PENGEMBANGAN APLIKASI “SAHABAT
KRL” BERBASIS SPASIAL DENGAN
TEKNOLOGI RESPONSIVE WEB DESIGN
Sherly
1; Winson
2; Yohanes Steven
3; Edy Irwansyah
4Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina Nusantara Jln. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta Barat 11480
[email protected], [email protected], [email protected]
ABSTRACT
Sahabat KRL is a web application developed using responsive web design technology. The aim of this application development is to provide various KRL information needed by passengers via web application which can be accessed from various devices, especially desktop computers, smartphones, and smart TVs with equally comfortable display.The research method used is Unified Process development model which supports iterative and incremental process flow. By using this application, KRL passengers can access various information and KRL latest news in wherever and whenever they are. The conclusion is that Sahabat KRL application can be a good solution in fulfilling KRL passengers’ information need.
Keyword : Spatial, Responsive Web Design, Web Application
ABSTRAK
Sahabat KRL adalah sebuah aplikasi web yang dikembangkan dengan menggunakan teknologi responsive web design. Tujuan dari pengembangan aplikasi ini ialah untuk menyediakan berbagai informasi KRL yang dibutuhkan penumpang melalui sebuah aplikasi web yang dapat diakses dari berbagai perangkat, khususnya komputer, smartphone, dan smart TV dengan tampilan yang sama nyamannya. Metode penelitian yang digunakan model pengembangan Unified Process yang mendukung aliran proses yang iterative dan inkremental. Melalui aplikasi ini, para penumpang KRL dapat mengakses berbagai informasi dan berita terkini mengenai KRL di mana pun dan kapan pun mereka berada. Simpulannya ialah aplikasi Sahabat KRL dapat menjadi solusi yang baik dalam memenuhi kebutuhan informasi para penumpang KRL.
PENDAHULUAN
Sebagai salah satu angkutan massa terbesar di Indonesia, Kereta Rel Listrik (KRL) memiliki potensi besar untuk menjadi solusi bagi permasalahan transportasi perkotaan yang semakin kompleks. Namun untuk dapat mewujudkan hal tersebut, sebagai pihak pengelola, PT. KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) masih perlu meningkatkan jumlah unit serta kualitas pelayanan KRL yang ada untuk mencapai kepuasan penumpang.
Peningkatan kualitas pelayanan tersebut kini dirasa semakin diperlukan melihat hasil penelitian (Sunarto, 2009) telah menyimpulkan bahwa 93,5% penumpang KRL tidak merasa puas terhadap kualitas pelayanan yang ada. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ispurwanto dan Pricillia (2011), ditemukan bahwa terdapat beberapa dimensi ketidakpuasan yang dirasakan penumpang terhadap pihak pengelola KRL. Ketidakpuasan tersebut bersumber dari beberapa hal berikut, yaitu kurangnya frekuensi kereta akibat gangguan sinyal listrik, seringnya terjadi keterlambatan kereta, kurangnya pemberian informasi yang jelas mengenai jadwal dan masalah lain yang terkait dengan perjalanan kereta, serta ketidakpuasan penumpang terhadap kondisi fisik kereta. Dalam tesisnya, Muhyi (2010) juga memberikan indikasi adanya kebutuhan yang besar dari para penumpang mengenai kepastian status dan lokasi keberadaan kereta yang mereka inginkan.
Melihat semua hasil temuan tersebut, maka diperlukan adanya sebuah pelayanan inovatif yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan informasi para penumpang KRL, seperti rute, jadwal, status, posisi, dan perkiraan waktu tiba kereta.
Akan tetapi, mengingat bahwa pangsa pasar KRL meliputi masyarakat perkotaan, maka penyediaan pelayanan tersebut juga harus disesuaikan dengan perilaku dan gaya hidup masyarakat yang dinamis dan berteknologi tinggi. Melihat besarnya minat masyarakat sekarang akan teknologi mobile, maka solusi terbaik untuk menyediakan pelayanan yang inovatif dan efektif ialah dengan menyediakan sebuah aplikasi mobile yang mampu menjawab kebutuhan informasi para penumpang serta dapat diakses dan divisualisasikan melalui berbagai jenis perangkat, khususnya komputer desktop, smartphone, maupun smart TV.
Selain itu, untuk dapat mendukung perencanaan pengembangan KRL di masa depan, maka aplikasi juga perlu dirancang untuk dapat mensosialisasi kebijakan, rute, atau berita terbaru mengenai KRL dengan mudah. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, maka diharapkan aplikasi yang dibangun tersebut mampu memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pengelola dan penumpang KRL.
Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dan manfaat daripada penulisan ini adalah (1) mengembangkan sebuah responsive web application yang dapat divisualisasikan ke ebrbagai perangkat, khususnya komputer desktop, smartphone, dan smart TV dengan tampilan yang sama baiknya; (2) memenuhi berbagai kebutuhan informasi pengguna, seperti jadwal, rute yang perlu ditempuh, prediksi stasiun terdekat dari lokasi pengguna dan dari suatu lokasi tempat umum, perkiraan lokasi keberadaan dan kepadatan penumpang dari kereta terdekat yang dicari, serta prediksi waktu tiba kereta tersebut; (3) menyediakan fitur informasi berita terbaru mengenai layanan, kebijakan, atau perubahan rute terbaru KRL kepada para pengguna.
Kajian Pustaka
Data Spasial
Data spasial merupakan data yang terpaut dengan dimensi ruang. Dalam proses pengumpulannya, data spasial dapat dihasilkan dari beberapa macam sumber, di antaranya data sensus dan survei, foto udara, citra satelit, survei dan GPS.
Tipe Entitas Spasial
Menurut Heywood, Cornelius, dan Carver (2011), terdapat tiga entitas spasial dasar yang digunakan untuk mrepresentasikan fitur-fitur dunia nyata. Ketiga entitas spasial dasar tersebut antara lain :
a. Titik
Titik digunakan untuk merepresentasikan fitur-fitur yang terlalu kecil untuk direpresentasikan sebagai area untuk skala pemetaan yang digunakan. Contoh obyek geografis yang biasa direpresentasikan sebagai titik antara lain pohon, rumah, atau kota.
Garis digunakan untuk merepresentasikan fitur-fitur yang terhubung secara linear. Garis dibentuk melalui serangkaian titik yang terhubung dan membentuk garis. Contoh obyek geografis yang biasa direpresentasikan sebagai garis antara lain jalan dan sungai.
c. Area
Area direpresentasikan dengan serangkaian garis yang saling terhubung dan membentuk area tertutup atau poligon. Contoh obyek geografis yang biasa direpresentasikan sebagai area antara lain danau dan perkebunan.
Manajemen Data Spasial
Management spatial data merupakan manajerial data yang bekerja dengan storage (penyimpanan), index, dan query data dengan acuan fitur spasial, seperti lokasi dan perpanjangan geometris. Manajemen data spasial sendiri mendukung efisiensi dari data spasial berskala besar namun dapat diakses oleh pengguna biasa melalui komputer atau perangkat mobile. (Mamoulis, 2012).
Model Data Spasial
Menurut Arham (2011), model data spasial terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu: a. Model data raster
Model data raster merupakan jenis model spasial yang menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data dengan menggunakan struktur matriks atau pixel yang membentuk grid. Akurasi dari model data ini tergantung pada resolusi yang digunakan.
b. Model data vektor
Model data vektor merupakan jenis model data spasial yang menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis, atau poligon beserta atribut-atributnya. Pada model data ini, data spasial direpresentasikan ke dalam sistem koordinat kartesian dua dimensi (x, y).
Model Struktur Data
Dalam Sistem Informasi Geografis, struktur data terbagi berdasarkan data yang digunakan ke dalam dua kelompok sebagai berikut.
a. Struktur data raster
Dalam struktur data raster sederhana, setiap fitur-fitur spasial akan disimpan ke dalam layer yang berbeda. Di mana setiap layer akan menyimpan nilai untuk setiap cell yang terdapat pada gambar tersebut. Nilai pada setiap cell tersebut berguna untuk memperlihatkan cell mana yang mengandung data spasial dan mana yang tidak.
Akibat metode penyimpanan ini, maka data raster menggunakan ruang penyimpanan yang besar. Namun, permasalahan tersebut kini telah dapat diatasi melalui beberapa teknik kompaksi, seperti run length encoding, block encoding, chain encoding, dan quadtree.
b. Struktur data vektor
Dalam struktur data vektor, terdapat satu model struktur data yang paling banyak digunakan, yaitu struktur data berdasarkan topologi. Model struktur data berdasarkan topologi memiliki pedoman sebagai berikut.
• Tidak ada duplikasi segmen titik atau garis.
• Segmen titik dan garis dapat menjadi referensi bagi lebih dari satu poligon. • Semua poligon memiliki kode penamaan unik.
• Island dan hole polygon dapat direpresentasikan secara tepat.
Responsive Web Design
Berdasarkan artikel UIE yang berjudul ”Device Experience & Responsive Design”, responsive design merupakan salah satu teknik yang dapat membuat proses perancangan aplikasi dan situs web untuk berbagai jenis perangkat menjadi lebih mudah. Hal ini dikarenakan bahwa dengan menggunakan responsive design, perancang dimungkinkan untuk dapat menerapkan solusi bagi berbagai resolusi layar, density, dan rasio aspek pada banyak jenis perangkat.
Dengan menggunakan konfigurasi responsive design, sebuah situs web mampu memberikan respon secara otomatis terhadap ukuran layar, sehingga situs dapat beradaptasi dengan optimal dalam perangkat apapun yang digunakan pengguna untuk mengaksesnya (Jurnal Service Innovation Through Touch-Points: Development of an innovation toolkit for the first stages of new service development, Clatworthy, 2011). Kemampuan adaptasi tersebut jelas merupakan poin penting dalam proses perancangan situs. Sebab, untuk dapat menciptakan sebuah desain situs yang baik, maka proses perancangan perlu berfokus pada penyediaan layanan dan mobilisasi yang baik bagi pengguna (Jurnal Designing for Services (Mager dan Sung, 2011).
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam pembangunan aplikasi ini mengacu pada model pengembangan Unified Process. Unified Process merupakan sebuah kerangka kerja untuk object-oriented software engineering dengan menggunakan UML. Metode ini digunakan oleh karena kemampuan Unified Process dalam menggunakan fitur dan karakteristik terbaik dari model proses perangkat lunak tradisional, dalam sebuah cara yang menerapkan prinsip-prinsip dari pengembangan perangkat lunak agile.
Unified Process menggunakan aliran proses yang iteratif dan inkremental dalam proses pengembangan perangkat lunak serta dapat diadaptasikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan spesifik proyek. Berdasarkan Pressman (2010), Unified Process terdiri dari beberapa fase berikut.
1. Inception
Fase inception mencakup aktivitas komunikasi dan perencanaan. Pada fase ini, berbagai kebutuhan aplikasi diidentifikasi dan proses pembangunan mulai direncanakan.
2. Elaboration
Fase elaboration mencakup aktivitas perencanaan dan pemodelan. Pada fase ini, kebutuhan dasar aplikasi yang telah telah diidentifikasi di fase sebelumnya mulai dikembangkan. Pada fase ini, juga dilakukan berbagai kegiatan pemodelan yang mendukung proses pengembangan aplikasi.
3. Construction
Fase construction mencakup aktivitas pembangunan aplikasi. Dengan menggunakan rancangan model yang telah dibuat di tahapan sebelumnya, pada fase construction dikembangkan berbagai komponen aplikasi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan rancangan model yang telah dibuat.
4. Transition
Fase transition mencakup tahap akhir dari aktivitas construction dan tahan awal dari aktivitas deployment. Pada fase ini, dilakukan berbagai pengujian terhadap aplikasi yang telah dibangun. Aplikasi tersebut kemudian dapat mengalami perubahan yang diperlukan sesuai dengan hasil pengujian yang telah dilakukan. Selain itu, fase transition juga mencakup kegiatan pembuatan berbagai informasi pendukung yang dibutuhkan, seperti panduan pengguna dan prosedur instalasi.
5. Production
Fase production mencakup aktivitas deployment aplikasi. Selama fase ini berbagai penggunaan aplikasi dipantau dan dianalisa. Berbagai laporan gangguan atau permintaan pengguna mengenai perubahan ataupun penambahan fitur akan dievaluasi.
HASIL DAN BAHASAN
Analisis Kebutuhan Aplikasi Berdasarkan Hasil Kuesioner
Berdasarkan hasil kuesioner yang diperoleh, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut . a. Hingga saat ini, mayoritas penumpang memperoleh informasi KRL yang mereka butuhkan
nyaman. Hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan para penumpang untuk memperoleh informasi dengan cara lain yang lebih mudah dan nyaman.
b. Berdasarkan hasil kuesioner, dapat diketahui bahwa keterlambatan kereta dan kesulitan memperoleh informasi rute dan jadwal merupakan jenis permasalahan yang paling sering ditemui oleh penumpang KRL. Hal ini mengindikasikan bahwa adanya kebutuhan dari para penumpang untuk dapat memperoleh informasi rute dan jadwal serta kepastian akan jadwal kereta yang mereka butuhkan. Sementara itu, permasalahan mengenai petugas stasiun yang kurang informatif juga mengindikasikan adanya kebutuhan penumpang mengenai sumber informasi lain yang lebih informatif dan reliabel.
c. Sebagian besar penumpang mengakses internet hampir setiap hari sehingga dapat dikatakan bahwa internet adalah media yang sangat akrab dikenal oleh para penumpang KRL. Melihat keakraban tersebut, maka penyediaan informasi KRL melalui media internet merupakan cara yang efektif.
d. Hampir seluruh penumpang KRL mengakses internet melalui perangkat yang beragam. Hal ini mengindikasikan bahwa penyediaan informasi melalui media internet harus dapat ditampilkan dan diakses oleh berbagai perangkat untuk memudahkan perolehan informasi tersebut.
e. Berdasarkan hasil kuesioner, terdapat beberapa informasi yang dianggap berguna oleh para penumpang KRL. Beberapa informasi tersebut, antara lain (1) informasi rute dan jadwal; (2) informasi petunjuk rute dan stasiun transit yang perlu ditempuh; (3) informasi perkiraan waktu tiba kereta yang diinginkan; (4) informasi lokasi keberadaan kereta yang diinginkan; (5) informasi perkiraan kepadatan penumpang di kereta yang diinginkan; (6) informasi stasiun terdekat dari lokasi penumpang sekarang dan lokasi tujuan penumpang; (7) informasi umum dan berita KRL.
f. Berdasarkan hasil kuesioner, dapat dilihat bahwa ada ketertarikan yang sangat besar dari para penumpang terhadap aplikasi yang mampu menyediakan semua informasi di atas dan dapat diakses melalui berbagai perangkat di mana pun dan kapan pun para penumpang berada.
Analisis Sistem Sejenis
Hingga saat ini telah tersedia beberapa sistem yang dapat dimanfaatkan oleh para penumpang KRL untuk memperoleh informasi seputar jadwal dan rute KRL.
a. Situs KRL Commuter Jabodetabek
Situs KRL Commuter Jabodetabek (www.krl.co.id) merupakan situs resmi dari PT. KCJ yang menyediakan beragam informasi mengenai rute, jadwal, tarif tiket, dan informasi terkini mengenai KRL. Situs ini memiliki dua tampilan yang berbeda, yaitu versi standard dan versi mobile yang lebih ringan.
Bagi para penumpang KRL, situs KRL Commuter Jabodetabek juga menyediakan informasi mengenai status KRL yang selalu diperbaharui setiap harinya, meskipun tidak secara real-time. Selain itu, dalam situs ini pengunjung juga dapat memberikan keluhan dan saran mengenai fasilitas dan pelayanan KRL serta sekaligus bergabung dalam forum KRL yang tersedia.
b. SMS KRL
SMS KRL merupakan sebuah fasilitas yang disediakan oleh PT. KCJ yang terdiri dari enam layanan berbeda bagi para penumpang KRL. Keenam layanan tersebut, yaitu layanan mengenai informasi status perjalanan KRL, kondisi perjalanan KRL terkini, tarif KRL, jadwal KRL untuk satu jam ke depan, jadwal KRL untuk jangka waktu tertentu (kelipatan satu jam), serta layanan untuk mengirimkan keluhan, saran, dan kritik secara langsung kepada pengelola KRL.
c. Situs Nyepur.com
Situs Nyepur.com merupakan sebuah situs yang menyediakan informasi umum mengenai jadwal dan peta kereta api lokal jarak dekat, seperti KRD Bandung Raya, KRL Commuter Jabodetabek, dan Prambanan Ekspress (Yogya/Solo). Situs ini dirancang untuk menyediakan parameter pencarian jadwal berupa stasiun awal, stasiun tujuan, dan rentang waktu yang diinginkan. Hasil pencarian yang ditampilkan dalam situs ini meliputi alternatif petunjuk rute stasiun transit yang perlu dilalui pengguna. Dengan menggunakan tampilan yang ringan, aplikasi berbasis web ini mudah untuk diakses melalui perangkat mobile.
d. Komutta
serta Taksi. Aplikasi ini dinilai sangat berguna bagi para pengguna angkutan umum karena berisi daftar angkutan umum, rute yang dilewati, jadwal dan stasiun KRL, serta nomor kontak perusahaan taksi di Jakarta.
Dalam versi terbarunya, Komutta menambahkan fitur alarm pengingat yang dapat diatur dengan pilihan 5 menit, 15 menit, 30 menit, atau 1 jam sebelum jadwal kereta yang dipilih. Tidak hanya itu, Komutta juga menambahkan fitur baru berupa visualisasi peta stasiun dan lokasi stasiun terdekat dari lokasi pengguna saat ini.
e. Sikremut
Sikremut merupakan sebuah aplikasi native bagi platform Android yang juga menyediakan informasi umum mengenai KRL, seperti jadwal, rute, peta stasiun, rekomendasi stasiun terdekat dari lokasi pengguna saat ini, dan visualisasi cara mencapai stasiun tersebut. Selain menyediakan informasi umum tersebut, Sikremut juga menyediakan tambahan fitur berupa alarm yang akan berbunyi ketika pengguna sudah berada dalam radius 300 meter dari stasiun tujuan.
Permasalahan Sistem Sejenis
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, masyarakat semakin membutuhkan ketersediaan informasi di mana pun dan kapan pun mereka berada. Kondisi ini menuntut PT. KCJ untuk dapat mengembangkan layanan informasi lengkap yang dapat diakses melalui media apa pun.
Hingga saat ini telah tersedia beberapa sistem yang ditujukan bagi para penumpang KRL. Keseluruhan sistem tersebut menawarkan fitur yang hampir sama, disertai dengan keunikannya tersendiri. Namun, sayangnya keseluruhan sistem yang telah tersedia masih belum dilengkapi dengan fitur-fitur yang dibutuhkan pengguna. Berikut analisa perbandingan antara kelima sistem yang tersedia dengan Sahabat KRL.
seperti Komutta dan Sikremut memang memiliki kelebihan dalam hal tampilan antarmuka yang menarik serta penggunaan aplikasi yang mudah dimengerti. Tidak hanya itu, kedua sistem ini juga dilengkapi dengan informasi jadwal dan rute, serta fitur pemberitahuan stasiun terdekat dari lokasi pengguna saat ini (lihat tabel 1).
Namun, sayangnya kedua aplikasi ini hanya tersedia bagi para pengguna perangkat dengan sistem operasi Android. Padahal berdasarkan statistik ”Top 8 Mobile Operating Systems in Indonesia from March 2012 to August 2012” dari StatCounter Global Stats (2012), disebutkan bahwa jumlah pengguna perangkat Android hanya mencapai 13,2% dari total keseluruhan pemakai sistem operasi mobile di Indonesia. Berdasarkan data statistik tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penyediaan sistem yang hanya tersedia bagi para pengguna perangkat Android kurang dapat menjangkau keseluruhan penumpang KRL.
Selain memiliki masalah dalam hal cakupan pengguna, hingga saat ini baik Komutta maupun Sikremut juga masih belum dilengkapi dengan fitur pencarian dan pemberitahuan petunjuk rute yang harus ditempuh penumpang untuk mencapai stasiun tertentu dari stasiun tempat mereka berada. Hingga kini, kedua sistem tersebut hanya menyediakan daftar stasiun yang beroperasi disertai peta letak stasiun tersebut (lihat tabel 1). Padahal, ketersediaan fitur petunjuk rute ini sebenarnya dianggap cukup penting karena dapat memudahkan penumpang yang masih belum berpengalaman dalam menggunakan KRL untuk mengetahui rute yang perlu mereka lalui dalam mencapai stasiun yang diinginkan.
Tidak hanya itu, kedua sistem tersebut juga tidak menyediakan fitur berita yang memungkinkan para penumpang KRL untuk mendapat informasi terbaru mengenai kebijakan dan layanan KRL. Dengan adanya target PT. KCJ 2019, yaitu pencapaian jumah penumpang sebesar 1,2 juta setiap harinya, hingga saat ini PT. KCJ terus melakukan penambahan unit layanan KRL dan pembukaan berbagai stasiun baru untuk memungkinkan daya angkut yang lebih besar. Dengan perkembangan yang dinamis seperti ini, maka perlu adanya sebuah fitur yang memungkinkan para pengguna untuk selalu mendapatkan informasi terbaru mengenai pembukaan rute, stasiun, unit, ataupun kebijakan baru dari pihak pengelola KRL.
Berbeda dengan Komutta dan Sikremut, aplikasi web, seperti website KRL Commuter Jabodetabek dan Nyepur.com mampu menjangkau penumpang KRL dengan cakupan yang lebih luas. Hal ini dikarenakan bahwa kedua sistem tersebut dapat diakses tidak hanya melalui perangkat berbasis sistem operasi Android, tetapi juga melalui perangkat apa pun yang terhubung dengan internet.
Akan tetapi, meskipun website KRL Commuter Jabodetabek dan Nyepur.com memiliki jangkauan pengguna yang lebih luas, namun kedua sistem ini masih belum dilengkapi dengan fitur-fitur yang mampu menjawab kebutuhan penumpang dalam hal informasi rute rekomendasi, perkiraan lama waktu perjalanan, perkiraan kepadatan penumpang, serta lokasi stasiun terdekat dari lokasi pengguna maupun dari lokasi yang dicari pengguna (lihat tabel 1).
Secara umum, dari tabel Analisa Sistem Sejenis (tabel 1) dapat dilihat bahwa keseluruhan sistem yang tersedia masih belum menyediakan fitur yang mampu menjawab kebutuhan penumpang mengenai perkiraan waktu tiba ataupun keberadaan kereta terdekat yang diinginkan. Padahal, seperti yang tertulis dalam “Lampiran Rutinitas Masalah KRL Jabodetabek” tahun 2011, permasalahan kepastian jadwal merupakan jenis permasalahan yang paling sering ditemui oleh para penumpang KRL, yaitu sebesar 43.9% dari total permasalahan yang ada. Besarnya persentase tersebut menunjukan adanya kebutuhan yang cukup besar dari para penumpang KRL untuk mengetahui kepastian status dan lokasi keberadaan kereta yang mereka inginkan. Namun, sayangnya dengan ketiadaan kedua fitur tersebut di semua sistem yang ada, maka hingga kini kebutuhan penumpang akan kepastian jadwal masih belum dapat terpenuhi.
Usulan Pemecahan Masalah
Berdasarkan hasil analisa kuesioner kebutuhan dan sistem sejenis, maka dilakukan penelitian untuk menyediakan sebuah aplikasi web yang mampu memberikan berbagai informasi KRL yang dibutuhkan penumpang serta mengatasi permasalahan yang masih dimiliki oleh berbagai sistem sejenis. Pengembangan aplikasi web ini dianggap sebagai cara pemberian informasi yang paling efektif mengingat besarnya frekuensi penggunaan internet serta beragamnya perangkat yang digunakan para penumpang untuk mengakses internet tersebut (lihat Analisa Hasil Kuesioner). Dengan memanfaatkan web sebagai media penyaluran informasi, maka aplikasi ini dapat dimanfaatkan bagi cakupan pengguna yang sangat luas.
Namun, untuk dapat menyediakan tampilan aplikasi yang nyaman bagi semua pengguna, maka aplikasi web tersebut perlu dikembangkan dengan menggunakan teknologi responsive web design. Melalui penggunaan teknologi tersebut, maka aplikasi web akan dapat ditampilkan dengan baik pada banyak jenis perangkat.
Responsive Design Guide). Dengan semakin meningkatnya jumlah perangkat, platform, dan kombinasi viewing yang ada, maka membangun aplikasi web yang responsive telah menjadi sangat penting sebagai upaya untuk mempertahankan fleksibilitas dan user experience.
Penggunaan teknologi responsive web design dalam pembangunan aplikasi ini mampu memberikan keuntungan, baik bagi pengguna maupun pengembang. Bagi pengguna, penggunaan responsive web design dalam aplikasi mampu memberikan pengalaman terbaik dan paling konsisten dari properti web (Crist, Francesconi, Paradise, dan White, Responsive Design Guide). Dengan demikian, maka pengguna dapat merasakan kenyamanan dalam mengeksplorasi berbagai fitur yang tersedia dalam perangkat yang berbeda.
Sementara itu bagi pengembang dan perusahaan, pendekatan responsive dalam membangun aplikasi web memungkinkan pengembang dan perusahaan untuk tidak perlu lagi membuat banyak versi mobile dari aplikasi atau situs yang tersedia. Dengan demikian, maka perusahaan dapat mengurangi biaya dan waktu yang digunakan untuk mengembangkan versi mobile tersebut.
Akan tetapi, untuk dapat membangun sebuah aplikasi yang efektif, maka pengembangan aplikasi juga perlu disertai dengan pengembangan fitur-fitur yang sesuai dengan kebutuhan penumpang. Berdasarkan hasil analisa kuesioner, dapat disimpulkan bahwa aplikasi yang dibangun harus dapat memenuhi kebutuhan penumpang mengenai informasi rute dan jadwal, informasi petunjuk rute dan stasiun transit yang perlu ditempuh, informasi perkiraan waktu tiba kereta yang diinginkan, informasi lokasi keberadaan kereta yang diinginkan, informasi perkiraan kepadatan penumpang di kereta yang diinginkan, informasi stasiun terdekat dari lokasi penumpang sekarang dan lokasi tujuan penumpang, serta informasi umum dan berita KRL.
Beberapa Hasil Perancangan Layar
Gambar 2 Tampilan Petunjuk Rute pada Layar Desktop
Gambar 3 Tampilan Halaman Cari pada Layar Desktop
Gambar 5 Tampilan Halaman Informasi pada Layar Desktop
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil analisis yang ada, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) aplikasi Sahabat KRL merupakan sebuah responsive web application yang mendukung visualisasi ke berbagai perangkat, khususnya komputer desktop, smartphone, dan smart TV dengan baik; (2) aplikasi Sahabat KRL mampu memenuhi berbagai kebutuhan informasi pengguna, seperti jadwal, rute yang perlu ditempuh, prediksi stasiun terdekat dari lokasi pengguna dan dari suatu lokasi tempat umum, perkiraan lokasi keberadaan dan kepadatan penumpang dari kereta terdekat yang dicari, serta prediksi waktu tiba kereta tersebut; (3) aplikasi Sahabat KRL mampu menyediakan fitur informasi berita terbaru mengenai layanan, kebijakan, atau perubahan rute terbaru KRL kepada para pengguna.
Adapun beberapa saran yang diusulkan terhadap pengembangan aplikasi yaitu: (1) mengintegrasikan aplikasi Sahabat KRL dengan sistem pelacakan lokasi kereta yang sekarang ini sudah dimiliki oleh PT. KCJ guna mendukung penyediaan informasi lokasi keberadaan kereta dan perkiraan waktu tiba kereta yang lebih nyata; (2) menambahkan informasi total waktu perjalanan untuk suatu rute yang ingin ditempuh pengguna; (3) menambahkan fitur untuk menampilkan informasi kereta secara paralel sehingga pengguna dapat mengetahui informasi untuk beberapa kereta sekaligus dalam rute yang diinginkannya.
REFERENSI
Arham, Zainul. 2011. Rancang Bangun Sistem Informasi Spasial Berbasis Web Pada Sebaran Lokasi Tempat Pembuangan Sementara Sampah Kota. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2011.
Clatworthy, Simon (2011). Service innovation through touch-points: Development of an innovation toolkit for the first stages of new service development. International Journal of Design, 5(2), 15-28.]
Crist, Matt, Francesconi, Alec, Paradise, Andrew, and White George. (2012). Responsive Design Guide: A Human Response to Modern Technology. Retrieved November 14, 2012 from
http://cantina.co/wp-content/uploads/2012/01/ResponsiveDesignGuideFnll0110121.pdf
Heywood, Ian, Cornelius, Sarah and Carver, Steve. An Introduction to Geographical Information Systems. 4th edition. USA:Prentice Hall.
KRL Mania. (2011). Lampiran Rutinitas Masalah KRL Jabodetabek : Catatan Penumpang Sejak Penerapan Loop Line 1 Desember 2011. Retrieved January 28, 2013 from
http://krlmania.com/gerbong/read.php?id=207G6
Mager, B., & Sung, T. J. (2011). Special issue editorial: Designing for services. International Journal of Design, 5(2), 1-3.
Mamoulis, Nikos. (2012). Dalam M.Tamer Özsu (Ed.). Spatial Data Management. USA:Morgan &Claypool publishers.
Muhyi , Yumarsono. (2010). Pemodelan Penjadwalan Otomatis Sistem Kereta Rel Listrik (KRL) PT. KAI. Tesis Program Pascasarjana Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”.
Pressman, Roger S. (2010). Software Engineering : A Practitioner’s Approach. 7th edition. New York: McGraw-Hill.
Sunarto, R.S. 2009. Contractual Governance of Indonesia Railway System Case Study: Costumer Satisfaction in Jabodetabek Area vxVarmlandstrafik AB. Service Science Program Karlstad University.
Top 8 Mobile Operating Systems in Indonesia. Retrieved: September 20, 2013 from gs.statcounter.com/#mobile_os-ID-monthly-201203-201208-bar.
Wroblewski, Luke. 2012. Device Experience & Responsive Design. Retrieved 22, 2012 from http://www.uie.com/articles/device_experiences/
RIWAYAT PENULIS
Sherly lahir di kota Jakarta pada 28 Desember 1991. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Fasilkom Teknik Informatika pada 2013. Saat ini, penulis belum bekerja dan tidak aktif di organisasi manapun.
Winson lahir di kota Jakarta pada 9 Oktober 1990. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Fasilkom Teknik Informatika pada 2013. Saat ini, penulis belum bekerja dan tidak aktif di organisasi manapun.