• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN

1.5 Hipotesis

Hipotesis merupakan prediksi mengenai kemungkinan hasil dari suatu penelitian. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah “ Adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara pendidikan pengguna dengan pemanfaatan perpustakaan Universitas Negeri Medan”.

BAB II KAJIAN TEROTIS 2.1 Pendidikan Pengguna

Pendidikan Pengguna merupakan suatu program atau kegiatan yang memiliki pengaruh besar terhadap optimalnya pemanfaatan perpustakaan.

Rahayuningsih, F (2007:123) menyatakan bahwa “Pendidikan Pengguna memiliki berbagai macam istilah diantaranya user educattion (kegiatan yang menyangkut pendidikan pengguna atau bimbingan pengguna), library orientation (kegiatan yang menyangkut orientasi perpustakaan, penyuluhan perpustakaan), library intruction (kegiatan yang menyangkut pengajaran atau arahan perpustakaan), bibliographic instruction (kegiatan pengajaran bibliografi), library use intruction (petunjuk penggunaan perpustakaan), dan user guidance (bimbingan pengguna).

’ Secara umum istilah pendidikan pengguna dalam konteks ilmu perpustakaan adalah pengertian yang sama dengan istilah bimbingan pengguna, pendidikan pemakai, atau User Education.

Menurut Artikel Kepustakawanan yang dikutip oleh Surwanto 2014 menyatakan:

Pendidikan pengguna merupakan kegiatan yang dirancang untuk mendidik pengguna agar mengetahui sumber-sumber informasi perpustakaan yang terdiri dari koleksi, fasilitas dan jasa perpustakaan, mendidik pengguna dalam memanfaatkan sumber-sumber informasi secara cepat dan tepat, serta mendidik pengguna perpustakaan untuk menjadi pengguna yang tertib dan bertanggung jawab.

Menurut Lasa (2009: 241) menyatakan bahwa pendidikan pemakai adalah:

Program yang diselenggarakan perpustakaan untuk memberikan bimbingan, petunjuk, maupun pendidikan kepada calon pemakai perpustakaan dalam kegiatan mereka, memanfaatkan jasa informasi dan sarana perpustakaan.

Kegiatan ini di perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi sudah lazim dilaksanakan baik secara formal atau pun non-formal, dan diberlakukan untuk mahasiswa.

Berdasarkan pendapat di atas dapat dikatakan bahwa pendidikan pengguna merupakan program yang memberikan intruksi kepada para pengguna perpustakaan. dalam hal ini layanan perpustakaan berupa layanan informasi maupun fasilitas di perpustakaan sehingga dapat terjadinya efektivitas dalam pemanfaatan sumber informasi dan fasilitas yang ada secara optimal

2.1.1 Manfaat Pendidikan Pengguna

Menurut Sutarno (2005:116) berpendapat bahwa manfaat dari pendidikan pengguna adalah pengguna perpustakaan dapat dengan cepat dan tepat menemukan apa yang diperlukan, sehingga menghemat waktu dan tenaga terbentuknya suasana, kedekatan, komunikasi yang intensif dan efektif yang informal antara petugas dan pengguna.

Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari proses pendidikan pengguna antara lain;

1. Agar mahasiswa dapat menggunakan perpustakaan secara efektif dan efisien.

2. Agar mahasiswa mampu menggunakan sumber-sumber literatur dan dapat menemukan informasi yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi

3. Memberi pengertian pada mahasiswa akan tersedianya informasi di perpustakaan dalam bentuk cetak ataupun noncetak (digital)

4. Mengenalkan kepada mahasiswa jenis-jenis koleksi serta ciri-cirinya 5. Memberikan latihan atau petunjuk dalam menggunakan perpustakaan dan

sumber-sumber yang relevan

6. Mengembangkan budaya minat baca mahasiswa 7. Mempererat jarak antara pustakawan dan mahasiswa 8. Menuju mahasiswa belajar mandiri dan melek informasi.

2.1.2 Tujuan Pendidikan Pengguna

Tujuan utama pendidikan pengguna adalah memperkenalkan kepada pengguna bahwa perpustakaan adalah suatu sistem, yang terdiri dari tempat,

koleksi, sumber daya manusia, pelayanan dan pengguna. Semua hal tersebut tidak

bisa dipisahkan satu dan yang lain. Kehadiran perpustakaan dengan koleksi yang tidak lengkap tidak ada artinya tanpa kehadiran pengguna, demikian pula sebaliknya.

Secara umum tujuan diadakannya pendidikan pengguna tercantum`dalam buku Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman (2004:95) adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan keterampilan pengguna agar mampu memanfaatkan kemudahan dan sumber daya perpustakaan secara mandiri.

2. Membekali pengguna dengan teknik yang memadai dan sesuai untuk menemukan informasi dalam subjek tertentu.

3. Meningkatkan pemanfaatan sumber daya dan layanan perpustakaan 4. Mempromosikan layanan perpustakaan

5. Menyiapkan pengguna agar dapat mengantisipasi perkembangan ilmu dan teknologi

Sedangkan Sulistyo-Basuki (2004:392) menyatakan bahwa tujuan pendidikan pengguna adalah sebagai berikut:

Mengembangkan keterampilan pengguna yang diperlukannya untuk menggunakan perpustakaan atau pusat dokumentasi, mengembangkan keterampilan tersebut untuk mengidentifikasi masalah informasi yang dihadapi pengguna, merumuskan kebutuhan informasinya sendiri (pengguna), mengidentifikasi kisaran kemungkinan sumber informasi yang tersedia untuk memenuhi kebutuhannya, menilai ketepatan, kekuatan dan kelemahan masing-masing sumber informasi dan yang palingpenting mampu menghadapi ketidaksamaan informasi yang disediakan oleh sumber yang berlainan dan mengasimilasi, mengumpulkan, menyajikan dan menerapkan informasi.

Selain itu terdapat beberapa hal yang melatarbelakangi pelaksanaan program pendidikan pengguna di perpustakan yaitu:

1. Sarana dan prasarana serta koleksi di perpustakaan merupakan suatu investasi yang sangat besar, oleh karena itu perpustakaan harus digunakan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pengguna

2. Pengguna sebagian besar adalah seorang yang melakukan studi mandiri, sehingga diharapkan dengan library instruction, pengguna mampu untuk

lebih memahami dan menggunakan perpustakaan dengan fasilitas dan layanannya secara lebih efectif dan efisien.

3. Dengan adanya kegiatan pendidikan pengguna maka perpustakaan harus mengatur dan membenahi dirinya agar dapat dipergunakan dengan mudah oleh pemakainya.

4. Dengan adanya kegiatan ini maka merupakan satu kesempatan bagi pustakawan untuk mengaitkan diri bukan hanya sebagai petugas yang hanya bisa melayani pengguna saja tetapi ikut serta menyumbangkan pikiran dan keahliannya dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.

5. Melalui pendidikan pengguna ini berarti perpustakaan telah memberikan informasi yang sangat diperlukan oleh pemakainya.

2.1.3 Fungsi Pendidikan pengguna

Menurut Sutarno (2006 : 95 ) menyatakan bahwa fungsi dari bimbingan pengguna adalah suatu kegiatan yang bermaksud memberikan panduan, penjelasan tentang pengguna perpustakaan kepada sekelompok pengguna baru perpustakaan.

Fungsi dilakukannya bimbingan pengguna bagi perpustakaan yaitu;

1. Pengguna perpustakaan dapat mengenal dan memahami serta menggunakan sistem yang dilakukan di perpustakaan tersebut.

2. Menggunakan sarana temu informasi yang tersedia seperti nomor klasifikasi, kartu katalog, dan petunjuk yang lain.

3. Pengguna perpustakaan dengan tepat dan cepat menemukan apa yang diperlukan, tanpa banyak memuang waktu, tidak menemui kesulitan dan hambatan.

4. Pendidikan pengguna memperluas jangkauan pemakaian koleksi oleh pengunjung dan anggota perpustakaan.

5. Pendidikan pengguna mengembangkan citra perpustakaan sebagai bagian dari lemaga pendidikan.

Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa pendidikan pengguna memiliki fungsi yang sangat penting dari fungsi perpustakan. Oleh karena itu pendidikan pengguna harus memiliki peran yang besar dalam mendukung perpustakaan yang ingin digunakan oleh pengguna perpustakaan.

2.1.4 Metode Pendidikan Pengguna

Agar program pendidikan pengguna perpustakaan dapat memperoleh hasil yang maksimal, perlu menentukan metode apa yang kira-kira sesuai dan efektif digunakan. Dalam memilih metode perlu pula dipertimbangkan medianya, karena masing-masing media mempunyai daya guna yang berbeda. Kosterman yang dikutip oleh Purnomo (2006:119) menyatakan bahwa suatu metode pengajaran harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Dapat mengkomunikasikan tujuan-tujuan yang telah dibuat

2. Dapat membuat seseorang tertarik untuk perhatian dan memotivasi mereka untuk perhatian penuh terhadap apa yang sedang diajarkan 3. Dapat mendorong seseorang untuk ambil bagian dengan menolongnya

untuk mempersiapkan pelajaran-pelajaran

4. Dapat memberikan umpan balik untuk menguji efektifitas metode tersebut melalui indikator-indikator yang jelas.

Menurut Nursharee Trelowjorg yang dikutip oleh Irawan (2005: 21) pada dasarnyarnya metode pendidikan pengguna terbagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu metode pengajaran langsung dan metode pengajaran tidak langsung.

1. Pengajaran langsung adalah pelajaran yang diberikan melalui hubungan langsung antara pelajar dengan mahasiswa. Metode dapat bersifat resmi dan tidak resmi.

a. Pengajaran langsung bersifat resmi, yaitu pengajaran yang merupakan bagian integral dari kurikulum perguruan tinggi yang ersangkutan, dan memperoleh bobot kredit semester.

b. Pengajaran tidak langsung tidak resmi, yaitu pengajaran tersebut bukan bagian integral dari kurikulum perguruan tinggi dan tidak memperoleh bobot kredit semester.

2. Pengajaran tidak langsung yaitu pengajaran yang dierikan melalui media tertentu.

Menurut Rahayuningsih (2007:126-129) ada beberapa metode penyampaian pendidikan pengguna yaittu:

a. Ceramah atau kuliah

Pengenalan perpustakaan yang diberikan di dalam ruangan yang dilengkapai dengan alat peraga, dapat berupa buku yang telah diproses, dilengkapi dengan call number (nomor panggil) di punggung buku.

Untuk mencapai hasil yang optimal pengguna biasanya dieri tugas dan latihan sehingga pengguna mampu memahami dan akra dengan perpustakaan

b. Wisata perpustakaan

Teknik pendidikan pengguna dengan cara memandu pengguna, melihat langsung ruangan, koleksi, layanan yang ada di perpustakaan.

c. Penggunaaan audio visual

Biasanya dengan menggunakan DVD/VCD, film, kaset, televisi, slide, LCD dlll. Pengguna perpustakaan dapat menjelajai perpustakaan dengan mendengar instruksi yang direkam.

d. Permainan atau tugas mandiri

Metode ini merupakan salah satu cara yang efektif dalam mengajarkan bagaimana cara menemukan informasi yang dibutuhkan

e penggunaan pamflet dan buku pedoman

menuntut pengguna untuk mempelajari sendiri mengenal perpustakaan dari berbagai keterangan yang terdapat pada pamflet dan buku pedoman.

Dari uraian diatas.menyatakan bahwa metode pendidikan pengguna bermacam-macam, maka metode yang diterapkan pada perpustakaan sesuai dengan keadaan perpustakaan dan kebutuhan pengguna perpustakaan itu sendiri.

2.1.5 Waktu Pelaksanaan Pendidikan Pengguna

Pelaksanaan pendidikan pengguna yang diadakan oleh perpustakaan perguruan tinggi juga harus diperhatikan waktu pelaksaannya. Karena setiap pengguna pperpustakaan memiliki waktu yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan pengguna sebaiknya dilaksanakan dengan waktu yang tidak terlalu lama singkat, tepat dan padat.

Darmono (2001 : 168) Bimbingan perpustakaan biasanya dilakukan oleh pustakawan atau petugas perpustakaan. Waktu yang diberikan sangat bervariasi, tergantung, dari jenis perpustakaannya. Untuk perpustakaan besar dengan koleksi dan jenis layanan yang sangat banyak maka waktu yang dibutuhkan relatif lebih lama bila dibandingkan dengan perpustakaan yang relatif kecil.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa waktu pelaksanaan pendidikan pengguna dilaksanakan tergantung koleksi dan besar kecil gedung perpustakaan. oleh karena itu sebaiknya pelaksanaan pendidikan pengguna dilakukan saat setelah penerimaan mahasiswa baru.

2.1.6 Materi Pendidikan Pengguna

Pada dasarnya materi yang diterapkan dalam pendidikan pengguna pada perpustakaan relatif sama antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya.

Secara umum Darmono (2001 : 23) menyebutkan beberapa materi bimbingan pemanfaatan perpustakaan antara lain:

1. Pengenalan terhadap denah perpustakaan 2. Peraturan perpustakaan

3. Alat penelusuran informasi

4. Pengenalan terhadap bagian-bagian layanan perpustakaan 5. Pengenalan terhadap penempatan koleksi

6. Pengenalan terhadap ruang baca

Menurut Rice yang dikutip oleh Sudarsih ( 2011 : 5 ) tujuan dan materi pendidikan pengguna diklarifikasikan seagai berikut:

1. Orientasi perpustakaan

Materi yang di ajarkan berupa pengenalan terhadap perpustakaan, biasanya diberikan ketika siswa/mahasiswa baru memasuki suatu lembaga pendidikan bersangkutan, materinya antara lain : Pengenalan Gedung Perpustakaan, pengenalan Katalog dan alat penelusuran lainnya, pengenalan beberapa sumber bacaan termasuk bahan-bahan rujukan dasar. Sedangkan Tujuan yang ingin dicapai adalah:

1. Mengenalkan fasilitas-fasilitas fisik gedung perpustakaan itu sendiri 2. Mengenal bagian-bagian layanan dan staf dari setiap bagian secara

tepat.

3. Mengenal layanan- layanan khusus seperti penelusuran melalui computer, layanan peminjaman.

4. Mengenalkan kebijakan-kebijakan perpustakaan seperti prosedur menjadi anggota, jam layanan perpustakaan.

5. Mengenal pengorganisasian koleksi dengan tujuan untuk mengurangi kebingungan pemakai dalam mencari bahan-bahan yang dibutuhkan 6. Termotivasi untuk dating kembali dan menggunakan sumber-sumber

yang ada di perpustakaan.

2. Pengajaran Perpustakaan

Materi yang diajarkan merupakan penjalasan lebih dalam lagi mengenai bahan-bahan perpustakaan secara spesifik. Ini berhubungan dengan kemampuan mahasiswa dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan menggunakan semua bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan materinya antara lain:

a. Teknik penggunaan indeks, katalog, bahan-bahan rujukan, dan alat-alat bibliografi.

b. Penggunaan bahan atau sumber pustaka sesuai dengan subjek atau jurusan

c. Melaksanakan teknik-teknik penelusuran informasi dalam sebuah tugas penelitian atau pembuatan karya ilmiah lainnya

Sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah :

1. Dapat menggunakan pedoman pembaca untuk mencari bahan-bahan artikel

2. Dapat menemukan buku-buku yang berhubungan dengan subjek khusus melalui katalog.

3. Dapat menggunakan bentuk mikro dan alat-alat baca lainnya secara tepat

4. Dapat menggunakan alat rujukan khusus seperti ensiklopedi, almanak, bibliografi

5. Menemukan koleksi visual dan dapat menggunakannya

6. Mengetahui sumber-sumber yang tersedia diperpustakaan lainnya dan dapat melakukan permintaan peminjaman

7. Melakukan suatu penelusuran dalam layanan pengindeksan seperti pada pusat informasi sumber pendidikan dan dapat menemukan dan menggunakan hasil-hasil sitasi.

3. Pengajaran Bibliografi

Materi yang diajarkan lebih condong sebagai langkah persiapan mengadakan atau sebagai dasar penelitian dalam rangka menyusu karya akhir. Pada level ketiga ini bisa ditawarkan melalui mata ajar formal sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal. Materi yang disampaikan antara lain

a. Informasi dan pengorganisasiannya

b. Tajuk subyek dan defenisi suatu topik karya ilmiah c. Macam-macam sumber untuk penelitian

d. Membuat kerangka teknik dan perencanaan suatu karya ilmiah e. Teknik-teknik membuat catatan dalam karya ilmiah.

f. Gaya, catatan kaki, rujukan dan sumber bahan bacaan.

g. Strategi penelitian, kesempatan dalam penelitian, dan pengguna yang tepat layananan koleksi yang diberikan perpustakaan

h. Membuat / menulis karya ilmiah

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa materi pendidikan pengguna menekankan pada aspek yang lebih konsepsional dan sasarannya adalalah para pengguna yang sudah memahami fisik dan memerlukan teknik penelusuran, penyerapan dan pemanfaatan informasi yang dibutuhkannya. Melalui beberapa materi pendidikan pengguna juga dapat diketahui bahwa penyelenggaraan pendidikan pengguna pada perpustakaan, harus mampu menginformasikan aspek-aspek penting yang berkaitan dan dimiliki oleh perpustakaan kepada pengguna perpustakaan, dengan harapan melalui pendidikan pengguna maka pengguna perpustakaan tidak akan merasa asing dan lebih cepat beradaptasi terhadap tatanan sistem operasional perpustakaan.

2.2 Pemanfaatan Perpustakaan

Pemanfaatan merupakan salah satu bentuk usaha penggunaan fasilitas sarana dan prasarana yang ada. Menurut Sutarno (2006 : 215), “pemberdayaan atau pendayagunaan perpustakaan adalah suatu upaya bagaimana memanfaatkan perpustakaan dan segala fasilitas yang tersedia, baik oleh penyelenggara maupun oleh pemakaiannya secara maksimal atau optimal”.

Pemanfaatan berasal dari kata dasar manfaat yang artinya adalah guna, faedah. Makna lain yaitu laba atau untung. Bermanfaat berarti berguna, berfaedah, jadi maksud pemanfaatan perpustakaan perguruan tinggi yaitu perpustakaan yang dimanfaatkan atau digunakan oleh pengguna dilingkungan perguruan tinggi baik

oleh mahasiswa, dosen, karyawan yang berada di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi. Pengguna adalah orang yang berhubungan dengan perpustakaan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam hubungannya dengan kebutuhan informasi. pemafaatan yang dimaksud disini adalah pemanfaatan yang diperoleh mahasiswa setelah mengikuti pelatihan pendidikan pengguna di perpustakaan. Berikut ini ada beberapa cara pemanfaatan perpustakaan yang bisa dilakukan mahasiswa di perpustakaan, yaitu:

1. Pemanfaatan perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar

Jika dikaitkan dengan pengertian sumber belajar, maka perpustakaan merupakan salah satu dari berbagai macam sumber belajar yang tersedia di lingkungan sekolah atau perguruan tinggi. Menurut Association for Education Communication Technologi (AECT) pengertian sumber belajar adalah berbagai sumber baik itu berupa data, orang atau wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar baik yang digunakan secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajarnya.

Kemampuan pemanfaatan sumber belajar secara efectif dan efisien menjadi faktor penting bagi upaya mengkondisikan mahasiswa untuk dapat belajar secara sistematis dan terprogram. Sumber belajar menjadi penunjang bagi kondusifnya lingkungan belajar yang sangat diperlukan bagi mahasiswa, sehingga kondisi ini mampu meningkatkan prestasi belajar. Sumber-sumber informasi belajar meliputi bermacam-macam media, disamping buku-buku slide, film, foto, kaset, piringan hitam, model, spesimen dan lain sebagainya.

2. Pemanfaatan Perpustakaan Sebagai Sumber Informasi

Penggunaan sumber informasi di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi tergantung pada kebutuhan dan motivasi tertentu mahasiswa. Kebutuhan dan motivasi tersebut akan menggerakan individu untuk berbuat sesuatu agar kebutuhannya terpenuhi. Level pendidikan yang akan lebih tinggi serta beragamnya kebutuhan informasi mahasiswa berakibat pada beragamnya jenis sumber informasi yang tersedia di perpustakaan, jenis-jenis sumber informasi tersebut antara lain; buku, teks, majalah ilmiah atau jurnal, karya-karya penelitian, proseding, serta koleksi referensi yang lain.

Ada beberapa cara untuk memanfaatkan informasi di perpustakaan yaitu, sirkulasi dan transaksi informasi seperti informasi dimulai dari dilihat, dibaca, dan dipelajari, diteliti, dikaji, dan dianalisis lalu kemudian di manfaatkan dan dikembangkan di dalam kegiatan-kegiatan pendidikan, penelitian, pelatihan dan laboratorium untuk kemudian di informasikan kepada orang lain. Cara lain seperti sumber informasi yang ada dapat diakses langsung oleh pembaca melalui layanan digital perpustakaan.

3. Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan

Seorang mahasiswa yang sadar akan kebutuhan informasi dan tahu bagaimana cara untuk memenuhinya, mereka akan berkunjung dan memanfaatkan koleksi perpustakaan. Koleksi perpustakaan merupakan salah satu media yang dimanfaatkan oleh mahasiswa. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk perubahan informasi yang dilakukan mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Koleksi yang merupakan aset dan bagian inti dari perpustakaan

perguruan tinggi tidak berbeda dengan perpustakaan pada umumnya. Ada koleksi buku dan koleksi non buku. kedua jenis koleksi tersebut diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan informasi yang dimiliki oleh pengguna.

Pada dasarnya pemanfaatan koleksi perpustakaan dapat berlangsung diluar perpustakaan dan didalam perpustakaan, misalnya peminjaman koleksi melalui sirkulasi dan membaca koleksi diruang baca perpustakaan.cara memanfaatkan koleksi perpustakaan dengan beberapa caitu meminjam, membaca ditempat, mencatat informasi dari buku, memperbanyak (menggunakan jasa fotocopy), cara-cara yang ditempuh oleh pemustaka tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya adalah waktu, kenyamanan dan materi. pemanfaatan koleksi yang ada di perpustakaan tersebut dimaksudkan untuk menunjang keberhasilan kegiatan dalam mencapai prestasi belajar mahasiswa.

4. Pemanfaatan Sarana dan Prasarana

Untuk menentukan sarana dan prasana yang terbaik, perlu dibicarakan bersama pihak-pihak yang terkait dengan mengakomodasikan peta pemikiran yang telah dimiliki, sehingga dihasilkan optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana yang terbaru. Standar sarana dan prasarana perpustakaan menurut sekolah tinggi teknologi ronggolawe cepu adalah:

1. gedung perpustakaan harus memiliki kenyamanan, ketenangan, dan kedekatan dengan ruang perkuliahan.

2. Pengadaan perpustakaan harus mempertimbangkan kebutuhan dan keefektifan penggunanya

3. Pengadaan buku dan peralatan perpustakaan harus mempertimbangkan kemampuan keuangan

4. Pengadaan buku perpustakaan harus sesuai dengan visi dan misi perpustakaan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan

5. Standar buku perpustakaan dinyatakan dalam jumlah judul dan jenis buku di perpustakaan satuan pendidikan

6. Standar jumlah teks pelajaran di perpustakaan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan untuk setiap peserta didik.

7. Kelayakan isi, penyajian dan kegrafikan buku teks pelajaran dinilai oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri.

8. Standar sumber belajar lainnya untuk setiap satuan pendidikan dinyatakan dalam jumlah rasio, jumlah sumber belajar terhadap peserta didik sesuai dengan jenis sumber belajar dan karakteristik satuan pendidikan.

5. Pemanfaatan Perpustakaan dalam Meningkatkan Pengetahuan

Secara singkat manajemen pengetahuan dapat diartikan sebagai serangkaian pendekatan sistematik untuk mengola pengetahuan, mengevaluasi berbagai semua aset-aset informasi, aset informasi tersebut bisa saja terdiri dari data base, dokumen, peraturan-peraturan. pemanfaatan perpustakaan dalam meningkatkan pengetahuan disini yaitu mahasiswa yang dapat memperoleh dan mengolah pengetahuan untuk menciptakan nilai dan meningkatkan keunggulan kompetitif.

Pemanfaatan layanan yang efektif adalah yang dapat memenuhi keinginan pengguna antara lain:

1. Penyediaan informasi yang sesuai dengan keinginan pengguna

2. Waktu yang tepat, leluasa, memadai dan tidak terlalu mengikat, termasuk kesempatan sore dan malam untuk kelompok masyarakat

3. Kebebasan, tata cara dan akses informasi, tidak kuku dengan pengawasan 4. Suasana yang menyenangkan, aman, tenang, tentram, jauh dari kegaduhan

dan kebisingan

5. Sikap dan perilaku petugas yang penuh perhatian, ramah, santun, bersifat membimbing, memandu, penuh perhatian, menguasai masalah

6. Tata tertib yang sederhana, mudah dipahami, diikuti dan dilaksanakan.

Adanya fasilitas dan kemudahan yang lain seperti: panduan, petunjuk, informasi singkat atau yang lain.

7. Menimbulkan kesan yang baik, menyenangkan dan memuaskan sehingga orang ingin kembali lagi

8. Berorientasi kepada pelanggan/konsumen dan bersifat mandiri

Sehingga dari keseluruhan paparan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan layanan pustaka merupakan suatu cara untuk memanfaatkan

tindakan dari pustakawan yang dapat memuaskan pemustaka dengan bahan pustaka seperti koleksi buku, microfilm, maupun fasilitas yang lainnya

2.2.1 Pemanfaatan Perpustakaan oleh Pengguna

Kata pemanfaatan berasal dari kata manfaat yang berarti guna, faedah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005 : 711) disebutkan bahwa

“Pemanfaatan mengandung arti, proses, cara pembuatan memanfaatkan” berarti dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan adalah proses atau cara, perbuatan untuk memanfaatkan suatu yang kita butuhkan.

Menurut Handoko seperti yang dikutip oleh Handayani (2007 : 28), bahwa dari segi pengguna pemanfaatan bahan pustaka di perpustakaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

a. Faktor internal meliputi:

1. Kebutuhan

Yang dimaksud dengan kebutuhan disini adalah kebutuhan akan informasi

2. Motif

Motif merupakan suatu yang melingkupi semua penggerak, alas an, atau dorongan yang menyebabkan ia berbuat sesuatu.

3. Minat

Minat adalah kecendrungan hati yang tinggi terhadap sesuatu.

b. Faktor eksternal meliputi 1. Kelengkapan koleksi

2. Banyaknya koleksi referensi yang dapat di manfaatkan informasinya oleh mahasiswa

3. Keterbatasan fasilitas dalam pencarian kembali

Dari uraian di atas dapat menyatakan bahwa ada 2 (dua) faktor yang mempengaruhi pengguna memanfaatkan bahan pustaka yaitu faktor internal yang

meliputi kebutuhan, motif dan minat, faktor eksternal yang meliputi kelengkapan koleksi, keterampilan pustakawan dalam melayani pengguna dan keterbatasan dalam pencarian kembali.

2.2.2 Pemanfaatan Fasilitas Penelusuran

Pemanfaatan Fasilitas penelusuran yang paling utama di perpustakaan adalah katalog. Melalui pemanfaatan katalog perpustakaan, pengguna dapat

Pemanfaatan Fasilitas penelusuran yang paling utama di perpustakaan adalah katalog. Melalui pemanfaatan katalog perpustakaan, pengguna dapat