• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI DESKRIPTIF PERENCANAAN PEMBENTUKAN docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STUDI DESKRIPTIF PERENCANAAN PEMBENTUKAN docx"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI DESKRIPTIF PERENCANAAN PEMBENTUKAN DAN

PENGEMBANGAN UKM PRODUKSI BRIKET TEMPURUNG

KELAPA DESA KETAPANG DITINJAU DARI FAKTOR

PRODUKSI ALAM DAN TENAGA KERJA

Diajukan untuk mengikuti Lomba Economics Research Paper (ERP) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI)

Disusun oleh:

Awwaliatul Mukarromah (NIS.07081023) Boni Andika (NIS.07081006) Veza Aditya Lenggawa (NIS.08091044)

SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School

Jl. Raya Pandeglang-Labuan KM.3 Kuranten, Pandeglang-Banten PO BOX 61/Pandeglang 42201. Telp. (0253) 5210114

(2)

i LEMBAR PENGESAHAN

Judul Karya Tulis : Studi Deskriptif Perencanaan Pembentukan dan Pengembangan UKM Produksi Briket Tempurung Kelapa Desa Ketapang Ditinjau dari Faktor Produksi Alam dan Tenaga Kerja

Penulis :1. Awwaliatul Mukarromah NIS. 07081023

2. Boni Andika NIS. 07081006

3. Veza Aditya Lenggawa NIS. 08091044

Karya tulis ini diajuka untuk mengikuti Lomba Economics Research Paper (ERP) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI).

Karya tulis ini telah diperiksa dan disetujui Pandeglang, 10 Januari 2009

Pembimbing 1 Pembimbing 2

Jejen Z.A., M.Pd Purlilaiceu, S.Pd

NIP. 132 165 239

Mengetahui, Kepala Sekolah

(3)

ii ABSTRAKSI

Krisis energi yang melanda negeri ini mengakibatkan perubahan akan situasi perekonomian yang ada. Bukan menjadi hal yang ironi jika masyarakat Indonesia sulit untuk memenuhi sebagian kebutuhan hidupnya. Pasalnya krisis tersebut nampaknya sudah melanda sebagian besar penduduk yang ada. Umat manusia di abad ke-21 ini perlu menyadari akan adanya “trade off”. Esensi inilah yang berpengaruh penting terhadap krisis energi yang telah terjadi. Akan tetapi, krisis ini dapat menjadi peluang emas bagi mereka yang memiliki pola pikir ekonomi kreatif. Pembuatan briket mampu menjawab segala apa yang menjadi kendala bagi masyarakat Indonesia. Tanpa biaya yang mahal mereka tetap berkesempatan untuk melangsungkan kehidupannya. Briket cukup membantu umat manusia dalam mereduksi dan mengentaskan krisis ekonomi.

Kata kunci: briket, krisis energi.

Energy crisis that suffered this country caused the alteration of economy condition. It’s not irony if Indonesian people hard to fulfill a part of their requirement. Nowadays, The crisis apparently ha s attacked most of Indonesian

people. The people in 21st century need to realize with trade off blooming. This is

the esention that can influent to the energy crisis that happened. But, it can be a

gold opportunity for them who ha s creative economy thinking. The making of

briquet can answers everything the problems for Indonesia society. Without an

expensive cost they still have opportunity to splice their lifes. Briquet ministrant

enough to reduce and solve economy crisis.

(4)

iii KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan Rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua selaku hamba-Nya. Alhamdulillah kami selaku Penulis dapat menyusun tugas Karya Ilmiah yang berjudul “Studi Deskriptif Perencanaan Pembentukan dan Pengembangan UKM Produksi Briket Tempurung Kelapa Desa Ketapang Ditinjau dari Faktor Produksi Alam dan Tenaga Kerja dapat diselesaikan sebagaimana mestinya.

Beribu–ribu rasa terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembuatan makalah ini, kepada :

1. Bapak Drs. H. Adin Wahyuddin, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School.

2. Bapak Jejen Z.A., M.Pd selaku Pembimbing. 3. Ibu Purlilaiceu S.Pd selaku Pembimbing.

4. Rekan–rekan yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu. Penulis dengan bangga bisa mempersembahkan Karya Ilmiah ini, meskipun masih banyak kekurangan – kekurangan yang dijumpai di dalamnya. Tidak ada yang maha sempurna selain dia yang Maha Kuasa Allah SWT. Seperti kata pepatah “ Tidak Ada Gading Yang Tak Retak “, maka kami selaku penulis meminta maaf yang sebesar – besarnya kepada pihak pembaca. Selain itu, penulis masih menunggu kritikan dan saran yang sekiranya dapat membangun agar apa yang telah kami lakukan dapat menjadi lebih baik.

Semoga dengan adanya Karya Ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

(5)

iv

I.4 Manfaat Penelitian………. 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA……… 3

II.1 Krisis Energi……….. 3

II.2 Hukum Permintaan………. 3

II.3 Briket……….. 3

II.4 Biaya Peluang (Opportunity Cost)………. 5

II.5 Usaha Kecil dan Menengah (UKM)………... 5

II.6 Teori Pembangunan Ekonomi……… 6

II.7 Desa Ketapang, Kecamatan Mauk………. 6

BAB III METODOLOGI PENELITIAN………. 7

III.1 Desain Riset……… 7

III.2 Waktu dan Tempat……… 8

III.3 Metode Penelitian……….. 8

III.4 Populasi……….. 8

III.5 Sampel……… 9

III.6 Pengumpulan Data………. 9

III.7 Analisis Data……….. 9

BAB IV PEMBAHASAN……… 10

(6)

v

IV.2 Potensi Faktor Produkasi Desa Ketapang……….. 11

BAB V PENUTUP……….. 14

V.1 Kesimpulan………. 14

V.2 Saran……… 14

DAFTAR PUSTAKA………. ix

(7)

vi DAFTAR GAMBAR

(8)

vii DAFTAR GRAFIK

(9)

viii DAFTAR BAGAN

(10)

1 BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

(11)

2 emas bila diubah menjadi sebuah usaha kecil dan menengah. Penjualan briket tempurung kelapa ini diharapkan menjadi produk yang dibutuhkan di pasaran di tengah sulit dan mahalnya bahan bakar minyak, khususnya minyak tanah dan gas elpiji.

I.2 Rumusan Masalah

Masalah yang dibahas dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut:

1. Sejauh mana pengetahuan warga Desa Ketapang, Kecamatan Mauk terhadap potensi faktor produksi yang dimiliki wilayahnya dalam pembentukan UKM produksi briket tempurung kelapa?

2. Bagaimana potensi faktor produksi Desa Ketapang, Kecamatan Mauk dalam perencanaan pembentukan UKM produksi briket tempurung kelapa?

I.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Memahami sejauh mana pengetahuan warga Desa Ketapang, Kecamatan Mauk terhadap potensi faktor produksi yang dimiliki wilayahnya dalam pembentukan UKM produksi briket tempurung kelapa.

2. Mengetahui potensi faktor produksi Desa Ketapang, Kecamatan Mauk dalam perencanaan pembentukan UKM produksi briket tempurung kelapa.

I.4 Manfaat Penelitian

(12)

3 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Krisis Energi

Krisis energi adalah kekurangan (atau peningkatan harga) persediaan sumber daya energi ke ekonomi (wikipedia,2008). Produksi minyak bumi Indonesia tinggal 942.000 L per hari (Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral,2005), kurang dari kuota yang ditetapkan OPEC (geocities,2008). Menurut data kementerian ESDM tahun 2006, cadangan minyak bumi Indonesia sekitar 9 miliar barel dan produksi pertahunya 500 juta barel. Diperparah lagi dengan lonjakan harga minyak dunia yang mencapai level diatas 100$ per barel, dan sekarang di posisi rata-rata 100$ (agroindustrydays,2008). Selain itu, harga gas elpiji dan tabungnya pun melambung. Isi ulang gas elpiji isi 3 Kg termahal mencapai Rp. 25.000,- dan isi 12 Kg mencapai Rp. 85.000,- (Kompas,2008).

II.2 Hukum Permintaan

Quantity Price

1

Hukum permintaan menyatakan bahwa jika kuantitas akan suatu barang yang diminta semakin menurun sedangkan permintaannya di masyarakat semakin meningkat, maka harganya semakin meningkat pula.

II.3 Briket 2

Briket merupakan padatan limbah pertanian yang umumnya berasal dari bahan yang sifat fisiknya tidak kompak, tidak keras, dan tidak padat seperti serbuk gergaji, sekam, dan tempurung kelapa melalui proses pembakaran (pengarangan).

a. Bahan dan alat pembuatan briket

1. Bahan dasar, yaitu berupa tempurung kelapa kering. 2. Bahan tambahan, yaitu berupa air dan lem kanji cair.

3. Peralatan, yaitu berupa alat cetak dari potongan bambu atau pipa PVC berdiameter sekitar 5 cm dan tingginya 5-8 cm, bilah kayu

1

Sukwiaty et. al., Ekonomi SMA Kelas X (Jakarta: Yudhistira, 2006), hlm. 66. 2

(13)

4 bulat berukuran sama dengan garis tengah bambu atau pipa PVC dengan panjang 15-18 cm, atau dibakar begitu saja di atas tanah. b. Langkah-langkah (step by step) pembuatan

1. Bakar tempurung sampai menjadi arang, jangan sampai menjadi abu.

2. Pukul-pukul arang tersebut hingga agak hancur. Kemudian tambahkan lem kanji cair secukupnya (sedikit mungkin) agar bahan campuran dapat digumpalkan.

3. Masukkan gumpalan ke dalam cetakan sampai penuh, lalu tekan keras-keras sampai sepadat mungkin dengan sebatang kayu yang telah disiapkan.

4. Dorong keluar dari cetakan, lalu jemur pada panas matahari sampai benar-benar kering. Briket siap digunakan seperti arang biasa. c. Teknik penggunaan briket

Briket digunakan seperti menggunakan arang biasa. Caranya, bakar tepi salah satu briket sampai menyala, lalu letakkan di dalam tungku. Kemudian tutup dengan beberapa briket lain secukupnya.

d. Keunggulan briket

Keunggulan penggunaan briket antara lain lebih murah dan ekonomis, panas yang tinggi dan kontinyu, tidak beresiko meledak atau terbakar, sumber briket tempurung kelapa melimpah, ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan (wikipedia,2008).

e. Perbandingan antara biaya pemakaian Minyak Tanah dan Briket sebagi berikut:

Penggunaan Minyak Tanah Briket Penghematan

Rumah Tangga

Rp. 2.000.000;/ hari Rp.1.502,450;/ hari Rp. 497.550;/ hari

(14)

5 II.4 Biaya Peluang (Opportunity Cost)

Dengan adanya kenyataan bahwa sumber daya yang tersedia terbatas, memaksa kita tunduk pada hukum kelangkaan (The La w of Scarcity) sehingga kita sebagai pelaku ekonomi tidak dapat seenaknya menggunakannya, tetapi harus diperoleh melalui pengorbanan. Oleh karena itu, dalam memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki haruslah dicermati sehingga tidak mengakibatkan timbulnya dampak yang merugikan bagi masyarakat itu sendiri. Pemerintah perlu melakukan kombinasi manakah yang dapat menguntungkan dan memuaskan kebutuhan, lalu mengambil keputusan dengan sebaik-baiknya. Hal ini sangatlah penting untuk dilakoni demi terciptanya suatu kepuasan maksimum, yaitu suatu keadaan yang dirasakan oleh seseorang sehubungan dengan telah terpenuhinya kebutuhan sehingga mencapai tingkat kepuasan tertinggi dari berbagai alternatif pilihan kebutuhan dengan sarana pemuas kebutuhan yang dimiliki.

Berbagai alternatif pun memiliki kendala-kendala tersendiri yang berkaitan dengan hukum kelangkaan (The La w of Scarcity). Adakalanya kombinasi itu sendiri dapat menimbulkan suatu permasalahan, sebab tidak selamanya suatu kombinasi yang dilakukan dapat tercapai (unattainable combination) sehingga harus ditindak lanjuti agar kombinasinya dapat diraih (attainable combination).

Selain permasalahan di atas faktor alternatif pun kian menjadi suatu hal yang dapat mengakibatkan adanya penurunan kepuasan maksimum, sebab dibutuhkan suatu pengorbanan demi memperoleh manfaat sama yang dibutuhkan dengan pertimbangan harga yang lebih murah. Hal inilah yang dimaksud dengan

opportunity cost. Dengan demikian dapat disimpulkan, 3opportunity cost adalah biaya yang dikorbankan untuk menggunakan sumber daya bagi tujuan tertentu yang diukur dengan manfaat yang hilang karena tidak menggunakan sumber daya untuk tujuan lain.

II.5 Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 Tahun 1995 antara lain; memiliki kekayaan bersih paling

3

(15)

6 banyak Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah); milik warga negara Indonesia; berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar; berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi. Di Indonesia, jumlah UKM hingga tahun 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih (wikipedia,2008).

II.6 Teori Pembangunan Ekonomi 4

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan dalam pendapatan total dan pendapatan per kapita dengan menghitung adanya pertambahan penduduk disertai adanya perubahan fundamental (perubahan mendasar) dalam struktur ekonomi negara yang bersangkutan. Selain itu salah satu kriteria pengukuran keberhasilan pembangunan ekonomi dapat dilihat pada peranan sektor industri dan jasa. Pada umumnya semakin besar kontribusi sektor industri dan jasa, maka akan semakin maju suatu negara. Atas dasar hal tersebut dapat dikatakan bahwa besarnya proporsi kontribusi sektor industri dan jasa merupakan salah satu indikasi yang penting bagi tingkat kemajuan ekonomi.

II.7 Desa Ketapang, Kecamatan Mauk

Desa Ketapang yang terletak di Kecamatan Mauk, di utara Kabupaten Tangerang memiliki luas 416,86 hektar. Sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah selatan dengan Desa Tegal Kunir Lor, sebelah barat dengan Desa Marga Mulya, dan sebelah timur dengan Desa Mauk Barat. Memiliki topografi berupa dataran rendah dan pantai yang datar. Curah hujannya cukup kecil dengan rata-rata 3-4 bulan per tahun. Suhu rata-rata per hari berkisar antara 30oC (Daftar Isian Potensi Desa Ketapang Kecamatan Mauk,2008).

4

(16)

7 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

III.1 Desain Riset

Penelitian yang dilakukan penulis merupakan penelitian yang dilakukan secara bertahap. Mulai dari awal penentuan gagasan, penelitian lapangan (observasi), hingga penyusunan data menjadi sebuah karya tulis. Sistematika urutan penelitian yang dilakukan penulis dapat dilihat dari bagan di bawah ini.

(17)

8

2. Penelitian Lapangan & kepustakaan 3. Penyusunan karya tulis

4. Pengiriman karya tulis

Seluruh rangkaian kegiatan penelitian dilaksanakan di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

III.3 Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan cara utama yang digunakan untuk mencapai tujuan suatu penelitian, misalnya untuk menguji serangkaian hipotesa, dengan menggunakan teknik serta alat-alat tertentu. Penyelidikan deskriptif tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang. Metode deskriptif lebih menitikberatkan pada penuturan dan penafsiran data yang diperoleh dari penelitian. Ciri-ciri metode deskriptif yaitu pertama memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah pada masa sekarang dan masalah-masalah yang bersifat aktual (actual problems) dan kedua data yang terkumpul mula-mula disusun (arranged), dijelaskan (explained) dan kemudian dianalisa (analysed). Inti penyajian data pada penelitian bermetode deskriptif adalah memaparkan, menggambarkan, dan melukiskan objek penelitian secara akurat dan jelas.

III.4 Populasi

(18)

9 III.5 Sampel

Setiap penelitian tidak mungkin menyelidiki langsung seluruh populasi dalam penelitian tersebut. Sehingga penulis menggunakan sebagian dari populasi yang diteliti, yaitu sebuah sampel yang dapat dipandang mewakili (representative) terhadap Warga Desa Ketapang. Dalam penelitian ini, penulis mengambil 30 (tiga puluh) orang warga Desa Ketapang usia produktif (15-64 tahun) yang dijumpai saat peninjauan langsung dan wawancara pada tanggal 8-9 Januari 2009 secara acak (random) dari populasi yang ada sebagai sampel dalam penelitian.

III.6 Pengumpulan Data

Setelah terbentuk sebuah gagasan untuk meneliti potensi Desa Ketapang dari segi dua faktor produksi (alam dan tenaga kerja) dalam perencanaan pembentukan dan pengembangan UKM produksi briket tempurung kelapa, penulis mulai mencari data-data yang diperlukan dalam penyusunan karya tulis ini. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung (direct observation) dan tidak langsung (indirect observa tion). Pengumpulan data secara langsung dilakukan dengan peninjauan langsung penulis ke lokasi penelitian, yaitu Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten yang dilakukan pada tanggal 8-9 Januari 2009. Pengumpulan data secara langsung dilakukan dengan cara wawancara dan pengamatan lokasi. Selain itu, penulis juga mendokumentasikan kegiatan penelitian ini dengan menggunakan sebuah kamera digital Sanyo VPC-503. Sedangkan, pengumpulan data secara tidak langsung dilakukan dengan cara studi kepustakaan (study of literature), yaitu dengan mencari data-data dari sumber-sumber informasi, seperti buku bacaan, majalah, surat kabar, maupun internet guna mencari data-data yang dibutuhkan dalam proses penelitian.

III.7 Analisis Data

(19)

10 BAB IV

PEMBAHASAN

IV.I Sosio-kultural Warga Desa Ketapang

Pengetahuan dan wawasan masyarakat Desa Ketapang, Kecamatan Mauk ,mengenai pemanfaatan tempurung kelapa yang dapat dijadikan briket sebagai pengganti bahan bakar dapat terdeskripsikan melalui wawancara yang telah kami lakukan terhadap 30 orang dan hasilnya ialah sebagai berikut:

Grafik I Pengetahuan warga

Dari data di atas, dapat kita lihat bahwa tidak seorang pun dari sampel yang kita wawancarai (interviewed) mengetahui sebelumnya akan manfaat tempurung kelapa sebagai bahan pembuat briket. Mereka hanya mengetahui jika penggunan buah kelapa hanya sebatas sebagai bahan masak, pembuat santan, pembuat es dan lain sebagainya. Ini mungkin saja dipengaruhi oleh pendidikan mereka yang boleh dibilang rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara penulis dengan 30 warga Desa Ketapang berikut:

Grafik II Pendidikan warga

(20)

11 pendidikan tertinggi yang pernah dikenyamnya hanyalah sebatas SMP yang berjumlah 20 %. Hal ini sangat memprihatinkan sehingga sebagian besar warga pun berstatus pengangguran. Grafik di bawah ini menunjukkan perbandingan antara warga yang bekerja dengan yang berstatus pengangguran dari 30 warga yang diwawancarai penulis:

Grafik III Perbandingan jumlah pengangguran dan pekerja

Grafik di atas menunjukkan bahwa 73% dari 30 warga yang diwawancarai penulis merupakan warga yang tidak memiliki pekerjaan. Sedangkan 27 % warga yang bekerja pun hanya sebatas sebagai pekerja kasar (kuli). Hal ini berakibat pada tingginya kemiskinan di Desa Ketapang tersebut. Penghasilan setiap keluarga pun hanya berkisar antara Rp. 5.000,- sampai Rp. 10.000,- per hari. Ini sungguh jauh sekali dari keadaan yang dapat dikatakan ekonomi cukup.

IV.2 Potensi Faktor Produksi Desa Ketapang

Faktor produksi merupakan faktor utama penunjang suatu produksi barang ataupun jasa. Begitu pula dalam pembentukan dan pengembangan UKM. Selain kemampuan dalam mengamati peluang yang ada, faktor produksi juga salah satu kunci terwujudnya UKM tersebut. Desa Ketapang, Kecamatan Mauk memiliki prospek yang baik dalam pembentukan dan pengembangan UKM produksi briket tempurung kelapa jika ditilik dari dua faktor produksi utama yang tersedia berupa:

1. Sumber Daya Alam

(21)

12 sangat potensial bagi pembentukan dan pengembangan UKM produksi briket tempurung kelapa di daerah tersebut.

Gambar I Alam Desa Ketapang

Selain itu, kurangnya pemanfaatan yang optimal terhadap tempurung kelapa membuat mudah sekali kita menemukan tempurung kelapa yang berserakan di mana-mana.

Gambar II Pemanfaatan tempurung kelapa yang tidak optimal 2. Tenaga Kerja

(22)

13 tenaga kerjanya dapat bersumber dari warga yang belum memiliki pekerjaan. Sehingga diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran desa.

Dua faktor produksi ini merupakan faktor produksi utama yang dimiliki Desa Ketapang. Faktor modal dan kewirausahaan merupakan dua faktor yang dapat diusahakan selanjutnya jika kedua faktor di atas telah tersedia dan warga telah memiliki kemauan untuk membangun desa dan perekonomiannya sendiri.

Pembentukan dan pengembangan UKM produksi briket tempurung kelapa di Desa Ketapang nantinya diharapkan dapat menjadi UKM yang dikelola desa secara mandiri, baik dari faktor produksi, distribusi dan pemasarannya. Pengelolaan warga yang baik nantinya diharapkan Desa Ketapang dapat menjadi salah satu UKM desa yang berperan dalam pembangunan ekonomi, khususnya desanya sendiri.

Selain itu, pembentukan dan pengembangan UKM produksi briket tempurung kelapa di Desa Ketapang diharapkan mampu mereduksi salah satu masalah ekonomi, yaitu masalah pengangguran. Besarnya angka pengangguran yang disebabkan oleh PHK secara besar-besaran akibat banyaknya perusahaan yang gulung tikar di tengah krisis ekonomi semakin berkurang.

Di samping itu, pengangguran yang berpendidikan rendah memiliki kesempatan untuk memperoleh lapangan pekerjaan melalui UKM produksi briket tempurung kelapa karena proses produksinya tidak memerlukan keahlian khusus.

(23)

14 BAB V

PENUTUP

V.1 Kesimpulan

Krisis energi yang mengakibatkan melambungnya harga minyak tanah dan gas elpiji di pasaran, menyebabkan terjadinya kegoncangan ekonomi yang cukup mengkhawatirkan. Namun di sisi lain, hal ini dapat dijadikan peluang usaha jika kita secara cermat mengamati potensi-potensi daerah yang ada. Desa Ketapang yang terletak di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang salah satunya. Faktor produksi alam yang menjanjikan serta ditopang dengan tingkat pengangguran yang cukup tinggi, sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai faktor produksi pendukung pembentukan dan pengembangan UKM produksi briket tempurung kelapa. Dikarenakan sulit dan mahalnya harga minyak tanah dan gas elpiji, membuat UKM produksi briket tempurung kelapa nampaknya dapat menjadi prospek usaha yang maju ke depan. Kemudahan dalam pembuatan briket pun menjadikan pengangguran tak terdidik di desa itu dapat terserap sebagai karyawan lokal. Jika UKM produksi briket tempurung kelapa Desa Ketapang dapat direalisasikan. Diharapkan hal ini dapat membawa desa tersebut ke dalam kondisi desa yang makmur. Selain itu, perkembangan UKM ini nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi tersendiri bagi perekonomian Indonesia. Pendapatan per kapita Indonesia yang belakangan ini berada di posisi lebih dari US$2.700, diharapkan dapat terus meningkat seiring perkembangan UKM ini sehingga pembangunan perekonomian Indonesia kian hari kian dapat bersaing dengan negara-negara industri lainnya.

V.2 Saran

Desa Ketapang, Kecamatan Mauk merupakan desa yang memiliki faktor produksi cukup baik dalam pembentukan dan pengembangan UKM produksi briket tempurung kelapa, terutama faktor produksi alam. Oleh sebab itu, sangat disayangkan jika pemanfaatannya tidak optimal dan terencana.

(24)

15 Desember 2008) yang menyebutkan jika dana bantuan pemerintah untuk UKM tidak terarah dan melenceng dari apa yang ditargetkan. Bantuan dana UKM yang seharusnya digunakan untuk pengembangan usaha, malah dialihkan untuk pembuatan selokan, jalan, dan lain-lain. Seharusnya pemerintah dapat menentukan mana yang harus diprioritaskan.

Warga Desa Ketapang sebaiknya harus lebih teliti lagi dalam memanfaatkan potensi alam di sekitarnya. Jangan sampai mereka yang tinggal dan hidup di sana kurang mampu memanfaatkan potensi alamnya sendiri.

Pembentukan dan pengembangan UKM produksi briket tempurung kelapa sudah sepatutnya direalisasikan. Dikarenakan potensi besar yang sudah ada serta pengangguran di desa tersebut merupakan hal yang harus segera mungkin dicari jalan terbaiknya. Jangan sampai hal tersebut hanya terbuang sia-sia.

Mudahnya pembuatan briket tempurung kelapa serta kondisi di mana sulit dan mahalnya harga minyak tanah dan gas elpiji merupakan salah satu senjata yang baik dalam merebut minat konsumen dan pengembangannya di pasaran.

(25)

ix DAFTAR PUSTAKA

Agroindustry Days. 2008. P engembangan bahan bakar berbasis CP O

dan mikroalga sebagai penyokong ketahanan energi

hari ini dan masa depan di Indonesia. http://usa.kaskus.us (diakses pada: 12/24/08.pkl.09.49 WIB)

Arikunto, Suharsimi. 1997. Prosedur Penelitia n Suatu Pendekatan P raktek.

Jakarta: Rineka Cipta.

Armando, Rochim dan Suryo W. P. 2007. Membuat Kompor Tanpa BBM. Jakarta: Penebar Swadaya.

Geocities. 2008. Biodiesel. http://www.geocities.com (diakses pada: 12/24/08.pkl.09.58 WIB)

Hasani, Aceng. 2005. Ihwal Menulis. Serang: Untirta Press.

Kompas, “Langka, Elpiji 3 Kg Rp. 25.000”, Kompas, 22 Desember 2008.

_______, “UMKM Dana Bergulir Harus Dipertanggungjawabkan”, Kompas, 12 Desember 2008.

Media Indonesia. 2008. Pendapatan per Kapita Tahun Depan Capai US$2.700.

http://mediaindonesia.com (diakses pada: 01/09/09.pkl.08.24 WIB)

Palungkun, Rony. 2004. Aneka P roduk Olahan Kelapa. Jakarta: Penebar Swadaya.

Petani Anorganik. 2008. Briket Tempurung Kelaoa (Coconuts Shell Briquet). http://pertanianorganik.wordpress.com (diakses pada: 01/09/09.pkl.03.12

WIB)

S., Alam. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis.

Sukirno, Sadono. 2003. Pengantar Teori Mikroekonomi. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

(26)

x Teknik Kimia. 2007. Perbandingan Pemakaian Minyak Tanah Dengan Briket.

http://teknik-kimia2003.blogspot.com (diakses pada: 01/09/09.pkl.08.37

WIB)

Tukan, P. 2005. Mahir Berbahasa Indonesia 2A SMA Kelas XI. Jakarta: Yudhistira.

Wikipedia Indonesia. 2008. Krisis Energi. http://id.wikipedia.or.id (diakses pada: 11/30/08. Pkl. 11:10 WIB)

(27)

xi LAMPIRAN

Ilustrasi Penelitian

Menunggu ojeg Keberangkatan ke lokasi

Wawancara terhadap warga desa Lokasi Desa Ketapang

(28)

xii Kantor Kepala Desa Ketapang Wawancara Sekretaris Desa

Briket Uji coba pembuatan briket

Gambar

Grafik di atas menunjukkan bahwa 73% dari 30 warga yang diwawancarai

Referensi

Dokumen terkait

Perubahan Pola Produksi dan Gejala Pembentukan Kelas Pedagang Dalam Masyarakat Perajin (Studi Kasus Pengembangan Industri Gerabah Oi Desa Banyurnulek - Lombok

(2) mendeskripsikan peran penting kelompok tani dalam produksi tanaman sayuran organik di Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang sebagai upaya pengembangan

Pembentukan karakter peduli lingkungan di sekolah pada program Jumat bersih di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Desa Jombor Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten diamati

Syukur,UmiJamilatus.2017.PeranWanita Karier dalam Pembentukan Keluarga Harmonis (Studi Terhadap Perempuan Pekerja di Dusun Madu Desa Batur Kecamatan Getasan Tahun

Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh wanita karier dalam pembentukan perilaku keagamaan anak pada keluarga di Desa Buara Kecamatan Karanganyar

Produksi padi sawah di Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin cukup tinggi tetapi tidak menjamin memberikan pendapatan yang tinggi bagi petani, antara

Dari hasil penelitian yang dilaukan ini, maka dapat disimpulkan bahwa; proses pembentukan peraturan desa di Desa Dasan Tapen Kecamatan Geung Kabupaten Lombok Barat dilakukan oleh BPD

xviii PANDANGAN TOKOH MASYARAKAT DESA PADAMARA TERHADAP DAMPAK KURSUS CALON PENGANTIN DALAM PEMBENTUKAN KELUARGA SAKINAH Studi Kasus Di KUA Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok