56
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Cetakan Ke VII. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Arisman, MB. 2009.Gizi Dalam Daur Kehidupan. Edisi 2. Jakarta: EGC.
Asyhar, R. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi.
Bakta, IM. 2007.Hematologi Klinik Ringkas. Jakarta: EGC.
Budiyanto, M.A.K. 2002.Dasar-dasar Ilmu Gizi. Malang: UMM Press.
Davis, F.D., et al, 1992. Extrinsic And Intrinsic Motivation to use Computer. Journal of Applied Social Psychology. 22(14), 1111–1132.
Dwiriani, C., Rimbawan., Hardinsyah., Riyadi, Hadi., Martianto, D. 2011. Pengaruh Pemberian Zat Multi Gizi Mikro dan Pendidikan Gizi Terhadap Pengetahuan Gizi Pemenuhan Zat Gizi dan Status Besi Remaja Putri. Jornal of Nutrition and Food, 6 (3): 171-177.
Ganong, W., et al, 2011. Patofisiologi Penyakit Pengantar Menuju Kedokteran Klinis. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Gibney, MJ, Margetts, BM, Kearney, JM & Arab, L. 2009. Gizi Kesehatan Masyarakat. EGC: Jakarta.s
Ghazali. I. Ringkasan Ihya’ ‘Ulumudin. Penerjemah: Fudhailurrahman, Aida Humaira. Cetakan 16 Tahun 2014. Jakarta: Sahara publisher
Haryoko S. 2009. Efektivitas Pemanfaatan Media Audio-Visual sebagai Alternatif Optimalisasi Model Pembelajaran. Jurnal Edukasi Elektro, 5(1):1-10. http://journal.uny.ac.id/ [3 Juni 2014].
Hasman, A. 2012.Rahasia Kesehatan Rasululah meneladani gaya hidup sehat Nabi Muhammad Saw. Jakarta: Noura Books.
Hoffbrand, AV.,et al,2005.Kapita Selekta Hematologi. Jakarta: EGC.
Kotler, P., Amstrong, G. 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
57 International Life Sciences Institute Europe. 2000.Healthy, Lifestye: Nutrition and
Physicl Activity. ILSI Press.
Irawati, A. 1992. Pengetahuan Gizi Murid SD dan SMP di Kodya Bogor. Bogor :Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan Departemen Kesehatan RI.
Istiqomah, G.A., Rinayati., Zulaika, C., Wahyudi, D. 2012. Hubungan Antara Kadar Hemoglobin Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan Stikes Widya Husada Semarang Tahun 2012. Prosiding. SNST ke-4 Tahun 2013 Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang. Program Studi D3 Kebidanan STIKES Widya Husada. Semarang.
Izzudin, A.M. 2013. Skripsi Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Video Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Praktik Service Engine Dan Komponen-komponennya. Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.
Muwakhidah, et al. 2011. Pengembangan Model Pendidikan Gizi Dengan Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Serat Makanan (Dietary Fiber) Pada Remaja Di SMK Dwija Dharma Boyolali. Jurnal Kesehatan. Proram Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.
Niswa, A. 2012. Pengembangan Bahan Ajar Mendengarkan Berbasis Video Interaktif Bermedia Flash Kelas VIIID SMP Negeri 1 Kedamean. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia VOL 01. No. 1. Hal : 1-17.
Notoatmojo S. 2002.Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo, S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. 2007.Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Noval, A. 2013.Secangkir Kopi Hikmah. Surakrta: Taman Ilmu.
Nurbaiti. 2013. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Anemia Pada Remaja Putri di SMA Negeri 11 Banda Aceh Tahun 2013. Jurnal. Banda Aceh. StiKes Ubudiyah Banda Aceh.
Permaesih, D. 2003. Status Gizi Remaja dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Bogor: Puslitbang Gizi.
Poltekkes Depkes . 2010.Kesehatan Remaja Problem dan Solusinya. Jakarta. Pramono, E., 2009, Kesehatan Reproduksi Remaja : http://edypramonofkmui.
58 Rahmawati, I. 2007. Skripsi Pengaruh Penyuluhan Dengan Media Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Ibu Balita Gizi Kurang Dan Buruk Di Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah.Jurnal Gizi Klinik Indonesia Volume 4, No.2, Nopember 2007:69-77
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). 2013. Penelitian dan Pengembanagn Kesehatan. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Riyadi H. 2001. Buku Ajar Metode Penilaian Status Gizi Secara Antropometri. Bogor: Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Institut Pertanian Bogor.
Sarwono, S. 2005. Sosiologi Kesehatan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Soediatama, A.D. 2010. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Dian Rakyat. Jakarta.
Spear B. 1996. Adolesencent Growth and Development. Di dalam : Rickert VI, editor. Adolescent Nutrition Assessment and Management. Ed ke-2. New York: Chapman & Hall. hlm 1-24.
Sumarwan, U. 2004. Perilaku Konsumen Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran.Bogor: Ghalia Indonesia.
Supariasa, I.D.N. 2001.Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.
Supariasa, I.D.N. 2012. Pendidikan dan Konsultasi Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG.
WHO. 2011. Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity.Vitamin and Mineral Nutrition Information System. Geneva: World Health Organization.
Widyastuti. Y.,et.al,2009. Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Fitramaya
Wiroatmojo, P dan Sasonoharjo. 2002.Media Pembelajaran. Jakarta: LAN RI Wong Y,. et al, 1999. Is The College Environment Adequate for Accessing to
Nutition Education? Study in Taiwan. Nutrition Research 19:1327-1337
Yusuf, J.S. 2004.Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. PT Remaja karya. Bandung.
59 Zulaekah, S. 2012. Pendidikan Gizi dengan Media Booklet terhadap