• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH COMPUTER SELF EFFICACY TERHADAP (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH COMPUTER SELF EFFICACY TERHADAP (1)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

266 7.1 Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh computer self-efficacy terhadap kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan, kepuasan pengguna, dan dampak individu bagi pengguna sistem e-learning berbasiswebsitedi Kopertis Wilayah III Jakarta. Adapun kesimpulan yang dapat dihasilkan adalah sebagai berikut:

1) Semakin baikComputer self-efficacyakan meningkatkan persepsi kualitas sistem. Temuan ini mengkonfirmasi penelitian sebelumnya (Chang et al., 2011) yang menyatakan bahwa Computer self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap kualitas sistem. Indikatormagnitudememiliki nilailoading factor terbesar sehingga merupakan indikator yang paling kuat sebagai pengukur variabelComputer self-efficacy.

2) Semakin baikComputer self-efficacyakan semakin meningkatkan persepsi kualitas informasi. Temuan ini mengkonfirmasi penelitian sebelumnya (Chang et al., 2011) yang menyatakan bahwa Computer self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi. Indikator magnitude memiliki nilai loading factor terbesar sehingga merupakan indikator yang paling kuat sebagai pengukur variabelComputer self-efficacy.

(2)

4) Semakin baik Computer self-efficacy akan semakin meningkatkan penggunaan sistem e-learning. Temuan ini mengkonfirmasi penelitian sebelumnya (Changet al., 2011) yang menyatakan bahwaComputer self-efficacyberpengaruh signifikan terhadap penggunaan. Indikatormagnitude memiliki nilai loading factor terbesar sehingga merupakan indikator yang paling kuat sebagai pengukur variabelComputer self-efficacy.

5) Computer self-efficacy berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan pengguna. Keyakinan akan kemampuan mengoperasikan sisteme-learning yang tinggi jika tidak tersedia sistem e-learning yang menarik dan menantang (dalam hal desain yang menarik dan user friendly) bagi pengguna akan berakibat pada rasa bosan dan frustasi untuk menggunakan kembali. Kondisi ini akan berakibat pada tingkat kepuasan dalam hal penggunaan sisteme-learningyang rendah.

6) Semakin baikComputer self-efficacyakan semakin meningkatkan dampak individu dalam penggunaan sisteme-learning. Hasil penelitian ini merupakan temuan baru dalam penelitian ini serta memperkuat teori dari Pajares dan Urdan (2006) yang mengatakan bahwa keyakinan seseorang tentang kemampuannya untuk mengorganisasikan dan melaksanakan tindakan apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai kinerja yang diinginkan.

(3)

e-learning dengan kebutuhan belajar dan kemudahan dalam mengakses fitur sisteme-learning.

8) Semakin baik persepsi kualitas sistem akan semakin meningkatkan penggunaan sistem e-learning. Temuan ini mengkonfirmasi penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kualitas sistem berpengaruh signifikan terhadap penggunaan.

9) Semakin baik persepsi kualitas sistem akan semakin meningkatkan kepuasan pengguna sistem e-learning. Temuan ini mengkonfirmasi penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kualitas sistem berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Temuan ini mengkonfirmasi salah satu teori dari Guiemares et al., 1992 yang menyatakan bahwa ukuran kepuasan pemakai pada sistem komputer dicerminkan oleh kualitas sistem yang dimiliki.

10) Semakin baik persepsi kualitas informasi akan semakin meningkatkan penggunaan sistem e-learning. Temuan ini mengkonfirmasi penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kualitas informasi berpengaruh signifikan terhadap penggunaan. Temuan ini mengkonfirmasi salah satu teori dari Barnes dan Vidgen, 2003 yang menyatakan bahwa kualitas informasi dapat dilihat dengan adanya potensi menghasilkan informasi yang tidak terbatas, baik dalam organisasi maupun diluar organisasi. Walaupun terjadi hubungan yang signifikan, rata-rata jawaban responden untuk kelima indikator masih cenderung kurang baik sehingga masih diperlukan upaya peningkatan kualitas informasi terutama dalam hal: ketepatan waktu dalam penyajian informasi, peningkatandesignsistem e-learning, dan keakuratan penilaian kuis dalam sisteme-learning.

(4)

penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kualitas informasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Temuan ini mengkonfirmasi salah satu teori dari Ives et al., 1983 yang menyatakan bahwa kualitas informasi merupakan dimensi kunci menyangkut instrument kepuasan pengguna akhir.

12) Semakin baik persepsi kualitas layanan akan semakin meningkatkan penggunaan sistem e-learning. Temuan ini mengkonfirmasi penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap penggunaan. Indikator “jaminan” (kecepatan download materi perkuliahan) memiliki nilai weight terbesar sehingga merupakan indikator yang paling kuat sebagai pengukur variabel kualitas layanan.

13) Semakin baik persepsi kualitas layanan akan semakin meningkatkan kepuasan pengguna sistem e-learning. Temuan ini mengkonfirmasi penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Indikator “jaminan” (kecepatan download materi perkuliahan) memiliki nilai weight terbesar sehingga merupakan indikator yang paling kuat sebagai pengukur variabel kualitas layanan.

(5)

karena panduan yang jelas (navigation patterns), peningkatan frekwensi kunjungan ke sistem e-learning (number of site visit), dan mengikuti kuis dengan sisteme-learning(number of transaction).

15) Penggunaan berpengaruh tidak signifikan terhadap dampak individu. Hasil penelitian ini menemukan bahwa besar kecilnya penggunaan sistem e-learning tidak terlalu mempengaruhi besar kecilnya dampak individu. 16) Kepuasan pengguna berpengaruh tidak signifikan terhadap dampak

individu. Penelitian ini mengindikasikan bahwa besar kecilnya tingkat kepuasan pengguna sistem e-learning tidak terlalu mempengaruhi besar kecilnya dampak individu.

7.2 Saran

7.2.1 Bagi DIKTI dan Kopertis III Jakarta

Saran untuk DIKTI dan Kopertis Wilayah III Jakarta:

1) Kebijakan pemerintah dalam bentuk: perencanaan, standarisasi mutu, infrastruktur jaringan dan konten, serta kesiapan dan kultur sumberdaya manusia untuk mengaplikasikan teknologi informasi khususnya dalam penggunaan sistem e-learning di Kopertis III Jakarta merupakan hal yang mendesak. Sistem e-learning akan dimanfaatkan atau tidak sangat tergantung kebijakan pemerintah di bidang pendidikan dan bagaimana pengguna memandang atau menilai sistem e-learning tersebut. Namun umumnya digunakannya teknologi tersebut dengan pertimbangan bahwa: (1) teknologi tersebut memang sudah merupakan kebutuhan; (2) fasilitas pendukung yang sudah memadai; (3) adanya dukungan dana yang memadai; dan (4) adanya dukungan dari pembuat kebijakan.

(6)

mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara pendidik dengan peserta didik sebagaimana yang disyaratkan dalam proses pembelajaran. Agar pemanfaatan internet dalam pembelajaran dapat berhasil secara efektif dan efisien, selain faktor lingkungan, peserta, dan pendidik, hal pokok yang perlu diperhatikan adalah faktor teknologi, meliputi: komputer, perangkat lunak, jaringan, koneksi ke internet, dan berbagai kemampuan yang dibutuhkan berkaitan dengan penerapan internet di lingkungan perguruan tinggi.

7.2.2 Bagi Perguruan Tinggi di Kopertis III Jakarta

Saran untuk perguruan tinggi di Kopertis Wilayah III Jakarta:

1) Perguruan tinggi penyelenggara sistem e-learning di Kopertis III Jakarta untuk lebih meningkatkan kualitas sistem dan kualitas informasi. Dengan meningkatnya kualitas sistem dan kualitas informasi diharapkan akan berdampak pada penggunaan dan kepuasan pengguna serta pada akhirnya akan berdampak pada individu.

2) Rendahnya penggunaan sistem e-learning di Kopertis III Jakarta bisa juga diakibatkan oleh kurangnya sosialisasi sistem e-learning ke pengguna (mahasiswa). Hal ini diperkuat dalam penelitian dengan ditemukan hubungan yang tidak signifikan antara penggunaan dan kepuasan pengguna terhadap dampak individu. Dengan temuan tersebut diharapkan perguruan tinggi untuk mengadakan sosialisasi kepada mahasiswa berkaitan dengan penggunaan sisteme-learning. Ketika mahasiswa menyadari manfaat yang sangat besar dari sisteme-learningmaka mereka akan menanggapi secara positif terhadap proses pembelajaran dengan pembelajaran sistem online tersebut.

7.2.2 Bagi Penelitian Selanjutnya

(7)

1) Obyek penelitian saat ini hanya PTS di lingkungan Kopertis Wilayah III Jakarta (1 kopertis), penelitian yang akan datang disarankan untuk memperbanyak obyek penelitian dan memperluas sampel agar menghasilkan hasil yang lebih baik jika kelompok yang lebih beragam dari responden dapat dicapai.

2) Penelitian hanya melibatkan perspektif tunggal dari mahasiswa, penelitian yang akan datang disarankan menggunakan perspektif dari organisasi/institusi (unit pengelola sistem e-learning) dan instruktur/dosen pengampu mata kuliah.

3) Penelitian selanjutnya dengan menarik garis (menghubungkan) dari variabel dampak individu ke variabel penggunaan dan kepuasan pengguna.

4) Memasukkan variabel lain yang relevan agar dapat mengakomodasi perbedaan kondisi di luar negeri dengan kondisi di Indonesia ke dalam model penelitian. Dengan memasukkan variabel tersebut diharapkan hasil penelitiannya dapat lebih sesuai dengan kondisi di Indonesia.

5) Penelitian selanjutnya dengan menambahkan variabel lain, misalnya variabel kebijakan karena nilai FIT dan AFIT masih berkisar 50%.

6) Penelitian selanjutnya diarahkan pada penggunaan variabel lain dalam teori pembelajaran sosial (Bandura, 1986).

Referensi

Dokumen terkait

Bakteri-bakteri tersebut diperoleh dari bayam yang tumbuh di lahan miskin hara dan kandungan bahan organik yang rendah. Asosiasi antara sebagian besar bakteri dan

Berdasarkan hasil penelitian, Sisa Hasil Usaha yang didasarkan pada beberapa indikator penelitian diantaranya berkaitan dengan jumlah modal yang ditanam, lama waktu

Berdasarkan hasil simulasi model, diketahui bahwa dengan mengurangi laju konversi lahan menjadi permukiman, dapat mempertahankan pengurangan LPEXK DLU WDQDK GDQ

ESI Zn(II) dengan bahan aktif ionofor HTMAB serta komposisi membran terbaik yang dihasilkan, digunakan untuk penelitian selanjutnya yaitu dengan menguji kualitas

Desa Abang Batudinding, Suter dan Abang Batudinding merupakan kawasan perdesaan di Kabupaten Bangli yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdesaan dengan fokus

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku UMKM dalam memudahkan kegiatan usahanya dengan penerapan fintech dalam hal

Yang dimaksud dengan “tidak dapat diberikan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD secara bersamaan” adalah bahwa jika telah disediakan dan telah ditempati, dihuni, atau

Hasil penelitian buku teks siswa kelas 1 Tema Kegemaranku kurikulum 2013 terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan bahwa pada indikator atau aspek