• Tidak ada hasil yang ditemukan

Chimica et Natura Acta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Chimica et Natura Acta"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Chimica et Natura Acta

Penerbit/Publisher

D E P A R T E M E N K I M I A

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Padjadjaran



April 2018

Volume 6

Nomor 1

p-ISSN 2355-0864

e-ISSN 2541-2574

Chimica et Natura Acta

Optimisasi pH dan Agitasi pada Produksi Glukoamilase dari Saccharomycopsis

fibuligera R64 Menggunakan Response Surface Method

(Safari dkk. 2018) pH K e ce p a ta n A g it a si ( rp m ) 6.0 5.5 5.0 4.5 4.0 350 300 250 200 150 > – – – < -20 -20 0 0 20 20 40 40 (unit/mL) Akt. GA

(2)

ii

CHIMICA ET NATURA ACTA

Dewan Redaksi/Editorial Board Penanggung Jawab/Editor In Chief

Prof. Dr. H.R. Ukun M.S. Soedjanaatmadja, M.Si. (Universitas Padjadjaran, Indonesia)

Redaktur/Managing Editor

Rani Maharani, Ph.D. (Universitas Padjadjaran, Indonesia)

Editor/Editors

Prof. Dr. Husein H. Bahti (Universitas Padjadjaran, Indonesia) Prof. Dr. Toto Subroto (Universitas Padjadjaran, Indonesia) Dr. Dikdik Kurnia, M.Sc. (Universitas Padjadjaran, Indonesia) Dr. Tati Herlina, M.Si. (Universitas Padjadjaran, Indonesia) Dr. Iman Rahayu, M.Si. (Universitas Padjadjaran, Indonesia) Juliandri, Ph.D. (Universitas Padjadjaran, Indonesia)

Safri Ishmayana, M.Sc. (Universitas Padjadjaran, Indonesia) Jamaludin Al Anshori, Ph.D. (Universitas Padjadjaran, Indonesia) Uji Pratomo, M.Si. (Universitas Padjadjaran, Indonesia)

Galuh Yuliani, Ph.D. (Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia) Rifki Septawendar, M.Si. (Balai Besar Keramik, Indonesia)

M. Luthfi Firdaus, Ph.D. (Universitas Bengkulu, Indonesia)

Prof. Dr. Alexander V. Knyazev (Lobachevsky State University of Nizhni Novgorod, Russia) Ambara R. Pradipta, Ph.D. (Riken, Japan)

Nurhidanatasha Abu Bakar, Ph.D. (Universiti Sains Malaysia, Malaysia)

Duong Thuy Nhu, Ph.D. (Walter and Eliza Hall Institute of Medical Research, Australia) Dr. Elaheh Gharekhani (Islamic Azad University, Iran)

Sekretariat/Secretariate

Yandi Nuryandi Hendi Asikin

(3)

iii

CHIMICA ET NATURA ACTA

Volume 6 Nomor 1, April 2018

Materi Jurnal/Scope of the journal

Makalah yang diterbitkan berkaitan dengan kimia analisis dan pemisahan kimia, sintesis senyawa kimia, kimia bahan alam, kimia organik, biokimia, kimia fisik, kimia anorganik, kimia lingkungan, kimia pangan, bioteknologi & biomolekuler.

The published papers include analytical chemistry and chemical separation, synthesis of chemical compounds, natural product chemistry, organic chemistry, biochemistry, physical chemistry, inorganic chemistry, environmental chemistry, food chemistry, biotechnology & biomolecular.

Diterbitkan secara berkala tiga kali dalam setahun.

Published periodically three times a year.

Alamat Sekretariat dan Pengiriman Naskah/

Address of Secretariate and Manuscript Submission:

Departemen Kimia - FMIPA Universitas Padjadjaran

Jl. Raya Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor, Sumedang 45363 - INDONESIA Telp./Fax.: 022-7794391

E-mail: [email protected]

(4)

iv

CHIMICA ET NATURA ACTA

Volume 6 Nomor 1, April 2018

DAFTAR ISI/TABLE OF CONTENTS

Pengembangan Metode Analisis Hormon Tanaman Kelompok Auksin Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

Yusuf Eka Maulana, Dewi Meliati Agustini, Dedi Kurnia Rahman Abdullah, Maulana Yusuf Alkandahri

1-7

Aktivitas Antioksidan Bunga Pacar Air Merah (Impatiens balsamina L.) dan Bunga Gemitir (Tagates erecta L.) dari Limbah Canang

Dewa Ayu Ika Pramitha, Ni Made Suaniti, James Sibarani

8-11

Metode Non-Enzimatik Riboflavin-Nitrobluetetrazolium (Rb-NBT) Sebagai Teknik Penentuan Aktivitas Penangkal Radikal Bebas Anion Superoksida pada Kompleks Mangan(III)-Salen

Yusi Deawati, Djulia Onggo, Irma Mulyani, Yuli Ainun Rosidah, Iwan Hastiawan, Ratna Annisa Utami, Dikdik Kurnia

12-18

Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Minyak Atsiri Daun Asam Jungga (Citrus

jambhiri Lush) Helmina Br. Sembiring

19-24

Depsidon dari Buah Tumbuhan Asam Kandis (Garcinia cowa)

Darwati, Nurlelasari, Tati Herlina, Tri Mayanti

25-29

Aktivitas Antioksidan Beberapa Ekstrak Kacang Koro (Canavalia ensiformis) Menggunakan Uji 1,1-difenil 1,2-dipikrilhidrazil (DPPH)

Tantan Widiantara, Yusman Taufik, Yudi Garnida, Dwi Yulianti

30-33

Optimisasi pH dan Agitasi pada Produksi Glukoamilase dari Saccharomycopsis

fibuligera R64 Menggunakan Response Surface Method

Agus Safari, Rudi Hartono, Shabarni Gaffar, Muhammad Yusuf, Saadah D. Rachman, Safri Ishmayana

(5)

v

PENGANTAR REDAKSI

Pembaca Yang Terhormat,

Puji dan syukur Kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas segala rahmat dan karunia-Nya Kami dapat menerbitkan Chimica et Natura Acta Volume 6, Nomor 1, April 2018.

Pada kesempatan ini, Kami sajikan sembilan makalah yang terdiri atas makalah yang berjudul: “Pengembangan Metode Analisis Hormon Tanaman Kelompok Auksin Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi”; “Aktivitas Antioksidan Bunga Pacar Air Merah (Impatiens balsamina L.) dan Bunga Gemitir (Tagates erecta L.) dari Limbah Canang”; “Metode Non-Enzimatik Riboflavin-Nitrobluetetrazolium (Rb-NBT) Sebagai Teknik Penentuan Aktivitas Penangkal Radikal Bebas Anion Superoksida pada Kompleks Mangan(III)-Salen”; “Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Minyak Atsiri Daun Asam Jungga (Citrus jambhiri Lush)”; “Depsidon dari Buah Tumbuhan Asam Kandis (Garcinia cowa)”; “Aktivitas Antioksidan Beberapa Ekstrak Kacang Koro (Canavalia ensiformis) Menggunakan Uji 1,1-difenil 1,2-dipikrilhidrazil (DPPH)”; dan “Optimisasi pH dan Agitasi pada Produksi Glukoamilase dari Saccharomycopsis fibuligera R64 Menggunakan Response Surface

Method”.

Kami mohon maaf jika dalam penyampaiannya masih ada kekurangan dan mohon maklum adanya. Kami mengucapkan terimakasih kepada para peneliti, fungsional, dan para ahli di bidangnya masing-masing yang telah mengirimkan tulisannya kepada dewan redaksi kami. Kami juga berterimakasih kepada seluruh tim yang telah membantu dalam proses penerbitan jurnal ini.

Semoga kerja keras dan kerjasama yang telah terlaksana ini dapat dipertahankan.

Jatinangor, April 2018

Salam,

(6)

Pramitha dkk. (2018) Vol. 6 No. 1: 8-11

Chimica et Natura Acta

p-ISSN: 2355-0864 e-ISSN:2541-2574

Homepage: http://jurnal.unpad.ac.id/jcena

8

Aktivitas Antioksidan Bunga Pacar Air Merah (Impatiens balsamina L.)

dan Bunga Gemitir (Tagates erecta L.) dari Limbah Canang

Dewa Ayu Ika Pramitha1,*, Ni Made Suaniti2, James Sibarani1

1

Akademi Farmasi Saraswati Denpasar

2

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana *Penulis korespondensi: [email protected]

DOI: https://doi.org/10.24198/cna.v6.n1.16447

Abstrak: Bunga pacar air (Impatiens balsamina L.) dan bunga gemitir (Tagates erecta L.) merupakan tanaman

hias yang biasa digunakan dalam pembuatan canang di Bali. Antioksidan adalah parameter yang penting untuk memastikan kesehatan pada tubuh manusia. Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antioksidan bunga pacar air merah (Impatiens balsamina L.) dan bunga gemitir (Tagates erecta L.) dari limbah canang untuk mengetahui kandungan antioksidan yang dimiliki oleh bunga pacar air (Impatiens balsamina L.) dan bunga gemitir (Tagates erecta L.) dari limbah canang dengan melihat nilai IC50 menggunakan DPPH sebagai sumber

radikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga pacar air merah (Impatiens balsamina L.) dan bunga gemitir (Tagates erecta L.) dari limbah canang memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dan sedang dengan nilai IC50 secara berturut-turut adalah 327,01 ppm dan 118,68 ppm.

Kata kunci: Bunga pacar air, bunga gemitir, antioksidan, DPPH

Abstract: Pacar air flower (Impatiens balsamina L.) and marigold flower (Tagates erecta L.) are ornamental plants commonly used canang in Bali. Antioxidants are parameters that are important for health in the human body. Research has been conducted on antioxidant activity of pacar air flowers (Impatiens balsamina L.) and marigold flower (Tagates erecta L.) from canang waste to know antioxidant content owned by pacar air flower (Impatiens balsamina L.) and marigold flower (Tagates erecta L.) of the waste canang by looking at IC +50 using DPPH as a radical source. The results showed that the pacar air flower (Impatiens balsamina L.) and marigold flower (Tagates erecta L.) of the waste canang had weak and moderate antioxidant activity with IC50 values were 327,01 ppm and 118,68 ppm.

Keywords: Pacar air flower, marigold flower, antioxidant, DPPH PENDAHULUAN

Bunga pacar air (Impatiens balsamina L.) dan bunga gemitir (Tagates erecta L.) merupakan tanaman hias yang biasa digunakan dalam pembuatan canang di Bali. Sebagai daerah yang memiliki sebutan seribu pura, canang di Bali sudah menjadi kebutuhan pokok. Hal ini dikarenakan budaya masyarakat Bali yang selalu menghaturkan sesajen berupa canang. Canang tersebut sebagai sarana dan prasarana dalam melaksanakan upacara agama ataupun hari besar di Bali. Pembuatan dari canang itu sendiri bisa dibuat dengan daun kelapa atau daun pisang muda yang dibentuk sedemikian rupa dan dihiasi dengan berbagai macam bunga, salah satunya adalah bunga pacar air merah dan bunga gemitir.

Tanaman pacar air merupakan tanaman dari suku Balsaminaceae yang sangat mudah tumbuh dipekarangan rumah. Tanaman ini banyak ditemukan belahan bumi utara, India dan di daratan Asia Tenggara termasuk Indonesia (Shivaji et al., 2013). Pada umumnya, setiap bagian tanaman memiliki banyak manfaat, baik itu akar, batang, daun, bunga ataupun buahnya. Nalavothula et al. (2014) menemukan bahwa daun pacar air memiliki aktivitas

sebagai antikanker. Biji pacar air memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, terpenoid dan tannin yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi dan antidiabetes (Shivakumara et al., 2014). Ekstrak daun pacar air diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan oleh kontrol (Kang et

al. 2013).

Tanaman gemitir merupakan tanaman yang memiliki percabangan dengan tinggi sekitar 60-90 cm, tegak, tumbuh di daerah tropis India-Tamil Nadu, Andra Pradesh, Karnataka serta di belahan bumi lainnya (Bharathi et al. 2014; Pratheesh et al. 2009). Bunga gemitir berguna dalam penyembuhan demam, epilepsi, astringent, karminatif, obat perut, kudis, dan keluhan hati dan juga digunakan dalam penyakit mata serta untuk memurnikan darah. Jus bunga gemitir diberikan sebagai obat penggumpalan darah dan juga digunakan dalam rematik, pilek, dan bronkitis (Kirtikar & Basu 1987; Ghani 1998). Studi fitokimia menyebutkan bahwa tanaman gemitir positif memiliki flavonoid, karotenoid dan triterpenoid. Tanaman gemitir telah terbukti mengandung quercetagetin, glukosida dari quercetagetin, fenolat, asam syringic, metil-3,5

(7)

9 Aktivitas Antioksidan Bunga Pacar Air Merah (Impatiens balsamina L.) dan Bunga Gemitir (Tagates erecta L.) dari Limbah

Canang

Pramitha, D.A.I., Suaniti, N.M., Sibarani, J.

benzoat-dihidroksi-4-metoksi, quercetin, thyenil dan ethyl gallate (Faizi & Naz 2004 ; Farjana et al. 2009; Ghani 1998). Flavonoid yang memiliki aktivitas anti bakteri terhadap semua strain diuji dan menunjukkan zona inhibisi maksimum untuk Klebsiella pneumoniae (29,50 mm) (Priyanka et al. 2013).

Antioksidan adalah parameter yang penting untuk memastikan kesehatan pada tubuh manusia. Berdasarkan latar tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui kandungan antioksidan yang dimiliki oleh bunga pacar air dan bunga gemitir dari limbah canang dengan melihat nilai IC50 menggunakan

DPPH sebagai sumber radikal.

BAHAN DAN METODE Bahan Penelitian

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah etanol 96% (PT. Brataco), metanol p.a (Merck), akuades, bunga pacar merah dan bunga gemitir dari limbah canang, DPPH (Sigma-Aldrich).

Alat Penelitian

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spektrofotometer UV-Vis (UV-1800 Shimadzu double beam), neraca analitik (Shimadzu AUW220D), gelas beaker, labu ukur, botol vial, pipet volume (Pyrex Iwaki), pipet mikro (Rainin Instrument, LLC),

Persiapan Sampel

Bunga pacar merah dan bunga gemitir dikumpulkan dari limbah canang. Bunga yang telah dikumpulkan masing-masing dimaserasi dengan etanol 96% hingga semua terendam sempurna selama 24 jam. Selanjutnya campuran disaring sehingga diperoleh ekstrak dan residu, setelah itu residu direndam kembali dengan etanol sampai 3 kali hingga tidak berwarna. Selanjutnya filtrat digabung dan dilakukan pemekatan dengan alat rotary vakum evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak kental ini yang akan digunakan dalam pengujian aktivitas antioksidan dengan DPPH.

Uji Fitokimia Alkaloid

Uji alkaloid dilakukan dengan melarutkan sampel dalam beberapa tetes asam sulfat 2 N. Selanjutnya, sampel dalam asam sulfat tersebut diuji dengan pereaksi uji alkaloid yaitu pereaksi Dragendorff dan pereaksi Meyer. Hasil uji positif diperoleh bila terbentuk endapan merah hingga jingga dengan pereaksi Dragendroff dan endapan putih kekuningan dengan pereaksi Meyer.

Terpenoid/Steroid

Sejumlah sampel dilarutkan dalam 2 mL kloroform dalam tabung reaksi yang kering lalu ditambahkan 10 tetes anhidrat asetat dan 3 tetes asam sulfat pekat. Reaksi positif ditunjukkan dengan terbentuknya larutan berwarna merah untuk terpenoid

kemudian berubah menjadi biru dan hijau untuk steroid.

Saponin

Saponin dapat dideteksi dengan uji busa dalam air panas. Busa yang stabil akan terus terlihat selama 5 menit dan tidak hilang pada penambahan 1 tetes HCl 2 N menunjukkan adanya saponin.

Fenolik

Sejumlah sampel ditambahkan dengan 20 mL etanol 70%. Larutan yang dihasilkan diambil sebanyak 1 mL kemudian ditambahkan 2 tetes larutan FeCl3 5%. Reaksi positif ditunjukkan dengan

terbentuknya warna hijau atau hijau biru.

Flavonoid (Test Willstatter)

Beberapa mililiter sampel dalam etanol ditambahkan beberapa tetes HCl pekat dan serbuk magnesium. Positif flavonoid akan menunjukkan perubahan warna menjadi merah.

Aktivitas Antioksidan dengan DPPH

Larutan sampel dibuat dari masing-masing ekstrak bunga pacar air merah dengan konsentrasi 50-350 ppm. Selanjutnya sampel dipipet sebanyak 1 mL dan ditempatkan ke dalam botol kaca berwarna gelap. Kemudian masing-masing sampel ditambahkan 4 mL larutan DPPH 0,004%. Setelah itu sampel disimpan di ruang gelap pada suhu ruang selama 30 menit. Absorbansi diukur dengan spektrofotometer UV/Vis pada panjang gelombang maksimum dari DPPH yaitu 515,9 nm. Metanol sebanyak 4 mL tanpa penambahan ekstrak yang ditetapkan sebagai 0% absorban digunakan sebagai blanko dalam perhitungan absorbansi, dan kontrol negatif adalah dengan melarutkan 1 mL metanol dengan 4 mL DPPH 0,004%. Aktivitas antioksidan dihitung dengan menentukan IC50 menggunakan rumus

sebagai berikut:

absorbansi kontrol - absorbansi sampel

%peredaman 100%

absorbansi kontrol

HASIL DAN PEMBAHASAN

Bahan yang dikumpulkan merupakan limbah canang yang masih segar dari beberapa pura di daerah Badung. Setelah terkumpul, bunga-bunga dari limbah canang dipisahkan berdasarkan jenis bunganya. Bunga pacar air merah dan bunga gemitir dipilih, dan selanjutnya dilakukan proses ekstraksi. Ekstrak etanol dari masing-masing bunga pacar air merah dan bunga gemitir dilakukan identifikasi yang meliputi uji fitokimia dan aktivitas antioksidan

Uji Fitokimia

Hasil uji fitokimia dari ekstrak etanol bunga pacar air merah dan bunga gemitir ditunjukkan pada Tabel 1.

Hasil uji fitokimia ekstrak etanol bunga pacar air merah dan ekstrak etanol bunga gemitir dari limbah

(8)

10 Chimica et Natura Acta Vol. 6 No. 1, April 2018: 8-11

Tabel 1. Hasil uji fitokimia

No. Pemeriksaan Pacar Air Merah Gemitir

Hasil Kesimpulan Hasil Kesimpulan

1. Alkaloid Terbentuk endapan merah +++ Terbentuk endapan merah +++

2. Terpenoid Berwarna merah ++ Berwarna merah +

3. Steroid Tidak berubah warna - Tidak berubah warna -

4. Saponin Terbentuk busa ++ Terbentuk busa +

5. Fenolik Berwarna hijau kebiruan + Berwarna hijau kebiruan +++

6. Flavonoid Berwarna merah ++ Berwarna merah +++

Gambar 1. Perbandingan nilai IC50

canang menunjukkan bahwa kedua ekstrak etanol mengandung senyawa alkaloid, terpenoid, saponin, fenolik dan flavonoid. Hasil yang sama juga ditemukan oleh Shivaji et al. (2013) pada ekstrak biji pacar air dan Valyova et al. (2012) pada ekstrak bunga gemitir. Kemungkinan golongan senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan adalah flavonoid dan fenolik.

Aktivitas Antioksidan dengan DPPH

Nilai IC50 yang ditemukan pada ekstrak bunga

pacar air merah adalah 327,01 ppm dan pada ekstrak bunga gemitir adalah 118,68 ppm. Nilai IC50 yang

dimiliki oleh ektrak etanol bunga pacar air merah pada penelitian ini sama dengan nilai IC50 yang

ditemukan oleh Shivakumara et al. (2014) yaitu 320 ppm. Menurut Valyova et al. (2012), aktivitas antioksidan tertinggi dari ekstrak bunga gemitir dimiliki oleh fraksi etil asetat dari ekstrak etanol (IC50

= 4,3 ppm). Hasil ini menunjukkan bahwa ekstak bunga gemitir memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak bunga pacar air merah terhadap peningkatan konsetrasi ekstrak. Namun, jika dibandingkan dengan sifat antioksidan yang dimiliki oleh larutan standar asam galat, aktivitas antioksidan yang dimiliki oleh ekstrak

bunga gemitir lebih rendah. Nilai IC50 standar asam

galat sebesar 4,59 ppm (Gambar 1).

Berdasarkan data tersebut, nilai IC50 dari ekstrak

etanol pacar air merah lebih tinggi dibandingkan dengan nilai IC50 yang dimiliki oleh ekstrak etanol

bunga gemitir. Hal ini menunjukkan bahwa pada ekstrak etanol pacar air merah memiliki aktivitas antioksidan yang lebih rendah dari pada ekstrak etanol gemitir. Aktivitas antioksidan yang dimiliki oleh ekstrak etanol gemitir paling tinggi dibandingkan dengan ekstrak etanol pacar air merah dapat terlihat juga dari hasil uji fitokimia sebelumnya. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa golongan senyawa fenolik dan flavonoid yang merupakan senyawa antioksidan pada ekstrak etanol bunga gemitir lebih banyak jika dilihat dari intensitas warna yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etanol bunga pacar air merah yang memiliki intensitas warna terhadap senyawa golongan fenolik dan flavonoid yang lebih rendah.

Fenolik dalam tanaman memiliki fungsi sebagai pereduksi yang menyumbangkan atom hidrogen dan sebagai antioksidan yang mampu meredam terbentuknya radikal bebas. Flavonoid merupakan turunan dari senyawa fenol. Flavonoid yang terkandung dalam ekstrak etanol bunga pacar air merah dan gemitir kemungkinan adalah flavonoid

(9)

11 Aktivitas Antioksidan Bunga Pacar Air Merah (Impatiens balsamina L.) dan Bunga Gemitir (Tagates erecta L.) dari Limbah

Canang

Pramitha, D.A.I., Suaniti, N.M., Sibarani, J.

yang mengandung banyak gugus gula dan banyak mengandung gugus hidroksil, seperti antosianin dan kaempferol (Pratheesh et al. 2009; Hua et al. 2001).

Aktivitas antioksidan yang dimiliki oleh ekstrak etanol pacar air merah merupakan antioksidan yang tergolong lemah karena memiliki nilai IC50 lebih dari

150 ppm, sedangkan aktivitas antioksidan yang dimiliki oleh ekstrak etanol gemitir merupakan antioksidan yang tergolong sedang karena memiliki nilai IC50 sekitar 101-150 ppm. Nihlati et al. (2010)

menggolongkan tingkatan aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50 dengan metode DPPH dibagi

menjadi 4, yaitu antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 kurang dari 50 ppm, antioksidan kuat memiliki

nilai IC50 50-100 ppm, antioksidan sedang memiliki

nilai IC50 101-150 ppm, dan antioksidan lemah

memiliki nilai IC50 lebih dari 150 ppm. KESIMPULAN

Bunga pacar air merah dan bunga gemitir dari limbah canang memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dan sedang dengan nilai IC50 secara

berturut-turut adalah 327,01 ppm dan 118,68 ppm.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan juga ditunjukkan kepada Dr. Irdhawati, S.Si., M.Si., Dr. Drs. Manuntun Manurung, M.Si., serta Prof. Dr. Ir. I Gede Mahardika, M.S. yang telah memberikan kritik dan saran demi kesempurnaan penulisan ini. Terima kasih penulis ucapkan kepada Ketua Laboratorium Bersama FMIPA Universitas Udayana Dr. Ir. Hery Suyanto, M.T., kepada Staf UPT Laboratorium Sumber Daya Genetika dan Biologi Molekuler Universitas Udayana, Staf Laboratorium Analisis Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, yang telah membantu dan memberikan fasilitas alat laboratorium yang dibutuhkan selama proses penyusunan.

DAFTAR PUSTAKA

Bharathi, T.U., Jawaharlal, M., Kannan, M., Manivannan, N., & Raveendran, M. (2014). Correlation and Path Analysis in African Marigold (Tagetes erecta L.). The Bioscan. 9(4): 1673-1676.

Faizi, S., & Naz, A. (2004). Palmitoleate (9Z-Hexadeca-9-enoate) esters of oleanane triterpenoids from the golden flowers of Tagetes erecta: isolation and autoxidation products. Helv

Chim Acta. 87: 46 – 56.

Farjana, N., Habib, M.R., Saud, Z.A., Karim, M.R., Roy, A.K., & Zaman, S. (2009). Toxicological evaluation of chloroform fraction of flower of

Tagetes erecta L. on rats. International Journal of Drug Development and Research. 1(1) : 161 –

165.

Ghani, A. (1998). Medicinal plants of Bangladesh. Chemical constituents and uses. 2nd ed., Asiatic Society of Bangladesh : Dhaka. 301 – 302. Hua, L., Pengb, Z., Chiab, L.S., Gohb, N.K., & Tana,

S.N., (2001). Separation of kaempferols in Impatiens balsamina flowers by capillary electrophoresis with electrochemical detection.

Journal of Chromatography A. 909: 297–303.

Kang, S.N., Goo, Y.M., Yang, M.R., Ibrahim, R.I., Cho, J.H., Kim, I.S., & Lee, O.H. (2013). Antioxidant and antimicrobial activities of ethanol extract from the stem and leaf of

Impatients balsamina L. (Balsaminaceae) at

different harvest times. Molecules. 18: 6356-6365.

Kirtikar, K.R., & Basu, B.D. (1987). Indian Medicinal Plants. Lalit mohan Basu Allahabad : India. 1385 – 1386.

Nalavothula, R., Alwala, J., Nagati, V.B., & Manthurpadigya, P.R. (2014). Biosynthesis of silver nanoparticles using Impatiens balsamina leaf extracts and its characterization and cytotoxic studies using human cell lines.

International Journal of ChemTech Research.

7(5): 2460 – 2468.

Pratheesh, V.B., Benny, N. & Sujatha, C.H. (2009). Isolation, Stabilization and Characterization of xanthophyll from Marigold Flower-Tagetes erecta-L. Modern Applied Science. 3(2): 19 – 28. Priyanka, D., Shalini, T., & Navneet, V.K. (2013). A

brief study on marigold (tagetes species): A review. International Research Journal of

Pharmacy. 4(1). 43 – 48.

Shivaji B., Shivakumara, Seitjit W., Naveen, K. R., Swarnava K., & Vedamurthy AB. (2013). Phytochemical screening and biological activities of Impatiens balsamina L. seeds. World Journal

of Pharmacy and Pharmaceutical Science. 2(6):

5363 – 5376.

Shivakumara, Seitjit W., Naveen, K.R., Swarnava K., Shivaji, B., & Vedamurthy, A.B. (2014). Phytochemical screening and biological activities of Impatiens balsamina L. seeds. International

Journal of Fundamental & Applied Sciences.

3(2) : 22 – 26.

Valyova, M., Stoyanov, S., Markovska, Y., & Ganeva, Y. (2012). Evaluation of in vitro antioxidant activity and free radical scavenging potential of variety of Tagetes erecta L. flowers growing in Bulgaria. International Journal of

Applied Research in Natural Products. 5(2): 19 –

Gambar

Tabel 1. Hasil uji fitokimia

Referensi

Dokumen terkait

rahmat, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Pacar air (Impatiens balsamina L.) terhadap

menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi dengan judul ” Pemanfaatan Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) dan Ekstrak Bunga Pacar Air (Impatiens balsamina)

Subyek penelitian adalah bahan pewarna alami yang digunakan untuk mengamati stomata daun yaitu bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dan bunga pacar air (Impatiens

Spektrofotometri edukasi dirancang berdimensi 10 cm × 10 cm × 8 cm yang terbuat dari bahan fiberglass dengan menggunakan sumber cahaya dari LED berwarna biru,

Oleh karena itu, pada penelitian akan ini dilakukan produksi metabolit sekunder dengan metode batch untuk mengetahui potensi mikroorganisme isolat lokal Riau

Senyawa tetrapeptida PSSY telah berhasil disintesis menggunakan metode sintesis fase padat menggunakan resin 2-klorotritilklorida dengan strategi Fmoc dan reagen

Berdasarkan analisis varian dapat disimpulkan migrasi suku Sunda berawal dari barat ke timur, yang ditunjukkan oleh Kampung Baduy dengan haplogrup N9a6a yang lebih tua

Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini merupakan starting material untuk membentuk prekursor depsidipeptida yang akan siap digunakan untuk sintesis total fasa