• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUKUM TATA NEGARA. Erna Hayati, SH, M.Hum Hasbi Ali, S.Pd, M.Si Ridayani, SH, MH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HUKUM TATA NEGARA. Erna Hayati, SH, M.Hum Hasbi Ali, S.Pd, M.Si Ridayani, SH, MH"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

HUKUM TATA NEGARA

Erna Hayati, SH, M.Hum

Hasbi Ali, S.Pd, M.Si

Ridayani, SH, MH

PROGRAM STUDI PPKN

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Dicetak oleh : Percetakan & Penerbit SYIAH KUALA UNIVERSITY PRESS

Darussalam, Banda Aceh

HUKUM T A T A NE G ARA

(2)

1

HUKUM TATA NEGARA

Tim Penulis:

Erna Hayati, SH, M.Hum

Hasbi Ali, S.Pd, M.Si

Ridayani, SH, MH

Editor:

Dr. Sanusi, S.Pd, M.Si

Diterbitkan Oleh:

SYIAH KUALA UNIVERSITY PRESS

Darussalam, Banda Aceh

(3)

ii

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Dilarang keras memperbanyak, memfotocopy sebagian atau seluruh isi buku ini, serta memperjualbelikannya tanpa mendapat izin tertulis dari penerbit.

Diterbitkan oleh Syiah Kuala University Press Darussalam – Banda Aceh, 23111

Judul Buku : Hukum Tata Negara

Penulis : Erna Hayati, SH, M.Hum, Hasbi Ali, S.Pd, M.Si dan

Riyani,SH, MH

Editor : Dr. Sanusi, S.Pd, M.Si

Penerbit : Syiah Kuala University Press

Telp : (0651) 801222

Email : [email protected]

Cetakan : Pertama, 2017

ISBN : 978-602—1270-92-9

(4)

i

KATA PENGANTAR

Masalah ketatanegaraan dewasa ini menjadi sorotan banyak pihak karena sering mengalami fluktuasi sesuai dengan kondisi politik negara kekinian. Namun demikian, referensi tentang ketatanegaraan ini walaupun telah banyak ditulis oleh para pakar di bidangnya, akan tetapi masih terasa kurang. Oleh karena itu, penulisan Buku Ajar HUKUM TATA NEGARA ini merupakan sesuatu kebutuhan yang mendesak untuk menunjang perkuliahan dan memperkaya khasanah keilmuan baik di kalangan akademisi maupun mahasiswa.

Dalam hal ini, menulis sebuah buku ajar yang berkualitas bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah karena bukan saja memerlukan waktu dan tenaga serta ketekunan, akan tetapi juga keahlian dari penulis. Buku Ajar HUKUM TATA NEGARA yang baik sekurang- kurangnya memerlukan dua kepakaran, yaitu ahli ilmu politik dan ilmu hukum. Namun demikian, penulis memberanikan diri dalam rangka melengkapi referensi dan mengisi kekosongan kepustakaan HUKUM TATA NEGARA dengan berpegang pada ungkapan bijak “Lebih baik nangka dari cempedak, lebih baik ada daripada tidak”. Artinya, walaupun salah lebih baik berbuat daripada tidak berbuat sama sekali.

Adapun maksud dan tujuan dari penulisan buku ajar ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memfasilitasi mahasiswa sekaligus menjadi pegangan bagi pengasuh Matakuliah Hukum Tata Negara pada

(5)

ii

Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala.

Dalam Buku Ajar HUKUM TATA NEGARA ini para pembaca terlebih dahulu diajak untuk mengenali apa itu HUKUM TATA NEGARA sebagaimana diuraikan pada bab pertamanya. Kemudian, pada bab kedua dikemukakan Konsep Dasar Hukum Tata Negara berisi Pengertian Hukum Tata Negara, Ruang Lingkup Hukum Tata Negara, dan Hubungan Hukum Tata Negara dengan Ilmu Lainnya. Selanjutnya, pada bab ketiga dikemukakan Sumber Hukum Tata Negara berisi Pengertian dan Kedudukan Sumber Hukum Tata Negara, Macam Macam Sumber Hukum Tata Negara, dan Sumber Hukum Tata Negara menurut Ilmu Hukum Tata Negara. Sedangkan pada bab keempat dikemukakan tentang Sejarah Ketatanegaraan Indonesia berisi Sistem Pemerintahan Indonesia, Masa berlakunya Undang Undang Dasar 1945 Tahap Pertama (18 Agustus 1945- 27 Desember 1949), Masa Berlakunya Konstitusi Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949-17 Agustus 1950), Masa Berlakunya Undang Undang Dasar Sementara (17 Agustus 1950-5 Juli 1959) Masa Berlakunya Undang Undang Dasar 1945 Tahap Kedua (5 Juli 1959), dan Masa Pasca Amandemen Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 (1999-2001). Terakhir, pada bab kelima dikemukakan Lembaga Negara berisi Perkembangan Organisasi Negara dan Pemerintahan, Perkembangan Lembaga Lembaga Independen, Lembaga Lembaga Negara, Trias Politika, dan Sistem Pemerintahan Daerah.

(6)

iii

Semoga Buku Ajar HUKUM TATA NEGARA yang sangat sederhana ini akan dapat dijadikan sebagai sumbangan teoritis dari penulis dan besar harapan bermanfaat dalam perkuliahan HUKUM TATA NEGARA di Perguruan Tinggi. Sambil menunggu tegur sapa dan saran sumbangsih yang bersifat konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan tulisan ini, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar- besar dan setinggi- tingginya kepada semua pihak, terutama Bapak Dr. M. Hasan, M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Akademik pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala sekaligus inisiator dan penerima hibah penulisan buku ajar ini dan UPT Percetakan Universitas Syiah Kuala yang telah memotivasi dan mambantu penulis, sehingga Buku Ajar HUKUM TATA NEGARA ini dapat diselesaikan dengan sempurna dan diterbitkan untuk khalayak.

Darussalam, Desember 2017

(7)

iv

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI... iv BAB I. PENDAHULUAN ... 1 A . Latar Belakang ... 1 B . Tujuan Penulisan ... 3

BAB II. KONSEP DASAR HUKUM TATA NEGARA ... 4

1. Tujuan Umum Pembelajaran ... 4

2. Tujuan Khusus Pembelajaran ... 4

3. Uraian Materi ... 4

3.1 Pengertian Hukum Tata Negara ... 4

3.2 Ruang Lingkup Hukum Tata Negara ... 9

3.3 Ruang Lingkup Hukum Tata Negara ... 11

4. Rangkuman ... 21

5. Latihan ... 23

6. Glosarium ... 24

Daftar Pustaka ... 26

BAB III. SUMBER HUKUM TATA NEGARA ... 27

1. Tujuan Umum Pembelajaran ... 27

2. Tujuan Khusus Pembelajaran ... 27

3. Uraian Materi ... 27

3.1 Pengertian dan Kedudukan Sumber Hukum Tata Negara ... 27

3.2 Macam Macam Sumber Hukum Tata Negara. 31 3.3 Sumber Hukum Tata Negara menurut Ilmu Hukum Tata ... 39

4. Rangkuman ... 39

5. Latihan ... 40

6. Glosarium ... 41

(8)

v

BAB IV. SEJARAH KETATANEGARAAN INDONNESIA 44

1. Tujuan Umum Pembelajaran ... 44

2. Tujuan Khusus Pembelajaran ... 44

3. Uraian Materi ... 44

3.1 Sistem Pemerintahan Indonesia... 44

3.2 Masa berlakunya Undang-Undang Dasar 1945 Tahap Pertama (18 Agustus 1945- 27 Desember 1949) ... 49

3.3 Masa Berlakunya Konstitusi Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949-17 Agustus 1950) 50 3.4 Masa Berlakunya Undang-Undang Dasar Sementara (17 Agustus 1950-5 Juli 1959) ... 54

3.5 Masa Berlakunya Undang-Undang Dasar 1945 Tahap Kedua (5 Juli 1959) ... 62

3.6 Masa Pasca Amandemen Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 ... 65

4. Rangkuman ... 68

5. Latihan ... 68

6. Glosarium ... 69

Daftar pustaka ... 72

BAB V. LEMBAGA NEGARA ... 73

1. Tujuan Umum Pembelajaran ... 73

2. Tujuan Khusus Pembelajaran ... 73

3. Uraian Materi ... 73

3.1 Perkembangan Organisasi Negara dan Pemerintahan ... 73

3.2 Perkembangan Lembaga Lembaga Independen 75 3.3 Lembaga Lembaga Negara ... 79

4. Trias Politika ... 92

5. Sistem Pemerintahan Daerah ... 96

6. Rangkuman ... 106

7. Latihan ... 106

8. Glosarium ... 107

Daftar Pustaka ... 109

(9)
(10)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan sistem ketatanegaraan modern dewasa ini tidak terlepas dari perkembangan masyarakat dalam upaya menuju

masyarakat yang semakin demokratis. Namun demikian,

perkembangan ketatanegaraan yang semakin pesat tersebut akan memberi pengaruh yang sangat signifikan terhadap ketatanegaraan dari suatu negara. Oleh karena itu, Hukum Tata Negara berusaha untuk memberikan dasar teori tentang berbagai perkembangan ketatanegaraan, terutama di Indonesia.

Indonesia lahir dari perjuangan panjang bangsa Indonesia, sehingga berhasil diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak saat itulah sistem ketatanegaraan di Indonesia mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu sesuai dengan kondisi bangsa dan negara yang dihadapi pada waktu itu. Fluktuasi ketatanegaraan Indonesia tersebut dapat kita lihat baik sejak awal kemerdekaan maupun pasca amandemen Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

Sebagai hukum yang mengatur organisasi negara, Hukum Tata Negara memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat strategis dalam mengkaji hubungan antar lembaga negara. Dalam hal ini, Hukum Tata Negara dimaksudkan adalah suatu ilmu yang mempelajari negara dalam keadaan bergerak. Hukum Tata Negara mengatur

(11)

4

BAB II

KONSEP DASAR HUKUM TATA NEGARA

1. Tujuan Umum Pembelajaran

Setelah perkuliahan berlangsung diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar Hukum Tata Negara, sumber Hukum Tata Negara, sejarah ketatanegaraan Indonesia, dan konsep otonomi daerah.

2. Tujuan Khusus Pembelajaran

a. Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan pengertian Hukum Tata Negara.

b. Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan lingkup kajian Hukum Tata Negara.

c. Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan hubungan Hukum Tata Negara dengan ilmu lainnya.

3. Uraian Materi

3.1 Pengertian Hukum Tata Negara

Dalam literatur ilmu hukum sering digunakan secara bergantian sebagai judul buku antara Hukum Tata Negara dan Asas-Asas Hukum Tata Negara atau Pengantar Hukum Tata Negara. Penggunaan istilah ini ada kaitannya dengan kedudukan dari Hukum Tata Negara yang merupakan hukum positif, yaitu Hukum Tata Negara yang sedang berlaku dalam suatu negara

(12)

26

Daftar Pustaka

Almukhtar, Suwarma. dkk. 2002. Hukum Tata Negara Republik

Indonesia. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Asshidiqie, Jimly. 2006. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jilid 1. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Asshidiqie, Jimly. 2010. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara Jakarta: Raja Grasindo Persada.

Basah, Sjahran. 1987. Ilmu Negara (Sejarah, Metode, dan

Perkembangan). Bandung: Alumni.

Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Huda, Ni’matul. 2011. Hukum Tata Negara. Jakarta: Raja Grasindo Persada.

Manan, Bagir dan Kuntana Magnar. 1993. Beberapa Masalah

Hukum Tata Negara Indonesia. Bandung: Alumni.

Rahardjo, Satjipto. 1991. Ilmu Hukum Tata Negara. Bandung: Citra Aditya.

Pudjosewojo. 2004. Pedoman Pelajaran Tata Hukum Indonesia. Cet.10. Jakarta: Sinar Grafika.

Kusnardi, Moch. dkk. 1989. Pengantar Hukum Tata Negara. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara Universitas Indonesia.

(13)

27

BAB III

SUMBER HUKUM TATA NEGARA

1. Tujuan Umum Pembelajaran

Setelah perkuliahan berlangsung diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan pengertian dan sumber Hukum Tata Negara, macam- macam sumber Hukum Tata Negara, dan sumber Hukum Tata Negara menurut ilmu Hukum Tata Negara.

2. Tujuan Khusus Pembelajaran

a.

Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dan sumber Hukum Tata Negara.

b.

Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan macam- macam sumber Hukum Tata Negara.

c.

Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan sumber Hukum Tata Negara menurut ilmu Hukum Tata Negara.

3. Uraian Materi

3.1

Pengertian dan Kedudukan Sumber Hukum Tata

Negara.

Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang Hukum Tata Negara untuk menghindari agar tidak terjadinya kesalahan persepsi, maka harus diketahui terlebih dahulu sumber Hukum Tata Negara. Pengertian sumber Hukum Tata Negara banyak dikemukakan oleh para ahli sesuai dengan sudut pandang masing-

(14)

43

Daftar Pustaka

Almukhtar, Suwarma. dkk. 2002. Hukum Tata Negara Republik

Indonesia. Jakarta: Pusat Penerbitan Universittas Terbuka.

Asshidiqie, Jimly. 2010. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara Jakarta: Raja Grasindo Persada.

Basah, Sjahran. 1987. Ilmu Negara (Sejarah, Metode, dan

Perkembangan). Bandung: Alumni.

Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Huda, Ni’matul. 2011. Hukum Tata Negara. Jakarta: Raja Grasindo Persada.

Manan, Bagir dan Kuntana Magnar. 1993. Beberapa Masalah Hukum

Tata Negara Indonesia. Bandung: Alumni.

Rahardjo, Satjipto. 1991. Ilmu Hukum Tata Negara. Bandung: Citra Aditya.

(15)

44

BAB IV

SEJARAH KETATANEGARAAN INDONESIA

1. Tujuan Umum Pembelajaran

Setelah perkuliahan berlangsung diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan sejarah ketatanegaraan Indonesia berkaitan dengan sistem pemerintahan Indonesia, demokrasi Indonesia, konstitusi Indonesia, dekrit Presiden 5 Juli 1959, dan amandemen Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

2. Tujuan Khusus Pembelajaran

a. Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan sistem pemerintahan yang pernah diterapkan di Indonesia.

b. Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan demokrasi sebagai sistem politik di Indonesia.

c. Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan peristiwa keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

d. Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan perkembangan konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia.

3. Uraian Materi

3.1 Sistem Pemerintahan Indonesia

Sistem pemerintahan pada hakekatnya menunjuk pada pembagian kekuasan dan hubungan antar lembaga negara dalam menjalankan tugas kenegaraan, dalam hal ini terutama antara

(16)

72

Daftar Pustaka

Firdaus. 2007. Pertanggungjawaban Presiden dalam Negara

Hukum Demokrasi. Bandung: Yrama Widya.

Isra, Saldi. 2010. Pergeseran Fungsi Legislasi: Menguatnya Model

Legislasi Parlementer dalam Sistem Presidensial di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

MD, Mahfud. 2001. Dasar dan Struktur Ketatanegaraan

Indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

MD, Mahfud. 2009. Amandemen Konstitusi Menuju Reformasi

Tata Negara. Yogyakarta: UII Press.

Kusnardi, Moh dan Harmaily Ibrahim. 1988. Pengantar Hukum Tata

Negara Indonesia. Cet. Kelima. Jakarta: Pusat Studi

Hukum Tata Negara.

Asiddiqi, Jimly. 2008. Pendidikan Kesadaran Berkonstitusi. Jakarta: Sekretariat Mahkamah Konstitusi.

Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945

http://id.wikipedia.org/wiki.Perjanjian_Renville. Diakses tanggal 5 Desember 2017.

(17)

73

BAB V LEMBAGA NEGARA

1. Tujuan Umum Pembelajaran

Setelah perkuliahan berlangsung diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan perkembangan organisasi negara dan pemerintahan, perkembangan lembaga-lembaga independen, lembaga-lembaga negara, dan trias politika.

2. Tujuan Khusus Pembelajaran

a. Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan perkembangan organisasi negara dan pemerintahan.

b. Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan perkembangan lembaga-lembaga independen.

c. Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan lembaga- lembaga negara.

d. Setelah perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan trias politika.

3. Uraian Materi

3.1 Perkembangan

Organisasi

Negara

dan

Pemerintahan

Dalam perkembangan sejarah, teori dan pemikiran tentang pengorganisasian kekuasaan dan tentang organisasi negara berkembang sangat pesat (Jimly Assidiqy, 2006:1). Variasi struktur dan fungsi organisasi dan institusi-institusi kenegaraan itu berkembang dalam banyak ragam dan bentuknya, baik di tingkat

(18)

109

Daftar Pustaka

Alim, Muhammad. 2008. Trias Politika dalam Negara

Madinah. Jakarta: Sekjen dan Kepaniteraan Mahkamah

Konstitusi.

Assidiqie, Jimly. 2004. Menjaga Denyut Nadi Konstitusi:

Refleksi Satu Tahun Mahkamah Konstitusi. Jakarta:

Konstitusi Press.

Assidiqie, Jimly. 2006. Perkembangan dan Konsolidasi

Lembaga Negara Pasca Reformasi. Jakarta: Sekjen MK

RI.

Budiardjo, Miriam. 1980. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.

Fatwa, AM. 2009. Wakil Ketua MPR RI. Dalam Jurnal Majelis. Vol.1. No.1. Edisi Agustus 2009.

Huda, Ni’matul. 2007. Lembaga Negara dalam Masa Transisi

Demokrasi. Yogyakarta: UII Press.

Huda, Ni’matul. 2013. Hukum Tata Negara Indonesia. Edisi revisi. Jakarta: Rajawali Press.

Muslimin, Amran. 1986. Aspek-Aspek Hukum Otonomi

Daerah. Bandung: Alumni.

Puspitasari, Sri Hastuti. 2002. Komnas HAM: Analisis

terhadap Kedudukan dan Peranannya dalam Struktur Ketatanegaraan Indonesia. Jakarta: Program Pasca

Sarjana Studi Ilmu Hukum UI.

Radjab, Dasril. 2005. Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Soekanto, Soerjono. 1983. Beberapa Aspek Sosio Yuridis

(19)

110

Sujanto. 1988. Daerah Istimewa dalam Negara Kesatuan

Republik Indonesia. Jakarta: Bina Aksara.

Syafi’i Anwar, M. 1998. Menanggapi Kedaulatan untuk

Rakyat: 75 Tahun Prof. Miriam Budiardjo. Jakarta:

Mizan Pustaka.

Yamin, M. 1971. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar

(20)

111

DAFTAR PUSTAKA

Almukhtar, Suwarma. dkk. 2002. Hukum Tata Negara Republik

Indonesia. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Assidiqie, Jimly. 2004. Menjaga Denyut Nadi Konstitusi: Refleksi

Satu Tahun Mahkamah Konstitusi. Jakarta: Konstitusi Press.

Asshidiqie, Jimly. 2006. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jilid 1. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Asiddiqi, Jimly. 2008. Pendidikan Kesadaran Berkonstitusi. Jakarta: Sekretariat Mahkamah Konstitusi.

Asshidiqie, Jimly. 2010. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara Jakarta: Raja Grasindo Persada.

Alim, Muhammad. 2008. Trias Politika dalam Negara Madinah. Jakarta: Sekjen dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi. Basah, Sjahran. 1987. Ilmu Negara (Sejarah, Metode, dan

Perkembangan). Bandung: Alumni.

Budiardjo, Miriam. 1980. Dasar Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.

Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Fatwa, AM. 2009. Wakil Ketua MPR RI. Dalam Jurnal Majelis. Vol.1. No.1. Edisi Agustus 2009.

Firdaus. 2007. Pertanggungjawaban Presiden dalam Negara

(21)

112

Huda, Ni’matul. 2007. Lembaga Negara dalam Masa Transisi

Demokrasi. Yogyakarta: UII Press.

Huda, Ni’matul. 2011. Hukum Tata Negara. Jakarta: Raja Grasindo Persada.

Huda, Ni’matul. 2012. Hukum Tata Negara Indonesia. Edisi Revisi. Jakrata : Raja Grafindo Persada.

Huda, Ni’matul. 2013. Hukum Tata Negara Indonesia. Edisi revisi. Jakarta: Rajawali Press.

Isra, Saldi. 2010. Pergeseran Fungsi Legislasi: Menguatnya Model

Legislasi Parlementer dalam Sistem Presidensial di Indonesial. Jakarta: Rajawali Pers.

Kusnardi, Moh dan Harmaily Ibrahim. 1988. Pengantar Hukum

Tata Negara Indonesia. Cet. Kelima. Jakarta: Pusat Studi

Hukum Tata Negara.

Kusnardi, Moch. dkk. 1989. Pengantar Hukum Tata Negara. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara Universitas Indonesia.

Mahfud MD, Moh. 2001. Dasar dan Struktur Ketatanegaraan

Indonesia. (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

MD, Mahfud. 2009. Amandemen Konstitusi Menuju Reformasi

Tata Negara. Yogyakarta: UII Press.

Manan, Bagir dan Kuntana Magnar. 1993. Beberapa Masalah

Hukum Tata Negara Indonesia. Bandung: Alumni.

Muslimin, Amran. 1986. Aspek Aspek Hukum Otonomi Daerah. Bandung: Alumni.

(22)

113

Puspitasari, Sri Hastuti. 2002. Komnas HAM: Analisis terhadap

Kedudukan dan Peranannya dalam Struktur Ketatanegaraan Indonesia. Jakarta: Program Pasca Sarjana Studi Ilmu Hukum

Uiz

Pudjosewojo. 2004. Pedoman Pelajaran Tata Hukum Indonesia. Cet.10. Jakarta: Sinar Grafika. Rahardjo, Satjipto. 1991.

Ilmu Hukum Tata Negara. Bandung: Citra Aditya.

Radjab, Dasril. 2005. Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Soekanto, Soerjono. 1983. Beberapa Aspek Sosio Yuridis

Masyarakat. Bandung: Alumi. Sujanto.1988. Daerah

Istimewa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jakarta: Bina Aksara.

Syafi’i Anwar, M. 1998. Menanggapi Kedaulatan untuk Rakyat: 75

Tahun Prof. Miriam Budiardjo. Jakarta: Mizan Pustaka. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

Yamin, M. 1971. Naskah Persiapan Undang- Undang Dasar

1945. Jilid 1. Jakarta: Siguntang.

http://id.wikipedia.org/wiki.Perjanjian_Renville. Diakses tanggal 5 Desember 2017.

(23)

HUKUM TATA NEGARA

Erna Hayati, SH, M.Hum

Hasbi Ali, S.Pd, M.Si

Ridayani, SH, MH

PROGRAM STUDI PPKN

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Dicetak oleh : Percetakan & Penerbit SYIAH KUALA UNIVERSITY PRESS

Darussalam, Banda Aceh

HUKUM T A T A NE G ARA

Referensi

Dokumen terkait

Hukum Perjanjian Internasional (Prasyarat Lulus Hk.Internasional) BII 3220 2 3 32 A I Gede Pasek Eka Wisanjaya,SH.,MH/I Gede Putra Ariana,SH.,MH/Komang Widiana Purnawan,SH.,MH

Hukum pidana dalam arti subyektif disebut juga sebagai ”ius puniendi” yang merupakan sejumlah peraturan yang mengatur hak-hak negara untuk menghukum seseorang yang melakukan atau

Polarisator-polarisator tersebut memiliki kedudukan yang berbeda, yaitu polarisator yang berfungsi untuk memilih arah medan listrik cahaya yang akan dilewatkan pada

PPM yang berjudul “PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI GURU PENDIDIKAN JASMANI SMA/SMK SE-KABUPATEN BANTUL” ini merupakan PPM Jurusan POR FIK UNY yang bertujuan

Kegiatan pengiriman undangan dinas, surat-menyurat dinas, dan pelaporan program kerja dinas termasuk kegiatan administrasi internal yang selama ini dilakukan di

Setsuzokujoshi keredemo menunjukkan beberapa fungsi , yaitu digunakan untuk kalimat yang menyatakan hal tidak terduga, berlawanan dengan realita, bermakna

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepadatan total dan karakteristik bakteri pelarut fosfat yang di isolasi dari rizosfer tanaman pisang nipah (Musa paradisiaca

hukum acara perdata pada Pengadilan Negeri menurut peraturan-peraturan Republik Indonesia dahulu, yang telah ada dan berlaku untuk Pengadilan Negeri di.. daerah Republik