I
,
KEPUTUSAN MENTER! PARIWISATA, POS DAN TELEKOMUNIKASI NOMOR KM.121/DL.107/MPPT-91
TENTANG
Menimbang
PEMBINAAN KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PARIWISATA,
POS DAN TELEKDMUNIKASI
MENTER! PARIWISATA
1POS OAN TELEKOMUNIKASI,
a. bahwa dalam rangka pembinaan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Oepartemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi, perlu mewujudkan penataan pembinaan karier melalui pemenuhan norma-norma jabatan dan kepangkatan yang tepat dan jelas sebagai upaya penciptaan aparatur pemerintah yang bersemangat, berdisiplin, bersih. berwibawa, berdaya guna dan bertlasil guna;
b. bahwa sehubungan hal tersebut di atas, perlu ditetapkan Keputusan Menteri Parpostel tentang Pembinaan Karier Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi ;
Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 tambahan Lembaran Negara Nomor 3041 ) ;
Pokok-Pokok
Nomor-
55,
2. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1975 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1975 Nomor 26, tambahan Lembaran Negara Nomor 4058 jo.PP.3 - 1990) ;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980 tentang Pengangkatan dalam Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1980 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara R.l Nomor 3156 jo. PP.20 - 1991) ; 4. Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1974 tentang
Pokok-Pokok Organisasi Departemen;
\
5. Keputusan
5. Keputusan Presiden Nomor 15 Susunan Organisasi Departemen beberapa kali diubah terakhir Presiden Nomor 25 Tahun 1990 ;
Tahun 1984 t.ent.anq
sebagaimana tel ah dengan Keputusan
6. Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun
Jenjang Pangkat dan Tunjangan Jabatan 1985 tentang Struktural ; 7. Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi
Nomor KM.08/0T.001/MPPT-84 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Parpostel, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Nomor KM.77/0T.001/MPPT-91 ; 8. Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi
Nomor KM.35/KP.403/MPPT-88 tentang Dewan Jabatan dan Kepangkatan di lingkungan Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi :
9. Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Nomor KM.36/KP.403/MPPT-88 tentang Sidang Jabatan dan Kepangkatan di lingkungan Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi ;
Memperhatikan Surat Negara Jenjang
Edaran Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Nomor 02/SE/1985 tanggal 11 Maret 1985 tentang Pangkat
danTunjangan Jabatan Struktura1
"' Menetapkan
M E M U T U S � A N
KEP!JTUSAN MENTERI
Pt..RIWI�ATA,
POS DAN TELE¥0MUNIKASITENT,"-.t�G PEMOINAAN KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL DI
LINGKUNGAtJ DE:P�RT[M[N PARPOSTEL.
BAB I
- 3 -
BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Pertama
Pengertian Pasal 1
Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan:
.. a.
b.
Menteri adalah Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi . Pembinaan adalah segala sesuatu, tindakan dan
berhubungan dengan perencanaan, penyusunan, pengerahan serta pengendalian segala sesuatu secara dan berhasil guna.
kegiatan yang pengembangan, berdaya guna
c. Karier adalah kesempatan yang sama dan terbuka bagi setiap pegawai dalam hal mendapatkan kesempatan menduduki jabatan dan pengembangan kepangkatan.
d. Pola Pembinaan Karier adalah kerangka pengembangan pegawai yang menggambarkan saling keterkaitan dan keserasian antara jabatan, pangkat, pendidikan dan pelatihan serta masa jabatan seorang pegawai selama pengabdiannya.
e. Jabatan
wewenang adalah kedudukan yang menunjukkan
dan hak seorang pegawai dalam tugas.
rangka ta,nggung susunan jawab
1satuan
� f.
g.
h.
organisasi.
Eselon adalah tingkatan jabatan struktural.
Kepangkatan adalah pangkat yang diduduki seorang pegawa1 sejak diangkat menjadi pegawai sampai dengan jenjang karier yang tertinggi.
Pendidikan dan Pelatihan adalah proses kegiatan yang membentuk dan mengembangkan kualitas pegawai agar senantiasa berwatak manusia Pancasila, memiliki mutu, keahlian dan ketrampilan yang sesuai dengan tuntutan tugas jabatan, perkembangan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi.
i. Pendidikan
awal dan
dalam i. Pendidikan dan pelatihan Pra Jabatan, adalah suatu pendidikan
pelatihan yang diberikan kepada Pegawai dalam masa pengabdiannya. sehingga diharapkan ia dapat terampil melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya.
j. Pendidikan dan Pelatihan dalam jabatan adalah pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada Pegawai dalam upaya pengembangan kemampuan dan ketrampilan dan sebagai dasar untuk pengangkatan dalam tingkat jabatan yang lebih tinggi.
k. Pegawai adalah Pegawai Negeri Sipil termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil Dep. Parpostel, Pegawai Negeri Sipi 1 yang diperbantukan/dipekerjakan instansi lain, dan Karyawan ABRI, pegawai bulanan disamping pensiun yang diperbantukan/dipekerjakan pada Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi.
1. Pegawai yang diperbantukan adalah pegawai yang ditugaskan pada instansi lain, yang pembinaan administrasinya tetap berada pada instansi asal, sedangkan gaji dan tugasnya diatur oleh instansi yang menerima perbantuan.
m. Pegawai yang dipekerjakan adalah pegawai yang ditugaskan pada instansi lain, yang pembinaan administrasi dan gajinya tetap menjadi tanggung jawab instansi asal, sedangkan tugas-tugasnya diatur oleh instansi yang menerima.
n. Penugasan dalam jabatan adalah proses kegiatan penempatan pegawai dalam jabatan.
o. Sistem karier adalah suatu sistem kepegawaian, pengangkatan pertama didasarkan atas kecakapan yang sedangkan dalam pengembangannya didasarkan atas pengalaman, kesetiaan, pengabdian dan syarat obyektif
dimana untuk bersangkutan, masa kerja
1lainnya.
p. Sistem prestasi kerja adalah suatu sistem kepegawaian dimana pengangkatan seseorang dalam suatu jabatan didasarkan kecakapan dan prestasi yang telah dicapai.
untuk atas
Bagian Kedua M�ksud dan Tujuan
Pasal 2
( 1 ) Pola Pembinaan Karier dimaksudkan sebagai pedoman dalam rangka pengembangan karier Pegawai dan sebagai pengembangan karier seorang pegawai.
bagi Pimpinan gambaran jalur
( 2) ...
(2)
Pola Pembinaan Karier pangkat, pendidikan lingkungan Oepartemen
bertujuan untuk pemenuhan norma-norma jabatan, dan pelatihan secara tepat bagi pegawai di Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi.
Bagian Ketiga S a s a r a n
Pasal 3
Sasaran pol a
Pariwisata, Pos pembinaan karier
dan Telekomunikasi pegawai
untuk :di lingkungan Departemen '-" a. Meningkatkan motivasi kerja dalam pengabdiannya kepada Negara dan
Pemerintah melalui Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi.
b. Menciptakan sistem pembinaan karier pegawai yang efisien dan efektif di lingkungan Oepartemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi.
c. Menyiapkan kader-kader pimpinan yang bersemangat kerja yang tinggi, berdisiplin, jujur, bersih, berwibawa, berdaya guna dan berhasil guna.
d. Menciptakan
kepentingan suasana kerja yang serasi, selaras dan seimbang pegawai dengan kepentingan organisasi.
Bagian Keempat Ruang lingkup
Pasal 4
antara
'-,. Pembinaan karier Pegawai Oep. Parpostel dilaksanakan melalui aspek a. Perencanaan
b. Pendidikan dan Pelatihan c . Kepangkatan
d. Pengangkatan dalam jabatan
Pasal 5
(1)
Unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam pembinaan karier pegawai adal ah :
(a) Faktor usia (b) Masa kerja ( c) Kepangkatan (d) Pengembangan
(e) Tingkat kepemimpinan
(f)
Pendidikan dan pelatihan
(g)
Eselon.
( 2) . . • .
(2) Unsur-unsur pola pembinaan karier pegawai Dep. Parpostel sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) di atas pasal ini digambarkan dalam matrik
I, II dan III sesuai lampiran dalam surat keputusan ini.
BAB II
MEKANISME PELAKSANAAN POLA PEMBINAAN KARIER Bagian Pertama
P e n g a d a a n
Pasal 6
Pembinaan karier yang dikembangkan Pensiun.
pegawai disusun dalam mekanisme perencanaan mulai dari rencana Pengadaan Pegawai sampai
Pasal 7
Pegawai
dengan
Pelaksanaan pengadaan Pegawai melalui a. Penerimaan langsung dari masyarakat b. Pelimpahan dari instansi lain
c. Tenaga perbantuan.
Bagian Kedua
Pendidikan dan Pelatihan Pasal 8
'-,. Pembi naan
pengetahuan Jabatan dan
karier Pegawai dikembangkan melalui dan ketrampilan yang pelaksanaannya Oiklat dalam jabatan.
Pasal 9
peningkatan mutu melalui Diklat Pra
(1) Pendidikan dan pelatihan pra jabatan meliputi bidang-bidang pokok yaitu kepribadian Pegawai, administrasi, manajeman, tehnis fungsional, ilmu pengetahuan dan tehnologi serta kejuruan, dengan penekanan pada kebutuhan untuk pembentukan Pegawai baik selaku staf dan atau calon pimpinari.
(2) Pendidikan dan pelatihan dalam jabatan meliputi bidang-bidang pokok yang termaktub dalam ayat (1) di atas dengan penekanan pada kebutuhan pengembangan dan peningkatan mutu, kemampuan, keahlian dan pengabdian.
Pasal 10 ....
Pasal 10
Pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalaa pasal 9 ayat (2) di atas akan diatur dalam suatu pola pendidikan dan pelatihan tersendiri.
Bagian Ketiga
Pengembangan Kepangkatan Pasal 11
(1) Jenjang kepangkatan Pegawai dikeabangkan melalui strata pendidikan formal dan jabatan.
(2) Pegawai yang memangku jabatan struktural yang pangkatnya masih di bawah pangkat terendah yang ditentukan untuk jabatan itu dapat diberikan kenaikan pangkat pilihan percepatan dengan ketentuan:
(a) Sekurang-kurangnya telah menduduki jabatan selama satu tahun dan pangkat selama dua tahunt serta DP-3 selaaa dua tahun berturut- turut, setiap unsur penilaian baik.
(b) Diantara pangkat pilihan percepatan dari Ike II dan dari II ke III harus diselingi kenaikan pangkat pilihan biaea.
( c ) Kenaikan
banyaknya pangkat pilihan percepatan dapat diberikan
3 (tiga) kali selama menjadi Pegawai Negeri sebanyak- Sipil.
(3) Pengembangan kepangkatan bagi Pegawai diperbantukan/dipekerjakan di luar instansi dan karyawan ABRI aerta pegawai perbantuan dari luar instansi akan diatur tersendiri seauai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Bagian Keempat
Pengangkatan dalam jabatan Pasal 12
( 1 )
Pembinaan
perpaduan karier pegawai dilaksanakan dan
antara sistem karier dengan sistem dikembangkan melalui prestasi kerja.
( 2)
Pengangkatan dalam seseorang pegawai (dua) strata di diduduki serta pengembangan autu
jabatan struktural dapat dipertimbangkan apabila telah menduduki pangkat sekurang-kurangnya 2 bawah pangkat terendah untuk jabatan yang akan tel ah mengikuti pendidikan dan pelatihan yang ditentukan.
( 3) • • • •
(3)
Pengangkatan dalam jabatan struktural dapat dipertimbangkan seseorang pegawai yang sekurang-kurangnya memiliki pendidikan SLTA.
bagi formal
(4) Pelaksanaan pengangkatan dalam jabatan diperlukan pemenuhan persyaratan kumulatif yaitu
(a) Persyaratan jabatan ;
(b) Daftar Urut Kepangkatan (DUK)
(c) Oaftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) (d) Strata pendidikan formal ;
(e) Jenjang kepangkatan dan jabatan
(f) Pendidikan dan pelatihan dalam jabatan.
(g) Khusus untuk pengangkatan dalam jabatan struktural eselon I dan II di Pusat, Pegawai yang bersangkutan harus sudah pernah menduduki jabatan struktural eselon II di daerah.
Pasal 13
( 1 )
Keputusan pengangkatan dalam Badan Pertimbangan Jabatan perencanaan pengisian jabatan
jabatan dilaksanakan melalui sidang dan Kepangkatan dengan memperhatikan dan usulan dari pimpinan unit kerja.
, (2) Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan terdiri atas :
(a) (b)
Dewan eselon Si dang eselon
jabatan dan kepangkatan yang disingkat I dan II, serta penunjukan calon peserta jabatan dan kepangkatan yang disingkat III dan IV DAN V serta penunjukan calon
WANJAK untuk LEMHANAS.
SIJAK untuk peserta Diklat penjenjangan.
"" Susunan anggota Dewan
Jabatan dan Kepangkatan
Pasal 14
Jabatan dan Kepangkatan
(SIJAK) adalah sbb. : (WANJAK) dan Si dang a. WANJAK
(1)Ketua (2) Sekretaris (3) Anggota
(4) Penyaji data
Menteri Parpostel Sekjen Dep. Parpostel - Inspektur Jenderal - Dirjen Pariwisata - Dir jen Postel
Kepala Biro Kepegawaian
b , Sijak ....
b. SIJAK
(1) Ket u a
(2) Sekretaris/Penyaji data
(3) Anggota
Sekjen Dep. Parpostel Kepala Biro Kepegawaian - Sekitjen
- Sekditjen Pariwisata - Sekditjen Postel
- Waka Litsus Dep. Parpostel
Pasal 15
Keputusan Dewan Jabatan dan Kepangkatan (WANJAK) dan Sidang Jabatan dan
� Kepangkatan (SIJAK) bersifat rahasia.
Pasal 16
(1) Pengangkatan dalam jabatan bagi seorang Pegawai dapat dilaksanakan melalui jalur jabatan struktural dan jabatan fungsional.
(2)
Untuk kepentingan dinas seorang pegawai dapat jabatan struktural secara horizontal. vertikal dan persyaratan jabatan.
diangkat
diagonal dalam sesuai
(3) Perpindahan dari jabatan struktural ke jabatan .fungsional atau sebaliknya dapat dipertimbangkan apabila PNS ybs. memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk menduduki jabatan struktural atau jabatan fungsional yang dimaksud.
Pasal 17
Pengangkatan dalam jabatan fungsionnal berdasarkan atas peraturan perundangan yang
Bagi an Kel ima Pensiun
Pasal 18
akan
berlaku. diatur tersendi ri
Pegawai Oep.
hak pensiun berlaku.
Parpostel yang diberhentikan dengan hormat
sepanjang memenuhi persyaratan sesuai dapat diberikan ketentuan yang
Bab III . . . .
BAB I I I
PENUTUP Pasal 19
Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan diatur dalam keputusan tersendiri.
Pasal 20
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di :
Pada tanggal Jakarta
6 September 1991 MENTER! PARIWISATA, POS '
OAN TELEKOMUNIKASI,
�s:;;:::::_ ::::::::��SO�E�S�I�LO:'._'.S�O� ED�A:R:M: AN:_�-_)
Nomor , KM.121//DL.107/MPPT-91 Tanggal , 6 SEPTEMBER 1991
PENJELASAN MATRIK POLA PEMBINAAN KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PARIWISATA, POS DAN TELEKOMUNIKASI
I. STRATA PENDIDIKAN SMTA/SEDERAJAT
1. Pengangkatan pertama sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil pada usia 18 tahun dengan golonsan II/a masa kerja pengabdian 00 tahun 00 bulan.
2. Setelah mengalami masa percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan paling lama 2 (dual tahun dan memenuhi syarat sesuai peraturan perundangan yang berlaku, diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.
3. Setelah diberikan Pendidikan dan Pelatihan sebagai langkah pengembangan diberikan Fungsional tinskat dasar dan ditugaskan dalam Struktural .
Pra jabatan Diklat Teknis
jabataan Non
•
4. Apabila menunjukkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas dan memungkinkan dapat dikembangkan, setelah sekurang-kurangnya mencapai pangkat Pengatur (II/c), diberikan bekal pendidikan jenjang
SEPADAdengan syarat
a. Usia maksimum 35 tahun ; b. Kesehatan baik.
dan setelah lulus dapat dipertimbangkan untuk diangkat dalam jabatan eselon V .
5. Dalam upaya pematangan, diberikan pendidikan dan latihan tehnis fungsional Tingkat menengah dan diharapkan dapat meningkatkan pendidikan formal secara mandiri atau dengan melalui tugas belajar sehingga tingkat D.III.
6. Apabila menunjukkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas dan sekurang-kurangnya mencapai panskat Penata Muda III/a diberikan kesempatan mensikuti pendidikan jenjang SEPALA dengan syarat :
a,
Usia .. , .
a. Usia maksimum
40tahun;
b. Kesehatan baik;
c. Menunjukkan kemampuan dalam pelaksanaan tugasnya ; d. Telah lulus SEPADA.
dan setelah lulus dapat dipertimbangkan untuk
jabatan eselon IV baik di pusat maupun di daerah. menduduki 7. Oalam upaya pemantapan, diberikan pendidikan dan latihan Tehnis Tingkat Tinggi serta diharapkan dapat meningkatkan pendidikan secara mandiri atau dengan melalui tugas belajar sehingga mencapai tingkat Sarjana.
8.
Pada pangkat sekurang-kurangnya Penata diberikan kesempatan mengikuti pendidikan dengan syarat :
(I Il/c), dapat
jenjang SEPADYA�
a. Usia maksimum 45 tahun ; b. Kesehatan baik ;
c , Menunjukkan kemampuan dalam melaksanakan tugasnya ;
d. Telah lulus SEPALA.
dan setelah lulus dapat
jabatan eselon III di Pusat dipertimbangkan
atau daerah. untuk menduduki 9" Pengembangan akhir karier dari seorang Pegawai Negeri Sipil dengan Strata Pendidikan Formal SHTA adalah pada jabatan eselon
IIIdan pangkat Pembina Tk.
I(IV/b)� namun dapat dipertirnbangkan lain sesuai dengan perubahan pendidikan formal dan kepangkatan.
� II. STRATA PENOIOIKAN SARHU0/0.III
1. Pengangkatan pertama sebagai calan Pegawai Negeri Sipil pada usia
21tahun dengan golongan II/b masa kerja pengabdian
00tahun
00bu
Lan ,2.
Setelah mengalami masa percobaan sekurang-kurangnya
1(satu) tahun dan paling lama 2 (dua) tahun dan memenuhi persyaratan lainnya yang ditentukan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku, diangkat menjadi PNS.
3"
Setelah ...
3. Setelah diberikan pendidikan dan pelatihan Pra jabatan sebagai langkah pengembangan sampai dengan mencapai pangkat Pengatur Tk. I (11/d) diberikan Diklat Tehnis Fungsional Tingkat Dasar, dan ditugaskan dalam jabatan Non Struktural.
4. Apabila menunjukkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas dan mernungkinkan dapat dikembangkan� setelah sekurang-kurangnya mencapai pangkat Pengatur (II/c). diberikan bekal pendidikan
j enj ang SEPAOA dengan syarat :
a. Usia maksimum 35 tahun ; b. Kesehatan baik.
Setelah lulus dapat dipertimbangkan untuk diangkat dalam jabatan eselon V.
5. Dalam upaya pematangan, diberikan pendidikan dan latihan tehnis fungsional Tingkat Henengah dan diharapkan dapat meningkatkan pendidikan formal secara mandiri atau dengan melalui tugas belajar sehingga tingkat Sarjana.
6. Apabila menunjukkan kemampuan dan sekurang-kurangnya rnencapai pangkat Penata Muda (Ill/a) dapat diberikan pendidikan jenjang SEPALA dengan syarat -
a. Usia maksimum 40 tahun ; b. Kesehatan baik ;
c , Lulus SEPADA.
Setelah lulus dapat dipertimbangkan untuk menduduki jabatan eselon IV di pusat maupun di daerah.
Apabi la menunjukkan kemampuan dalam pelaksanaan sekurang-kurangnya pada pangkat Penata (III/c) dapat pendidikan jenjang SEPADYA dengan syarat -
a. Usia maksimum 45 tahun ; b. Kesehatan baik;
c. Lulus SEPALA.
Setelah lulus dapat dipertimbangkan untuk menduduki eselon III di pusat atau di daer-ab,
tugasnya diberikan
j
abatan
8. Oalam upaya pemantapan diberikan pendidikan dan latihan Tehnis Fungsional Tingkat Tinggi.
9. Akhir ---
9. Akhi r pengembangan karier seorang pegawai
pendidikan formal Sarmud/D-3 pada jabatan pangkat Pembina Utama Muda (IV/b), namun dipertimbangkan lain sesuai dengan perubahan dan kepangkatan.
dengan strata eselon III dan demikian dapat pendidikan formal
III. STRATA PENDIDIKAN SARJANA
1.Pengangkatan pertama
dengan golongan III/a sebagai Calon PNS pada
masa pengabdian 00 tahun usia
23 00 bulan.tahun
2. Setelah mengalami masa percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan paling lama 2 (dua) tahun dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.
3. Untuk PNS yang diangkat dari Strata pendidikan Sarjana� sete- lah diberikan pendidikan dan pelatihan pra jabatan, pengem- bangan selanjutnya dapat diberikan pendidikan dan pelatihan tehnis fungsional tingkat menengah.
4.
Pada pangkat sekurang-kurangnya Penata Huda Tk.I (III/b) dapat diberikan pendidikan jenjang SEPALA dengan syarat
a. Usia maksimum
40tahun ; b. Kesehatan baik ;
c , Henunjukkan kemampuan dalam melaksanakan tugasnya.
• 5. Oalam upaya pematangan dapat diberikan Oiklat
sional Tingkat Tinggi. Tehnis Fung-
Setelah lulus dapat dipertimbangkan untuk diangkat dalam jabatan eselon
IVdi Pusat maupun di daerah .
6.
Apabila menunjukkan kemampuan dalam melaksanakan tugas pada pangkat minimal Penata Tk.I (III/d) dapat diberikan kesempatan mengi kuti jenjang SEPADYA dengan syarat -
a. Usia maksimum 45 tahun ; b. Kesehatan baik ;
c. Lulus SEPALA.
Setelah lulus dapat dipertimbangkan untuk menduduki jabatan
eselon
IIIdi Pusat dan Oaerah.
7. Pada pangl-'at sekurang-!-'.urar,gr;ya Pembina
d t be r kan pendidil:an jenjang SESP.t.
a. Us a ma\.<:simum 48 tahun b. Kesehatan bait--
c. Menunj tikt-"ari kemampuan da 1 am me 1 aks anakan tugasnya
d. Lulus SEPADYA
Setelah lulus dapat dipertimbangkan untul-' mendudu�i jabatan eselon II di dserah.
Tk. I ( IV /b) dapat
den qan syarat
[\
. Dengan bek a I per.galaman
.jat at an di
kemampuan da l am me l ak aanak an tuqa snyaPernbi na Utama Muda ( IV/c) dapat
menduduki jabat3.n e se l on II di pusat.
daerah dan rnenunjukkan
sete 1 ah mencaoa 1 pangkat
dipertimbangkan untuk
3.
Akh1 r pengembangan L-ar-i':": s eor ana Pegawai tJegeristrata peridi d t k an f orme l Sarjana (S-1) adalah struktural e s e
ton I dengan pangt--at Pembi na Utama
Sipil pad a
T\/ I - .J.. y / '=' '
dengan
jabatan
t·1ENTERI PARIW!S:\TA., POS
\ DAN TELEKOt,1UNIK.A.SI
OESILO SOEDARMAN
---:---
!USIA !11.t:::
:sOL:
PANGl::AT OllLAf PENUGASANIPEMEIIPATAN DAL.All JABATANTUNIS FU#GSJONAl PENJ£NJMSMt STRUUURAL. : N()tj STRUKTOOAL : FUMSSIONAL :
!---+---+---:---:---+---+---:
56 :35 55 :34 54 :33
53 ;32 ;PENBINA TC l (IYlb) 52 :31
51 :10 50 :29
:£SELOM IV
:---}
•
: ESELON Ill :
:--->
:PUSATIDAERAH:Tetn1s fungsional Tinqht hnqgi
Teln1s lungsional Ti.. Dasar
- ' ' '
' '
;
SEPADfA , l. fetn1s Fungs1onal.---·---1
n.
lltnenqah ,Il/d JI 1/d IV/a '28 'PEIIBJNA
!2l :22 :21 ',27 :2b :25
'24 'P£MATA
n.
l••
<l<2
41 '20 ;PENATA 111/c
.,
40
:a
39
:ta
36 :11 :PENATA IIUDA Tl.I
l7 :tb : Ill/ti 2. S-1 (tlandiri/
lb :15 tugas behjarJ '..!1
35 ! 14 ,
••
' I;,;,._\�:£ ;�·� PE�NA�T�·�·�u� o,'---'1�1� 1,�·�--�---��l
l2 :
u
ll :10 JO q
;t �
;PEN6A1UR U. lLAT PRAJAB PAAJABA1AM
:---: - - - -:--->:--->:---
27 !
2, s
� 25c__,_:<,_., '
PcsEH,eGe_AT,_.,u,,_ ,
_!.! l l_c l,,_�---�"SEe_PA,,1111,,__._ __ : -- ---- -} :
ESELllM Y:2, l 2l 2 22 I
21 0 !P£NGATUR IIUDA
n.:
11/h11£NTERI PARIIIISATA, POr OAN TELEKONutHl:ASI,
SO£SILO SOEOARNAM
PEMDIOl(Aft TAHGGAL_: LSEPTENBER
19'1
USIA
:N.t:
!SOL:
PANGKAT
OIKLAI PENUSASAk/PENENPATAN OALAN JABATAN
!
THNIS FUN6SIONAL
PENJENJAMGANSTRUt.:TURAL : NON STRUKTURAL : FUNGSIONA� : :---+---+---:---:---+---t---+---:
60 :37 5q :36
ss :is
57 ;34
s, :n
: 55 J32_�_PEKBINA
UTANA_JJV/e}
54 : 31
53 :30 :
Ori,ntasi Ktoari-
M1sataan.
Posdan
;---> :
ESELOM l52 :iq : Ttldo1unihs1
IR'1L :2s :m�BlNA
UTAKA NADYA t!Vfdl .:�q
:21
! !49 :20 : 48 :25 :
:_F_ __
:_2Ufl_EJBJN_A_U_T�M. "upe_
\!Sl�J ! 46 :23:---}
: ESELOMu:
: PUSAl
45 : 22
:"'"I
44 :21 ' �
: _ 43 _ll_Q__�ENBINA Tl:. l __ tl'Uhl._ �---�----; SESPA
4� :19 terms fu119sional
41 :18 ! Tl, hn9gi
:---}
: ESELOMn:
: OAERIIH
! ESE LON
Iii;
: PST/DRII ;
:ESELON IV :
:PSTIOAERAil:
' '
�. '
i A(tlll."-. _J :---}
28 5
� 21�L4� ·P= ENATA KUDA_TL 1 Lillillj_ -L--- ---
40 : 17 :
: _;� __ :.14- .�E��ijlM .. UY !.�L. __
38 : 15 37 : 14 l! : 13
,__,l,;5� :1,_.2_:e.PEs,Ne,_ Alc,A___:lc,_!� , _;__cilcc l!L ll_s_ dl'--�---��SE,s-c, PR"°OYe,Aw1
34 :11 : Ttk111s
hlngsumal ,
33 : 10 :
n.
l'itntnOilh'113
'q I I;�1 _ _.i_�_ iE!ieILJJ_I_lW ;
30 1 29 6
1'
25
24 232 l
0 :PENATA KUDA ( !lll.il
PRAJAIIATAN
;---:
LAT PRAJAS
--••-•-·-•·---•--•-•••---••--•----·••---•-••••-••••••••••••••••••••••••••••-•••••••••--•M--••-••••••••••••••••••••••-•••·-••••••••
�ENTER! PARUIISATA, POS
'
DAN TELEKONUHfKASl
SOESJLO SOEDARNAN
BAB 111 PENUTU-P
Pasal 19
Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan diatur dalam keputusan tersendiri.
Pasal 20
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Oitetapkan di :
Pada tanggal
Ja k a r
ta 6 September 1991 MENTER! PARIWISATA, POS '
DAN TELEKOMUNIKASI,
•
�<::��� O�SILO SOEDARMAN � J
PENDIO!t:Ak llftUN : 5 l T A
--- ---;---
D I t: L fl T PEIIU6ASANIPENENPATAN DAL� JABATANkON STRU�TURAL ; FUNGSIONAL :
STRUlllfflAlPENJE!tJANGAN
; lEiN!S FUNGS!OtlAL USIA ;H.C
:GOL:
56 : 38 : 55 ',37 :
54 ;3ti :PENB!NA
a.
I ( l'.'/b ! : 53 :35 ;52 : 3-4 ; 51 :33 ;
50 :32 ;PENBJNA (!','/a)
Teknis lungs1onal H. hngq1 411 :31 ;
48 :30
; 47 : 211
••-''----' : ,, 28'--"- ; P;; EN�'1,_,Ac_Tce<.c · .c l _;I.c l lc,lc, ldc, I -�---: ----, 45 :27 :
44
:n :
43 : 25 :
�24,_ 2 _,., : 22<...,:.cPEs,N�A!! TAc.i_ [ .c l,c l l"l'- c _,_ __ : L lelni s 1ungsrnnal: SEPAOYA
41 :23 : hngLit rlenenqah
:---} : ESEUlN Ill ! : PUSATIDAERAH:
40 :22 :
311 :11 ;PENATA NUDA TL!
3B ;20 ;tJilrtll
2. S-1 Olandiri/
tugas neterer
: SEPA!.A 37 : ll/ :
36 : 18 35 ; 17 :
34 :tt, :PENATA NUDA (lll/a) B :15 :
32 : 14 31 : 13 :
30 :12 !PENGATUR H. lllld)
1. Ieuus iunqs10- nal TL Oasar
--�·--, '
' ' '
:---> : ESELON IV : : PUSATIDAERAH;211 :11 : ; 1. D-3 l!landir1/
\5 ;1�
26 ; B :PENGATUR � Ille]
25 : 7 2� ', b
23 ! 5 :PENGA1UR NUDA TK, 22 : 4 '! 11/b )
tuqes neterer
� SEPAOA
ESELOH V :
:--->
21 : 3 :
20:2: PRAJABAiAN
19 : 1 l A t P RA J A E
18 : () ;PENGATUR NUDA I! /a
HENTER! PARl'IISATA, POS
'
�ELE<ONUNl<ASI,
SGESILO SOEDARNAN�
J!,�!L�L Sl'll�P,_ .Po!mI,k PENOIOltAM UftUN : S1IS2
HO!\CIR : (l'l. !21/0L.107/f!PFT-?1
!"Jiof;\___L!_ Smill.,LltlL.._
: -- --- . ---- --- --- - --- --- - - -- -- : - - . --- --- - --- --- - - -- --- --- - -- - -- - -- -- :
USIA :1u:!
:soL:
PANGKAT DIKLATPENLIGASAN/PEME�PATA� OALAN JABATAN
! TEKNIS FUti6SIONAl PENJENJA!i&AH STRUUUff:AL : MON SlRUOURAL : FUNGSJOHAL :
: ESELON !I:
: D<ERAH
; ESELO! l
.,
:---} : ESEL!Jli
u:
·' : PUSIT
·---.,
• Oritnti�i Keptr1- w1s1tun, Pes Un
Tehko1unilui 60 :l759 !3b 58 :35 57 :H 56 !33
: _)J____;_R_,_fi"BI�a.nA�.ll_Ylfj_ __ :-
54 !ll 5l
:io
52 :29
_l._lli.lPEl@JN!.�!!M..!\!Q!LU.'illL .:
•511 :21: :
4? :26 ! 48 :25 :
: J7 _ __l1�.2.!MJ�AJ!l!!\!.JJJl!_l!Y(<J__:
46
:n
45 !22
I IH
:zt �
:_ U
_.:19 __
;p(l,BINA H,, l __ !_IYibl_ !---�i
42 :19 Ttlnis fungs1on,l:\ ' 1
41 ; 1a n. linggi I
:---·:
LAT PRAJAB
:ESELO!t 1V : : PST IOAERAH:
:---}
! ESELON III:
: PST /DRH ;
:---,
�---
•
StPi'\DYA -.PRAJAii'\TAN Ttinis funqs1onal
n.
11tn,ngah---· •
: _J.7 __ ;_�_.:.tE.!IATA_II_U_Q� Ji:"' J -1lH ru _ _:___ �-- ..
2b 3.
25 1 14 l
23. G :PEfrlATA IIUOA 1111/i!
40 : li
: _1y _ .aA_..:..e§�JJMLJ_lV.tH :
3.8 : 15 3.7 : 14 3o :13
$5 :12 jPfNATA Tt, ll!Ild) 34 : 11
33 ! 10
.2 : 9 : _JJ_l.l .:�l!�!�_lUlltL
JO 7 2! 6 28 5
"
"ENTERI PAWilSATA. POS