{jcomments on}Inti dari Bisnis sablon adalah bisnis PRINTING, yaitu salah satu bisnis yang sangat prospektif, karena setiap saat manusia tidak pernah lepas dari produk printing, baik dalam bentuk gambar atau tulisan. Perhatikan apa yang kita pakai, yang kita miliki, yang kita lihat setiap saat, tidak pernah lepas dari gambar dan tulisan. Sebagian besar dari produk printing tersebut baik yang dikerjakan dengan mesin maupun secara manual, dapat kita produksi sendiri meskipun kita tidak memiliki mesin produksinya, yang harus selalu kita miliki adalah KECERDASAN dalam mengelola rangkaian proses produksi suatu produk.
Salah satu kelebihan dari bisnis sablon adalah, dimana sebagian besar proses produksi pada bisnis ini dilakukan untuk memenuhi pesanan pelanggan, artinya jumlah produk yang harus kita hasilkan, jadwal produksi, kebutuhan bahan baku, modal kerja, uang muka yang akan kita terima, biaya produksi, dan bahkan keuntungan yang akan kita dapatkan, sudah dapat kita perhitungkan sebelumnya.
Meskipun demikian kita juga dapat memproduksi berbagai jenis produk untuk dijual kepasar, seperti produk kaos, pakaian, jaket, topi, tas sekolah, dompet, tempat pinsil, stiker, jam dinding, gantungan kunci, gelang karet, korek api, payung, jas hujan, balon, dll, yang sebelumnya telah kita sablon dengan disain tertentu. Tetapi untuk pemula sebaiknya tidak memproduksi barang untuk dijual kepasar, terutama jika kita belum menguasai pasar yang akan kita masuki, karena cara seperti ini biasanya membutuhkan modal yang cukup besar. Kecuali jika ada moment tertentu misalnya PON, SEA Games, dan seperti pada piala AFF 2010 yang diselenggarakan di Jakarta sangat tepat untuk memproduksi pernak-pernik timnas kita seperti kaos, jaket,
gantungan kunci, kalung, gelang, topi, tas, dll. Tapi disini dibutuhkan kejelian atau insting bisnis yang tajam.
produk kita dengan cara door to door, cukup dengan pasang spanduk, sebar brosur, dan iklan pada media massa yang dilakukan secara rutin, sudah cukup memadai untuk mendapatkan pelanggan dari kalangan bisnis dan masyarakat umum. Demikian juga pengelolaan produksi pada bisnis ini sangat mudah. karena untuk memproses produk-produk tertentu kita dapat melakukannya dengan sistem makloon, terutama proses produksi yang menggunakan mesin. Meskipun proses produksi dilakukan dengan sistem makloon, keuntungan yang kita peroleh masih tetap tinggi.
Dengan semakin memahami ketrampilan sablon, kita akan menemukan banyak sekali peluang bisnis yang sangat menjanjikan yang dapat kita kembangkan. Tidak sedikit peluang bisnis tersebut dapat dikembangkan hanya dengan modal yang sangat kecil, bahkan modal yang kita tanamkan akan kembali hanya dengan mengerjakan beberapa order saja.
Peluang Bisnis yang dapat kita kembangkan diseputar bisnis sablon adalah:
A. Bisnis Setting
1. Alat dan Perlengkapan yang dibutuhkan:
a. Komputer
b. Laser Jet Printer
c. Ink jet Printer
2. Produk utama dari bisnis ini adalah:
a. Film Kalkir untuk Sablon
b. Film Kalkir dan Kertas untuk Offset Folio (mesin cetakfolio)
c. Disain Sparasi untuk Sablon & Offset
d. Film kertas untuk matres Foil/Emboss
e. Film kertas untuk Pisau Pons
f. Film kertas untuk Stempel
g. Disain untuk Digital Printing
h. dll
a. Digital printing (Spanduk, Baligo, Xbanner, dll)
b. PIN/Gantungan Kunci Kaleng.
c. Cutting Stiker
d. ID Card
e. dll
Produk utama dari bisnis setting adalah pembuatan disain untuk film kalkir/kertas, dan disain sparasi yang dibutuhkan untuk film sablon dan film offset (mesin cetak). Software yang
digunakan untuk pembuatan disain tsb adalah CorelDraw dan Photoshop.
Bisnis setting biasanya memiliki 2 - 5 komputer, yang tiap komputer dijalankan oleh seorang operator yang menguasai CorelDraw dan Photo Shop.
Ongkos setting/pembuatan disain adalah antara Rp. 5.000 - Rp. 15.000/disain, tergantung dengan tingkat kerumitan disain tsb, ongkos tersebut sudah termasuk film kalkir/kertas, dan setiap operator setting biasanya dapat menyelesaikan 30 s/d 50 disain per hari
Biaya produksi
biaya produksi pada bisnis ini adalah :
a. biaya kertas kalkir (Rp. 300/lb)
b. kertas HVS
c. Listrik
d. Honor operator (biasanya dengan sistem borongan/bagi hasil)
Produk sampingan dari bisnis setting dapat kita kerjakan dengan sistem makloon atau dengan sistem keagenan dengan gambaran harga jual dan harga beli sbb:
a. Digital printing spanduk /Baligo dapat dijual Rp. 25.000 - Rp.30.000/m harga beli Rp. 15.000/m
b. ID Card dijual Rp. 5.000/pc, harga beli Rp. 3.000/pc
c. Cutting Sticker dijual Rp. 40 - Rp 50/cm2 , harga beli Rp. 25/cm2
d. Stempel kayu (press) dijual Rp. 35.000/pc , harga beli Rp. 17.500/pc
e. dll
Bisnis ini sangat cocok berada disekitar tempat penjualan alat-alat sablon.
B. Bisnis Kemasan (Packaging)
Bahan kemasan (Packaging) ada yang terbuat dari kertas dan plastik. Pesanan terhadap kemasan selalu dalam jumlah yang besar, bahkan hingga mencapai puluhan ribu buah kemasan dalam setiap kali pemesanan, dan dilakukan secara rutin, karena sebagian besar pelanggan kita adalah dari kalangan industri.
Jenis Kemasan antara lain : Kemasan untuk Sepatu/Sandal, Dompet, Makanan, Minuman, Pakaian, Obat, Jamu, Rokok, Parfum, Tempat Tissue, Spare Part, dll.Produk-produk kemasan tersebut dapat kita produksi meskipun kita tidak memiliki mesin produksi sendiri.
I. Paper Packaging
Proses produksi dari kemasan kertas adalah :
1. Setting Disain
Tahap pertama dari proses produksi kemasan adalah tahap setting disain, yaitu proses
pembuatan disain (gambar/tulisan) seperti yang diinginkan oleh pelanggan. pembuatan disain ini dapat kita buat di tempat setting, dengan biaya sekitar Rp. 10.000 - Rp. 30.000,-/disain. Tentu akan lebih baik jika kita bisa membuat disain sendiri menggunakan CorelDraw & photoshop. Disain hasil setting tersebut selanjutnya kita print pada kertas HVS dengan print warna, kemudian kita perlihatkan kepada pelanggan kita untuk dicocokan dengan
berupa garis-garis lipatan dari kemasan yang akan kita buat, gambar rangka garis lipatan ini kita print di kertas HVS yang nantinya akan kita gunakan untuk membuat pisau potong (pisau pons)
2. Bahan
Sebelum masuk kedalam tahap printing, kita harus menyiapkan bahan kertas yang akan kita gunakan untuk pembuatan kemasan tsb. Bahan kertas yang digunakan al: kertas art paper, Duplex, Ivory, Gloria, samson, karton kuning, dll. dengan berbagai tingkat ketebalan (gramasi), semakin tebal maka harga kertas akan semakin mahal. ukuran kertas dijual dalam ukuran plano (A0) yaitu ukuran 108cm X 79cm, sebelum diprint, kertas tsb kita potong sesuai dengan ukuran kemasan yang akan kita buat, selanjutnya bahan kertas siap diprint dengan cara sablon atau offset.
3. Printing
Printing suatu disain dapat dilakukan dengan cara manual (sablon) atau dengan menggunakan mesin (offset). Jika disain tersebut memiliki banyak warna (full color), dan memiliki banyak gradasi warna, maka sebaiknya diprint dengan menggunakan mesin offset, dengan minimum order sebesar 2000pc/order. Tetapi jika disain hanya berupa warna blok dapat diprint dengan
teknik sablon
kertas.
Proses sablon kertas sebaiknya kita lakukan sendiri dengan merekrut beberapa orang
karyawan, meskipun pekerjaan sablon kertas ini dapat juga dimakloonkan dengan harga yang negotiable semakin banyak semakin murah ongkos sablonnya. Untuk printing offset harus dimakloonkan (baca artikel offset full color/sparasi)
4. Forming
Tahap ini adalah tahap pembentukan bahan kertas yang sudah memiliki disain (setelah
dengan pembuatan pisau pons/pond/punch, yaitu dengan menggunakan rangka garis lipatan yang telah kita print di kertas HVS pada saat setting disain, kertas HVS tsb kita serahkan ketempat pembuatan pisau pons, dengan ongkos pembuatannya sekitar Rp. 450/cm, yang dihitung dengan panjang garis yang ada pada gambar rangka garis lipatan. Pisau pons ini dibuat diatas papan teak block tebal 2cm dengan menancapkan plat besi mengikuti garis lipat yang ada pada gambar rangka garis lipatan tsb.
Setelah memiliki pisau pons, selanjutnya pisau tersebut beserta bahan kertas yang telah di print kita bawa ketempat makloon pons/punch/pond, untuk dibuat garis lipat atau garis potong pada kertas tsb, sehingga setelah dipons, kertas tersebut akan mudah untuk dibentuk sesuai dengan bentuk kemasan yang kita inginkan. ongkos pons sekitar Rp. 50/lembar, dengan menggunakan mesin yang akan menekan permukaan kertas dengan pisau pons, sehingga pada permukaan kertas tersebut akan terbentuk garis lipat sesuai dengan rangka garis yang ada pada pisau pons. Untuk menyambungkan kertas menjadi kemasan, dapat menggunakan lem kayu atau dengan double tape.
II. Plastic Packaging
Proses printing pada bahan plastik adalah sama dengan bahan kertas, yaitu dapat dilakukan dengan printing manual (sablon) atau dengan mesin, hanya saja printing dengan mesin biasanya dengan minimal order yang cukup tinggi, dan masih jarang perusahaan printing
plastik yang menerima makloon, karena biasanya kapasitas terpasang mesin printing plastik ini cukup tinggi.
Untuk sablon plastik manual (sablon) biasanya pelanggan telah menyediakan bahan
plastiknya, sehingga kita hanya melakukan proses penyablonan saja, dengan ongkos sablon dihitung dengan banyaknya warna, besar kecilnya disain, dan quantity plastik yang akan disablon.
Tingkat keuntungan pada bisnis ini kadang dapat mencapai angka diatas 100%, dengan Investasi yang sangat kecil.
C. Bisnis Percetakan (Offset)
Banyak sekali produk percetakan yang dapat kita produksi al: Majalah, Buku teks, buku pelajaran,Company Profile, buku tulis, poster, brosur, kwitansi, faktur, cover CD/Kaset, Kartu Undangan, Kop Surat, Kalender, Buku Yasin, dll. Meskipun kita tidak memiliki mesin cetak sendiri yang harganya bisa diatas 1M, produksi barang cetakan bisa dilakukan oleh siapapun tanpa perlu pendidikan yang tinggi, pria atau wanita bahkan oleh orang awam sekalipun, tidak ada masalah.
Bisnis produk cetakan sering juga disebut dengan bisnis tanpa modal alias modal dengkul, sebab biasanya dengan 50% uang muka (DP) yang kita terima sudah cukup untuk biaya produksi, karena biasanya harga jual produk barang cetakan adalah 2X biaya produksinya. Disamping itu proses produksi barang cetakan sangat mudah dan cepat, sebab sebagian besar dari rangkaian proses produksinya dilakukan dengan mesin dengan sistem makloon, jadi
pekerjaan utama kita adalah mengatur/mengelola setiap bagian dari rangkaian proses produksi tsb, yaitu mencari tempat pembuatan disain, film,plat cetak, dan tempat makloon cetak,
demikian juga dengan bahan baku kertas yang akan kita gunakan harus kita dapatkan
ditempat penjualan bahan kertas dengan harga yang paling murah, mencari tempat finishing dll.
Pesanan produk barang cetakan yang secara rutin kita terima setiap bulan dari suatu
perusahaan adalah: Kartu Nama, Kop Surat, Amplop, Map, Kwitansi, Nota, Faktur/Surat Jalan, Kartu Persediaan, Kartu Hutang/Piutang, Kartu Absensi, Brosur, dll . Nilai order barang cetakan setiap perusahaan berkisar ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.
Infrastruktur utama yang kita butuhkan dalam menjalankan bisnis adalah sebuah ruangan kantor, yang tidak harus terletak ditempat strategis, bahkan untuk sementara dapat
memanfaatkan sebuah ruangan kecil dirumah kita sendiri, yang dilengkapi dengan perlengkapan administrasi. Fungsi utama dari ruangan kantor adalah untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan kita agar mau berbisnis dengan kita.
D. Bisnis Produk Textil (Konfeksi)
Produk yang dapat dihasilkan pada bisnis konfeksi al: Tshirt, Polo shirt, Pakaian Olah Raga, Seragam Sekolah, Seragam Kantor, Batik, Jaket, Rompi, Wearpack, Bendera, Spanduk, Banner, Umbul-Umbul, Tas, dll.
Proses produksi pada bisnis ini juga sama dengan bisnis percetakan, yaitu sebagian besar dari rangkaian produksinya dapat dilakukan dengan cara makloon. Tugas utama kita setelah kita mendapat pesanan produk dari pelanggan adalah mencari bahan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan oleh pelanggan, kemudian bahan tsb kita bawa ketempat jahit untuk dipotong dalam berbagai ukuran dan dalam jumlah tertentu sesuai dengan pesanan. Setelah bahan dipotong, selanjutnya bahan dapat dibordir atau disablon terlebih dahulu dengan disain sesuai keinginan pelanggan, setelah disablon atau dibordir, bahan selanjutnya kita bawa kembali ketempat jahit untuk dijahit sesuai pesanan.
Pada proses penyablonan selain dapat kita kerjakan sendiri, dapat juga kita kerjakan dengan cara makloon. Sementara itu untuk disain bordir dapat kita kerjakan dengan bordir komputer.
Bisnis produk textil (Konfeksi) dapat dibangun dengan modal kerja yang relatif kecil, sebab sebagian besar dari modal kerja yang kita butuhkan sudah disediakan oleh pelanggan dalam bentuk uang muka (DP).
Sebagai gambaran harga jual dan biaya produksi per satuan dari baju otomotif berikut ini adalah sbb:
Biaya Produksi :
1. Bahan terbuat dari kain Japan Drill, dengan harga Rp. 18.000,-/m,
kebutuhan kain per baju adalah ...1,3m = Rp.
3. Ongkos Jahit (termasuk potong dan pasang kancing) ... =Rp.
Jumlah Biaya Produksi --- Rp.
Harga Jual ... Rp.
Keuntungan ... --- Rp. 35.600
Uang Muka (DP) yang diberikan pelanggan adalah 50% dari harga jual = Rp. 37.500
Biaya Produksi ... = Rp. 39.400
Modal Kerja yang kita butuhkan --- Rp. 1.900/baju
E. Bisnis Jasa Sablon Textil
textil, baik pada produk yang sudah jadi atau pada produk setengah jadi. Bisnis utamanya adalah menerima pekerjaan penyablonan pada bahan textil, dimana bahan textil tsb sudah disedialkan oleh pelanggan kita, jadi tugas kita hanya melakukan penyablonannya saja, sehingga modal kerja yang kita butuhkan menjadi relativ lebih kecil.
Sablon textil terdiri dari sablon textil ukuran besar dan sablon textil ukuran kecil
1. Sablon Textil Ukuran Besar
Pada sablon textil ukuran besar, bahan textil yang akan kita sablon, sebagian besar dalam bentuk roll yang berisi al 30kg, 30yard, 60 yard, 100 yard, dll. dengan lebar bahan 90cm, 120cm, 150cm,dll.
Sedangkan produk atau pelanggan kita adalah:
a. Produsen baju dan perlengkapan bayi/balita
b. Produsen perlengkapan army (loreng army)
c. Produsen Batik seragam
d. Produsen Sprei, Taplak, handuk, gorden, dll
e. Spanduk, Banner, Baligo, Bendera Partai, dll
panjang sekitar 6m - 8m dan lebar sekitar 1,2m - 1,5m. Untuk menghemat tempat, tenaga dan untuk lebih memudahkan pada proses penyablonannya, posisi meja tidak diletakan secara horizontal, melainkan pada posisi berdiri miring (diagonal) dengan kemiringan sekitar 45 derajat, sehingga dua buah meja sablon dapat dipasang bersamaan yang membentuk sebuah segitiga.
Tarif penyablonan dihitung per meter persegi, jumlah warna dan banyaknya bahan yang akan disablon.
2. Sablon Textil Ukuran Kecil
Pada sablon textil ukuran kecil, bahan yang akan kita sablon biasanya dalam bentuk potongan kecil, atau bahkan bentuk yang sudah dijahit.
Produk yang disablon antara lain, Kaos, Tas, Badge, Topi, Tali HP, Sarung HP, Kerudung, Bandana, dll.
Peralatan yang dibutuhkan adalah meja sablon dalam ukuran kecil yaitu al: ukuran 40cm X 60cm, dan ukuran 40cm X 240cm.
Tarif jasa penyablonan dihitung berdasarkan besar kecilnya disain, jumlah warna, jenis tinta dan quantity
F. Bisnis jasa Sablon Non Textil
Bisnis jasa sablon non textil pada dasarnya hampir sama dengan jasa penyablonan pada produk textil. Jenis Bahan sablon yang biasanya kita terima al: bahan Kertas , Plastik, produk merchandise (Pulpen, Pinsil, Mug, Korek Api, Gantungan Kunci, Payung, Jam Dinding,
Sedangkan jenis produk yang biasanya kita terima untuk disablon al: Kop surat, Amplop, Map, Kartu nama, Kartu Undangan, Sticker, Kalender, Hang tag, Paper bag, Dus, Plastik klip untuk obat, shopping bag, Karung, Plastik kemasan untuk beras, Plastik Roti, plastik pupuk, plastik minuman, cup plastik,dll
G. Bisnis Produk Merchandise
Dengan memahami ketrampilan cetak sablon, dapat kita kembangkan untuk menghasilkan produk-produk merchandise, yang sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan sebagai sarana untuk mempromosikan produk dan perusahaannya.
Produk yang biasa digunakan sebagai merchandise al: Topi, Payung, Kaos, Jaket, Jas hujan, Rompi, Tali ID Card/HP, ID Card, Pin, Kalender, Pulpen, Pinsil, Korek Api, Jam Dinding, Sticker, Mug, Gantungan Kunci, Balon, Tas, Sandal, dll.
H. Bisnis Etsa
Disamping sedikit pengetahuan tentang kimia terapan, bisnis ini juga membutuhkan pengetahuan tentang cetak sablon, sehingga akan dihasilkan produk yang bernilai tinggi, produk-produk tsb al: Kaligrafi, pin, plakat, Patrun Gravier, Matres, dll.