Risalah Rapat Pleno MWA Tanggal 29 Oktober 2016 1
Risalah Rapat Pleno MWA ITB
Ruang Rapat MWA, Bandung, 29 Oktober 2016
I. JADWAL
Hari, tanggal : Sabtu , 29 Oktober 2016 Waktu : 09.00 – 12.00
Tempat Kehadiran
: :
Ruang Rapat MWA, Bandung
Anggota MWA
1. Betti S. Alisjahbana (Ketua MWA) 2. Jann Hidajat(Wakil MWA)
3. Emmy Suparka (Sekretaris Eksekutif)
4. Erriy Ricardo Nuuzar (Mewakili MENRISTEKDIKTI)
5. Kadarsyah Suryadi (Rektor ITB) 6. Indratmo Soekarno (Ketua SA) 7. Zamal Muhammad Arya 8. Rochim Suratman 9. Suharto
10. Marzuki Usman Non Anggota MWA
1. Bermawi P Iskandar (WRAM) 2. Irawati (WRSO)
3. Joko Siswanto (Tim Adhoc RENIP- SA)
TIDAK HADIR
1. Richard Mengko
2. Kuntoro Mangkusubroto 3. Syafruddin A. Temenggung 4. Irfan Setiaputra
5. Gubernur Jawa Barat
I. ACARA / TOPIK BAHASAN 1. Pemaparan RENIP ITB
Oleh : Tim Adhoc, Senat Akademik 2. Kewenangan 3 Pilar
Oleh : MWA, Senat Akademik, Rektor
3. Kebijakan Pendelegasian Dosen ITB ke Institusi Lain Oleh : MWA
4. Masukan dari Anggota MWA untuk Dashboard ITB 5. Pengunduran diri Anggota MWA
6. Lain lain
II. MATERI YANG DIBAGIKAN a. Bahan yang dibagikan
1.
Risalah Rapat Pleno tanggal 24 September 20162.
Bahan Presentasi Review RENIP oleh Tim Adhoc SA3.
Masukan dari wakil Mahasiswa untuk RENIP4.
Draft kebijakan MWA tentang Pendelegasian Dosen ITB ke Institusi lainVersi
Resume
Risalah Rapat Pleno MWA Tanggal 29 Oktober 2016 2 b. Bahan tayangan :
1.
Slide Presentasi Pemaparan RENIP2.
Slide Presentasi Hasil Pertemuan Pimpinan 3 Pilar3.
Slide Presentasi Pendelegasian Dosen ITB ke Institusi lainIII. PELAKSANAAN RAPAT
AGENDA-1 : Pemaparan RENIP ITB
Selama ini belum pernah ada evaluasi RENIP.
Secara umum, RENIP 2006-2025 bahasanya sangat filosofis, kurang bisa mengarahakan pelaksanaan operasional . RENIP sebaiknya terukur dan perlu dijabarkan target capaiannya sehingga mudah dievaluasi pencapaianya.
Hasil review RENIP oleh tim AdHoc SA menghasilkan dua pendekatan yang berbeda yaitu:
1. Mempertahankan RENIP 2006-2025 : kalau dilihat dari segi vektornya sudah sangat bagus, namun perlu didetilkan tolok ukur keberhasilan
2. Merubah RENIP 2006-2025 menjadi RENIP 2006-2030 dengan penambahan perioda 2026- 2030. Perubahan RENIP ini juga sebaiknya menyebutkan sasaran secara eksplisit baik sasaran akademik maupun sasaran non akademik. Dalam RENIP sekarang juga belum dimasukkan rencana multikampus
Sesuai surat MWA 14 Desember 2015, MWA meminta SA dapat mengevaluasi dan penyempurnaan RENIP 2006 – 2025 dengan mengacu Peraturan MWA ITB No. 6/P/I1- MWA/2015. Dengan telah diselesaikannya evaluasi RENIP ini, maka perlu dilanjutkan ke penyempurnaan RENIP 2006-2025.
Surat MWA tahun lalu menyarankan untuk membuat RENIP baru karena ada perubahan statute maupun perubahan lingkungan internal dan eksternal ITB, sehingga RENIP tidak sesuai lagi dengan RENIP sekarang.
Ada 3 tahap :
1. Dibentuk Tim Adhoc yang berisi perwakilan 3 organ MWA dan Stakeholders 2. Tim adhoc membuat usulan perubahan RENIP ke SA
3. Dari SA disampaikan ke pleno MWA.
Evaluasi dilakukan oleh sebuah tim yang ditetapkan oleh Ketua Senat.
MWA menyerahkan kepada SA tentang pendekatan rumusannya
RENIP juga harus menyerap masukan dari Stakeholders (Pemerintahan, pebisnis, dosen, mahasiswa, tendik dan para ahli). Ini yang tidak terlihat dalam tim yang sekarang.
Alternatif Penyusunan RENIP
1. Merubah RENIP 2006-2025 menjadi RENIP 2006-2030 dengan penambahan perioda 2026-2030
2. Mengingat perencanaan dapat di ubah karena perencanaan bukan sesuatu yang fix tetapi dinamis, maka ITB sebaiknya melakukan Rolling Plan, membuat RENIP baru 2016-2041.
Dalam Statuta ITB PTN-BH Pasal 55 ada kata “Arahan”, RENIP harus berisi arahan supaya ITB tidak kemana mana. Berbeda dengan Renstra, dimana Renstra adalah rumusan strategis sesuai arahan RENIP tersebut. Renstra pada periode Rektor saat ini harus mengacu pada RENIP saat ini sesuai Statuta ITB PTN-BH Pasal 65, tetapi mempertimbangkan perkembangan dan perubahan yang akan dating.
Risalah Rapat Pleno MWA Tanggal 29 Oktober 2016 3
Mengenai substansi RENIP, selain mempertimbangkan masa lalu, melihat data, dan melihat kondisi saat ini, RENIP juga harus memikirkan keilmuan kedepan atau prediksi kedepan, termasuk melihat tren di luar negeri.
ITB harus berani dan jangan malu malu dalam menentapkan arah / tujuan RENIP.
RENIP perlu memasukkan target rangking ITB.
AGENDA-2 : Kewenangan 3 Pilar
Kondisi SA saat ini : 1) keaktifan anggota Senat masih bervariasi, 2) rapat komisi rendah kehadirannya sehingga 3) perlu evaluasi oleh Dekan agar anggota yang tidak aktif bisa digantikan serta 4)susahnya mencari tim adhoc
Terkait FGB, ada 3 hal : 1) tentang nilai nilai, 2) Future knowledge and technology dan 3)berkontribusi memecahkan masalah bangsa.
Implementasi Hubungan 3 Pilar : ada statuta yang mengatur fungsi masing masing. Posisi MWA setara dengan 2 pilar lainnya namun MWA merupakan the fisrt among equals, mengingat semua pilar ada perwakilannya di MWA.
Terkait Multikampus :
o Kampus Jatinangor : ada temuan BPK; sudah terselesaikan dengan hibah tanah kampus Jatinangor dari provinsi Jawa Barat /Gubernur kepada Kemenristek Dikti kemudian Kemenristek Dikti menyerahkan kepada ITB. Pelaksanaan hibah tersebut sudah dilakukan beberapa bulan yang lalu.
o Kampus Cirebon : dipilih prodi TI, PWK dan Kriya, juga kemaritiman kerjasama dengan Korea, untuk pemasangan ground station satelit.
o Kampus Walini : akan direncanakan kemudian (masih dalam proses penyerahan lahannya)
o Kampus Bekasi : jangan dilupakan karena berada di sekitar wilayah industry.
Penganugerahan Dr (HC) kepada Peter Agre, Nobel Laureate. Ilmu beliau sangat relevan dengan ITB. Beliau ingin kerjasama dengan ITB. Penganugerahan DrHC ini akan lebih mengangkat ITB ke skala Internasional. Beliau sudah mendapatkan 18 Dr (HC). Hal ini sudah diinformasikan kepada beliau dan sudah bersedia menerima Dr HC tersebut. Penganugerahan Dr HC ini merupakan rangkaian program peringatan 100 tahun ITB dan Pendidikan Tinggi.
Fund raising : Tanoto Foundation sebagai salah satu pihak yang pernah dikirimi proposal fund raising oleh pak Syafruddin, merespons dan berminat memberi dana ke ITB. Beberapa yang perlu diperhatikan sbb.:
1. Jika bantuannya mengarah ke kemajuan dan mendukung Tridharma ITB, maka tidak masalah. Tetapi perlu dilihat kemungkinan “adanya maksud lainnya”.
2. Foundation pada hakekatnya merupakan milik masyarakat; jadi MWA sebaiknya memutuskan bahwa ITB boleh/dapat menerima bantuan dari Tanoto Foundation . 3. Pengalaman SBM pernah dapat dana dari Sampoerna Foundation. Karena foundation,
SBM menerimanya karena berasal dari lembaga milik masyarakat (dananya dari masyarakat).
4. Apabila ITB akan/sepakat menerima bantuan dana dari Foundation, tidak perlu memita izin ke Menteri.
5. Dari data terpublikasi di internet tentang Tanoto Foundation banyak yang unreachable; namun kalau dana untuk pendidikan, manfaatkan saja (mengingat dana foundation berasal dari masyarakat).
6. Tentang Tanoto, Isu yang muncul adalah tentang nasionalisme. ITB dibangun agar memiliki nasionalisme yang cukup kuat. Karena issuenya nasionalisme, maka ITB harus selektif dalam menerima dananya.
7. MWA menyetujui ITB menerima sumbangan dari Tanoto Foundation. Namun mengingat yang akan menerima secara operasional adalah Rektor ITB, maka MWA
Risalah Rapat Pleno MWA Tanggal 29 Oktober 2016 4 menyerahkan ke Pak Rektor untuk melakukan pertimbangan lain dan memutuskan diterima/ditolak.
Perlu dibuat kebijakan tentang dari mana saja ITB dapat menerima dana MWA sepakat untuk menerima bantuan dari Tanoto Foundation
Tentang Adjunct Professor, harus dibuat dokumen tertulisnya.
AGENDA-3 : Kebijakan Pendelegasian Dosen ITB ke Institusi Lain
MWA memutuskan akan membuat kebijakan pendelegasian dosen ITB ke institusi lain.
Sebenarnya di ITB sudah ada SOP dan sudah djalankan, namun diperlukan kebijakan MWA yang mengatur kriteria mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Sesuai statuta ITB, MWA hanya membuat arahan umumnya saja; tidak detail pelaksanaannya. Rambu rambu perlu dibuat MWA dan perlu di gabung dengan peraturan / SOP yang sudah ada.
ITB mengikuti peraturan negara yang lebih tinggi. ITB tidak pernah “menugaskan” tetapi
“mengizinkan”, karena “menugaskan” akan menyalahi Statuta ITB. Sebagai catatan, ITB tidak pernah mengizinkan jika merugikan ITB dan Rektor akan mengizinkan jika ada persetujuan dari Dekan.
Pendapat Rektor:
Dosen ITB bukan milik ITB tapi milik Negara. ITB tetap PTN (negeri). Seorang PNS harus siap ditempatkan di mana saja. ITB juga tercatat sebagai PT Pembina. GB juga bukan milik ITB. GB harus membangun bangsa.
Perlu dipertimbangkan dosen yang ditugaskan adalah demi meningkatan kompetensi dosen tersebut sehingga bisa ditularkan ke mahasiswanya.
Penugasan dosen di institusi luar tidak melanggar statuta, namun penugasan / perbantuan osen ITB harus institusional, dan penugasan sebaiknya memiliki kriteria yang sesuai dengan RENIP dan RENSTRA, sehingga tidak memngganggu RENSTRA dan RKA ITB.
MWA akan memperbaiki Konsep Naskah Akademik Penugasan/Perbantuan Dosen ITB.
AGENDA-4 : Masukan dari Anggota MWA untuk Dashboard ITB Oleh : MWA
--- tidak ada diskusi ----
AGENDA-5 : Pengunduran diri Anggota MWA Oleh : MWA
Pengunduran diri anggota MWA harus persetujuan dari Menteri.
MWA menerima usulan pengunduran diri Pak Syafruddin, dan akan diusulkan ke Pak menteri
Tanggal pemberhentian anggota MWA berdasarkan tanggal penerbitan surat pemberhentian dari Menteri bukan dari MWA.
Belum ada tata tertib yang mengatur pemberhentian dan pengangkatan anggota MWA
Senat Akademik yang mengusulkan nama anggota MWA baru sebagai pengganti
Risalah Rapat Pleno MWA Tanggal 29 Oktober 2016 5 AGENDA-6 : LAIN - LAIN
- Pak Syafruddin sebagai ketua Komisi Eksternal MWA jadi perlu diganti - Menunggu pengganti Pak Syafriddin
- Sementara ketua Komisi eksternal di pegang oleh Pak Irfan
==================================================================================
KEPUTUSAN
1. MWA menyetujui untuk meneruskan review RENIP ke tahap penyempurnaan dengan melibatkan stakeholders.
2. Secara prinsip, MWA menyetujui menerima dana bantuan dari Tanoto Foundation;
mengingat masih ada kontroversi dari beberapa anggota MWA tentang “nasionalisme”
Tanoto Foundation, maka MWA menyerahkan kepada Rektor untuk memutuskan akan menerima/tidak bantuan dana dari Tanoto Foundation
3. Menyetujui penyempurnaan Naskah Akademik Kebijakan Penugasan/Perbantuan Dosen ITB.
4. Perlu dibuat kebijakan tentang penerimaan bantuan dana dari luar (termasuk foundation).
5. Menyetujui Pengunduran diri Pak Syafruddin
6. Menyetujui untuk sementara ketua Komisi eksternal di pegang oleh Pak Irfan
RAPAT PLENO BERIKUTNYA :