BAB I PENGANTAR
1. 1. LATAR BELAKANG
Dalam sejarah pasar modal Indonesia, kegiatan jual beli saham dan obligasi dimulai pada abad ke-19, jual beli efek telah berlangsung sejak 1880.
Pada tanggal 14 Desember 1912, Amserdamse Effectenbueurs (Bursa Amsterdam) mendirikan cabang bursa efek di Batavia. Di tingkat Asia, bursa Batavia tersebut merupakan yang tertua keempat setelah Bombay, Hongkong dan Tokyo.
1Sekitar awal abad ke-19 pemerintah kolonial Belanda mulai membangun perkebunan secara besar-besaran di Indonesia. Sebagai salah satu sumber dana adalah dari para penabung yang telah dikerahkan sebaik-sebaiknya. Para penabung tersebut terdiri atas orang-orang Belanda dan Eropa lainnya yang penghasilannya sangat jauh lebih tinggi dari penghasilan penduduk pribumi. Atas dasar itulah maka pemerintahan kolonial waktu itu mendirikan pasar modal.
Setelah mengadakan persiapan, akhirnya berdiri secara resmi pasar modal di Indonesia yang terletak di Batavia dan langsung memulai perdagangan. Pasar modal di Indonesia mempunyai sejarah yang panjang sejak zaman Hindia Belanda. Pasar Modal yang pertama kali didirikan bernama Vereniging Voor de
1
Tavinayati dan Yulia Qamariyanti, 2009, Hukum Pasar Modal Di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, hlm. 8
Effectehandel (Bursa Efek) pada tanggal 14 Desember 1912 di Batavia, yang
kemudian di ikuti dengan pendirian Bursa Efek di Surabaya dan Semarang.
2Selain sebagai sumber dana untuk menjalankan usaha perkebunan yang dilakukan oleh pemerintah Kolonial Belanda, pasar modal Indonesia memiliki peranan penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia.
Secara umum, pasar modal mempunyai peran penting bagi perkembangan ekonomi Indonesia, karena pasar modal dapat berfungsi sebagai:
1. Sarana untuk menghimpun dana-dana masyarakat untuk disalurkan ke dalam kegiatan-kegiatan produktif.
2. Sumber pembiayaan yang mudah, murah, dan cepat bagi dunia usaha dan pembangunan nasional.
3. Mendorong terciptanya kesempatan berusaha dan sekaligus menciptakan kesempatan kerja.
4. Mempertinggi efisiensi alokasi sumber produksi
5. Memperkokoh beroperasinya mechanism financial market dalam menata system moneter, karena pasar modal dapat menjadi sarana open market operation sewaktu-waktu diperlukan oleh Bank Sentral.
6. Menekan tingginya bunga menuju suatu rate yang reasonable.
7. Sebagai alternative investasi bagi para pemodal.
32
Ibid., hlm. 9
3
Ibid., hlm. 7
Dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari pasar modal di Indonesia, dasar hukum yang digunakan adalah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Namun meskipun sudah ada aturan yang mendasarinya kegiatan di pasar modal tentu tidak lepas juga dari kejahatan ataupun pelanggaran. Terjadinya kejahatan ataupun pelanggaran di pasar modal dapat diasumsikan karena beberapa alasan, yaitu kesalahan pelaku, kelemahan aparat yang mencakup integritas dan profesionalisme serta kelemahan peraturan.
4Salah satu bentuk kejahatan ataupun pelanggaran di pasar modal menurut UU Pasar Modal adalah insider trading. Adapun pengertian dari insider trading, menurut Bismar Nasution adalah:
"Praktek insider trading terjadi apabila orang dalam perusahaan melakukan perdagangan dengan menggunakan informasi yang belum di-disclose. Dalam hal ini insider mempunyai informasi yang mengadung fakta materiil yang dapat mempengaruhi harga saham.
Posisi insider yang lebih baik (adanya infomational advantages) dibandingkan dengan investor lain dalam perdagangan saham, oleh karena itu dapat menciptakan perdagangan saham yang tidak fair.
Atau bisa juga dikatakan bahwa insider trading adalah suatu praktek yang dilakukan oleh orang dalam perusahaan (corporate insider) melakukan perdagangan saham dengan menggunakan informasi yang mengandung fakta materiil yang dimiliki sedangkan informasi itu belum terbuka (tersedia) untuk umum (inside public information)."
5Adalah suatu fakta bahwa sangat sulit untuk membuktikan suatu insider trading. Mengetahui kapan mulai terjadinya insider trading dalam sejarah pasar
4
Ibid., hlm. 103
5
Ibid., hlm. 79 sebagaimana dikutip juga dari: Donald Moody Pangemanan. 2005. Peraturan Insider Trading
dalam Pasar Modal Indonesia: Studi Mengenai Penerapan Teori Penyalahgunaan dalam Praktik Insider
Trading. Jurnal Hukum & Pasar Modal Edisi 2/Juli/2005. Jakarta: Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal
(HKHPM)., hlm 49
modal juga bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Hal ini tidak mengejutkan karena memang sulit diketahui berapa banyak transaksi yang benar-benar terjadi dan berapa besar pula kerusakan yang ditimbulkannya.
Kasus-kasus dugaan pelanggaran praktek insider trading di pasar modal Indonesia mulai terungkap sejalan dengan diberlakukannya UU Pasar Modal pada tahun 1995. Berdasarkan laporan tahunan Bapepam sejak tahun 1995 sampai dengan 2002 dan press release-nya, Bapepam telah melakukan pemeriksaan atas kasus dugaan pelanggaran praktek insider trading di pasar modal Indonesia seperti kasus dugaan praktek insider trading atas transaksi dalam saham PT Bank Papan Sejahtera Tbk (tahun 1995); PT Bank Mashill Utama Tbk (Tahun 1996);
PT Elang Reality Tbk (Tahun 1997); PT Semen Gresik Tbk (Tahun 1998); PT Bank Bali Tbk (Tahun 1999); PT Fiskaragung Perkasa Tbk (Tahun 2000); PT Bank BCA Tbk (Tahun 2001); PT Ades Alfindo Putrasetia Tbk (Tahun 2001) dan PT Indosat Tbk (Tahun 2002). Bapepam telah memberikan hukuman berupa sanksi administratif kepada 5 (lima) Emiten yang transaksi sekuritasnya diduga terdapat praktek insider trading.
6Melihat UU Pasar Modal yang sekarang berlaku di Indonesia dan dikaitkan dengan insider trading yang terjadi maka dapat dilihat bahwa:
1. Peraturan insider trading dalam pasar modal Indonesia yang didasarkan pada teori fiduciary duty tidak mampu untuk menjangkau dan menentukan pelaku-pelaku praktek insider trading di luar kategori
6