• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK PENGAMALAN NILAI KEDISIPLINAN SISWA SMP NEGERI 25 SEMARANG.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK PENGAMALAN NILAI KEDISIPLINAN SISWA SMP NEGERI 25 SEMARANG."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

i

INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM

PEMBELAJARAN IPS UNTUK PENGAMALAN NILAI

KEDISIPLINAN SISWA SMP NEGERI 25 SEMARANG

TESIS

diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan

oleh

Yatmini

NIM 0301513005

PROGRAM PASCASARJANA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

(2)

ii

PENGESAHAN UJIAN TESIS

Tesis dengan judul “Integrasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran IPS Untuk Pengamalan Nilai Kedisiplinan Siswa SMP Negeri 25 Semarang” karya,

nama : YATMINI

NIM : 0301513005

program Studi : Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

Telah dipertahankan dalam Sidang Panitia Ujian Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang pada hari Senin tanggal 01 Februari 2016.

Semarang, Februari 2016 Panitia Ujian

Ketua, Sekertaris,

Prof. Dr. Rernat Wahyu Hardiyanto, M.Si Prof. Dr. Suyahmo, M.Si NIP 1961124 198403 1 002 NIP. 19550328 198303 1 003

Penguji I, Penguji II,

Dr. Martitah, M.Hum Prof. Dr. Dewi Liesnoor D. M.Si NIP. 19620517 198601 2 001 NIP 19620811 198803 2 001

Penguji III,

(3)

iii

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa yang tertulis didalam tesis ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya orang lain, baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam tesis ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Atas pernyataan ini saya siap menanggung resiko atau sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya ini.

Semarang, Februari 2016 Yang membuat pernyataan,

Yatmini

(4)

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto :

Pengintegrasian karakter kedisiplinan sangat tepat dilaksanakan pada mata pelajaran IPS

Persembahan :

Dengan ketulusan hati dan segenap rasa syukur yang mendalam, tesis ini kupersembahkan untuk :

● Almamaterku Universitas Negeri Semarang

● Ibuku tercinta yang selalu memberikan doa dan restu untuk keberhasilanku. ● Suamiku tercinta Endri Sutowo, S.Pd yang selalu memberiku motivasi dan

dorongan untuk keberhasilanku.

● Anak-anakku tersayang Nasywa dan Hilal penyemangat hidupku.

(5)

v ABSTRAK

Yatmini. 2016. “Integrasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran IPS Untuk

Pengamalan Nilai Kedisplinan Siswa SMP Negeri 25 Semarang”. Tesis,

Program Studi Pendidikan Ilmu Sosial. Program Pascasarjana. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Prof. Dr.Tri joko R, M.Pd., Pembimbing II. Prof. Dr. Dewi Liesnoor D. M.Si

Kata Kunci: Integrasi Pendidikan Karakter,Pembelajaran IPS,Nilai Kedisplinan

Integrasi pendidikan karakter untuk menanamkan nilai kedisiplinan di SMP Negeri 25 Semarang memang perlu untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran IPS yang disebabkan kurangnya kedisiplinan siswa mengingat banyaknya pelanggaran-pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa. Adapun tujuan dalam penelitian ini (1) mengetahui pelaksanaan pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS untuk pengamalan nilai kedisiplinan di SMP N 25 Semarang. (2) mengetahui upaya yang dilakukan untuk menanamkan karakter kepada siswa SMP N 25 Semarang (3) mengetahui kendala pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS untuk pengamalan nilai kedisiplinan di SMP N 25 Semarang.

Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah diskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan study dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teori dan triangulasi sumber sedangkan tehnik analisis data digunakan tehnik model interaktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penanaman karakter sudah dimulai ketika guru menyusun perangkat, kemudian dalam pelaksanaan pembelajaran guru menanamkan kedisiplinan serta dalam proses penilaian guru juga telah melaksanakannya dengan semaksimal mungkin, 2) Upaya yang dilakukan dengan memberikan contoh atau teladan yang baik terhadap peserta didik dengan harapan peserta didik ikut tertarik dan mengikuti apa yang dilakukan oleh guru, dan 3) Kendala dalam pengintegrasian yaitu latar belakang siswa yang berasal dari lingkungan yang berbeda-beda sehingga sulit membentuk karakter kedisiplinan pada siswa, kurangnya teladan guru, perawatan sarana prasarana yang kurang maksimal, dan kurangnya perhatian orang tua murid.

(6)

vi ABSTRACT

Yatmini. 2016. "The Integration Of Character Education In Social Studies Learning To Practice The Value Of Discipline Students SMPN 25 Semarang". Thesis, Social Science Education Program. Graduate program. Semarang State University. Supervisor I Prof. Dr. Tri joko R, M.Pd, Advisor II. Prof. Dr. Dewi Liesnoor D. M.Si

Keywords: Integration of Character Education, Learning IPS, Value Discipline

Integration of character building to apply the discipline value in SMP N 25 Semarang is needed to be integrated in the teaching learning process of process subject, which is caused by the students’ poorness for discipline. They are given many violation of implementation regularly. The purpose of this study are 1) to investigate the character building that are integrated in learning social subject to practice the discipline value in SMP N 25 Semarang, 2) to know the efforts done by the teachers to apply the students’ character of SMP N 25 Semarang, 3) to determine the problem of character building that are integrated in learning social subject for practicing the discipline value in SMP N 25 Semarang.

The method in this study was descriptive by using qualitative approach. The techniques of data collection were by interviews, observation and study the documentation. The data validation was done by triangulation theory and the triangulation sources was the data analysis by interactive model technique.

The results in this study were 1) the character implementation is already started when the teacher prepared their lesson plan, the teachers applied the discipline in the process of teaching and learning, the teachers also evaluated the character implementation as much as possible 2) the efforts which are done by the teachers were by giving an example for the students and did what the teacher did. 3) the problems are faced in integration were the students’ background who come from the different environment, therefore it is so hard to formed the students’ discipline character, lack of ideal teachers, less of infrastructures maintenance, and the minimum parents’ attention

(7)

vii PRAKATA

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT dan mengharapkan ridho yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “Integrasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran untuk pengamalan nilai kedisplinan”. Tesis ini disusun sebagai salah satu persyaratan meraih gelar Magister Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.

Penelitian ini diangkat sebagai upaya untuk merealisasikan pembelajaran IPS SMP yaitu pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan pembelajaran, mengamati, mengeksplorasi pengetahuan secara mandiri, mengemukakan gagasan, belajar bermakna, dan memicu keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa dalam penyelesaian tesis ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaiakan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:

1. Rektor UNNES yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menempuh pendidikan pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

(8)

viii

3. Ketua dan sekertaris Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Pascasarjana UNNES yang telah memberikan kesempatan dan arahan dalam penulisan tesis.

4. Prof. Dr. Tri Joko Raharjo, M.Pd, sebagai pembimbing I yang dengan sabar memberikan bimbingan dan arahan sampai dengan selesainya tesis ini.

5. Prof. Dr. Dewi Liesnoor S, M.Si, sebagai pembimbing II dengan sabar memberikan bimbingan dan arahan sampai dengan selesainya tesis ini.

6. Dr. Martitah, M.Hum, selaku penguji yangtelah memberikan bimbingan serta arahan dalam penulisan tesis ini.

7. Bapak dan Ibu Dosen UNNES khususnya program studi Ilmu Pengetahuan Sosial yang telah banyak memberikan bimbingan dan ilmu kepada penulis selama menempuh pendidikan.

8. Bapak Agung Nugroho selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 25 Semarang yang telah memberikan ijin dan kebijaksanaannya kepada penulis selama melakukan penelitian.

9. Kepada segenap dewan guru dan staff Sekolah SMP Negeri 25 Semarang, yang telah membantu penulis dalam pelaksanaan penelitian ini.

10. Suamiki dan anak-anakku tercinta yang telah banyak memberikan dukungan materil, pengorbanan yang tulus, kesabaran serta doa restunya yang selalu mengiringi setiap langkah penulis dalam penyusunan tesis ini.

(9)

ix

dalam berbagai hal dan mendoakan penulis sampai tesis ini selesai. Semoga kita berhasil semua dalam menggapai cita-cita kita. Aamiin

Penulis menyadari akan segala keterbatasan dan kekurangan dari isi maupun tulisan tesis ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak diterima dengan senang hati. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran karakter dalam pelajaran IPS SMP di masa depan.

Hanya kepada Allah SWT penulis memohon berkah dan rahmat serta limpahan pahala yang berlipat ganda selalu tercurahkan kepada kita semua, segala budi baik dan niat yang suci serta usaha mendapat ridha dari Allah SWT.

Semarang, Februari 2016 Penulis

Yatmini

(10)

x DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERSETUAN PEMBIMBING ... ii

PERNYATAAN KEASLIAN ... iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iv

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA TEORITIS DAN KERANGKA BERFIKIR 2.1 Kajian Pustaka ... 11

2.2 Kerangka Teoritis ... 21

2.2 Kerangka Berpikir ... 41

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian ... 45

(11)

xi

3.3 Data dan Sumber Data Penelitian ... 46

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 48

3.5 Keabsahan Data ... 50

3.6 Teknik Analisis Data ... 51

BAB IV GAMBARAN UMUM SMP N 25 SEMARANG 4.1 Kondisi Lingkungan SMPN 25 Semarang ... 53

4.2 Lokasi SMPN 25 Semarang ... 54

4.3 Visi, Misi dan Tujuan SMPN 25 Semarang ... 55

4.4 Kondisi Pendidik dan Tenaga Pendidik ... 55

4.5 Kondisi Peserta Didik ... 57

4.6 Kondisi Sarana dan Prasarana Sekolah ... 58

4.7 Struktur SMPN 25 Semarang ... 61

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Pelaksanaan Pengintegrasian Pendidikan Karakter Pembelajaran IPS Untuk Menambah Nilai Kedisiplinan Siswa Di SMP Negri 25 Semarang ... 62

5.2 Upaya Pengintegrasian Pendidikan Karakter Pembelajaran IPS Untuk Menambah Nilai Kedisiplinan Siswa Di SMP Negri 25 Semarang ... 100

(12)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1.1 Jumlah Pelanggaran siswa SMP Negeri 25 tahun 2014/2015 ... 7

2.1 Penelitian Terdahulu ... 10

3.1 Data dan Sumber Data Penelitian ... 47

3.2 Kisi-Kisi Wawancara ... 49

4.1. Data Tenaga Pendidik Di SMP Negeri 25 Tahun 2015 ... 56

4.2 Data Tenaga kependidikan Di SMP Negeri 25 Tahun 2015 ... 57

4.3 Peserta Didik Di SMP Negeri 25 Tahun 2015 ... 57

4.4 Sarana Dan Prasarana Di SMP Negeri 25 Tahun 2015 ... 58

4.5 Sarana Dan Prasarana Di SMP Negeri 25 Tahun 2015 ... 59

5.1 Perangkat Pembelajaran Guru SMP Negeri 25 Semarang ... 65

5.2 Contoh Langkah Kegiatan Pembelajaran IPS ... 77

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Kerangka Berpikir ... 44

3.1 Skema Analisis Data ... 51

4.1 Lokasi SMP Negeri 25 Semarang ... 54

5.1 Diskusi Siswa Dalam Pembelajaran IPS... 82

5.2 Kegiatan Pembelajaran IPS dikelas ... 85

5.3 Karakter Disiplin Yang Diamatai dan Dinilai ... 90

5.4 Kegiatan Pembiasaan Berjabat Tangan Sebelum Masuk Gerbang Sekolah ... 107

5.5 Kegiatan Menuntun Sepeda Ketika Masuk Lingkungan Sekolah ... 108

5.6 Menyanyikan Lagu Wajib Sebelum Pelajaran Dimulai... 109

5.7 Pembiasaan Membersihkan Kelas Baik Pagi Atau Pulang Sekolah .. 110

5.8 Pembinaan dan Pemberian Sanksi ... 111

(14)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Pedoman Wawancara ... 123

2. Hasil Wawancara Kepala Sekolah ... 124

3. Hasil Wawancara Guru ... 126

4. Lembar Observasi ... 132

5. Silabus ... 123

6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ... 138

7. Daftar Nilai ... 146

(15)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Untuk mencapai tujuan tersebut pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan berupa Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang secara operasionalnya dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan pemerintah ini memberi arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan Standar Nasional Pendidikan, yang meliputi: 1) standar isi: 2) standar proses, 3) standar kompetensi lulusan, 4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, 5) standar sarana dan prasarana, 6) standar pengelolaan, 7) standar pembiayaan, dan 8) standar penilaian. Untuk meningkatkan hasil dan mutu pendidikan, maka guru dituntut keprofesionalannya untuk dapat melaksanakaan tugas pokok dan fungsinya dengan melaksanakan delapan standar nasional pendidikan.

Pendidikan juga merupakan suatu usaha masyarakat dan negara dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan negara yang lebih baik di masa depan. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan negara. Proses pendidikan budaya dan karakter bangsa, secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya, melakukan proses internalisasi, dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul dimasyarakat, mengembangkan

(16)

2

kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat.

Pembelajaran ilmu pengetahuan sosial merupakan pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan setiap warga negara dalam suatu masyarakat demokratis yang berhubungan dengan bangsa atau masyarakat dunia yang berisikan materi sejarah, ilmu-ilmu sosial. Kemudian sebagian berasal dari humaniora dan ilmu pengetahuan yang diajarkan berdasarkan pengalaman pribadi, sosial, dan budaya sesuai perkembangan peserta didik serta mentransfer agar yang dipelajari disekolah sesuai dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Tanggung jawab utama studi sosial adalah membantu peserta didik agar memiliki ketrampilan dan membuat keputusan penting yang mempengaruhi hubungan mereka dengan manusia maupun dalam mengatur masyarakat lokal dan negara. Meskipun penyelenggaraan pendidikan disuatu negara menjadi tanggung jawab negara untuk melaksanakannya, rakyat juga memiliki hak untuk ikut serta dalam penyelenggaraan pendidikan. Praktik pendidikan dinegara kita mengindikasikan bahwa pemerintah bersama-sama dengan rakyat cukup intensif dalam penyelenggaraan pendidikan.

(17)

3

telah dilakukan untuk memperbaiki faktor tersebut baik dari perbaikan sarana dan prasana, kurikulum, kualitas tenaga kependidikan, pendanaan, maupun aspek yang lainnya.

Salah satu program utama dari pemerintah, khusunya Kementerian Pendidikan Nasional dalam rangka meningkatkan mutu proses dan output pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah pengembangan pendidikan karakter. Sebenarnya pendidikan karakter bukan hal yang baru dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia. Pada saat ini, setidak-tidaknya sudah ada dua mata pelajaran yang diberikan untuk membina akhlak dan budi pekerti peserta didik, yaitu Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Namun demikian, pembinaan karakter peserta didik melalui kedua mata pelajaran tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan, sehingga pengembangan karakter perlu melibatkan lebih banyak lagi mata pelajaran, bahkan semua mata pelajaran yang ada. Selain itu, kegiatan pembinaan kesiswaan dan pengelolaan sekolah perlu juga dirancang dan dilaksanakan untuk mendukung pendidikan karakter.

(18)

4

diperlukannya beragama, beretika, bermoral, dan sopan santun dalam berinteraksi dengan masyarakat, maka pendidikan harus dipersiapkan, dilaksanakan, dan dievaluasi dengan mengintegrasikan pendidikan karakter di dalamnya.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMP Negeri 25 Semarang melihat peran strategis guru dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS dan keberhasilan pembelajaran, maka guru perlu mendapatkan dukungan serta dorongan oleh semua pihak untuk dapat melaksanakan pendidikan dan pengintegrasian karakter dengan baik, akan tetapi kenyataan di lapangan masih menunjukan bahwa proses pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS belum berlangsung secara maksimal, permasalahannya sebagai berikut: Pertama siswa-siswinya mempunyai latar belakang dari keluarga yang segi ekonominya kurang mampu sehingga perhatian orang tua terhadap pendidikan tidak begitu besar akibat dari kondisi tersebut maka siswa disekolah mempunyai tingkat kedisiplinan yang kurang. Kedua, latar belakang pendidikan orang tua dari siswa-siswinya tidak begitu tinggi sehingga dalam memperhatikan pendidikan anak terutama dalam pemahaman pendidikan karakter masih kurang, Ketiga, tempat tinggal dari siswa-siswi SMP Negeri 25 yang berada di wilayah Kecamatan Semarang Utara yang merupakan wilayah dengan tingkat masalah sosial yang begitu kompleks sehingga akan mempengaruhi karakter siswa, dan Keempat, Banyaknya tingkat pelanggaran-pelanggaran yang sering dilakukan oleh siswa siswi disekolah.

(19)

5

ilmu pengetahuan sosial sangat erat kaitannya dengan perilaku serta tindakan siswa sehari-hari sehingga diharapkan mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pembentukan karakters siswa di SMP. Pembelajaran mata pelajaran IPS di sekolah menengah pertama dilakukan dari tahap perencanaan sampai tahap pengevaluasian. Kegiatan pembelajaran IPS tentu saja yang sangat berperan penting dalam pembelajaran adalah guru mata pelajaran IPS namun dalam proses pengintergrasian pendidikan karakter kepala sekolah serta guru bimbingan konseling juga mempunyai peranan yang penting pula. Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS nanti akan muncul pada awal proses perencaanaan kemudian muncul dalam pelaksanaan serta pada akhir pelaksanaan pembelajaran.

(20)

6

Sekolah menengah pertama 25 Semarang merupakan sekolah negeri yang mempunyai latar belakang orang tua siswa dari berbagai kalangan baik dari segi pekerjaan orang tua maupun dari segi pendidikan orang tua. Secara umum memang SMP N 25 tersebut terletak dikawasan Semarang Utara yang notabene merupakan kawasan atau daerah pantai dan juga merupakan kawasan atau wilayah yang sering mendapatkan gangguan alam berupa fenomena rob atau naiknya air laut ke daratan. Kondisi tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap kondisi sekolah dan kondisi belajar siswa.

(21)

7

2014/2015 yang dukumpulkan oleh guru bimbingan konseling di SMP Negeri 25 Semarang, seperti terihat di tabel berikut:

Tabel 1.1 Jumlah Pelanggaran Siswa SMP Negeri 25 Tahun 2014/2015 No Kelas Jumlah Siswa Jumlah

Pelanggaran Prosentase

1 VII 255 103 40 %

2 VIII 248 113 46 %

3 IX 242 105 43 %

Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian secara mendalam yang dituangkan dalam bentuk karya ilmiah tesis dengan judul: “Integrasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran IPS Untuk Pengamalan Nilai Kedisiplinan Siswa di SMP Negeri 25 Semarang.

1.2Identifikasi Masalah

Memperhatikan latar belakang masalah sebagaimana telah diuraikan diatas, maka dapat dikemukakan identifikasi masalah sebagai berikut:

1. Siswa-siswinya mempunyai latar belakang dari keluarga yang segi ekonominya kurang mampu sehingga perhatian orang tua terhadap pendidikan tidak begitu besar akibat dari kondisi tersebut maka siswa disekolah mempunyai tingkat kedisiplinan yang kurang.

(22)

8

3. Tempat tinggal dari siswa-siswi SMP Negeri 25 yang berada di wilayah Kecamatan Semarang Utara yang merupakan wilayah dengan tingkat masalah sosial yang begitu kompleks sehingga akan mempengaruhi karakter siswa. 4. Banyaknya tingkat pelanggaran-pelanggaran yang sering dilakukan oleh siswa

siswi disekolah.

1.3Cakupan Masalah

Penelitian ini membatasi masalah yang terkait dengan pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS untuk pengamalan kedisiplinan siswa serta kedala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS untuk pengamalan kedisiplinan siswa di SMP N 25 Semarang.

1.4Rumusan Masalah

Adapun masalah menjadi fokus kajian dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimanakah pelaksanaan pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS untuk pengamalan nilai kedisiplinan di SMP Negeri 25 Semarang?

2. Bagaimanakah upaya yang dilakukan untuk menanamkan karakter kepada siswa SMP Negeri 25 Semarang?

(23)

9

1.5Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk :

1. Mendeskripsikan pelaksanaan pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS untuk pengamalan nilai kedisiplinan di SMP Negeri 25 Semarang.

2. Menganalisis upaya pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS untuk pengamalan nilai kedisiplinan di SMP Negeri 25 Semarang.

3. Mendeskripsikan kendala apa sajakah yang terjadi dalam pengintegrasian pendidikan karakter terkait dalam pembelajaran IPS untuk pengamalan nilai kedisiplinan di SMP Negeri 25 Semarang.

1.6Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat selama kuliah pada permasalahan dan kondisi di masyarakat, sehingga mendapatkan suatu pengalaman yang baru antara teori dengan kenyataan yang ada dilapangan.

2. Manfaat Praktis

(24)

10

b. Sebagai masukan bagi kalangan pendidikan untuk mengembangkan pendidikan karakter disiplin.

c. Bagi sekolah dapat sebagai bahan acuan dan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan disekolah.

Gambar

Tabel Halaman
Gambar Halaman
Tabel 1.1 Jumlah Pelanggaran Siswa SMP Negeri 25 Tahun 2014/2015

Referensi

Dokumen terkait

Wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat

A.. Mengulek adalah salah satu kegiatan yang berat dilakukan. Meskipun terjadi peningkatan angka penderita arthritis dan CTS, hingga saat ini belum ada pengembangan

[r]

Data yang diterima dan dikirim lewat user akan masuk ke sistem yang telah terintegrasi dengan perangkat Arduino dan wemos d1 mini sebagai pusat kendali dari seluruh

Poin 6d (Pencantuman Pelabelan Label tidak boleh dihapus, dicabut, ditutup, diganti, dilabeli kembali; diganti tanggal, bulan, dan tahun kadaluwarsa), 6e

Penerapan konsep “Healing Environment” pada perancangan bangunan Pusat Rehabilitasi Kanker di Kabupaten Gowa diharapkan mampu memberikan sebuah bangunan yang tanggap dan peduli

Simulasi perhitungan KKP KB tahap pengucuran dimulai dari akhir tahap penghempasan dan dilanjutkan hingga suhu kelongsong maksimum tercapai dimana injeksi

Masyarakat Dusun Gondang Legi dan Dusun Kepuh desa Wedomartani belum mampu memanfaatkan sampah yang berlimpah karena minimnya kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan