• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMPIRAN. Gambar 1. Dusun Gunung Mas Desa Tugu Selatan. Gambar 2. Dusun Rawadulang Desa Tugu Selatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAMPIRAN. Gambar 1. Dusun Gunung Mas Desa Tugu Selatan. Gambar 2. Dusun Rawadulang Desa Tugu Selatan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN

Gambar 1. Dusun Gunung Mas Desa Tugu Selatan

Gambar 2. Dusun Rawadulang Desa Tugu Selatan

Gambar 3. Kantor Afdeling GM I

Gambar 4. Prasaran Perkebunan (Kantor

Upaya Kesehatan Kerja)

Gambar 4. Prasarana Perkebunan

Gambar 4. Prasarana Perkebunan

(Truk Jemputan Pemetik)

(Koperasi Perkebunan Gunung Mas)

(2)

Gambar 5. Prasarana Penunjang

a. Kedai Teh PGM

b. Sarana Wisata Agro di PGM

Gambar 6. Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Sekitar Perkebunan Gunung Mas

a. Pedagang Skala Besar di PGM

b. Pedagang Kecil di PGM

Gambar 7. Kelompok-kelompok Pemetik di Perkebunan Gunung Mas

a. Sarapan Pagi di Kebun

b. Makan Siang di Kebun

Gambar 8. Kondisi Pensiunan Di Perkebunan Gunung Mas

a. Ruang Serbaguna

b. Dapur

c. Kamar Tidur

(3)

Gambar 9. Suasana Pemetik Saat Bekerja

Gambar 10. Suasana Gajian Di Perkebunan Gunung Mas

Gambar 11. Matrik Kebutuhan Data, Metode, Jenis dan Sumber Data

No. Kebutuhan Data Metode Jenis Data Sumber Data

1. Profil Desa Studi dokumen Sekuder Perkebunan, Kantor Desa 2. Profil PTPN VIII Gunung Mas Studi dokumen Sekunder Perkebunan 3. Profil Sistem Pembagian Kerja di Perkebunan Studi dokumen, pengamatan lapang,

interview, Primer, Sekunder Perkebunan, mandor, responden 4. Konteks umum lokasi Penelitian (Afdeling) Studi dokumen, pengamatan lapang,

interview, Primer, Sekunder Perkebunan, pejabat perkebunan (mandor) 5. Profil rumahtangga Petani ( ekonomi dan

sosio-budaya) Kuesioner, indepth interview, observasi lapang, studi dokumen Primer, Sekunder Buruh responden, dan tokoh buruh 6. Profil Pembagian pekerjaan di perkebunan Studi dokumen, indepth interview,

kuesioner, observasi lapang Primer, Sekunder Pejabat perkebunan (mandor), tokoh Pekerja, dan responden 7. Profil Pembagian pekerjaan Pemetikan teh Indepth interview, observasi lapang, Primer Pejabat perkebunan (mandor), tokoh pekerja dan responden 8. Profil kelembagaan pekerja Studi dokumen, pengamatan lapang,

interview Primer, Ketua serikat pekerja, tokoh buruh, dan manajemen 9. Profil jenjang karir/ struktur organisasi di perkebunan Studi dokumen, pengamatan lapang,

interview Primer Sekunder Perkebunan, tokoh pekerja, dan responden 10. Sistem Perekrutan Pekerja Indepth interview, observasi lapang, Primer Perkebunan, tokoh pekerja, dan

responden 11. Profil Upah Pekerja Studi dokumen, pengamatan lapang,

interview Primer, Perkebunan, tokoh pekerja, dan responden 12 Faktor penyebab pemberian upah pada Pekerja (laki-laki

dan perempuan) Indepth interview, observasi lapang, Primer Perkebunan, tokoh pekerja, dan responden 13. Dinamika sistem pengupahan Indepth interview, studi dokumen Primer,

Sekunder Perkebunan, tokoh pekerja, dan responden 14. Alasan bekerja di perkebunan Indepth interview, observasi lapang Primer Perkebunan, tokoh pekerja, dan

responden 15. Bentuk-bentuk Ketidakadilan gender yang terjadi di

perkebunan

Indepth interview, observasi lapang Primer Tokoh pekerja, dan responden 16. Bentuk ketidakadilan gender dalam hal upah Indepth interview, observasi lapang Primer Tokoh pekerja, dan responden 17. Penyebab ketidakadilan gender Indepth interview, observasi lapang Primer Tokoh pekerja, dan responden 18. Dampak Ketidakadilan gender bagi perempuan Indepth interview, observasi lapang Primer responden

19 Contribution pendapatan dalam rumahtangga Indepth interview, observasi lapang Primer responden 20. Akses, kontrol dan manfaat penggunaan dan penerimaan

upah dalam rumahtangga Indepth interview, observasi lapang, kuesioner Primer responden 21. Akses, kontrol dalam pekerjaan produktif, domestik ,

(4)

Gambar 12. Tempat Teh yang Digunakan Pemetik di Perkebunan Gunung Mas

a. Waring

b. Keranjang

Gambar 13. Rumah Dinas Perkebunan Gunung Mas

a. Rumah Dinas Dusun Gunung Mas

b. Rumah Dinas Dusun Rawadulang

(5)

Gambar 15. Bagan Organisasi di Perkebunan Gunung Mas

Keterangan :

= Membawahi

Kepala Administrasi = Merupakan pemimpin tertinggi di perkebunan.

Kepala Administratur

Kepala Tanaman

(Wakil Adminitatur)

Kepala

Administrasi

Kepala Pabrik

Kepala Teknik

Kepala Afdeling

GM 1

Kepala Afdeling

GM II

Kepala Afdeling

Cikopo

JTU dan Kepala

Tabin

Mandor Besar

Mandor besar

Mandor Besar

Mandor Besar

Mandor besar

Mandor

Mandor

Mandor

Mandor

Mandor

Anggota

(6)

Lampiran Tabel

Tabel 1. Kegiatan 24 Jam Ayah, Ibu, dan Anak Dalam Rumahtangga

Waktu Ayah

Ibu

Anak

Laki-laki

Anak Perempuan

03.00 -

Bangun

pagi

-

-

03.00-04.00

-

Memasak, mencuci piring, mencuci baju,

membersihkan dapur

- -

05.00

Bangun

Mandi, sholat subuh

-

-

05.00-06.00

Mandi,

sholat

Bersiap2 (berdandan, menyiapkan

keranjang, bekal, perlengkapan metik),

menyiapkan makanan untuk suami dan

kopi

06.00

(bangun

pagi)

Bangun pagi, sholat

06.15 Sarapan

dan

minum

kopi

Menyapu depan, dan membersihkan

halaman sekitar

sarapan Membantu

menyiapkan bekal,

ibu

(membeli gorengan ke

warung)

06. 30

Berangkat

ke pabrik

Berangkat ke kebun : Jalan ke kebun bila

dekat bersama teman2 bila jauh dijemput

oleh truk

Berangkat

ke bokasi

Membersihkan rumah,

mencuci piring,

mengepel

06.30-07.00

bekerja Sarapan

bersama (bersama teman2

pemetik, berbagi lauk, sayur, dll), bekal

yang dimakan hanya setengah, stengahnya

lagi untuk siang

Bekerja Melakukan

pekerjaan

rumah

07.00

-10.30

bekerja Memetik

teh

bekerja Melakukan

rumah, mengurus anak,

pekerjaan

menonton tv, masak

10.30 –

11.30

bekerja

Penimbangan ke 1, sekaligus makan siang

bekerja Melakukan

pekerjaan

rumah

11.30-15.00

12.00-13.00

istirahat

(makan

siang)

Memetik teh

pulang

Melakukan pekerjaan

rumah

15.00-15.30

Bekerja Penimbangan

II

Nonton

tv/istirahat

Nonton tv/istirahat

15.30

Pulang

Pulang (apabila pucuk sedikit, apabila

pucuk banyak, pulangnya bisa jam5 atau 6

sore)

Bermain

bola

nonton tv dan memasak

16.00 –

17.00

Nonton tv

(sudah

mandi,

dll)

Mandi, beberes, bebersih, membantu

masak,

Bermain

bola

memasak

17.00-18.00

Nonton/m

engobrol

dengan

tetangga

Mengobrol dengan tetangga mandi

mengobrol

18.00-19.00

Ke mesjid

(sholat)

Sholat, nonton tv

sholat

Sholat, nonton tv

19.00-21.00

Bercengkr

ama

bersama

keluarga

Bercengkrama bersama keluarga dan

melayani suami (membuatkan minum,

memijat, dll)

Bercengkra

ma bersama

keluarga

Bercengkrama bersama

keluarga

21.00

tidur

Membersih2kan gelas, piring dll untuk

dicuci keesokan pagi Jika suami tidur larut

malam maka istri akan menemani, kecuali

menonton bola maka akan ditemani anak

laki-laki

tidur tidur

22.00 tidur tidur

tidur

tidur

Sumber : Dikumpulkan penulis berdasarkan olahan catatan harian dari data primer hasil wawancara dan

observasi di lapangan (2010)

(7)

Tabel 2. Rekapitulasi Data Induk Karyawan PGM PTPN VIII

No Bagian Jenis

Kelamin

Jumlah

Karyawan

L P

I Karyawan

Pimpinan

9 2 11

Staf

9 2 11

Jumlah

I

II

Karyawan Pelaksana I (Karpel I)

Wisata

Agro

11 3 14

Kantor

Induk

16 5 21

Gunung Mas I

13

1

14

Gunung Mas II

12

0

12

Cikopo

Selatan

13 0 13

Pengolahan

17 1 18

Teknik

22 0 22

Jumlah

II

104

10

114

III

Karyawan Golongan IA

Wisata

Agro

46 2 48

Kantor

Induk

21 2 23

Gunung Mas I

46

107

153

Gunung Mas II

31

89

120

Cikopo

Selatan

43 115

158

Pengolahan

28 10

38

Teknik

19 0 19

Jumlah

III

234

325

559

Total

347

337

684

Sumber : Bagian TUK Perkebunan Gunung Mas tahun 2008

Tabel 3. Rencana Biaya Produksi Tahun 2007

Rekg. Uraian

Biaya (Rp)

(000)

Rp per

Satuan

Indeks

Uraian

Satuan

Indek

600.

Gaji Peg. Gol. III/IV

87.700

76,93

Kg

601.00/99

Pemeliharaan Tan. Menghasilkan

2.862.843

446,33

Ha

602.00/09

Panen

3.885.043

3.407,93

Kg

602.10/99

Pengangkutan

147.727

129,58

Kg

400

Biaya Umum

3.765.649

587,08

Ha

Jumlah Biaya Tanaman

10.748.962

9.428,91

Kg

609.

Penjualan Antar Kebun

(1.123.401)

13,37

Kg

603./07

Biaya Pengolahan

3.785.991

3.590

Kg

Jumlah Biaya Prod sbl Penyusutan

13.411.552

12.700

Kg

Biaya Penyusutan

711.203

670

Kg

Jml Biaya Prod stl Penyusutan

14.122.755

13.374

Kg

Biaya Tanaman per Ha

16.758

Ha

Sumber: RKAP Kebun Gunung Mas Tahun 2007

(8)

Tabel 4. Tabel Jadwal Pelaksanaan Kegiatan penelitian

No Kegiatan

Bulan Ke 1

Bulan Ke 2

Bulan Ke 3

Bulan Ke 4

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

I

Proposal dan Kolokium

1

Penyusunan Draft dan Revisi

2

Konsultasi Proposal

3

Kolokium

II

Pra Survey

1

Pra survey awal

2

Perizinan

III

Pengumpulan Data

1

Pengumpulan Data Lapangan

2

Penyusunan Laporan kemajuan Penelitian

3

Pengolahan dan analisis data dan informasi dari lapangan

IV

Penulisan Laporan

1

Penyusunan

Draft

Laporan

hasil

penelitian

2

Konsultasi Laporan

V

Presentasi Hasil Penelitian

1

Ujian Skripsi

2

Perbaikan Skripsi

Referensi

Dokumen terkait

“menurut saya prosedur pelayanan yang ada di rumah sakit ini sudah cukup memudahkan pasien untuk mendapatkan pelayanan, karena sebagian besar pasien yang berobat di sini yang

Pemanfaatan limbah tempe fermentasi berdasarkan konsumsi pakan, produksi telur dapat digunakan sebanyak 15% dan 30% dan konversi pakan dapat digunakan

cukup pada saat terjadi kekeringan. 9 Potensi arealnya sedikit, maka pengembangan air sumur dapat menyebabkan terjadinya pendangkalan sumur dan intrusi air laut.. ‹

Mikrokontroler merupakan suatu device yang di dalamnya sudah terintegrasi dengan I/O port,RAM,ROM,sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan kontroler .Mikrokontroler

Qualitative analysis of FeK EXAFS agreed well with chemical data: In the oligotrophic section Fe(II)–O and Fe(III)–O species were present, whereas a significant fraction of

Dari pengujian diperoleh hasil terjadi peningkatan nilai kohesi tanah pada variasi penambahan petrasoil dan kapur 20%, yaitu sebesar 52,41 Kpa, sedangkan pada sudut geser

Langkah-langkah pendekatan program IbM dapat diuraikan sebagai berikut: (a) Untuk optimalisasi pemanfaatan biogas dan peningkatan aktivitas ekonomi masyakarat maka

Hasil penelitian tersebut juga didukung Fitriana (2012) yang melakukan penelitian mengenai perilaku kecurangan akademik mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan