• Tidak ada hasil yang ditemukan

peningkatan kualitas hidup dan keluarga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "peningkatan kualitas hidup dan keluarga"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA PENINGKATAN

KUALITAS TUMBUH

KEMBANG ANAk

Kelompok 7

(2)

FAKTOR PRANIKAH /

PRAHAMIL

Dianjurkan pada wanita untuk tidak hamil

sebelum usia 18 tahun atau lebih dari 35 tahun, untuk mengurangi risiko untuk ibu maupun untuk bayinya.

wanita pada waktu sebelum hamil juga

(3)
(4)

Berhubung dengan berbagai ciri pertumbuhan janin selama dalam kandungan dan masalah-masalah yang mungkin terjadi, maka masa pranatal dibagi :

Masa embrionik / masa mudigah : 8 sampai

12 minggu

Masa fetal/masa janin: 12 – 40 minggu

a. Periode praviabel: sebelum 24-26 minggu

(5)

Hal-hal yang harus diperhatikan meliputi pada masa janin:

(6)

Gizi Ibu pada waktu hamil

Kenaikan berat badan wanita hamil

selama kehamilan adalah skitar 10-12,5 kg

agar tidak terjadi kelahiran bayi dengan

(7)

Akibat tidak terpenuhi zat gizi ibu pada

waktu hamil, jangka panjangnya terhadap tumbuh kembang anak akan lebih buruk, bila kekurangan gizi pada bayi akan terus berlanjut sampai 2 tahun setelah lahir.

• Pemberian suplemen zat besi juga harus diberikan pada ibu hamil, untuk mencegah anemia pada ibu, sehingga tidak berdampak negatif pada janin seperti BBLR dan anemia pada bayi.

(8)

Bila pada kehamilan trimester I

(masa organogenesis) ibu minum obat teratogenik, maka akan terjadi keguguran atau cacat bawaan. Beberapa obat yang mempunyai efek sinergistik dengan yang lainnya mungkin akan mempunyai efek teratogenik.

(9)

Dibawah ini contoh toksin/obat-obatan yang dapat menyebabkan kelainan pada janin:

Alkohol/perokok berat Cacat bawaan, KMK Aminopterin Abortus, cacat bawaan Kina/quinine Abortus,

trombositopenia, tuli Streptomisin Tuli (diragukan)

Tolbutamid Cacat bawaan Talidomid Forkomelia dan

malformasi lainnya Tetrasiklin Gigi berpigmen,

hipoplasi email Propiltiourasil /

metimazol

Goiter

Trimetadion / para metadion

(10)

Sedangkan obat-obat yang diberikan pada ibu hamil yang mempunyai pengaruh buruk terhadap

bayi baru lahir, misalnya :

Anestesi yang menguap Depresi SSP Anestesi kaudal dengan

mepivakain

Bradikardi, apnea, kejang Aspirin Pendarahan pada bayi

serotinus

Bromida Depresi SSP, ruam

Derivat morfn / adiksi Sindrom putus obat (bayi malas minum, muntah,

diare, gelisah, berkeringat, tremor, kejang)

Naftalen, nitrofurantoin, primaquin

Anemia hemolitik/G6PD Indometasin PDA

MgSO4 Depresi pernapasan, hipotonia

(11)
(12)

• Bayi dari ibu yang menderita diabetes melitus dapat menderita organomegali, berat lahir diatas 4000 gram, hipertrof dan hiperplasia sel beta pankreas janin dan gangguan metabolik pada neonatus.

• angka kejadian cacat bawaan lebih tinggi pada ibu hamil yang mendapat terapi hormon, ibu yang pada waktu hamil usianya lebih dari 35 tahun dan kelainan hormon tiroid.

(13)

Kelainan posisi janin dan kekurangan

cairan ketuban dapat mengakibatkan cacat bawaan, misalnya talipes, mikrognatia, dll. Kesalahan implantasi dari ovum dapat mengakibatkan gangguan nutrisi sehingga terjadi retardasi pertumbuhan janin.

(14)
(15)

Infeksi

Hampir semua penyakit infeksi yang berat yang diderita ibu pada waktu

hamil, masih mengakibatkan

keguguran, lahir mati, atau BBLR. Beberapa mikroorganisme tertentu dapat menyebabkan infeksi pada janin, gangguan pertumbuhan janin, bahkan cacat bawaan.

(16)

Bukan infeksi

Ibu yang menderita hipertensi yang tidak diobati, akan mengakibatkan retardasi pertumbuhan intrauterin dan lahir mati. Ibu menderita goiter endemik, bayinya bisa menderita hipotiroid kongenital.

(17)

Sebelum fase organogenesis, radiasi

dengan dosis 10 rad dapat

menyebabkan kematian janin.

Sebaiknya hindari penyinaran pada waktu hamil muda.

(18)

• Pada rhesus dan ABO antagonisme sering mengakibatkan hydrops foetalis, bayi lahir mati. Pada umumnya terjadi setelah plasenta terbentuk yaitu pada trimester II kehamilan. Pada rhesus antagonisme antibodi yang terbentuk ukuran kecil 7 S-globulin, sehingga mudah menembus plasenta dengan akibat terjadi “erythroblastosis foetalis”.

• Penatalaksanaannya adalah melahirkan bayi sebelum waktunya dengan induksi, untuk menjaga jangan terjadi hydrops foetalis. Atau melakukan transfusi sel darah merah yang Rh negatip intra-peritoneal, agar janin dapat tumbuh sempurna dan mempunyai kemungkinan hidup lebih besar.

(19)
(20)

Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan

pada plasenta dan tali pusat, dapat mengakibatkan BBLR. Keadaan ini terdapat pada ibu hamil dengan hipertensi, kehamilan serotinus, kehamilan dengan penyakit jantung, ginjal, asma, diabetes melitus, dll. Ibu yang menderita toksemia pada waktu hamil akan melahirkan bayi KMK, prematur dan kematian intrateurin.

(21)

Keadaan kejiwaan ibu selama hamil

dapat mempengaruhi janin yang dikandungnya suatu kehamilan sebaiknya adalah kehamilan yang benar-benar dikehendaki.

(22)
(23)

Masa perinatal merupakan masa yang penting

(24)

Keadaan-keadaan penting yang harus diperhatikan pada masa perinatal

(25)

Asfksia neonatorum adalah suatu keadaan dimana

bayi tidak dapat bernafas secara spontan, teratur dan adekuat.

Akibatnya bayi – bayi ini memiliki IQ yang lebih

rendah dan bahkan ada yang menderita retardasi mental. Oleh karena itu sebaiknya kita mencegah terjadinya asfksia neonatorum, atau jika terjadi asfksia harus ditolong dengan cepat dan tepat. Perawatan pranatal yang teliti dan menemukan ibu dengan resiko tinggi dan mengawasi sebaik mungkin, akan mengurangi angka kejadian asfksia neonatarum.

(26)

Angka kejadian trauma lahir masih tinggi

pada persalinan yang ditolong oleh bukan tenaga kesehatan. Trauma lahir disamping angka kematiannya tinggi, juga dapat menghambat tumbuh kembang anak. Dengan pengawasan pranatal yang baik, maka akan dapat dilakuakan tindakan dini sehingga bayi lahir dengan selamat.

(27)

Hipoglikemia bila kadar glukosa darah kurang dari 20mg% pada BBLR atau kurang dari 30mg% pada bayi cukup bulan. Keadaan ini dapat disertai dengan gejala klinik, dan bila tidak diobati dengan segera dapat menyebabkan kematian atau kerusakan berat pada otak. Setiap bayi resiko tinggi yang baru lahir harus dimonitor kadar glukosanya.

(28)

semua penderita hiperbilirubinemia

dilakukan pemeriksaan berkala, baik pertumbuhan fsik, motorik, perkembangan mental dan ketajaman pendengarannya. Penatalaksanaan yang baik dari penderita hiperbilirubinemia adalah sangat penting untuk mencegah akibat tersebut diatas.

(29)

Pencegahan BBLR adalah sangat penting,

yaitu dengan pemeriksaan prenatal yang baik dan memperhatikan gizi ibu. Angka kesakitan dan kematian BBLR dapat ditekan dengan penanganan yang baik atas dasar pengetahuan yang memadai tentang seluk beluk BBLR.

(30)

Infeksi pada bayi baru lahir ini pada

umumnya mortalitasnya tinggi, sehingga pencegahan sangat penting.

Pencegahan dititikberatkan pada cara kerja

aseptik, misalnya alat – alat minum, alat – alat resusitasi, alat pemberi oksigen yang steril, perawatan tali pusat yang baik dan kebiasaan mencuci tangan oleh petugas di pusat perawatan bayi, baik sebelum maupun sesudah memeriksa bayi.

(31)
(32)

Faktor postnatal yang mempengaruhi kualitas anak adalah faktor bio-fsiko-psiko-sosial.

komponen biologis : kesehatan tubuh atau organ, keadaan gizi, kekebalan terhadap penyakit.

Komponen fsis: perumahan, kebersihan lingkungan, fasilitas kesehatan dan pendidikan. •Komponen psikososial : kesehatan jiwa,

stimulasi mental, pengaruh

(33)

faktor lingkungan postnatal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, yaitu :

Gizi Anak

Kesehatan Anak

Keluarga Imunisasi

Perumahan

Sanitasi Lingkungan

Stimulasi

(34)

Makanan memegang peranan yang penting

dalam tumbuh kembang anak. Kekurangan makanan yang bergizi akan menyebabkan retardasi pertumbuhan anak. Makan yang berlebihan juga tidak baik, karena dapat menyebabkan obesitas. Kedua keadaan ini dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas anak.

ASI ( air susu ibu ) dapat menurunkan morbiditas

dan mortalitas anak, karena ASI disamping nilai gizinya tinggi juga mengandung berbagai macam zat anti yang melindungi anak dari berbagai macam infeksi.

(35)

Sebaiknya tidak memberikan makanan

selain ASI sampai anak berumur 6 bulan, dan pemberian makanan pada anak dibawah 3 tahun bisa 5 – 6 kali perhari untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembanganya.

Setelah menderita sakit anak perlu

(36)

• Kesehatan anak harus mendapat perhatian dari para orang tua, yaitu dengan cara segera membawa anaknya yang sakit ke tempat pelayanan kesehatan yang terdekat.

• Anak yang sering sakit, biasanya pertumbuhannya akan terganggu. Oleh karena itu kita perlu memberikan makanan ekstra pada setiap anak sesudah menderita suatu penyakit.

• Anak yang menderita penyakit menahun seperti asma, sakit jantung, sakit ginjal, dll, tidak hanya terganggu tumbuh kembangnya tapi juga pendidikannya.

(37)

Pemberian imunisasi pada anak adalah

penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas terhadap penyakit – penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Misalnya penyakit TBC, diphteria, tetanus, pertusis, polio, campak dan hepatitis.

(38)

Keadaan perumahan yang layak

dengan konstruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya, akan menjamin kesehatan dan keselamatan penghuninya.

(39)

Kebersihan, baik kebersihan perorangan maupun

kebersihan lingkungan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Kebersihan perorangan yang kurang, akan menyebabkan timbulnya penyakit – penyakit kulit dan saluran pencernaan.

pendidikan kesehatan kepada masyarakat harus

ditunjukan bagaimana membuat lingkungan menjadi layak untuk tumbuh kembang anak, sehingga meningkatkan rasa aman bagi ibu / pengasuh anak dalam menyediakan kesempatan bagi anaknya untuk mengeksplorasi lingkungan.

(40)

Untuk perkembangan motorik serta

pertumbuhan otot – otot tubuh diperlukan stimulasi yang terarah dengan bermain, latihan – latihan atau olahraga yang teratur. Anak perlu diperkenalkan dengan olahraga sedini mungkin, karena dengan olahraga tidak hanya membentuk fsik anak tetapi juga mentalnya agar anak tumbuh dengan baik.

(41)

Dengan keluarga berencana ( KB ) maka

sebuah keluarga dapat merencanakan kapan mulai punya anak, berapa jumlah anak yang diinginkan, berapa tahun jarak antara anak satu dengan anak lainnya dan kapan berhenti dan tidak hamil lagi.

Untuk menjaga kesehatan ibu dan anak

sebaiknya jarak antara kehamilan tidak kurang dari 2 tahun untuk memulihkan kesehatannya sebelum hamil lagi. Jika ibu hamil terlalu cepat, maka sering melahirkan BBLR.

(42)

Suasana damai dan kasih sayang sangat

penting dalam tumbuh kembang anak.

Beberapa faktor yang mempunyai

dampak negatif terhadap pola interaksi keluarga adalah perkawinan yang tidak harmonis, penyakit menahun yang diderita salah satu anggota keluarga, dan adanya gangguan jiwa dari salah satu anggota keluarga.

(43)

Interaksi antara orang tua dan anak dapat digambarkan sebagai berikut ( dikutip dari

Klaus 1983 ) :

(44)

Faktor Resiko

(45)

Dibawah ini adalah berbagai keadaan yang mungkin membawa resiko baik bagi ibu maupun bagi anaknya

( dikutip dari Ebrahim 1985 ) :

Ibu yang dalam resiko, antara lain:

•Umur ibu dibawah 18 dan diatas 35 tahun.

Tinggi ibu kurang dari 145 cm.

•Hamil pertama kali, atau setelah kehamilan kelima.

•Berat badan sebelum hamil kurang dari 40 kg atau kenaikan berat badan saat hamil kurang dari 7 kg.

•Riwayat sebelumnya terdapat anak yang lahir mati, kematian pada masa neonatal, kesulitan partus dan bayi berat lahir rendah.

•Anemia pada waktu hamil.

•Masalah sosial, seperti pecandu alkohol dan keluarga yang tuna karya.

•Ibu yang terlantar.

Jarak antara anak satu dan lainnya pendek, kurang dari 24

(46)

Anak yang dalam resiko, adalah:

Berat badan lahir rendah.Bayi kembar 2,3 atau lebih.Anak ke 5 atau lebih.

• Kehamilan pada ibu sebelum anak berumur 18 bulan.

• Sedang menderita sakit pertusis, campak, diare atau penyakit yang berat lainnya.

• Riwayat malnutrisis atau ada saudaranya yang meninggal.

• Tidak ada kenaikan berat badan pada 2 bulan terakhir.

(47)

KEPENDUDUKAN DAN

(48)

KEPENDUDUKAN

Masalah Kependudukan :

jumlah yang besar

pertumbuhan yang tinggi

(49)
(50)

  195

0 1961 1971 1980 1990 2000 2010

Jumlah Penduduk

( Juta )

79,5

4 97,02 119,21 147,49 179,38 206,3 237,64

Jumlah

Perempuan 15 – 49 Tahun ( Juta )

38,1 23,75 28,62 35,94 46,09 57,34 65,21

Jumlah

Penduduk 0 – 14 Tahun ( juta )

31,1 41,04 52,04 60,04 65,69 63,21 68,60

Jumlah

Penduduk 16 – 64 Tahun ( Juta )

45,2

6 53,38 63,34 81,94 106,8 133,06 157,05

Jumlah

Penduduk 65+ Tahun ( Juta )

3,18 2,61 2,97 4,77 6,75 9,58 11,98

Angka

(51)
(52)

1950-Tabel Status Gizi Anak

(53)
(54)
(55)
(56)
(57)

Program keluarga berencana adalah bagian

yang terpadu ( integral ) dalam program Pembangunan Nasional dan bertujuan untuk turut serta mensejahterakan ekonomi, spiritual dan sosial budaya penduduk Indonesia, agar dapat diciptakan keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional.

Keluarga berencana adalah suatu usaha

(58)

Tujuan Keluarga Berencana

Tujuan Umum :

Tujuan kuantitatif adalah untuk

menurunkan dan mengendalikan

pertumbuhan penduduk,

Tujuan kualitatif adalah untuk

mewujudkan Norma Keluarga Kecil

yang

Bahagia

dan

Sejahtera

(59)

Tujuan Khusus :

Untuk meningkatkan cakupan program,

baik dalam arti cakupan luas daerah maupun cakupan penduduk usia subur yang memakai metoda kontrasepsi.

Meningkatkan kualitas ( dalam arti lebih

(60)

Lanjutan...

Menurunkan kelahiran.

• Mendorong kemandirian masyarakat dalam melaksanakan keluarga berencana, sehingga norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera ( NKKBS ) bisa menjadi suatu kebutuhan hidup masyarakat.

(61)

Faktor resiko yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak yaitu :

1. Kehamilan sebelum umur 18 tahun dan sesudah 35 tahun.

2. Resiko kematian anak meningkat sekitar 50% jika jaraknya kurang dari 2 tahun.

(62)

RIWAYAT PROGRAM KELUARGA BERENCANA NASIONAL

Pada tahun 1953 sekelompok masyarakat yang

terdiri dari berbagai golongan, khususnya dari tenaga kesehatan memulai prakarsa keluarga berencana.

Dibentuk Perkumpulan Keluarga Berencana

Indonesia ( PKBI ) pada tahun 1957.

Departemen Kesehatan merupakan penunjang

(63)

Lanjutan...

Kemudian dibentuk Badan Koordinasi

Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) pada tahun 1970, yaitu suatu badan pemerintah non departemental yang bertugas mengkoordinasi segala kegiatan yang menyangkut program Keluarga Berencana secara nasional.

(64)

KELUARGA BERENCANA DILINGKUNGAN DEPARTEMEN KESEHATAN

• RAKERNAS III telah menetapkan bahwa keluarga berencana merupakan prioritas utama dalam program kesehatan.

(65)

Lanjutan...

Dengan adanya Keppres 44 dan 45

(66)
(67)

Menuju gerakan KB nasional tahap ke II

Pondasi Gerakan KB Nasional Tahap Kedua, yaitu :

Komitmen politik tinggi dan berkelanjutan.

Organisasi dengan manajemen yang handal dalam

pelayanan KB.

Gerakan masyarakat yang mempunyai semangat

dan daya tahan yang cukup tangguh.

Arus informasi timbal balik yang sehat.

Pelayanan dengan dukungan logistik yang dinamis.Partisipasi masyarakat yang akrab, saling

menghargai dan penuh pengertian.

Umpan balik yang jujur untuk saling membangun

(68)

Sasaran Program Keluarga Berencana

Pasangan usia subur ( PUS ) yang Ingin

mencegah kehamilan karena alasan – alasan pribadi.

PUS yang ingin menjarangkan

kehamilan.

PUS yang ingin membatasi jumlah anak.PUS yang membutuhkan usaha keluarga

(69)

MANFAAT KELUARGA BERENCANA DIPANDANG DARI SEGI KESEHATAN

Untuk Ibu, Dengan jalan mengatur jumlah dan jarak kelahiran, ibu mendapat manfaat berupa:

Perbaikan kesehatan badan karena tercegahnya

kehamilan yang berulang kali dalam jangka waktu yang terlalu pendek.

(70)

Untuk anak – anak yang akan dilahirkan:

Anak yang dilahirkan dapat tumbuh

secara wajar karena ibu yang

mengandungnya berada dalam

keadaan sehat.

Sesudah lahir anak tersebut akan

(71)

Untuk anak – anak yang lain:

Memberi kesempatan mereka agar

perkembangan fsiknya lebih baik karena setiap anak memperoleh makanan yang cukup dari sumber yang tersedia di dalam keluarga.

• Perkembangan mental dan sosialnya lebih sempurna karena pemeliharaan yang lebih baik dan lebih banyak waktu yang dapat diberikan oleh ibu untuk setiap anak.

(72)

Untuk ayah, memberikan kesempatan padanya untuk :

Memperbaiki kesehatan fsiknya.

• Memperbaiki kesehatan mental dan sosial karena kecemasan berkurang serta lebih banyak waktu terluang untuk keluarganya.

Untuk seluruh keluarga:

• Kesehatan fsik, mental setiap anggota keluarga tergantung dari kesehatan seluruh keluarga.

(73)

Bonus Demograf

(74)

Faktor – Faktor Hubungan Bonus Demograf dengan Pertumbuhan Ekonomi

penawaran tenaga kerja ( labbor

supply )

peran perempuantabungan

(75)

Hal – Hal yang Harus Diperhatikan

dalam Mensukseskan Bonus Demograf :

Angkatan kerja yang berlimpah harus

berkualitas

Tersedianya lapangan pekerjaan

yang memadai

Jumlah anak sedikit dengan

pendidikan yang maksimal

Mengurangi anak berumur 0 – 15

(76)

Proyeksi ramalan

2005 2010 2015 2020 2025 2030 2035 2040 2045 2050

Jumlah Penduduk

(Juta) 225,31 238,37 250,42 261,05 270,11 277,56 283,87 288,83 292,17 293,17 Pertambahan

Jumlah Penduduk/Tahun

2,75 2,61 2,41 2,12 1,81 1,49 1,26 0,99 0,66 0,32

Jumlah Perempuan 15 – 49 Tahun ( Juta )

62,1 65,7 68,5 70,11 70,94 70,88 70,2 69,1 67,7 66,3

Jumlah Penduduk 0 – 14 Tahun

( Juta )

64,66 64,12 63,6 62,13 60,23 58,01 58,4 55,16 54,06 52,56

Jumlah Penduduk 15 – 64 Tahun

( juta )

148,25 168,16 170,79 180,38 187,18 192,03 194,74 195,25 193,71 191,56

Jumlah Pemduduk 65+

Tahun ( Juta )

12,39 14,06 16,02 18,53 22,68 26,92 32,64 38,41 44,41 49,65

Angka

(77)

Implikasi Proyeksi

Kependudukan

Ledakan bayi kedua

Kemungkinan adanya “stalling

fertilitas” atau berhentinya penurunan tingkat fertilitas

Peningkatan harapan hidup

Ledakan penduduk lanjut usia

(78)

Peningkatan Penjaminan Mutu ( Quality assurance = QA )

Pelayanan KB dengan titik berat pada

konseling dan pengayoman kegagalan KB.

Pendidikan KB dengan titik berat pada

komitmen politik dan hukum.

Penerangan dan motivasi dengan titik

berat pada remaja dan pemuda.

Program pelayanan integrasi dengan titik

berat pada wanita pekerja.

Pembinaan institusi masyarakat, untuk

(79)

Kesimpulan

a. Kualitas tumbuh kembang anak dapat ditingkatkan dengan berbagai usaha baik yang dilakukan orang tua, masyarakat ataupun pemerintah.

(80)

Daftar Pustaka

• 1. Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta :

penerbit Buku Kedokteran EGC, 1995.

• 2. Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. Buku

Pedoman Petugas Fasilitas Pelayanan Keluarga

Berencana. s.l. : Departemen Kesehatan RI, 1994.

• 3. Badan Pusat Statsitik. Hasil Survei Sosial Ekonomi

Nasional (Susenas), BPS. http://www.bps.go.id/. [Online] 2012.

• 4. Jalal, Fasli. NASKAH ORASI ILMIAH Bonus Demograf :

Tantangan peneliti untuk pengabdian yang konkret dalam pembangunan Negara dan Bangsa. Jakarta : LIPI, 2014.

(81)

Gambar

Tabel. Indikator Demograf

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk: 1)Tujuan penelitian ini menghasilkan LKS fisika berbasis Discovry untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa, 2) Mengembangkan

 Sedangkan, buku besar pembantu di gunakan untuk mencatat data secara detail untuk akun buku besar umum dengan banyak sub akun terpisah.. seperti piutang , persediaan, dan

This papcr will report on the existence of small rn;~m~rials and their parasites collected during, the survey, in relation to the distribution of

digunakan ABK, pendokumentasian bagian- bagian kapal KM Satelit dan wawancara mendalam (deep interview) dengan semua ABK kapal tersebut. Jenis data yang dikumpulkan

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mencari jawaban dari pertanyaan “apakah faktor kedekatan dengan infrastruktur, lingkungan

Pada saat memulai program aplikasi Microsoft Word, secara otomatis, dokumen baru yang masih kosong yang diberi nama dokumen1 akan ditampilkan dan siap

Tabel 1.2 Capaian indikator kinerja utama Inspektorat kota Pangkalpinang tahun 2015. Sasaran Startegis Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Berdasarkan hasil wawancara yang saya lakukan sebelum penelitian dengan salah satu pegawai menyatakan bahwa banyak mitra kerja yang kurang disiplin terhadap