GAYA ANTAR
MOLEKUL, SIFAT CAIRAN, DAN
STRUKTUR PADATAN
MATERI 11
Irma Mulyani, Ph.D Kimia ITB
Tekanan uap
✓ When a liquid evaporates, the molecules that enter the vapor exert a pressure called the vapor pressure.
✓ If the evaporation is taking place inside a sealed container, this pressure grows until finally equilibrium is reached. Once the rates of evaporation and condensation become equal, the concentration of molecules in the vapor remains constant and the vapor exerts a constant pressure.
This final pressure is called the equilibrium vapor pressure of a liquid.
✓ Rate of evaporation per unit area of liquid’s surface.
✓ High vapor pressure ~ high evaporation rate
✓ Two factors influence the equilibrium vapor pressure:
(i) temperature
(ii) intermolecular interactions
Contoh:
Pada 25°C, eter memiliki tekanan uap yang paling tinggi dibandingkan dengan cairan lainnya.
✓ Laju penguapan eter lebih cepat dibandingkan yang lainnya.
✓ Interaksi antar molekul pada eter lebih rendah dibandingkan lainnya.
Perubahan volume terhadap tekanan uap.
✓ Peningkatan volume wadah, akan meningkatkan laju penguapan dan laju kondensasi, untuk menghasilkan keadaan kesetimbangan.
✓ Keadaan kesetimbangan penguapan dan kondensasi suatu cairan terjadi pada T dan P tertentu.
Perubahan wujud zat dan kesetimbangan dinamik
Perubahan wujud zat:
1. Mencair (S → L) vs Membeku (L → S) 2. Menguap (L → G) vs Kondensasi ( G → L) 3. Sublimasi (S → G) vs Deposisi (G → S)
Kesetimbangan dinamik (Prinsip Le Chatelier, pergeseran kesetimbangan) Kesetimbangan perubahan fasa pada T dan P tertentu.
Contoh : titih didih nomal air 100 °C (1 atm), H2O(s) ⇌ H2O(l)
Energi pada perubahan wujud zat
✓ Entalpi penguapan standar, H°vap
✓ Entalpi pelelehan standar, H°fus
✓ Entalpi sublimasi standar, H°subl
✓ Entalpi kondensasi standar: −H°vap
✓ Entalpi pembekuan standar: −H°fus
✓ Entalpi deposisi standar: −H°subl
• Superheating: cairan dipanaskan diatas T didih normal, tanpa cairan tersebut mendidih.
• Supercooling: cairan didinginkan dibawah T beku normal, tanpa cairan tersebut membeku.
: Perhitungan energi pada perubahan wujud zat:
Contoh: Dalam wadah tertutup, 2,5 mol H2O(g) didinginkan dari 130°C ke −40°C H2O(g) (130°C) → H2O(s) (−40 °C )
Diketahui : CH2O(g) = 33,1 J/mol.°C , CH2O(l) = 75,4 J/mol.°C, CH2O(s) = 37,6 J/mol.°C
H°vap= 40,7 kJ/mol, H°fus= 6,02 kJ/mol
Tahap 1: q = n x CH2O(g) x T = −2,48 kJ.
Tahap 2: kesetimbangan G ⇌ L, −H°vap q = n x (−H°vap) = −102 kJ.
Tahap 3: q = n x CH2O(l) x T = −18,8 kJ Tahap 4: kesetimbangan L ⇌ S, −H°fus
q = n x (−H°fus) = −15,0 kJ Tahap 5: q = n x CH2O(s) x T = −3,76 kJ Total energi: −142 kJ
Pengaruh interaksi antar molekul pada nilai entalpi penguapan.
✓ Molekul yang memiliki ikatan hidrogen yang lebih banyak, H°vap lebih tinggi.
✓ Molekul non polar dengan MM yang besar memiliki interaksi gaya dispersi London yang lebih kuat, sehingga H°vap lebih tinggi
Penentuan entalpi penguapan
Persamaan Clausius-Clapeyron Nilai H°vap merupakan gradien.
Penentuan H°vap pada dua temperatur berbeda:
Soal:
Diagram Fasa
✓ Diagram fasa: P vs T
✓ Wujud zat pada variasi :
(i) T pada P tetap, (ii) P pada T tetap, (iii) T dan P
✓ Titik leleh normal (P = 1 atm, X)
✓ Titil didih normal (P = 1 atm, X)
✓ Titik tripel (B): kesetimbangan 3 fasa
✓ Titik kritik (Tc, D): Tc dan Pc, titik dimana kondisi jenuh cairan sama dengan kondisi jenuh gas.
✓ T dan P diatas titik kritik, tidak ada batas antara fasa cair dan gas.
X X
Nilai Tc dan Pc dipengaruhi oleh jenis interaksi antar molekul
Keadaan: sebelum dan sesudah titik kritik
Senyawa yang berada pada T > Tc dan densitasnya mendekati densitas fasa cair disebut cairan superkritis (supercritical fluid).
Cairan yang memiliki densitas tinggi dan viskositas rendah
Diagram fasa CO2
Pada 1 atm:
✓ CO2 tidak pernah dijumpai pada wujud cair
✓ gas CO2 dapat menjadi padatan CO2 (dry ice) dengan cara menurunkan temperatur.
Atau padatan CO2 dapat dibuat pada T> 1 atm pada
−78°C.
Struktur Padatan Kristalin
• Kristalin: jarak antar atom sama, teratur, memiliki unit pengulangan yang sama (disebut sebagai unit sel/ sel satuan)
• Amorf: jarak antar atom berbeda-beda, tidak
teratur, tidak memiliki unit pengulangan yang sama
UNIT SEL
TIPE UNIT SEL
Panjang rusuk (a,b,c) dan sudut (α,β,γ)
INFORMASI DARI UNIT SEL KUBUS
✓ Struktur padatan: logam & senyawa ionik
✓ Jenis unit sel:
(i) kubus sederhana (simple cubic): posisi atom/ion di pojok
(ii) kubus berpusat badan (bcc = body centre cubic): posisi atom/ion di pojok dan di pusat badan kubus.
(iii) kubus berpusat muka (fcc = face centre cubic): posisi atom/ion di pojok dan di sisi muka kubus.
✓ Jumlah atom dalam unit sel berkaitan dengan jenis unit sel
✓ Bilangan koordinasi: atom terdekat, ion yang memiliki muatan yang berlawanan (pada senyawa ionik)
✓ Panjang rusuk kubus
✓ Jari-jari atom/ion
✓ Massa jenis kristal
KUBUS SEDERHANA
KUBUS BERPUSAT BADAN
KUBUS BERPUSAT MUKA
Susunan atom pada kisi kristal terjejal (closed-packed structure)
Pada kisi kristal kubus
Pada kisi kristal kubus
Hubungan panjang rusuk dan jari-jari atom/ion
Tentukan jumlah atom pada unit sel berikut:
Jenis-jenis kristal ionik
A. Kisi kristal NaCl (rock salt)
✓ Posisi ion Na+: rusuk dan pusat badan
✓ Posisi ion Cl−: pojok dan sisi muka
✓ Jumlah ion Na+ dalam unit sel:
(1/4 x 12) + 1 = 4 ion
posisi ion di rusuk: ¼, posisi ion di pusat badan: 1
✓ Jumlah ion Cl− dalam unit sel:
(1/8 x8) + (1/2x6) = 4 ion
posisi ion di pojok: 1/8, posisi ion di sisi muka: ½
✓ Perbandingan jumlah ion menghasilkan rumus empiris senyawa ionik ion Na+ : ion Cl− = 4: 4 = 1: 1, rumus empiris = NaCl
✓ Bilangan koordinasi ion Na+: 6 1 ion Na+ dikelilingi oleh 6 ion Cl−
✓ Bilangan koordinasi ion Cl−: 6 1 ion Cl− dikelilingi oleh 6 ion Na+
✓ Panjang rusuk = 2rNa++ 2rCl−
B. Tipe kisi kristal CsCl
✓ Posisi ion Cs+: pojok
✓ Posisi ion Cl−: pusal badan
✓ Jumlah ion Cs+ dalam unit sel:
(1/8 x 8) = 1 ion
✓ Jumlah ion Cl− dalam unit sel:
(1 x 1) = 1 ion
✓ Perbandingan jumlah ion menghasilkan rumus empiris senyawa ionik ion Cs+: ion Cl− = 1: 1, rumus empiris = CsCl
✓ Bilangan koordinasi ion Cs+: 8 1 ion Cs+ dikelilingi oleh 8 ion Cl−
✓ Bilangan koordinasi ion Cl−: 8 1 ion Cl− dikelilingi oleh 8 ion Cs+
✓ Panjang rusuk dan jari: a = (2rCs++ 2rCl−)/ 3
C. Kisi kristal ZnS
✓Posisi ion Zn
2+: dalam kubus
✓Posisi ion S
2−: pojok dan sisi muka
✓ Jumlah ion Zn
2+dalam unit sel:
(1 x 4) = 4 ion
✓ Jumlah ion S
2−dalam unit sel:
(1/8 x8) + (1/2x6) = 4 ion
✓Perbandingan jumlah ion menghasilkan rumus empiris senyawa ionik
ion Zn
2+: ion S
2−= 4: 4 = 1: 1, rumus empiris = ZnS
✓Bilangan koordinasi ion Zn
+: 4
1 ion Zn
2+dikelilingi oleh 4 ion S
2−✓Bilangan koordinasi ion S
2−: 4
1 ion S
2−dikelilingi oleh 4 ion Zn
2+D. Tipe kisi kristal CaF2
✓ Posisi ion Ca2+: pojok dan sisi muka
✓ Posisi ion F−: dalam kubus
✓ Jumlah ion Ca2+ dalam unit sel:
(1/8 x 8) + (1/2x6) = 4 ion
✓ Jumlah ion F− dalam unit sel:
(1 x 8) = 8 ion
posisi ion di pojok: 1/8, posisi ion di sisi muka: ½
✓ Perbandingan jumlah ion menghasilkan rumus empiris senyawa ionik
ion Ca2+ : ion F− = 4: 8 = 1: 2, rumus empiris = CaF2
✓ Bilangan koordinasi ion Ca2+: 8 1 ion Na+ dikelilingi oleh 8 ion F−
✓ Bilangan koordinasi ion F−: 4
1 ion F− dikelilingi oleh 4 ion Ca2+
Analisa struktur kristal: Difraksi sinar-X
Interaksi sinar-x dengan atom/ion yang pada kisi kristal
Persamaan Bragg:
= panjang gelombang sinar X (pm)
d = jarak antar bidang pada kisi kristal (pm)
= sudut difraksi (°)
n = bilangan bulat ( 1,2,…dst)
Analisa struktur kristal: Difraksi sinar-X
Perhitungan stoikiometri struktur kristal
Setiap struktur padatan memiliki massa jenis ():
𝜌 = 𝑚
𝑉 = 𝑔
𝑐𝑚3
𝜌 = 𝑛 𝑥 𝐴𝑟
𝐵𝐴 𝑥 𝑎3
massa (g) = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑡𝑜𝑚 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑖𝑠𝑖 𝑘𝑟𝑖𝑠𝑡𝑎𝑙 𝑥 𝐴𝑟
𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐴𝑣𝑜𝑔𝑎𝑑𝑟𝑜 = 𝑎𝑡𝑜𝑚 𝑥 𝑔.𝑚𝑜𝑙−1 6,022 𝑥 1023 𝑎𝑡𝑜𝑚/𝑚𝑜𝑙
Volume (cm3) = a3 (a = panjang rusuk kubus, cm)
Tipe Kristal & Sifat Fisik
intan
grafit
Struktur kristal besi
Struktur padatan CO2