No. Daftar/FPEB/193/UN.40.7.D1/LT/2014
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN EKONOMI ISLAM
BERBASIS MOBILE LEARNING
(Studi Research and Development pada Mahasiswa Universitas Pendidikan
Indonesia)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari SyaratMemperoleh Gelar Sarjana PendidikanProgram Studi Pendidikan Ekonomi
ROBI AWALUDDIN
0800327
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul Pengembangan
Model Pembelajaran Ekonomi Islam Berbasis Mobile Learning (Studi
Research and Development Pada Mahasiswa Universitas Pendidikan
Indonesia) beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri dan saya
tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai
dengan etika keilmuwan yang berlaku dalam masyarakat ilmiah.
Atas pernyataan ini, saya siap menanggung segala risiko/sanksi yang
dijatuhkan kepada saya apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran
terhadap etika keilmuwan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain
terhadap keaslian karya saya ini.
Bandung, 20 April 2014
Yang membuat pernyataan,
Robi Awaluddin
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN EKONOMI ISLAM
BERBASIS MOBILE LEARNING
(Studi Research and Development pada Mahasiswa Universitas Pendidikan
Indonesia)
Oleh
Robi Awaluddin
0800327
Sebuah Skripsi yang diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Ekonomi
Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
© Robi Awaluddin
Universitas Pendidikan Indonesia
April 2014
Hak cipta dilindung undang-undang, Skripsi ini tidak boleh diperbanyak
ABSTRAK
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN EKONOMI ISLAM BERBASIS
MOBILE LEARNING (Studi Research and Development pada Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia)
Oleh
Robi Awaluddin
0800327
Mata Kuliah Ekonomi Islam saat ini menjadi mata kuliah wajib di Fakultas Pendidikan
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia, namun permasalahan timbul ketika sebagian
mahasiswa mengalami kesulitan dalam pemahaman kompetensi ekonomi islam tersebut. Menurut
studi pendahuluan yang penulis laksanakan terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi
ditemukan bahwa 62 dari 64 mahasiswa mengalami kesulitan dalam belajar ekonomi Islam. Hal ini
sebenarnya dapat diatasi dengan pemanfaatan telepon genggam, smartphone, tablet dan perangkat
mobile lain menjadi mobile learning. Mobile learning memungkinkan pembelajar dapatm engakses
sumber-sumber pembelajaran dimanapun dan kapanpun.
Penelitian ini berbentuk Penelitian dan Pengembangan menurut Borg and Gall, dengan
pembatasan penelitian hanya sampai pada uji terbatas dikarenakan waktu penelitian dan jenjang studi.
Peneltian ini bertujua nmengembangkan dan mencari ketetapan software pembelajaran ekonomi islam
yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa guna menunjang dan meningkatkan penguasaan konsep
mereka terhadap Mata Kuliah Ekonomi Islam.
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
ABSTRACT
DEVELOPING ISLAMIC ECONOMIC LEARNING MODEL BASED MOBILE LEARNING (Research and Development Studies at the Indonesian University of
Education’s Students)
by
Robi Awaluddin
0800327
Islamic Economics Course is currently a compulsory subject in the Faculty of Economics and Business Education, Indonesia University of Education, but the problems arise when some students have difficulty in understanding the Islamic economic competence. According to the authors carried out a preliminary study to students of Economic Education found that 62 of 64 students have difficulty in learning Islamic economics. This can actually be overcome by the use of cell phones, smartphones, tablets and other mobile devices into mobile learning. Mobile learning enables learners to access learning resources anywhere and anytime.
The Research and Development Research model shaped according to Borg and Gall, the only limitation to the study is limited due to the test of time and level of research studies. This study aims to develop and seek economic provisions Islamic learning software that fits the needs of students in order to support and improve their mastery of the concept of Islamic Economics Course.
DAFTAR ISI
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN EKONOMI ISLAM BERBASIS MOBILE LEARNING
1.1 Latar Belakang Masalah Error! Bookmark not defined.
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
1.3 Tujuan Penelitian Error! Bookmark not defined.
1.4 Kegunaan Penelitian Error! Bookmark not defined.
1.4.1. Kegunaan Teoritis Error! Bookmark not defined.
1.4.2. Kegunaan Praktis Error! Bookmark not defined.
BAB II TELAAH PUSTAKA
... Error ! Bookmark not defined.
2.1 Konsep Ekonomi Islam Error! Bookmark not defined.
2.1.1 Konsep Ekonomi Islam di Perguruan Tinggi Error! Bookmark not defined.
2.1.2 Penguasaan Konsep Ekonomi Islam Error! Bookmark not defined.
2.2 Pengertian Mobile Learning Error! Bookmark not defined.
2.2.1 Konsep Dasar Error! Bookmark not defined.
2.2.2 Pembelajaran Mobile Learning Error! Bookmark not defined. 2.2.3 Fungsi dan Manfaat Mobile Learning Error! Bookmark not defined. 2.2.4 Model Desain Pembelajaran Mobile Learning Error! Bookmark not defined.
2.3 Sistem Operasi Android Error! Bookmark not defined.
2.3.1 Versi Android Error! Bookmark not defined.
2.3.2 Fitur Android Error! Bookmark not defined.
2.3.3 Android SDK Error! Bookmark not defined.
2.3.4 (Android Development Tools) Error! Bookmark not defined. 2.3.5 AVD (Android Virtual Device) Error! Bookmark not defined.
2.3.6 IDE Eclipse Error! Bookmark not defined.
2.3.7 JDK (Java Development Kit) Error! Bookmark not defined.
2.3.8. Corel Draw Error! Bookmark not defined.
2.3.9. Adobe Flash Error! Bookmark not defined.
BAB III METODE PENELITIAN
... Error ! Bookmark not defined.
3.1 Desain Penelitian Error! Bookmark not defined.
3.2 Waktu dan Lokasi Penelitian Error! Bookmark not defined.
3.3 Populasi, Sampel dan Sumber Data Error! Bookmark not defined.
3.3.1 Populasi Error! Bookmark not defined.
3.3.2 Sampel Error! Bookmark not defined.
3.3.3 Sumber Data Error! Bookmark not defined.
3.4 Teknik Pengumpulan Data Error! Bookmark not defined.
3.5 Instrrumen Penelitian Error! Bookmark not defined.
3.6 Prosedur Penelitian dan Pengembangan Model Error! Bookmark not defined.
3.6.1 Studi Pendahuluan Error! Bookmark not defined.
3.6.2 Pengembangan Model Error! Bookmark not defined.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
... Error ! Bookmark not defined.
4.1 Kondisi Pembelajaran Ekonomi Islam pada Program Studi Pendidikan
Ekonomi Error! Bookmark not defined.
4.1.1 Pembahasan Angket Penelitian Error! Bookmark not defined. 4.2 Pengembangan Desain Model Software yang Sesuai dengan Kebutuhan
Mahasiswa Error! Bookmark not defined.
4.3.1 Logo Software Error! Bookmark not defined.
4.3.2 Penjelasan Makna Error! Bookmark not defined.
4.4 Jenis-Jenis Software Pembelajaran Ekonomi Islam Error! Bookmark not defined.
4.5 Konten Inti Program Error! Bookmark not defined.
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
4.7 Perbandingan dengan LMS (Learning Management System) Universitas
Pendidikan Indonesia Error! Bookmark not defined.
4.8 Uji Coba Terbatas Error! Bookmark not defined.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
... Error ! Bookmark not defined.
5.1 Kesimpulan Error! Bookmark not defined.
5.2 Saran Error! Bookmark not defined.
DAFTAR PUSTAKA
... Error ! Bookmark not defined.
DAFTAR TABEL
Persentase Sistem Operasi Smartphone di Dunia
... Error
! Bookmark not defined.
Tabel 1.3 Sistem Operasi Smartphone yang Dimiliki Mahasiswa Pendidikan Ekonomi
... Error
! Bookmark not defined.
Tabel 3.1 Daftar Software yang Digunakan untuk Membuat Aplikasi Ekonomi Islam
... Error
! Bookmark not defined.
Tabel 3.2 Daftar Software Ekonomi Islam yang Akan Dihasilkan (Secara Garis Besar)
Tabel 4.2 Fungsi-Fungsi Software Ekispedia Browser
... Error
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Tabel 4.3 Daftar Film dan Video yang sudah Bisa Diakses
... Error
! Bookmark not defined.
Tabel 4.4 Materi Ekonomi Islam dalam Aplikasi Program
... Error
! Bookmark not defined.
Tabel 4.5 Uji Coba Terbatas
... Error
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Persentase Mahasiswa yang Mengalami Kesulitan Belajar Ekonomi Islam
... Error
! Bookmark not defined.
Gambar 1.2 Sistem Operasi Smartphone yang dimiliki Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi
Gambar 4.1 Diagram Alir Desain Software
... Error
! Bookmark not defined.
Gambar 4.2 Rancangan Tampilan Software Ekonomi Islam
... Error
! Bookmark not defined.
Gambar 4.3 Logo Produk Ekispedia (Software Pembelajaran Ekonomi Islam berbasis Mobile Learning)
... Error
! Bookmark not defined.
Gambar 4.4 Tampilan Software Ekispedia Browser
... Error
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang mengoptimalkan peran
manusia untuk memenuhi kebutuhan materinya di dunia ini sehingga tercapai
kesejahteraan yang akan membawanya kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat
(falah). Atas kelebihan ekonomi islam tersebut, hampir seluruh negara di dunia
saat ini sedang mengkaji dan menerapkan sistem ekonomi islam yang
direpresentasikan dengan pembangunan perbankan syariah dan pusat penelitian
dan pengkajian ekonomi islam di negara-negara tersebut termasuk di Indonesia,
Menurut (Juanda : 2012) saat ini sudah terdapat 80 negara yang mengakomodasi
adanya perbankan syariah di dunia.
Lebih dari itu, ada tiga alasan kenapa kita harus mengembangkan ekonomi
islam, Menurut Karjadi Mintaroem, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas
Airlangga memaparkan setidaknya ada tiga alasan, yaitu: Pertama, Negara
Indonesia dibangun berlandaskan Pancasila, dimana sila pertama menandakan
bahwa bangsa ini merupakan bangsa yang berlandaskan dan berazaskan pada
Ketuhanan Yang Maha Esa., sehingga semua kebijakannya tidak boleh
bertentangan dan harus mencerminkan wujud keimanan kepada Tuhan Yang
2
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Kedua, fakta telah banyak membuktikan bahwa sistem ekonomi islam atau
syariah telah terbukti menunjukkan keunggulannya di masa-masa krisis baik yang
terjadi di Indonesia maupun di negara lain di dunia. Berdasarkan studi sebuah
organisasi independen yang mewakili industri pelayanan keuangan Inggris yang
juga telah dikutip di media Republika, International Financial Services London
(IFSL), keuangan syariah tidak terkena dampak besar terhadap krisis ekonomi global dikarenakan keuangan syariah tidak menggunakan instrumen derivatif
seperti halnya keuangan konvensional. Meski keuangan syariah juga memiliki
risiko, namun syariah jauh dari ketidakpastian atau gharar dan bila terkena risiko,
maka keuangan syariah akan berbagi risiko tersebut. Seluruh perjanjian jual beli
tidak berlaku bila objek perjanjian tidak pasti dan tidak transparan. Keunggulan
sistem ekonomi syariah, tidak hanya diakui oleh para tokoh di negara-negara yang
mayoritas penduduknya Muslim. Ketahanan sistem ekonomi syariahterhadap
hantaman krisis keuangan global telah membuka mata para ahli ekonomi
dunia,sehingga di antara mereka banyak yang telah melakukan kajian mendalam
terhadap perekonomian yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
Ketiga, ekonomi syariah telah diterapkan di berbagai negara Eropa,
Amerika, Australia, Afrika dan Asia; bahkan negara Inggris dan Singapura
berlomba untuk menjadi pusat ekonomi syariah. Singapura sebagai negara sekuler
telah mengakomodasi sistem keuangan syariah. Bank-Bank raksasa seperti ABN
3
syari’ah. Demikian pula ANZ Australia, juga telah membuka unit syari’ah dengan
nama First ANZ International Modaraba, Ltd. Jepang, Korea, Belanda juga siap
mengakomodasi sistem syariah. Sejumlah negara di Eropa, seperti Jerman dan
Perancis dan Amerika pun mulai mengadopsi sistem keuangan syariah ini. Lebih
dari 26 bank di Inggris kini menawarkan produk keuangan syariah, termasuk
lembaga besar seperti HSBC. Enam bank syariah telah menyediakan seluruh
produk sesuai dengan hukum syariah. Islamic Bank of Britain (IBB) yang
merupakan pionir dalam perbankan ritel telah memiliki 64 ribu nasabah dan
cabang-cabang di London, Birmingham, dan Manchester. Baru-baru ini IBB
meluncurkan kredit rumah dengan harga kompetitif dengan syarat-syarat yang
diharapkan mampu menarik nasabah melebihi pasar utamanya, yaitu dua juta jiwa
Muslim di Inggris. Sebuah studi mencatat Inggris sebagai negara yang memiliki
bank terbanyak bagi umat muslim di antara negara Barat lainnya. Saat ini terdapat
lima bank murni syariah di Inggris, sementara 17 bank lainnya seperti Barclays,
RBS, dan Lloyds Banking Group telah memiliki unit usaha syariah. Berdasarkan
laporan International Financial Services London (IFSL), perkembangan Inggris
sebagai pusat keuangan Islam dalam beberapa tahun terakhir sangat didukung
oleh pemerintah. Dukungan pemerintah diantaranya adalah keleluasaan pajak
bagikredit rumah dan membuat perdagangan sukuk menjadi lebih mudah. Inggris
menduduki peringkat delapan dalam aset perbankan syariah di seluruh dunia.
Prancis kini juga akan mengembangkan ekononomi syariah. Ini ditandai dengan
4
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
(QIB). Setidaknya tiga bank telah mengajukan izin operasi di Prancis, yaitu Qatar
Islamic Bank, Kuwait Finance House dan Al Baraka Islamic Bank of Bahrain.
Perwakilan dari QIB pun telah berkunjung ke Prancis untuk mengurus izin operasi
bank. Sementara itu, bank syariah juga mulai berkembang di Amerika Serikat.
Penerapan prinsip syariah yang tak mengenakan bunga pada pembiayaannya
diterapkan oleh sebuah bank kecil di Michigan, AS bernama University Islamic
Financial. Secara khusus bank tersebut memberikan pembiayaan sesuai dengan
nilai syariah. Ini berarti bank tersebut tak menarik bunga dan tak ada transaksi
yang memiliki risiko tinggi. Sebagai bangsa yang beragama kita layak prihatin
dengan berbagai predikat buruk terhadap bangsa Indonesia, yang mana krisis
negara-negara tetangga Indonesia di kawasan Asia telah pulih dan mulai menata
kembali perekonomian negerinya, Indonesia justru semakin sibuk dalam
mengentaskan diri dari cengkraman krisis yang semakin akut serta mengancam
kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep pembangunan
ekonomi berketuhanan sangat cocok bagi penanganan krisis yang terjadi karena
bertolak dari pengembangan sumberdaya manusia (human capital) dan
penguasaan teknologi sebagai penggerak utama (driving force)pembangunan
ekonomi. Pengembangan sumberdaya manusia merangkum seluruh potensi dan
keberdayaan dan kualitas kemanusiaan dari sudut rohani dan moral. Pembangunan
ekonomi syariah merangkum pembangunan sistem keuangan dan dasar
perniagaan yang adil. Ia juga merangkum pemerataan kebebasan sosial, keadilan
5
Sementara Itu, Indonesia memiliki karakter yang berbeda dalam
perkembangan ekonomi syariahnya. Indonesia merupakan negara dengan jumlah
penduduk muslim terbesar di dunia. Menurut laporan BPS tahun 2010, jumlah
Penduduk Muslim di Indonesia mencapai 207.176.162 jiwa. Namun dalam
realitas yang terjadi saat ini terdapat tantangan yang cukup penting untuk
diselesaikan dalam bidang ekonomi Islam, menurut pakar ekonomi islam Dr.
Juanda, menyebutkan setidaknya ada 5 hal yang menjadi tantangan ekonomi islam
di Indonesia, yaitu pertama sumber daya insani yang belum memadai karena
adanya dikotomi sistem pendidikan agama dengan pendidikan umum, kedua
Jaringan Bank Islam yang belum menjangkau pelosok Indonesia, ketiga masih
adanya persepsi masyarakat yang menganggap bank syariah sama saja dengan
bank konvensional, keempat lambatnya proses sosialisasi karena adanya
keterbatasan jaringan pelayanan perbankan syariah serta masih sedikitnya pusat
kajian ekonomi islam dan terakhir adalah minimnya partisipasi organisasi
masyarakat islam dalam pengembangan ekonomi islam.
Dalam hal industri, perbankan syariah yang ditargetkan mencapai market
share lima persen menjadikan pengembangan pendidikan Ekonomi Islam harus selaras dengan kebutuhan masyarakat. Target tersebut harus didukung pula oleh
Sumber Daya Manusia yang berkualitas, sehingga diperlukan banyak penambahan
SDM baru.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan
6
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
dibutuhkan berkisar 14.000 orang guna mencapai target pangsa pasar. Kondisi ini
membawa implikasi bahwa masih banyak diperlukan tenaga-tenaga profesional
yang siap untuk membawa kemajuan bagi industri syari’ah di Indonesia.
Perguruan Tinggi perlu memaksimalkan perannya dalam ekonomi syariah.
Kontribusi Perguruan Tinggi dapat dilakukan melalui penyediaan sumber daya
manusia (SDM) unggul dan berkualitas dalam sektor tersebut. Perwakilan dari
Pusat Ekonomi Bisnis Syariah (PEBS) Universitas Indonesia (UI), Mohamad
Soleh Nurzaman mengatakan saat ini ada sekitar 37 ribu pekerja di bidang
ekonomi syariah. Pada 2015, diperkirakan jumlah pekerja di sektor ekonomi
syariah mencapai 50 ribu orang.
Dalam Merespon Kebutuhan Pasar akan diperlukanya SDM yang terampil
pada praktik ekonomi islam, Universitas Pendidikan Indonesia, Fakultas
Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, telah sejak tahun 2009 memiliki mata kuliah
ekonomi islam yang bersifat wajib bagi seluruh mahasiswanya dalam menempuh
jenjang sarjana. Mata Kuliah Ekonomi Islam tersebut mencakup: Pengantar
Ekonomi Syariah, Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah.
Namun dalam pelaksanaanya, menurut penelitian pendahuluan yang telah
peneliti lakukan terhadap mahaiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan
2011 dan 2012 ditemukan bahwa 62 Mahasiswa dari 64 Responden yang diambil
secara acak mengaku mengalami kesulitan dalam memahami beberapa istilah atau
konsep dalam mata kuliah ekonomi islam di kelas, selengkapnya dapat dilihat
7
Tabel 1.1
Pertanyaan Penelitian Pendahuluan
No. Pertanyaan Jawaban
Ya Tidak
1 Apakaah anda pernah mengalami kesulitan dalam
memahami beberapa istlah atau konsep dalam mata
kuliah ekonomi islam di kelas ?
62 2
2 Smartphone sebenarnya dapat dioptimalkan penggunaannya sebagai alat untuk mempermudah
pembelajaran di kelas, khususnya dalam pembelajaran
mata kuliah ekonomi islam, apakah anda setuju dan
mendukung dikembangkannya Ekispedia sebagai
software pembelajaran ekonomi islam yang inovatif ?
62 2
Sumber: Hasil Survey Penelitian Pendahuluan
Dalam gambar di bawah ini, menunjukan fakta yang lebih jelas mengenai
persentase mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar pada mata kuliah
8
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
kesulitan dalam proses pembelajaran ekonomi islam pada Program Studi
Pendidikan Ekonomi.
Gambar 1.1
Persentase Mahasiswa yang Mengalami Kesulitan Belajar Ekonomi Islam
Sumber: Hasil Survey Penelitian Pendahuluan
Untuk menjawab tantangan tersebut, perkembangan dan kemajuan teknologi
telekomunikasi dan informasi adalah solusinya, salah satunya adalah melalui
Apakah Anda Mengalami Kesulitan Belajar
Ekonomi Islam di Kelas ?
Ya
9
teknologi telepon genggam(celullar phone) berjenis telepon pintar (smartphone)dengan menggunakan teori mobile learning.
Mobile learning merupakan bagian dari pembelajaran elektronik atau lebih dikenal dengan e-learning. Mobile learning dapat dijadikan sebagai salah satu
alternatif untuk memecahkan permasalahan kesulitan belajar dan meningkatkan
pemahaman dalam mata kuliah ekonomi islam pada mahasiswa saat ini.
Perkembangan kepemilikan telepon genggam yang meningkat dari tahun-ke
tahun menjadi potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai model
pembelajaran mobile learning pada mata kuliah ekonomi islam. Secara makro,
Sebagaimana dipaparkan dalam indotelkom.com pada tahun 2012 bahwa hasil
penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Riset The Nielsen Company
mengungkapkan kepemilikan telepon seluler (ponsel) di Indonesia dari 2005
hingga 2010 naik tiga kali lipat.
Pada 2005 penetrasi ponsel di Indonesia hanya 20 persen, namun lima
tahun kemudian melonjak menjadi 54 persen. Data tersebut diperoleh dari survei
yang dilakukan Nielsen di sembilan kota terhadap 45 juta penduduk. Kesembilan
kota itu adalah Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Medan,
Palembang, Makassar dan Denpasar. Naiknya pengguna ponsel didorong
tingginya penetrasi kelompok usia muda yakni kategori usia 15-19 yang
mendominasi 70 persen penggunaan sejak 2007.
Jenis telepon genggam yang akan digunakan sebagai media
10
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
tablet, menurut portal berita teknologi (beritateknologi.com), jumlah kepemilikan
telepon cerdas (smartphone) dari tahun-ke tahun terus meningkat, data lengkapnya
adalah sebagai berikut:
Tabel 1.2
Persentase Sistem Operasi Smartphone di Dunia
11
Dari tabel di atas diketahui bahwa, jenis telepon genggam dan tablet yang
saat ini beredar di masyarakat seluruh dunia adalah yang memiliki sistem operasi
berbasis Android yang mengasai marketshare sebesar 81,3 % dari keseluruhan
telepon genggam di dunia pada kuartal ke tiga tahun 2013.
Perkembangan kepemilikan telepon genggam ini selaras dengan penelitan
pendahuluan yang dilakukan peneliti pada mahasiswa Program Studi Pendidikan
Ekonomi angkatan 2011 dan 2012, ditemukan bahwa seluruh responden (64
orang) memiliki telepon genggam dan dari keseluruhan itu, responden yang
memiliki telepon genggam kategori telepon cerdas (smartphone) mencapai 59
Orang.
Tabel 1.3
Sistem Operasi Smartphone yang Dimiliki Mahasiswa Pendidikan Ekonomi
Sistem Operasi Smartphone yang dimiliki
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi
Jumlah Pengguna
12
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Ilustrasi selengkapnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 1.2
Sistem Operasi Smartphone yang dimiliki Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Ekonomi
Sumber Hasil Survey Penelitian Pendahuluan
Dari temuan penelitian pendahuluan dan didukung pula oleh trend dunia
yang memiliki telepon genggam berbasis android secara mayoritas, maka
penelitian ini akan difokuskan kepada pengembangan software pembelajaran
ekonomi islam bernasis mobile learning pada sistem operasi Android yang dapat
diterapkan pada telepon selular, smartphone dan tablet.
Perkembangan Information and Communication Technology (ICT) yang
sangat pesat menumbuhkan peluang dalam dunia pendidikan khususnya
pendidikan ekonomi islam untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang sangat
13
Mobile learning merupakan pembelajaran dimana pembelajar dapat mengakses materi pembelajaran, arahan dan aplikasi yang berkaitan dengan mata
kuliah dan gerbang menuju NGL (Next Generation Learning) melalui media
hanphone (smartphone), tablet, iphone, blackberry dan lain-lain dimana belajar
dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun.
Menuurut penelitian pendahuluan (lihat tabel 1.1), 97 % atau 62 dari 64
responden menyatakan setuju dan mendukung dikembangkannya model softwae
pembelajaran ekonomi islam yang inovatif guna menunjang kebutuhan mereka
atas pembelajaran ekonomi islam yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun
melalui perangkat handphone/smarphone dan tablet yang mereka miliki sehingga
kesulitan belajar ekonomi islam dapat diatasi melalui pemanfaatan teknologi,
maka atas dasar latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk meneliti tentang
“Pengembangan Model Pembelajaran Ekonomi Islam Berbasis Mobile
Learning”.
1.2Rumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian pada latar belakang masalah dan agar ruang lingkup
penelitian tidak meluas, diperlukan pembatasan permasalahan. Mengingat kondisi
pembelajaran mata kuliah ekonomi islam yang selama ini berlangsung di
UPIkhususnya pada program studi pendidikan ekonomi cenderung konvensional
sementara di sisi lain banyaknya mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi
14
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
ada potensi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang belum dimanfaatkan
secara optimal dan agar pembelajaran menjadi berpusat pada mahasiswa dan
mahasiswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran pendidikan ekonomi islam
tanpa ada batasan waktu dan tempat, maka peneliian ini bertujuan untuk
mengembangkan sebuah model software berbasis mobile learning yang akan
digunakan pada pembelajar ekonomi islam, mengingat mobile learning berbasis
handphone pada mata pelajaran ekonomi islam bisa menjadi alternatif solusi
untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran pendidikan ekonomi islam di
perguruan tinggi khususnya di UPI dan pada akhirnya dapat meningkatkan
pemahaman mahasiswa akan mata kuliah ekonomi islam tersebut. Dengan
demikian rumusan permasalahandalam penelitian ini adalah Model Software
pembelajaran Mobile Learning yang seperti apakah yang dapat diterapkan pada
pembelajaran Ekonomi Islam di perguruan tinggi, khususnya di UPI?
a. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran ekonomi islam saat ini di perguruan
tinggi khususnya di UPI pada program studi Pendidikan Ekonomi ?
b. Desain model software pembelajaran seperti apakah yang sesuai dengan
kebutuhan mahasiswa di UPI ?
c. Bagaimana tingkat ketetapan desain model pembelajaran yang dihasilkan
dilihat dari aspek penguasaan konsep terhadap ekonomi islam ?
15
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model
pembelajaran mobile learning yang dapat diterapkan pada pembelajaran mata
kuliah ekonomi islam di perguruan tinggi, khususnya di UPI.
a. Diperoleh gambaran yang jelas tentang kondisi pembelajaran ekonomi
islam di perguruan tinggi, khususnya di UPI pada Program Studi
Pendidikan Ekonomi
b. Dihasilkan model pembelajaran berbasis mobile learning untuk mata
kuliah ekonomi islam yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa UPI
c. Dihasilkan ketetapan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile
learningdilihat dari aspek penguasaan konsep terhadap ekonomi islam.
1.4Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini dibagi dua yaitu:
1.4.1. Kegunaan Teoritis
16
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
1. Memberikan sumbangan konsep dalam pengembangan model
pembelajaran ekonomi islam untuk menumbuhkan kompetensi
mahasiswa melalui pemanfaatan teknologi mobile learning
2. Memberikan sumbangan teoritik khususnya teori mobile learning pada
pembelajaran ekonomi islam
3. Memberikan sumbangan konsep yang berkaitan dengan pendidikan
ekonomi islam bagi mahasiswa
1.4.2. Kegunaan Praktis
1. Bagi Universitas Pendidikan Indonesia, diharapkan dapat memberi
masukan dalam pemanfaatan mobile learning pada pembelajaran
ekonomi islam
2. Bagi Perguruan Tinggi Lain, Dari penelitian ini akan dihsilkan sebuah
model pembelajaran berbasis mobile lerning yang sesuai untuk
pembelajaran mata kuliah ekonomi islam. Selain itu penelitian ini akan
menghasilkan produk software berbasis mobile learning yang dapat
dijadikan sebagai model pembelajaran ekonomi islamdi pergurun
tinggi.
3. Bagi Mahasiswa, dapat membantu mahasiswa untuk menguasai
sejumlah kompetensi yang ditetapkan dari mata kuliah ekonomi islam
dengan efektif dan efisien, belajar ekonomi islam dapat dilakukan
17
4. Bagi Dosen, dapat membantu peroses belajar mengajar ekonomi islam
lebih efektif dan efesien melalui pemanfaatan teknologi telepon selular
dan mobile learning.
5. bagi Peneliti Lain, diharapkan dapat memberikan inspirasi dan masukan
mengenai aspek-aspek lain yang perlu dikaji lebih mendalam dalam
pengembangan software pembelajaran ekonomi islam ini
6. Bagi Pihak Lain yang Berkepentingan, Hasil penelitian ini diharapkan
dapat dijadikan rekomendasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan
42
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
BAB III
METODE PENELITIAN
Bab ini berisi tentang metode yang digunakan dalam penelitian, subyek
penelitian, teknik pengumpulam data, prosedur penelitian dan pengembangan serta
analisis instrumen.
3.1 Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research
and Development) dari Gall and Borg (2003:569).
Prosedur atau langkah penelitian dan pengembangan (R&D) menurut Borg
and Gall (2003: 775) ada sepuluh tahapan yaitu:
1) Research and information collecting includes review of literature, class room observation and preparation of report of state the art. (penelitian dan pengumpulan informasi termasuk didalamnya merujuk sumber atau literatur
yang sesuai, observasi lapangan dan persiapan laporan.
2) Planning-includes defining skills, stating objective determining course
3) Develop preliminary form of product-includes preparation of instructional materials, hardbooks and evaluation devices. (Mengembangkan produk awal
termasuk materi pengajaran, buku pegangan dan tujuan evaluasi)
4) Prelimary field testing-Conducted in from 1 to 3 schools, using 6 to 12
subject. Interview observational and questionnaire data collected and analyzed (uji coba pengembangan pruduk awal-diambil 1 sampai 3 sekolah, 6 hingga 12 peserta didik. Kegiatan ini meliputi wawancara, pengamatan,
pengumpulan data pertanyaan dan analisis)
5) Main product revision-revision of product as suggested by the preliminary
field test results. (perbaikan produk utama merupakan perbaikan produk berdasarkan hasil penemuan uji coba pengembangan produk awal di
lapangan)
6) Main field testing-conducted in 5 to 15 schools with 30 to 100 subjects. Quantitative data on subject prcourse and postcourse performance are
collected. Results are evaluated with respect to course objectives and are compared with conrol group data, when appropiate. (Melaksanakan uji coba
produk utama, diambil 5-15 sekolah dengan 3 sampai 100 peserta didik. Hasil
tes awl dan akhir dari peserta didik dihitung dan dikumpulkan. Hasil ujian
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
44
7) Operational product revision-revision of product as suggested by main field test results. (perbaikan produk kegiatan-perbaikan oroduk utama berdasarkan
hasil uji coba produk utama lapangan)
8) Operrational field testing-conducted in 10 to 30 schools involving 40 to 200
subjects. Interview, observational and questionare data collected and analyzed. (kegiatan uji coba lapangan terdiri dari 10-30 sekolah, mengikutsertakan 40-200 siswa. Penerapan dari hasil perbaikan produk utama
meliputipada wawancara, pengamatan, pengumpulan dan kuesioner dan
analisis)
9) Find product revision-revision of product as suggestedby operational field tes results. (perbaikan akhir produk merupakan perbaikan produk berdasarkan
hasil uji coba kegiatan lapangan)
10)Dissemination and implementation-report on product at professional meeting an in journals. work with publisher who assumes commercial
distribution.Monitor distribution to provide quality control. (penyebarluasan dan penerapan-pelaporan produk dari pertemuan para ahli dimasukkan ke
dalam jurnal. Melaksanakan kerja sama dengan pihak penerbit dengan asumsi
untuk penyebarluasan secara komersial. Penyebarluasan diawasi untuk
Berpedoman pada prosedur penelitian (Research and Development) Borg dan
Gall di atas, guna kepentingan dalam penelitian ini dengan berbagai alasan
nonmetodologi, seperti keterbatasan waktu proses penyelesainan studi, penelitian ini
menyederhanakan melalui langkah-langkah operasional dengan tetap bersandarkan
pada prinsip dasar motodologi R&D sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitian.
Kerangka yang digunakan oleh penulis dengan merujuk pada Sukmadinata
(2005:189), secara operasional prosedur dalam penelitian ini dibagi ke dalam tiga
tahapan utama, yaitu: 1) studi pendahuluan, 2) tahap pengembangan model dan 3)
tahap validasi atau uji model.
Pertama, studi pendahuluan dilakukan dengan serangkaian kegiatan dalam
mencari sumber-sumber kepustakaaan yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk
memperkuat teori dalam pengembangan model mobile learning termasuk mencari
hasil riset baik dari dalam maupun luar negeri yang relevansinya kuat dengan mobile
learning yang dapat diterapkan pada mata kuliah ekonomi islam. Dilakukan surey
lapangan untuk melihat kondisi proses perkuliahan ekonomi islam pada mahasiswa
yang terjadi saat ini.
Kedua, pada pengembangan model dibuat draft awal model software
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
46
Ketiga, adalah menguji model (validitas model). Model akhir merupakan model
yang sudah diujikan dan mendapatkan masukan dari mahasiswa melalui Focus Group
Discussion. Selanjutnya penelitian berhenti sampai disini dikarenakan keterbatasan waktu dan akan dilanjutkan pada jenjang akademik selanjutnya. Akan tetapi penulis
akan mendistribusikan software ini melalui layanan Google App Store jika dihasilkan
ketetapan model pada tahap ini.
3.2 Waktu dan Lokasi PenelitianPenelitian dilakukan pada bulan Januari s.d. April
2014. Penelitian ini dilaksanakan di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia,
Bandung.
3.3Populasi, Sampel dan Sumber Data3.3.1 Populasi
Populasi (Sugiyono, 2010:115) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi penelitian ini adalah peserta didik pada Program Studi Pendidikan
Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia angkatan tahun 2011 dan 2012 dengan
jumlah total 172 orang, hal ini dilakukan karena angkatan tersebut masih aktif kuliah
dan sedang mengontrak rumpun mata kuliah ekonomi islam. Jumlah mahasiswa
pendidikan ekonomi angkatan 2011 adalah 88 mahasiswa dan 2012 adalah 84
3.3.2 Sampel
Menurut (Sugiyono, 2010:116) sampel merupakan bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh poulasi tersebut.
Menurut sugiyono 2010:116) bahwa :
“bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada
pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti
dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu”.
Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2010:117) sampel adalah sebagian
atau wakil populasi yang diteliti.
Dapat disimpulkan bahwa sampel yaitu sebagian dari jumlah populasi untuk
mewakili populasi yang ada, karena tidak mungkin semua populasi dipelajari jika
jumlahnya terlampau banyak.
Langkah selanjutnya yaitu penentuan jumlah sampel dengan teknik
proportionate stratified random sampling (secara acak)
Suharsimi Arikunto (2010:134) mengemukakan bahwa:
“Untuk sekedar ancer-ancer, maka apabila subjeknya kuran gdari 100, lebih
baik diambil semua sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi.
Selanjutnya bila subjeknya lebih besar dari 100 dapat diambil 10 % - 12 % atau 20 %
- 25 % atau lebih, tergantung setidak-tidaknya dari :
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
48
2. Sempitnya wilayah pengamatan dari setiap subjek karena menyangkut hal
banyak sedikitnya data.
3. Besasr kecilnya resiko yang ditanggung peneliti”.
Merujuk pada pengertian di atas, maka dalam pengambilan sampel dalam
penelitian ini mengacu pada batas 25 % atau lebih, maka dari populasi sebanyak 172
orang, saat penelitian pendahuluan berupa penyebaran angket dipilih 64 orang atau
37.2%.
3.3.3 Sumber Data
Menurut Suharsimi Arikunto (2010:172), sumber data dalam penelitian adalah
subjek darimana data dapat diperoleh. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian
ini adalah :
a. Data primer
Data primer merupakan data yang dihimpun langsung oleh peneliti, data ini
diperoleh dari hasil survey.
Data sekunder merupakan data yang diperoeh melalui tangan kedua, data ini
berupa data dari jurnal penelitian, buku sumber dan sumber terpercara dari
internet.
3.4Teknik Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data
dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik, yaitu:
a. Wawancara
Wawancara yaitu suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk
memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya.
b. Kuesioner (Angket)
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan sejumlah
pertanyaan yang dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan secara
tertulis untuk memperoleh informasi dari responden untuk mengetahui apa
yang diharapkan oleh para responden.
c. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
catatan-Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
50
catatan, laporan-laporan serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan
masalah yang diteliti.
d. Studi Pustaka
Studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memperoleh data dari literatur seperti buku, penelitian
terdahulu dan media elektronik seperti internet dan lain-lain yang
berhubungan dengan permasalahan yang diteliti.
3.5Instrrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini berbentuk instrumen nontest. Instrumen nontest
berbentuk kuesioner dan pedoman wawancara. Kuesioner adalah satu set pernyataan
yang ditujukan kepada peserta didik mata kuliah ekonomi islam untuk mengetahui
persepsi mereka terhadap perkuliahan ekonomi islam dan mobile learning.
Pedoman wawancara merupakan seperangkat rambu-rambu yang dijadikan
pedoman untuk melakukan wawancara kepada mahasiswa.
3.6Prosedur Penelitian dan Pengembangan Model
3.6.1 Studi Pendahuluan
Pada tahap pertama, studi pendahuluan merupakan tahap awal atau persiapan
kepustakaan, kedua survey lapangan dan ketiga penyusunan produk awal atau draft
model (karena produk yang dikembangkan berbentuk model software mobile
learning). Studi kepustakaan merupakan kajian untuk mempelajari konsep-konsep
atau teori-teori yang berkenaan dengan produk atau model yang akan dikembangkan.
Studi kepustakaan ini difokuskan untuk mengkaji konsep dan teori-teori tentang
mobile learning. Khususnya dalam pengembangkan model mobile learning sebagai
model pembelajaran mata kuliah ekonomi islam. Studi kepustakaan juga mengkaji
hasil-hasil penelitian terdahulu yang berkenaan dengan mobile learning untuk
pembelajaran ekonomi islam.
Kemudian, setelah terbentuk draft model tersebut selanjutnya direvisi dalam
sebuah pertemuan dengan dosen pembimbing. (dosen ahli ekonomi islam yang dipilih
yang memiliki pengalaman dalam pendidikan).
3.6.2 Pengembangan Model
Selesai pada kegiatan tahap pertama Studi Pendahuluan, Kegiatan dilajutkan
dengan tahap kedua, yaitu Uji Coba Pembuatan dan Pengembangan Produk, dalam
hal ini (medel mobile learning). Pada tahap ini yang harus dilaksanakan adalah uji
coba lingkup terbatas.
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
52
Tabel 3.1 Daftar Software yang Digunakan untuk Membuat Aplikasi
Ekonomi Islam
No. Nama Software Fungsi
1. Corel Draw versi X6 Untuk Mendesain Gambar, Animasi, dan
Logo Produk.
2. Eclips Untuk membuat aplikasi pembelajaran
ekonomi islam berbasis bahasa
pemrograman.
3. Adobe Flash Untuk membuat game animasi ekonomi
islam.
4. Appsgeyser Pengembangan software pembelajaran
Sumber: Data Penulis
Adapun Produk Sofware yang akan penulis hasilkan dari pengembangan ini
secara umum adalah :
Tabel 3.2
Daftar Software Ekonomi Islam yang Akan Dihasilkan (Secara Garis Besar)
1. Video dan TV Channel
Ekonomi Islam
Sebagai media interaktif untuk
pembelajaran ekonomi islam berbasis
film dan video.
2. Gambar Animasi Ekonomi
Islam
Menarik mahasiswa agar lebih gemar
belajar ekonomi islam
3. E-book Ekonomi Islam Sebagai materi pembelajaran digital
ekonomi islam
4. Game Ekonomi Islam Berfungsi sebagai alat evaluasi digital
dan pemacu semangat belajar mahasiswa
terhadap mata kuliah ekonomi islam
Sumber: Data Penulis
Uji coba terbatas. Dalam pelaksanaan uji coba terbatas, peneliti mengumpulkan
mahasiswa dari jumlah sampel 64 orang sebanyak 11 orang guna mendapatkan uji
terbatas dan test penggunaan software dalam bentuk Focus Group Discussion.
Dalam Focus Group Discussion tersebut penulis menginstallkan software yang
telah penulis desain terhadap seluruh telepon genggam yang responden miliki, lalu
mendiskusikan kelemahan dan kelebihannya melalui wawancara sehingga didapatkan
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
79
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Proses pembelajaran mata kuliah ekonomi islam di Program Studi Pendidikan
Ekonomi masih konvensional dan belum memanfaatkan teknologi mobile
learning. Temuan di lapangan menunjukkan 97 % dari responden mengalami
kesulitan belajar mata kuliah ekonomi islam dan 97 % responden juga
menyatakan setuju dan mendukung dikembangkannya model pembelajaran
ekonomi islam berbasis mobile learning.
2. Ditetapkannya model software pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile
learning Android yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi.
3. Setelah dilaksanakannya uji terbatas pada 11 orang responden, seluruh
responden mengatakan cocok dengan software ini, adapun kelemahan dan
perbaikan software akan terus dilakukan seiring dengan perkembangan
Robi Awaluddin, 2014
Pengembangan model pembelajaran ekonomi islam berbasis mobile learning Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
80
5.2 Saran
1. Penelitian ini perlu dilanjutkan ke uji skala luas dan pengujian efektivitas
penggunaan, hal ini perlu dilaksanakan agar kebermanfaatan dari software
pembelajaran ekonomi islam ini dapat sempurna.
2. diperlukan dukungan dari pihak universitas dan program studi untuk bersama
mengaplikasikan program software ini ke dalam aktivitas pembelajaran
ekonomi islam setiap hari agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan
efesien.
2. 3. model pembelajaran ekonomi islam ini perlu diteliti lebih lanjut, terutama
dengan berkolaborasi dengan tenaga ahli dari bidang Teknologi Informasi dan