• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP BELANJA DAERAH PEMERINTAH KOTA KEDIRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP BELANJA DAERAH PEMERINTAH KOTA KEDIRI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Politeknik Cahaya Surya Kediri

10

1. PENDAHULUAN

Dengan diberlakukannya otonomi daerah maka pemerintah daerah dituntut untuk dapat melaksanakan fungsi dan peranannya sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Kebijakan pemerintah Indonesia tentang otonomi daerah tersebut dipandang sangat demokratis dan memenuhi aspek desentralisasi yang sesungguhnya. Desentralisasi sendiri mempunyai tujuan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat, pengembangan kehidupan berdemokrasi, keadilan, pemerataan, dan pemeliharaan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah serta antar daerah. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan umum di Undang-Undang (UU) Otonomi Daerah Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang telah menggantikan UU Nomor 22 Tahun 1999. Serta UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang telah menggantikan UU Nomor 25 Tahun 1999.

Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan pada pasal 155 ayat 1 yang berbunyi

“Penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah didanai dari dan atas beban anggaran pendapatan dan belanja daerah”.

Ayat 2 berbunyi “Penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah didanai dari dan atas beban anggaran pendapatan dan belanja negara”. Sedangkan pada ayat 3 berbunyi “Administrasi pendanaan penyelenggaran urusan pemerintahan sebagaimana yang dimaksud ayat 1 dilakukan secara terpisah dari administrasi pendanaan penyelenggraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat 2”.

PEMERINTAH KOTA KEDIRI

Oleh :

Ang Sandera Widjajakoesoema

Abstract

This research aim to know and empiric testing influence of real Kediri City’s income to Kediri City’s expenses. Data of the research is data time series of real Kediri City’s income and Kediri City’s expenses. The data come from Statistic Center institution of Kediri City (BPS).

Statistical testing of the research is correlation test and regression linear test. Result of correlation test is real Kediri City’s income have many correlation with Kediri City’s expenses (score of pearson correlation r = 0.969) Result of t test is significans influence of real Kediri City’s income to Kediri City’s expenses because probability 0,006 under level of significans 0,05 or α = 5%, therefore hipothesis H0 is rejected.Constribution of real Kediri City’s income (PAD) to total income is low under constribution from center of goverment from 2005 until 2009.

Constribution of real Kediri City’s income (PAD) to total income only < 20 %.

Keywords : real Kediri City’s income and Kediri City’s expenses

(2)

Politeknik Cahaya Surya Kediri

11

UU Nomor 33 Tahun 2004 menjelaskan bahwa pemerintah pusat akan mentransfer Dana Perimbangan yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan bagian daerah dari Dana Bagi Hasil (DBH) yang terdiri dari pajak dan sumber daya alam. Disamping dana perimbangan tersebut, pemerintah daerah mempunyai sumber pendanaan sendiri berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pembiayaan, dan lain-lain PAD yang sah. Kebijakan penggunaan semua dana tersebut diserahkan kepada pemerintah daerah. Dana transfer dari pemerintah pusat diharapkan dapat dipergunakan secara efektif dan efisien oleh pemerintah daerah dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah dalam penggunaan dana tersebut sudah seharusnya dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Belanja daerah dipergunakan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan propinsi atau kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan. Belanja penyelenggraan urusan wajib diprioritaskan untuk melindungi masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial (Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005).

Kusuma (2009) melakukan penelitian dengan judul Flypaper Effect pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Daerah pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur dan menghasilkan analisis bahwa DAU dan PAD berpengaruh signifikan terhadap Belanja Daerah, dan telah terjadi flypaper effect pada Belanja Daerah pada pada Kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.

Penelitian ini terinspirasi dengan penelitan Kusuma (2008), perbedaan penelitian ini dengan penelitian tersebut terletak pada beberapa hal, yaitu variabel penelitian, objek penelitian dan periode waktu penelitian. Variabel penelitian ini adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Belanja Daerah pada Pemerintah Kota Kediri. Objek penelitian ini hanya pada Pemerintah Kota Kediri, dan rentang waktu penelitian adalah tahun 2005 – 2009. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji apakah Belanja Daerah Pemkot Kediri dipengaruhi

secara signifikan oleh PAD, karena berdasarkan data Realisasi APBD Kota Kediri dari BPS Kota Kediri, selama rentang waktu 2005 – 2009, unsur terbesar dari perolehan Pendapatan Daerah Kota Kediri bukan berasal dari PAD, tetapi mayoritas dari Dana Perimbangan dari Pemerintah Pusat.

Data BPS Kota Kediri menyebutkan bahwa pada tahun 2005, sumbangan PAD terhadap total Pendapatan Daerah Kota Kediri hanya 17,11 %, sedangkan Dana Perimbangan memberikan sumbangan 75,60 % dari total Pendapatan Daerah Kota Kediri sebesar Rp 234.553.043.328.750,- . Kondisi ini berulang – ulang terjadi pada tahun – tahun berkutnya, pada tahun 2006 sumbangan PAD terhadap total Pendapatan Daerah hanya 11,00 %, tahun 2007 hanya 36,62 %, tahun 2008 sebesar 12,89 % dan 2009 sebesar 12,84 %.

Berdasarkan data dari BPS tersebut, dapat disimpulkan bahwa selama rentang waktu 2005 – 2006, PAD Kota Kediri sangat kecil konstribusinya dalam perolehan Pendapatan Daerah Kota Kediri sebagai pemasukan untuk membiayai Belanja – Belanja Daerah Kota Kediri.

Selama rentang waktu tersebut konstribusi PAD selalu dibawah 20 %. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa signifikan pengaruh PAD tersebut terhadap Belanja Daerah Kota Kediri, oleh karena itu penelitian ini mengambil judul

“Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Belanja Daerah Pemerintah Kota Kediri Tahun 2006 – 2009”

2. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Daerah Pemerintah Kota Kediri ?

3. TINJAUAN PUSTAKA

Berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2004 pemerintah daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut azas otonomi dan tugas pembantuan.

Daerah memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan daerah dalam memberi pelayanan, peningkatan, peran serta, prakarsa, dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

(3)

Politeknik Cahaya Surya Kediri

12

Penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah akan terlaksana secara optimal apabila penyelenggaraan urusan pemerintahan diikuti dengan pemberian sumber-sumber penerimaan yang cukup kepada daerah. Dengan mengacu kepada UU Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah diharapkan adanya pembagian kewenangan antara pusat dan daerah. Serta semua sumber keuangan yang melekat pada setiap urusan pemerintahan diserahkan kepada daerah yang menjadi sumber keuangan daerah.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah gambaran keseluruhan perencanaan keuangan dari program kerja Pemerintah Daerah selama satu tahun anggaran tertentu yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) memuat seluruh perkiraan kegiatan dalam bentuk angka-angka baik pada sisi pendapatan (penerimaan) maupun sisi pengeluaran (belanja), Oleh sebab itu sistem pengelolaan keuangan daerah mulai dari proses perencanaan, penganggaran sampai pada pelaksanaannya yang didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat dan disesuaikan dengan kondisi dan potensi daerah (Mardiasmo, 2002)

Berdasarkan Undang-undang otonomi daerah, sumber pendapatan asli daerah di perlukan agar daerah dapat melaksanakan otonominya, yaitu mampu mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, disamping subsidi atau bantuan dan bagi hasil pajak dan bukan pajak. Pengertian Pendapatan Asli Daerah (PAD) diterangkan dalam penjelasan undang- undang Nomor 23 tahun 2004 tentang pemerintah daerah bahwa daerah telah di beri wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sehingga masing-masing daerah berupaya untuk meningkatkan secara optimal Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, laba perusahaan daerah dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah

Menurut Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kepada pemerintah daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah dengan potensi daerah dengan mewujudkan desentrasilasi.

Belanja Daerah menurut (Halim, 2000:

199) adalah semua kewajiban atau pengeluaran kas daerah dalam peroide tahun anggaran bersangkutkan yang mengurangi kekayaan

pemerintah daerah. Belanja Daerah dipergunakan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan propinsi atau kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan. Belanja penyelenggaraan urusan wajib diwujudkan melalui prestasi kerja dalam pencapaian standar pelayanan minimal berdasarkan urusan wajib pemerintah daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial.

4. PENELITIAN TERDAHULU & PERUMUSAN HIPOTESIS

Kusuma (2008) melakukan penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh DAU dan PAD terhadap Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten & Kota Di Jawa Timur Tahun 2003-2008 dan untuk mengetahui flypaper effect pada Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten

& Kota Di Jawa Timur Tahun 2003-2008. Data dalam penelitian ini adalah data time series Laporan Realisasi Anggaran Pemkab dan Pemkot di Jawa Timur tahun 2003 – 2008.

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa 1) Dana Alokasi Umum berpengaruh positif terhadap Belanja Daerah, dimana tingkat signifikansi F hitung (0,00)<0,05. 2) Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap Belanja Daerah, dimana F hitung sebesar 51,247 dengan nilai signifikansi 0,00.3) Pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Daerah lebih besar daripada pengaruh PAD terhadap Belanja Daerah

Untuk mengetahui pengaruh DAU dan PAD terhadap Belanja Daerah secara bersama- sama dan mana yang lebih dominan dengan menggunakan uji t pada hasil regresi berganda.

Hasil yang diperoleh bisa menunjukkan kemungkinan terjadi atau tidaknya flypaper effect.

Untuk dapat dikatakan terjadi flypaper effect maka hasil yang diproleh haruslah menunjukkan (1) nilai koefisien DAU lebih besar dari nilai koefisien PAD dan keduanya signifikan, atau (2) PAD tidak signifikan.

Penelitian ini menghasilkan nilai koefisien DAU sebesar 0,7 dan nilai t sebesar 11,428 dengan signifikansi 0,00. Sedangkan PAD

(4)

Politeknik Cahaya Surya Kediri

13

nilai koefisiennya sebesar 0,229 dan nilai t sebesar 7,064 dengan signifikansi 0,00. Dari hasil tersebut nilai koefisien DAU lebih besar terhadap nilai koefisien PAD dan keduanya signifikan. Sehingga penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh DAU terhadap BD lebih besar daripada pengaruh PAD terhadap BD dan terjadi flypaper effect.

Secara teoritis pendapatan sendiri merupakan salah satu sumber pendapatan yang dapat digunakan untuk membiayai pelayanan publik. Namun dalam kasus Pemerintah Daerah di Indonesia persentasenya sangat kecil sekali dari total penerimaan Pemerintah Daerah, dan di Kota Kediri selama tahun 2005 – 2009, berturut – turut selalu dibawah 20 %. Sedangkan menurut Dwi Prasetyani (2005) dalam Kusuma (2008), selama kurun waktu waktu 1984/1985–1990/1991 untuk daerah Propinsi di Indonesia PAD rata-rata hanya mampu membiayai 30% dari pengeluaran rutin dan untuk daerah Kabupaten/Kota kurang dari 22% pengeluaran rutin mampu dibiayai oleh PAD.

Hipotesis yang menyatakan bahwa pendapatan (terutama pajak) akan mempengaruhi anggaran belanja Pemerintah daerah dikenal dengan nama tax spend hyphotesis (Maimunah, 2006) dalam Kusuma (2008), Dalam hal ini pengeluaran Pemerintah daerah akan disesuaikan dengan perubahan dalam penerimaan Pemerintah Daerah atau perubahan pendapatan terjadi sebelum perubahan pengeluaran.

Penelitian Maimunah (2006) dalam Kusuma (2008), menghasilkan kesimpulan PAD berpengaruh positif pada Belanja Daerah sebesar 3.360 pada alpha 5%, dengan nilai konstanta 236834,012 dan koefisien PAD sebesar 5,190. Hal ini menunjukkan semakin besar PAD maka semakin besar pula Belanja Daerah. Penelitian Kusuma (2009) menyimpulkan Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap Belanja Daerah, dimana F hitung sebesar 51,247 dengan nilai signifikansi 0,00.

Berdasarkan uraian di atas maka peneliti mengajukan hipotesis bahwa : Terdapat pengaruh yang signifikan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Daerah Pemerintah Kota Kediri tahun 2005 – 2009

5. METODE PENELITIAN

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data runtut waktu (time series) yaitu Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kota Kediri Tahun 2005 - 2009. Sumber data utama diperoleh dari Badan

Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri dan data tambahan lain berasal dari situs resmi Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah dengan alamat di www.djapk.go.id.

Definisi operasional untuk tiap-tiap variabel yang digunakan sangat diperlukan untuk membatasi permasalahan dalam penelitian. Pada penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen (Variabel X) dalam penelitian ini adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Kediri, sedangkan variabel dependennya adalah Belanja Daerah Pemerintah Kota Kediri (Variabel Y).

a. Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pendapatan daerah yang bersumber dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Hal ini bertujuan untuk memberikan keleluasan kepada Pemerintah Daerah dalam menggali pendanaan dalam pelaksanaan otonomi daerah sebagai perwujudan azas Desentralisasi. (UU Nomor 33 Tahun 2004)

b. Belanja Daerah diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak, serta mengembangkan sistem jaminan sosial.

Dalam belanja daerah tersebut perlu mempertimbangkan analisis standar belanja, standar harga, tolak ukur kinerja, dan standar pelayanan minimal yang diterapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistika yang berupa analisis regresi sederhana dengan menggunakan bantuan aplikasi statistik software SPSS 16.0. Pembahasan dilakukan dengan menggunakan formula-formula statistika untuk mengetahui hubungan sebab akibat antar variabel penelitian. Dua variabel penelitian dibedakan menjadi dua, yaitu variabel bebas/ independent variable (Variabel X) dan variabel terikat/

dependent variable (Variabel Y).

(5)

Politeknik Cahaya Surya Kediri

14

Variabel bebas adalah variabel yang bisa dikontrol sedangkan variabel terikat adalah variabel yang mencerminkan respon dari variabel bebas (Sujianto, 2009; 56). Dalam penelitian ini, analisis regresi sederhana digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kediri (variabel X) terhadap Belanja Daerah Kota Kediri (Variabel Y).

6. HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN

Pada output pertama SPSS menunjukkan bahwa variabel bebas yang dimasukkan (entered) adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tidak ada variabel yang dikeluarkan (removed). Pada output kedua SPSS (model summary) dalam tabel 4.15, angka R Square atau koefisien determinasi adalah 0,939 artinya 93,90 % dari variasi Belanja Daerah Kota Kediri bisa dijelaskan oleh PAD Kota Kediri, sedangkan sisanya yaitu 6,10 % dijelaskan oleh variabel lain yang belum dijelaskan oleh model, tetapi nilai variabel ini sangat kecil. Analisa korelasi digunakan untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antara Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Daerah. Variabel X, yaitu Pendapatan Asli Daerah Kota Kediri memiliki hubungan yang sangat erat dengan variabel terikat (Y) Belanja Daerah Kota Kediri dikarenakan nilai korelasinya (pearson correlation) sebesar r = 0.969. Uji t juga digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel independen (PAD) terhadap variabel terikat (Belanja Daerah Kota Kediri). Dari tabel (ANOVA) di atas, terbaca bahwa nilai Fhitung sebesar 46,469 dengan tingkat signifikansi 0,006. Oleh karena probabilitas 0,006 jauh lebih kecil dari taraf signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 0,05 atau α = 5%, maka hipotesis nol (H0) yang diajukan dalam penelitian ini yang berbunyi

“Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara PAD Kota Kediri terhadap Belanja Daerah Kota Kediri” tidak dapat diterima atau ditolak, artinya penelitian ini menerima HA yang berbunyi

“Terdapat pengaruh yang signifikan antara PAD Kota Kediri terhadap Belanja Daerah Kota Kediri”.

Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Kusuma (2008).

7. KESIMPULAN DAN SARAN

Terdapat pengaruh yang signifikan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kediri terhadap Belanja Daerah Kota Kediri. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kediri memiliki hubungan yang sangat erat dengan Belanja Daerah Kota Kediri. Selama rentang waktu tahun 2005 – 2009, unsur terbesar dari perolehan Pendapatan Daerah Kota Kediri bukan berasal dari PAD, tetapi mayoritas dari Dana Perimbangan dari Pemerintah Pusat.

Penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa ternyata besarnya perolehan PAD memiliki pengaruh yang signifikan terhadap besarnya Belanja Daerah Kota Kediri, hasil penelitian ini bisa digunakan acuan oleh Pemerintah Kota Kediri dalam menentukan kebijakan penyusunan APBD atau kebijakan yang berhubungan dengan keuangan daerah, terutama kebijakan belanja daerah. Hendaknya, Pemkot Kediri terus berupaya untuk bisa mendongkrak nilai PAD sebagai komponen utama pemasukan pendapatan daerah, bukan yang selama ini terjadi, sebagian besar pendapatan daerah Kota Kediri berasal dari dana perimbangan pemerintah pusat.

Setelah melakukan penelitian ini, maka peneliti menyarankan kepada peneliti berikutnya yang akan mengambil tema penelitian setopik antara lain sebagai berikut :

a. Penelitian ini hanya membahas pengaruh PAD terhadap Belanja Daerah Kota Kediri.

Mungkin masih banyak faktor – faktor lain yang berhubungan dengan Belanja Daerah Kota Kediri, seperti: besarnya dana perimbangan, jumlah penduduk, luas wilayah, kebijakan – kebijakan dengan pihak legislatif (DPRD) dll. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk mengujinya secara empiris variabel – variabel tersebut bagaimana pengaruhnya terhadap Belanja Daerah Kota Kediri.

b. Penelitian ini hanya pada Pemerintah Kota Kediri, hasil penelitian ini tentunya hanya bisa digunakan untuk menyimpulkan pengaruh PAD dengan Belanja Daerah di Kota Kediri saja, belum tentu di pemerintah daerah lain hasilnya akan sama. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk mengambil objek penelitian yang lebih luas, misal Pemkab/ Pemkot se Jawa dan Bali, agar hasil penelitian lebih bisa digeneralisasi.

(6)

Politeknik Cahaya Surya Kediri

15

c. Rentang waktu yang digunakan dalam penelitian ini terlalu singkat, yakni hanya lima tahun, yaitu tahun 2005 sampai dengan tahun 2009, disarankan kepada peneliti berikutnya agar periode penelitian diperpanjang dan bahkan update sampai tahun 2010.

Kusuma, Marhaendra, 2008, “Flypaper Effect pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota di Provinsi Jawa Timur”, Laporan Hasil Penelitian LPPM Cahaya Surya, Tidak Dipublikasikan.

Mardiasmo. 2002. “Akuntansi Sektor Publik”.

Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Republik Indonesia. 2004. “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah”.

Republik Indonesia. 2004. “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah”.

Repubik Indonesia. 2005. “Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolahan Keuangan Daerah”

Sujianto, Agus Eko, “Aplikasi Statistik dengan SPSS 16.00”, Prestasi Pustaka Jakarta, 2009

www.djapk.go.id diakses Maret 2010 www.indonesia.go.id diakses Maret 2010 www.kotakediri.go.id diakses Maret 2010

Referensi

Dokumen terkait

Ada hubungan yang signifikan antara jenis sindrom koroner akut dengan kualitas hidup aspek psikologis pada pasien pasca serangan jantung yaitu memiliki

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran beras, besarnya margin pemasaran yang diperoleh setiap lembaga pemasaran pada masing-masing saluran

Penambahan ekstrak lidah buaya dengan konsentrasi (15 ppm, 20 ppm, dan 25 ppm) pada fillet ikan bandeng selama penyimpanan dingin (hari ke-0, 3, 6, dan 9) memberikan pengaruh yang

How to objectively evaluate the results of the segmentation, obtain optimal segmentation scale and avoid the influence of subjective factors are becoming

Penelitian menghasilkan metode yang lebih sederhana untuk merencanakan suatu perkerasan kaku yaitu dengan mempergunakan grafik hubungan antara nilai CBR, mutu

Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan karunia yang diberikan sehingga Penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul SISTEM

Unduh audio pelajaran gratis di NHK

Levels include Open Water Diver, Rescue Diver, Master Scuba Diver, DiveMaster, Assistant Instructor, Boat Diver, Deep Diver, Drift Diver, Multilevel Diver, Night Diver, Search