• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIMULASI NUMERIK MODEL RUMAH TAHAN GEMPA TANPA BETON BERTULANG.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SIMULASI NUMERIK MODEL RUMAH TAHAN GEMPA TANPA BETON BERTULANG."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

SIMULASI NUMERIK MODEL RUMAH TAHAN GEMPA TANPA BETON BERTULANG

SKRIPSI

Diajukan sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan Program Strata-I pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas Padang

Oleh :

ENDANG DISTIANNA HARIDA 06 172 002

Pembimbing : ABDUL HAKAM, Ph.D OSCAR FITHRAH NUR, MT

JURUSAN TEKNIK SIPIL – FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS

(2)

ABSTRAK

Gempa merupakan salah satu penyebab kerusakan struktur atau keruntuhan struktur yang akan memperikan dampak yang fatal bagi semua orang. Bahkan bisa menjadi penyebab kerusakan dini (kegagalan) dari sebuah bangunan. Gempa dahsyat yang melanda Sumatera Barat tanggal 6 Maret 2007 dan 30 September 2009 telah menimbulkan korban manusia dan harta benda yang cukup besar. Kerusakan bangunan baik struktur maupun non-struktur banyak terjadi pada perumahan penduduk. Kebanyakan bangunan yang mengalami kerusakan adalah bangunan rakyat yang dibangun secara sederhana, tanpa memperhitungkan kekuatan strukturnya dan dibangun berdasarkan pengalaman praktis. Bangunan tersebut biasanya didirikan oleh masyarakat umum. Sehingga pada saat terjadinya bencana alam seperti gempa dan lain sebagainya, bangunan atau struktur tersebut rentan untuk mengalami keruntuhan atau kerusakan struktur baik kecil maupun besar.

Dengan mengetahui penyebab kerusakan struktur, maka dapat dilakukan persiapan yang lebih baik bagi bangunan lain yang sedang direncanakan agar tidak mengalami kejadian yang sama dengan bangunan-bangunan sebelumnya. Dengan mengetahui penyebab dan mekanisme keruntuhan, maka selanjutnya dapat dilakukan simulasi pada struktur. Simulasi dapat dilakukan melalui model fisik maupun numerik. Simulasi numerik dilakukan dengan program analisis struktur.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbandingan antara simulasi numeric yaitu respon atau pengaruh pemberian beban gempa getaran lemah, sedang dan kuat. Dari data yang telah diperoleh dan hasil yang sudah didapatkan, hasil dari simulasi numerik hampir mendekati hasil dari simulasi fisik.

(3)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Gempa merupakan suatu peristiwa alam yang tidak bias diprediksi dimana dan kapan terjadinya. Bencana alam ini memiliki efek yang sangat buruk bagi kehidupan, dapat menjadi penyebab kerusakan struktur atau keruntuhan struktur yang akan memperikan dampak yang fatal bagi semua orang.

Gempa dahsyat yang melanda Sumatera Barat tanggal 6 Maret 2007 dan 30 September 2009 telah menimbulkan korban manusia dan harta benda yang cukup besar. Kerusakan bangunan baik struktur maupun non-struktur banyak terjadi pada perumahan penduduk.

[image:3.595.238.368.466.580.2]

Salah satu bentuk kerusakan pada komponen non-struktural dan struktural bangunan yang terjadi yang akibat gempa Sumatera Barat ini adalah rusaknya rumah karena fungsi kolom digantikan oleh sambungan dinding bata. Dimana terjadi retak dan pemisahan dinding akibat beban gempa yang bekerja pada dinding. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 1.1. Retak pada dinding tanpa kolom akibat beban gempa

(4)

Dengan mengetahui penyebab kerusakan struktur, maka dapat dilakukan persiapan yang lebih baik bagi bangunan lain yang sedang direncanakan agar tidak mengalami kejadian yang sama dengan bangunan-bangunan sebelumnya.

Dengan mengetahui penyebab dan mekanisme keruntuhan, maka selanjutnya dapat dilakukan simulasi pada struktur. Simulasi dapat dilakukan melalui model fisik maupun numerik. Model fisik biasanya terbatas pada sampel uji yang relatif kecil sesuai dengan kapasitas alat uji, dan biasannya relatif mahal daripada simulasi atau model numerik.

1.2. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui respons atau perilaku struktur yang ditimbulkan akibat beban getaran yang ditinjau secara analisis struktur dengan metoda numerik.

Manfaat yang diperoleh dari penulisan tugas akhir ini adalah mengetahui perilaku struktur rencana dengan simulasi menggunakan program komputer.

1.3. Batasan Masalah

Dalam penelitian ini, batasan masalahnya adalah sebagai berikut :

a. Simulasi numerik pada model rumah tahan gempa tanpa bertulang dengan memperhitungkan material yang digunakan.

b. Material batu bata, ketika simulasi nnumerik maka diasumsikan sebagai beton. c. Simulasi numerik ini dilakukan dengan menggunakan software SAP 2000 versi 11. d. Beban gempa yang diberikan, diambil dari pengujian fisik sebelumnya dilaboratorium

berupa data gempa yang berupa data Time History. Yang terdiri dari getaran lemah, getaran sedang dan getaran kuat.

1.4.Sistematika Penulisan

Untuk menghasilkan penulisan yang baik, maka penulisan tugas akhir ini dibagi dalam beberapa bab, sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

(5)

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Meliputi teori dasar dan juga berupa sumber-sumber yang mendukung teori tersebut.

BAB III : METODOLOGI

Berisi tahapan-tahapan dalam penulisan tugas akhir ini, mulai dari persiapan, pengumpulan data hasil dari simulasi numerik beserta kesimpulannya.

BAB IV : ANALISA DAN PEMBAHASAN

Menganalisa data yang didapat dari pengujian permodelan struktur sebelumnya dengan menggunakan software SAP 2000. hasil yang didapatkan dari analisa numerik nantinya akan dibandingkan dengan data simulasi fisik. Yang akan dibandingkan itu adalah perlakuan yang terjadi pada simulasi fisik dan simulasi numerik, bagian-bagian yang rusak.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Merupakan penutup yang berisikan tentang hasil penelitian yang diperoleh dari bab hasil dan pembahasan serta bab-bab terdahulu dan saran yang berguna untuk penelitian selanjutnya.

(6)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil yang didapatkan dapat diambil beberapa kesimpulan :

1. Berdasarkan pengujian kuat tekan bebas (Unconfined Compressive Strength Test) yang telah dilakukan di laboratorium didapatkan nilai kuat tekan bebas material batu bata sebesar 8.373 kg/cm2.

2. Simulasi numerik dilakukan dengan memberikan beban getaran berupa Time History, baik getaran lemah, sedang dan kuat, yang didapatkan dari data pengujian

fisik sebelumnya.

3. Berdasarkan hasil simulasi numerik didapat beberapa hasil berikut : a. Getaran Gempa lemah

Dari simulasi numeric yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal :

1. Tegangan :

Minimum : -28900 Maksimum : 84410

b. Gempa Getaran sedang

Dari simulasi numeric yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal : 1. Tegangan :

Minimum : -31080 Maksimum : 93060

c. Gempa getaran Kuat

Dari simulasi numeric yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal :

1. Tegangan :

Minimum : -1324.750 Maksimum : 31532.853

(7)

getaran kuat lebih besar daripada getaran sedang. Seharusnya lebih besar beban yang diberikan, tegangan atau respon diberikan akan lebih besar pula, tapi dari hasil diatas tidak

3. Dari perbandingan antara data simulasi fisik dengan simulasi numeric terlihat bahwa hasilnya hamper sama, yaitu lokasi keretakan yang ada sama-sama di bagian atas dari permodelan tersebut.

5.2 Saran

1. Perlu pemahaman dan studi lebih lanjut mengenai simulasi numeric ini

(8)

DAFTAR PUSTAKA Braja M. Das 1. ”Mekanika Tanah Jilid I”.

Gambar

Gambar 1.1. Retak pada dinding tanpa kolom akibat beban gempa

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan SNI 03-2847-2002, komponen struktur beton bertulang yang mengalami lentur harus direncanakan agar mempunyai kekakuan yang cukup untuk membatasi

Seperti yang terjadi pada bangunan di desa Ngibikan yang berubah bentuk menjadi bangunan dengan struktur yang tahan gempa, karena mengingat kejadian gempa pada saat

Perencanaan gedung pada daerah zona gempa sedang (zona tiga dan zona empat) digunakan jenis struktur bangunan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah

Secara umum, perencanaan struktur bangunan gedung beton bertulang tahan gempa berdasarkan standar peraturan gempa Indonesia yaitu SNI 1726-2012 dan standar peraturan beton

Kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali

Untuk memperoleh daktilitas yang tinggi pada struktur gedung tinggi yang direncanakan, harus diupayakan agar sendi-sendi plastis yang terbentuk akibat beban gempa maksimum

Pertama, ukuran kolom (atau balok) pada bangunan rendah pada umumnya kecil, sehingga tidak dapat memobilisasi secara maksimum tegangan lekatan yang memadai untuk

Denah Redesain Struktur yang direncanakan Data Geometri Struktur Data karakteristik geometri bangunan adalah sebagai berikut: a Bangunan trasa 2 lantai; b Tinggi lantai dasar