4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian 4.1.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
UD. Cahaya Abadi Indah merupakan perusahaan keluarga yang bergerak di bidang manufaktur plastik. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 24 Juli 1988 oleh Bapak Liem Irwan sekaligus sebagai pemilik dari perusahaan ini. Perusahaan ini terletak di Jalan Lebak Timur Gang VIII / 22, Surabaya. Perusahaan ini tentunya tidak berdiri langsung sebesar ini, perusahaan ini awalnya hanya usaha kecil-kecilan, dengan daerah pemasaran yang terbatas, hanya di wilayah Surabaya saja. Perusahaan ini pada awalnya dimulai dengan modal pinjaman dari bank dengan jumlah Rp. 50.000.000,00 dan sistem produksinya masih sangat tradisional. Fasilitas produksi pada saat itu masih sangat sederhana dan belum banyak yang menggunakan tenaga mesin. Karyawan yang dimiliki perusahaan pada saat itu hanya berjumlah empat orang. Sekitar tahun 1992, perusahaan mengalami perkembangan dengan menambah jumlah karyawan menjadi 10 orang. Perusahaan ini mengalami kerugian satu tahun kemudian, karena sistem manajemen yang ada masih sangat sederhana bahkan belum dipikirkan mengenai struktur organisasinya, semua hal itu menjadi tanggung jawab pimpinan perusahaan. Dan pada waktu itu, perusahaan hanya berfokus pada aktivitas produksi dengan harapan hasil produksi secara cepat bisa terjual.
Pada awal tahun 1996, perusahaan ini mulai mengalami perkembangan dan dikenal oleh masyarakat serta para konsumennya. Perkembangan yang cukup pesat ini ditandai dengan adanya perubahan yang positif dalam volume penjualan yaitu dari awalnya 75kg per minggu menjadi ±250kg per minggu. Jumlah produksi semakin meningkat sehingga untuk memenuhi pesanan yang ada perusahaan menambah fasilitas produksi dengan memperluas tempat usaha, menambah jumlah karyawan menjadi 20 orang serta memodernisasiperalatan- peralatan yang digunakan. Perusahaan juga mengadakan perluasan jaringan daerah pemasaran ke luar daerah Surabaya seperti Semarang, Magelang, Malang. Dalam pendistribusian hasil produksinya perusahaan melakukan penjualan langsung ke perusahaan, pabrik maupun home industry yang ada di daerah Surabaya. Sedangkan untuk daerah yang jauh dilakukan dengan mengirim setelah ada pemesanan. UD. Cahaya Abadi Indah hingga saat ini berkembang semakin pesat dan merupakan perusahaan plastik yang cukup besar di daerah Surabaya. Dalam menjalankan usahanya pimpinan perusahaan dibantu oleh para karyawan dan staf manajemen yang sudah bertambah lagi menjadi 34 orang dan perusahaan juga sudah mampu membeli peralatan – peralatan baru yangsemakin canggih.
4.1.2 Lokasi Perusahaan
Lokasi perusahaan adalah faktor yang sangat penting bagi kelancaran kegiatan perusahaan. Di samping itu lokasi perusahaan mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan karena lokasi perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan aktivitas perusahaan sehari – hari. Lokasi UD. Cahaya Abadi berada di Jalan Lebak Timur Gg. VIII No. 22 Surabaya.
Karena letaknya di pinggiran kota dan harga tanah yang relatif murah maka lokasi ini sangat strategis untukmendirikan suatu pabrik. Adapun yang menjadi alasan dan faktor – factor pendorong hingga berdirinya UD. Cahaya Abadi Indah di lokasi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Berada di lingkungan perkampungan sehingga terjamin keamanannya.
2. Mudah mendapatkan bahan baku serta bahan penolong yang diperlukan karena masih di daerah kota meskipun di pinggiran.
3. Tenaga kerja untuk proses produksi mudah diperoleh karena kebanyakan tenaga kerja berasal dari daerah sekitar perusahaan sehingga dapat mengurangi pengangguran di daerah sekitar.
4.2 Hasil Analisis
4.2.1 Kebijakan Dalam Strategi OrganisasiUD. Cahaya Abadi Indah
Untuk menjalankan usahanya, UD. Cahaya Abadi Indah memiliki visi, misi dan tujuan perusahaan, yaitu:
1. Visi:
Menjadi mitra khusus kepada seluruh pelanggan di industri kemasan plastik dengan terus menyediakan produk berkualitas lebih baik dan layanan.
2. Misi:
a. Mengembangkan kualitas SDM sebagai penopang utama jalannya roda usaha.
b. Mampu menghasilkan produk berkualitas dan layanan terbaik untuk memberi kepuasan pada para pelanggan.
c. Menjaga hubungan baik dengan pelanggan.
3. Tujuan:
a. Tujuan jangka pendek
Perusahaan ingin meningkatkan tingkat kedisiplinan dan tingkat produktifitas karyawan. Dalam hal meningkatkan produktifitas kerja, perusahaan memberikan bonus atau kompensasi atas prestasi kerja karyawan yang dinilai cukup baik dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, karyawan akan merasa
termotivasi dengan adanya bonus maupun kompensasi yang diberikan perusahaan sehingga mereka dapat bekerja lebih giat lagi dan lebih cepat, tetapi kualitas tetap terjaga dengan adanya pengontrolan yang dilakukan oleh Kepala Personalia. Dan untuk meningkatakn tingkat kedisiplinan yaitu dengan memberikan sanksi yang lebih tegas apabila ada karyawan yang sering datang terlambat dan sering tidak masuk pabrik dengan alasan sakit maupun acara-acara lainnya.
b. Tujuan jangka panjang
Perusahaan ingin menjadi mitra khusus kepada seluruh pelanggan di dalam industri kemasan plastik. Perusahaan juga menginginkan adanya peningkatan dalam hal keuntungan yang didapatkan dengan mampu menangkap peluang- peluang yang ada untuk membantu perusahaan menjadi lebih maju dan berkembang. Dalam usaha perusahaan untuk mencapai tujuan yang ada, perusahaan membutuhkan koordinasi yang baik dari seluruh komponen yang ada dalam perusahaan. Perusahaan juga ingin melakukan inovasi dalam hal teknologi, agar perusahaan dapat mengurangi biaya sumber daya manusia dan digantikan oleh tenaga mesin, hal ini memang membutuhkan biaya yang besar di awal pembelian mesin, tetapi untuk jangka panjangnya, biaya yang dikeluarkan lebih sedikit dibandingkan dengan tenaga manusia. Apabila menggunakan tenaga manusia juga perusahaan menilai usaha yang dilakukan lebih rumit karena tiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dan masalah yang berbeda-beda.
Selain visi dan misi, UD. Cahaya Abadi Indah juga memiliki budaya perusahaan yang harus dijalankan oleh semua pihak, yaitu:
1. Jujur:
a. Tidak menyalahgunakan jabatan, wewenang dan aset perusahaan.
b. Menjunjung tinggi etika bisnis yang berlaku umum.
c. Obyektif dalam memandang/menilai setiap masalah dan berlaku adil dalam melaksanakan hak dan kewajiban.
d. Berani menyampaikan dan menerima pendapat.
2. Kreatif:
a. Menjadi insan pembelajar yang mandiri serta aktif menyumbangkan pikiran untuk kemajuan perusahaan.
b. Proaktif mengidentifikasi potensi dan mencegah timbulnya masalah serta mampu menemukan solusi yang efektif dan efisien.
3. Tangguh:
a. Memiliki daya juang yang tinggi dan semangat pantang menyerah.
b. Mengerahkan seluruh potensi dan daya upaya dalam mengemban tugas dan tanggung jawab.
c. Memanfaatkan setiap peluang dan mengendalikan setiap resiko 4. Tanggung jawab:
1) Memenuhi komitmen kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan Perusahaan
2) Memenuhi semua rencana kerja dan target-target yang ditetapkan dengan memberdayakan seluruh aset perusahaan secara efektif dan efisien
3) Disiplin menjalankan semua aturan dan memegang teguh rahasia perusahaan Menurut Galbraith (2002) strategi menentukan arah dan tujuan organisasi. Strategi sebagai sebuah visi dan misi organisasi mempengaruhi tindakan yang akan diambil oleh organisasi dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sebagai sebuah panduan membentuk keunggulan kompetitif (competitive advantage) dan kompetensi yang unik (distinctive competencies) dalam menghadapi persaingannya. Strategi yang ditetapkan UD.
Cahaya Abadi Indah untuk menghadapi persaingan terdapat dalam misi perusahaan yaitu menjadi mitra khusus kepada seluruh pelanggan di industri kemasan plastik dengan terus menyediakan produk berkualitas lebih baik dan layanan.
Strategi yang ditetapkan UD. Cahaya Abadi Indah sesuai dengan teori tentang Rencana strategis organisasi yang dikemukakan oleh Daft (2006, 320) yaitu, langkah-langkah nyata yang diambil perusahaan untuk mencapai tujuan. Rencana strategis merupakan cetak biru yang menggambarkan kegiatan organisasional dan alokasi sumber daya yang dibutuhkan untuk memenuhi target ini. Perencanaan strategis cenderung bersifat jangka panjang dan dapat menjelaskan tindakan yang diambil organisasi selama dua hingga lima tahun di masa depan. Tujuan dari rencana strategis ini adalah mengubah tujuan organisasi menjadi kenyataan dalam jangka waktu tersebut.
Usaha perusahaan untuk menyediakan berbagai macam produk kemasan plastik bagi masyarakat di Surabaya telah menjadi rencana strategis UD. Cahaya Abadi. Sebagaimana dijelaskan oleh manajemen UD. Cahaya Abadi:
Tujuan awal didirikanya perusahaan ini adalah untuk menyediakan berbagai macam produk plastik bagi masyarakat di Surabaya (Irwan)
Sejak awal berdiri perusahaan ingin memproduksi produk-produk berbahan plastik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya (Hadi)
Dengan demikian, dapat diketahui bahwa rencana strategis UD. Cahaya Abadi adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya akan produk-produk plastik. Selanjutnya, rencana strategis ini juga didukung dengan rencana taktis jangka pendek agar rencana strategis organisasi dapat berjalan dengan baik, dengan cara memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mencapai target produksi perusahaan yang akan dipasarkan kepada konsumen dan mampu memenuhi kebutuhan pasar. Sebagaimana dijelaskan oleh Liem Richard selaku manajer personalia:
Perusahaan memiliki sumber daya yang bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan hasil produksi dan memasarkan produk ke konsumen (Richard) Hal ini juga didukung oleh pernyataan Heru Prijadi selaku Staf Personalia;
Kebijakan pengembangan UD. Cahaya Abadi Indah dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki perusahaan dalam mencapai target produksi serta memasarkan produknya ke masyarakat (Prijadi)
Tujuan arahan dan penjelasan yang diberikan pemiliki perusahaan kepada para karyawan telah menjadi rencana operasional UD. Cahaya Abadiuntuk menghasilkan produk yang mengutamakan kualitas sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen dan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, yaitu dengan cara memaksimalkan kapasitas produksi baik yang ada di pusat maupun di cabangsehingga dapat meningkatkan profit perusahaan. Sebagaimana dijelaskan oleh Randy Hao selaku manajer pemasaran:
Keunggulan yang dimiliki UD.Cahaya Abadi dibandingkan pesaingnya adalah karena perusahaan ini Memiliki produk yang berkualitas dan harga bersaing (Richard)
Berikut ini adalah beberapa jenis hasil produksi yang dihasilkan oleh UD. Cahaya Abadi Indah:
1. Tali plastik (talikur) berukuran
Tali plastik berukuran ini merupakan produk barang setengah jadi, tali plastik berukuran kecil bisa di gunakan untuk,pinggiran tas (bedcover, travelling,sekolah) pinggiran topi, pinggiran tempat pensil. Dan tali plastik yang berukuran besar yang digunakan untuk isi pegangan tas, tas panci, bungkus pegangan ember, bungkus gantungan baju
2. Sedotan plastik
Sedotan plastik ini masih berupa gulungan panjang panjang, untuk proses pemotongannya menjadi sedotan berukuran tertentu dilakukan sendiri oleh
konsumen.UD.Cahaya Abadi Indah hanya menjual barang setengah jadi dan membuatkan sesuai orderan yang di pesan oleh konsumen.
3. Produk rotan plastik
Rotan plastik ini digunakan oleh para pengerajin untuk dijadikan tas, kursi, meja dan banyak lainnya. Hasil kerajinan rotan plastik ini bisa di ekspor keluar negeri juga.
4. PVC
PVC digunakan secara luas pada bahan pakaian, yaitu membuat bahan serupa kulit.Yang menjadi keunggulan dari PVC adalah bahan ini lebih murah dari karet, kulit atau lateks, sehingga digunakan secara luas.
Sedangkan bahan baku yang digunakan oleh UD. Cahaya Abadi Indah untuk produksi terdiri dari:
1. PE (Poly Etylene), yaitu bahan baku yang digunakan untuk membuat produk plastik.
2. PP (Poly Propylene), yaitu bahan baku yang digunakan untuk membuat produk plastik
3. HDPE (High Density Poly Etylene), yaitu bahan bakuyang digunakan untuk membuat produk plastik.
4. LDPE (Low Density Poly Etylene), yaitu bahan baku yang digunakan untuk membuat produk plastik
5. Bahan pelengkap berupa zat warna yang berbentuk bubuk. Zat warnaini berfungsi untuk membuat warna yang diinginkan pada produk yang dihasilkan dengan cara mencampurkan pada bahan baku utama.
6. Tutup plastik minuman gelasan/plastik daur ulang, digunakan untuk membuat tali plastik dengan kualitas rendah
Selanjutnya, kualitas dan harga bersaing dari produk-produk tercermin dalam beberapa jenis hasil produksi yang dihasilkan oleh UD. Cahaya Abadi, yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.1. Perbandingan harga produk perusahaan dengan pesaing
No Produk Harga Perusahaan
(UD. Cahaya Abadi)
Harga Pesaing (UD. HM-Plastik)
1 Tali kur plastik Rp 14.000/kg Rp 14.500/kg
2 Sedotan plastik Rp 24.000/kg Rp 25.000/kg
3 Rotan plastik Rp 32.000/kg Rp 31.500/kg
4 PVC Rp 43.500/kg Rp 45.000/kg
Sumber: Data diolah (2014)
Dari perbandingan harga produk perusahaan dengan pesaing, dari keempat produk yang dihasilkan oleh UD. Cahaya Abadi, produk tali kur plastik, sedotan plastik, dan PVC miliki UD. Cahaya Abadi memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya, yaitu UD. HM-Plastik.Hanya ada satu produk UD.HM-Plastik yeng memiliki harga lebih murah dibandingkan UD. Cahaya Abadi, yaitu rotan plastik.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil produksi UD. Cahaya Abadi Indah beragam, dan telah memperhatikan kualitas barang yang ada, dengan melakukan kontrol kualitas terhadap barang produksinya. UD. Cahaya Abadi Indah dalam usaha mencegah terjadinya cacat produk, perusahaan melakukan kontrol kualitas bahan baku yang datang ke perusahaan yang dilakukan oleh manajer produksi. Hal ini dapat dilihat dari urutan produksi produk dari bahan baku sampai menjadi barang jadi, yaitu sebagai berikut:
1. Bahan baku yang terdiri dari butiran bahan plastik ada 4 macam yaituPP, PE, LDPE,dan HDPE diangkut dari gudang penyimpanan bahan baku. Kemudian dari gudang penyimpanan masing-masing bahan baku plastik dibawa ke ruang mesin.Setelah dilihat kebersihannya lalu dimasukkan ke dalam mesin heater. Bahan baku dipanaskan sampai mencapai titik lebur ± 180° C.
2. Setelah menjadi bubur plastik kemudian ditekan dengan motor extruder dengan perantara As Spiral dan plastik akhir melalui lubang pengeluaran.
3. Proses selanjutnya setelah plastik keluar lalu dikumpulkan di mana ditengah-tengah lubang pengeluaran ada lubang pengisi angin dan ditiupkan
4. Dengan lubang tersebut plastik ditiup sesuai ukuran yang dibuat agar angin stabil maka harus ditekan dengan menggunakan speed roll.Setelah itu tali plasticpun sudah jadi dan siap dibawa ke ruang penggulungan.
5. Proses selanjutnya adalah pengepakan dan pengemasan. Untuk tali plastik setiap kemasan terdiri dari 25 kg, 32 kg, dan 50 kg/karung. Dalam pengemasan/pengepakan diklasifikasikan menurut ukurannya dan kualitasnya.
Pemenuhan kebutuhan yang berhubungan dengan persediaan bahan dilakukan dengan caramenyediakan gudang untuk menyimpan bahan baku dan bahan hasil produksi. Selain untuk menyimpan bahan baku, gudang yang dimiliki oleh UD, Cahaya Abadi Indah merupakan sarana pendukung kegiatan produksi untuk menyimpan hasil produksi. Pencatatan persediaan bahan baku dalam perusahaan dilakukan hanya pada saat pemasukkan stok bahan baku dan dicocokkan dengan nota pembelian, sehingga pembukuan mengenai persediaan yang ada di gudang belum dicatat secara mendetail, tetapi manajer produksi selalu mengontrol persediaan bahan baku setiap harinya. Sistem keluar masuknya stok bahan baku
diatur oleh manajer produksi, namun karyawan melapor terlebih dahulu apabila kekurangan bahan baku. Manajer produksi selalu mengawasi bahan baku yang datang ke gudang terutama untuk menilai kelayakan bahan baku tersebut untuk digunakan dalam proses produksi.
Sedangkan untuk penyimpanan barang jadi, dilakukan tidak terlalu lama, jadi apabila barang yang diproduksi sudah jadi, barang tersebut langsung dikirim ke pelanggan, tetapi gudang dipakai sebagai penyimpanan bahan jadi sementara yang masih belum memenuhi jumlah pesanan pelanggan. Dengan demikian, barang jadi dalam perusahaan ini tidak menumpuk terlalu banyak. Pengiriman yang dilakukan oleh UD. Cahaya Abadi Indah terhadap barang hasil produksi bergantung pada kesepakatan kedua belah pihak antara UD.
Cahaya Abadi Indah dan pelanggan, apakah perusahaan yang mengirimkan atau pembeli mengambil sendiri barang pesanan. Apabila pihak perusahaan yang diberi kepercayaan oleh pelanggan untuk mengirimkannya, maka perusahaan menggunakan armada transportasi yang dimiliki perusahaan yaitu truk atau pick up untuk pelanggan yang berada di dalam kota Surabaya, tetapi apabila pelanggan dari luar pulau, perusahaan akan bekerjasama dengan perusahaan ekspedisi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, strategi organisasi UD.
Cahaya Abadi Indah dalam keadaan baik, karena strategi yang digunakan UD. Cahaya Abadi Indah searah dengan tujuan perusahaan, yaitu terus menyediakan produk berkualitas dan layanan terbaik kepada pelanggan yang semata-mata dilakukan untuk mencapai kepuasan pelanggan secara maksimal. Adapun hal yang perlu dilakukan oleh UD. Cahaya Abadi Indah di masa yang akan dating adalah dengan terus menjaga kualitas dan pelayanan terbaik dibandingkan pesaingnya dengan cara mengembangkan kualitas SDM sebagai penopang utama jalannya roda usaha agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan layanan terbaik untuk memberi kepuasan pada para pelanggan. Selain itu, perusahaan juga dapat selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan, sebagai keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat.
4.2.2 Kebijakan Dalam Praktik Sumber Daya Manusia UD. Cahaya Abadi Indah Menurut Hasibuan (2002, p.3), sumber daya manusia adalah semua manusia yang terlibat di dalam suatu organisasi dalam mengupayakan terwujudnya tujuan organiasi tersebut. Jadi, sumber daya manusia adalah semua orang yang terlibat yang bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan. Sumber daya manusia yang berkualitas akan sangat menguntungkan bagi perusahaan, karena akan memperbaiki kinerja perusahaan, mempercepat pencapaian tujuan, dan sekaligus akan menciptakan hubungan yang baik antara
tenaga kerja dengan perusahaan.Sumber daya manusia yang dimiliki UD. Cahaya Abadi Indah tidak hanya karyawan, saja namun juga jajaran pimpinan dari manajer sampai dengan Direktur. Selanjutnya, kebijakan dalam praktik sumber daya manusia, UDCahaya Abadi Indah akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Rekruitmen, seleksi dan penempatan karyawan
Dalam mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas, setiap perusahaan harus merancang sistem pengadaan karyawan yang tepat, salah satunya adalah dengan mengadakan rekrutmen tenaga kerja. Setelah proses rekrutmen tenaga kerja dilakukan, organisasi akan memilih para calon karyawan yang memenuhi kriteria untuk menempati jabatan-jabatan kosong di dalam organisasi. Proses pemilihan sumber daya manusia diperlukan agar perusahaan mendapatkan karyawan yang berkualitas. Handoko (2007, p.78) menyatakan bahwa rekrutmen sumber daya manusia adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan SDM oraganisasi atau perusahaan.Perekrutan dan seleksi karyawan di UD. Cahaya Abadi Indah hanya dilakukan kepada calon karyawan yang bekerja sebagai staff kantor atau manajer.
Sedangkan untuk karyawan di bagian produksi, perusahaan tidak melakukan proses rekrutmen dan seleksi.Sebagaimana dijelaskan oleh Irwan selaku Direktur UD.Cahaya Abadi Indah:
Perekrutan karyawan tergolong sederhana, jika perusahaan membutuhkan tenaga kerja harian, perusahaan akan memberitahukan kepada para karyawan apabila perusahaan membutuhkan tenaga kerja, jadi kalau ada saudara atau teman mereka yang membutuhkan pekerjaan dapat langsung datang ke pabrik untuk diajarkan bagaimana cara kerja perusahaan. Sedangkan untuk staff kantor, biasanya perusahaan menggunakan jasa koran untuk membuka lowongan pekerjaan dan kemudian baru diinterview di perusahaan apakah calon karyawan tersebut layak bekerja atau tidak (Irwan)
Hal yang sama juga dijelaskan oleh manajer-manajer di UD.Cahaya Abadi Indah:
Apabila kita membutuhkan staff kantor dan manajer, maka perusahaan akan melakukan proses rekrutmen dan seleksi. Perusahaan memasang iklan lowongan di surat kabar. Sedangkan untuk perekrutan karyawan bagian produksi lebih sederhana lagi karena perusahaan tidak memasang iklan lowongan kerja, tetapi cukup memberitahukan kepada
karyawan bahwa perusahaan butuh tenaga kerja bari dibagian produksi. Perekrutan karyawan di bagian produksi tidak membutuhkan seleksi yang ketat.” (Richard)
Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas, maka perusahaan menetapkan kualifikasi yang harus dipenuhi oleh calon karyawan untuk menempati beberapa posisi di perusahaan. Kualifikasi yang ditetapkan oleh perusahaan merupakan bagian dari seleksi calon karyawan. hal ini dilakukan agar karyawan yang didapatkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sebagaimana dijelaskan oleh Irwan:
Untuk tenaga kerja produksi tidak ada kualifikasi khusus pendidikan terakhir yang penting sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemauan untuk kerja keras. Sedangkan untuk seleksi karyawan yang akan bekerja sebagai manajer bagian adalah persyaratan yang harus dilalui minimal lulusan S1 dengan IPK minimal 3.00, pengalaman bekerja minimal 2 tahun sesuai bidangnya, serta dilakukan interview yang akan dilakukan oleh Manajer Personalia dan Direktur. (Irwan) Mengenai kualifikasi dan persyaratan bagi karyawab, Prijadi juga menjelaskan:
Untuk posisi sebagai staff atau manajer kualifikasi pemilihannya selain berdasarkan hasil wawancara juga harus memenuhi persyaratan pendidikan minimal.Sedangkan untuk karyawan bagian produksi, kualifikasi pemilihannya lebih sederhana karena tidak ada persyaratan tingkat pendidikan minimal dan pengalaman kerja. (Prijadi)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UD.Cahaya Abadi Indah telah melakuksanakan rekruitmen, seleksi dan penempatan karyawan dengan baik.
Berkaitan dengan kebutuhan akan penambahan jumlah karyawan, maka Direktur memberi kewenangan penuh kepada manajer personalia untuk melakukan rekrutmen tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan. Rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan oleh manajer personalia didasarkan pada permintaan dari manajer masing-masing bagian yang membutuhkan karyawan. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan karyawan setingkat manajer, maka manajer personalia akan koordinasi dengan Direktur dalam menentukan kriteria dan kualifikasi calon pelamar agar sesuai kebutuhan perusahaan.
2. Pelatihan dan pengembangan karyawan
Pelatihan yang dilakukan UD.Cahaya Abadi Indah hanya dilakukan untuk mengajarkan tugas-tugas dari karyawan tersebut kemudian menjelaskan bagaimana
gambaran umum jalannya perusahaan serta peraturan-peraturan yang ada di perusahaan kepada karyawan tersebut . Sebagaimana Irwan menjelaskan:
Pelatihan yang dilakukan tidak formal seperti di perusahaan pada umumnya, perusahaan hanya mengajarkan tugas-tugas dari karyawan tersebut kemudian menjelaskan bagaimana gambaran umum jalannya perusahaan serta peraturan-peraturan yang ada di perusahaan kepada karyawan tersebut. (Irwan)
Khusus untuk bagian produksi, aktivitas yang dilakukan lebih banyak menggunakan mesin, karena itu karyawan yang bekerja di bagian produksi membutuhkan ketrampilan dan keahlian dalam mempergunakan mesin-mesin produksi.Berdasarkan teori tentang metode dalam pelatihan sumber daya manusia yang dikemukakan oleh Daft (2006, p.169), UD.Cahaya Abadi Indah tergolong dalam metode pelatihan orientasi yaitu, pendatang baru diperkenalkan budaya, standar-standar, dan tujuan- tujuan organisasi.Dalam hal ini pendatang baru adalah seorang karyawan baru. Bagi karyawan baru yang bekerja di bagian produksi tidak ada pelatihan khusus, proses pembelajaran dalam mempergunakan mesin-mesin produksi dilakukan sambil bekerja.
Sebagaimana dijelaskan oleh Prijadi:
Perusahaan belum pernah mengadakan pelatihan kerja khusus untuk meningkatkan kinerja karyawan.pelatihan kerja yang dilakukan hanya untuk karyawan baru di bagian produksi. (Prijadi)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UD.Cahaya Abadi Indah belum melaksanakan pelatihan dan pengembangan karyawan dengan baik. Oleh karena itu, sebaiknya UD.Cahaya Abadi Indah melakukan pelatihan dan pengembangan agar kemampuan dan kinerja para karyawan dapat ditingkatkan. Sebagaimana dijelaskan oleh Daft (2006, p.169), perusahaan dapat melakukan salah satu atau mengembangkan beberapa metode berikut untuk dalam melaksanakan pelatihan dan pengembangan, yaitu:
1. On the job training, dimana seorang karyawan yang berpengalaman diminta membawa seseorang karyawan baru dan menunjukkan pendatang baru tersebut bagaimana untuk tugas-tugas pekerjaan.
2. Bimbingan (mentoring), dimana seorang karyawan yang lebih berpengalaman dipasangkan dengan seorang pendatang baru atau seseorang pekerja yang kurang berpengalaman untuk menyediakan bimbingan, dukungan, serta kesempatan belajar.
3. Pelatihan orientasi, dimana karyawan baru diperkenalkan budaya, standar- standar, dan tujuan-tujuan organisasi.
4. Pelatihan di ruang kelas, meliputi kuliah-kuliah, pemutaran film-film, teknik- teknik audiovisual dan simulasi dalam konteks operasional UD. Cahaya Abadi Indah.
5. Pelatihan pengarahan diri, dengan melibatkan penggunaan buku-buku, manual-manual, atau komputer untuk menyediakan materi subjek dalam urut- urutan yang terorganisasi dengan baik dan logis.
6. Pelatihan berbasis komputer, meliputi instruksi yang dibantu oleh komputer, pelatihan berbasis web, dan pelatihan jarak jauh.
7.
4.2.3 Kebijakan Dalam Struktur Organisasi UD. Cahaya Abadi Indah
Struktur organisasi bagi UD.Cahaya Abadi Indah ini tidak rumit mengingat perusahaan ini adalah perusahaan perorangan yang segala sesuatunya ditentukan pemiliknya.
Adapun struktur organisasinya dapatdilihat pada gambar 4.1 sebagai berikut:
Gambar 4.1. Struktur Organisasi UD. Cahaya Abadi Indah Sumber : Wawancara
Menurut Cushway dan Lodge (2003) struktur organisasi adalah kerangka kerja yang menjelaskan bagaimana sumber daya dan alur komunikasi serta pembuatan keputusan dialokasikan dan ditangani. Hal ini ditunjukkan dengan garis-garis pada bagan organisasi.
Struktur organisasi yang ada di UD. Cahaya Abadi Indah mengalir dari Direktur yang membawahi beberapa bagian meliputi keuangan, personalia, pemeliharaan mesin, produksi, dan pemasaran. Untuk bagian keuangan membawahi pembukuan dan penagihan. Kemudian untuk bagian produksi terdiri dari beberapa unit kerja yaitu penggilingan, pemrosesan, dan penggulungan. Selanjutnya pada bagian pemasaran membawahi oleh sales.Dengan demikian,
maka dapat diketahui bahwa struktur organisasi pada UD. Cahaya Abadi Indah menggunakan struktur organisasi vertikal.
Menurut Daft (2006, 5), terdapat lima unsur dalam struktur organisasi vertikal yaitu:
spesialisasi kerja, rantai komando, rentang manajemen, sentralisasi dan desentralisasi, dan formalisasi.Selanjutnya, penjelasan masing-masing unsur struktur organisasi UD. Cahaya Abadi Indah akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Spesialisasi kerja
Spesialisasi kerja berkaitan dengan pembagian kerja pada unit-unit kerja di dalam organisasi. Pada UD. Cahaya Abadi Indah telah terdapat spesialisasi kerja yaitu pembagian kerja berdasarkan jabatan dan job desc masing-masing karyawan.Hal ini dapat dilihat dari pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari setiap anggota organisasi di UD. Cahaya Abadi Indah, yaitu sebagai berikut:
a. Direktur
Direktur perusahaan dipegang oleh Bapak Liem Irwan.Tugas utamanya adalah antara lain :
1) Menentukan kebijakan perusahaan
2) Menetapkan kebijaksamaam terhadap kegiatan perusahaan secara menyeluruh
3) Pengambil keputusan penentu untuk seluruh kegiatan operasional perusahaan b. Bagian Personalia
Tugas utama dari bagian personalia antara lain:
1) Mengawasi data para karyawan perusahaan secara keseluruhan 2) Merancang etos kerja yang baik dalam perusahaan
3) Memberhentikan dan menerima karyawan c. Bagian Keuangan
Tugas utama dari bagian keuangan antara lain :
1) Mencatat kegiatan-kegiatan kerja yang telah dilaksanakan dandisusun dalampembukuan perusahaan.
2) Melakukan pembelian bahan baku yang diperlukan dan bahan pelengkap.
3) Mencatat keluar masuknya barang baik bahan baku, bahan pelengkap dan barang jadi.
4) Melakukan penagihan kepada para konsumen yang belum membayar hutang.
5) Merencanakan dan menetapkan anggaran di dalam kelancaran aktivitas perusahaan
d. Bagian Pemeliharaan Mesin
Tugas dan kewajiban bagian ini adalah memperbaiki kerusakan mesin perusahaan secara keseluruhan dan mengadakan perawatan terhadap mesin-mesin secaraberkala. Untuk perawatan mesin-mesin tersebut biasanya dilakukan satu bulan sekali.
e. Bagian Produksi
Secara umum bagian produksi tugasnya adalah mengatur jalannya produksi sesuai dengan kebijaksanaan owner. Secara operasional bagian produksi bertanggung jawab terhadap jalannya produksi sehingga tidak sampai terjadi keterlambatan dalam melayani permintaan konsumen. Bagian produksi ini dibagi menjadi beberapa bagian yang mempunyai tugas masing-masing, yaitu:
1) Bagian penggilingan
Bertugas memproses bahan baku sampai menjadi bahan yang berupa serpihan plastik halus.
2) Bagian pemrosesan
Bertugas memasukan plastik halus tersebut kedalam masin pelebur yang akan diolah oleh mesin menjadi tali plastik.
3) Bagian penggulungan
Bertugas menggulung tali-tali plastik , yang kluar dari mesin pembuat tali dan di masukan kedalam karung-karung yang sesuai dengan permintaan konsumen biasanya per 25kg , 32kg, 50 kg.
f. Bagian Pemasaran
Tugas dari bagian pemasaran adalah melakukan penjualan dan melayani pelanggan agar pelanggan selalu puas menggunakan produk perusahaan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spesialisasi kerja pada UD.Cahaya Abadi Indah telah dilaksanakan dengan baik, perusahaan telah melakukan pembagian kerja pada unit-unit kerja di dalam organisasi, berdasarkan jabatan dan job desc masing- masing karyawan sebagaimana yang dijelaskan dalam Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan UD. Cahaya Abadi Indah.
2. Rantai komando
Rantai komando merupakan garis wewenang tidak terputus yang menghubungkan semua orang dalam organisasi dan meunjukan kepada siapa seseorang harus bertanggung jawab.Dalam rantai komando, terdapat garis wewenang yang menghubungkan antara direktur hingga karyawan.Pendekatan rantai komando yang
digunakan UD. Cahaya Abadi Indah adalah pendekatan berdasarkan tim, dimana organisasi membentuk sejumlah tim untuk menjalankan tugas tertentu dan berkoordinasi dengan departemen utama. Sebagaimana dijelaskan oleh Irawan:
Struktur organisasi perusahaan dapat dikatakan berbentuk garis karena wewenang mengalir dari pimpinan kepada bawahanya dan dari bawahanya mengalir ke bawahanya lagi (Irwan)
Hal yang sama juga dijelaskan oleh Richard dan Prijadi, bahwa rantai komando dari UD. Cahaya Abadi Indah adalah dari pimpinan puncak terus menurun ke bawah hingga ke bawahan, yaitu karyawan:
Bentuknya menurut saya seperti garis ke bawah dari pimpinan puncak yaitu direktur mengalir ke bawahannya manajer dan mengalir lagi ke bawahan yaitu para karyawan (Richard)
Struktur organisasi di perusahaan ini adalah garis ke bawah. Mulai dari Direktur sampai pada karyawan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan rantai komando yang digunakan UD. Cahaya Abadi Indah adalah rantai komando berdasarkan tim, dimana setiap unit staf bertugas untuk melaksanakan tugas sesua job desc dan melakukan koordinasi kepada manajernya dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.
3. Rentang manajemen
Rentang manajemen berkaitan dengan fungsi pengawasan dalam organisasi. Rentang manajemen menunjukkan bahwa seorang menajer memiliki tugas sebagai pengawas terhadap karywannya dan direktur yang melakukan pengawasan terhadap manajer.Sebagaimana dijelaskan oleh pemilik UD. Cahaya Abadi Indah dan para staf:
Pengawasan dilakukan oleh manajer masing-masing (Irwan)
Manajer berperan penting dalam pengawasan pelaksanaan kerja karyawan (Richard)
Karyawan yang melaksanakan pekerjaan diawasi oleh manajer masing- masing (Prijadi)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rentang manajemen dari UD. Cahaya Abadi sudah dioperasionalkan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pengawasan dari direktur kepada kinerja setiap manajer dalam perusahaan.Selanjutnya, manajer juga bertugas untuk melakukan pengawasan dari setiap pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan bawahannya.
4. Sentralisasi/desentralisasi
Sentralisasi/desentralisasi adalah pendelegasian wewenang apakah di tingkat atas organisasi atau di tingkat bawah.Pendelegasian wewenang yang digunakan oleh UD.
Cahaya Abadi Indah adalah sentralisasi, dimana direktur memberikan delegasi terhadap manajer. Sebagaimana dijelaskan oleh pemilik UD. Cahaya Abadi Indah dan para staf:
Pembagian wewenang, tanggung jawab, dan delegasi sesuai dengan deskripsi kerja dari masing-masing bagian sesuai arahan Direktur (Irwan)
Pembagiannya didasarkan pada deskripsi kerja yang diinstruksikan oleh Direktur (Richard)
Yang saya tahu pembagiannya ya sesuai dengan deskripsi kerja masing- masing sesuai arahan Direktur (Prijadi)
Selain itu, manajer juga telah melakuukan koordinasi terhadap karyawan.
Sebagaimana dijelaskan oleh pemilik UD. Cahaya Abadi Indah dan para staf:
“Wewenang keputusan yang ada di perusahaan terdapat pada masing- masing manajer dengan terlebih dahulu berkoordinasi pada direktur”
(Irwan, L1, Structure, g-1, p.)
Penentuan wewenang keputusan di perusahaan ada di tangan manajer.Jadi ketika ada permasalahan di suatu divisi maka manajer di divisi tersebut memiliki wwenang dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah. Sebelum memutuskan biasanya manajer berkoordinasi terlebih dahulu dengan direktur (Richad)
Selama ini wewenang dalam pengambilan keputusan sepenuhnya dipegang oleh manajer (Prijadi)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendelegasian wewenang dengan cara sentralisasi telah dilaksanakan dengan baik di UD. Cahaya Abadi Indah, karena direktur telah berhasil melaksanakan koordinasi dengan baik kepada para manajernya.
Di sisi lain para manajer juga telah berhasil melaksanakan koordinasi kepada karyawan bawahannya dengan baik.
5. Formalisasi
Formalisasi adalah dokumentasi secara tertulis untuk mengarahkan dan mengontrol karyawan.Formalisasi yaitu dokumen tertulis yang berisi mengenai tugas, tanggung
jawab, dan wewenang. Secara tertulis, struktur organisasi yang ada di perusahaan ini sudah terformalisasi dengan baik, sebagaimana dijelaskan oleh Irwan:
Struktur organisasi yang ada di perusahaan ini sudah terformalisasi dengan adanya dokumen tertulis yang berisi mengenai struktur organisasi yang meliputi strukturnya, tugas, tanggung jawab, dan wewenang karyawan (Irwan)
Pada kasus tertentu, manajer akan melaksanakan formalisasi tugas dan tanggung jwab karyawan secara lisan kepada karyawan sesuai arahan dari direktur. Sebagaimana dijelaskan oleh Richard:
atau pekerjaan tidak tertera dalam tugas dan tanggung jawab karyawan,
Struktur organisasi di perusahaan sudah terformalisasi. Selanjutnya, jika suatu tugas atau pekerjaan tidak tertera dalam tugas dan tanggung jawab karyawan, dari masing-masing manajer akan member tugas baru kepada para karyawan berdasarkan instruksi dan arahan dari direktur (Richard) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UD. Cahaya Abadi Indah telah melaksanakan formalisasi tugas dan tanggung jawab anggota organisasi dengan baik, karena telah memiliki bukti tertulis mengenao struktur organisasi termasuk tugas dan tanggung jawabnya. Selain itu, manajer juga telah membantu melaksanakan formalisasi sruktur organisasi perusahaan secara lisan kepada para karyawan berdasarkan arahan dari direktur.
4.2.4 Kebijakan Dalam Sistem Balas Jasa UD. Cahaya Abadi Indah
Suatu perusahaan jasa akan dapat berkembang bila memiliki sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Untuk mencari sumber daya manusia yang baik disini harus benar- benar memilah dari pelamar pekerjaan yang ada. Dari sumber daya manusia yang baik disini harus terus dikembangkan dengan cara memotivasi dalam tiap pekerjaannya. Memotivasi pekerjaan dapat berupa pemberian rewards tersendiri agar sumber daya manusia sebagai karyawan disini bisa terus/ingin maju lagi dan mendapatkan apa yang diinginkannya.
Pemberian rewards disini selain sebagai motivasi kerja bagi karyawan juga sebagai balas jasa atas apa yang sudah dilakukan oleh karyawan terhadap perusahaan, karena bila tidak ada karyawan perusahaan tidak akan bisa berjalan dan berkembang.
Menurut Mulyadi (1998, p.434) sistem reward dan pengakuan atas kinerja karyawan merupakan sarana untuk mengarahkan perilaku karyawan ke perilaku yang dihargai dan diakui oleh organisasi.Pemberian rewards kepada karyawan mencerminkan upaya
perusahaan untuk mempertahankan memotivasi sumber daya manusia yang berkualitas dalam mendukung perusahaan mencapai tujuan. Pemberian rewards juga dapat digunakan sebagai sarana dalam memotivasi karyawan agar bekerja secara maksimal di mana pemberian rewards kepada karyawan dapat berupa kompensasi. Kompensasi diberikan perusahaan sebagai imbalan kepada karyawan atas pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran untuk bekerja di perusahaan.
Reward secara finansial yang diberikan UD. Cahaya Abadi Indah kepada para karyawannya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Gaji bulanan
Untuk sistem penggajian bulanan dilakukan kepada bagian staff dan karyawan perusahaan di akhir bulan.Besar kecilnya jumlah gaji yang diterima karyawan berdasarkan pada jabatan, prestasi kerja dan lamanya kerja.Jumlah yang diterima untuk karyawan bulanan berkisar antara Rp. 2.350.000sampai dengan Rp. 4.150.000.
Perusahaan memberikan gaji sesuai dengan ketentuan Upah Minimum Kota (UMK) yang ditetapkan di Surabaya. Sehingga ketika ada kebijakan pemerintah untuk menaikkan UMK, maka perusahaan akan mengikuti kebijakan pemerintah tersebut dengan menaikkan gaji karyawan sesuai UMK yang baru.
2. Upah borongan
Upah ini diberlakukan oleh perusahaan kepada karyawan harian bagian produksi, jadi perusahaan memberikan upah kepada karyawannya sesuai dengan hasil yang dicapai oleh karyawan tersebut, hal ini dilakukan supaya karyawan bagian produksi termotivasi memproduksi suatu barang dengan cepat dan jumlah yang besar, agar mereka mendapat gaji yang lebih tinggi. Upah tersebut diberikan pada hari yang sama pada saat pekerjaan itu terselesaikan. Apabila karyawan harian dapat menyelesaikan pekerjaannya sebelum dari waktu yang ditentukan, perusahaan akan memberi kompensasi berupa bonus tambahan gaji kepada karyawan tersebut hingga 20% dari upah borongan yang mereka dapatkan.Dalam satu hari, upah borongan, khususnya yang didapat oleh karyawan bagian penggulungan adalah Rp. 50.000/hari.Jika karyawan dapat bekerja melebihi target, manajemen member bonus sekitar Rp.
10.000/hari. Sehingga jumlah pendapatan per hari karyawan yang bekerja melebihi target adalah sebesar Rp. 60.000/hari.
Di luar gaji atau upah, perusahaan juga memberikan uang makan bagi karyawan.Kebijakan ini ditetapkan perusahaan agar karyawan dapat memenuhi kebutuhan gizinya, sehingga memiliki semangat dalam bekerja. Kebijakan ini diperuntukkan bagi
seluruh karyawan di perusahaan termasuk karyawan harian bagian produksi.Ada juga tunjangan-tunjangan lainnya yang diberikan kepada karyawan yang terdiri dari tunjangan asuransi Jamsostek.Untuk beberapa karyawan yang sudah ikut perusahaan lebih dari 2 tahun dan memiliki kinerja yang baik, perusahaan akan memberikan jaminan asuransi kepada karyawan tersebut. Kebijakan ini ditetapkan sebagai bentuk penghargaan terhadap karyawan yang telah lama bekerja di perusahaan dan memiliki kinerja baik, sehingga diharapkan karyawan dapat terus bekerja di perusahaan. Kebijakan ini hanya diperuntukkan bagi staff di kantor dan para manajer.
Ada juga Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan kepada setiap tenaga kerja sebesar satu bulan gaji. Kebijakan ini ditetapkan selain sebagai penghargaan bagi karyawan yang merayakan hari raya keagamaan juga untuk mematuhi Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia. Nomor Per-04/MEN/1994 Tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan.
Pemberian Tunjangan Hari Raya hanya diperuntukkan bagi staff di kantor dan para manajer.
Selain reward secara finansial, UD. Cahaya Abadi Indah juga memberikan imbalan kepada para karyawannya berupa hari libur atau cuti hamil dan menstruasi pada karyawan wanita.
Cuti hamil diberikan perusahaan kepada karyawan perempuan selama tiga bulan, sedangkan untuk cuti haid paling lama dua hari.
Secara keseluruhan, jumlah reward finansial yang diberikan UD. Cahaya Abadi Indah kepada para karyawannya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tabel 4.1. Perbandingan harga produk perusahaan dengan pesaing
No Jabatan Uang
Makan./hari Gaji/bulan Gaji/hari
1 Personalia Rp 10.000 Rp 3.000.000 Rp -
2 Pembukuan dan
Penagihan Rp 10.000 Rp 2.700.000 Rp -
3 Pemeliharaan Mesin Rp 10.000 Rp 3.400.000 Rp -
4 Penggilingan dan
Pemrosesan Rp 10.000 Rp 2.200.000 Rp -
5 Sales Rp 10.000 Rp 2.600.000 Rp -
6 Penggulungan Rp 10.000 Rp - Rp 50.000
Sumber: Data diolah (2014)
Dari perbandingan harga produk perusahaan dengan pesaing, dari keempat produk yang dihasilkan oleh UD. Cahaya Abadi, produk tali kur plastik, sedotan plastik, dan PVC miliki UD. Cahaya Abadi memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya, yaitu UD. HM-Plastik.Hanya ada satu produk UD.HM-Plastik yeng memiliki harga lebih murah dibandingkan UD. Cahaya Abadi, yaitu rotan plastik.
Berdasarkan hasil wawancara Irwan, dapat diketahui bahwa beberapa keuntunganyang didapat karyawan yang bekerja di UD. Cahaya Abadi Indah adalah kondisi kerja di perusahaan cukup baik:
Kondisi kerja di perusahaan cukup baik ditinjau dari bangunan pabrik dan ruangan kantor yang cukup luas membuat karyawan leluasa untuk bergerak, adanya kipas angin, ventilasi dan penerangan yang cukup membuat sirkulasi udara berjalan baik sehingga baik tenaga kerja produksi maupun kantor dapat bekerja dengan nyaman. Selain itu terdapat musholla untuk beribadah dan toilet untuk menunjang kebutuhan tenaga kerja. Kemudian setiap karyawan yang ada di bagian produksi mendapatkan seragam yang harus digunakan pada saat bekerja (Irwan)
Gambar 4.2.Kondisi lingkungan UD. Cahaya Abadi Indah
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UD. Cahaya Abadi Indah telah melaksanakan sistem reward yang baik kepada para karyawannya, karena telah memberikan gaji sesuai dengan UMK yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Rewards yang diberikan UD.Cahaya Abadi Indah kepada karyawan adalah berupa pemberian kompensasi finansial dan non-finansial. Upah borongan sebagai balas jasa atas pekerjaan yang diberikan pada karyawan harian, sedangkan gaji merupakan balas jasa atas pekerjaan atau pikiran yang telah diberikan untuk kepentingan perusahaan dan diberikan setiap satu bulan sekali. Selain itu, perusahaan juga memberikan tunjangan-tunjangan kepada karyawan yang terdiri dari:
uang makan, tunjangan asuransi Jamsostek dan Tunjangan Hari Raya (THR). Sedangkan kompensasi non-finansial yang diberikan UD.Cahaya Abadi Indah kepada karyawan berupa cuti hamil dan menstruasi pada karyawan wanita.Dengan adanya kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi bagi karyawan dan tenaga kerja untuk terus meningkatkan kinerjanya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan perusahaan.
4.2.5 Kebijakan Dalam ProsesOrganisasi UD. Cahaya Abadi Indah
Proses organisasi merupakan kegiatan yang memberikan kebijakan-kebijakan dan mengatur sebuah organisasi untuk dapat mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.Menurut Handoko (2009, p.25) proses pengorganisasian dapat ditunjukkan dengan tiga langkah prosedur, yaitu: perincian seluruh kegiatan yang harus dilaksanakan untukmencapai tujuan organisasi; pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan- kegiatan yangsecaralogis dapat dilaksanakan oleh satu orang; dan pembagian kerja inisebaiknya tidak terlalu berat juga tidak terlalu ringan. Proses organisasi UD. Cahaya Abadi Indahakan dijelaskan sebagai berikut:
1. Proses Koordinasi dan Proses Kerja
Koordinasi merupakan proses pengintegrasian tujuan dan aktivitas di dalam suatu perusahaan atau organisasi agar mempunyai keselarasan di dalam mencapai tujuan yang ditetapkan, pengkoordinasian dimaksudkan agar para manajer mengkoordinir sumber daya manusia dan sumber daya lain yang dimiliki organisasi tersebut(Hasibuan, 2006, p.85). Sebagaimana dapat dilihat dari bagan struktur organisasi UD. Cahaya Abadi Indah (Koordinasi sering dilakukan oleh direktur dan manajer. Koordinasi dilakukan direktur untuk memberikan arahan atau instruksi kepada manajer mengenai pelaksanaan tugas hal.61), dapat diketahui bahwa proses koordinasi antar bagian dalam organisasi UD. Cahaya Abadi Indahdimulai dariDirektur, kemudian kepada para manajer, staf dan karyawan:
Proses koordinasi di perusahaan dimulai dari direktur yang memberikan beberapa arahan dan instruksi kepada manajer di seluruh divisi-divisi perusahaan mengenai tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan sesuai dengan arahan yang diberikan yang kemudian diteruskan kepada bawahannya (Irwan)
Berdasarkan keterangan Irawan sebagai direktur perusahaan, dapat diketahui bahwa ia selaku direktur memberikan beberapa arahan dan gambaran kerjakepada kepala bagian atau manajer-manajer di seluruh divisi-divisi perusahaan mengenai tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Sebagaimana dijelaskan oleh para manajer UD. Cahaya Abadi Indah:
Proses koordinasi di perusahaan dimulai dari direktur yang memberikan beberapa arahan dan instruksi kepada manajer di seluruh divisi-divisi perusahaan mengenai tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan sesuai dengan arahan yang diberikan yang kemudian diteruskan kepada bawahannya. (Richard)
Proses koordinasi paling sering dilakukan oleh para pimpinan terutama direktur dan manajer. Koordinasi dilakukan ketika ada pendelegasian tugas dan permasalahan yang terjadi pada suatu divisi. (Richard)
Setelah kepala-kepala bagian tersebut bersama divisinya mengadakan rapat untuk mendiskusikan arahan yang diberikan oleh direktur untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya tanpa menimbulkan suatu masalah. Meskipun tidak terdapat standar
prosedur operasional perusahaan, namun seluruh karyawan dan tenaga kerja dituntut untuk bekerja dengan optimal sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Direktur.
Seiring berjalannya waktu, arahan tersebut sudah tertanam dalam setiap karyawan sehingga masing-masing karyawan telah mengetahui apa tugas dan kewajibannya dalam organisasi untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasi.
2. Konflik dan manajemen konflik
Daft (2006, p.484-487) menyatakan bahwa terdapat empat sumber penyebab terjadinya konflik, yaituketidaksesuaian tujuan, diferensiasi, keterkaitan dalam tugas dan keterbatasan sumber daya. Keempat sumber konflik tersebut berasal dari lingkungan internal organsasi. Ketidaksesuaian tujuan adalah penyebab terbesar terjadinya konflik dalam organisasi. Karena itu, untuk mengurangi konflik organisasi diperlukan kesamaan tujuan.
Dalam konteks lingkungan kerja UD. Cahaya Abadi Indah, permasalah utama yang sering menjadi konflik internal perusahaan adalah masalah kedisiplinan karyawan.
Sebagaimana dijelaskan oleh direktur dan manajer perusahaan berikut ini:
Permasalahan yang sering muncul dalam proses produksi dan operasional perusahaan adalah masalah kedisiplinan karyawan, keterlambatan produksi, dan hasil produksi yang tidak sesuai dengan standar perusahaan (Irwan)
Konflik dalam perusahaan tentu pernah terjadi. Yang paling sering adalah masalah produksi dan karyawan yang kurang berdisiplin (Richard)
Namanya juga perusahaan yang didalamnya banyak orang yang terlibat, konflik tentu sering terjadi. Paling sering ketika perusahaan menghadapi masalah produksi atau terkait kedisiplinan karyawan (Prijadi)
Berdasarkan hasil wawancara tersebut, dapat diketahui bahwa hal tersebut disebabkan apabila terdapat pekerja yang tidak masuk bekerja, maka akan berdampak terhadap proses produksi yang dilakukan. Kendala tersebut menyebabkan karyawan yang lain dituntut untuk saling mengisi kekosongan yang terjadi serta mengerjakan tugas dan tanggung jawab dari karyawan yang tidak masuk bekerja. Berawal dari permasalahan kecil mengenai kedisiplinan karyawan ini, telah membuat proses produksi UD.
Cahaya Abadi Indah tidak berjalan dengan baik.Untuk mengatasi permasalahan ini, manajer dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut sehingga proses
produksi dan operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik. Proses penanganan masalah tersebut dilakukan dengan melihat permasalahan yang muncul. Apabila masalah yang muncul dirasa mampu untuk diselesaikan oleh manajer, maka permasalahan tersebut tidak perlu sampai ke Direktur,namun Direktur tetap mendapatkan laporan mengenai permasalahan yang muncul serta penanganan yang dilakukan sehingga dapat menjadi pertimbangan oleh Direktur Perusahaan untuk menentukan kebijakan-kebijakan kedepannya agar tidak muncul permasalahan yang dapat mengganggu proses produksi dan operasional perusahaan. Sedangkan permasalahan yang tidak mampu diselesaikan oleh manajer, maka permasalahan tersebut langsung ditangani oleh Direktur Perusahaan kemudian Direktur Perusahaan memberikan arahan mengenai solusi yang harus dilakukan serta melakukan perubahan kebijakan agar permasalahan yang sama tidak muncul kembali.Oleh karena itu, hasil analisis ini menunjukkan bahwa UD.Cahaya Abadi Indah telah mampu mengelola konflik internal perusahaan.
4.3 Pembahasan Five Star Model UD. Cahaya Abadi Indah
Gambar 4.3. Analisis The Star ModelUD. Cahaya Abadi Indah
Berdasarkan gambar 4.3. dapat dijelaskan bahwa di dalam Star Model aturan desain dibagi menjadi 5 kategori. Pertama, strategi yang menunjukan arah. Kedua adalah people, mengandung cara berpikir dan kemampuan karyawan.Ketiga adalah struktur, yang menunjukan lokasi dari kekuatan pengambilan keputusan. Keempatadalah reward, mengandung motivasi untuk performa seseorang dan menunjukan tujuan
organisasi.Selanjutnya, analisis The Star ModelUD. Cahaya Abadi Indahakan dijelaskan sebagai berikut:
1. Strategi (Strategy)
Strategi menentukan arah dan tujuan organisasi. Strategi sebagai sebuahvisi dan misi organisasi mempengaruhi tindakan yang akan diambil oleh organisasi dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sebagai sebuah panduan membentuk keunggulan kompetitif (competitive advantage) dan kompetensi yang unik (distinctive competencies) dalam menghadapi persaingannya.Secara keseluruhan, strategi organisasi UD. Cahaya Abadi Indah dalam keadaan baik, karena strategi yang digunakan UD. Cahaya Abadi Indah searah dengan tujuan perusahaan, yaitu terus menyediakan produk berkualitas dan layanan terbaik kepada pelanggan yang semata- mata dilakukan untuk mencapai kepuasan pelanggan secara maksimal.
2. Praktek SDM (People)
Praktek sumber daya manusia, mencakup aktivitas merekrut, seleksi,rotasi, pelatihan, dan pengembangan, untuk menciptakan kemampuan yang berhubungan dengan organisasi dari individu-individu untuk menunjang strategi organisasi yang telah ditentukan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UD.Cahaya Abadi Indah belum melaksanakan pelatihan dan pengembangan karyawan dengan baik. Oleh karena itu, sebaiknya UD.Cahaya Abadi Indah melakukan pelatihan dan pengembangan agar kemampuan dan kinerja para karyawan dapat ditingkatkan.
3. Struktur (Structure)
Struktur menentukan pembagian kuasa dan wewenang formal di dalam organisasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:
a. Spesialisasi kerja pada UD. Cahaya Abadi Indah telah dilaksanakan dengan baik, perusahaan telah melakukan pembagian kerja pada unit-unit kerja di dalam organisasi, berdasarkan jabatan dan job desc masing-masing karyawan sebagaimana yang dijelaskan dalam Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan UD.
Cahaya Abadi Indah.
b. Pendekatan rantai komando yang digunakan UD. Cahaya Abadi Indah adalah rantai komando berdasarkan tim, dimana setiap unit staf bertugas untuk melaksanakan tugas sesua job desc dan melakukan koordinasi kepada manajernya dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.
c. Rentang manajemen dari UD. Cahaya Abadi sudah dioperasionalkan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pengawasan dari direktur kepada kinerja
setiap manajer dalam perusahaan.Selanjutnya, manajer juga bertugas untuk melakukan pengawasan dari setiap pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan bawahannya.
d. Pendelegasian wewenang dengan cara sentralisasi telah dilaksanakan dengan baik di UD. Cahaya Abadi Indah, karena direktur telah berhasil melaksanakan koordinasi dengan baik kepada para manajernya. Di sisi lain para manajer juga telah berhasil melaksanakan koordinasi kepada karyawan bawahannya dengan baik.
e. UD. Cahaya Abadi Indah telah melaksanakan formalisasi tugas dan tanggung jawab anggota organisasi dengan baik, karena telah memiliki bukti tertulis mengenai struktur organisasi termasuk tugas dan tanggung jawabnya. Selain itu, manajer juga telah membantu melaksanakan formalisasi sruktur organisasi perusahaan secara lisan kepada para karyawan berdasarkan arahan dari direktur.
4. Balas Jasa (Rewards)
Balas jasa merupakan cara untuk menyelaraskan tujuan individu, perilaku, dan kinerja individu yang sesuai dengan strategi organisasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UD. Cahaya Abadi Indah telah melaksanakan sistem reward yang baik kepada para karyawannya, karena telah memberikan gaji sesuai dengan UMK yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Rewards yang diberikan UD.Cahaya Abadi Indah kepada karyawan adalah berupa pemberian kompensasi finansial dan non-finansial. Upah borongan sebagai balas jasa atas pekerjaan yang diberikan pada karyawan harian, sedangkan gaji merupakan balas jasa atas pekerjaan atau pikiran yang telah diberikan untuk kepentingan perusahaan dan diberikan setiap satu bulan sekali. Selain itu, perusahaan juga memberikan tunjangan-tunjangan kepada karyawan yang terdiri dari: uang makan, tunjangan asuransi Jamsostek dan Tunjangan Hari Raya (THR). Sedangkan kompensasi non-finansial yang diberikan UD.Cahaya Abadi Indah kepada karyawan berupa cuti hamil dan menstruasi pada karyawan wanita.Dengan adanya kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi bagi karyawan dan tenaga kerja untuk terus meningkatkan kinerjanya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan perusahaan.
5. Proses (Processes)
Menggambarkan hubungan penyebaran informasi dan pengambilan keputusan yang melintasi batasan departemen. Proses organisasi UD. Cahaya Abadi Indah adalah sebagai berikut:
a. Proses koordinasi dan proses kerja
Proses koordinasi antar bagian dalam organisasi UD. Cahaya Abadi Indahdimulai dariDirektur, kemudian kepada para manajer, staf dan karyawan.
b. Konflik dan manajemen konflik
Dalam konteks lingkungan kerja UD. Cahaya Abadi Indah, permasalah utama yang sering menjadi konflik internal perusahaan adalah masalah kedisiplinan karyawan.bahwa hal tersebut disebabkan apabila terdapat pekerja yang tidak masuk bekerja, maka akan berdampak terhadap proses produksi yang dilakukan.
Kendala tersebut menyebabkan karyawan yang lain dituntut untuk saling mengisi kekosongan yang terjadi serta mengerjakan tugas dan tanggung jawab dari karyawan yang tidak masuk bekerja.
Berdasarkan hasil analisis ini, maka alternatif desain organisasi yang perlu dipraktikkan UD. Cahaya Abadi Indah adalah sebagai berikut:
1. Terus menjaga kualitas dan pelayanan terbaik dibandingkan pesaingnya dengan caramengembangkan kualitas SDM sebagai penopang utama jalannya roda usaha agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan layanan terbaik untuk memberi kepuasan pada para pelanggan.
2. Menjaga hubungan baik dengan pelanggan, sebagai keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat.
3. Perusahaan dapat melakukan salah satu atau mengembangkan beberapa metode berikut untuk dalam melaksanakan pelatihan dan pengembangan, yaitu:
a. On the job training, dimana seorang karyawan yang berpengalaman diminta membawa seseorang karyawan baru dan menunjukkan pendatang baru tersebut bagaimana untuk tugas-tugas pekerjaan.
b. Bimbingan (mentoring), dimana seorang karyawan yang lebih berpengalaman dipasangkan dengan seorang pendatang baru atau seseorang pekerja yang kurang berpengalaman untuk menyediakan bimbingan, dukungan, serta kesempatan belajar.
c. Pelatihan orientasi, dimana karyawan baru diperkenalkan budaya, standar- standar, dan tujuan-tujuan organisasi.
d. Pelatihan di ruang kelas, meliputi kuliah-kuliah, pemutaran film-film, teknik- teknik audiovisual dan simulasi dalam konteks operasional UD. Cahaya Abadi Indah.
e. Pelatihan pengarahan diri, dengan melibatkan penggunaan buku-buku, manual- manual, atau komputer untuk menyediakan materi subjek dalam urut-urutan yang terorganisasi dengan baik dan logis.
f. Pelatihan berbasis komputer, meliputi instruksi yang dibantu oleh komputer, pelatihan berbasis web, dan pelatihan jarak jauh.