• Tidak ada hasil yang ditemukan

05.1 BAB 1

N/A
N/A
allya

Academic year: 2022

Membagikan "05.1 BAB 1"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1   

BAB I PENDAHULUAN  

1.1 Latar Belakang Masalah

Pediatri tergolong dalam individu yang sangat riskan terhadap obat karena sistem dalam tubuhnya yang belum sempurna untuk merespon dan memetabolisme obat dalam tubuh secara baik. Pasien pediatri termasuk dalam populasi yang berisiko tinggi terkena penyakit dengan rentang usia 1-5 tahun.

Pada pasien pediatri, dokter sering melakukan penyesuaian dosis dan meresepkan obat racikan. Oleh karena itu, informasi dosis dalam peresepan obat sangatlah penting dalam pengobatan pada pasien pediatri karena profil farmakokinetik dan farmakodinamiknya berbeda dengan orang dewasa (Widyaswari,2012).

Obat racikan (compounding medicine) bertujuan untuk membentuk, mengubah dan mencampur sediaan obat atau bahan aktif. Bentuk obat racikan dapat berupa bentuk padat, semi padat maupun cair. Di Indonesia bentuk obat racikan biasanya dibuat dalam bentuk puyer yang diresepkan oleh dokter dengan tujuan untuk menyesuaikan dosis dengan berat badan pasien pediatri (Setyabudi,2011).

Pemakaian obat yang tidak rasional merupakan masalah yang cukup serius dalam pelayanan kesehatan dan dapat menimbulkan masalah seperti kesalahan pemilihan jenis obat, perhitungan dosis serta kesalahan menentukan frekuensi durasi pemakaian obat. Pemberian obat hanya didasarkan pada jumlah keluhan pasien pediatri sehingga semakin banyak keluhan maka semakin banyak pula obat yang diresepkan tanpa melihat manfaat dan risikonya (Suryawati,2011).

Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan di Puskesmas DIY pada Januari s/d Desember 2010 menunjukan bahwa evaluasi terhadap ketersediaan obat berdasarkan MIMS/ISO sebanyak 62,5 obat yang diracik sudah tersedia formulanya untuk pediatri dengan nama dagang dan sebanyak 19 item obat sudah tersedia formulanya untuk pediatri berdasarkan daftar yang termuat dalam Model List of Essensial Medicines for Children 2007 (Wiedyaswari and Wiedyaningsih 2012). Dilihat dari latar belakang masalah, dapat disimpulkan, obat racikan akan terus digunakan selama masih sedikitnya ketersediaan obat

(2)

 

yang sesuai dengan kondisi pasien pediatri, sehingga perlu dilakukan penelitian guna melihat ketersediaan formula obat untuk pasien pediatri. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan penelitian terkait profil peresepan obat racikan dan evaluasi ketersediaan obat esensial untuk pasien pediatri di Puskesmas Gondokusuman I dan Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta, melalui suatu pembaruan dengan melihat ketercantumannya dalam DOEN 2015, FORNAS 2016, dan WHO Model List of Essensial Medicines for Children 2015.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Dari penjelasan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan suatu permasalahan penelitian,yaitu :

1. Bagaimana profil peresepan obat racikan pada pasien pediatri di puskesmas Kota Yogyakarta Periode Januari-Desember 2016?

2. Bagaimana evaluasi ketersediaan formula obat pada pasien pediatri yang diracik di puskesmas Kota Yogyakarta Periode Januari-Desember 2016 berdasarkan MIMS 2015/2016 Volume 17 dan ISO Indonesia Volume 50 tahun 2015/2016?

3. Apakah zat aktif yang diracik pada pasien pediatri tercantum dalam DOEN 2015, FORNAS 2016 dan WHO Model List Of Esential Medicines for Children 2015?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka penelitian ini mempunyai tujuan yaitu :

1. Mengetahui profil peresepan obat racikan pada pasien pediatri di puskesmas Kota Yogyakarta Periode Januari-Desmber 2016.

2. Mengetahui evaluasi ketersediaan formula obat pada pasien pediatri yang di racik di puskesmas Kota Yogyakarta Periode Januari-Desember 2016 berdasarkan MIMS 2015/2016 Volume 17 dan ISO Indonesia Volume 50 tahun 2015/2016.

(3)

 

3. Mengetahui zat aktif yang diracik pada pasien pediatri tercantum dalam DOEN 2015, FORNAS 2016 dan WHO Model List Of Esential Medicines for Children 2015.

1.4 MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini diharap dapat bermanfaat sebagi berikut : 1. Untuk peneliti

Penelitian ini diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan pengalaman dalam melakukan riset mengenai profil peresepan sediaan puyer dan ketersediaan formula obat untuk pasien pediatri di Puskesmas Gondokusuman I dan Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta.

2. Untuk Apoteker

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan informasi tentang profil peresepan sediian puyer dan keersediaan formula obat untuk pasien pediatri di Puskesmas Gondokusuman I dan Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta.

3. Untuk Puskesmas

Penelitian ini diharapkan dapat menambah data profil perespan obat racikan dan ketersediaan obat untuk pediatri di Puskesmas Gondokusuman I dan Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta.

4. Untuk Pemerintah

Penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi terkait dengan pola peresepan obat racikan dan ketersediaan formula obat untuk pasien pediatri di Puskesmas Gondokusuman I dan Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta.

5. Untuk Masyarakat.

Penelitian diharapkan dapat meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan peresepan sediaan puyer dan ketersediaan formula obat untuk pasien pediatri di Puskesmas Gondokusuman I dan Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai contoh dibuat salah satu activity diagram yaitu activity diagram kelola data gejala kecanduan game seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4, Gambar 5 dan

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Psikologi angkatan 2010 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan tujuan mengetahui tingkat identitas sosial

Pada deskripsi data ini membahas tentang seberapa besar perbedaan tingkat minat belajar service underhand dan passing bawah yang dihasilkan dari pembelajaran sebelum dan

Pada hasil analisis bivariat ditemukan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan penolong persalinan pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Taliwang

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antibakteri VCO terhadap bakteri Salmonella typhi, sehingga diharapkan VCO dapat menjadi fitofarmaka

• Hasil perbandingan komposisi menunjukan bahwa komposisi larva invertebrata planktonik pada desain reefball (AR.1) sejumlah 12 taksa, desain kubus tersusun secara piramid

//import fungsi untuk menggunakan perintah swing dan awt import javax.swing.JFrame; import javax.swing.JButton; import javax.swing.JLabel; import javax.swing.JTextField; import

Verba utamanya juga sama dengan kata parakalein yaitu “Dan berpegang pada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat.” Jika demikian, maka seorang