Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana Pada Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Oleh
ASHARI NOPDIANA
1006184
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA DEPARTEMEN PENDIDIKAN KEPELATIHAN
FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Kelompok Putra Usia 17-18 Tahun
Oleh Ashari Nopdiana
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
© Ashari Nopdiana 2015 Universitas Pendidikan Indonesia
Januari 2015
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Nama : Ashari Nopdiana NIM : 1006184
Judul : Profil Fisik dan Teknik Klub Basket Garuda Kelompok Putra Usia 17-18 Tahun
Disetujui dan disahkan oleh: Pembimbing I,
Drs. H. Dede Rohmat N, M.Pd NIP. 196312091988031001
Pembimbing II,
Alen Rismayadi, M.Pd NIP. 197612282008121002
Departemen Pendidikan Kepelatihan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Ketua,
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ABSTRAK
Profil Fisik dan Teknik Klub Basket Garuda Kelompok Putra Usia 17-18 Tahun
Pembimbing 1 : Drs. H. Dede Rohmat N, M.Pd Pembimbing 2 : Alen Rismayadi M.Pd
Ashari Nopdiana* 1006184
Skripsi ini dilatar belakangi oleh upaya dalam menciptakan pemain basket yang baik, harus sudah diketahui kebutuhan apa saja yang harus dipersiapkan untuk setiap tahapan. Pada kenyataannya untuk target pencapaian yang harus dicapai oleh atlet pada setiap tahapan usia khususnya usia 17-18 tahun sampai saat ini masih belum ada data yang dapat dijadikan rujukan ataupun patokan target. Sehingga dibutuhkan data untuk dijadikan rujukan ataupun referensi pembanding agar dapat diketahui kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi oleh tiap tahapan usia khususnya usia 17-18 tahun. Garuda merupakan salah satu klub di NBL (kompetisi bolabasket professional Indonesia) yang tidak hanya sebagai tim professional, tetapi juga memiliki pembinaan bagi calon-calon atlet muda. Adapun masalah yang penulis ajukan dalam skripsi ini adalah bagaimana gambaran profil fisik dan teknik klub basket Garuda kelompok putra usia 17-18 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran fisik dan teknik pemain basket Garuda kelompok putra usia 17-18 tahun. Hasil analisis data yang diperoleh adalah untuk profil fisik tidak terdapat satupun atlet yang berada pada kategori sempurna dan baik sekali dengan presentase 0%, terdapat 6 (35,3%) atlet berada pada kategori baik, terdapat 11 (64,7%) atlet berada pada kategori cukup, dan tidak terdapat satupun atlet yang berada pada kategori kurang sekali. Sedangkan untuk profil teknik tidak terdapat satupun atlet yang berada pada kategori sempurna (0%), terdapat 4 (23,5%) atlet berada pada kategori baik sekali, terdapat 8 (47,1%) atlet berada pada ketegori baik, terdapat 5 (29,4%) atlet berada pada kategori cukup, dan tidak terdapat satupun atlet berada pada kategori kurang dengan presentase 0%. Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis berkesimpulan bahwa profil fisik klub basket Garuda kelompok putra usia 17-18 tahun berada pada kategori
“cukup” dan profil teknik klub basket Garuda kelompok putra usia 17-18 tahun
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu *Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FPOK UPI angkatan 2010
The background of this research is the attempt of creating the best basketball players by investigating the requirements which have to be prepared in every stages. In fact, there has not been any data which can be reference as the target for athletes in every age stages to achieve, especially in the ages of 17 to 18. Thus, a data is needed to be the reference so that it can be found what kind of requirements which have to be fulfilled by the athletes. Garuda, one of the basketball clubs in NBL (Indonesia professional basketball competition), is not only a professional team but it also develops youth to be the next basketball players. The research problem is how the physical and technical profiles of Garuda basketball club’s 17 to 18 years old men group are like. Descriptive method was used in this research. This research aims at portraying the physical and technical profiles of Garuda basketball club’s 17 to 18 years old men group. In physical profile, the results show that no athlete (0%) is classified in perfect, very good, and low categories. Six (35.3%) and eleven (64.7%) of them are classified in good and moderate categories. Meanwhile, the results show that no athlete (0%) is classified in perfect and low categories on technical profile. Four (23.5%) and eight (47.1%) of them are classified in very good and good categories. Based on the results, it can be concluded that physical and technical profiles of Garuda basketball club’s 17 to 18 years old men group are considered as in moderate and good categories.
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR ISI
D. Kondisi Fisik Dalam Permainan BolaBasket ... 22
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
c. Overhead Pass (Mengoper Bola dari Atas Kepala) ... 31
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
10. Tes Melempar dan Menangkap Bola ... 70
11. Tes Menembak Bola Ke Keranjang Basket (Under Basket) ... 70
12. Tes Menembak Bola Ke Keranjang Basket (Medium Shoot) ... 71
13. Tes Menembak Bola Ke Keranjang Basket (Three Point Shoot) .. 71
14. Tes Lay-Up ... 72
e. Kekuatan Otot Tungkai (Leg Dynamometer) ... 82
f. Kekuatan Otot Lengan (Hand Dynamometer) ... 83
g. Power Otot Lengan dan Bahu (Two Hand Medicine Ball) ... 84
h. Daya Tahan Lokal Otot Perut (Sit Ups) ... 85
i. (Bleep Test) ... 86
2. Hasil Tes Teknik Klub Basket Garuda Putra KU 17-18 Tahun ... 87
a. Hasil Tes Melempar dan Menangkap Bola (Passing) ... 88
b. Hasil Tes Menembak Bola ke Keranjang Basket (Under Basket). 88 c. Hasil Tes Menembak Bola ke Keranjang Basket (medium shoot/ 2 point) ... 89
d. Hasil Tes Menembak Bola ke Keranjang (Shooting 3 Point) ... 90
e. Hasil Tes Lay Up ... 91
f. Hasil Tes Dribbling Illinoise ... 92
B. Diskusi Penemuan ... 94
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 107
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tingkat popularitas olahraga yang terus berkembang dimasyarakat
berbanding lurus dengan peningkatan popularitas setiap cabang olahraga. Seperti
popularitas sepak bola yang semakin bertambah penggemarnya, di mana sekarang
tidak hanya kaum pria saja yang menyukai olahraga yang satu ini tetapi para
wanita pun mulai menyenangi olahraga sepak bola. Selanjutnya hal serupa terjadi
untuk cabang olahraga bola basket. Sekarang olahraga basket telah menduduki
peringkat kedua sebagai olahraga popular di Indonesia.
Olahraga bola basket yang diciptakan oleh Dr. James Naismith pada tahun
1891 ini telah berkembang begitu pesat baik di Indonesia maupun di dunia.
Definisi pertandingan bola basket menurut buku peraturan resmi bola basket tahun
2010 pasal 1 ayat 1.1 (2010, hlm. 1) ialah : “ Bola basket dimainkan oleh dua (2)
tim yang masing-masing terdiri dari lima (5) pemain. Tujuan dari masing-masing
tim adalah untuk mencetak angka ke keranjang lawan dan berusaha mencegah tim
lawan mencetak angka.” Hal yang tidak jauh berbeda diungkapkan pula oleh Budiana dan Lubay (2013, hlm. 12) “Permainan bola basket adalah permainan dua regu yang berlawanan, dimainkan dengan lima orang pemain yang bertujuan
untuk memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke keranjang lawan dan mencegah
kemasukan di keranjangnya sendiri”.
Orang yang menggemari olahraga basket ini kemudian berkumpul dan pada
akhirnya mereka membentuk suatu perkumpulan atau yang biasa disebut klub.
Tingkat popularitas basket yang kian hari kian berkembang berdampak pada
semakin menjamurnya klub baru. Baik di daerah maupun di kota besar,
klub-klub basket baru pun semakin banyak bermunculan. Klub basket Garuda
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Garuda merupakan salah satu klub di NBL (kompetisi bolabasket professional
Indonesia) yang tidak hanya sebagai tim professional, tetapi juga memiliki
pembinaan bagi calon-calon atlet muda. Klub yang didirikan pada tahun 1991
awalnya bernama Hadtex Indosyntec Basket Ball Club. Klub ini telah beberapa
kali berganti nama, ketika mulai mengikuti Kompetisi Bola Basket Utama
(KOBATAMA) pertama kali pada tahun 1994, klub ini berganti nama menjadi
Panasia Indosyntec. Kemudian pada tahun 2004, klub ini kembali berganti nama
menjadi Panasia Senatama. Masih di tahun yang sama klub ini berganti nama
kembali menjadi Garuda Panasia. Dengan bergantinya pemilik klub, pada tahun
2007 klub ini berganti nama menjadi Garuda Bandung. Setahun berikutnya klub
ini kembali berganti nama menjadi Garuda Flexi Bandung dan kini klub tersebut
bernama Garuda Kukar Bandung. Untuk tim pembinaan, pembinaan klub Garuda
ini dimulai pada tahun 2008 dengan nama Garuda School Bandung. Namun kini
hanya bernama Garuda. Pembinaan yang dilakukan oleh Garuda ini dibagi
berdasarkan kelompok umur. Mulai dari kelompok usia 11-12 tahun, 13-14 tahun,
15-16 tahun, 17-18 tahun dan selanjutnya berjenjang ke tim Divisi I, Divisi II, dan
klub Profesional yang bermain di Kompetisi NBL. Meski klub pembinaan Garuda
ini baru berusia hampir 6 tahun, tetapi klub ini telah menciptakan pemain profesional. Muhammad Dhiya’Ul Haq, pemain Garuda Kukar Bandung yang berposisi sebagai Center ini merupakan jebolan dari akademi Garuda. Tim
pembinaan yang dimiliki klub Garuda ini dipersiapkan untuk menjadi para pemain
basket professional.
Setiap cabang olahraga sangat membutuhkan kemampuan fisik yang baik,
disamping keterampilan teknik yang harus baik pula. Begitu pula untuk cabang
olahraga bola basket, dimana kebutuhan komponen fisik dan teknik haruslah
sangat diperhatikan. Kondisi fisik merupakan komponen penting yang tidak bisa
dilupakan dan bahkan tidak bisa dihilangkan oleh setiap olahragawan untuk
mencapai prestasi tertinggi. Siapa saja atlet yang memiliki kondisi fisik yang baik
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Harsono (1988, hlm. 153) dalam buku coaching menjelaskan, kalau kondisi fisik
baik maka :
1. Akan ada peningkatan dalam kemampuan system sirkulasi dan kerja jantung.
2. Akan ada peningkatan dalam kekuatan, kelentukan, stamina, kecepatan, dan lain-lain komponen kondisi fisik.
3. Akan ada ekonomi gerak yang lebih baik pada waktu latihan.
4. Akan ada pemulihan yang lebih cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan.
5. Akan ada respon yang cepat dari organisme tubuh kita apabila sewaktu-waktu respon demikian diperlukan.
Atlet yang memiliki kondisi fisik yang baik akan lebih cepat dalam
menguasai dan meningkatkan kemampuan tekniknya. Harsono menjelaskan dalam
buku latihan kondisi fisik (2001, hlm. 4) “. . . kalau kondisi fisik atlet baik, maka
dia akan lebih cepat pula menguasai teknik-teknik gerakan yang dilatihkan”.
Artinya, dengan memiliki kondisi fisik yang prima akan memudahkan atlet untuk
melatih tekniknya agar lebih baik lagi. Sedangkan atlet yang memiliki kondisi
fisik yang kurang, cenderung akan mengalami kesulitan untuk mengasah
tekniknya agar lebih baik lagi. Hal itu menjadikan atlet yang memiliki kondisi
fisik yang prima bila harus melakukan drill atau pengulangan latihan teknik yang
banyak tidak akan cepat lelah dan apabila lelah itu terjadi sekalipun akan terjadi
dalam waktu yang lama. Hal itu akan berbanding terbalik bagi atlet yang memiliki
kondisi fisik yang kurang. Jumlah pengulangan yang dilakukan oleh atlet yang
memiliki kondisi fisik yang kurang akan jauh lebih sedikit bila dibandingkan
dengan atlet yang memiliki kondisi fisik yang prima.
Permainan bola basket adalah permainan yang membutuhkan kesiapan fisik
yang ekstra. Dengan ukuran lapangan 28m x 15m, dan dimainkan oleh 10 orang di
dalam lapangan membuat permainan bola basket ini menuntut untuk dapat
bergerak dengan cepat, melakukan transisi dari menyerang ke bertahan maupun
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
melakukan percobaan memasukkan maupun berusaha untuk mempertahankan
agar keranjangnya tidak kemasukkan oleh lawan dan juga yang paling utama
adalah dapat mempertahankan kemampuan serta keterampilan secara konsisten
selama pertandingan. Untuk itu, kondisi fisik yang prima sangatlah dibutuhkan
guna menunjang permainan dilapangan agar dapat bermain dengan sangat
maksimal. Dari keempat komponen fisik yang ada yaitu fleksibilitas, kekuatan,
kecepatan dan daya tahan, seluruhnya dominan dibutuhkan untuk cabang olahraga
basket ini. Seluruh komponen fisik ini harus dipersiapkan dari periode atau tahap
awal latihan hingga usia emas atlet.
Selain harus memiliki fisik yang baik, seseorang yang ingin menjadi pemain
basket yang baik penguasaan tekniknya pun harus sudah istimewa. Giriwijoyo menjelaskan (2010, hlm. 314) “Ketrampilan teknik ialah kemampuan melakukan gerakan-gerakan ketrampilan suatu cabang olahraga dari mulai gerak ketrampilan
yang paling sederhana sampai gerak ketrampilan yang tersulit, termasuk gerak
tipu yang termasuk ciri cabang olahraga itu”. Teknik yang baik serta ditunjang
oleh kemampuan fisik yang baik pula merupakan modal bagi seorang pemain
untuk dapat berprestasi lebih baik lagi. Kedua komponen tersebut harus dimiliki
secara bersamaan oleh setiap pemain. Bagi para pemain yang akan bermain di
kompetisi basket tertinggi di Indonesia harus siap secara fisik dan teknik.
Usia 17-18 tahun merupakan usia atlet yang akan memasuki periode puncak
atlet. Pada usia ini atlet harus sudah memiliki kondisi fisik dan penguasaan teknik
yang baik. Sehingga ketika atlet memasuki masa emasnya akan lebih siap apabila
kondisi fisik dan tekniknya sudah mencapai kebutuhan yang diperlukan. Di Klub
Garuda sendiri, kelompok usia 17-18 tahun merupakan pembinaan kelompok usia
yang paling akhir, karena setelah keluar dari kelompok usia 17-18 diharapkan
para pemain kelompok usia tersebut dapat memasuki level yang lebih tinggi lagi
bahkan tim profesional.
Agar dapat menciptakan pemain basket yang baik, harus sudah diketahui
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
kenyataannya untuk target pencapaian yang harus dicapai oleh atlet pada setiap
tahapan usia khususnya usia 17-18 tahun sampai saat ini masih belum ada data
yang dapat dijadikan rujukan ataupun patokan target. Sehingga dibutuhkan data
untuk dijadikan rujukan ataupun referensi pembanding agar dapat diketahui
kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi oleh tiap tahapan usia khususnya usia
17-18 tahun, karena pada usia tersebut merupakan gerbang bagi para bibit muda
untuk memasuki gerbang bolabasket professional. Dengan adanya hasil penelitian
ini diharapkan pelatih dapat mempersiapkan atletnya sebaik mungkin dan juga
atlet dapat mempersiapkan dirinya semaksimal mungkin.
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan di atas, penulis tertarik untuk
meneliti profil fisik dan teknik klub bola basket Garuda kelompok putra usia
17-18 tahun.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis mengajukan
rumusan masalah adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana gambaran fisik pemain Basket Klub Garuda kelompok putra usia
17-18 tahun ?
2. Bagaimana gambaran teknik pemain Basket Klub Garuda kelompok putra usia
17-18 tahun ?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Memberikan gambaran fisik pemain Basket Klub Garuda kelompok putra usia
17-18 tahun.
2. Memberikan gambaran teknik pemain Basket Klub Garuda kelompok putra
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu D. Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan tujuan penelitian, maka diharapkan penulis
melalui penelitian ini adalah :
1. Secara Teoritis
Untuk memperoleh pamahaman secara teoritis yang pada akhirnya dapat
dijadikan sebagai referensi bagi para pelatih maupun atlet untuk dapat
mempersiapkan baik komponen fisik maupun teknik agar dapat menjalani suatu
pertandingan dengan baik.
2. Secara Praktik
Hasil penelitian ini dapat dijadikan pembanding dalam memberikan porsi
latihan fisik serta teknik sesuai dengan kebutuhan atlet untuk meningkatkan
pencapaian prestasi untuk atlet tersebut.
E. Batasan Penelitian
Batasan penelitian sangat perlu dinyatakan sebagai pembatasan penelitian itu
sendiri agar penelitian lebih terarah dan akan memperoleh suatu gambaran yang
jelas. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis membatasi masalah sebagai
berikut:
1. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang mendata kemampuan kondisi
fisik dan keterampilan teknik atlet basket.
2. Sumber data adalah atlet bola basket putra klub garuda yang berusia 17-18
tahun.
3. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive
sampling.
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Untuk memudahkan pemahaman terhadap penelitian ini, terdapat ungkapan
atau istilah yang perlu dijelaskan. Berikut ini adalah masing-masing istilah
tersebut, yaitu:
1. Profil menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah grafik atau ikhtisar
yang memberikan fakta tentang hal-hal khusus. Profil yang dimaksud dalam
penelitian ini adalah menggambarkan keadaan atlet dalam bentuk grafik
mengenai kemampuan fisik serta keterampilan teknik atlet basket.
2. Fisik menurut website KBBI http://kbbi.web.id/fisik adalah jasmani; Badan.
Fisik disini mengenai komponen kondisi fisik pada cabang olahraga bola
basket yang di dalamnya terdapat komponen seperti fleksibilitas, kekuatan,
kecepatan serta daya tahan.
3. Keterampilan Teknik menurut kamus istilah olahraga (1981, hlm. 152) adalah
cara-cara ketangkasan/keterampilan atau penguasaan dalam melakukannya.
Teknik yang dibahas dalam penelitian ini adalah teknik permainan bolabasket
yaitu antara lain passing, shooting, dribbling.
4. Klub menurut webiste KBBI http://kbbi.web.id/klub adalah perkumpulan yang
kegiatannya mengadakan persekutuan untuk maksud tertentu. Klub dalam
penelitian ini adalah klub basket Garuda.
5. Permainan bolabasket menurut Budiana dan Lubay (2013, hlm. 12) adalah
permainan dua regu yang berlawanan, dimainkan dengan lima orang pemain
yang bertujuan untuk memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke keranjang
lawan dan mencegah kemasukan di keranjangnya sendiri.
6. Kelompok usia/umur menurut website KBBI http://kbbi.web.id/kelompok
adalah kelompok orang berdasarkan umur, misal anak-anak, remaja, dewasa.
Dalam penelitian ini kelompok umur yang menjadi sampel penelitian adalah
kelompok usia 17-18 tahun.
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Untuk mempermudah dalam pembahasan dan penyusunan selanjutnya, maka
berikut ini rencana penulis untuk membuat kerangka penulisan yang akan
diuraikan berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan meliputi latar belakang penelitian, rumusan masalah,
tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan penelitian, penjelasan operasional
dan struktur organisasi skripsi. BAB II kajian pustaka, kerangka berfikir, dalam
kajian pustaka berisikan teori-teori yang berhubungan dengan penelitian yang
akan dilakukan yaitu tentang hakikat profil, permainan bolabasket, hakikat fisik,
kondisi fisik dalam permainan bolabasket, teknik dalam bolabasket, anggapan
dasar. BAB III metode penelitian membahas mengenai metode penelitian,
populasi dan sampel, desain penelitian, instrument penelitian, pelaksanaan
penelitian, prosedur penelitian. BAB IV hasil penelitian berisi tentang hasil
penelitian, analisis data dan diskusi temuan. BAB V kesimpulan dan saran yang
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB III
PROSEDUR PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Sebuah penelitian agar dapat mencapai tujuan dari penelitian tersebut
membutuhkan suatu metode untuk mempermudah peneliti mendapatkan data
hingga selanjutnya melakukan pengolahan dan akhirnya dapat menyimpulkan
hasil dari penelitiannya. Arikunto (2010, hlm. 192) menjelaskan bahwa “Metode
penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data
penelitiannya.” Sugiyono (2013, hlm 2) menambahkan “Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan
kegunaan tertentu.”
Penggunaan metode penelitian disesuaikan dengan permasalahan yang akan
diteliti oleh penulis. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah
metode kuantitatif deskriptif, hal tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh
Arikunto (2010, hlm. 3) sebagai berikut “Penelitian deskriptif ini merupakan
penelitian yang benar-benar hanya memaparkan apa yang terdapat atau terjadi
dalam sebuah kancah, lapangan, atau wilayah tertentu.” Metode deskriptif dapat memecahkan serta menyelidiki masalah yang diteliti serta dapat menggambarkan
keadaan yang terjadi dengan maksud untuk mendapatkan gambaran umum secara
jelas, sistematis, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan
fenomena yang diteliti.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi merupakan sekumpulan objek yang akan diteliti dalam penelitian,
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
serta karakteristik penelitiannya. Pengertian populasi menurut Sugiyono (2013:80)
adalah “...wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulan.”
Populasi dalam penelitian ini adalah atlet klub bolabasket Garuda divisi
pembinaan yang terdiri dari 113 orang atlet putra dan putri yang terdaftar. Atlet
klub bolabasket Garuda dipilih karena Garuda merupakan salah satu klub peserta
NBL yang cukup stabil prestasinya yakni sering masuk dalam final four kompetisi
bolabasket tertinggi di Indonesia. Lebih lanjut peneliti ingin mengetahui
bagaimana klub basket Garuda menyiapkan bibit mudanya untuk siap turun dalam
kompetisi basket tertinggi di Indonesia.
2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari jumlah populasi yang diambil oleh peneliti
dengan menggunakan metode pemilihan sampel. Sebagian dari populasi adalah
sampel penelitian. Menurut Sugiyono (2013, hlm. 81) “Sampel adalah bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.” Sampel yang
diambil dari populasi harus betul-betul ditentukan secara representatif (mewakili).
Agar sampel penelitian dapat mewakili populasi, maka peneliti menentukan untuk
mengambil salah satu cara pengambilan sampel yaitu sampel bertujuan atau
purposive sampling. Menurut Nasution (1982, hlm. 113) “Sampling purposive
dilakukan dengan mengambil orang-orang yang terpilih betul oleh peneliti
menurut ciri-ciri spesifik yang dimiliki oleh sampel itu.” Dijelaskan pula oleh
Arikunto (2010:183) bahwa :
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, peneliti mengambil sampel dari
populasi yaitu berdasarkan pada tujuan peneliti yang ingin mengetahui
kemampuan kondisi fisik serta keterampilan teknik atlet klub bolabasket Garuda
divisi pembinaan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah kelompok
putra usia 17-18 tahun sebanyak 17 orang. Pemilihan kelompok usia 17-18 Tahun
adalah karena kelompok usia 17-18 tahun merupakan kelompok usia pembinaan
terakhir dalam divisi pembinaan yang dimiliki klub basket Garuda. Peneliti ingin
mengetahui kesiapan fisik dan teknik kelompok usia tersebut sebelum mereka siap
turun dalam kompetisi bola basket professional di Indonesia. Karena setelah
kelompok usia 17-18 tahun, jenjang selanjutnya kelompok Divisi II, kelompok
Divisi I, serta tim Utama.
C. Langkah-Langkah Penelitian
Langkah-langkah penelitian disusun agar mempermudah kegiatan yang
harus dilakukan dalam suatu penelitian, diperlukan suatu alur yang dijadikan
pegangan agar penelitian tidak keluar dari ketentuan yang sudah ditetapkan
sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan.
Adapun langkah-langkah penelitian yang penulis lakukan dalam penelitian
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.1.
Langkah-Langkah Penelitian
(Sumber : Penulis)
Menentukan Populasi
Menentukan Sampel
Menentukan Pendata/Tester
Mengumpulkan Data
Mengolah Data
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu D. Instrumen Penelitian
Kualitas hasil penelitian dipengaruhi oleh kualitas instrumen penelitian dan
kualitas pengumpulan data. Instrumen penelitian digunakan sebagai alat untuk
memperoleh data. Instrumen dapat berupa tes, observasi, wawancara, kuisioner,
dan lain-lain. Instrumen harus disesuaikan dengan tujuan penelitiannya. Dalam
penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah tes. Sedangkan untuk bentuk
evaluasinya yaitu bentuk evaluasi tes. Tes menurut Arikunto (2006, hlm. 150)
adalah “ serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk
mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang
dimiliki oleh individu atau kelompok”.
Sebelum pengambilan data, peneliti harus mempersiapkan alat-alat dan tata
cara pelaksanaan penelitian agar penelitian berjalan sesuai rencana. Alat-alat dan
tata cara penelitian atau instrumen penelitian yang akan digunakan antara lain :
1. Sit and Reach
Tujuan : Untuk mengukur kelentukan dari otot punggung, juga
elastisitas otot hamstring
Alat/fasilitas : Meteran
Pelaksanaan :
Orang coba duduk di bidang datar kedua kaki rapat. Lalu buka kaki seluas
mungkin, badan dibungkukkan ke bawah, tangan lurus. Renggutkan badan ke
bawah perlahan-lahan sejauh mungkin, kedua tangan berhenti pada jangkauan
terjauh.
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Jarak jangkauan yang terjauh yang dapat dicapai oleh orang coba dari dua kali
percobaan, yang diukur dalam cm.
Tabel 3.1
Kriteria Sit and Reach : Rentang Skor Kriteria
>24 cm Sempurna
18-23 cm Sangat Baik
12-17 cm Baik
6-11 cm Cukup
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.2
Sit and Reach
(Sumber :
http://www.flexiscore.com/sitebuilder/images/how_to_-_sit_and_reach_test-244x432.png)
2. Lari 20 Meter
Tujuan : Mengukur Komponen Kecepatan
Alat : Stopwatch, meteran, lintasan, pluit
Pelaksanaan :
Orang coba berdiri di belakang garis start, dengan sikap start melayang. Pada
aba-aba “ya” ia berusaha lari secepat mungkin mencapai finish. Tiap orang
coba diberikan kesempatan dua kali percobaan.
Skor :
Jumlah waktu tempuh yang terbaik dari dua kali percobaan.
Tabel 3.2
Kriteria Tes Lari 20 Meter :
Rentang Skor Kriteria
- Sempurna
- Sangat Baik
< 3,1 detik Baik
3,1 – 3.3 detik Cukup
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.3
Sprint 20 Meter
(Sumber : Google, diakses tanggal 10 Oktober 2014)
3. Tes Kelincahan Illinois Agility Test
Petunjuk pelaksanaan Illinois Agility Test
a. Tujuan : Tes ini disusun untuk mengukur kelincahan
b. Alat dan pelaksanaan :
1) Lintasan lari sepanjang 10 m dan lebar 5 m
2) Peluit dan Stopwatch
3) Cone sebagai rintangan
4) Kapur sebagai garis pembatas
5) Blangko dan
6) Alat tulis
c. Petugas : pengatur testee di garis pemberangkatan, pemberangkat testee
dan pencatat hasil
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Testee berdiri di garis start setelah aba-aba “siap” –“ya”. Testee lari lurus ke
cone no 2, kemudian kembali dan lari zig-zag melewati cone 3, 4, 5, 6 dengan
secepat mungkin, setelah sampai di ujung lintasan harus kembali ke arah
semula dan berlari ke cone 7 dan langsung ke cone 8
Penelitian:
Hasil waktu yang dicapai dalam satuan detik adalah setelah peserta tes lari
melewati garis start.
Tabel 3.3
Kriteria Tes Kelincahan Agility Illinois Test: Rentang Skor Kriteria
< 15.2 Sempurna
15.2 - 16.1 Baik Sekali
16.2 - 18.1 Baik
18.2 - 18.3 Cukup
> 18.3 Kurang
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.4
Tes kelincahan Agility Illinois Test
(Sumber : Google, diakses tanggal 17 September 2014 pukul 15.25)
4. Vertical Jump
Tujuan : Mengukur daya ledak (tenaga eksplosif) otot tungkai
Alat/Fasilitas :
a. Dinding yang rata dan lantai yang rata dan cukup luas b. Serbuk kapur dan alat penghapus
c. Formulir pencatatan hasil tes dan alat tulis d. Meteran
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Subyek berdiri tegak dekat dinding, kedua kaki, papan dinding berada di
samping tangan kiri atau kanannya. Kemudian tangan yang berada dekat
dinding diangkat lurus ke atas telapak tangan ditempelkan pada papan
berskala, sehingga meninggalkan bekas raihan jarinya. Kedua tangan lurus
berada di samping badan kemudian subyek mengambil sikap awalan dengan
membengkokkan kedua lutut dan kedua tangan diayun ke belakang, kemudian
subyek meloncat setinggi mungkin sambil menepuk papan berskala dengan
tangan yang terdekat dengan dinding, sehingga meninggalkan bekas raihan
pada papan berskala. Tanda ini menampilkan tinggi raihan loncatan subyek
tersebut. Subyek diberi kesempatan melakukan sebanyak dua kali loncatan.
Tabel 3.4
Kriteria Vertical Jump
Rentang Skor Kriteria
≥ 70 Sempurna
62-69 Sangat Baik
53-61 Baik
46-52 Cukup
38-45 Kurang
Skor :
Selisih yang terbesar antara jangkauan sesudah melompat dengan tinggi
jangkauan sebelum melompat, dari dua kali percobaan. Tinggi jangkauan
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.5
Vertical Jump
(Sumber :
http://www.basketballhow.com/wp-content/uploads/2013/04/vertical-jump-test.jpg)
5. Leg Dynamometer (Leg Strength)
Tujuan : Mengukur komponen kekuatan otot (tungkai)
Alat/Fasilitas : Leg Dynamometer
Pelaksanaan :
Orang coba memakai pengikat pinggang, kemudian berdiri dengan
membengkokkan kedua lututnya sebesar 45 derajat, lalu alat tersebut dikaitkan
pada leg dynamometer. Setelah itu orang coba berusaha sekuat-kuatnya
meluruskan kedua tungkainya. Setelah orang itu ternyata telah maksimum
meluruskan kedua tungkainya, lalu lihat jarum alat tersebut menunjukkan
angka berapa. Angka ini menyatakan besarnya kekuatan otot tungkai orang
tersebut.
Skor :
Besarnya kekuatan otot tungkai yang dapat dilihat pada alat tersebut. Angka
yang ditunjukkan oleh jarum alat tersebut menyatakan besarnya kekuatan otot
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 3.5
Kriteria Leg Dynamometer
Rentang Skor Kriteria
≥ 351 Sempurna
283-350 Sangat Baik
215-282 Baik
146-214 Cukup
77-145 Kurang
Satuan dalam kg.
Gambar 3.6
Leg Dynamometer
( Sumber : http://prohealthcareproducts.com/images/baseline-adolescent-back-legs-chest-dynamometer.jpg)
6. Hand Dynamometer
Tujuan : Mengukur komponen kekuatan otot lengan
Alat/fasilitas : Hand Dynamometer
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1. Orang coba berusaha menekan alat dengan kedua tangan secara
bersama-sama sekuat-kuatnya, kemudian alat tersebut menunjukkan besarnya dari
kemampuan menekan orang tersebut.
2. Tiap-tiap orang coba diberi kesempatan masing-masing dua kali
percobaan.
Skor :
Kemampuan daya dorong terbesar yang dapat dilakukan oleh orang coba dari
dua (dua) kali percobaan yang dapat dicoba pada alat tersebut.
Tabel 3.6
Kriteria Hand Dynamometer
Rentang Skor Kriteria
≥ 51 Sempurna
44-50 Sangat Baik
37-43 Baik
30-36 Cukup
23-29 Kurang
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.7
Hand Dynamometer
(Sumber : http://www.sportstek.net/images/push-pull.jpg)
7. Two Hand Medicine Ball-Put
Tujuan : Mengukur komponen Power (otot lengan dan bahu)
Alat/fasilitas : Bola medicine seberat 6 pound, Pita ukuran, Tali, Kursi
Pelaksanaan :
Orang coba duduk tegak di kursi, sambil kedua tangan memegang bola
medicine. Sehingga bola tersebut menyentuh dada. Kemudian kedua tangan
mendorong bola tersebut ke depan sejauh mungkin. Sebelum orang coba
mendorong bola medicine, seutas tali dilingkarkan pada dada orang coba dan
ditarik ke belakang, sehingga bdan bersandar pada kursi. Hal ini untuk
mencegahagar orang coba pada waktu mendorong ttidak dibantu oleh gerakan
badan ke depan. Orang coba diberi kesempatan 3 (tiga) kali percobaan.
Skor :
Jarak tolakan yang terjauh dari 3 (tiga) kali percobaan, yang diukur mulai dari
tepi luar kursi sampai batas/tanda dimana bola medicine tersebut jatuh. Jarak
diukur dengan cm.
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kriteria Two Hand Medicine Ball-Put
Rentang Skor Kriteria
≥ 6,23 Sempurna
5,38-6,22 Sangat Baik
4,53-5,37 Baik
3,68-4,52 Cukup
2,63-3,67 Kurang
Satuan dalam m.
Gambar 3.8
Two Hand Medicine Ball-Put
(Sumber :
http://1.cdn.nhle.com/senators/images/upload/2009/09/014FL_TraningCamp0909 12_slide.jpg)
8. Sit Ups
Tujuan : Mengukur komponen daya tahan lokal otot perut.
Alat : Matras
Pelaksanaan :
Orang coba tidur terlentang, kedua tangan saling berkaitan di belakang kepala,
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
memegang erat-erat kedua pergelangan kaki orang coba dan menekannya pada
saat orang coba bangun. Orang coba berusaha bangun sehingga berada dalam
sikap duduk dan kedua siku dikenakan pada kedua lutut dan kemudian dia
kembali ke sikap semula. Lakukan gerakan ini secara berulang-ulang, sampai
orang coba tak mampu mengangkat badannya lagi. Perhatikan agar sikap
tungkai selalu membentuk sudut 90 derajat, pada waktu melakukan sit-ups.
Skor :
Jumlah gerakan sit-ups yang betul, yang dapat dilakukan oleh orang coba.
Tabel 3.8 Kriteria Sit-Ups
Rentang Skor Kriteria
≥ 90 Sempurna
70-89 Sangat Baik
50-69 Baik
30-49 Cukup
10-29 Kurang
Gambar 3.9
Sit-Ups
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 9. Bleep test
Tes Lari Multi Tahap atau Bleep Test memiliki tujuan yaitu untuk
mengukur tingkat efesiensi fungsi jantung dan paru-paru, yang ditunjukkan
melalui pengukuran pengambilan oksigen masksimum (maximum oxygen
uptake).
Fasilitas dan alat :
(1) Lintasan datar dan tidak licin
(2) Meteran
(3) Kaset (pita suara)/ file suara bleep test
(4) Kerucut/cones
(5) Stop watch
Petugas :
(1) Pengukur jarak
(2) Petugas start
(3) Pengawas lintasan
(4) Pencatat skor
Pelaksanaan :
- Pertama-tama ukurlah jarak sepanjang 20 meter dan beri tanda pada kedua
ujungnya dengan kerucut atau tanda lain sebagai tanda jarak. Siapkan pita
suara kaset/file suara bleep test.
Peserta tes disarankan melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum
mengikuti tes dengan melaksanakan beberapa gerakan seluruh anggota tubuh
secara umum, sekaligus dengan beberapa macam peregangan, terutama
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
- Hidupkan pita suara/file suara. Jarak antara dua sinyal “TUT” menandai suatu
interval 1 menit.
- Beberapa petunjuk untuk peserta tes telah tersedia dalam kaset. Pita kaset
mengeluarkan sinyal suara “TUT” tunggal pada beberapa interval yang
teratur.
- Peserta test berusaha sampai keujung berlawanan bertepatan dengan saat
sinyal “TUT” pertama berbunyi. Kemudian meneruskan berlari dengan
kecepatan sama, agar dapat sampai keujung lintasan bertepatan dengan
terdengar sinyal “TUT” berikutnya.
- Akhir setiap lari bolak-balik (balikan) ditandai dengan “TUT” tunggal,
sedangkan akhir tiap tahap ditandai dengan sinyal “TUT” tiga kali berturut -turut, serta oleh pemberi petunjuk dalam rekaman pita tersebut.
- Peserta tes harus selalu menempatkan satu kaki pada atau tepat dibelakang
tanda garis start/finish pada akhir setiap lari.
- Peserta tes harus meneruskan lari selama mungkin sampai tidak mampu lagi
menyesuaikan dengan kecepatan yang telah diatur dalam pita rekaman
sehingga peserta tes secara sukarela harus menarik diri dari tes yang sedang
dilakukan.
- Apabila peserta tes gagal mencapai jarak dua langkah menjelang garis ujung
pada saat terdengar sinyal “TUT”, peserta tes masih diberi kesempatan untuk meneruskan dua kali lari agar dapat memperoleh kembali langkah yang
diperlukan sebelum ditarik mundur.
- Tes ini bersifat maksimal progresif, artinya cukup mudah pada permulaannya
kemudian meningkat dan makin sulit menjelang saat-saat terakhir. Agar
hasilnya cukup valid, peserta tes harus mengerahkan kerja maksimal sewaktu
menjalani tes ini, dan oleh karena itu peserta tes harus berusaha mencapai
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 3.9 Kriteria VO2Max
Rentang Skor Kriteria
≥ 75 Sempurna
58-74 Sangat Baik
48-57 Baik
37-47 Cukup
≤ 36 Kurang
10.Tes Melempar dan Menangkap Bola
Pelaksanaan :
Orang coba dengan bola di tangan berdiri garis yang jauhnya 3 m dari tembok.
Setelah aba-aba “ya”, testee berusaha melempar bola dalam waktu 30 detik.
Selama melakukan tes, testee tidak boleh menginjak atau melewati garis.
Apabila pada waktu melakukan lemparan salah satu atau kedua kaki tes
menginjak atau melewati garis, maka lemparan tersebut dianggap tidak sah
dan tidak diberi angka. Lemparan dihitung sejak bola lepas dari kedua tangan.
11.Tes Menembak Bola ke Keranjang Basket (Under Basket)
Pelaksanaan :
Orang coba dengan bola di depan dada berdiri di seberang tempat di bawah
basket. Setelah aba-aba “ya”, testee berusaha memasukan bola tersebut
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dahulu menyentuh papan basket. Hanya bola yang sah masuk yang diberi
skor.
12.Tes Menembak Bola ke Keranjang Basket (Medium Shoot)
Pelaksanaan :
Orang coba dengan bola di depan dada berdiri 3,375 m dari ring basket.
Setelah aba-aba “ya”, testee berusaha memasukan bola tersebut. Testee
melakukan shooting dari 5 titik yang berbeda dengan setiap titik diberi
kesempatan 5 (lima) bola dan setiap melakukan shooting, peraturan lima detik
berlaku. Hanya bola yang sah masuk yang diberi skor. Testee diberikan 2 kali
kesempatan melakukan tes, dan hasil tes diambil skor terbesar dari 2 kali
percobaan melakukan.
Gambar 3.10
Tes Medium Shoot (Sumber : Data Penulis)
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Pelaksanaan :
Orang coba dengan bola di depan dada berdiri di garis three point. Setelah
aba-aba “ya”, testee berusaha memasukan bola tersebut. Testee melakukan
shooting dari 5 titik yang berbeda dengan setiap titik diberi kesempatan 5
(lima) bola, dan setiap melakukan shooting peraturan 5 detik sesuai dengan
peraturan berlaku. Hanya bola yang sah masuk yang diberi skor. Testee
diberikan 2 kali kesempatan melakukan tes, dan hasil tes diambil skor terbesar
dari 2 kali percobaan melakukan.
Gambar 3.11
Tes Three Point Shoot (Sumber : Data Penulis)
14.Tes Lay Up
Pelaksanaan :
Testee melakukan tes lay up dari dua (2) titik yaitu dari wing kanan dan kiri. Testee dibantu oleh dua orang rekan yang berada di titik 1 dan 2. Testee
berdiri sambil memegang bola di depan perut dan di belakang garis three point
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dilanjutkan dengan melakukan lay up dan testee melakukan rebound sendiri
lalu bola hasil rebound dioperkan kembali ke rekan yang berada di titik 1.
Setelah bola pertama dioperkan, testee kembali berlari ke titik 2 untuk
mengambil bola berikutnya dan melakukan lay up dari titik yang ke 2. Testee
kembali melakukan dribble mendekati ring kemudian dilanjutkan dengan
melakukan lay up dan testee melakukan rebound sendiri lalu bola hasil
rebound dioperkan kembali ke rekan yang berada di titik 2. Testee diberi
kesempatan selama 1 menit dan melakukan lay up sebanyak mungkin.
Setiap bola yang masuk dihitung 1 poin. Testee dinyatakan gagal
mendapatkan skor apabila testee mendribble bola menggunakan kedua tangan
secara bersamaan (double) atau dengan cara menangkap bola dengan cara
menangkap bola dengan kedua tangan lalu memantulkannya kembali ke lantai.
Testee mendribble bola tidak sesuai dengan arah yang telah ditentukan. Testee
melanggar peraturan travelling yaitu melakukan step lay up lebih dari 2
langkah.
Gambar 3.12
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 15.Tes Menggiring Bola
Pelaksanaan :
Testee berdiri sambil memegang bola di depan perut dan di belakang garis
start. Setelah aba-aba “ya” testee mendribbling bola melewati rintangan
dengan arah yang sudah ditentukan. Apabila testee sudah mencapai pada titik
akhir maka pencatat waktu mematikan waktu dan menuliskan catatan
waktunya.
Testee dinyatakan gagal mendapatkan skor apabila testee mendribble bola
menggunakan kedua tangan secara bersamaan (double) atau
Testee dinyatakan gagal mendapatkan skor apabila testee mendribble bola
menggunakan kedua tangan secara bersamaan (double) atau dengan cara
menangkap bola dengan cara menangkap bola dengan kedua tangan lalu
memantulkannya kembali ke lantai. Testee mendribble bola tidak sesuai
dengan arah yang telah ditentukan. Testee melanggar peraturan travelling
yaitu testee melewati kursi dengan cara dibawa lari atau berjalan dengan tidak
memantulkan bola ke lantai.
Tes keterampilan bola basket ini dapat digunakan juga untuk mengklasiifikasi
keterampilan atlet, menentukan kemajuan belajar, mengetahui hasil latihan
dan memberikan nilai keterampilan dari atlet dalam cabang olahraga bola
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.13
Tes dribbling menggunakan Agility Illinois Test
(Sumber : Google, diakses tanggal 17 September 2014 pukul 15.25)
E. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Observasi
Hari dan Tanggal : Sabtu & Senin, 27 & 29 September 2014
Waktu : 16.00 s/d 18.00 WIB dan 15.00 s/d 17.00 WIB
Tempat : Gor Tri Lomba Juang, Komp. Lapangan Pajajaran,
Bandung dan lapang Saparua.
F. Prosedur Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan setelah data didapatkan. Pengolahan data diolah
menggunakan rumus-rumus statistika. Pengolahan data dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut :
1. Menghitung Nilai Rata-Rata
Cara menghitung rata-rata dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus
sebagai berikut :
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
̅
= Nilai rata-rata yang dicari
x
= Skor mentah N = Jumlah sampel∑ = Jumlah dari
2. Menghitung Simpangan Baku
Cara menghitung rata-rata dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus
sebagai berikut :
√∑ ̅
Keterangan :
S = Simpangan baku yang dicari
∑ = Jumlah dari
Xi = Nilai data mentah
̅ = Nilai rata-rata yang dicari N = Jumlah sampel
3. Penentuan Persentase
Pengolahan data menghasilkan hasil data, dari data yang diolah kemudian
disederhanakan kedalam persentase menggunakan analisis deskriptif persentase
dengan rumus yang tertera berikut ini :
DF = x 100 %
Keterangan :
DF = Klasifikasi nilai
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Persentase dari hasil pengolahan data disederhanakan dalam bentuk diagram
batang dan diagram lingkaran, seperti Gambar 3.14.
Gambar 3.14
Diagram Batang
4. Memberi Nilai Konversi
Memberi nilai konversi dari setiap kategori komponen kondisi fisik, dengan
sesuai pada table di bawah ini.
Tabel 3.10
Tabel Konversi Nilai Kondisi Fisik
(Sumber : Modul Tes dan Pengukuran Keolahragaan)
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Penentuan kriteria kondisi fisik atlet ditentukan berdasarkan norma yang
telah ditetapkan. Adapun norma untuk kemampuan fisik seperti dijelaskan pada
tabel di bawah ini :
Tabel 3.11
Tabel Norma Kemampuan Fisik
(Sumber : Modul Tes dan Pengukuran Keolahragaan)
Nilai Kriteria Kondisi Fisik
9,5 – 10 7,6 – 9,4 6 – 7,5 4 – 5,9 2 – 3,9
Sempurna (SM) Baik Sekali (BS)
Baik (B) Cukup (C)
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengolahan, penghitungan, dan penganalisisan data, maka
dapat ditarik kesimpulan profil fisik dan teknik klub bolabasket Garuda kelompok
putra usia 17-18 tahun adalah sebagai berikut :
1. Profil fisik klub bolabasket Garuda kelompok putra usia 17-18 tahun berada
pada kategori “Cukup”.
2. Profil teknik klub bolabasket Garuda kelompok putra usia 17-18 tahun
berada pada kategori “Baik”.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan dan
kemukakan, ada beberapa hal yang ingin penulis sampaikan sebagai masukan dan
saran sebagai berikut:
1. Bagi pelatih basket khususnya klub basket garuda divisi pembinaan,
hendaknya lebih baik lagi dalam mempersiapkan atlet-atletnya baik dari
tahapan usia awal seperti 8-10 tahun 10-12 tahun, 13-14 tahun, 15-16 tahun
hingga 17-18 tahun, supaya ketika atlet memasuki usia emasnya menjadi
lebih baik lagi dan lebih siap lagi dalam menghadapi sistem kompetisi yang
sudah pasti lebih berat dan lebih sulit lagi. Dalam penyusunan program
latihan pun diharapkan khususnya faktor fisik dan teknik harus lebih
ditingkatkan lagi. Selain juga faktor taktik dan mental yang tidak boleh
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Bagi para atlet bolabasket khususnya atlet klub basket Garuda kelompok
putra usia 17-18 tahun, senantiasa menjaga dan meningkatkan terus
kemampuan fisik, teknik, taktik, dan mental. Keterampilan teknik yang baik
akan dapat dipertahankan lebih lama ketika dalam pertandingan apabila
seorang atlet didukung pula oleh kemampuan fisik yang baik. Serta
diharapkan kepada para atlet agar senantiasa menumbuhkan kesadaran
dirinya untuk terus meningkatkan kemampuannya dan tidak cepat puas
dengan kemampuan yang sudah dimiliki sebelumnya. Sehingga dalam
melaksanakan setiap menu latihan, dapat dilakukan dengan serius, semangat,
dan penuh kesadaran diri akan pentingnya setiap materi yang diberikan oleh
pelatih.
3. Bagi para rekan mahasiswa yang akan melakukan penelitian tentang profil
fisik dan teknik pada permainan bolabasket, penulis menganjurkan untuk
meneliti tingkatan yang lebih baik lagi, seperti tim professional NBL,
ataupun Timnas. Sehingga dari hasil penelitian tersebut dapat dijadikan
rujukan yang lebih baik lagi dalam mempersiapkan calon-calon atlet penerus
yang siap dalam memasuki kompetisi yang lebih berat lagi.
4. Bagi para peneliti lanjut yang masih berkaitan dengan penelitian yang
dilakukan penulis, penulis menganjurkan untuk melakukan penelitian lebih
lanjut dengan kajian yang lebih mendalam sehingga hasilnya dapat
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi. Nuril. (2007). Permainan Bola Basket. Solo: Era Intermedia.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Bompa, T. O. (1999). Periodization Training For Sport. United States Of America: Versa Press.
Bompa, T. O. (2000). Total Training for Young Champions. United States Of America: Versa Press.
Brittenham, Greg. (1996). Bola Basket Panduan Lengkap Latihan Khusus
Pemantapan. Jakarta Utara: PT. RajaGrafindo Persada.
Brown, Lee E, dan Ferrigno, Vince A. (2005) Training For Speed, Agility, and
Quickness. USA: Human Kinetics.
Budiana, D., & Lubay, L. H. (2013). Pembelajaran Permainan Bola Basket. Bandung: Prodi PJKR.
Cholil, D. H. (2008). Tes Kemampuan Kondisi Fisik Dasar Cabang-Cabang Olahraga. Bandung: Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga. FPOK UPI.
Giriwijoyo, S., & Sidik, D. Z. (2010). Ilmu Faal Olahraga (Fisiologi Olahraga). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Harsono. (1988). Coaching dan Aspek-Aspek Psikologi dalam Coaching. Jakarta: CV Tambak Kusuma.
Harsono. (2004). Latihan Kondisi Fisik.
Matjan, B. N. (2010). Ilmu Kesehatan Olahraga. Bandung: Prodi Kepelatihan Olahraga.
Napitupulu et al. (1983). Kamus Istilah Olahraga.
Nasution, S. (1982). Metode Research. Bandung: Jemmars.
Nurhasan., et al. (2008). Modul Tes dan Pengukuran Keolahragaan. Bandung: FPOK.
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tim Dosen Basket. (2010). Peraturan Resmi Bola Basket 2010. Bandung: FPOK.
Universitas Pendidikan Indonesia. (2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Wissel, Hal. (2000). Step to Success BasketBall. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Skripsi :
YOPI. (2007). Profil Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar Di Desa dan Di Kota Kabupaten Garut. Bandung: UPI.
Setiawan A. (2014). Profil Kecepatan Tendangan Idan Dollyo Chagi Pada Atlet Tim Taekwondo UPI. Bandung: UPI
Sumber Internet :
http://www.flexiscore.com/sitebuilder/images/how_to_-_sit_and_reach_test 244x432.png
http://www.basketballhow.com/wp-content/uploads/2013/04/vertical-jump-test.jpg
http://prohealthcareproducts.com/images/baseline-adolescent-back-legs-chest-dynamometer.jpg
http://www.sportstek.net/images/push-pull.jpg
http://1.cdn.nhle.com/senators/images/upload/2009/09/014FL_TraningCamp090912_ slide.jpg
http://www.ibodz.com/files/exerciseimages/sit-up-0.JPG
http:/kbbi.web.id/fisik
http:/kbbi.web.id/kelompok
Ashari Nopdiana, 2015
Profil fisik dan teknik klub basket garuda kelompok putra usia 17-18 tahun Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu