11
Formatted: Font: Times New Roman, 11 pt, Complex Script Font: 11 pt
PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN
MEDIA PEMBELAJARAN
Disusun oleh:
Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Pd., M.Ed.
Formatted: Left: 4,5 cm, Right: 2,5 cm, Section start: Continuous, Width: 21 cm, Height: 29,7 cm, Footer distance from edge: 2,5 cm, Not Different first page header
11
Formatted: Font: Times New Roman, 11 pt, Complex Script Font: 11 pt
Disajikan dalam Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Pendidikan
Daerah Khusus di Daerah Tertinggal Kelompok Musyawarah Guru Mata
Pelajaran (MGMP) TIK, IPA Fisika, dan IPA Biologi SMP Kabupaten
Trenggalek
Oleh:
Hary Suswanto, S.T., M.T.
FAKULTAS TEKNIK
PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN
MEDIA PEMBELAJARAN
Oleh:
Punaji Setyosari
Bahan sajian untuk pelatihan TOT
BNSG Universitas Negeri Malang
Tahun 2007
Formatted: Font: (Default) Tahoma, 14 pt, Complex Script Font: Tahoma, 14 pt
Formatted: Font: (Default) Tahoma, 14 pt, Complex Script Font: Tahoma, 14 pt, Indonesian
Formatted: Font: (Default) Tahoma, 14 pt, Complex Script Font: Tahoma, 14 pt
Formatted: Font: (Default) Tahoma, 12 pt, Complex Script Font: Tahoma, 12 pt
Formatted: Font: 12 pt, Complex Script Font: 12 pt, Indonesian
Formatted: Left, Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines
11
Formatted: Font: Times New Roman, 11 pt, Complex Script Font: 11 pt
Formatted: Swedish (Sweden)
Formatted: Swedish (Sweden)
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, Swedish (Sweden)
Formatted: Left, Don't add space between paragraphs of the same style
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Mengembangkan Bahan
d
an Memilih Media
agian ini secara berturut-turut akan memaparkan peran guru
da-lam pengembangan dan penyajian, perancangan bahan dan strategi,
pemanfaataan berbagai sumber, pemilihan bahan, dan proses
pengem-bangan bahan. Proses pengempengem-bangan mencakup penyusunan petunjuk
bagi peserta didik, pengembangan bahan, penilaian, dan pedoman bagi
guru.Pembahasan berikutnya adalah pemilihan media, prinsip memilih
media, kondisi penggunaan media, proses seleksi media, penggunaan
media dan pembahasan bagian ini diakhiri dengan rangkuman dan
aktivi-tas belajar.
Tujuan Khusus Pembelajaran:
Setelah mempelajari bagian ini, Anda diharapkan akan mampu:
B
Bagian
6
5
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Normal, Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Normal, Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Not Bold, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, Lowered by 3 pt
Formatted: Indent: First line: 1,27 cm, Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines, Keep with next, Position: Horizontal: Left, Relative to: Column, Vertical: In line, Relative to: Paragraph, Wrap Around
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted ...
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Bullets and Numbering
Formatted: Font: Bookman Old Style, Not Bold
Formatted: Tab stops: 0,75 cm, Left
Formatted: Font: 18 pt, Complex Script Font: 18 pt
11
Formatted: Font: Times New Roman, 11 pt, Complex Script Font: 11 pt
menjelaskan peran guru dalam pengembangan dan penyajian bahan
pembelajaran
menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan
yang sesuai dengan kebutuhan si belajar
menentukan strategi yang tepat untuk memilih bahan yang sesuai.
menjelaskan beberapa komponen dalam proses pengembangan.
1.
Mm
enyebutkan beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih
media pembelajaran
2.
Mm
enjelaskan prosedur pemilihan media menurut kalimat sendiri;
3.
Mm
enjelaskan sedikitnya enam prinsip pemilihan media menurut b
bahasa sendiri;
4.
Mm
endeskripsikan empat kriteria pemilihan media menurut Gerlach
dan Ely;
5. Mendeskripsikan sedikitnya tiga strategi pembelajaran untuk
mem
-peroleh pengetahuan;
6.
Mm
endesk
re
ipsikan empat proses pemilihan media menurut kalimat
sendiri;
mendeskripsikan dampat penerapan teknologi pembelajaran terhadap
pengambilan keputusan;
membedakan setidaknya dua pola pembelajaran;
mendeskripsikan jenis-jenis kelembagaan yang telah menerapkan
media pembelajaran.
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Justified, Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines, Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1, 2, 3, … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligned at: 0 cm + Indent at: 0,63 cm
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, Finnish
Formatted: Justified, Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, Finnish
Formatted: Finnish
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, Finnish
Formatted: Justified, Indent: Before: 0 cm, Hanging: 0,58 cm, Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, Finnish
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, Finnish
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, Finnish
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, Finnish
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, Finnish
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, Finnish
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, Finnish
Formatted: Bullets and Numbering
Formatted: Line spacing: Multiple 0,5 li
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Peran Guru dalam Pengembangan dan Penyajian
Pendahulu-an
Pembelajaran sebagai suatu proses yang kompleks, yaitu suatu
proses yang melibatkan banyak komponen. Salah satu komponen yang
memiliki peran besar dalam menunjang keberhasilan si belajar adalah
komponen guru atau instruktur. Tugas guru atau instruktur dalam
pros-es pembelajaran di kelas banyak sekali. Ada tiga tugas pokok guru atau
Formatted: Font: (Default) Arial, Bold, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Bold, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Bold, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Bold, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
11
Formatted: Font: Times New Roman, 11 pt, Complex Script Font: 11 pt
pelaksana (executor), dan penilai (evaluator) (Gagne, 1974). Ketiga tugas
utama ini apabila benar-benar dilaksanakan oleh guru atau instruktur
bukanlah suatu pekerjaan yang ringan. Tugas ini memerlukan suatu
per-hatian khusus karena atas dasar pelaksanaan tugas inilah seorang guru
atau instruktur seharusnya membuat keputusan terhadap baik kepada
aktivitas si belajar seluruh kelas maupun secara perseorangan. Apalagi
yang dihadapi adalah pebelajar yang pada umumnya telah memiliki
min-at-minat dan kebutuhan secara personal.
Berpijak pada tuntutan pengembangan kapabilitas
dan kreativitas berpikir peserta didik, yaitu lebih diutama-
kan pada aktivitas belajar yang berpusat pada si belajar
(student centered-orientation ) yang lebih dikenal dengan
cara belaar si belajar aktif (CBSA) maka peran guru atau
instruktur semakin besar artinya dalam pembelajaran ber-
makna (meaningful instruction). Fungsi guru atau instruk-
tur yang oleh Dick dan Carey (1985) sebagai pemberi moti-
vasi (the motivator), penyampai atau penyaji informasi (presenting the
in-form-
ation atau
information
presenter), pembimbing kegiatan-kegiatan latihan
(the leader
of practice activities), dan penilai (the evaluator atau the
test-er) sejalan dengan tugas pokok guru atau instruktur sebagaimana
yang dikemukakan
oleh
Gagne di atas.
Semua tugas
yang dilakukan
dan diemban oleh guru atau instruktur, yaitu penerapan pendekatan
pembelajaran aktif dan bermakna bertum-pu dari peningkatan aktivitas
seseorang dalam menumbuhkan prakarsa dan kreativitas peserta didik.
Pada akhirnya, tujuan pendidikan tersebut mengarahkan pada pencapaian
pembangunan manusia seutuhnya, yang mampu berdiri sendiri dan juga
mampu bertanggung jawab atas pembangunan sesamanya (Semiawan
dan Joni, 1993).
Meaningful in
–
struction
Information pre
senter
The leader of
practice ac
tivities
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Perlu
disadari
bahwa
kelas
merupakan
tempat yang amat
sibuk, penuh
dengan
aktivitas, dan kompleks. Tumpuan yang
dibe-bankan pada para guru instruktur dan lingkungan
yang ditekankan untuk
pengambilan keputusan secara cepat seringkali menyita sedikit waktu
un-tuk memikirkannya sebelum bertindak (Everton dalam Berliner dan
Rosenshine, 1987).
Tugas guru atau instruktur menurut Lortie
se-bagaimana dikutip oleh Everton adalah sebagai berikut:
“The teacher... is expected to elicit work
from students. Students in all subjects
and activities must engage in directed activities which are believed to
produce learning. Their behavior, in short, should be
purpose-ful, normatively controlled, and steady: concerns with discipline and
con-trol, in fact, largely revolve around the need to get work done byimmature,
changeful, and divergent persons who are confined in a small space.
Untuk mewujudkan hal di atas, maka guru atau instruktur perlu
sekali memperhatikan tugas-tugas utama itu. Salah satu tugas yang
penting dilaksanakan oleh guru atau instruktur adalah tugas
pengem-bangan (developing) yang meliputi perancangan (designing) dan
pen-yampaian pembelajaran (delivery of instruction). Jika guru atau instruktur
(instructors) merancang dan mengembangkan bahan-bahan
pembelaja-ran mandiri, atau bahan-bahan yang dapat disajikan secara independen
oleh seorang guru atau instruktur, maka strategi yang dikembangkan oleh
guru atau instruktur ini akan lebih mengaktifkan peserta didik dan dalam
proses pembelajaran guru bersifat pasif.
Artinya tugas guru atau
in-struktur selama proses belajar berlangsung hanyalah memantau
(monitor-ing) dan memberi pengarahan atau membimbing kemajuan si belajar
me-lalui b
aa
han pembelajaran itu. Sebaliknya, si
belajar
lebih berperan aktif
dan dan
dapat
maju sesuai dengan tingkat kecepatannya sendiri melalui
pro
ssee
s pembelajaran. Guru atau instruktur bertindak memberikan
ban-Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Indent: Before: -1,27 cm, Hanging: 1,27 cm, Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
11
Formatted: Font: Times New Roman, 11 pt, Complex Script Font: 11 pt
kegiatan prates dan pascates, semua kegiatan atau peristiwa
pembelaja-ran termasuk di dalam bahan yang dikembangkan itu.
Perancangan Bahan dan Strategi
Selain tugas seperti di atas, guru atau instruktur juga
mengem-bangkan bahan pembelajaran (instructional
materials) yang dipilih dan
disesuaikan dengan strategi pembelajaran yang akan dipakainya.
Kemungkinan besar apabila tugas ini dikerjakan dengan cermat, guru
atau instruktur akan memiliki peran yang lebih besar ketimbang yang
hanya menyampaikan bahan pembelajaran begitu saja di dalam kegiatan
penyajiannya. Guru sering menyajikan bahan (dalam buku teks) sesuai
dengan apa adanya tanpa melakukan pengembangan apapun. Apabila
hal ini terjadi, maka guru tidak berbuat banyak terhadap aktivitas
pembela-jaran yang dilakukan di kelas. Beberapa bahan yang tersedia atau ada
mungkin saja tidak tergantung pada guru atau instruktur. Apabila bahan
tidak ada, barulah guru atau instruktur harus mengembangkan bahan
dan sekaligus menyediakan petunjuknya yang dispesifikasi dengan
strategi pembelajaran yang akan dipakai. Misalnya, bahan-bahan yang
dipakai dalam strategi ceramah bisa berbeda dengan strategi belajar
mandiri.
Pemanfaatan Berbagai Sumber
Guru di samping mengembangkan bahan pembelajaran seperti
di atas, ia dapat merancang bahan itu dengan memanfaatkan berbagai
sumber pembelajaran yang telaah tersedia (using any resources by
utiliza-tion). Dengan cara demikian, ia dapat memainkan peranan lebih besar
dalam pengelolaan bahan. Dengan cara pemberikan petunjuk atau
bimb-Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, Indonesian
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Line spacing: Multiple 0,5 li
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
ingan kepada si belajar untuk bahan yang telah ada, guru atau instruktur
mampu mengembangkan bahan-bahan belajar itu secara bebas dan ia
dapat memberikan konsultasi kepada si belajar yang memerlukannya.
Ketiga peran guru atau instruktur di atas sebenarnya amat
tergan-tung pada diri guru atau instruktur itu sendiri. Guru atau instruktur dapat
bertindak untuk menyampaikan seluruh aktivitas pembelajaran, sesuai
dengan strategi pembelajaran yang telah dikembangkan. Guru dapat juga
menggunakan stra-tegi pembelajaran sebagai suatu petunjuk (a guide)
untuk membuat garis-garis besar kegiatan atau bimbingan belajar atau
berbagai kegiatan latihan. Kedua cara ini mempunyai keuntungan dan
kelemahan sendiri-sendiri. Keuntungan yang paling pokok adalah guru
atau instruktur selalu dapat memperbaharui dan memperbaikinya apabila
terjadi perubahan isi. Kelemahan yang menonjol bahwa guru atau
in-struktur perlu waktu banyak untuk menyampaikan isi atau informasi
ter-hadap suatu kelompok, sehingga ia hanya memiliki waktu sedikit untuk
memberikan bantuan kepada si belajar, terutama bagi individu si belajar
yang menghadapi masalah. Kemajuan seluruh kelas sukar dicapai
kare-na apabila guru atau instruktur menjawab suatu pertanyaan berarti pula
kemajuan seluruhnya berhenti.
Cara penyajian berencana dalam pembelajaran merupakan
sesuatu yang penting dalam pengembangan bahan pembelajaran yang
didasarkan pada strategi pembelajaran yang direncanakan atau
dirancang. Apabila pembelajaran dimasudkan tidak melibatkan peran
guru atau instruktur lebih besar (lepas dari guru atau instruktur), maka
bahan pembelajaran yang disusun atau dikem-bangkan harus mencakup
seluruh peristiwa pembelajaran sesuai dengan strateginya. Bila guru
atau instruktur berencana ingin menggabungkan bahan-bahan ajar yang
tersedia (available
materials), maka penyampaian pembelajaran akan
merupakan penggabungan antara penyajian bahan dan guru atau
in-Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
11
Formatted: Font: Times New Roman, 11 pt, Complex Script Font: 11 pt
struktur. Mungkin juga guru atau instruktur tidak diperlukan dalam cara
ini, tetapi amat diperlukan untuk memberi penjelasan kepada si belajar.
Pemilihan Bahan Pembelajaran
Tahap berikutnya yang dilakukan guru setelah mengembangkan
strategi pembelajaran adalah menentukan apakah sudah ada bahan yang
sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Bahan pembelajaran itu
mungkin me-limpah ruah, tetapi tidak cocok dengan tujuan yang ingin
dicapai. Oleh sebab itu, maka perlu diupayakan sumber-sumber (sumber
belajar) yang relevan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Strategi yang dikembangkan dapat dipakai untuk menetapkan
apakah bahan yang ada itu sesuai, jika mungkin perlu disesuaikan atau
dikembangkan sebelum digunakan. Pemilihan terhadap bahan-bahan ajar
dilakukan dengan cara menilai apakah:
1) keadaan bahan cukup menarik,
2) adanya kesesuaian dengan isi,
3) urutan sudah benar,
4) informasi yang diperlukan tersedia,
5) adanya latihan-latihan praktis,
6) terdapat umpan balik yang tepat,
7) tersedianya tes-tes yang sesuai,
8) terdapat petunjuk lanjutan yang sesuai guna perbaikan, atau
kemajuan
si belajar secara umum,
9) kesesuaian bimbingan si belajar telah diberikan yang dapat
dipa-kai
untuk mengarahkan dari suatu kegiatan ke kegiatan berikutnya.
Formatted: Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines, Tab stops: 1,25 cm, Left + Not at 1,78 cm + 2,03 cm
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Proses Pengembangan Bahan
Pada tahap akhir setelah guru atau instruktur menentukan strategi
pembelajaran yang tepat beserta media yang dipilihnya, langkah
beri-kutnya pengembangan bahan pembelajaran siap dilakukan. Langkah
da-lam pengem-bangan bahan (termasuk bahan pembelajaran mandiri) ini
ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan. Komponen
pengem-bangan meliputi penyusunan petunjuk bagi peserta didik, pengempengem-bangan
bahan (isi bahan pembelajaran), menyusun alat penilaian, dan dilengkapi
dengan pedoman atau petunjuk bagi guru.
Petunjuk si belajar
Petunjuk si belajar ini mencakup cara penggunaan
sumber-sumber yang terdapat dalam paket. Petunjuk ini berisi pedoman pokok
tentang strategi pembelajaran bagi si belajar
Bahan pembelajaran
Bahan ini terdiri atas informasi tertulis atau yang disertai media,
sehingga si belajar tinggal menggunakan untuk mencapai tujuan khusus
pem-belajaran. Bahan ini mencakup untuk mencapai tujuan utama dan
berbagai bahan remidial atau pengayaan.
Penilaian
Semua bahan perlu disertai dengan penilaian atau tes. Tes ini
terdiri atas tes tingkah laku awal (entry
behavior) atau prates, dan
pas-cates. Tes yang dilakukan selama kegiatan belajar sedang berlangsung
(embedded test) terdapat dalam bahan pembelajaran. Jika tes itu bukan
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines, Tab stops: 1,78 cm, Left + 2,03 cm, Left + Not at -1,11 cm + -0,95 cm
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
11
Formatted: Font: Times New Roman, 11 pt, Complex Script Font: 11 pt
itu bisa dibuat terpisah yang termasuk dalam buku pedoman guru atau
in-struktur dengan maksud agar si belajar tidak melihatnya. Penilaian itu
dimaksudkan untuk melihat kemajuan yang telah dicapai oleh si belajar,
seberapa jauhkah unjuk kerja atau kinerja yang dicapai selama
berlang-sungnya pembelajaran. Pelaksanaan penilaian dilakukan menurut waktu
dan kesempatan yang tersedia oleh masing-masing si belajar. Guru atau
instruktur perlu membuat rancangan atau jadwal waktu pelaksanaan
test-ing menurut kesempatan si belajar.
Kapan mereka harus siap diuji dan sampai dimana bahan atau
ma-teri yang telah dikuasainya. Pengorganisasian ini sangat penting karena
setiap si belajar memiliki waktu dan kesempatan yang berbeda.
Pem-berian kesempatan yang berbeda ini akan memberikan keleluasaan
kepada si belajar untuk bel-ajar secara lebih fleksibel.
Pedoman guru atau instruktur
Buku pedoman ini berisi tentang berbagai informasi, antara lain
tujuan yang ingin dicapai, kegiatan belajar (baik kegiatan kelompok
mau-pun mandiri), bahan ajar dan sumber belajar yang akan digunakan,
me-dia pembelajaran, dan termasuk rancangan bahan tes yang akan dipakai.
Dalam pedoman ini hal yang penting diuraikan adalah perian tugas atau
urutan kegiatan secara jelas yang harus dilakukan oleh si belajar.
Pedoman atau petunjuk guru atau instruktur ini memuat pula
lembar kegiatan yang dilaksanakan oleh si belajar. Pedoman guru atau
instruktur ini bersifat fleksibel, artinya kegiatan yang tersusun secara
sistematis itu bisa dicapai dalam waktu yang berbeda-beda oleh si
bela-jar. Walaupun demikian, si belajar tidak berarti dibiarkan menetukan
sendiri kegiatannya, akan tetapi dilakukan "learning contract" antara guru
atau instruktur dengan si belajar. Kapan saat tugas-tugas atau kegiatan
itu harus diselesaikan termuat dalam pedoman itu. Oleh sebab itu, guru
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
atau instruktur perlu membuat catatan-catatan berkenaan dengan
kon-trak belajar tersebut.
Pemilihan Media
Kemampuan guru atau instruktur dalam memilih media yang
sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai merupakan pertimbangan
pent-ing yang lain dalam proses pembelajaran. Pemilihan media yang kurang
tepat, bahkan sama sekali tidak relevan (asal pilih saja) dapat
mengu-rangi daya tangkat si belajar terhadap bahan ajar yang sedang dipelajari.
Mengapa demikian? Sebab pemi-lihan media yang kurang tepat ini bukan
menambah kejelasan informasi yang diberikan, tetapi justru akan
menambah kekaburan informasi yang diperoleh. Oleh sebab itu,
pemili-han media pembelajaran perlu dilakukan secara lebih cermat dan tepat
sasaran. Walaupun tidak ada satu mediapun yang cocok untuk satu jenis
informasi, mengingat bahwa setiap media memiliki karakteristiknya
mas-ing-masing. Artinya suatu media efektif dipakai untuk menyajikan
informa-si (verbal), sedangkan media yang lain efektif untuk penyajian pinforma-sikomotor-
psikomotor-ik. Hal yang paling penting diperhatikan oleh guru atau instruktur dalam
memilih media, yaitu tersedianya sumber, latar, dan personalia.
Reiser dan Gagne (dalam Dick dan Carey, 1985) membuat suatu
model yang menunjukkan bagaimana cara memilih media pembelajaran
yang paling baik. Perancang menggunakan model itu dengan cara
men-jawab beberapa pertanyaan yang berkenaan dengan keterampilan yang
diajarkan dan kemudian diikuti dengan diagram alur yang mengarah
pa-da beberapa media yang disarankan. Perancang pa-dapat melihat aspek
praktisnya berkaitan dengan penggunaan media yang akan di pilih.
Teknik Reiser dan Gagne ini dilandasi dengan suatu hasil penelitian yang
cermat tentang penggunaan media pembelajaran. Faktor-faktor penting
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines, Tab stops: Not at 1,78 cm + 2,03 cm
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Don't add space between paragraphs of the same style, Line spacing: 1,5 lines, Tab stops: -2,06 cm, Left + Not at -2,38 cm
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
11
Formatted ...
yang perlu diperhatikan berkaitan dengan pemilihan media tersebut
men-cakup:
a. Ketersediaan berbagai media di lingkungan yang akan dipakai.
1.
b. Kemampuan perancang atau keahlian yang dimiliki untuk
menghasilkan bahan yang sesuai dengan media;
2.
c.
3. Fleksibilitas.
d.
4. Daya tahan
e.
5.
Kesesuaian dengan bahan
f.
6.
Efektivitas biaya.
Bagian 11
PENDAHULUAN
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
DI SEKOLAH DASAR: MENYONGSONG PEMBERLAKUAN
KU-RIKULUM BERBASIS SEKOLAH
Makalah disajikan dalam Kegiatn Semiloka Pengembangan Buku
Bagian 6b
3
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted: Bullets and Numbering
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted: Swedish (Sweden)
Formatted ...
Formatted: Swedish (Sweden)
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted: Swedish (Sweden)
Formatted ...
Formatted: Swedish (Sweden)
Formatted: Swedish (Sweden)
Formatted ...
Formatted: Swedish (Sweden)
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted: Left
Formatted: Left
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted ...
Formatted: Font: Times New Roman
dan Sarana Pendidikan TH dan SD Propinsi Jawa Timur
Tanggal 29 April s.d. 1 Mei 2002
Di Hotel ASIDA kota Batu-Malang
Oleh:
PUNAJI SETYOSARI
Dosen Program Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM)
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PROPINSI JAWA TIMUR
11
Formatted: Font: Times New Roman, 11 pt, Complex Script Font: 11 pt
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
DI SEKOLAH DASAR: MENYONGSONG PEMBERLAKUAN
KURIKU-LUM BERBASIS SEKOLAH *
Punaji Setyosari **
Merebabknya Akses Informasi
Seiring dengan perubahan waktu atau jaman,
perkembangan peradaban manusia terutama kemampuan manusia
menciptakan
alat
produkti
berteknologi
tinggi
telah
pula
mempengaruhi perkembangan otak dan berpikir manusia itu sendiri.
Bab ini memberikan kerangka awal pentingnya media, khususnya
media pembelajaran dalam memfasilitasi belajar siswa.
Merebaknya Akses Informasi
Pendahuluan
Perkembangan dan percepatan arus teknologi informasi
tid-ak mampu lagi dibendung. Masuknya teknologi informasi dalam
segala aspek kehidupan telah memberikan dampak yang tidak
sedi-kit dalam kehidupan sedi-kita sehari-hari. Saat ini hampir setiap rumah
bisa mengakses informasi sepanjang waktu dengan cepat melalui
peralatan teknologi canggih baik melalui teknologi cetak (printed
ma-terials) maupun teknologi elektronika (electronics) serta sinergi
keduanya. Nampaknya arus perkembangan teknologi informasi
yang berawal dari teknologi tradisional hingga teknologi modern telah
pula memberikan warna pada peradaban umat manusia. Banjir
in-formasi (information
flow) yang diawali dengan alat produksi cetak
ternyata telah berkembang sedemikian rupa, sehingga karya-karya
umat manusia di dunia bisa tersebar dan menyebar kemana-mana.
Seiring dengan perubahan waktu atau jaman, perkembangan
peradaban manusia terutama kemampuan manusia menciptakan
alat produkti berteknologi tinggi telah pula mempengaruhi
perkem-bangan otak dan berpikir manusia itu sendiri.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
se-makin canggih memberikan kontribusi bagi lahirnya ilmu-ilmu atau
teori-teori baru dan teknologi yang lebih modern. Sejalan dengan
lahirnya teori baru dalam berbagai disiplin ilmu menuntut juga
aplikasi baru atas pengaetahuan tersebut. Kedua perangkat ini selalu
berjalan saling beriringan. Misalnya, penemuan jenis penyakit baru
dalam dunia kedokteran akan melahirkan teori baru yang biasanya
diikuti dengan penciptaan alat atau teknologi baru. Contohnya, untuk
mendeteksi apakah seseorang telah mengidap penyakit maka
diciptakan alat pendeteksi penyakit.
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Indent: Before: 1 cm, Line spacing: single
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Indent: First line: 1 cm
Formatted: Indent: Before: 1 cm, First line: 1 cm, Line spacing: single
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt, Portuguese (Brazil)
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt, Portuguese (Brazil)
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt, Portuguese (Brazil)
Bidang publikasi, komunikasi dan informasi, dalam hal
percepatan arus informasi itu telah dibarengi juga alat cetak jarak
jauh (distantce
printing). Alat cetak ini pada gilirannya akan
memberikan bantuan penyampaian informasi dalam waktu singkat
kepada para pembaca surat kabar atau koran. Demikian juga, saat
ini kita dengan mudahnya mengakses berita-berita dalam surat kabar
melalui komputer interaktif. Berita yang sekarang disampaikan
melalui media cetak, apakah kompas, jawa pos, media Indonesia,
tempo, republika, dan sebagainya bisa diakses lewat komputer
interaktif di mana saja dan kapan saja.
Lahirnya internet, yaitu sebuah jaringan informasi melalui
komputer dapat diakses dengan cepat dan murah saat ini telah
berkembang demikian cepatnya. Hampir setiap penjuru membuka
warung internet (warnet) yang memberikan kemu dahan kepada
se-tiap orang untuk melakukan akses informasi.
Kemudahan-kemudahan akan semakin mendesak kita untuk melakukan
infor-mation approching, kepada si belajar yang pada gilirannya akan
me-lahirkan manusia-manusia berbasis teknologi informasi, atau
masyarakat berbasis teknologi.
Gambar 1: Percepatan Informasi melalui Teknologi Komputer
Formatted: Indent: Before: 1 cm, First line: 1 cm, Line spacing: single
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt, Portuguese (Brazil)
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt, Portuguese (Brazil)
Formatted: Line spacing: single
Formatted: Indent: Before: 1 cm, First line: 1 cm, Line spacing: single
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Centered
Formatted: Font: Not Bold, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt, Portuguese (Brazil)
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt, Portuguese (Brazil)
Formatted: Font: Not Bold, Complex Script Font: Arial, 12 pt, Portuguese (Brazil)
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Line spacing: single
11
Formatted: Font: Times New Roman, 11 pt, Complex Script Font: 11 pt
Sosialiasi Pentingnya Media Pembelajaran di Sekolah
*) Makalah disampaikan pada Seminar-Lokakarya Pengembangan
Buku dan Sarana Pendidikan TK
dan SD Propinsi Jawa Timur, 29 April - 1 Mei 2002 di Batu,
Malang
**) Penulis adalah dosen program studi Teknologi Pendidikan,
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Malang
dahan kepada setiap orang untuk melakukan akses informasi.
Kemudahan demi kemudahan akan semakin mendesak kita untuk
melakukan information approching, yang pada gilirannya akan melahirkan
manusia-manusia berbasis teknologi informasi, atau masyarakat berbasis
teknologi.
Berkenaan dengan persoalan rendahnya partisipasi si
bela-jar dan khususnya kualitas hasil belabela-jar maka diperlukan perhatian
penuh. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya-upaya guna
meningkat-kan minat dan motivasi pada si belajar agar mutu atau kualitas
bela-jarnya semakin maju dan semakin aktif berperan dalam aktivitas
proses pembelajaran, yang pada gilirannya dapat meningkatkan
kualitas hasil belajarnya. Untuk maksud di atas, salah satu upaya
yang dilakukan adalah perlunya pembelajaran yang dirancang
secara sistematis, dengan cara memberdayakan teknologi/media
pembelajaran di kelas. Dengan demikian, perlu adanya komitmen
para guru yang lebih menekankan pada pemberdayaan teknologi/
pembelajaran dan media pembelajaran di kelas.
Menyambut pemberlakuan otonomi daerah, yang salah
satunya berwujud pemberian konsekuensi dalam pengelolaan bidang
pendidikan yang pada gilirannya pula akan memberikan kewenangan
sepenuhnya pada para pengambil keputusan pendidikan di tingkat
daerah. Lebih lanjut, pemberlakuan otonomi daerah ini juga perlu
dibarengi pula oleh pemberian atau kewenangan penuh dalam
pengambilan kebijakan khususnya yang menyangkut perencanaan
kurikulum. Kurikulum yang berbasis pada masyarakat dan sekolah
akan memungkikan pemberdayaan potensi daerah. Apabila program
kurikulum ini dirancang secara sistematis oleh setiap daerah dengan
memperhatikan kemampuan daerah, maka akan melahirkan daya
saing yang lebih kompetetif diantara sumber daya daerah,
khu-susnya yang menyangkut pengembangan sumber daya manusia.
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt, Portuguese (Brazil)
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt, Portuguese (Brazil)
Formatted: Indent: Before: 1 cm, First line: 1 cm, Line spacing: single
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Line spacing: single
Formatted: Indent: Before: 1 cm, First line: 1 cm, Line spacing: single
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Gambar 2: Mengenal Agama dan dan Simbol KepercayaanLingkungan
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Centered
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Centered, Line spacing: single
Formatted: Centered
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt, English (U.S.)
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt, English (U.S.)
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
11
Formatted: Font: Times New Roman, 11 pt, Complex Script Font: 11 pt
Untuk mendukung maksud di atas, maka peran para kepala
dinas pendidikan, pengawas, kepala sekolah akan semakin besar.
Peran serta ini berkenaan dengan pengambilan keputusan yang
berkenaan dengan perencanaan kurikulum pendidikan dan secara
khusus berkenaan dengan aplikasi teknologi pembelajaran dan
/media pendidikan atau pembelajaran. Secara operasional
peran-peran ini didelegasikan kepada para guru agar berkiparh lebih aktif
dalam pengambilan keputusan pada tingkat yang paling bawah, yaitu
tingkat kelas.
Peranan Media Pembelajaran dalam
Konteks Belajar
Pada saat mengajar, para guru sering dihadapkan pada
persoalan-persoalan bagaimana cara mempermudah belajar siswa
atau si belajar. Guru atau instruktur perlu memberi kemudahan atau
fasilitasi dalam menyampaikan informasi. Sebaliknya, si belajar yang
memperoleh kemudahan dalam menerima informasi akan belajar
lebih bergairah dan termotivasi. Dalam usaha membantu si belajar
untuk memperoleh kemudahan belajarnya, ada banyak unsur atau
elemen yang harus diperhatikan. Unsur-unsur itu adalah tujuan yang
ingin dicapai, karakteristik si belajar, isi bahan yang dipelajari, cara
atau metode atau strategi yang digunakan, alat ukur atau evaluasi,
serta balikan. Walaupun, semua unsur telah diseleksi pada dasarnya
kita kembali pada apa tujuan yang ingin dicapai. Dan tujuan itu
sendirilah yang akhirnya menjadi tumpuan akhir aktivitas
pembelajaran.
Sebagaiman dikemukakan di atas, banyak unsur yang
berpengaruh untuk mempermudah si belajar dalam memperoleh
pengetahuan atau informasi. Salah satu unsur itu adalah media
pembelajaran. Pentingnya kehadiran media pembelajaran tentunya
sangat tergantung pada tujuan dan isi atau substansi pembelajaran
itu sendiri. Kehadiran media dalam pembelajaran juga ditentukan
oleh cara pandang atau paradigma kita terhadap sistem
pembelajaran. Apabila kita melihat pembelajaran sebagai sebuah
sistem, maka unsur-unsur atau komponen-komponen yang terlibat
dalam sistem itu tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Artinya
ketiadaan suatu unsur akan berpengaruh terhadap jalannya sistem
secara keseluruhan.
Pendek
kata,
dapat
kita
simpulkan
bahwa
media
pembelajaran merupakan bagian integral dalam pembelajaran.
Pandangan ini selanjutnya akan mengarahkan pada cara pandang
kita tentang media tersebut. Media harus hadir dalam setiap aktivitas
Formatted: Indent: Before: 1 cm, First line: 1 cm, Line spacing: single
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt, English (U.S.)
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt, English (U.S.)
Formatted: Line spacing: single
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
pembelajaran yang kita lakukan di kelas. Lagipula, kita harus
memiliki komitmen terhadap pembelajaran, di mana pembelajaran
harus dirancang sedemikian rupa dan didasarkan pada apa yang
ingin dilakukan oleh si belajar, atau apa yang ingin dihasilkan oleh si
belajar, atau si belajar ingin menjadi apa. Jika media digunakan
untuk memfasilitasi pembelajaran ( atau proses belajar dan
mengajar), maka media itu harus dipilih dan digunakan karena media
ini memiliki potensi untuk mempermudah belajar (Gerlach & Ely,
1980).
Gambar 3: Mengenal Teknologi Luar Angkasa
Kehadiran teknologi/media pembelajaran tidak bisa lepas
dari sejarah perkembangannya. Sejarah perkembangan ini dibangun
sejak awal abad 20-an, yang ditandai munculnya teori pendidikan
atau belajar. Setidak-tidak tiga pakar pendidikan seperti Dewey,
Carter, dan Kilpatrick (Seels & Richey, 1994) merupakan peletak
dasar tentang konsep teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan ini
pertama kali dilihat sebagai suatu teknologi alat. Teknologi ini
merujuk pada penggunaan peralatan, media dan perangkat keras
untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian, istilah ini sama
dengan ungkapan mengajar dengan alat bantu audio-visual
(Roun-tree, 1979).
Bidang ini merupakan hasil dari perpaduan tiga hal, yaitu:
me-dia dalam pendidikan, psikologi pembelajaran, dan pendekatan
sis-tem dalam pendidikan (Seels, 1989). Perkembangan teknologi
pem-belajaran modern terjadi pasca perang dunia kedua. Dua pakar
pen-didikan yang memiliki kontribusi besa bagi kelahiran teknologi
pem-Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
11
Formatted: Font: Times New Roman, 11 pt, Complex Script Font: 11 pt
nal dengan kerucut pengamalannya (The
Cone
of
Experience).
Kerucut pengalaman ini berfungsi sebagai suatu visual yang sama
dengan tingkat konkrit dan abstraksi metode mengajar dan media
pembelajaran. Tujuan kerucut pengalaman ini adalah ingin
merepre-sentasikan tingkat pengalaman, yaitu dari pengalaman yang
lang-sung atau konkrit menunju pengalaman yang paling abstrak
(sim-bolis). Hubungan konkrit dan abstrak ini bersifat kontinum.
Dale berkeyakinan bahwa simbol-simbol dan ide-ide yang
ber-sifat abstrak hanya dapat dipahami dengan lebih mudah dan
diper-tahankan oleh si belajar manakala pengalaman-pengalaman ini
dibangun atas dasar pengalaman konkrit.
Kerucut pengalaman Dale ini didasarkan pada teori pendidikan
yang dikembangkan oleh Dewey, yang pada saat itu sangat banyak
dianut. Kerucut ini pertama kali berusaha membangun alasan dasar
(rasionel) yang mencakup baik teori belajar maupun komunikasi
au-diovisual. Kerucut Pengalaman Dale dapat diperiksa pada gambar 1
di bawah.
Finn memiliki peranan besar dalam membangun bidang
teknologi pembelajaran ini. Kontribusi nyata Finn ini adalah bidang
komunikasi audiovisual ke dalam teknologi pembelajaran (AECT,
1977). Dua kontribusi nyata Finn ini ada bahwa ia merupakan
pelo-por utama dalam perubahan nama bidang teknologi pembelajaran
dan meningkatkan aplikasi teori sistem sebagai landasan bidang
teknologi pembelajaran.
Media
memiliki
berbagai
peran
dalam
aktivitas
pembelajaran. Selama ini pembelajaran mungkin lebih banyak
tergantung pada keberadaan guru. Pola pembelajaran sangat
ditentukan oleh guru, karena guru merupakan satu-satunya sumber
belajar. Jika dalam situasi demikian, media mungkin tidak banyak
digunakan oleh guru. Dalam situasi pembelajaran yang berbasis
pa-da guru, instructor-based instruction, penggunaan media
pembelaja-ran secara umum adalah untuk memberikan dukungan suplementer
secara langsung kepada guru. Atau, apabila digunakan media hanya
sebatas sebagai “alat bantu” dalam pembelajaran.
Pandangan
demikian ini mengisyaratkan tidak adanya upaya pemberdayaan
media dalam proses pembelajaran.
Sebaliknya, pembelajaran mungkin juga tidak memerlukan
ke-hadiran guru. Pembelajaran yang tidak tergantung pada guru,
in-structor-independent
instruction
, atau disebut juga sebagai “
self-Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
instruction
, “ (Heinich, Molenda, & Russell, 1993) bahkan kerapkali
diarahkan oleh siapa yang merancang media tersebut. Media
pem-belajaran yang dirancang secara memadai dapat meningkatkan dan
memajukan belajar dan memberikan dukungan pada pembelajaran
yang berbasis guru dan tingkat keefektifan media pembelajaran
ter-gantung pada guru itu sendiri.
Abstrak
Simbol
verbal
---
Simbol
visual
---
Radio, alat
perekam,
gambar diam
---
Gambar gerak
(TV, film)
---
Pameran
---
Karya wisata
---
Demonstrasi
---
Partisipasi
---
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt, Portuguese (Brazil)
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
11
Formatted ...
Observasi
---
Konkrit Pengalaman langsung
Gambar 5: Kerucut Pengalaman Edgar Dale.
Sumber: Barbara B. Seels & Rita C. Richey (1994)
Instruc-tional Technology. Washington, DC: AECT
Persoalan-persoalan yang Dihadapi
Berkenaan dengan komitment kita di atas, ada beberapa
persoalan yang kita hadapi yaitu yang berkaitan dengan aplikasi
teknologi/m
pembelajaran
dan
media
pendidi-kan/pembelajaranpendidikan atau pembelajaran yang dilakukan oleh
sekolah atau guru di kelas? Atau dengan ungkapan yang agak
khu-sus, seberapa jauhkah sekolah atau /guru mampu mendayagunakan
teknologi pembelajaran guna mempermudah belajar si belajar?
Secara operasional permasalahan ini dapat kita ungkapkan
sebagai berikut.
Mampukah sekolah menyediakan teknologi/ atau media
pembelajaran yang memadai untuk mendidik anak bangsa yang
cakap?
1.
Mampukah sekolah/ danatau guru memberdayakan teknologi/
pembelajaran
atau
media
pembelajaran
dalam
proses
pembelajaran di kelas?
2.
Peranan Media Pembelajaran dalam Konteks Belajar
Pada saat mengajar, guru sering dihadapkan pada
persoa-lan bagaimana cara mempermudah belajar siswa atau si belajar.
Guru atau instruktur perlu memberi kemudahan atau fasilitasi dalam
menyampaikan informasi. Sebaliknya, si belajar yang memperoleh
kemudahan dalam menerima informasi akan belajar lebih bergairah
dan termotivasi. Dalam usaha membantu si belajar untuk
mem-peroleh kemudahan belajarnya, ada banyak unsur atau elemen yang
harus diperhatikan. Unsur-unsur itu adalah tujuan yang ingin dicapai,
karakteristik si belajar, isi bahan yang dipelajari, cara atau metode
atau strategi yang digunakan, alat ukur atau evaluasi, serta balikan.
Walaupun, semua unsur telah diseleksi pada dasarnya kita kembali
pada apa tujuan yang ingin dicapai. Dan tujuan itu sendirilah yang
akhirnya menjadi tumpuan akhir dari aktivitas pembelajaran.
Sebagaiman dikemukakan di atas, banyak unsur yang berpengaruh
terhadap kuntuk mempermudahan si belajar dalam memperoleh
pengetahuan atau informasi. Salah satu unsur itu adalah media
pembelajaran. Pentingnya kehadiran media pembelajaran tentunya
sangat tergantung pada tujuan dan isi atau substansi pembelajaran
itu sendiri. Kehadiran media dalam pembelajaran juga ditentukan
oleh cara pandang atau paradigma kita terhadap sistem
pembelaja-ran. Apabila kita melihat pembelajaran sebagai sebuah sistem, maka
unsur-unsur atau komponen-komponen yang terlibat dalam sistem
itu tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Artinya ketiadaan suatu
unsur akan berpengaruh terhadap jalannya sistem secara
kese-luruhan. Pendek kata, dapat kita simpulkan bahwa media
pembelaja-ran merupakan bagian integral dalam pembelajapembelaja-ran. Pandangan ini
selanjutnya akan mengarahkan pada cara pandang kita tentang
me-dia tersebut. Meme-dia harus hadir dalam setiap aktivitas pembelajaran
yang kita lakukan di kelas. Lagipula, kita harus memiliki komitmen
terhadap pembelajaran, di mana pembelajaran harus dirancang
sedemikian rupa dan didasarkan pada apa yang ingin dilakukan oleh
si belajar, atau apa yang ingin dihasilkan oleh si belajar, atau si
bela-jar ingin menjadi apa. Jika media digunakan untuk memfasilitasi
pembelajaran (proses belajar dan mengajar), maka media itu harus
dipilih dan digunakan karena media ini memiliki potensi untuk
mem-permudah belajar (Gerlach & Ely, 1980).
Formatted: Indent: First line: 1,27 cm
Formatted: Font: Bold, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: Bold, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: Bold, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Indent: Before: 1 cm, First line: 1 cm, Line spacing: single
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Line spacing: single
11
Formatted: Font: Times New Roman, 11 pt, Complex Script Font: 11 pt
Gambar: Mengenal Teknologi Luar Angkasa
Kehadiran teknologi/media pembelajaran tidak bisa lepas
dari sejarah perkembangannya. Sejarah perkembangan ini dibangun
sejak awal abad 20-an, yang ditandai munculnya teori pendidikan
atau belajar. Setidak-tidak tiga pakar pendidikan seperti Dewey,
Carter, dan Kilpatrick (Seels & Richey, 1994) merupakan peletak
da-sar tentang konsep teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan ini
pertama kali dilihat sebagai suatu teknologi alat. Teknologi ini
meru-juk pada penggunaan peralatan, media dan perangkat keras untuk
mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian, istilah ini sama
dengan ungkapan mengajar dengan alat bantu audio-visual
(Roun-tree, 1979).
Bidang ini merupakan hasil dari perpaduan tiga hal, yaitu:
media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran, dan pendekatan
sistem dalam pendidikan (Seels, 1989). Perkembangan teknologi
pembelajaran modern terjadi pasca perang dunia kedua. Dua pakar
pendidikan yang memiliki kontribusi besa bagi kelahiran teknologi
pembelajaran modern ini adalah Edgar Dale dan James Finn. Dale
terkenal dengan kerucut pengamalannya (The Cone of
Experience).
Kerucut pengalaman ini berfungsi sebagai suatu visual yang sama
dengan tingkat konkrit dan abstraksi metode mengajar dan media
pembelajaran. Tujuan kerucut pengalaman ini adalah ingin
merepre-sentasikan tingkat pengalaman, yaitu dari pengalaman yang
lang-sung atau konkrit menunju pengalaman yang paling abstrak
(sim-bolis). Hubungan konkrit dan abstrak ini bersifat kontinum.
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, 12 pt, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Indent: Before: 1 cm, First line: 1 cm, Line spacing: single
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Line spacing: single
Formatted: Indent: Before: 1 cm, First line: 1 cm, Line spacing: single
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Complex Script Font: Arial, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Arial, Complex Script Font: Arial, 12 pt