• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

1 PENDAHULUAN

Tindakan untuk meminimalkan bahkan menghilangkan pajak yang dengan sengaja dilakukan oleh perusahaan sering disebut agresivitas pajak. Tujuan perusahaan untuk memaksimalkan laba melalui tindakan mengurangi pajak bertentangan dengan tujuan pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor pajak (Gunawan, 2017).

Perusahaan berusaha meminimalkan pajaknya untuk menyejahterakan shareholder dan untuk keberlangsungan perusahaan.

Ketidakrelaan untuk membayar pajak dan kurangnya kesadaran wajib pajak menimbulkan tindakan agresif seperti penghindaran pajak. Menurut Gunawan (2017) agresivitas pajak dalam perusahaan merupakan tindakan memanipulasi pendapatan kena pajak melalui tindakan perencanaan pajak, baik menggunakan cara yang secara legal, ilegal, maupun keduanya. Tindakan yang dirancang oleh pihak manajerial dalam rangka meminimalkan pajak perusahaan melalui kegiatan agresivitas pajak menjadi strategi yang semakin umum dilakukan oleh perusahaan di seluruh dunia (Lanis & Richardson, 2013).

Kasus agresivitas pajak di Indonesia sudah sering terjadi, Salah satunya kasus google.

Awal kasus ini terjadi ketika google menolak untuk diperiksa dengan alasan google belum menjadi badan usaha tetap (BUT) atau belum menjadi wajib pajak. Selama ini kantor google yang berada di Indonesia hanya sebagai kantor perwakilan. Maka, transaksi bisnis yang dilakukan google di Indonesia tidak berkontribusi pada pemasukan negara. Ditemukan fakta bahwa transaksi bisnis yang dilakukan melalui periklanan digital pada tahun 2015 mencapai kurang lebih 850 juta dollar AS atau sekitar Rp 11,6 triliun. Untuk melepaskan pendapatannya dari transaksi iklan di Indonesia agar tidak dikenai pajak, google diketahui mengirim dana ke negara lain di kawasan Asia Tenggara, yakni Singapura (Kompas, 2016).

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi agresivitas pajak yaitu pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan mengungkapkan CSR, perusahaan berusaha menunjukkan bahwa mereka memberikan kontribusi penting bagi masyarakat. Untuk menjaga legitimasi yang diperoleh dari aktivitas CSR tersebut, perusahaan berusaha tidak akan melakukan kegiatan, termasuk agresivitas pajak, yang dapat merusak citra dan reputasi perusahaan yang telah baik di mata masyarakat (Ratmono & Sagala, 2015).

Selain pengungkapan CSR, Kepemilikan institusional juga dapat mempengaruhi agresivitas pajak. Jumlah kepemilikan institusional yang besar dapat menunjukkan pengawasan yang ketat oleh pihak luar dari perusahaan (Nugraha & Meiranto, 2015).

(2)

2 Sehingga dengan adanya kepemilikan saham yang dimiliki institusi lain dapat mengawasi pihak manajemen dalam melakukan pengambilan keputusan terkait dengan modal pemilik institusi. Pemilik institusi juga memiliki kesadaran yang tinggi dalam melakukan kewajiban pajak.

Penelitian terkait dengan pengungkapan CSR dan kepemilikan institusional sudah pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian Ratmono dan Sagala (2015) serta Ngadiman dan Christiany (2014) menemukan bahwa pengungkapan CSR dan kepemilikan institusional berpengaruh signifikan negatif terhadap agresivitas pajak. Namun penelitan yang dilakukan Jessica & Toly (2014) dan Supramini & Suprasto (2017) menunjukan hasil yang berbeda, yaitu tidak adanya pengaruh signifikan antara pengungkapan CSR dan kepemilikan institusional terhadap agresivitas pajak. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian yang dilakukan oleh Gunawan (2017) mengenai pengaruh pengungkapan CSR dan kepemilikan institusional terhadap agresivitas pajak. Namun penelitian yang dilakukan ini menambahkan keberadaan dewan komisaris wanita sebagai variabel pemoderasi.

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka dalam penelitian ini rumusan masalah yang diangkat ialah apakah pengungkapan corporate social responsibility dan kepemilikan institusional mempengaruhi agresivitas pajak serta apakah keberadaan dewan komisaris wanita memoderasi hubungan pengungkapan corporate social responsibility dan kepemilikan institusional terhadap agresivitas pajak. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel yang dapat mempengaruhi agresivitas pajak.

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi (1) Perusahaan, yaitu menunjukkan bahwa sikap perusahaan terhadap pengungkapan corporate social responsibility akan memberikan dampak tidak hanya pada kinerja perusahaan saja, tetapi juga sikapnya terhadap pajak. (2) Pembaca atau peneliti selanjutnya, sebagai bahan informasi dan dapat dijadikan referensi untuk penelitian-penelitian selanjutnya.

KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Legitimasi

Teori Legitimasi merupakan sistem pengelolaan perusahaan yang berfokus pada keberpihakan terhadap masyarakat, pemerintah, individu dan kelompok masyarakat (Gray, Owen, & Adams, 1996). Agar mampu mempertahankan keberlangsungan perusahaan, Perusahaan memerlukan legitimasi atau pengakuan dari para stakeholder khususnya di lingkungan masyarakat. Perusahaan yang melakukan tanggung jawab sosial akan

(3)

3 memperoleh legitmasi dari masyarakat. Perusahaan menyediakan informasi CSR untuk menjelaskan teori legitimasi dalam melaksanakan tanggung jawab sosialnya agar mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan (Ningrum, Eny, & Anwar, 2018).

Perusahaan yang banyak melakukan CSR akan berhati-hati untuk tidak melakukan agresivitas pajak. Agresivitas pajak yang dilakukan perusahaan dianggap merugikan masyarakat sehingga tindakan agresivitas yang dilakukan dapat berakibat rusaknya legitimasi perusahaan (Hidayati & Fidiana, 2017).

Pengungkapan Corporate Social Responsibility

Pengungkapan CSR dilakukan dengan tujuan untuk menunjukkan sistem nilai perusahaan telah sejalan dengan sistem sosial di mana perusahaan tersebut beroperasi (Ratmono & Sagala, 2015). Pengungkapan CSR dalam laporan tahunan perusahaan dapat menjadi suatu usaha untuk memenuhi keinginan-keinginan masyarakat terhadap perusahaan.

Dengan adanya pengungkapan CSR perusahaan tidak hanya berorientasi pada laba saja, namun juga berorientasi terhadap lingkungan dan sosial di sekitar perusahaan.

Kepemilikan Institusional

Kepemilikan institusional dimaknai sebagai kepemilikan saham oleh pemerintah, institusi berbadan hukum, institusi keuangan, institusi luar negeri, dan institusi lainnya (Maraya & Yendrawati, 2016). Dengan adanya kepemilikan saham institusional perusahaan memiliki sistem tata kelola yang mampu memonitoring manajemen perusahaan, sehingga akan meningkatkan kepatuhan dan kinerja manajemen.

Agresivitas Pajak

Menurut Nugraha & Meiranto (2015) agresivitas pajak merupakan kegiatan perencanaan pajak perusahaan yang terlibat dalam rangka untuk mengurangi tingkat pajak yang efektif. Agresivitas pajak sering disebut sebagai perencanaan pajak secara legal maupun ilegal. Walaupun perencanaan pajak tidak menyalahi peraturan yang ada, tetapi semakin perusahaan melakukkan penghindaran pajak dengan memanfaatkan celah-celah dari peraturan yang sudah ditetapkan, maka tindakan tersebut akan dianggap semakin agresif (Fahriani, 2016).

Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility dengan Agresivitas Pajak Pengungkapan Corporate social responsibility (CSR) merupakan proses pengkomunikasian efek-efek sosial dan lingkungan atas tindakan ekonomi perusahaan kepada masyarakat (Warsono & Ardianto, 2015). Pengungkapan Corporate social

(4)

4 responibility yang disajikan dalam laporan tahunan akan memberikan dampak positif bagi nama baik dan reputasi perusahaan di masyarakat. Berdasarkan teori legitimasi, perusahaan akan mendapat legitimasi dari masyarakat jika persuahaan melakukan kegiatan CSR dan tidak melakukan agresivitas pajak. Semakin perusahaan mengungkapkan CSR untuk medapatkan nama baik dan reputasi di masyarakat, maka perusahaan akan meminimalkan tindakan agresivitas pajak. Menurut Winarsih dan Kusufi (2014), reputasi baik juga akan diperoleh dari hal pembayaran pajaknya. Penelitian yang dilakukan Watson (2011) membuktikan bahwa perusahaan yang memiliki pengungkapan CSR yang tinggi cenderung kurang agresif dalam praktek penghindaran pajaknya dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki pengungkapan CSR yang rendah. Penelitian Gunawan (2017) menyimpulkan pengungkapan Corporate social responsibility berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak.

H1: Pengungkapan Corporate social responsibility berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak

Pengaruh Kepemilikan Institusional dengan Agresivitas Pajak

Kepemilikan institusional ialah jumlah kepemilikan saham perusahaan oleh pihak institusi atau lembaga lain. Kepemilikan tersebut pada dasarnya bertujuan untuk melihat kinerja manajemen dalam mematuhi peraturan yang berlaku dalam menghasilkan laba, salah satunya dengan mematuhi peraturan perpajakan. Dengan adanya kepemilikan saham oleh pihak institusional dapat mencegah terjadinya agresivitas pajak yang dilakukan manajemen (Oktaviana, 2017). Semakin banyak kepemilikan saham oleh pihak institusional maka akan meminimalkan tindakan manajemen dalam melakukan agresivitas pajak. Penelitian yang dilakukan Ngadiman & Christiany (2014) menyimpulkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak.

H2: Kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak

Pengaruh Keberadaan Dewan Komisaris Wanita Sebagai Variabel Pemoderasi Pada Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Kepemilikan Institusional Terhadap Agresivitas Pajak

Pemilihan dan penetapan suatu keputusan bisnis diperlukan orang yang kompeten dari pihak-pihak pengambil keputusan dalam hal ini adalah dewan komisaris yang merupakan organ perusahaan. Adanya perempuan dalam perusahaan diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama bagi setiap orang dan memberikan keputusan yang tepat dengan risiko

(5)

5 yang lebih rendah (Ningrum, Eny, & Anwar, 2018). Keberadaan dan meningkatnya jumlah wanita sebagai board of director perusahaan akan berpengaruh terhadap keputusan yang dibuat, hal tersebut dikarenakan wanita memiliki sifat kehati-hatian yang tinggi, teliti dan menghindari risiko (Bernardi & Threadgill, 2010). Perusahaan dengan keterwakilan perempuan dalam dewan perusahaan akan melakukan pengungkapan informasi CSR secara luas (Ningrum, Eny, & Anwar, 2018). Sehingga keberadaan dewan komisaris wanita dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang dilakukan perusahaan.

H3a : Keberadaan dewan komisaris wanita memoderasi hubungan antara pengungkapan corporate social responsibility dengan agresivitas pajak.

H3b: Keberadaan dewan komisaris wanita memoderasi hubungan antara kepemilkan institusional dengan agresivitas pajak

METODA PENELITIAN Jenis dan Sumber Data

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder.

Data yang diambil merupakan laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2016-2017. Data-data tersebut diperoleh dari IDX data base (www.idx.co.id & www.web.idx.id).

Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini merupakan perusahaan manufaktur yang tercatat di BEI pada tahun 2016-2017. Perusahaan manufaktur memiliki kontribusi yang signifikan sebagai

X1 Pengungkapan Corporate Social

Responsibility

X2 Kepemilikan

Institusional

Y

Agresivitas Pajak Moderasi :

Keberadaan Dewan Komisaris Wanita

(6)

6 penyumbang pajak di tahun 2016 dengan kontribusi 22 persen dari total keseluruhan penerimaan pajak (Okezone, 2016). Sedangkan di tahun 2017 perusahaan manufaktur juga memiliki kontribusi 31,8 persen dari total keseluruhan penerimaan pajak (Kemenperin, 2017). Sehingga tindakan agresivitas pajak yang dilakukan perusahaan manufaktur di Indonesia dapat mempengaruhi pendapatan negara berupa penerimaan pajak secara signifikan. Teknik pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling dengan kriteria-kriteria sebagai berikut: (1) perusahaan yang menyajikan laporan keuangan dalam bentuk rupiah selama periode penelitian; (2) perusahaan dengan laba positif ; (3) menerbitkan laporan tahunan secara lengkap dan jelas serta telah diaudit.

Devinisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Tabel 1

Devinisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Jenis Variabel

Variabel Definisi Operasional

Pengukuran Variabel

Variabel Terikat

Agresivitas Pajak

Agresivitas pajak merupakan seluruh kegiatan

perencanaan pajak yang dilakukan perusahaan dalam rangka untuk berusaha

mengurangi

tingkat pajak yang efektif (Nugraha &

Meiranto, 2015).

Agresivitas pajak diukur dengan menggunakan proksi effective tax rate (ETR). ETR menggambarkan presentase total beban pajak penghasilan yang dibayarkan perusahaan dari seluruh total laba sebelum pajak. Nilai ETR yang rendah dapat menjadi indikator adanya agresivitas pajak

𝐸𝑇𝑅 = 𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑔ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑎𝑛 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑆𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘

Variabel Bebas

Pengungkapa n Corporate Social

Responsibility (CSR)

CSR didefinisikan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada seluruh pihak yang terdampak atas kegiatan operasi

Pengungkapan CSR diukur menggunakan Sustaiability Report GRI.

𝐶𝑆𝑅𝐼𝑗 =𝛴𝑋𝑖𝑗 𝑛𝑗 Keterangan :

CSRIj : indeks Corporate Social Responsibility perusahaan

(7)

7 yang dilakukan

perusahaan (Hidayat,

Ompusunggu, &

Suratno, 2016).

∑ Xij : total item yang diungkapkan perusahaan

Nj : jumlah item pengungkapan menurut GRI

Kepemilikan Institusional

Kepemilikan jumlah saham perusahaan oleh institusi lain seperti pemerintah, institusi luar negeri, institusi keuangan dan institusi lainnya.

Kepemilikan institusional diukur melalui rumus :

𝐼𝑁𝑆𝑇 = 𝐽𝑆𝐼 𝑇𝑀𝑆 Keterangan :

INST = Proporsi kepemilikan institusional

JSI = Jumlah saham yang dimiliki investor institusi

TMS = Total modal saham yang beredar Variabel

Moderasi

Keberadaan dewan komisaris wanita

Proporsi

perempuan dalam dewan komisaris dan direksi dibandingkan dengan jumlah keseluruhan

anggota dewan komisaris dan direksi (Ningrum, Eny, & Anwar, 2018).

𝐷𝑒𝑤𝑎𝑛 𝑘𝑜𝑚𝑖𝑠𝑎𝑟𝑖𝑠 𝑊𝑎𝑛𝑖𝑡𝑎

=𝑃𝑟𝑜𝑝𝑜𝑟𝑠𝑖 𝑑𝑒𝑤𝑎𝑛 𝑘𝑜𝑚𝑖𝑠𝑎𝑟𝑖𝑠 𝑝𝑒𝑟𝑒𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛 𝛴𝑆𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑑𝑒𝑤𝑎𝑛 𝑘𝑜𝑚𝑖𝑠𝑎𝑟𝑖𝑠

Teknik Analisis

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif statistik, analisis regresi sederhana dan regresi linier berganda dengan mengolah data menggunakan SPSS.

Sebelum melakukan analisis regresi linier berganda data tersebut harus lolos uji asumsi klasik yang meliputi, uji normalitas, uji heterokedastisitas, uji autokorelasi.

(8)

8 Rumus regresi linier berganda adalah sebagai berikut:

ETR = α + β1CSR + e...(1)

ETR = α + β1CSR + β4PRM + β5CSR*PRM + e...(2)

ETR = α + β2KI + e...(3)

ETR = α + β2KI + β3PRM + β6KI*PRM + e...(4)

Keterangan : α : Konstanta β : Koefisien Regresi ETR : Effective Tax Rate CSR : Pengungkapan Corporate Social Responsibility KI : Kepemilikan Institusional PRM : Keberadaan dewan komisaris Wanita e : Error HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengumpulan Data Perusahaan manufaktur yang tercatat di BEI pada tahun 2016-2017 merupakan populasi dari penelitian ini dan sampelnya dipilih berdasarkan metode purposive sampling, sehingga diperoleh sampel perusahaan sebanyak 60 perusahaan. Tabel 2 Hasil Seleksi Sampel Penelitian No Keterangan Jumlah 2016 2017 1 Perusahaan manufaktur yang tercatat di BEI 142 140 2 Perusahaan manufaktur yang tidak tercatat di BEI berturut-turut pada tahun 2016-2017 (11) (11) 2 Perusahaan yang menyajikan laporan keuangan dalam bentuk mata uang selain rupiah selama periode penelitian (20) (23) 3 Perusahaan yang mengalami kerugian selama periode penelitian (21) (27) 4 Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan tahunan secara lengkap dan jelas serta telah diaudit. (30) (19) Jumlah Sampel 60 60 Sumber: Data penelitian (2018)

(9)

9 Deskriptif Statistik

Analisis deskriptif statistik bertujuan untuk memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, nilai maksimum, nilai minimum dari masing-masing variabel penelitian.

Tabel 3 Deskriptif Statistik

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

CSR 120 .17 .44 .3047 .07055

KI 120 .11 .93 .6612 .18534

ETR 120 .07 .92 .2788 .11823

PRM 120 .00 .67 .1210 .18029

Valid N (listwise) 120 Sumber : Data penelitian (2018)

Berdasarkan tabel 3, diketahui bahwa jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 120 data yang diambil dari laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2016-2017. Variabel Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki nilai rata- rata sebesar 0,3047 dengan standar deviasi sebesar 0,07055. CSR terendah sebesar 0,17 dan tertinggi sebesar 0,44. Variabel Kepemilikan Institusional memiliki nilai rata-rata sebesar 0,6612 dengan standar deviasi sebesar 0,18534.

Kepemilikan Institusional terendah sebesar 0,11 dan tertinggi sebesar 0,93. Variabel Agresivitas Pajak memiliki nilai rata-rata sebesar 0,2788 dengan standar deviasi sebesar 0,11823. Agresivitas Pajak terendah sebesar 0,07 dan tertinggi sebesar 0,92. Variabel dewan komisaris wanita memiliki nilai rata-rata sebesar 0,1210 dengan standar deviasi sebesar 0,18029. dewan komisaris wanita terendah sebesar 0,00 dan tertinggi sebesar 0,67.

Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas

Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah model residual dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Penelitian ini menggunakan analisis grafik menggunakan Normal P-P Plot of Regression Standaridized Residual untuk melihat normalitas data. Jika persebaran titik data berada di sekitar sumbu diagonal dan mengikuti garis diagonal, maka model regresi penelitian ini memenuhi asumsi normalitas (Juliandi, 2013). Berikut ini adalah grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual dari model regresi berganda dalam penelitian ini:

(10)

10

Gambar 1

Hasil Uji Normalitas Persamaan 2

Gambar 2

Hasil Uji Normalitas Persamaan 4

Pada kedua grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual diatas menunjukan bahwa persebaran titik data penelitian ini berada di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, sehingga model regresi dalam penelitian ini berdistribusi normal dan memenuhi asusmsi normalitas.

Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan untuk melihat apakah dalam model regresi terdapat ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pengujian heterokedastisitas dalam penelitian ini menggunakan analisis grafik scatterplot dari model regresi dalam penelitian ini. Jika persebaran titik data dalam grafik scatterplot berada diatas

(11)

11 dan dibawah angka nol pada sumbu Y dan tidak membentuk pola yang jelas maka tidak terjadi heterokedastisitas (Santoso, 2011). Berikut ini adalah grafik scatterplot dari model penelitian ini:

Gambar 3

Hasil Uji Heterokedastisitas Persamaan 2

Gambar 4

Hasil Uji Heterokedastisitas Persamaan 4

Pada grafik scatterplot diatas menunjukan bahwa persebaran titik data beradaa diatas dan dibawah angka nol pada sumbu Y dan tidak membentuk pola yang jelas, sehingga model regresi pada penelitian ini lolos uji heterokedastisitas.

Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antar suatu periode dengan periode sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pengujian Durbin-Watson (DW) untuk mengetahui apakah terdapat autokorelasi dalam data penlitian ini. Jika nilai DW lebih besar dari nilai du dan lebih kecil dari nilai 4-du maka tidak terdapat autokorelasi, sehingga lolos dari uji autokorelasi. Nilai DW dalam penelitian ini adalah 2,052 dan 1.978.

(12)

12 Nilai du dan 4-du dalam penelitian ini adalah 1,7536 dan 2,2644 sehingga data penelitian ini tidak terdapat autokorelasi dan lolos dari uji autokorelasi.

Tabel 4 Hasil Uji Auto Korelasi

Persamaan dL dU 4-dU 4-dL DW Kesimpulan

2 1,6513 1,7536 2,2644 2,3487 2,052 Lolos

4 1,6513 1,7536 2,2644 2,3487 1.978 Lolos

Hasil Pengujian

Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh antara pengungkapan corporate social responsibility terhadap agresivitas pajak. Berikut ini adalah hasil analisis regresi sederhana dari model penelitian ini.

Tabel 5

Hasil Pengujian Pengaruh Pengungkapan CSR terhadap Agresivitas pajak

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) .238 .048 4.943 .000

CSR .135 .154 .081 .880 .381 1.000 1.000

a. Dependent Variable: ETR Sumber: Data penelitian (2018)

Hasil penelitian diatas menunjukan nilai konstanta pada persamaan regresi sederhana dalam penelitian ini sebesar 0,238 dengan nilai sig. sebesar 0,000. Nilai konstanta tersebut memiliki arti ketika variabel pengungkapan corporate social responsiility konstan, maka nilai variabel agresivitas pajak 0,238. Nilai β1dalam persamaan regresi sederhana penelitian ini adalah 0,135 dengan nilai sig. sebesar 0,381 menunjukan corporate social responsibility tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan tingkat signifikansi 10 persen.

Tabel 6

Hasil Pengujian Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Agresivitas Pajak

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) .345 .040 8.661 .000

(13)

13

KI -.100 .058 -.157 -1.721 .088 1.000 1.000

a. Dependent Variable: ETR Sumber: Data diolah 2018

Hasil penelitian diatas menunjukan nilai konstanta pada persamaan regresi sederhana dalam penelitian ini sebesar 0,345 dengan nilai sig. Sebesar 0,000. Nilai konstanta tersebut memiliki arti ketika variabel kepemilikan institusional konstan, maka nilai variabel agresivitas pajak 0,345. Nilai β2 dalam persamaan regresi sederhana penelitian ini adalah - 0,100 dengan nilai sig. Sebesar 0,088 menunjukan kepemilikan institusional berpengaruh signifikan negatif terhadap agresivitas pajak dengan tingkat signifikansi 10 persen.

Tabel 7

Hasil Pengujian Hipotesis 3a

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .081a .007 -.002 .11834 1.671

a. Predictors: (Constant), CSR b. Dependent Variable: ETR

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .231a .053 .029 .11651 2.052

a. Predictors: (Constant), CSR_PRM, CSR, PRM b. Dependent Variable: ETR

Sumber : Data penelitian (2018)

Hasil Penelitian diatas menunjukkan nilai R2 pada regresi pertama sebesar 0,007 atau 0,7%, sedangkan setelah ada persamaan regresi kedua nilai R2 naik menjadi 0,053 atau 5,3%.

Dengan melihat hasil diatas, keberadaan dewan komisaris wanita dapat memoderasi pengaruh pengungkapan corporate social responsibility terhadap agresivitas pajak.

Tabel 8

Hasil Pengujian Hipotesis 3b

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .157a .024 .016 .11727 1.698

a. Predictors: (Constant), KI

(14)

14

b. Dependent Variable: ETR

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .336a .113 .090 .11279 1.978

a. Predictors: (Constant), KI_PRM, KI, PRM b. Dependent Variable: ETR

Sumber : Data penelitian (2018)

Hasil Penelitian diatas menunjukkan nilai R2 pada regresi pertama sebesar 0,024 atau 2,4%, sedangkan setelah ada persamaan regresi kedua nilai R2 naik menjadi 0,113 atau 11,3%. Dengan melihat hasil diatas, keberadaan dewan komisaris wanita dapat memoderasi pengaruh kepemilikan institusional terhadap agresivitas pajak.

Pembahasan

Berdasarkan hasil pengujian di dapat bahwa pengungkapan corporate social responsibility tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak, maka hipotesis pertama dalam penelitian ini ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Jessica dan Toly (2014) dan Badriah et al. (2016) yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh antara pengungkapan corporate social responsibility terhadap agresivitas pajak. Hal tersebut berbeda dengan hasil penelitian Mustika (2017) dan Gunawan (2017) yang menemukan bahwa CSR berpengaruh signifikan terhadap agresivitas pajak. Perbedaan ini dapat dikarenakan sesuai teori legitimasi, perusahaan akan tetap menjaga nama baik dan reputasi dengan mengungkapkan CSR serta perusahaan juga bisa melakukan tindakan agresivitas pajak yang bertujuan untuk meningkatkan laba perusahaan.

Berdasarkan hasil pengujian didapat bahwa kepemilikan institusional berpengaruh signifikan negatif terhadap agresivitas pajak, maka hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar jumlah kepemilikan institusional di dalam struktur pemegang saham perusahaan, maka agresivitas pajak semakin berkurang.

Kepemilikan institusional merupakan kepemilikan saham yang berasal dari luar perusahaan, perusahaan yang bersangkutan cenderung mematuhi aturan yang dibuat oleh pemerintah sehingga akan menghindari tindakan agresivitas pajak. Kepemilikan institusional yang memiliki proporsi saham yang besar di dalam struktur pemegang saham perusahaan, memiliki hak dan kuasa untuk pengambilan keputusan terutama kebijakan perusahaan dalam hal perpajakan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Maraya dan Yendrawati (2016).

(15)

15 Berdasarkan hasil pengujian didapat bahwa dengan adanya keberadaan dewan komisaris wanita akan dapat memoderasi pengaruh pengungkapan CSR dan kepemilikan institusional terhadap agresivitas pajak. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai R2 pada hasil pengujian. Hasil tersebut menunjukan sebelum adanya variabel keberadaan dewan komisaris wanita nilai R2 untuk variabel pengungkapan CSR sebesar 0,7 persen dan variabel kepemilikan institusional sebesar 2,4 persen. Sedangkan setelah ditambahkan variabel keberadaan dewan komisaris wanita nilai R2 untuk variabel pengungkapan CSR naik menjadi 5,3 persen dan variabel kepemilikan institusional naik menjadi 11,3 persen. Maka H3a dan H3b dalam penelitian ini diterima.

Keberadaan dewan komisaris wanita dapat memperkuat hubungan pengungkapan corporate social responsibility terhadap agresivitas pajak dan keberadaan dewan komisaris wanita dapat memperkuat hubungan kepemilikan institusional terhadap agresivitas pajak, hal tersebut dapat terjadi dikarenakan wanita memiliki sifat kehati-hatian yang tinggi, teliti dan lebih menghindari resiko. Sifat kehati-hatian yang dimiliki dewan komisaris wanita dapat mempengaruhi CSR yang ditunjukan dengan lebih transparan dalam mengungkapkan CSR.

Sedangkan untuk kepemilikan institusional, dewan komisaris wanita cenderung mendorong peningkatan investasi dengan institusi lain dengan tujuan berhati-hati agar perusahaan dapat lebih dikontrol oleh institusi lainya. Dengan demikian sifat yang dimiliki dewan komisaris wanita dapat membuat perbedaan dalam pengambilan keputusan terutama dalam hal perpajakan.

SIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN Simpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut. Pertama, pengungkapan corporate social responsibility tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Hal ini berarti pengungkapan corporate social responsibility tidak menentukan tindakan perusahaan dalam melakukan agresivitas pajak. Kedua, kepemilikan institusional berpengaruh signifikan negatif terhadap agresivitas pajak. Ketiga, keberadaan dewan komisaris wanita dapat memoderasi pengaruh Corporate social responsibility terhadap agresivitas pajak. Keempat, keberadaan dewan komisaris wanita dapat memoderasi pengaruh kepemilikan institusional terhadap agresivitas pajak.

(16)

16 Keterbatasan Penelitian

Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yang mungkin dapat mempengaruhi hasil penelitian. (1) terdapat data laporan tahunan yang tidak lengkap. (2) penelitian ini berpotensi adanya subjektifitas peneliti saat melakukan checklist terhadap item pengungkapan corporate social responsibility. (3) informasi laporan tahunan hanya diperoleh dari website BEI, sehingga penelitian ini berasumsi bahwa apabila item CSR tidak diungkapkan dalam laporan tahunan maka perusahaan dianggap tidak melakukan kegiatan CSR.

Saran

Dari hasil penelitian terdapat beberapa saran untuk penelitian selanjutnya yaitu: (1) melihat laporan CSR bukan hanya melalui laporan tahunan melainkan sustainability report yang dilaporkan tersendiri oleh perusahaan, . (2) melakukan checklist secara berulang untuk mengurangi subjektifitas peneliti saat melakukan checklist terhadap item pengungkapan Corporate Social Responsibility. (3) menambah periode penelitian tidak hanya dua periode dan memperluas obyek penelitian tidak hanya pada perusahaan manufaktur saja, sehingga hasil penelitian lebih menggambarkan hasil yang sesuai.

(Ngadiman & Puspitasari, 2014) (Watson, 2011) (Winarsih & Kusufi, 2014)

(17)

17 DAFTAR PUSTAKA

Bernardi, & Threadgill. (2010). Women Directors and Corporate Social Responsibility.

Electronic Journal of Business Ethics and Organization Studies, Vol. 15 No. 2, pp.

15-21.

Fahriani, M. (2016). Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Tindakan Pajak Agresif Pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, Volume 5, Nomor 7.

Gray, Owen, & Adams. (1996). Accounting and Accountability. Prentice Hall Europe.

Gunawan, J. (2017). Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Corporate Governance Terhadap Agresivitas Pajak. Jurnal Akuntansi, Volume XXI, No. 03: 425-436.

Hidayat, K., Ompusunggu, A. P., & Suratno, H. (2016). Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Agresivitas Pajak Dengan Insentif Pajak Sebagai Pemoderasi (Studi Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di BEI). Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi, 39-58.

Hidayati, N., & Fidiana. (2017). Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Good Corporate Governance terhadap Penghindaran Pajak. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, Volume 6 Nomor 3.

Jessica, & Toly, A. A. (2014). Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibilty Terhadap Agresivitas Pajak. Tax & Accounting Review, VOL. 4, Hal 1-14.

Juliandi. (2013). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Bandung: Cita Pustaka Media Perintis.

Kemenperin. (2017). Diambil kembali dari

http://www.kemenperin.go.id/artikel/18630/Lampaui-31-Persen,-Industri- Manufaktur-Penyumbang-Pajak-Terbesar

Kompas. (2016). Diambil kembali dari

https://tekno.kompas.com/read/2016/09/20/10330087/cara.google.memanfaatkan.cela h.untuk.menghindari.pajak

Lanis, R., & Richardson, G. (2013). Corporate social responsibility and tax aggressiveness: a test of legitimacy theory . Accounting, Auditing & Accountability Journal , Vol. 26 pp. 75-100 .

(18)

18 Luke, & Zulaikha. (2016). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Agresivitas Pajak (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2012-2014). Jurnal Akuntansi & Auditing, 80-96.

Maraya, A. D., & Yendrawati, R. (2016). Pengaruh Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility Disclosure terhadap Tax Avoidance : Studi Empiris pada Perusahaan Tambang dan CPO. Jurnal Akuntansi & Auditing Indonesia, Vol. 20 Hal.

2-16.

Mustika. (2017). Pengaruh Corporate Social Responsibility, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, Capital Intensity Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Agresivitas Pajak. JOM Fekon, Vol. 4 Hal. 1-13.

Ngadiman, & Puspitasari, C. (2014). PENGARUH LEVERAGE, KEPEMILIKAN

INSTITUSIONAL, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP

PENGHINDARAN PAJAK (TAX AVOIDANCE). Jurnal Akuntansi.

Ningrum, A. K., E. S., & Anwar, A. S. (2018). Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap Tax Avoidance Dengan Gender Sebagai Variabel Moderasi . Journal Balance, Vol. XV No. 1 hal 63-71.

Nugraha, N. B., & Meiranto, W. (2015). Pengaruh Corporate Social Responsibility, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage Dan Capital Intensity Terhadap Agresivitas Pajak. Diponegoro Journal of Accounting, 1-14.

Okezone. (2016). Diambil kembali dari

https://economy.okezone.com/read/2018/01/05/20/1840410/manufaktur-penyumbang- terbesar-pajak-dan-cukai

Oktaviana, L. L. (2017). Pengaruh Kepemilikan Saham Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Agresivitas Pajak. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 11-17.

Ratmono, D., & Sagala, W. M. (2015). Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Sebagai Sarana Legitimasi: Dampaknya Terhadap Tingkat Agresivitas Pajak. Jurnal Nominal, 16-30.

Santoso. (2011). Mastering SPSS. Jakarta: Kompas Gramedia.

(19)

19 Warsono, & Ardianto, Y. (2015). Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Agresivitas Pajak dengan Insentif Pajak Sebagai Pemoderasi. (Studi pada perusahaan pertambangan di Indonesia) . Jurnal Manajemen Bisnis Indonesia , 236-249.

Watson. (2011). Corporate social responsibility and tax aggressiveness: an examination of unrecognized tax. Accounting Journal.

Winarsih, & Kusufi. (2014). Pengaruh good corporate governance dan corporate sosial responsibility. Jurnal Nasional Akuntansi .

(20)

20 LAMPIRAN

REGRESSION

/MISSING LISTWISE

/STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10)

/NOORIGIN /DEPENDENT ETR /METHOD=ENTER CSR

/SCATTERPLOT=(*SRESID ,*ZPRED)

/RESIDUALS DURBIN HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID) /SAVE RESID.

Regression

Notes

Output Created 12-DEC-2018 12:51:10

Comments

Input Active Dataset DataSet0

Filter <none>

Weight <none>

Split File <none>

N of Rows in Working Data

File 120

Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are treated as missing.

Cases Used Statistics are based on cases with no missing values for any variable used.

(21)

21

Syntax REGRESSION

/MISSING LISTWISE

/STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL

/CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN

/DEPENDENT ETR /METHOD=ENTER CSR

/SCATTERPLOT=(*SRESID ,*ZPRED) /RESIDUALS DURBIN

HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID) /SAVE RESID.

Resources Processor Time 00:00:00,52

Elapsed Time 00:00:00,51

Memory Required 2608 bytes Additional Memory Required

for Residual Plots

680 bytes

Variables Created or Modified RES_1 Unstandardized Residual

Variables Entered/Removeda

Model

Variables Entered

Variables

Removed Method

1 CSRb . Enter

a. Dependent Variable: ETR b. All requested variables entered.

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .081a .007 -.002 .11834 1.671

a. Predictors: (Constant), CSR b. Dependent Variable: ETR

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

(22)

22

1 Regression .011 1 .011 .774 .381b

Residual 1.653 118 .014

Total 1.663 119

a. Dependent Variable: ETR b. Predictors: (Constant), CSR

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance

1 (Constant) .238 .048 4.943 .000

CSR .135 .154 .081 .880 .381 1.000

Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics VIF

1 (Constant)

CSR 1.000

a. Dependent Variable: ETR

Collinearity Diagnosticsa

Model Dimension Eigenvalue Condition Index

Variance Proportions (Constant) CSR

1 1 1.974 1.000 .01 .01

2 .026 8.786 .99 .99

a. Dependent Variable: ETR

Residuals Statisticsa

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value .2602 .2977 .2788 .00954 120

Std. Predicted Value -1.956 1.981 .000 1.000 120

Standard Error of Predicted

Value .011 .024 .015 .004 120

Adjusted Predicted Value .2589 .3013 .2789 .00964 120

(23)

23

Residual -.21631 .63929 .00000 .11785 120

Std. Residual -1.828 5.402 .000 .996 120

Stud. Residual -1.837 5.428 .000 1.001 120

Deleted Residual -.21843 .64556 -.00012 .11915 120

Stud. Deleted Residual -1.856 6.240 .014 1.072 120

Mahal. Distance .000 3.926 .992 1.232 120

Cook's Distance .000 .145 .006 .018 120

Centered Leverage Value .000 .033 .008 .010 120

a. Dependent Variable: ETR

Charts

(24)

24

REGRESSION

/MISSING LISTWISE

/STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10)

/NOORIGIN /DEPENDENT ETR /METHOD=ENTER KI

/SCATTERPLOT=(*SRESID ,*ZPRED)

/RESIDUALS DURBIN HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID) /SAVE RESID.

Regression

Notes

Output Created 12-DEC-2018 12:53:44

Comments

Input Active Dataset DataSet0

(25)

25

Filter <none>

Weight <none>

Split File <none>

N of Rows in Working Data

File 120

Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are treated as missing.

Cases Used Statistics are based on cases with no missing values for any variable used.

Syntax REGRESSION

/MISSING LISTWISE

/STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL

/CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN

/DEPENDENT ETR /METHOD=ENTER KI

/SCATTERPLOT=(*SRESID ,*ZPRED) /RESIDUALS DURBIN

HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID) /SAVE RESID.

Resources Processor Time 00:00:00,44

Elapsed Time 00:00:00,47

Memory Required 2640 bytes Additional Memory Required

for Residual Plots 680 bytes

Variables Created or Modified RES_2 Unstandardized Residual

Variables Entered/Removeda

Model

Variables Entered

Variables

Removed Method

1 KIb . Enter

a. Dependent Variable: ETR b. All requested variables entered.

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

(26)

26

1 .157a .024 .016 .11727 1.698

a. Predictors: (Constant), KI b. Dependent Variable: ETR

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression .041 1 .041 2.963 .088b

Residual 1.623 118 .014

Total 1.663 119

a. Dependent Variable: ETR b. Predictors: (Constant), KI

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance

1 (Constant) .345 .040 8.661 .000

KI -.100 .058 -.157 -1.721 .088 1.000

Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics VIF

1 (Constant)

KI 1.000

a. Dependent Variable: ETR

Collinearity Diagnosticsa

Model Dimension Eigenvalue Condition Index

Variance Proportions (Constant) KI

1 1 1.963 1.000 .02 .02

2 .037 7.302 .98 .98

a. Dependent Variable: ETR

(27)

27

Residuals Statisticsa

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value .2525 .3342 .2788 .01851 120

Std. Predicted Value -1.423 2.990 .000 1.000 120

Standard Error of Predicted

Value .011 .034 .015 .004 120

Adjusted Predicted Value .2515 .3369 .2789 .01873 120

Residual -.22752 .62526 .00000 .11677 120

Std. Residual -1.940 5.332 .000 .996 120

Stud. Residual -1.954 5.376 .000 1.005 120

Deleted Residual -.23074 .63556 -.00004 .11889 120

Stud. Deleted Residual -1.978 6.160 .013 1.072 120

Mahal. Distance .002 8.942 .992 1.483 120

Cook's Distance .000 .238 .009 .032 120

Centered Leverage Value .000 .075 .008 .012 120

a. Dependent Variable: ETR

Charts

(28)

28

(29)

29

(30)

30

REGRESSION

/MISSING LISTWISE

/STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10)

/NOORIGIN /DEPENDENT ETR

/METHOD=ENTER CSR PRM CSR_PRM /SCATTERPLOT=(*SRESID ,*ZPRED)

/RESIDUALS DURBIN HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID) /SAVE RESID.

Regression

Notes

Output Created 12-DEC-2018 13:02:47

Comments

(31)

31

Input Active Dataset DataSet0

Filter <none>

Weight <none>

Split File <none>

N of Rows in Working Data

File 120

Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are treated as missing.

Cases Used Statistics are based on cases with no missing values for any variable used.

Syntax REGRESSION

/MISSING LISTWISE

/STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL

/CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN

/DEPENDENT ETR

/METHOD=ENTER CSR PRM CSR_PRM

/SCATTERPLOT=(*SRESID ,*ZPRED) /RESIDUALS DURBIN

HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID) /SAVE RESID.

Resources Processor Time 00:00:00,48

Elapsed Time 00:00:00,56

Memory Required 3680 bytes Additional Memory Required

for Residual Plots 648 bytes

Variables Created or Modified RES_3 Unstandardized Residual

Variables Entered/Removeda

Model

Variables Entered

Variables

Removed Method

1 CSR_PRM,

CSR, PRMb . Enter

a. Dependent Variable: ETR b. All requested variables entered.

(32)

32

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .231a .053 .029 .11651 1.684

a. Predictors: (Constant), CSR_PRM, CSR, PRM b. Dependent Variable: ETR

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression .089 3 .030 2.181 .094b

Residual 1.575 116 .014

Total 1.663 119

a. Dependent Variable: ETR

b. Predictors: (Constant), CSR_PRM, CSR, PRM

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance

1 (Constant) .245 .056 4.383 .000

CSR .057 .179 .034 .322 .748 .719

PRM -.114 .245 -.174 -.467 .642 .059

CSR_PRM .827 .808 .383 1.022 .309 .058

Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics VIF

1 (Constant)

CSR 1.391

PRM 17.083

CSR_PRM 17.186

a. Dependent Variable: ETR

Collinearity Diagnosticsa

(33)

33

Model Dimension Eigenvalue Condition Index

Variance Proportions

(Constant) CSR PRM CSR_PRM

1 1 3.074 1.000 .00 .00 .00 .00

2 .872 1.877 .01 .01 .01 .01

3 .041 8.629 .20 .19 .26 .28

4 .013 15.595 .79 .79 .72 .71

a. Dependent Variable: ETR

Residuals Statisticsa

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value .2548 .4051 .2788 .02732 120

Std. Predicted Value -.879 4.622 .000 1.000 120

Standard Error of Predicted

Value .011 .068 .019 .009 120

Adjusted Predicted Value .2527 .4506 .2791 .02904 120

Residual -.23515 .57698 .00000 .11503 120

Std. Residual -2.018 4.952 .000 .987 120

Stud. Residual -2.057 5.107 -.001 1.009 120

Deleted Residual -.24430 .61364 -.00032 .12026 120

Stud. Deleted Residual -2.087 5.776 .011 1.065 120

Mahal. Distance .044 39.906 2.975 5.146 120

Cook's Distance .000 .414 .012 .052 120

Centered Leverage Value .000 .335 .025 .043 120

a. Dependent Variable: ETR

Charts

(34)

34

(35)

35

(36)

36

REGRESSION

/MISSING LISTWISE

/STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10)

/NOORIGIN /DEPENDENT ETR

/METHOD=ENTER KI PRM KI_PRM /SCATTERPLOT=(*SRESID ,*ZPRED)

/RESIDUALS DURBIN HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID) /SAVE RESID.

Regression

Notes

Output Created 12-DEC-2018 13:06:39

Comments

(37)

37

Input Active Dataset DataSet0

Filter <none>

Weight <none>

Split File <none>

N of Rows in Working Data

File 120

Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are treated as missing.

Cases Used Statistics are based on cases with no missing values for any variable used.

Syntax REGRESSION

/MISSING LISTWISE

/STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL

/CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN

/DEPENDENT ETR

/METHOD=ENTER KI PRM KI_PRM /SCATTERPLOT=(*SRESID ,*ZPRED) /RESIDUALS DURBIN

HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID) /SAVE RESID.

Resources Processor Time 00:00:00,52

Elapsed Time 00:00:00,81

Memory Required 3712 bytes Additional Memory Required

for Residual Plots

648 bytes

Variables Created or Modified RES_4 Unstandardized Residual

Variables Entered/Removeda

Model

Variables Entered

Variables

Removed Method 1 KI_PRM, KI,

PRMb

. Enter

a. Dependent Variable: ETR b. All requested variables entered.

Model Summaryb

(38)

38

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .336a .113 .090 .11279 1.723

a. Predictors: (Constant), KI_PRM, KI, PRM b. Dependent Variable: ETR

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression .188 3 .063 4.919 .003b

Residual 1.476 116 .013

Total 1.663 119

a. Dependent Variable: ETR

b. Predictors: (Constant), KI_PRM, KI, PRM

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance

1 (Constant) .248 .049 5.023 .000

KI .027 .072 .042 .368 .713 .594

PRM .562 .175 .856 3.204 .002 .107

KI_PRM -.690 .260 -.729 -2.655 .009 .102

Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics VIF

1 (Constant)

KI 1.683

PRM 9.339

KI_PRM 9.852

a. Dependent Variable: ETR

Collinearity Diagnosticsa

Model Dimension Eigenvalue Condition Index Variance Proportions

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan hasil analisa dinamik tersebut pada analisa VIV berdasarkan kriteria yang disyaratkan pada peraturan DNV RP-C205 dapat disimpulkan bahwa

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga Laporan Tugas Akhir dengan Judul Perbandingan Pertumbuhan

Mengingat penggunaan media pembelajaran atau benda-benda konkret dapat berpengaruh dalam peningkatan hasil belajar, untuk itu penelitian ini menggunakan media pembelajaran IPA

Setelah itu diciptakan sebuah undang-undang yang mengatur tentang hak atas tanah secara keseluruhan yaitu Undang-Undang No.5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar

Pemberian pupuk cair dengan frekuensi penyemprotan 1 minggu sekali dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tebu pada tinggi tanaman, jumlah anakan dan lilit batang bibit

Pada hubungan patron dan klien antara tauke sawit dan petani sawit di Desa Menggala Teladan adalah Hubungan Patron-Klien biasanya parati-kularistiak dan kabul yang

30 Maka negara kota Madinah yang dibangun oleh Nabi, merupakan prototipe kota pendidikan politik bagi semua orang yang mengaku Muslim, karena dengan jelas- jelas

Berdasarkan analisis data dan pembahas- an, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) pendekatan open-ended dan kontekstual dalam pembelajaran matematika efektif pada