BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Seiring perkembangan zaman dewasa ini kehidupan masyarakat khususnya wanita sangat memperhatikan penampilan. Mereka semakin sadar akan penggunaan produk kecantikan dan perawatan kulit. Terlihat dari kebutuhan akan produk kecantikan semakin hari semakin berkembang, sehingga produk ini bisa dikatakan telah menjadi kebutuhan primer bagi kaum wanita yang merupakan target utama dari industri kosmetik. Produk kecantikan dan perawatan kulit menjadi sesuatu hal yang wajib dimiliki karena gaya hidup yang semakin kompleks dan juga dapat meningkatkan kepercayaan diri para wanita. Hal tersebut berdampak positif pada Industri kosmetik nasional yang mengalami pertumbuhan.
Di Indonesia, industri kecantikan terus meningkat bahkan ketika masa pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional (termasuk industri kosmetik) mengalami peningkatan sebesar 9,39 persen.
Kelompok manufaktur ini masih mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan pada PDB yakni sebesar 1,92 pesen dengan nilai ekspornya yang mencapai US$1,4 miliar (Kemenperin,2020). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat industri kosmetik mengalami peningkatan jumlah perusahaan hingga mencapai 20,6 persen dari 2021 hingga Juli 2022. (suara, 2022). Hal tersebut membuat
masyarakat mulai memilih produk merek lokal dibandingkan produk merek asing, karena mereka percaya dan mulai menyadari banyaknya produk lokal yang hadir dengan kualitas produk yang tak kalah dengan produk merek luar negeri (Aliviani dkk, 2022).
Salah satu tren pada industri kosmetik yang beberapa tahun belakang ini muncul yaitu produk skincare (perawatan kulit). Menurut dr.
Flandiana Yogianti, Ph.D., Sp.DV (Departemen Dermatologi &
Venereologi FKKMK UGM) Skincare adalah produk perawatan kulit yang tujuannya bermacam-macam mulai dari menenangkan, memulihkan, memperbaiki, melindungi kulit, hingga menjaga kondisi kulit tetap terjaga atau bisa menjadi lebih baik lagi (Sahabat ugm, 2021). Kulit merupakan lapisan terluar dari tubuh yang berfungsi menutupi dan melindungi bagian tubuh, kesehatan kulit perlu diperhatikan dengan baik agar fungsinya tetap bekerja dengan baik. Meskipun secara umum skincare adalah perawatan kulit yang mencakup seluruh tubuh, namun pada saat ini yang di pahami masyarakat yakni skincare lebih mengacu pada perawatan wajah (Merdeka.com, 2021).
Pandemi mengubah pasar produk beauty and personal care.
Konsumen lebih menyukai produk perawatan kulit (skincare) dibandingkan produk make up. Hal ini terjadi akibat pembatasan aktivitas serta interaksi social atau yang biasa disebut social distancing menyebabkan konsumen mempunyai banyak waktu di rumah sehingga lebih banyak waktu merawat diri. Kemudian, dengan adanya kebiasaan
baru akibat dampak dari pandemi, terjadi pergeseran pola belanja dari offline menjadi online. Hal ini terlihat dari data Kementerian Koordinator
Bidang Perekonomiaan yang menunjukkan adanyan peningkatan transaksi online produk body care seperti kosmestik dan spa sebesar 80%. di tahun
2020. Hal tersebut diperkuat, oleh hasil survei Populix berjudul “Unveiling Indonesian Beauty & Dietary Lifestyle” (marketeers, 2022) yang
membahas terkait penggunaan produk kecantikan di kalangan masyarakat Indonesia, salah satu hasilnya menunjukkan tentang kanal penjualan online seperti e-commerce yang mana digunakan 57 persen responden untuk melakukan pembelian produk perawatan kulit, diikuti dengan took fisik seperti minimarket (18 persen), supermarket (14 persen) dan hypermarket (4 persen) (Kemenperin, 2020).
Semakin banyaknya produk lokal yang bermunculan, menuntut para pelaku bisnis untuk terus berinovasi hal tersebut dilakukan agar produk dapat berdeferensiasi dengan pesaing sehingga lebih menarik minat konsumen. Inovasi yang dilakukan oleh perusahaan yang memasarkan produk skincare diantarannya dengan menciptakan terobosan baru baik itu dari packaging, ingredients, variasi produk sampai manfaat/
khasiat yang bisa mengatasi berbagai permalahan kulit disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Salah satu skincare local yang saat ini tengah digandrungi para pengguna skincare di Indonesia adalah Somethinc. Somethinc merupakan salah satu produk kecantikan dari Indonesia yang hadir dengan menerapkan standar kualitas internasional.
Didirikan oleh Iren Ursula pada Mei 2019. Tidak hanya skincare, Somethinc juga mengeluarkan produk make up. Sampai saat ini, Somethinc telah memiliki 20 jenis lebih make up serta Skincare.
Somethinc menciptakan skincare yang aman, halal bahkan memiliki kualitas standar internasional dengan harga yang tetap terjangkau (indiemarket, 2020).
Sumber : https://compas.co.id/article/brand-skincare-lokal-terlaris/
Gambar 1. 1
Brand Skincare Lokal Terlaris di E-Commerce
Berdasarkan Gambar 1.1 diatas menunjukkan bahwa Somethinc berada di posisi ke 3 di bulan Februari 2021, hal ini menunjukkan bahwa Somethinc termasuk TOP 3 Brand Skincare Lokal terlaris di E-commerce (Shopee dan Tokopedia) dengan total penjualan sebesar Rp 8,1 Miliar.
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa Somethinc masih belum berhasil berada di posisi pertama dibanding dua pesaing lainnya MS Glow dan Scarlet. Irene Ursula selaku Founder dari Somethinc mengatakan, produk- produk yang diapasarkannya tidak kalah saing dengan produk kecantikan
luar negeri, dia berusaha menemukan komposisis bahan terbaik. Dengan maksud, ingin menggeser image bahwa produk lokal juga bisa berkualitas dan berstandar Internasional (fimela.com, 2021). Serta melakukan upaya memperluas pemasaran hingga kancah Internasional dengan harapan produk Somethinc dapat berkembang dan mampu bersaing dengan produk lainnya (marketing, 2021). Namun, hal tersebut bertolak belakang dengan pencapaian Somethinc yang masih belum mampu mengungguli dua pesaing produk lokal di atasnya. Dengan adanya fenomena tersebut, maka Somethinc harus mampu mengkaji hal apa saja yang dapat meningkatkan keputusan pembelian. Mengingat keputusan pembelian merupakan suatu fokus utama perusahaan dalam mencapai tujuan, yang ingin menjadikan produknya dapat bersaing di kancah Internasional.
Perusahaan yang cermat berusaha untuk memahami tahapan dalam pengambilan keputusan pembelian konsumen sepenuhnya, seluruh pengalaman dalam pengkajian, penentuan, pemakaian, dan bahkan pembuangan produk. Keputusan pembelian merupakan suatu langkah dalam proses pengambilan keputusan berupa tahapan evaluasi konsumen yang menciptakan preferensi di antara satu merek dengan merek lainnya serta pilihan produk lain dan juga mampu mendorong keinginan konsumen untuk melakukan pembelian suatu merek yang paling diminati (Kotler & Keller, 2021). Konsumen akan melalukan proses pembelian melalui beberapa tahapan yang akan dilaksanakannya, kemudian terlebih dahulu mempertimbangkan agar sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
Dengan adanya proses pembelian maka akan dilakukan pengenalan masalah terlebih dahulu dengan tujuan untuk memahami apa saja yang menjadi kebutuhan serta keinginan yang konsumen harapkan. Berdasarkan penelitian terdahulu, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian, diantarannya citra merek, kualitas produk, dan inovasi produk.
Citra merek menjadi suatu hal utama bagi keberlangsungan hidup perusahaan. Menurut Tjiptono (2015) citra merek berkaitan dengan gambaran tentang asosiasi dan keyakinan konsumen terhadap suatu merek tertentu. Oleh karena itu, pembentukkan sebuah citra merek pada suatu produk terutama citra yang positif menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh sebuah perusahaan. Sebab tanpa citra merek yang positif, perusahaan akan sangat sulit menarik pelanggan baru dan membangun loyalitas pada konsumen lama, serta pada saat yang sama meminta mereka membayar harga yang tinggi. Dengan citra merek pada suatu produk yang semakin baik, maka konsumen akan semakin tertarik dan yakin untuk mengambil keputusan pembelian.
Penciptaan citra merek pada produk di mata konsumen merupakan suatu hal yang sangat utama karena citra merek menjadi salah satu dasar konsumen dalam memilih suatu produk Amalia (2019). Somethinc membangun citra merek dengan menggeser image dalam benak masyarakat bahwa produk luar negeri lebih unggul. Konsumen yang telah memiliki citra positif terhadap suatu merek cenderung akan melakukan
pembelian. Citra merek menyajikan secara menyeluruh pemahaman konsumen pada suatu merek yang dibentuk karena informasi dan pengalaman konsumen terhadap suatu merek. Umumnya konsumen akan mengansumsikan citra merek yang positif dengan kualitas produk dari suatu merek itu sendiri, dengan begitu setiap perusahaan akan terus- menerus berupaya untuk menjaga keunggulan citra dari produk yang mereka tawarkan Wulanda, dkk (2019).
Penelitian mengenai citra merek terhadap keputusan pembelian di perkuat oleh beberapa hasil penelitian yang dilakukan Lay William &
Melia Tina (2019), Utami & Ellyawati (2021), W Nourma dkk (2019), Rozjiqin M & Ahmad (2022) serta Lesmana & Ayu (2022) yang menyimpulkan bahwa citra merek berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian. Namun dalam penelitian, Maindoka, dkk (2018) dan Deisy, dkk (2018) citra merek berpengaruh negatif signifikan terhadap keputusan pembelian.
Selain itu terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian, yaitu kualitas produk. Menurut Kotler dan Keller (2021) dalam Rangian, dkk (2022) kualitas produk merupakan kekuatan suatu barang untuk memenuhi keinginan konsumen dengan menghadirkan kinerja ataupun hasil yang sama atau bahkan lebih dari yang konsumen inginkan.
Sedangkan dalam Apriani and Bahrun (2021) dikutip dari Kotler dan Amstrong (2014) kualitas produk adalah seluruh hal yang mampu ditawarkan ke pasar dengan maksud menarik minat konsumen agar
membeli, menggunakan, ataupun mengonsumsi suatu produk dalam rangka pemenuhan kebutuhan serta keinginan konsumen. Kualitas produk salah satu kebijakan utama dalam hal memberikan kepuasan pada konsumen dengan cara mencitptakan suatu produk yang unggul dan berkualitas. Oleh karena itu, kualitas produk menjadi suatu hal yang dipertimbangan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian.
Somethinc memiliki kualitas produk yang unggul membuat produknya digemari dan mampu bersaing dengan produk pesaingnya.
Salah satu produk andalannya yaitu produk serum, terbuat dari ingredients berkualitas dan jenis bahan aktif yang digunakan merupakan
grade terbaik di kelasnya. Selain itu, bahan aktif yang digunakan pada produknya transparan agar konsumen mengetahui jenis produk mana yang paling diperlukan untuk kulitnya. Kemudian produknya bukan sekedar produk yang mengikuti tren, semua diproduksi dengan dikaji hingga mendapat standar mutu yang tinggi. Somethinc menghadirkan produk yang bersifat personalized, mampu menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen untuk mengatasi berbagai permasalahan kulit yang berbeda.
Sifat personalized ini memiliki 4 fokus utama dalam mengatasi permasalahan kulit antara lain; mencerahkan, jerawat dan pori-pori, hidrasi dan skin barrier, serta anti-aging (fimela, 2021).
Tolak ukur yang menentukan keberhasilan perusahaan salah satunya dapat dilihat dari kualitas produk yang diciptakan, apabila produk yang dihasilkan baik, maka reputasi perusahaan juga menjadi baik
serta membentuk kepercayaan konsumen dalam mengambil keputusan pembeliaan. Penelitian mengenai faktor kualitas produk terhadap keputusan pembelian di perkuat oleh beberapa hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan Amalia (2019), Lesmana & Ayu (2019), Utami &
Ellyawati (2021), Taufiq (2022) yang menyimpulkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian.
Namun pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Poespa, dkk 2020), dan Sakurat, dkk (2020) kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Selain citra merek dan kualitas produk, inovasi produk juga dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Inovasi produk merupakan kombinasi dari berbagai macam proses yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya sehingga dapat menciptakan suatu produk yang berbeda dari produk yang sudah ada Kotler & Keller (2016). Inovasi produk dilakukan agar konsumen tidak merasa bosan dengan produk yang telah ada. Dengan tujuan utama untuk meningkatkan volume penjualan dan memperoleh profit yang besar Ernawati (2019). Menurut Hubeis (2012) dalam Sudarsana dan Yulianthini (2021) inovasi ini dibutuhkan suatu perusahan agar dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaan atau mendapat keunggulan kompetitif dengan pesaingan. Inovasi merupakan sebuah produk yang konsumen persepsikan sebagai produk baru, atau dapat disebut sebagai trobosan berkaitan dengan penciptaan produk yang belum pernah ada sebelumnya. Kemudian, menurut (Kotler dan Keller,
2012) Inovasi tidak hanya terpaku pada pembaharuan produk saja tetapi inovasi juga masuk kedalam sebuah pemikiran bisnis baru.
Penelitian mengenai faktor inovasi produk terhadap keputusan pembelian diperkuat oleh beberapa hasil penelitian, diantarannya hasil penelitian yang dilakukan oleh Almira & Susanto (2018), Tambunan &
Siregar (2018) Purwanti dkk (2020), dan Sudarsana & Yulianthini (2021) yang menyimpulkan bahwa inovasi produk berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian.Namun dalam penelitian Ernawati Diah (2019) inovasi produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Penelitian yang akan dilakukan ini merupakan penelitian pengembangan dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Utami dan Ellyawati (2021) dengan judul Peran Citra Merek, Celebrity Endorser, Kualitas Produk Dalam Keputusan Pembeliaan. Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu dengan menghilangkan variabel Celebrity Endorser alasannya karena pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nggilu, dkk (2019) dan Ngesti (2020) menyatakan bahwa variabel Celebrity Endorser tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini mengambil responden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto, karena peneliti menginginkan mencari informasi dari lingkup pribadi terkait keputusan pembelian produk Somethinc. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas dan adanya perbedaan dari peneletian terdahulu, maka peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk Dan Inovasi Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Somethinc (Studi Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto)“
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah yang diambil sebagai berikut :
1. Apakah citra merek, kualitas produk, dan inovasi produk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Somethinc pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto ?
2. Apakah citra merek secara parsial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk Somethinc pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto?
3. Apakah kualitas produk secara parsial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk Somethinc pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto?
4. Apakah inovasi produk secara parsial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk Somethinc pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto?
C. Pembatasan Masalah
Mengingat keterbatasan yang ada seperti kemampuan waktu dan biaya, maka penulis akan memberikan batasan masalah sebagai berikut :
1. Penelitian ini hanya dilakukan pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang membeli produk Somethinc.
2. Variabel independen yan diteliti pada penelitian ini yaitu citra merek (X1), kualitas produk (X2) dan inovasi produk (X3). Variabel dependen yang diteliti pada penelitian ini adalah keputusan pembeliaan (Y).
D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini diantaranya yaitu sebagai berikut :
1. Untuk menganalisis pengaruh citra merek kualitas produk dan inovasi produk secara silmultan terhadap keputusan pembeliaan produk Somethinc pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto 2. Untuk menganalisis pengaruh citra merek terhadap keputusan
pembelian produk Somethinc pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto
3. Untuk menganalisis pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian produk Somethinc pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto
4. Untuk menganalisis pengaruh inovasi produk terhadap keputusan pembelian produk Somethinc pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto
E. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Memberikan pengetahuan yang penulis miliki di bidang pemasaran serta diharapkan penelitian ini dapat menambah referensi ilmiah mengenai perilaku konsemun yakni keputusan pembeliaan yang kaitannya dengan variabel citra merek kualitas produk dan inovasi produk.
2. Manfaat Praktis a. Bagi Pelaku Bisnis
`Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan serta pertimbangan perusahaan dalam melakukan evaluasi terhadap efektivitas dan efisiensi dalam menetapkan strategi pemasaran yang efektif.
b. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pemahaman dalam bidang pemasaran, khususnya terkai variabel citra merek, kualitas produk, dan inovasi produk serta keputusan pembelian.
c. Bagi Akademisi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah akademi yang berguna untuk pengembangan ilmu pengetahuan serta dapat dijadikan sebagai referensi dan acuan penelitian.