan alat rujukan khusus seperti ensiklopedi, almanak, bibliografi
5. Menemukan koleksi visual dan dapat menggunakannya
6. Mengetahui sumber-sumber yang tersedia diperpustakaan lainnya dan dapat melakukan permintaan peminjaman
7. Melakukan suatu penelusuran dalam layanan pengindeksan seperti pada pusat informasi sumber pendidikan dan dapat menemukan dan menggunakan hasil-hasil sitasi.
3. Pengajaran Bibliografi
Materi yang diajarkan lebih condong sebagai langkah persiapan mengadakan atau sebagai dasar penelitian dalam rangka menyusu karya akhir. Pada level ketiga ini bisa ditawarkan melalui mata ajar formal sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal. Materi yang disampaikan antara lain
a. Informasi dan pengorganisasiannya
b. Tajuk subyek dan defenisi suatu topik karya ilmiah c. Macam-macam sumber untuk penelitian
d. Membuat kerangka teknik dan perencanaan suatu karya ilmiah e. Teknik-teknik membuat catatan dalam karya ilmiah.
f. Gaya, catatan kaki, rujukan dan sumber bahan bacaan.
g. Strategi penelitian, kesempatan dalam penelitian, dan pengguna yang tepat layananan koleksi yang diberikan perpustakaan
h. Membuat / menulis karya ilmiah
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa materi pendidikan pengguna menekankan pada aspek yang lebih konsepsional dan sasarannya adalalah para pengguna yang sudah memahami fisik dan memerlukan teknik penelusuran, penyerapan dan pemanfaatan informasi yang dibutuhkannya. Melalui beberapa materi pendidikan pengguna juga dapat diketahui bahwa penyelenggaraan pendidikan pengguna pada perpustakaan, harus mampu menginformasikan aspek-aspek penting yang berkaitan dan dimiliki oleh perpustakaan kepada pengguna perpustakaan, dengan harapan melalui pendidikan pengguna maka pengguna perpustakaan tidak akan merasa asing dan lebih cepat beradaptasi terhadap tatanan sistem operasional perpustakaan.
2.2 Pemanfaatan Perpustakaan
Pemanfaatan merupakan salah satu bentuk usaha penggunaan fasilitas sarana dan prasarana yang ada. Menurut Sutarno (2006 : 215), “pemberdayaan atau pendayagunaan perpustakaan adalah suatu upaya bagaimana memanfaatkan perpustakaan dan segala fasilitas yang tersedia, baik oleh penyelenggara maupun oleh pemakaiannya secara maksimal atau optimal”.
Pemanfaatan berasal dari kata dasar manfaat yang artinya adalah guna, faedah. Makna lain yaitu laba atau untung. Bermanfaat berarti berguna, berfaedah, jadi maksud pemanfaatan perpustakaan perguruan tinggi yaitu perpustakaan yang dimanfaatkan atau digunakan oleh pengguna dilingkungan perguruan tinggi baik
oleh mahasiswa, dosen, karyawan yang berada di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi. Pengguna adalah orang yang berhubungan dengan perpustakaan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam hubungannya dengan kebutuhan informasi. pemafaatan yang dimaksud disini adalah pemanfaatan yang diperoleh mahasiswa setelah mengikuti pelatihan pendidikan pengguna di perpustakaan. Berikut ini ada beberapa cara pemanfaatan perpustakaan yang bisa dilakukan mahasiswa di perpustakaan, yaitu:
1. Pemanfaatan perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar
Jika dikaitkan dengan pengertian sumber belajar, maka perpustakaan merupakan salah satu dari berbagai macam sumber belajar yang tersedia di lingkungan sekolah atau perguruan tinggi. Menurut Association for Education Communication Technologi (AECT) pengertian sumber belajar adalah berbagai sumber baik itu berupa data, orang atau wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar baik yang digunakan secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajarnya.
Kemampuan pemanfaatan sumber belajar secara efectif dan efisien menjadi faktor penting bagi upaya mengkondisikan mahasiswa untuk dapat belajar secara sistematis dan terprogram. Sumber belajar menjadi penunjang bagi kondusifnya lingkungan belajar yang sangat diperlukan bagi mahasiswa, sehingga kondisi ini mampu meningkatkan prestasi belajar. Sumber-sumber informasi belajar meliputi bermacam-macam media, disamping buku-buku slide, film, foto, kaset, piringan hitam, model, spesimen dan lain sebagainya.
2. Pemanfaatan Perpustakaan Sebagai Sumber Informasi
Penggunaan sumber informasi di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi tergantung pada kebutuhan dan motivasi tertentu mahasiswa. Kebutuhan dan motivasi tersebut akan menggerakan individu untuk berbuat sesuatu agar kebutuhannya terpenuhi. Level pendidikan yang akan lebih tinggi serta beragamnya kebutuhan informasi mahasiswa berakibat pada beragamnya jenis sumber informasi yang tersedia di perpustakaan, jenis-jenis sumber informasi tersebut antara lain; buku, teks, majalah ilmiah atau jurnal, karya-karya penelitian, proseding, serta koleksi referensi yang lain.
Ada beberapa cara untuk memanfaatkan informasi di perpustakaan yaitu, sirkulasi dan transaksi informasi seperti informasi dimulai dari dilihat, dibaca, dan dipelajari, diteliti, dikaji, dan dianalisis lalu kemudian di manfaatkan dan dikembangkan di dalam kegiatan-kegiatan pendidikan, penelitian, pelatihan dan laboratorium untuk kemudian di informasikan kepada orang lain. Cara lain seperti sumber informasi yang ada dapat diakses langsung oleh pembaca melalui layanan digital perpustakaan.
3. Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan
Seorang mahasiswa yang sadar akan kebutuhan informasi dan tahu bagaimana cara untuk memenuhinya, mereka akan berkunjung dan memanfaatkan koleksi perpustakaan. Koleksi perpustakaan merupakan salah satu media yang dimanfaatkan oleh mahasiswa. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk perubahan informasi yang dilakukan mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Koleksi yang merupakan aset dan bagian inti dari perpustakaan
perguruan tinggi tidak berbeda dengan perpustakaan pada umumnya. Ada koleksi buku dan koleksi non buku. kedua jenis koleksi tersebut diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan informasi yang dimiliki oleh pengguna.
Pada dasarnya pemanfaatan koleksi perpustakaan dapat berlangsung diluar perpustakaan dan didalam perpustakaan, misalnya peminjaman koleksi melalui sirkulasi dan membaca koleksi diruang baca perpustakaan.cara memanfaatkan koleksi perpustakaan dengan beberapa caitu meminjam, membaca ditempat, mencatat informasi dari buku, memperbanyak (menggunakan jasa fotocopy), cara- cara yang ditempuh oleh pemustaka tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya adalah waktu, kenyamanan dan materi. pemanfaatan koleksi yang ada di perpustakaan tersebut dimaksudkan untuk menunjang keberhasilan kegiatan dalam mencapai prestasi belajar mahasiswa.
4. Pemanfaatan Sarana dan Prasarana
Untuk menentukan sarana dan prasana yang terbaik, perlu dibicarakan bersama pihak-pihak yang terkait dengan mengakomodasikan peta pemikiran yang telah dimiliki, sehingga dihasilkan optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana yang terbaru. Standar sarana dan prasarana perpustakaan menurut sekolah tinggi teknologi ronggolawe cepu adalah:
1. gedung perpustakaan harus memiliki kenyamanan, ketenangan, dan kedekatan dengan ruang perkuliahan.
2. Pengadaan perpustakaan harus mempertimbangkan kebutuhan dan keefektifan penggunanya
3. Pengadaan buku dan peralatan perpustakaan harus mempertimbangkan kemampuan keuangan
4. Pengadaan buku perpustakaan harus sesuai dengan visi dan misi perpustakaan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan
5. Standar buku perpustakaan dinyatakan dalam jumlah judul dan jenis buku di perpustakaan satuan pendidikan
6. Standar jumlah teks pelajaran di perpustakaan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan untuk setiap peserta didik.
7. Kelayakan isi, penyajian dan kegrafikan buku teks pelajaran dinilai oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri.
8. Standar sumber belajar lainnya untuk setiap satuan pendidikan dinyatakan dalam jumlah rasio, jumlah sumber belajar terhadap peserta didik sesuai dengan jenis sumber belajar dan karakteristik satuan pendidikan.
5. Pemanfaatan Perpustakaan dalam Meningkatkan Pengetahuan
Secara singkat manajemen pengetahuan dapat diartikan sebagai serangkaian pendekatan sistematik untuk mengola pengetahuan, mengevaluasi berbagai semua aset-aset informasi, aset informasi tersebut bisa saja terdiri dari data base, dokumen, peraturan-peraturan. pemanfaatan perpustakaan dalam meningkatkan pengetahuan disini yaitu mahasiswa yang dapat memperoleh dan mengolah pengetahuan untuk menciptakan nilai dan meningkatkan keunggulan kompetitif.
Pemanfaatan layanan yang efektif adalah yang dapat memenuhi keinginan pengguna antara lain:
1. Penyediaan informasi yang sesuai dengan keinginan pengguna
2. Waktu yang tepat, leluasa, memadai dan tidak terlalu mengikat, termasuk kesempatan sore dan malam untuk kelompok masyarakat
3. Kebebasan, tata cara dan akses informasi, tidak kuku dengan pengawasan 4. Suasana yang menyenangkan, aman, tenang, tentram, jauh dari kegaduhan
dan kebisingan
5. Sikap dan perilaku petugas yang penuh perhatian, ramah, santun, bersifat membimbing, memandu, penuh perhatian, menguasai masalah
6. Tata tertib yang sederhana, mudah dipahami, diikuti dan dilaksanakan.
Adanya fasilitas dan kemudahan yang lain seperti: panduan, petunjuk, informasi singkat atau yang lain.
7. Menimbulkan kesan yang baik, menyenangkan dan memuaskan sehingga orang ingin kembali lagi
8. Berorientasi kepada pelanggan/konsumen dan bersifat mandiri
Sehingga dari keseluruhan paparan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan layanan pustaka merupakan suatu cara untuk memanfaatkan
tindakan dari pustakawan yang dapat memuaskan pemustaka dengan bahan pustaka seperti koleksi buku, microfilm, maupun fasilitas yang lainnya
2.2.1 Pemanfaatan Perpustakaan oleh Pengguna
Kata pemanfaatan berasal dari kata manfaat yang berarti guna, faedah.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005 : 711) disebutkan bahwa
“Pemanfaatan mengandung arti, proses, cara pembuatan memanfaatkan” berarti dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan adalah proses atau cara, perbuatan untuk memanfaatkan suatu yang kita butuhkan.
Menurut Handoko seperti yang dikutip oleh Handayani (2007 : 28), bahwa dari segi pengguna pemanfaatan bahan pustaka di perpustakaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
a. Faktor internal meliputi:
1. Kebutuhan
Yang dimaksud dengan kebutuhan disini adalah kebutuhan akan informasi
2. Motif
Motif merupakan suatu yang melingkupi semua penggerak, alas an, atau dorongan yang menyebabkan ia berbuat sesuatu.
3. Minat
Minat adalah kecendrungan hati yang tinggi terhadap sesuatu.
b. Faktor eksternal meliputi 1. Kelengkapan koleksi
2. Banyaknya koleksi referensi yang dapat di manfaatkan informasinya oleh mahasiswa
3. Keterbatasan fasilitas dalam pencarian kembali
Dari uraian di atas dapat menyatakan bahwa ada 2 (dua) faktor yang mempengaruhi pengguna memanfaatkan bahan pustaka yaitu faktor internal yang
meliputi kebutuhan, motif dan minat, faktor eksternal yang meliputi kelengkapan koleksi, keterampilan pustakawan dalam melayani pengguna dan keterbatasan dalam pencarian kembali.
2.2.2 Pemanfaatan Fasilitas Penelusuran
Pemanfaatan Fasilitas penelusuran yang paling utama di perpustakaan adalah katalog. Melalui pemanfaatan katalog perpustakaan, pengguna dapat menelusuri informasi yang tersedia pada suatu perpustakaan. perpustakaan juga dapat mempromosikan keadaan koleksi yang dimilikinya kepada pengguna melalui katalog.
Menurut Suhendar (2007 : 1), “Katalog adalah daftar bahan pustaka baik berupa buku maupun non buku seperti majalah, surat kabar, microfilm, slide dan lain-lain yang dimiliki yang tersimpan pada suatu atau kelompok perpustakaan”.
Selain pendapat di atas Taylor dalam Hasugian (2009 : 150) memberikan defenisi katalog yaitu:
Susunan yang sistematis dari seperangkat cantuman bibliografis yang mempresentasikan kumpulan dari suatu koleksi tertentu. Koleksi tersebut terdiri dari berbagai jenis bahan, seperti buku, terbitan berkala, peta, rekaman suara, gambar, notasi musik, dan sebagainya
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa katalog perpustakaan adalah daftar seluruh koleksi perpustakaan yang tersusun secara sistematis dimana mempresentasikan inti-inti isi koleksi yang tersedia di perpustakaan. Dengan demikian pemanfaatan fasilitas penelusuran adalah menggunakan katalog perpustakaan secara cepat dan tepat untuk temu balik informasi yang dibutuhkan olehpengguna perpustakaan.
2.2.3 Tujuan Pemanfaatan
Sebagai pusat informasi, perpustakaan dituntut untuk selalu memberikan pelayanan kepada pengguna. Untuk itu perpustakaan terus berusaha untuk menyediakan berbagai sumber informasi dan bahan-bahan yang relevan bagi penggunanya sehingga pengguna lebih efektif dalam pemanfaatan koleksi.
Sebagai pusat pemanfaatan informasi perpustakaan harus mampu menyebarluaskan informasikepada pengguna sehingga tujuan pemanfaatan koleksi perpustakaan dapat tercapai.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 1216),”Tujuan bermakna arahan,haluan (jurusan), yang dituju, maksud, tuntutan (yang dituntut)”.
Sedangkan menurut Salim (2002: 928) pengertian pemanfaatan sebagai proses, cara atau perbuatan pemanfaatan. Dari kedua pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan pemanfaatan adalah sebagai proses, cara dan perbuatan pengguna dalam kegiatan pemanfaatan koleksi perpustakaan
Menurut Sutarno (2006 : 123) tujuan pengguna ke perpustakaan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
1. Tahu arti dan manfaatnya
2. Mereka membutuhkan sesuatu di perpustakaan 3. Tertarik dengan perpustakaan
4. Merasa senang dengan perpustakaan 5. Dilayani dengan baik
` Dari pendapat di atas dapat diketehui bahwa pengguna memiliki tujuan masing-masing dalam berkunjung ke perpustakaan. Tujuan kunjungan tersebut antara lain untuk keperluan tugas sekolah, tugas kuliah, tugas penelitian, dan hanya untuk membaca, dimana tujuan tersebut dipengaruhi beberapa faktor yaitu
pengguna mengetahui arti dan manfaat dari kunjungannya, pengguna membutuhkan sesuatu di perpustakaan, tertarik dengan perpustakaan, senang dengan perpustakaan
2.2.4 Peran Pustakawan dalam Pendidikan Pengguna
Denefisi pustakawan menurut Hasugian (2009:13), pustakawan adalah person atau orang yang bekerja di perpustakaan, akan tetapi tidak semua orang yang bekerja di perpustakaan disebut pustakawan, melainkan hanya yang hanya memiliki keahlian dan keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan dalam bidang perpustakaan dan informasi
Pustakawan juga merupakan profesi yang mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan untuk melakukan berbagai kegiatan diperpustakaan, dokumentasi dan pada lembaga lain yang bergerak dalam pengelolaan informasi
Menurut Ikatan Pustakawan Indonesia yang dikutip oleh Hermawan dan Zan (2006:45) menyatakan:
Pustakawan adalah seorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memerikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu pengetahuan, dokumentasi, dan informasi yang dimilikinya melalui pendidikan. Pustakawan adalah seorang yang berkarya secara professional dibidang perpustakaan dan informasi”.
Uraian diatas dapat disimpulkan bahwa peran pustakawan adalah tugas pustakawan dalam melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada pengguna perpustakaan sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu pengetahuan, dokumentasi, dan informasi. Tugasnya adalah memberikan pendidikan, bimbingan dan bekerjasama kepada pengguna dalam hal ini mencari dan menemukan onformasi dengan cepat dan tepat serta memanfaatkan informasi tersebut.
Pustakawan memiliki peran yang paling besar dalam proses penerapan pendidikan pemakai pada perpustakaan. Hal ini disebabkan karena pustakawanlah yang memang seharusnya benar-benar mengetahui segala seluk beluk fasilitas dan aktivitas jasa yang ada diperpustakaan. Oleh seab itu para pustakwan diharapkan benar-benar profesional dalam materi ketika pendidikan pengguna dijalankan.
Kegiatan kerja professional pustakawan yang harus dilakukan pada layanan pendidikan pengguna menurut Soedibyo (2005:121) adalah:
1. Memuat perencanaan penyampaian bahkan metode, teknik, dan sasaran usaha bimbingan pengguna
2. Menetapkan tingkat dan sistem penyampaian bimbingan yang sesuai 3. Menetapkan dan mengatur waktu pemberian bimbingan dan pendidikan
pengguna kepada pengguna
4. Melaksanakan usaha pendidikan aik secara individu maupun secara kelompok.
2.2.5 Frekuensi Pemanfaatan
Tingkat kunjungan pengguna ke sebuah perpustakaan tergantung bagaimana perpustakaan mampu memberikan informasi yang relevan kepada pengguna. Semakin baik perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan penggunanya maka semakin sering pengguna tersebut datang ke perpustakaan karena mereka merasa informasi yang mereka butuhkan tersedia pada perpustakaan tersebut.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 322), “Arti frekuensi pengguna adalah kekerapan”. Sedangkan menurut Salim (2002: 425), dijelaskan bahwa
“Frekuensi adalah sejumlah pengulangan kejadian tertentu yang teratur”.
Setiap pengguna perpustakaan pasti memiliki frekuensi kunjungan yang berbeda-beda dalam memanfaatkan perpustakaan baik itu dari memanfaatkan layanan, koleksi dan semua fasilitas yang ada di perpustakaan. perpustakaan dapat
dikatakan berhasil apabila perpustakaan tersebut dikunjungi oleh penggunanya.
Jadi jelas bahwa keseringan pemanfaatan perpustakaan merupakan suatu rutinitas pengguna perpustakaan, dimana frekuensi pemanfaatan perpustakaan berhubungan dengan kebutuhan pengguna sehingga frekuensi pemanfaatan dapat menjadi tolak ukur pemanfaatan perpustakaan.
2.2.6 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pemanfaatan Perpustakaan
Dalam sebuah penelitian yang dijelaskan oleh Neneng Komariah yaitu:
“Indikator suatu perbuatan adalah seberapa sering seseorang melakukan perbuatan tersebut dan apa alasan atau tujuan yang bersangkutan melakukan perbuatan tersebut. jadi faktor frekuensi seseorang memanfaatkan perpustakaan dan tujuan dia memanfaatkan perpustakaan merupakan indikator dalam pemanfaatan perpustakaan”. (Komariah, 2009,10), sedangkan sebuah penelitian mengenai pemanfaatan perpustakaan yang dijelaskan oleh Ninis Agustini dijelaskan bahwa
“ada beberapa indikator dalam pemanfaatan perpustakaan diantaranya frekuensi dan intensitas” .
Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mengetahui tingkat pemanfaatan perpustakaan tidak terlepas dari peran perpustakaan itu sendiri. Jadi kualitas penggunaan perpustakaan dapat dilihat dari frekuensi pemanfaatan, intensitas pemanfaatan perpustakaan, dan motif atau tujuan pengguna memanfaatakan perpustakaan.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pemanfaatan perpustakaan antara lain:
1. Ruangan perpustakaan 2. Suasana perpustakaan
3. Pelayanan perpustakaan 4. Tujuan ke perpustakaan
5. Rata-rata jumlah peminjaman buku 6. Frekuensi kunjungan ke perpustakaan 7. Durasi kunjungan ke perpustakaan 8. Pemanfaatan koleksi
Adapun beberapa faktor lain yang mempengaruhi terhadap pemanfaatan perpustakaan adalah:
1. Minat baca
Faktor minat baca pengguna sangat menentukan terhadap pemanfaatan perpustakaan, karena adanya kesadaran priadi pengguna sebagai pendorong jiwanya untuk memanfaatkan perpustakaan. Hal ini menunjukkan bahwa minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang. Dengan adanya minat pengguna terutama dalam hal membaca buku-buku yang tersedia di perpustakaan maka dengan sendirinya perpustakaan tersebut turut membantu terhadap pemanfaatan sumber informasi. karena bagaimanapun kelengkapan, baik saran dan fasilitas yang ada pada suatu perpustakaan tudak akan bermanfaat sebagaimana yang diinginkan kalau tidak ada minat pengguana untuk memanfaatkannya.
2. Tenaga pengelola
Faktor ini sangat memegang peranan yang sangat menentukan berhasil tidaknya sebuah perpustakaan. oleh karena itu untuk membuat perpustakaan bermanfaat sesuai dengan tugas, fungsi dan tujuannya, makan para pengelola penyelenggara bisa menyadari akan kepentingan dan kedudukan perpustakaan bagi masyarakat luas.seorang pengelola perpustakaan tidak cukup hanya dibekali keahlian teknis dan pengetahuan yang memadai tentang ilmu keperpustakaan, melainkan harus memiliki kemampuan mental tertentu.
Seorang petugas perpustakaan harus memiliki rasa tanggung jawab yng besar terhadap pengelolaan perpustakaan agar misi yang ditanggung oleh perpustakaan dapat dicapai.
3. Koleksi Perpustakaan
bahwa fungsi perpustakaan adalah berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat luas, bahan-bahan yang diperlukan untuk koleksi perpustakaan selain buku-buku adalah majalah, surat kabar, kliping, bahan-bahan stensilan, pamplet-pamplet dan alat peraga.
4. Motivasi
Motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong untuk melakukan sesuatu. Menurut Donald dalam Sardiman (1998;73), motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Ada dua jenis motivasi, yaitu:
a. Motivasi Ekstrinsik
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu,apakah karena adanya ajakan, suruhan atau pksaan, dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu.
b. Motivasi Intristik
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemampuan sendiri.
5. Gedung dan Fasilitas Perpustakaan
Mengenai keadaan gedung perpustakaan ini yang harus diperhatikan adalah letak, jumlah ruangan dan tata ruangannya perlu diperhatikan untuk mendirikan perpustakaan. Selain gedung, fasilitas perpustakaan merupakan hal yang penting, yang dimaksudkan adalah segala perkakas yang digunakan dalam penyelenggaraan perpustakaan selain buku-buku dan bahan pustaka.
Perlengkapan atau fasilitas ini meliputi rak buku, rak surat kabar, rak majalah, kabinet gambar, meja sirkulasi, lemari atau kabinet katalog, papan display, papan pengumuman, meja baca dan perlengkapan lainnya yang digunakan secara tidak langsung. Selain kelengkapan fasilitas perpustakaan tersebut, yang perlu diperhatikan adalah penataan ruangan perpustakaan sehingga memberikan kelancaran bagi pengelola dalam menyelenggarakan perpustakaan juga pemakai perpustakaan pada umumnya.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Menurut Arikunto (2002:136), “metode penelitian ini adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya”. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif.
Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah pendekatan kuantitatif berjenis asosiatif sebab akibat dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana.
Untuk itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel yang diteliti yaitu pendidikan pengguna dan pemanfaatan perpustakaan di Perpustakaan Universitas Negeri Medan. Dimana hubungan antara variabel dalam penelitian akan dianalisis dengan menggunakan ukuran-ukuran statistika yang relevan atas data tersebut untuk menguji hipotesis.
3.2 Lokasi Penelitian
Berdasarkan judul penelitian ini, maka lokasi penelitiannya di jalan Williem Iskandar, Pasar V Medan Estate No. 1589 Medan 20221.
Telp (061) 6613365, 6613276, 6618754 Fax. (061) 6614002 / 6613319.
http://library.unimed.ac.id, http://digilib.unimed.ac.id Email:[email protected]
3.3 Populasi dan Sampel
Dalam penelitian kuantitatif apalagi dirancang sebagai sebuah penelitian survey, keberadaan populasi dan sampel penelitian nyaris tak dapat dihindarkan.
Populasi dan sampel merupakan sumber utama untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam mengungkapkan fenomena atau realitas yang dijadikan fokus penelitian. Adapun populasi dan sampel dari penelitian ini adalah
3.3.1 Populasi
Untuk memudahkan penelitian ini, maka penulis menetapkan populasi penelitian. Menurut Sugiono (2006: 72), ”Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek / subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anggota atau peserta pelatihan pendidikan pengguna di Perpustakaan Universitas Negeri Medan, dari jumlah mahasiswa 2015 sekitar 4.164 anggota. populasi ini selanjutnya akan digenerelisasikan, sehingga penelitian ini akan dilakukan terhadap sebagian populasi sekaligus menjadi sampel dalam penelitian ini.
3.3.2 Sampel
Mengingat populasi penelitian jumlahnya besar, maka tidak semua populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Menurut Sugiyono (2011: 80) menyatakan Sampel adalah ” bagian atau jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Untuk menetapkan besaran sampel dalam penelitian ini, penulis menggunakan rumus slovin (Umar, 2008:78) sebagai berikut:
𝑛 =
N1+𝑁𝑒²
Keterangan:
n = ukuran sampel N= ukuran populasi
e= taraf kesalahan sebesar 10%
Apabila diperhitungkan sampel dilakukan sesuai dengan rumus Slovin tersebut, maka sampel dalam penelitian ini adalah:
𝒏 =
𝐍𝟏+𝑵𝒆𝟐
𝑛 =
41641+4164 (0,1)2
n =
41641+4164(0,01)
n =
416443
n =
97 orang.Jadi sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 97 orang dari populasi.
Selanjutnya, teknik yang digunakan dalam penentuan sampel adalah menggunakan teknik Propotionate Stratified Random Sampling. Menurut Sugiyono (2006: 75) “Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara propesional”. Adapun alasan penggunaan metode ini adalah karena mengingat jumlah populasi yang besar sehingga diperlukan penentuan sampel secara acak pada setiap karakteristik atau stratifikasi. Sub populasi dalam penelitian ini penulis tetapkan berdasarkan fakultas.
Tabel 3.1 Jumlah Pengguna Pengguna Perpustakan UNIMED 2015- No
Fakultas Sub
Populasi Sampel
1 Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
1118 1118
4164𝑥 97 = 26
2 Ilmu Sosial 573 573
4164𝑥 97= 13
3 Ekonomi 380 380
4164x 97 =9
4 Ilmu Pendidikan 561 561
4164𝑥 97 =13
5 Teknik 611 611
4164𝑥 97=14
6 Bahasa dan Seni 550 550
4164𝑥 97 = 13
7 Ilmu Keolahragaan 371 371
4164𝑥 97 =9 Jumlah populasi 4.164 Jumlah Sampel 97 (Sumber : Perpustakaan UNIMED)
3.4 Teknik pengumpulan Data
Teknik mengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1. Angket yang diberikan kepada responden yaitu pengguna Perpustakaan
Universitas Negeri Medan (UNIMED).
2. Studi kepustakaan, yaitu mengumpulkan buku, jurnal, majalah, laporan tahunan dan dokumen lain yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
3. Wawancara 3.5 Jenis dan Sumber data
Dalam setiap penelitian, disamping menggunakan metode yang tepat juga diperlukan kemampuan memilih metode pengumpulan data yang relevan. Data
merupakan faktor penting dalam penelitian, karena di dalam setiap penelitian pasti memerlukan data. Sumber data yang digunakan yaitu:
1. Data Primer adalah data yang diambil langsung, tanpa perantara dengan sumber. Sumber dapat berupa benda, situs, manusia, dan benda. Data primer biasanya didapat dari subjek penelitian dengan cara melakukan pengamatan, percobaan atau interview/wawancara. cara untuk mendapatkan data primer biasanya melalui observasi/pengamatan langsung, sumber diberi lembar yang berisi pertanyaan untuk diisi yang ditunjukan untuk responden.
2. Data sekunder adalah data yang mendukung data primer yang diperoleh melalui buku, jurnal majalah, serta dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan penelitian.
3.6 Definisi Operasional Variabel
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diukur yaitu pendidikan pengguna sebagi variabel bebas/independent (X) dan pemanfaatan perpustakaan sebagai variabel terkait/dependent (Y), lebih jelasnya defenisi dari masing-masing variabel penelitian ini adalah:
Tabel 3.2 Instrumen Penelitian
Variabel Indikator
Pendidikan Pengguna (X) a. Manfaat pendidikan pengguna b. Tujuan pendidikan pengguna c. Fungsi pendidikan pengguna d. Metode pendidikan pengguna e. Waktu pendidikan pengguna f. Materi Pendidikan Pengguna Pemanfaatan Perpustakaan
(Y)
a. Tujuan pemanfaatan b. Frekuensi pemanfaatan c. Cara pemanfaatan d. Faktor kunjungan
Variabel Pendidikan Pengguna (X)
Pendidikan pengguna adalah program pelatihan bagi pengguna perpustakaan dalam memanfaatkan perpustakaan.
Variabel Pemanfaatan perpustakaan (Y)
Pemanfaatan perpustakaan adalah proses atau cara, pembuatan untuk menggunakan semua layanan dan fasilitas yang tersedia di perpustakaan.
3.7 Skala Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel dilakukan dengan cara menggunakan satuan ukuran Skala Likert. Menurut Djali (2008 : 28) Skala Likert adalah “ skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu gejala fenomena pendidikan ”. Bobot untuk semua jawaban yang diberikan responden dari setiap pernyataan adalah sebagai berikut:
a. Jawaban “sangat setuju’ mempunyai skor 5 b. Jawaban “setuju” mempunyai skor 4
c. Jawaban “ragu-ragu/netral” mempunyai skor 3 d. Jawaban “tidak setuju” mempunyai skor 2
e. Jawaban “sangat tidak setuju” mempunyai skor 1 3.8 Validitas dan Reliabititas Instrumen
Untuk memperoleh data yang baik dalam penelitian, maka angket yang dijadikan sebagai instrument dalam pengumpulan data diuji terlebih dahulu validitas dan reliabilitasnya.
3.8.1 Uji Validitas
Validitas data penelitian ditentukan oleh proses pengukuran yang akurat, karena validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat.
Menurut Ghozali (2005: 19) menyatakan bahwa untuk mengukur validitas dapat dilakukan dengan 3 macam, yaitu:
1. Melakukan korelasi antara skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel.
2. Uji validitas dapat juga dilakukan dengan bivariare antara masing- masing skor indikator dengan total skor konstruk.
3. Uji dengan Confirmatori Faktor Analysis (CFA)
Pengujian validitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan korelasi antara skor butir pernyataan dengan total skor variabel.
Pengujian validitas instrumen dilakukan pada pengguna yang menjadi anggota Perpustakaan Universitas Negeri Medan. Uji coba dilakukan terhadap 30 orang
responden yang tidak termasuk dalam sampel penelitian tetapi masih termasuk dalam populasi penelitian. Pengujian instrumen dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah isi angket dapat dimengerti dan dipahami oleh para responden atau tidak. Hasil dari angket ini akan valid jika dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat dan akurat. Pengujian validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan teknik analisis nilai-nilai r Product Moment Correlation.
Menurut Sugiyono (2006: 115), “Bila korelasi setiap pertanyaan positif, dan besarnya 0,30 ke atas maka butir pertanyaan tersebut dianggap valid”
3.8.2 Uji Reliabilitas Instrumen
Uji reliabilitas dilakukan terhadap instrumen yang telah diuji validitasnya.
Reliabilitas pada dasarnya adalah alat untuk mengukur suatu instrumen yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu instrumen dikatakan reliabel atau handal jika jawaban dari responden terhadap pernyataan konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Ghozali (2005, 20) menyatakan bahwa pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Repeated Measure atau pengukuran ulang dilakukan dengan cara memberikan kuisioner/angket yang sama pada waktu yang berbeda, dan kemudian dilihat apakah responden tetap konsisten dengan jawabannya.
2. One Shot atau pengukuran sekali saja dilakukan dengan cara hanya sekali saja kuisioner/angket diberikan kepada responden dan kemudian hasilnya diandingkan pernyataan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan.
Pengujian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan One Shot atau pengukuran sekali saja dan untuk diuji statistik reliabilitasnya digunakan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60 (Nugroho, 2005: 72)
3.9 Analisis Data
Analisis data bertujuan untuk menyusun data dalam cara yang bermakna sehingga dapat dipahami. Para peneliti berpendapat bahwa tidak ada cara yang paling benar secara absolut untuk mengorganisasi, menganalisis, dan menginterprestasikan data, karena itu, maka prosedur analisis data dalam penelitian disesuaikan dengan tujuan penelitian. untuk memudahkan dalam analisa data metode yang digunakan adalah metode statistik
.3.9.1 Analisis Deskriptif
Mengingat penelitian ini terdari dua variabel pendidikan pengguna dan pemanfaatan perpustakaan, maka data yang dikumpulkan melalui angket selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif mengenai subjek penelitian berdasarkan data. Data diperoleh ditabulasi dengan menyusun kedalam table kemudian dihitung presentasenya, selanjutnya dianalisis dan di interpresentasikan.
Untuk menghitung presentasi jawaban yang diberikan responden. Dengan rumus yang dibuat oleh Mahfoedz (2009:123).
P =
𝑓𝑁
𝑋 100%
Keterangan : P = Persentase
F = Jumlah jawaban yang diperoleh
N = Jumlah Responden
Untuk menafsirkan besarnya presentase yang didapatkan dari tabulasi data, penulis menggunakan metode penafsiran yang dilakukan oleh Supardi (1979:20) dengan rincian sebagai berikut:
1-25% : Sebagian kecil 26-49% : Hampir setengah 50% : Setengah
51-75% : Sebagian besar 76-99% : Pada umumnya 100% : Seluruhnya 3.9.2 Anilisis Regresi Linier
Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh pendidikan pengguna terhadap pemanfaatan di Perpustakaan Universitas Negeri Medan. Dalam pengolahan data menggunakan SPSS (Statistical Product and Solution) persamaan regresi linenar sederhana yang digunakan sebagai berikut:
Ŷ = 𝒂 + 𝒃𝑿 dimana :
Ŷ = pemanfaatan perpustakaan a = harga Y bila X (bilangan konstan) b = bilangan koefesien
X= Pendidikan pengguna (nilai variabel prediktor) (Arikunto, 2009:372)