• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP PENJUALAN

PADA UMKM TIARA HANDYCRAFT

Penulis : Siti Maisaroh

Kontributor : Yuni Sukamdani

Program Studi Akuntansi

E – Mail : [email protected]

ABSTRACT

Working capital expressed as the heart of the company and working capital is one of the most important aspects of the company is something that can not be denied (Economic & Business Journal, 2006). One of the factors that may affect the company's success in achieving the goal is to manage working capital well. The faster the spin the more working capital generated sales and vice versa if the company experiencing a shortage of working capital, the company is likely to lose revenue and profit.

One way that is normally used by the company to increase its profit is to increase sales volume. The higher sales volume the higher the profit earned, but big profits is not necessarily the size of the company has been working efficiently. Rapid development in all fields requires the expertise of management in anticipation of any changes that occur, perform a variety of activities to achieve its goal of profit and maintaining its survival.

This study was to see whether there is an influence for working capital to sales at UMKM Tiara Handicraft. With samples in the periode 2010-2014. The analysis used is a simple linear regression analysis with t test. And the test results showed there was no effect of working capital to sales at UMKM Tiara Handicraft.

Keywords: Working Capital Turnover, Sales

PENDAHULUAN

Pada umunya setiap perusahaan yang didirikan mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mendapatkan dan meningkatkan keuntungan atau laba serta dapat bertahan dalam situasi persaingan antar perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Modal kerja dinyatakan sebagai jantung perusahaan dan modal kerja merupakan salah satu aspek terpenting dalam perusahaan adalah suatu hal yang tidak bisa dipungkiri (jurnal ekonomi & Bisnis, 2006). Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan adalah mengelola modal kerja dengan baik. Semakin cepat modal kerja berputar semakin banyak

penjualan yang dihasilkan begitu pula sebaliknya apabila perusahaan mengalami kekurangan modal kerja maka besar kemungkinan perusahaan akan kehilangan pendapatan dan keuntungan.

(2)

Berdasarkan hal yang menjadi latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah yang akan dibahas ialah, “Adakah pengaruh modal kerja terhadap penjualan pada UMKM Tiara Handycraft”.

TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perputaran modal kerja berpengaruh terhadap penjualan pada UMKM Tiara Handycraft Surabaya.

Penelitian ini memberikan manfaat pengetahuan kepada peneliti dalam memahami secara langsung pengaruh perputaran modal kerja terhadap penjualan.

KAJIAN TEORI

a. Modal Kerja

Menurut Sawir (2005 : 129) “ Modal kerja adalaha keseluruan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan, atau dapat pula dimaksudkan sebagai dana yang harus tersedia untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari – hari ’’.

Masing-masing perusahaan harus dapat menjaga jumlah modal kerja yang dimilikinya agar selalu dalam jumlah yang cukup tidak berlebihan dan tidak juga kekurangan. Sebab-sebab terjadinya kelebihan pada modal kerja antara lain :

a. Pengeluaran obligasi/saham dalam jumlah yang lebih besar dari yang diperlukan.

b. Penjualan aktiva tak lancar yang tak diganti.

c. Terjadinya laba operasi yang tidak digunakan untuk pembayaran dividen, untuk pembelian aktiva tetap atau untuk tujuan lain yang serupa.

d. Konversi/perubahan dari aktiva tetap ke dalam modal kerja.

e. Karena akumulasi/penimbunan sementara dari berbagai dana yang disediakan untuk investasi, expansi dan sebagainya.

Selain itu perusahaan juga dapat kekurangan modal kerja yang disebabkan antara lain oleh :

a. Karena kerugian usaha.

b. Kebijakan deviden yang kurang baik.

c. Penggunaan modal kerja untuk memperoleh aktiva tak lancar. d. Kenaikan tingkat harga umum. e. Perusahaan melakukan ekspansi

tetapi tidak diperoleh tambahan modal kerja.

Pentingnya pengendalian modal kerja secara efisien dan ekonomis akan menjamin kontinuitas operasional perusahaan,jika modal kerja terlalu besar maka dana yang terdapat dalam modal kerja melebihi kebuthan perusahaan sehingga mengakibatkan adanya dana mengganggur (idle fun ) karena dana tersebut dapat digunakan untuk keperluan lainnya dalam meningkatkan pendapatan. Sedangkan perusahaan yang tidak memiliki modal kerja yang cukup,tidak dapat membayar kewajiban jangka pendek tepat waktu sehingga mengalami masalah likuiditas.

Modal kerja yang harus tersedia dalam perusahaan harus cukup jumlahnya dalam arti harus mampu membiayai pengeluaran -pengeluaran atau operasi perusahaan sehari-hari. Modal kerja yang cukup akan memberikan beberapa keuntungan lain, antara lain:

a) Melindungi perusahaan tehadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva lancar, b) memungkinkan untuk membayar

semua kewajiban-kewajiban tepat pada waktunya,

(3)

kesulitan keuangan yang mungkin terjadi,

d) memugkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani para konsumennya,

e) memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungkan kepada para pelanggannya,

f) memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang maupun jasa yang dibutuhkan.

b. Penjualan

Penjualan adalah aktivitas perusahaan yang penting dan dapat dikelolah dengan baik,karena jika tidak dikelolah dengan baik maka akan merugikan perusahaan.Hal ini disebabkan karena sasaran yang tidak diharapkan tidak tercapai dan pendapatan pun akan berkurang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari pengertian penjualan itu sendiri adalah sebagai berikut :

IAI dalam SAK No 23 paragraf 2 (2009) menyatakan :

“Penjualan barang meliputi barang yang diproduksi perusahaan untuk dijual dan barang yang dibeli untuk dijual kembali seperti barang dagang yang dibeli pengecer atau lainnya.”

Menurut Mulyadi ( 2008:160) Penjualan adalah :

“Suatu kegiatan yang terdiri dari transaksi penjualan barang atau jasa,secara kredit maupun tunai ”.

Berdasarkan pengertian diatas penjualan adalah kegiatan pertukaran barang maupun jasa dengan harapkan mendapatkan imbalan berupa uang sesuai dengan kesepakatan bersama baik dilakukan secara tunai maupun kredit.

Tujuan umum penjualan yang dimiliki oleh perusahaan menurut Basu Swastha (2005:404) adalah :

1. Mencapai volume penjualan tertentu.

2. Mendapat laba tertentu.

3. Menunjang pertumbuhan

perusahaan

c. Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Penjualan

Riyanto (2011) menyatakan perputaran modal kerja adalah kemampuan modal kerja berputar dalam suatu periode siklus kas dari perusahaan. Perputaran modal kerja mengukur efektifitas penggunaan aktiva lancar untuk menghasilkan penjualan. Diukur dengan menggunakan rasio penjualan terhadap aktiva lancar (Working Capital Turnover Ratio) yaitu membandingkan antara penjualan dengan jumlah keseluruan total aktiva lancar perusahaan pada periode perusahaan tertentu. Semakin tinggi tingkat perputaran tersebut semakin efektif penggunaan modal kerja.Hal tersebut menunjukkan banyaknya penjualan yang diperoleh perusahaan. Penjualan yang tinggi meningkagkatkan laba perusahaan sebaliknya perputaran yang rendah menunjukkan adanya kelebihan modal kerja.

METODE PENELITIAN

(4)

Dari penjelasan tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan mencari nilai keterpengaruhan antara variabel (X) perputaran modal kerja terhadap variabel (Y) penjualan.

Populasi pada penelitian ini adalah laporan keuangan UMKM Tiara Handycraft Surabaya..

Sampel pada penelitian ini ialah Laporan Keuangan UMKM Tiara Handycraft per triwulan dari tahun 2010 sampai dengan triwulan IV tahun 2014.

Teknik pengambilan sampel dengan cara Purposive Sampling. Variabel bebas (Independent variabel ) adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat (dependent ). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah : Perputaran Modal Kerja (X). Variabel terikat (dependent variabel) adalah Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Penjualan (Y).

Alat pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Menurut suharsimi arikunto (2010: 274) “menyatakan bahwa metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti notulen rapat, lengger, agenda dan sebagainya”.

Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana untuk mencari pengaruh masing-masing prediktor dari variabel bebas (Perputaran Modal Kerja) terhadap variabel terikat (Penjualan) dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 20. penguji hipotesis yang digunakan adalah dengan menggunakan Uji t.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Berikut ini peneliti akan menyajikan data keuangan yang peneliti peroleh, laporan-laporan ini berisikan hal-hal yang berhubungan dengan perhitungan perputaran modal kerja dan penjualan yang dimiliki oleh UMKM Tiara Handycraft selama Tahun 2010 – 2014 (tiap triwulan), yaitu sebagai berikut:

A. Perputaran Modal Kerja (X)

Pengukuran perputaran modal kerja yang dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Perputaran Modal Kerja :

Penjualan Rata – rata Ak. Lancar

Berdasarkan rumus tersebut, akan dihitung perputaran modal kerja mulai tahun 2010 sampai tahun 2014. Sehingga diperoleh data sebagai berikut :

1. Perhitungan Perputaran Modal Kerja 2009 Triwulan I

2. Perhitungan Perputaran Modal Kerja 2009 Triwulan II

3. Perhitungan Perputaran Modal Kerja 2009 Triwulan III

(5)

Tabel 5.1 Perputaran Modal Kerja

UMKM Tiara Handycraft Tahun 2010 – 2014

(Dalam jutaan Rupiah)

B. Penjualan (Y)

Berikut ini adalah rincian penjualan yang dimiliki oleh perusahaan UMKM Tiara Hansycraft dari tahun 2010 sampai 2014, yaitu :

Tabel 5.2 Penjualan

UMKM Tiara Handycraft Tahun 2010 – 2014

(Dalam Jutaan Rupiah)

No. Tahun Triwulan Penjuala n

1 2010 I 94,39

2 2010 II 90,75

3 2010 III 93,84

4 2010 IV 91,00

5 2011 I 100,97

6 2011 II 99,98

7 2011 III 98,70

8 2011 IV 80,43

9 2012 I 99,76

10 2012 II 88,90

11 2012 III 90,95

12 2012 IV 100,85

13 2013 I 102,55

14 2013 II 105,75

15 2013 III 87,65

16 2013 IV 99,85

17 2014 I 100,76

18 2014 II 98,65

19 2014 III 100,98

20 2014 IV 106,54

Sumber: UMKM Tiara Handycraft (Data Di olah)

Dilihat pada tabel 5.2 diatas, Penjualan UMKM Tiara Handycraft setiap tahunnya cenderung mengalami kenaikan dari tahun 2010 sampai tahun 2014.

a) Pada tahun 2010 UMKM Tiara Handycraft memperoleh penjualan sebesar Rp. 94,39

b) Pada tahun 2011 UMKM Tiara Handycraft mengalami peningkatan penjualan sebesar 9,87 % menjadi Rp.100.97

c) Pada tahun 2012 UMKM Tiara Handycraft mengalami kenaikan sebesar 19,37% menjadi sebesar Rp. 99,76

d) Pada tahun 2013 UMKM Tiara Handycraft mengalami penurunan Triwulan Penjuala

n

Rata -Rata

Ak. Lancar

Perputaran Modal Kerja (x)

I 94,39 16,5 5,72

II 90,75 9,10 9,97

III 93,84 16,5 5,68

IV 91,00 8,89 10,23

I 100,97 9,75 10,35

II 99,98 9,87 10,02

III 98,70 9,75 10,12

IV 80,43 9,82 8,19

I 99,76 13,5 7,38

II 88,90 10,76 8,26 III 90,95 13,00 6,99 IV 100,85 13,50 7,47 I 102,55 13,75 7,45 II 105,75 14,25 7,42 III 87,65 13,66 6,41

IV 99,85 12,47 8,00

(6)

pada triwulan ke III sebesar 20,65 % menjadi sebesar Rp. 87,65

e) Pada tahun 2014 penjualan UMKM Tiara Handycraft triwulan IV mengalami peningkatan sebesar 5,21% menjadi sebesar Rp. 106,54

Dengan melihat rincian data – data yang telah peneliti peroleh dari kedua variabel penelitian diatas yaitu Perputaran Modal Kerja (X) dan Penjualan (Y) pada UMKM Tiara Handycraft dari tahun 2010 sampai 2014 selanjutnya peneliti akan menyajikan tabel persiapan Analisis Regresi Linier Sederhana, dengan menggunakan SPSS versi 20.0 untuk penguji hipotesis yang telah dikemukakan.

ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA

Tabel 5.3 Model Summary

Model Summary

Model R R

Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .038a .001 -.054 683.84259

a. Predictors: (Constant), Perputaran Modal Kerja

Dari pengujian didapatkan hasil yang menunjukan nilai keterpengaruhan antara variabel bebas dan variabel terikat sebagai berikut:

Koefisien Korelasi

Nilai korelasi masing-masing variabel bebas dapat dilihat dalam tabel berikut :

Tabel 5.4

Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien

Korelasi

Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Rendah

0,20 – 0,399 Rendah

0,40 – 0,599 Sedang

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat kuat Sumber :Sugiyono (2010:319)

Berdasarkan analisis yang dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan program statistic SPSS versi 20.0 didapatkan hasil pada tabel Model Summary yang merupakan bahwa harga koefisien korelasi sebesar R = 0,38 artinya korelasi antara variabel modal kerja dengan penjualan sebesar 0,38 berdasarkan klaster tabel pengaruh korelasi berarti terjadi hubungan yang rendah antara pengaruh perputaran modal kerja terhadap penjualan.

Koefisien Determinasi

Berdasarkan analisis yang dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan program statistic SPSS versi 20,0 diperoleh nilai koefisien determinasi (R-Square) sebesar 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh perputaran modal kerja hanya mempengaruhi penjualan sebesar 0,1 % sedangkan 99,9% dipengaruhi oleh variabel lain

Selain itu, pada tabel 5.3 model summary diperoleh nilai koefisien determinasi (R-Square) sebesar 0.001 hal ini menunjukkan bahwa perputaran modal kerja hanya mempengaruhi penjualan sebesar 0,1 % sedangkan 99,9 % dipengaruhi oleh variabel lain.

(7)

Paired Samples Test

Berdasarkan tabel 5.5 diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai ini lebih kecil dari alpha, yaitu (0,000 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa Hi ditolak, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara perputaran modal kerja terhadap penjualan pada UMKM Tiara Handycraft.

Dengan demikian maka hipotesis yang peneliti ajukan yang berbunyi “Ada pengaruh antara perputaran modal kerja terhadap penjualan pada UMKM Tiara Handycraft” tidak terbukti (ditolak).

SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis, maka simpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :

Dari hasil Analisa data menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan Program Statistik SPSS Versi 20.0 didapatkan hasil pada tabel Model Summary bahwa nilai korelasi (R) menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang rendah antara perputaran modal kerja terhadap penjualan, yang berarti hipotesis yang peneliti ajukan tidak diterima (ditolak). Sedangkan nilai koefisien determinasi (R-Square) menunjukkan bahwa perputaran modal kerja tidak mempengaruhi penjualan. Penguji hipotesis dilakukan dengan uji-t diperoleh hasil yaitu H_0 diterima dan H_1 ditolak atau dengan kata lain tidak terdapat perkembangan signifikan dari hasil perputaran modal kerja terhadap penjualan pada UMKM Tiara Handycraft. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang peneliti ajukan dalam penelitain ini yang berbunyi, “Ada pengaruh perputaran antara modal kerja terhadap penjualan pada UMKM Tiara dengan hasil penelitian ini yaitu:

1. Hendaknya perusahaan lebih meningkatkan pengawasan serta pengendalian terhadap tingkat kebutuhan modal sehingga laba usaha yang ditetapkan perusahaan mampu sesuai target yang tepat 2. Dalam penjualan kredit perusahaan

hendaknya melakukan suatu penelitian terhadap calon langganan yaitu mengenai kemampuan, modal, jaminan yang diberikan serta kondisi ekonomi. Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat besarnya resiko kredit yang pada akhirnya akan mengganggu modal kerja yang

(8)

akan digunakan perusahaan dalam kegiatan operasional.

3. Untuk penelitian berikutnya disarankan dapat menggunakan subjek penelitian lainnya, menambah faktor lain yang sekiranya berpengaruh terhadap penjualan, serta untuk periode penelitian diharapkan menggunakan tahun terbaru agar dapat memberikan gambaran terkini mengenai kondisi suatu perusahaan

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Kamarudin. 1997 Dasar – dasar Manajemen Modal Kerja. Jakarta: Cipta

Algifari, 2000 Analisis Regresi Teori, Kasus, Dan Solus. Edisi Kedua. BPFE – Yogyakarta. Yogyakarta Anoraga, Pandji.2004. Manajemen

Bisnis. Jakarta : Rineka Cipta. Aprilia, 2007 skripsi. Pengaruh Modal

Kerja Terhadap Laba Usaha Di PT Tjiwi Kimia, Tbk

Atmaja, Likas Setia. 2001 Manajemen Keuangan. Yogyakarta : Andi Bambang Riyanto. 2001 Dasar – dasar

Pembelajaran Perusahaan. BPFE. Yogyakarta.

Handoko T Hani, 2003 Manajemen Edisi 2,BPFE – Yogyakarta. Yogyakarta

Hendri, Iwan, 2002, Akuntansi Ekuitas ,Salemba Empat, Jakarta Horne, Van & Wachowicz, Jr. 2012.

Financial Management,

Terjemahan Quratul’ain

Mubarakah, Edisi Ketigabelas, Salemba Empat, Jakarta.

Khasmir. 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta : Kencana Lutfia, 2010 skripsi. Pengaruh

Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas (Study Kasus : PT Indofood Sukses Makmur, Tbk).

Martono dan Harjito Agus, 2010.

Manajemen Keuangan , Edisi

ke-1, catatan ke-8. Penerbit

EKONISIA.

Munawir, S. 2007. Analisa Laporan Keuangan. Edisi keempat cetakan keempatbelas. Yogyakarta: Liberty Ramlan, 2013 skripsi. Pengaruh Modal

Kerja Terhadap Perolehan Laba Pada Perusahaan Food And Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Sawir, Agnes 2005. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum

Sugiyono, 2013 Statistika Untuk Penelitian Edisi ke – 22,Alfabeta. Bandung

Sumarni Murti, Soephrihanto John . 2003

Pengantar Bisnis (Dasar – dasar Ekonomi Perusahaan Edisi Ke Lima).Liberty. Yogyakarta

Sutrisno. 2005. Manajemen Keuangan, Teori, Konsep, dan Aplikasi.

Yogyakarta.

Supriadi,Yoyon dan Ratih Puspitasari. 2012 Pengaruh Modal Kerja Terhadap Penjualan Dan Profitabilitas Pada PT Indocement

Tunggal Prakarsa Tbk. Jurnal.

STIE Kesatuan

Gambar

Tabel 5.5Berdasarkan hasil analisis dan pengujianPaired Samples Test

Referensi

Dokumen terkait

Sarana dan fasilitas pembelajaran untuk semua pelajaran sudah lengkap. Terdapat satu ruang laboratorium komputer dengan jumlah komputer ± 10 unit untuk satu

Kebutuhan untuk menggunakan pengobatan komplementer- alternatif (PKA) didorong oleh pencarian terapi yang dianggap lebih sesuai dengan nilai-nilai seseorang, keyakinan, dan

1) Kelayakan Teknik (Technical Feasibility) menunjukkan apakah sistem yang diusulkan dapat dikembangkan dan diterapkan dengan menggunakan teknologi yang ada atau dibutuhkan

Asuransi syariah merupakan salah satu upaya untuk saling melindungi dan saling membantu antar beberapa pihak melalui investasi pada aset dan atau tabarru yang

Apabila kondisi keluarga sudah baik, akan tetapi lingkungan sekitar tidak mendukung atau tidak kondusif, maka anak tersebut juga dapat terjerumus ke dalam pergaulan

Aktivitas NADH-CoQ reduktase sel-sel trofoblas dari blastosis 24 jam dan 48 jam nidasi berbeda secara signifikan dengan sel-sel trofoblas dari blastosis gagal nidasi dan

Capaian Pembelajaran : KU1: Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan

Hasil pengujian hipotesis kedua menggunakan ANAVA dua jalan dengan sel tak sama menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh antara kreativitasi siswa pada kategori tinggi