Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
P U T U S A N Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Tenggarong yang memeriksa dan memutus perkara perdata pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara gugatan antara :
HABRING, Umur : 41 Tahun, Tempat/Tanggal Lahir : Sulawesi Selatan/ 8 Nopember 1978, Jenis Kelamin : laki-laki, Agama : Islam, Alamat : Dusun Kebonsari RT.004 Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam hal ini telah memberikan kuasa kepada Ahmad Hariadi, S.H. dan Hanna Annisya, S.H. Advokat/Penasihat Hukum pada Kantor “A.H. Law Office & Partner” yang berkedudukan di Jalan Selendreng No.77 RT.006 Kelurahan Loa Ipuh Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Propinsi
Kalimantan Timur, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 28 Oktober 2019, selanjutnya disebut sebagai Penggugat;
Lawan
1. SAKINAH, Umur : 64 Tahun, Tempat/Tanggal Lahir : Semarang/ 23 September 1955, Jenis Kelamin : Perempuan, Agama : Islam, Alamat :
Jalan Poros No.007 RT.001 Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, selanjutnya disebut sebagai Tergugat;
2. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Republik Indonesia yang berkedudukan di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.22 Kelurahan Melayu Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara, selanjutnya disebut sebagai Turut Tergugat;
Pengadilan Negeri tersebut; Setelah membaca berkas perkara; Setelah mendengar Penggugat;
TENTANG DUDUK PERKARA
Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatan tanggal 7 Nopember 2019 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
Negeri Tenggarong pada tanggal 11 Nopember 2019 dalam Register Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg, telah mengajukan gugatan sebagai berikut :
1. Bahwa Tergugat memiliki sebidang tanah yang dibeli dari Alm. PARTINI dan terletak di Jonggon A, Desa Margahayu seluas 7500m2 dengan Sertifikat Hak Milik Nomor DA. 54/Trans.81-82/Kap/1983 Tahun 1991, SK. No. 13/HMKut/BPN-16, TRANS.90.91. TGL : 20-2-1991 atas nama PARTINI, yang terletak di Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara berbatas dengan Jalan Poros;
Sebelah Selatan berbatas dengan Ngatia;
Sebelah Barat berbatas dengan Muksin;
Sebelah Timur berbatas dengan Sunkono;
2. Bahwa Penggugat telah membeli sebidang tanah objek sengketa dari Tergugat pada tanggal 15 Mei 2013 sebagaimana Surat Pernyataan Jual Beli Tanah, di hadapan dua orang saksi masing-masing bernama Ahmad (Saksi I) dan Hariyanto (Saksi II);
3. Bahwa terhadap Jual Beli tanah objek sengketa tersebut, Penggugat telah memegang Sertifikat Nomor : DA.54/Trans.81-82/Kap/1983 Tahun 1991 atas nama PARTINI dan menguasai sebidang tanah objek sengketa tanpa adanya pihak-pihak menghalangi atas penguasaan tanah objek sengketa oleh Penggugat;
4. Bahwa sebelumnya tanah objek sengketa diperoleh Sakinah “Tergugat” adalah Jual-Bali Alm. NARWITO (Suami Ibu Sakinah) dengan Alm. PARTINI, namun Penggugat tidak mengetahui kapad dan dimana Jual Beli yang dilakukan antara Alm. Suami Tergugat dan Alm. PARTINI;
5. Bahwa selanjutnya Penggugat hendak merubah dan Balik Nama Sertifikat Hak Milik Nomor : DA.54/Trans.81082/Kap/1983 Tahun 1991 yang saat ini atas nama PARTINI menjadi nama Penggugat HABRING. Namun diketahui PARTINI telah meninggal dunia dan ahli warisnya tidak diketahui alamat dan keberadaannya meskipun telah Penggugat telusuri informasinya keberadaan namun hasilnya tetap tidak diketahui, Padahal dalam proses pengurusan perubahan ganti nama Sertifikat Hak Milik membutuhkan nama asal dalam Sertifikat yakni PARTINI atau ahli warisnya untuk pemenuhan administrasi dan/atau prosedur yang diberlakukan oleh Turut Tergugat. Akibatnya Penggugat tidak dapat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
menikmati hak atas tanah objek sengketa secara penuh dan tidak dapat melakukan peralihan hak lain atas objek sengketa;
6. Bahwa oleh karenanya melalui gugatan ini, dengan maksud untuk melindungi hak Penggugat atas tanah objek sengketa diatas Sertifikat Hak Milik Nomor : DA. 54/Trans.81-82/Kap/1983 Tahun 1991 yang diperoleh Penggugat dari Jual Beli dengan Tergugat dan Alm. PARTINI maka Penggugat mohon Pengadilan Negeri Tenggarong untuk mengesahkan Surat Jual Beli 15 Mei 2013 agar memiliki kekuatan hukum tetap dan dapat dijadikan alas hak pengurusan Perubahan nama pada Sertifikat Hak Milik dikantor turut Tergugat yang semula atas nama PARTINI menjadi HABRING;
7. Bahwa selanjutnya Turut Tergugat mengetahui bahwa nama dalam Sertifikat Hak Milik Nomor : DA. 54/Trans.81-82/Kap/1983 Tahun 1991 sudah meninggal dunia dan ahli warisnya tidak diketahui lagi alamat dan keberadaannya sementara Sertifikat saat ini sudah menjadi milik Penggugat, maka Penggugat memandang perlu menjadikan Turut Tergugat sebagai pihak perkara aquo agar tunduk dan patuh terhadap putusan Pengadilan Negeri Tenggarong dan selanjutnya memberikan perintah agar Turut Tergugat mencatatkan peralihan hak/balik nama Sertifikat Hak Milik Nomor : DA. 54/Trans.81-82/Kap/1983 Tahun 1991 yang semula atas nama PARTINI menjadi HABRING;
8. Bahwa agar perkara dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya maka Penggugat bersedia menanggung beban biaya yang ditimbulkan;
Berdasarkan hal-hal dan alasan hukum yang di uraikan tersebut diatas, maka dengan ini ijinkanlah Penggugat mengajukan Gugatan kepada Tergugat dan memohon Kepada Yang Mulia Ketua Pengadilan Negeri Tenggarong atau Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini agar berkenan kiranya memanggil para pihak pada suatu hari yang ditetapkan untuk memeriksa, mengadili dan memberikan putusan dengan amar berbunyi sebagai berikut:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan Surat Pernyataan Jual Beli Tanah tertanggal 15 Mei 2013 yang isinya Tergugat telah menjual sebidang tanah kepada Penggugat yang terletak di Dusun Kebonsari RT.004 Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara seluas 7500m2 dengan Sertifikat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
Hak Milik Nomor: DA.54/Trans.81-82/Kap/1983 Tahun 1991 atas nama PARTINI adalah sah dan berkekuatan hukum;
3. Menyatakan tanah seluas 7500m2 (Tujuh Ribu Lima Ratus meter Persegi) dengan Sertifikat Hak Milik Nomor : DA. 54/Trans.81-82/Kap/1983 Tahun 1991, yang terletak di Dusun Kebonsari RT.004 Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara dengan batas-batas sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatas dengan Jalan Poros;
Sebelah Selatan berbatas dengan Ngatia;
Sebelah Barat berbatas dengan Muksin;
Sebelah Timur berbatas dengan Sunkono; Adalah sah milik Penggugat;
4. Menyatakan bahwa Penggugat berhak untuk mengganti nama atas Sertifikat Hak Milik tersebut yang semula atas nama PARTINI menjadi HABRING;
5. Menyatakan Penggugat berhak melakukan peralihan hak (balik nama) Sertifikat Hak Milik Nomor : DA. 54/Trans.81-82/Kap/1983 Tahun 1991;
6. Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Negeri Tenggarong agar menyerahkan Salinan putusan kepada (Turut Tergugat) Badan Pertanahan Nasional Tenggarong – Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mencatatkan peralihan hak (balik/ganti nama) Sertifikat Hak Milik Nomor : DA. 54/Trans.81-82/Kap/1983 Tahun 1991, yang semula atas nama PARTINI menjadi HABRING;
7. Penggugat bersedia dan sanggup membayar biaya yang timbul dalam perkara ini
ATAU
Apabila Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tenggarong Kelas IB yang memeriksa perkara ini berpendapat lain, dalam peradilan yang baik ini, kami mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex aequo et bono);
Menimbang, bahwa pada hari sidang yang telah di tentukan Penggugat telah datang menghadap di persidangan, akan tetapi Tergugat dan Turut Tergugat tidak datang menghadap ataupun menyuruh orang lain menghadap untuk mewakilinya, meskipun Tergugat berdasarkan relas panggilan sidang tertanggal 13 Nopember 2019 untuk sidang tanggal 19 Nopember 2019, relas
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
panggilan sidang tertanggal 20 Nopember 2019 untuk sidang tanggal 26 Nopember 2019 dan relas panggilan sidang tertanggal 27 Nopember 2019
untuk sidang tanggal 3 Desember 2019 sedangkan untuk Turut Tergugat berdasarkan relas panggilan sidang tertanggal 12 Nopember 2019 untuk sidang tanggal 19 Nopember 2019, relas panggilan sidang tertanggal 24 Nopember 2019 untuk sidang tanggal 26 Nopember 2019 dan relas panggilan sidang tertanggal 27 Nopember 2019 untuk sidang tanggal 3 Desember 2019 telah dipanggil dengan patut, sedangkan tidak datangnya itu tidak disebabkan oleh sesuatu halangan yang sah;
Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat dan Turut Tergugat tidak datang menghadap, maka upaya mediasi tidak dapat dijalankan dan pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan pembacaan surat gugatan;
Menimbang, bahwa atas pembacaan surat gugatan tersebut, Penggugat menyatakan tetap pada isi dan maksud gugatannya dan tidak akan merubah atau menambah;
Menimbang, bahwa selanjutnya untuk meneguhkan dalil-dalil gugatannya tersebut, Penggugat telah mengajukan bukti surat yang diberi tanda sebagai berikut:
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk dengan NIK: 6402020811780001 atas nama Habring dan fotokopi Kartu Keluarga atas nama Kepala Keluarga Habring No. 6402020710140002, selanjutnya diberi tanda P-1;
2. Fotokopi Surat Keterangan Nomor: 471.13/2463/CLK/V/2015 atas nama Sakinah tertanggal 6 Mei 2015 yang dikeluarkan oleh Camat Loa Kulu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, selanjutnya diberi tanda P-2;
3. Fotokopi Surat Pernyataan Jual Beli tertanggal 15 Mei 2013 antara Sakinah dan Habring, selanjutnya diberi tanda P-3;
4. Fotokopi Kwitansi yang menyatakan Habring telah menyerahkan uang sejumlah Rp26.000.000,00 (dua puluh enam juta rupiah) untuk pembayaran sebidang tanah seluas 100 m x 75 m yang terletak di Jonggon A Desa Margahayu Blok A RT.04 tertanggal 15 Mei 2013 yang ditandatangani oleh Sakinah, selanjutnya diberi tanda P-4;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
5. Fotokopi Sertifikat Hak Milik No. M.1290 Desa Margahayu atas nama pemegang hak Partini yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai Kartanegara, selanjutnya diberi tanda P-5;
6. Fotokopi Surat Keterangan Nomor: 145/597/MH/IX/2019 tertanggal 9 September 2019 yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Margahayu
Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, selanjutnya diberi tanda P-6;
7. Fotokopi Surat Keterangan Kematian yang dikeluarkan oleh Ketua RT-4 Dusun Kebonsari tertanggal 5 Juli 2013, selanjutnya diberi tanda P-7;
Menimbang, bahwa bukti surat bertanda P-1 sampai dengan P-7 masing-masing telah diberi materai yang cukup yang mana bukti surat bertanda P-1, P-2, P-3, P-4, P-5, P-6 dan P-7 telah diperiksa dan dicocokan sesuai dengan aslinya;
Menimbang, bahwa selain mengajukan bukti surat-surat tersebut, Penggugat telah pula menghadapkan 3 (tiga) orang Saksi yang memberikan keterangan di bawah sumpah yang pada pokoknya sebagai berikut:
SAKSI I: Muchsin;
- Bahwa Saksi kenal dengan Penggugat namun Saksi tidak ada hubungan keluarga dengan Penggugat;
- Bahwa Saksi tidak kenal dengan Tergugat dan Turut Tergugat;
- Bahwa Saksi kenal dengan Penggugat karena Penggugat adalah tetangga Saksi satu RT;
- Bahwa rumah Saksi dan rumah Penggugat berjauhan;
- Bahwa Saksi mengetahui jika Penggugat ada memiliki tanah di daerah Jonggon A Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui berapa luas tanah Penggugat tersebut;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui secara pasti batas-batas tanah Penggugat tersebut tetapi salah satu batas tanah tersebut adalah merupakan tanah milik Saksi;
- Bahwa tanah Saksi sebelah barat berbatasan dengan tanah Penggugat, sebelah timur berbatasan dengan tanah Pak Sungkono, sebelah selatan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
berbatasan dengan Ngatiyah dan sebelah utara berbatasan dengan jalan poros;
- Bahwa sepengetahuan Saksi bahwa Penggugat tersebut membeli tanah dari ibu-ibu tetapi Saksi tidak mengetahui Namanya;
- Bahwa Saksi lupa secara pasti darimana Penggugat mendapatkan tanah tersebut;
- Bahwa sepengetahuan Saksi bahwa Penggugat sendiri yang menempati rumah tersebut;
- Bahwa sepengetahuan Saksi, tidak ada pihak yang pernah merasa keberatan dengan Penggugat menempati tanah tersebut;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui secara pasti dengan harga berapa Penggugat membeli tanah tersebut;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui kapan Penggugat membeli tanah tersebut;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui apakah terhadap tanah tersebut telah balik nama sertifikat atau belum yang pasti sepengetahuan Saksi bahwa tanah tersebut sudah ada sertifikatnya;
Menimbang, bahwa atas keterangan Saksi Muchsin tersebut diatas, Penggugat membenarkannya dan menyatakan tidak keberatan;
SAKSI II: Winarji;
- Bahwa Saksi kenal dengan Penggugat namun Saksi tidak ada hubungan keluarga dengan Penggugat;
- Bahwa Saksi kenal dengan Tergugat dan Saksi ada hubungan keluarga dengan Tergugat;
- Bahwa Saksi kenal dengan Turut Tergugat;
- Bahwa Saksi kenal dengan Penggugat karena Penggugat adalah tetangga Saksi;
- Bahwa Saksi mengetahui jika Penggugat ada memiliki tanah di daerah Jonggon A Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu;
- Bahwa Penggugat mendapatkan tanah tersebut dari Bu Sakinah;
- Bahwa Saksi mengetahui jika Penggugat mendapatkan tanah dari Bu Sakinah karena Saksi sendiri adalah keluarga Bu Sakinah;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui berapa luas tanah Penggugat tersebut;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
- Bahwa sepengetahuan Saksi bahwa Bu Sakinah membeli tanah tersebut dari Bu Partini;
- Bahwa mengenai apakah surat-surat tanah tersebut sudah dibalik nama atau belum, Saksi tidak mengetahuinya;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui secara pasti dengan harga berapa Penggugat membeli tanah tersebut;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui kapan Penggugat membeli tanah tersebut;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui apakah terhadap tanah tersebut telah dibalik nama sertifikat atau belum yang pasti sepengetahuan Saksi kalau tanah telah ada sertifikatnya;
- Bahwa mengenai dengan harga berapa Tergugat menjual tanah kepada Penggugat, Saksi tidak mengetahuinya secara pasti;
- Bahwa sepengetahuan Saksi selama Penggugat menempati tanah tersebut tidak pernah ada masalah;
Menimbang, bahwa atas keterangan Saksi Winarji tersebut diatas, Penggugat membenarkannya dan menyatakan tidak keberatan;
SAKSI III: Suparman;
- Bahwa Saksi kenal dengan Penggugat dan Tergugat namun Saksi tidak ada hubungan keluarga dengan Penggugat dan Tergugat;
- Bahwa Saksi kenal dengan Turut Tergugat;
- Bahwa Saksi mengerti mengapa Saksi dihadapkan dipersidangan pada saat ini yaitu sehubungan dengan Penggugat yang ingin balik nama sertifikat tanah;
- Bahwa tanah tersebut terletak di Jonggon A Desa Margahayu;
- Bahwa sepengetahuan Saksi batas-batas tanah tersebut adalah sebelah utara berbatasan dengan jalan, sebelah selatan berbatasan dengan Ngatiah, sebelah barat berbatasan dengan Muksin dan sebelah timur berbatasan dengan Sutono;
- Bahwa Saksi tidak mempunyai tanah didaerah tersebut namun orang tua Saksi punya tanah dan berbatasan dengan tanah milik Penggugat tersebut;
- Bahwa orang tua Saksi Namanya Pak Muksin;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
- Bahwa sepengetahuan Saksi bahwa Penggugat mendapatkan tanah tersebut dari Bu Sakinah dan tanah tersebut adalah tanah transmigrasi;
- Bahwa sepengetahuan Saksi bahwa Penggugat membeli tanah tersebut pada tahun 2013 dengan harga Rp26.000.000,00 (dua puluh enam juta rupiah);
- Bahwa Saksi mengetahui jual beli tersebut dari cerita Penggugat;
- Bahwa sepengetahuan Saksi bahwa yang menempati tanah tersebut saat ini adalah Penggugat;
- Bahwwa sepengetahuan Saksi tidak ada pihak yang pernah merasa keberatan dengan Penggugat yang menempati tanah tersebut;
- Bahwa sepengetahuan saksi tanah tersebut telah ada sertifikatnya, namun masih atas nama Partini;
- Bahwa sepengetahuan Saksi mengajukan gugatan ini adalah untuk mengajukan gugatan balik nama;
- Bahwa saat ini Penggugat tinggal di daerah Jonggon A;
- Bahwa sepengetahuan Saksi bahwa Bu Sakinah menjual tanah tersebut untuk biaya dagangan;
- Bahwa Tergugat masih bertempat tinggal didekat tanah Penggugat bersama dengan anak dan cucunya;
Menimbang, bahwa atas keterangan Saksi Suparman tersebut diatas, Penggugat membenarkannya dan menyatakan tidak keberatan;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah melakukan pemeriksaan setempat pada hari Jum’at tanggal 13 Desember 2019 di lokasi objek sengketa yang terletak di Jonggon A Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara dengan batas-batas tanah yaitu sebelah utara berbatasan dengan jalan poros, sebelah barat berbatasan dengan Muksin, sebelah selatan berbatasan dengan Ngatia dan sebelah timur berbatasan dengan Sunkono. Bahwa diatas tanah objek sengketa ada berdiri 3 (tiga) bangunan, tanah tersebut awalnya adalah merupakan tanah transmigrasi dan tanah tersebut dari batas patok ke bangunan sepanjang 100 (seratus) meter dan dari batas luar sepanjang 75 (tujuh puluh lima) meter;
Menimbang, bahwa Penggugat tidak mengajukan kesimpulan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
Menimbang, bahwa untuk menyingkat putusan, maka segala sesuatu yang termuat dalam berita acara persidangan, dianggap telah termuat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari putusan ini;
Menimbang, bahwa akhirnya Penggugat menyatakan tidak ada hal-hal yang diajukan lagi dan mohon putusan;
TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat pada pokoknya adalah agar jual beli tanah yang dilakukan oleh Penggugat dan Tergugat terhadap tanah Sertifikat Hak Milik Nomor M.1290 Desa Margahayu atas nama Pemegang Hak PARTINI dengan Surat Ukur Gambar Situasi Nomor 3885/1991 Luas 7.500 M2 (tujuh ribu lima ratus meter persegi) dinyatakan sah menurut hukum;
Menimbang, bahwa Tergugat telah dipanggil secara sah dan patut, akan tetapi tidak datang menghadap di persidangan dan tidak menyuruh orang lain menghadap sebagai wakilnya, meskipun telah dipanggil secara sah dan patut sedangkan ketidakhadiran Tergugat itu tidak disebabkan oleh sesuatu halangan yang sah maka Tergugat dianggap telah melepaskan haknya sebagaimana ketentuan dalam Pasal 149 ayat (1) Rechtsreglement voor de Buitengewesren (R.Bg.) yang menyatakan “apabila pada hari yang telah ditentukan, Tergugat tidak hadir dan pula ia tidak menyuruh orang lain untuk hadir sebagai wakilnya, padahal ia telah dipanggil dengan patut, maka gugatan diterima dengan putusan tidak hadir (verstek), kecuali kalau ternyata bagi Pengadilan Negeri bahwa gugatan tersebut melawan hak atau tidak beralasan”, maka Majelis Hakim berpendapat melanjutkan pemeriksaan perkara gugatan ini dan diputus dengan tanpa hadirnya Tergugat (Verstek);
Menimbang, bahwa meskipun perkara ini diputus tanpa hadirnya Tergugat (Verstek) bukan berarti bahwa gugatan Penggugat secara serta merta dapat dikabulkan, karena untuk dapat dikabulkannya gugatan Penggugat harus beralasan dan berdasarkan hukum;
Menimbang, bahwa oleh karena Penggugat yang mendalilkan gugatannya maka berdasarkan Pasal 283 Rechtsreglement voor de Buitengewesren (R.Bg.) yang menyatakan “barangsiapa mengatakan mempunyai sesuatu hak atau mengemukakan suatu perbuatan untuk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
meneguhkan haknya itu, atau untuk membantah hak orang lain, haruslah membuktikan adanya hak itu atau adanya perbuatan itu”, maka Penggugat berkewajiban untuk membuktikan gugatan tersebut diatas;
Menimbang, bahwa Penggugat untuk menguatkan dalilnya telah mengajukan bukti berupa bukti P-1 sampai dengan P-7 dan Saksi-Saksi yaitu Saksi Muchsin, Saksi Winarji dan Saksi Suparman;
Menimbang, bahwa bukti surat P-1 sampai dengan P-7 telah diberi materai yang cukup, sehingga dapat digunakan sebagai alat pembuktian dalam perkara a quo;
Menimbang, bahwa 3 (tiga) orang Saksi Penggugat yang telah didengar keterangannya dengan dibawah sumpah, sehingga keterangannya mempunyai nilai pembuktian;
Menimbang, bahwa terhadap bukti surat P-1 yaitu fotokopi Kartu Tanda Penduduk dengan NIK: 6402020811780001 atas nama Habring dan fotokopi Kartu Keluarga atas nama Kepala Keluarga Habring No. 6402020710140002 merupakan akta otentik, sehingga dari bukti surat P-1 tersebut telah terbukti orang yang bernama Habring bertempat tinggal di Dusun Kebonsari RT.004 Kelurahan Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara;
Menimbang, bahwa terhadap bukti surat P-2 yaitu fotokopi Surat Keterangan Nomor: 471.13/2463/CLK/V/2015 atas nama Sakinah tertanggal 6 Mei 2015 yang dikeluarkan oleh Camat Loa Kulu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan akta otentik, sehingga dari bukti surat P-2 tersebut telah terbukti orang yang bernama Sakinah bertempat tinggal di Jalan Poros No.7 RT.001 Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara;
Menimbang, bahwa terhadap bukti surat P-3 yaitu fotokopi Surat Pernyataan Jual Beli tertanggal 15 Mei 2013 antara Sakinah dan Habring merupakan surat dibawah tangan yang telah diakui oleh pihak-pihak yang membuatnya;
Menimbang, bahwa terhadap bukti surat P-4 yaitu fotokopi Kwitansi yang menyatakan Habring telah menyerahkan uang sejumlah Rp26.000.000,00 (dua puluh enam juta rupiah) untuk pembayaran sebidang tanah seluas 100 m x 75 m yang terletak di Jonggon A Desa Margahayu Blok A RT.04 tertanggal 15
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
Mei 2013 yang ditandatangani oleh Sakinah, merupakan surat dibawah tangan yang telah diakui oleh pihak-pihak yang membuatnya;
Menimbang, bahwa terhadap bukti surat P-5 yaitu fotokopi Sertifikat Hak Milik No. M.1290 Desa Margahayu atas nama pemegang hak Partini yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai Kartanegara adalah merupakan akta otentik dan Sertifikat Hak Milik atas tanah merupakan alat bukti kepemilikan tanah yang sempurna karena data fisik dan data yuridis yang dimuat/ditulis dalam sertifikat tanah tersebut sepanjang sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah yang bersangkutan harus diterima sebagai hal yang benar, kecuali dapat dibuktikan sebaliknya;
Menimbang, bahwa terhadap bukti surat P-5 tersebut tidak ada yang membuktikan sebaliknya terhadap data fisik dan yuridis sertifikat tersebut, maka sertifikat tersebut merupakan bukti hak tanah yang sempurna, sehingga telah terbukti tanah dengan Sertifikat Hak Milik Nomor M.1290 Desa Margahayu dengan Surat Ukur Gambar Situasi Nomor: 3885/1991 Luas 7.500 M2 (tujuh ribu lima ratus meter persegi) adalah milik PARTINI;
Menimbang, bahwa terhadap bukti surat P-6 yaitu fotokopi Surat Keterangan Nomor: 145/597/MH/IX/2019 tertanggal 9 September 2019 yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara adalah akta otentik, sehingga dari bukti surat P-6 tersebut telah terbukti bahwa benar Sertifikat Tanah Lahan Usaha II (dua) No.DA.54/Trans.81-82/Kap/1983 lembar 5 atas nama Partini telah menjadi milik Habring dan Habring benar-benar mempunyai sebidang tanah yang terletak di Jalan Poros RT.004 Dusun Kebonsari dengan luas 7.500 M2 (tujuh ribu lima ratus meter persegi);
Menimbang, bahwa terhadap bukti surat P-7 yaitu fotokopi Surat Keterangan Kematian yang dikeluarkan oleh Ketua RT-4 Dusun Kebonsari tertanggal 5 Juli 2013 merupakan akta otentik, sehingga dari bukti surat P-7 tersebut terbukti bahwa warga Jonggon A Desa Margahayu Dusun Kebonsari RT.004 atas nama Partini telah meninggal dunia;
Menimbang, bahwa dari keterangan Saksi Muchsin, Saksi Winarji dan Saksi Suparman bahwa Sakinah (Tergugat) mempunyai sebidang tanah yang terletak di Jonggon A Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara yang asalnya membeli dari Partini dan Partini memperoleh tanah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
tersebut dari Pemerintah karena Partini merupakan peserta transmigrasi, namun tanah tersebut oleh Tergugat pada tanggal 15 Mei 2013 telah diserahkan dengan cara dijual kepada Penggugat dengan harga Rp26.000.000,00 (dua puluh enam juta rupiah);
Menimbang, bahwa dari keterangan Saksi Muchsin, Saksi Winarji dan Saksi Suparman tersebut apabila dihubungkan dengan bukti surat P-3, bukti surat P-4, bukti surat P-5 dan hasil pemeriksaan setempat maka Majelis Hakim berpendapat bahwa Tergugat memiliki sebidang tanah dan terhadap sebidang tanah tersebut telah diterbitkan surat berupa Sertifikat Hak Milik Nomor M.1290 Desa Margahayu dengan Surat Ukur Gambar Situasi Nomor: 3885/1991 Luas 7.500 M2 (tujuh ribu lima ratus meter persegi) yang diterbitkan pada tanggal 8 Mei 1991 oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai;
Menimbang, bahwa dalam perkara a quo telah ditemukan fakta adanya penyerahan tanah hak milik Tergugat pada tanggal 15 Mei 2013, maka Majelis Hakim berpendapat yang pertama kali perlu dibuktikan adalah peristiwa hukum apa yang menjadi dasar penyerahan tanah obyek sengketa dari Tergugat kepada Penggugat;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti surat P-3, bukti surat P-4 dan bukti surat P-5 yang dihubungkan dengan keterangan Saksi Muchsin, Saksi Winarji dan Saksi Suparman yang menerangkan bahwa tanah yang terletak di Desa Margahayu oleh Tergugat telah dijual kepada Penggugat pada tanggal 15 Mei 2013, maka ditemukan fakta hukum bahwa penyerahan tanah milik Tergugat yang berada di Desa Margahayu sesuai dengan Sertifikat Hak Milik No. M.1290 Desa Margahayu atas nama Pemegang Hak Partini dengan Surat Ukur Nomor Gambar Situasi Nomor: 3885/1991 dengan luas 7.500 M2 (tujuh ribu lima ratus meter persegi) yang diterbitkan pada tanggal 8 Mei 1991 oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai berdasarkan jual beli antara Tergugat dan Penggugat yang telah dibayar sejumlah Rp26.000.000,00 (dua puluh enam juta rupiah);
Menimbang, bahwa oleh karena telah ditemukan fakta hukum adanya jual beli terhadap tanah objek sengketa antara Penggugat dan Tergugat, maka Majelis Hakim akan menilai apakah jual beli tanah yang dilakukan oleh Penggugat dan Tergugat telah memenuhi syarat sahnya jual beli tanah;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
Menimbang, bahwa dalam ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, pemindahan hak milik tanah, termasuk jual beli tanah diatur dalam Peraturan Pemerintah;
Menimbang, bahwa oleh karena jual beli tanah yang dilakukan oleh Penggugat dengan Tergugat dilakukan pada tahun 2013, maka peraturan yang menjadi dasar jual beli tersebut adalah Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah;
Menimbang, bahwa dalam ketentuan Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah menyatakan “setiap perjanjian yang bermaksud memindahkan hak atas tanah, memberikan sesuatu hak baru atas tanah, menggadaikan tanah atau meminjam uang dengan ha katas tanah sebagai tanggungan, harus dibuktikan dengan suatu akte yang dibuat oleh dan dihadapan pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Agraria (selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah ini disebut : pejabat). Akta tersebut bentuknya ditetapkan oleh Menteri Agraria”;
Menimbang, bahwa dari bukti surat P-3 dan bukti surat P-4 serta keterangan Saksi Muchsin, Saksi Winarji dan Saksi Suparman ditemukan fakta hukum perbuatan jual beli tanah antara Penggugat dan Tergugat tersebut dilakukan secara tunai, terang dan riil (nyata) karena dengan dilakukannya pembayaran harga tanah oleh Penggugat kepada Tergugat dan uangnya telah diterima langsung oleh Tergugat, maka perbuatan Penggugat dan Tergugat yang demikian telah dilakukan secara tunai, kemudian perbuatan jual beli tanah tersebut dilakukan Penggugat dan Tergugat dengan diketahui oleh Saksi-Saksi yaitu Ahmad dan Hariyanto serta diketahui oleh Ketua RT.004 atas nama Sukono menunjukkan bahwa proses jual beli dilakukan secara terang dan tidak sembunyi-sembunyi dan setelah dilakukan jual beli tersebut Tergugat telah menyerahkan Sertifikat Hak Milik No. M.1290 Desa Margahayu atas nama Pemegang Hak Partini kepada Penggugat, dengan fakta tersebut maka jual beli tersebut telah dilakukan secara nyata atau riil;
Menimbang, bahwa dari fakta hukum perbuatan jual beli tanah yang dilakukan oleh Penggugat dan Tergugat tersebut telah dilakukan secara tunai, terang dan nyata (riil) karena tanah tersebut sampai dengan sekarang telah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
dikuasai oleh Penggugat secara terus menerus tanpa ada yang keberatan dari pihak lain;
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan menilai apakah perbuatan jual beli yang dilakukan oleh Penggugat dan Tergugat tersebut yang tidak dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sah menurut hukum;
Menimbang, bahwa menurut Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 126.K/Sip/1976 tanggal 4 April 1978 dinyatakan “untuk sahnya jual beli tanah, tidak mutlak harus akta yang dibuat oleh dan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Akta Pejabat ini hanya suatu alat bukti”;
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta secara formal jual beli tanah yang dilakukan Penggugat dan Tergugat tidak dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), tetapi jual beli tanah yang dilakukan oleh Penggugat dengan Tergugat telah dilakukan secara tunai, terang dan nyata (riil) dan sejak dibeli oleh Penggugat tanah objek sengketa tersebut telah dikuasai secara nyata oleh Penggugat dan selama itu tidak ada yang keberatan dari pihak lain terhadap penguasaan tanah tersebut oleh Penggugat, sedangkan proses jual beli tanah di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) tidak dapat dilaksanakan disebabkan oleh perbuatan Tergugat yang setelah menerima pembayaran harga tanah tersebut dari Penggugat pada tanggal 15 Mei 2013 sejak itu pula Tergugat tidak melakukan jual beli dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), maka berdasarkan Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 126.K/Sip/1976 tanggal 4 April 1978 tersebut Majelis Hakim berpendapat bahwa sepanjang secara materiil jual beli tanah dan bangunan yang ada diatasnya telah dilakukan oleh Penggugat dan Tergugat yang dilakukan secara tunai, terang dan nyata (riil) serta tanah tersebut secara nyata telah dikuasai oleh Penggugat dan selama itu tidak ada yang keberatan dari pihak lain, maka jual beli tanah antara Penggugat dan Tergugat tersebut menurut Majelis Hakim adalah sah menurut hukum, sehingga dengan demikian jual beli yang dilakukan oleh Penggugat dan Tergugat terhadap tanah dengan Sertifikat Hak Milik No. M.1290 Desa Margahayu atas nama Pemegang Hak Partini dengan Surat Ukur Gambar Situasi Nomor: 3885/1991 dengan luas 7.500 M2 (tujuh ribu lima ratus meter persegi) yang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
diterbitkan pada tanggal 8 Mei 1991 oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai telah dilakukan secara sah menurut hukum;
Menimbang, bahwa oleh karena jual beli tanah antara Penggugat dan Tergugat telah sah menurut hukum, maka selanjutnya Majelis Hakim akan menilai satu persatu petitum atau tuntutan dari gugatan Penggugat tersebut;
Menimbang, bahwa terhadap petitum gugatan Penggugat angka 1 yang pada pokoknya meminta supaya Majelis Hakim mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya, oleh karena sifat permohonannya maka sebelum mempertimbangkan petitum gugatan Penggugat angka 1 ini Majelis Hakim akan mempertimbangkan terlebih dahulu petitum yang lain dari gugatan Penggugat;
Menimbang, bahwa terhadap petitum gugatan Penggugat angka 2 yang pada pokoknya menyatakan Surat Pernyataan Jual Beli Tanah tertanggal 15 Mei 2013 yang isinya Tergugat telah menjual sebidang tanah kepada Penggugat yang terletak di Dusun Kebonsari RT.004 Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara seluas 7.500 M2 (tujuh ribu lima ratus meter persegi) dengan Sertifikat Hak Milik Nomor: DA.54/Trans.81-82/Kap/1983 Tahun 1991 atas nama Partini adalah sah dan berkekuatan hukum serta petitum gugatan Penggugat angka 3 yang pada pokoknya menyatakan tanah seluas 7.500 M2 (tujuh ribu lima ratus meter persegi) dengan Sertifikat Hak Milik Nomor: DA.54/Trans.81-82/Kap/1983 Tahun 1991 yang terletak di Dusun Kebonsari RT.004 Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara dengan batas-batas sebagai berikut : sebelah utara berbatas dengan jalan poros, sebelah selatan berbatas dengan Ngatia, sebelah barat berbatas dengan Muksin dan sebelah timur berbatas dengan Sunkono adalah sah milik Penggugat, akan Majelis Hakim pertimbangkan sebagai berikut:
Menimbang, bahwa sebagaimana pertimbangan Majelis Hakim diatas bahwa jual beli yang dilakukan oleh Penggugat dengan Tergugat terhadap tanah dengan Sertifikat Hak Milik No. M.1290 Desa Margahayu atas nama Pemegang Hak Partini dengan Surat Ukur Gambar Situasi Nomor: 3885/1991 dengan luas 7.500 M2 (tujuh ribu lima ratus meter persegi) yang diterbitkan pada tanggal 8 Mei 1991 oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai telah dilakukan secara sah menurut hukum, maka petitum gugatan Penggugat angka 2 dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
petitum gugatan Penggugat angka 3 tersebut beralasan hukum dan dikabulkan dengan perbaikan redaksional sebagaimana dalam amar putusan;
Menimbang, bahwa selanjutnya mengenai petitum gugatan Penggugat angka 4 yang menyatakan bahwa Penggugat berhak untuk mengganti nama atas Sertifikat Hak Milik tersebut yang semula atas nama Pertini menjadi Habring dan petitum gugatan Penggugat angka 5 yang menyatakan bahwa Penggugat berhak melakukan peralihan hak (balik nama) Sertifikat Hak Milik Nomor: DA.54/Trans.81-82/Kap/1983 Tahun 1991, Majelis Hakim berpendapat oleh karena perbuatan jual beli yang dilakukan oleh Penggugat dengan Tergugat atas sebidang tanah yang dulunya terletak di Dusun Kebonsari RT.004 Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara tersebut telah dinyatakan sah menurut hukum sehingga Penggugat berhak melakukan baliknama atas Sertifikat Hak Milik No. M.1290 dengan Surat Ukur Gambar Situasi Nomor: 3885/1991 dari atas nama Partini menjadi atas nama Habring, sehingga petitum gugatan Penggugat angka 4 dan petitum gugatan Penggugat angka 5 tersebut beralasan hukum dan dikabulkan dengan perbaikan redaksional sebagaimana dalam amar putusan;
Menimbang, bahwa menganai petitum gugatan Penggugat angka 6 yaitu memerintahkan kepada Penitera Pengadilan Negeri Tenggarong agar menyerahkan Salinan putusan kepada (Turut Tergugat) Badan Pertanahan Nasional Tenggarong – Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mencatatkan peralihan hak (balik-nama) Sertifikat Hak Milik Nomor: DA.54/Trans.81-82/Kap/1983 Tahun 1991 yang semula atas nama Partini menjadi Habring, Majelis Hakim berpendapat bahwa oleh karena Penggugat berhak melakukan balik nama atas Sertifikat Hak Milik tersebut di Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai Kartanegara maka petitum gugatan Penggugat angka 6 tersebut beralasan hukum dan dikabulkan;
Menimbang, bahwa mengenai petitum gugatan Penggugat angka 7 yaitu Penggugat bersedia dan sanggup membayar biaya yang timbul dalam perkara ini, Majelis Hakim berpendapat bahwa oleh karena pokok permasalahan dari gugatan yang diajukan oleh Penggugat terhadap Tergugat adalah tentang jual beli atas sebidang tanah dan jual beli tanah yang dilakukan oleh Penggugat dengan Tergugat telah dinyatakan sah menurut hukum, maka Tergugat berada di pihak yang kalah, sehingga berdasarkan Pasal 192 ayat (1) dan ayat (4) Rechtsreglement voor de Buitengewesren (R.Bg.) tersebut Tergugat dihukum
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
untuk membayar biaya perkara yang besarnya akan ditentukan dalam amar putusan, dengan demikian petitum gugatan Penggugat angka 7 tersebut tidak beralasan hukum dan ditolak;
Menimbang, bahwa terhadap petitum gugatan Penggugat angka 1 yang menyatakan mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya, Majelis Hakim berpendapat oleh karena tidak semua petitum gugatan Penggugat dikabulkan maka petitum gugatan Penggugat angka 1 tersebut tidak beralasan hukum dan ditolak;
Menimbang, bahwa oleh karena tidak semua petitum gugatan Penggugat dikabulkan, maka gugatan Penggugat dinyatakan dikabulkan sebagian;
Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat yang telah dipanggil dengan patut, akan tetapi tidak datang menghadap dipersidangan tanpa alasan yang sah dan tidak menyuruh orang lain menghadap sebagai wakilnya serta gugatan tersebut tidak melawan hukum dan beralasan, maka kepada Tergugat harus dinyatakan tidak hadir dan gugatan tersebut dikabulkan sebagian dengan verstek sebagaimana ketentuan Pasal 149 Rechtsreglement voor de Buitengewesren (R.Bg.) dan Pasal 78 Rv;
Memperhatikan Pasal 149 Rechtsreglement voor de Buitengewesren (R.Bg.) Jo. Pasal 192 ke-4 Rechtsreglement voor de Buitengewesren (R.Bg.) dan peraturan-peraturan lain yang bersangkutan;
MENGADILI:
1. Menyatakan Tergugat telah dipanggil secara sah dan patut, tetapi tidak hadir;
2. Menyatakan gugatan Penggugat dikabulkan sebagian dengan Verstek;
3. Menyatakan Surat Pernyataan Jual Beli Tanah tertanggal 15 Mei 2013 yang isinya Tergugat telah menjual sebidang tanah kepada Penggugat yang terletak di Dusun Kebonsari RT.004 Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara seluas 7.500 M2 (tujuh ribu lima ratus meter persegi) dengan Sertifikat Hak Milik No.M.1290 Desa Margahayu dengan Surat Ukur Gambar Situasi No.3885/1991 tanggal 8 Mei 1991 atas nama Partini adalah sah dan berkekuatan hukum;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
4. Menyatakan tanah seluas 7.500 M2 (tujuh ribu lima ratus meter persegi) dengan Sertifikat Hak Milik No.M.1290 Desa Margahayu dengan Surat Ukur Gambar Situasi No.3885/1991 tanggal 8 Mei 1991 yang terletak di Dusun Kebonsari RT.004 Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara dengan batas-batas sebagai berikut:
- Sebelah utara berbatasan dengan jalan poros; - Sebelah selatan berbatasan dengan Ngatia; - Sebelah barat berbatasan dengan Muksin; - Sebelah timur berbatasan dengan Sunkono; adalah sah milik Penggugat;
5. Menyatakan bahwa Penggugat berhak untuk mengganti nama atas Sertifikat Hak Milik No.M.1290 Desa Margahayu dengan Surat Ukur Gambar Situasi No.3885/1991 tanggal 8 Mei 1991 yang semula atas nama Partini menjadi atas nama Habring;
6. Menyatakan Penggugat berhak melakukan peralihan hak (balik nama) Sertifikat Hak Milik No.M.1290 Desa Margahayu dengan Surat Ukur Gambar Situasi No.3885/1991 tanggal 8 Mei 1991 tersebut;
7. Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Negeri Tenggarong agar menyerahkan Salinan putusan kepada (Turut Tergugat) Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mencatatkan hak (balik/ganti nama) Sertifikat Hak Milik No.M.1290 Desa Margahayu dengan Surat Ukur Gambar Situasi No.3885/1991 tanggal 8 Mei 1991 yang semula atas nama Partini menjadi atas nama Habring;
8. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp2.486.000,00 (dua juta empat ratus delapan puluh enam ribu rupiah);
9. Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya;
Demikian diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tenggarong pada hari Senin tanggal 16 Desember 2019 oleh Kami Ari Listyawati, S.H., M.H. sebagai Hakim Ketua, Octo Bermantiko Dwi Laksono, S.H. dan Marjani Eldiarti, S.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang ditunjuk berdasarkan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Tenggarong Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg tanggal 11 Nopember 2019 putusan tersebut pada hari Kamis tanggal 19 Desember 2019 diucapkan dalam
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 20 Putusan Nomor 81/Pdt.G/2019/PN Trg
persidangan terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut, Roulina Sidebang, S.H., Panitera Pengganti dan Kuasa Hukum Penggugat tanpa dihadiri oleh Tergugat dan Turut Tergugat;
Hakim-Hakim Anggota,
Octo Bermantiko Dwi Laksono, S.H.
Marjani Eldiarti, S.H. Hakim Ketua Ari Listyawati, S.H., M.H. Panitera Pengganti Roulina Sidebang, S.H. Rincian biaya : 1. B. Pendaftaran : Rp. 30.000,00 2. B. ATK : Rp. 50.000,00 3. B. Panggilan : Rp. 1.100.000,00 4. B. PNBP (Akta) : Rp. 40.000,00 5. B. PS : Rp. 1.250.000,00 6. B. Redaksi : Rp. 10.000,00 7. B. Materai : Rp. 6.000,00 Rp. 2.486.000,00
dengan huruf : (dua juta empat ratus delapan puluh enam ribu rupiah)
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :