• Tidak ada hasil yang ditemukan

I. PENDAHULUAN. Hal ini dilakukan karena penerimaan pemerintah yang berasal dari pajak tidak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "I. PENDAHULUAN. Hal ini dilakukan karena penerimaan pemerintah yang berasal dari pajak tidak"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Perkembangan Jumlah Utang Dan Rasio Utang terhadap PDB                  Indonesia Atas Harga Konstan 2000 Periode 1999-2009
Tabel 2. Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Atas Dasar Harga Konstan                 2000 Periode 1999 – 2009
Tabel 3. Data Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Atas Dasar                 Harga Konstan 2000 Periode 1999 – 2009
Tabel 4. Data Inflasi Indonesia Atas Dasar Harga Konstan 2000 Periode                1999 – 2009

Referensi

Dokumen terkait

Penerimaan pemerintah baik dari dalam maupun luar negeri sangat penting bagi keberhasilan proses pembangunan nasional, karena penerimaan pemerintah, terutama dari

Menurut Waluyo (2017), Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh Pasal 23) merupakan Pajak Penghasilan yang dipotong atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib

Berbeda dengan beberapa penelitian mengenai utang luar negeri terhadap pertumbuhan ekonomi yang dlakukan oleh Pattillo et al (2011) yang mencoba untuk menjelaskan berbagai

Sehubungan dengan uraian di atas, menunjukan bahwa penelitian tentang “ Pengaruh Utang Luar Negeri Dan Penanaman Modal Asing Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI), utang luar negeri, pembayaran utang luar negeri dan cadangan devisa periode sebelumnya dengan nilai korelasi

Untuk memaksimalkan pendapatan Negara yang berasal dari sektor pajak, pemerintah melakukan reformasi administrasi perpajakan dengan meluncurkan sebuah sistem yaitu

Untuk menganalisis bagaimana hubungan dan pengaruh variabel makroekonomi lain nya seperti inflasi, rgdp, nilai tukar, utang luar negeri dan kredit domestik kepada sektor

Dampak dari pertumbuhan yang melambat di sektor industri pengolahan migas alam cair tahun 2010 sebesar -4,74 persen secara nyata sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi