RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Yogyakarta Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan
Kelas/Semester : XII/I
Materi Pokok : Respon Internasional Terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Sub Materi Pokok : Pengakuan Kemerdekaan RI dari Mesir, India, Australia
Alokasi Waktu : 4 x45 (180 Menit)
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik dapat diharapkan:
1. Mengidentifikasi pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia.
2. Menyebutkan faktor-faktor penyebab adanya pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia.
3. Menganalisis proses pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia. 4. Menemukan keterkaitan pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia. 5. Mempresentasikan hasil diskusi mengenai pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India,
dan Australia.
6. Menyampaikan pendapat tentang hasil presentasi kelompok lain mengenai pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia.
7. Menyimpulkan hasil presentasi mengenai pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia.
8. Menghayati ajaran agama dan kepercayaannya.
B. Kompentensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompentensi
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR
3.1 Menganalisis secara kritis respon Internasional terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia
3.1.1 Mengidentifikasi pemgakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia.
3.1.2 Menyebutkan faktor-faktor penyebab adanya pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, Internasional terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia dalam bentuk tulisan dan/atau media lain
4.1.1 Mempresentasikan hasil diskusi
mengenai pengakuan
kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia.
4.1.2 Menyampaikan pendapat tentang hasil presentasi kelompok lain
mengenai pengakuan
kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia.
4.1.3 Menyimpulkan hasil presentasi
mengenai pengakuan
kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia.
C. Materi Pembelajaran D. Materi Pembelajaran
1. Materi Reguler
Respon Internasional Terhadap Proklamasi kemerdekaan Indonesia Pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir
Fakta Konsep
Proklamasi Negara
Hukum Internasional Diplomasi
Prinsip Prosedur
Gotong royong Perubahan
Sebab-akibat (Kausalitas)
E. Metode Pembelajaran
a. Metode pembelajaran: Studi literature, diskusi, Tanya jawab dan penugasan b. Model pembelajaran: Discovery Learning
c. Pendekatan Saintifik F. Media Pembelajaran
1. Power Point 2. Video 3. LKPD 4. Laptop 5. LCD G. Sumber Belajar
1. Modul Peminatan Kelas XII
2. Bandoro, Bantarto. 1991. “Diplomasi Indonesia: Dahulu, Kini, dan Masa Depan” dalam Hadi Susastro (ed.). Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa. Jakarta: CSIS. 3. Hassan, M. Zein. 1980. Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri. Jakarta: Bulan
Bintang.
4. Leifer, Michael. 1989. Politik Luar Negeri Indonesia. Jakarta: Gramedia. Sumber internet
http://www.viva.co.id/prancis2016/read/669835-mesir-jadi-negara-pertama-yang-mengakui-kemerdekaan-ri
H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan
Pembelajaran
Deskripsi Alokasi Waktu
Pendahuluan Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
Menyiapkan sarana pembelajaran, guru menyampaikan topik tentang “Pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, Australia”
Memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran “apa saja syarat berdirinya suatu negara modern?” Menyampaikan topik dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai
15 menit
Kegiatan Inti 1. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)
Guru menjelaskan materi secara singkat mengenai Pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, Australia
Guru menampilkan power point (slide-slide)yang
ditampilkan(mengamati).
Peserta didik mengidentifikasi tentang power point(slide-slide) yang ditampilkan oleh guru (mengumpulkan informasi).
2. Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah)
Guru meminta siswa
untukmengemukakan pendapatnya tentang slide power point serta video (Pengibaran Bendera Palestina di
Markas PBB dan Sikap Indonesia terhadap Permohonan Negara Palestina di PBB) yang ditampilkan Guru membagi siswa kedalam tiga
kelompok kemudian menyuruh siswa untuk menyusun dalam sebuah laporan diskusi. Materi untuk diskusi: Kelompok I dan IV, membahas
3. Data collection (Pengumpulan Data) Peserta didik melalui diskusi
kelompok mengumpulkan informasi mengenai materi yang diberikan oleh guru dari modul sejarah peminatan kelas XII, internet.
4. (Pengolahan Data)
Peserta didik, menuliskan hasil diskusi kelompok dengan melakukan pencermatan data (mengasosiasi) dari berbagai sumber mengenai Pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, Australia
5. Verification (Pembuktian)
Peserta didik mempresentasikan/ menjelaskan (mengkomunikasikan) pada siswa-siswa yang lain, kemudian
kelompok yang lain
sanggahan.
6. Generalization (menarik kesimpulan/ generalisasi)
Guru mengklarifikasi pernyataan yang kurang tepat serta memberi penguatan terhadap pernyataan yang sudah tepat. Guru bersama peserta didik
menyimpulkan materi tentang Pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, Australia
Penutup Guru bertanya pada peserta didik apakah sudah memahami materi yang telah diajarkan
Guru memfasilitasi peserta didik menemukan nilai-nilai kehidupan sesuai dengan materi yang diajarkan.
Siswa diberi tugas rumah
Mengakhiri pembelajaran dengan doa
10 menit
I. Penilaian Hasil Belajar
a. Jenis dan Teknik Penilaian:
1) Jenis penilaian aspek pengetahuan dengan Teknik Tes tertulis.
2) Jenis penilaian keterampilan dengan teknik Pengamatan dan portofolio b. Bentuk Instrumen
1) Penilaian Sikap
a) Bentuk : Pengamatan sikap
b) Instrumen : terlampir (Jurnal Penilaian Sikap) 2) Penilaian Pengetahuan
a) Bentuk : Test tertulis b) Instrumen : Soal Essai 3) Penilaian Ketrampilan
a) Bentuk : Lembar Pengamatan Diskusi dan Presentasi b) Instrumen : Skala Nilai Observasi
c) Portofolio : Kumpulan tugas siswa Lampiran 1
Sub Materi :Pengakuan Kemerdekaan RI dari Mesir, India, Australia Pengakuan Kemerdekaan RI dar Mesir
Mesir adalah salah satu sekutu awal yang mengakui kemerdekaan Indonesia.Lebih penting lagi, Mesir ikut menggalang dukungan dari Liga Arab agar menerima kedaulatan Indonesia di mata hukum internasional.
Dari sisi kronologi, Mesir secara de facto mengakui kemerdekaan Indonesia pada 22 Maret 1946. Dukungan ini muncul setelah lobi gigih diplomat RI di Ibu Kota Kairo beberapa bulan setelah Soekarno mengkonsolidasikan kabinet.Tak sekadar mengakui, Mesir pula yang meyakinkan Suriah, Irak, Qatar, serta Kerajaan Arab Saudi untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Baru pada 10 Juni 1947, Mesir mengakui kedaulatan negara RI secara de jure, dengan menunjuk H.M Rasjidi sebagai kuasa usaha RI, serta membuka Kedutaan Besar di Kairo. Hubungan republik dengan Liga Arab pun secara formal terjalin.Liga Arab lah yang berkali-kali mengecam serta mendesak Belanda menghentikan agresi militer.
Gaung kemerdekaan Indonesia membahana ke seluruh penjuru dunia, setelah Proklamator kemerdekaan RI Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI secara de facto pada 17 Agustus 1945. Namun perlu diingat bahwa untuk berdiri sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain secara hukum atau de jure. Karena pada masa revolusi itu, wilayah Indonesia terjadi kekosongan pemerintahan setelah Jepang menyerah pada Sekutu, dan pasukan Sekutu akan mendarat dengan membawa pasukan Belanda yang ingin berkuasa kembali di Indonesia.
Gambar i: Bung Karno dan para pemimpin negara lain. Dari kiri: Nehru (India), Nkrumah (Ghana), Gamal Abdul Nasser (Mesir), Sukarno (Indonesia), dan Tito (Yugoslavia) M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peran-serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia , di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.
Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:”.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.”
Dukungan Mesir
Di Mesir, sejak diketahui sebuah negeri Muslim bernama Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya, Al-Ikhwan Al-Muslimun (IM), organisasi Islam yang dipimpin Syaikh Hasan Al-Banna, tanpa kenal lelah terus menerus memperlihatkan dukungannya. Selain menggalang opini umum lewat pemberitaan media yang memberikan kesempatan luas kepada para mahasiswa Indonesia untuk menulis tentang kemerdekaan Indonesia di koran-koran lokal miliknya, berbagai acara tabligh akbar dan demonstrasi pun digelar.
tergesa mencopot lambang negaranya dari dinding Kedutaan.Mereka juga menurunkan bendera merah-putih-biru yang biasa berkibar di puncak gedung, agar tidak mudah dikenali pada demonstran.
Kuatnya dukungan rakyat Mesir atas kemerdekaan RI membuat pemerintah Mesir mengakui kedaulatan pemerintah RI atas Indonesia pada 22 Maret 1946.Dengan begitu Mesir tercatat sebagai negara pertama yang mengakui proklamasi kemerdekaan Indonesia.Setelah itu menyusul Syria, Iraq, Lebanon, Yaman, Saudi Arabia dan Afghanistan. Selain negara-negara tersebut, Liga Arab juga berperan penting dalam Pengakuan RI.
Secara resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab tanggal 18 November 1946 menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat. Alasan Liga Arab memberikan dukungan kepada Indonesia merdeka didasarkan pada ikatan keagamaan, persaudaraan serta kekeluargaan.
Melihat fenomena itu, majalah TIME pada 25 Januari 1946 dengan nada minornya menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme-Islam di Asia dan Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa.”
Pengakuan Kemerdekaan RI dari India
Bangsa India dan bangsa Indonesia sama-sama pernah dijajah oleh bangsa asing.India dijajah oleh Inggris dan Indonesia dijajah oleh Belanda Inggris dan Jepang. Sebagai bangsa yang sama-sama menentang penjajahan, terjalin rasa yang sama-sama, senasib, dan sependeritaan. Oleh karena itu ketika pemerintah dan rakyat India mengalami bahaya kelaparan pemerintah Indonesia menawarkan bantuan berupa padi 500.000 ton. Peristiwa tersebut terkenal dengan india rice. India rice selain untuk memberikan bantuan kepada India yang sedang dilanda kelaparan, juga merupakan cara dari pemerintah untuk mendapatkan dukungan dari negara lain.
Perjanjian bantuan Indonesia kepada India ditandatangani oleh Perdana Menteri Sjahrir dan K.L. Punjabi, wakil pemerintah India (18 Mei 1946) Kesepakatan ini sebenarnya ialah barter antara Indonesia dengan India. Hal ini terbukti dari dikirimkannya obat-obatan ke Indonesia oleh India untuk membalas bantuan Indonesia.Hal ini juga dimaksudkan untuk menembus blokade yang dilakukan Belanda terhadap Indonesia.
sendiri.Diplomasi beras in sebenarnya ditentang oleh Belanda, karena gaung yang ditimbulkan menyebabkan Indonesia semakin mendapat simpati dari negara lain.
Ketika Jenderal Spoor melakukan Agresi Belanda ke-II tanggal 19 Desember 1948, India merupakan salah satu negara yang mengkutuk tindakan Belanda tersebut. Reaksi keras itu diwujudkan dalam penyelenggaraan Konferensi Asia di New Delhi atas prakarsa Perdana Menteri India, Pandit Jawaharlal Nehru dan Perdana Menteri Birma U Aung San. Konferensi ini dihadiri oleh negara-negara asia, seperti: Pakistan, Afganistan, Sri Lanka,Nepal, Libanon, Siria, dan Irak. Delegasi Afrika berasal dari Mesir dan Ethiopia.Konferensi ini juga dihadiri utusan dari Australia, sedang Indonesia dalam ini diwakili oleh Dr. Sudarsono.
Konferensi Asia di New Delhi ini dilaksanakan selama empat hari, mulai dari tanggal 20 sampai dengan tanggal 25 Januari 1949. Resolusi yang dihasilkan mengenai masalah Indonesia adalah sebagai berikut:
1. pengembalian pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta
2. pembentukan Pemerintah ad interim yang mempunyai kemerdekaan dalam politik luar negeri, sebelum tanggal 15 Maret 1949
3. penarikan tentara Belanda dari seluruh Indonesia
4. penyerahan kedaulatan kepada pemerintah Indonesia Serikat paling lambat 1 Januari 1950
Gambar ii: Ir. Soekarno dan Jawaharlal Nehru
2.1 Sebab-Sebab India Memberi Pengakuan Kemerdekaan RI a. Persamaan Kebudyaaan (Hindu-Budha)
b. Persamaan nasib (sama-sama dijajah atau sama-sama ingin merdeka)
c. Hubungan dekat antara pemimpin negara (Nehru dan Moh. Hatta) (Feb 1927) 2.2 Proses Indonesia Mendapatkan Kedaulatan dari India
a. Semangat dari Para Pelajar Indonesia yang ada di India
mengakui Indonesia sebagai negara yang berdiri dan berdaulat. Tugas dari PPII adalah :
Meyakinkan pemimpin India
Membentuk Balai Penerangan (Indonesia Information Service) 9 Juni 1946 Tugasnya : Menyiarkan, membuat buletin, serta brosur-brosur dalam bahasa Inggris, Urdu, dan Indonesia tentang segala sesuatu yang terjadi di Indonesia yang kemudian dilanjutkan ke media massa dan pers di India dan nantinya dapat diteruska ke perwakilan India yang ada di London
Bekerjasama dengan Persatuan Pemuda Indonesia (PPI) yang anggota 700 pelaut Indonesia yang bekerja di kapal-kapal Belanda untuk melakukan aksi mogok
b. Diplomasi Sutan Sjahrir
Sutan Sjahrir mengadakan perjanjian bantuan Indonesia kepada India (18 Mei 1946). Indonesia diwakili Sutan Sjahrir dan India oleh K.L Punjabi. Pengiriman padi ini terjadi pada 20 Agustus 1946 di pelabuhan (Cirebon, Probolinggo, dan Banyuwangi). Dari tindakana ini P.M Nehru mengundang Sjahrir dan Moh. Hatta ke New Delhi untuk menghadiri Konferensi Inter Asian
Dalam Konferensi “Inter Asian Relation” (23 Maret-2 April 1947). Sjahrir berpidato yang isinya : (1) Politik Luar Negeri Indonesia (Bebas-Aktif); (2) Bangsa-bangsa Asia harus bersatu demi kepentingan bersama; (3) Menjalin persahabatan dengan bangsa lain.
c. Diplomasi Moh. Hatta
Moh. Hatta bertemu dengan P.M Nehru untuk meminta bantuan senjata. Akan tetapi keinginan ini tidak bisa dikabulkan oleh Nehru karena persenjataan India di pegang oleh Inggris.
2.3 Peran India dalam Mendukung Kemerdekaan RI
a. Mengirim obat-obatan ke Indonesia (tindakan balasan atas bantuan Indonesia yang telah mengirim 500.000 ton padi ke India)
b. 31 Juli 1947 India dan Australia mengajukan masalah Indonesia-Belanda ke DK PBB. Akibat dari tindakan India dan Australia, PBB mengeluarkan resolusi (1 Agustus 1947) untuk menghentikan pertikaian antara Indonesia dan Belanda melalui arbitrase
Cina, Nepal, Selandia Baru dan Thailand. Resolusi yang dihasilkan mengenai masalah Indonesia adalah sebagai berikut:
Pengembalian pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta
Pembentukan Pemerintah ad interim yang mempunyai kemerdekaan dalam politik luar negeri, sebelum tanggal 15 Maret 1949
Penarikan tentara Belanda dari seluruh Indonesia
Penyerahan kedaulatan kepada pemerintah Indonesia Serikat paling lambat 1 Januari 1950.
Pengakuan Kemerdekaan RI dari Australia
Sebab-sebab Australia mengakui kemerdekaan RI
a. Hubungan baik antara Australia dan Indonesia yang dimulai semenjak penjajahan Jepang di Indonesia
Hubungan ini dimulai ketika dulu banyak para buruh kapal dan perwira kapal dari Indonesia yang dibawa Belanda ke Australia, para pekerja dari Indonesia ini kemudian berhubungan kontak dengan Seamen’s Union In Sydney (Asosiasi Pekerja), asosiasi tersebut terkejut melihat diskriminasi yang terjadi antara buruh kapal dan perwira kapal, asosiasi tersebut memberi tahu pekerja Indonesia bahwa mereka bekerja di Australia yang dihormati hak-haknya sebagai pekerja serta memiliki hak untuk protes. Diskriminasi yang tejadi :
- Buruh kapal bekerja di lingkungan yang jelek dan gaji sangat minim
- Perwira kapal gaji layak seperti orang eropa, kerja di lingkungan yang bagus b. Persamaan tujuan yakni sama-sama ingin menyingkirkan atau mengusir Jepang Proses Indonesia mendapatkan kedaulatan dari Austaralia
a. Peran tawanan Belanda (Indonesia) yang dibawa ke Australia
Para tawanan tersebut memberitahu maksud dan tujuan Belanda datang ke Australia (kapal Belanda yang datang ke Australia disiapkan untuk membawa senjata dan amunisi untuk menggempur Indonesia) kepada salah satu buruh yang bekerja di pelabuhan. Laporan dari salah satu buruh tersebut nantinya akan diteruskan kepada Queensland Trades and Labor Council dan Waterside Workers Federation (WWF). b. Peristiwa Black Armada
- Salah seorang buruh dikapal Belanda bernama Tukliwon (20 tahun) menyampaikan kemerdekaan Indonesia pada rekan-rekannya sesama buruh dan berjanji memberi dukungan.
c. Kunjungan Sutan Syahrir ke Australia (1945)
Kunjungan ini dilakukan karena Australia mendukung RI dengan aksi pemboikotan yang dilakukan buruh di Australia.Sutan Syahrir berpidato kepada masyarakat Australia yang mengatakan Australia adalah teman.Sutan Syahrir juga mengatakan kesuksesan Australia memukul mundur Jepang di sejumlah wilayah dikawasan Pasifik dalam Perang Dunia II.
d. Aksi pemboikotan terhadap 6 kapal Belanda dipelabuhan Brisbane (24 setember 1945)
e. Peran organisasi Indonesia Political Exile Association yang menghimbau serikat buruh untuk melancarkan pemboikotan terhadap semua kapal Belanda.
f. Peran CENKIM (Central Komite Indonesia Merdeka)
CENKIM adalah organisasi yang didirikan di Australia oleh para tokoh politik yang pernah diasingkan Belanda ke Digul :
a. Aksi sebelum 1945: turun ke jalan besar di Melbourne dengan berteriak “Long Live the Republic of Indonesia “ aksi ini diikuti juga oleh tentara Australia. b. Aksi setelah 1945: anggota dari CENKIM (M.Bondan) mendengar berita tentang
Belanda yang melanggar perjanjian Linggarjati dan melakukan Agresi Militer I. Istri dari M. Bondan (Molly yang merupakan seseorang wanita Australia) menulis ulang berita tersebut dalam bahasa Inggris dan memberikannya pada pers Australia. Berita tersebut akhirnya tersebar di Australia dan akhirnya Australia membawa kasus Indonesia dan Belanda ke PBB.
Peranan Australia dalam mendukung kemerdekaan RI
a. Inisiatif partai komunis Australia (ACP) dan pimpinan komunis dari serikat buruh perairan Australia pada 20 September 1945 diseluruh pelabuhan Australia melarang pemuatan atas semua kapal belanda yang mau ke Indonesia.
b. Tanggal 26 September 1945 Dewan Federasi memutuskan pemogokan menyeluruh terhadap semua kapal Belanda di Australia.
c. Tanggal 28 September 1945 pekerja pelabuhan di Sydney menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor kapal Belanda dan kantor diplomatik Belanda dan memasang sepanduk berisi desakan agar Belanda meninggalkan Indonesia (Hands off Indonesia) d. Oktober 1945 Australia memfasilitasi kembalinya lebih dari 1400 para tawanan
perang Belanda asal Indonesia yang ada di Australia ke tanah air menggunakan kapal kargo dari pelabuhan Sydney
e. 31 Juli 1997 India dan Australia mengajukan masalah Indonesia dan Belanda ke PBB f. 12 Agustus 1947 Australia behasil meyakinkan PBB bahwa Indonesia punya
g. 25 Agustus 1947 Australia menjadi wakil Indonesia dalam KTN
Lampiran II
Penilaian Pengetahuan:
Kisi-kisi Soal Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan
Kelas/ Semester : XII/I Bentuk Soal : Essai Jumlah Soal : 4 butir
Tujuan Pembelajaran Indikator No. Soal
1. Mengidentifikasi pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia.
2. Menyebutkan faktor-faktor penyebab adanya pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia.
3. Menganalisis proses pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia.
4. Menemukan keterkaitan pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan
2. Menyebutkan faktor-faktor penyebab adanya pengakuan
kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia.
SOAL
Kerjakan Soal-soal dibawah ini : No
.
Soal
1. Identifikasilah alasan Mesir mengakui kemerdekaan RI?
2. Identifikasilah alasan India mengakui kemerdekaan RI?
3. Identifikasilah alasan Australia mengakui kemerdekaan RI?
4. Sebutkanlah faktor-faktor pendorong diberikannya pengakuan kemerdekaan dari Mesir, India dan Australia ?
5. Analisislah proses pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir, India, dan Australia !
6. Temukanlah keterkaitan pengakuan kemerdekaanRI dari Mesir, India dan Australia?
Kunci Jawaban:
1. Sebab-Sebab Mesir Memberi Pengakuan Kemerdekaan RI Persamaan Agama
Banyaknya masyarakat Indonesia yang menuntut ilmu di Mesir Banyaknya masyarakat Indonesia yang bekerja di Mesir
Banyaknya masyarakat Indonesia yang melakukan haji di Arab
d. Persamaan Kebudyaaan (Hindu-Budha)
e. Persamaan nasib (sama-sama dijajah atau sama-sama ingin merdeka)
f. Hubungan dekat antara pemimpin negara (Nehru dan Moh. Hatta) (Feb 1927)
3. Sebab-Sebab Australia Memberi Pengakuan Kemerdekaan RI
a. Hubungan baik antara Australia dan Indonesia yang dimulai semenjak penjajahan Jepang di Indonesia
Hubungan ini dimulai ketika dulu banyak para buruh kapal dan perwira kapal dari Indonesia yang dibawa Belanda ke Australia, para pekerja dari Indonesia ini kemudian berhubungan kontak dengan Seamen’s Union In Sydney (Asosiasi Pekerja), asosiasi tersebut terkejut melihat diskriminasi yang terjadi antara buruh kapal dan perwira kapal, asosiasi tersebut memberi tahu pekerja Indonesia bahwa mereka bekerja di Australia yang dihormati hak-haknya sebagai pekerja serta memiliki hak untuk protes. Diskriminasi yang tejadi :
- Buruh kapal bekerja di lingkungan yang jelek dan gaji sangat minim
- Perwira kapal gaji layak seperti orang eropa, kerja di lingkungan yang bagus c. Persamaan tujuan yakni sama-sama ingin menyingkirkan atau mengusir Jepang
4. Jelaskan keterkaitan pengakuan kemerdekaanRI dari Mesir, India dan Australia? Memperoleh pengakuan negara merdeka oleh dunia internasional menjadi hal yang paling utama.Pengertian dari pengakuan sebagai negara baru ditandai bahwa negara tersebut bagian dari masyarakat internasional.Pengakuan kepada suatu negara baru dibedakan antara pengakuan de facto dan pengakuan de jure. Pengertian dari pengakuan de facto adalah pengakuan yang diberikan oleh pemerintah negara lain kepada pemerintah baru berdasarkan pada fakta bahwa dinegara tersebut telah terbentuk suatu pemerintah baru tanpa memandang asal-usul bagaimana pemerintahan baru itu terbentuk atau berkuasa.
mampu melaksanakan kewajiban-kewajiban internasional.Sebagai tindak lanjut dari pengakuan de facto dan de jure dari sejumlah negara sahabat, maka dibukalah hubungan diplomatik antara Indonesia dengan negara-negara lain khususnya, negara Mesir, India dan Australia.
Skor Penilaian Tes Tertulis
No. Soal Skor Maksimal
1 25
2 25
3 25
4 25
Jml Skor Maksimal 100
Keterangan: NA : Nilai Akhir
NA = Jumlah Skor Maksimal
Lampiran 3
Penilaian Keterampilan:
RUBRIK OBSERVASI
KEGIATAN DISKUSI KELOMPOK
Mata Pelajaran: Sejarah Peminatan Tahun Pelajaran : 2016/2017 Kelas / Semester: XII/I Waktu Pengamatan :
NO Nama Peserta Didik
Mengkomuni kasikan
0-100
Mendengark an 0-100
Berargumen tasi 0-100
Jumla h Skor
1 2 3 4 5
Keterangan :
Nilai = Jumlah skor dibagi 3
a. Keterampilan mengomunikasikan adalah kemampuan peserta didik untuk mengungkapkan atau menyampaikan ide atau gagasan dengan bahasa lisan yang efektif. b. Keterampilan mendengarkan dipahami sebagai kemampuan peserta didik untuk tidak
menyela, memotong, atau menginterupsi pembicaraan seseorang ketika sedang mengungkapkan gagasannya.
d. Kemampuan berkontribusi dimaksudkan sebagai kemampuan peserta didik memberikan gagasan-gagasan yang mendukung atau mengarah ke penarikan kesimpulan termasuk di dalamnya menghargai perbedaan pendapat.
e. Skor rentang antara 0 – 100 91 – 100 = Amat Baik.
Penilaian berdasarkan pada hasil kerja siswa (laporan diskusi) yang dikumpulkan mengenai “Peran Sumpah Pemuda bagi kehidupan kebangsaan di Indonesia pada masa itu dan masa kini.”
Mata Pelajaran: Sejarah Peminatan Tahun Pelajaran : 2016/2017 Kelas / Semester: XII/I Waktu Pengamatan :
N
Nilai = Jumlah skor dibagi 3 Keterangan :
a. Kegiatan mengamati dalam hal ini dipahami sebagai cara peserta didik mengumpulkan informasi faktual dengan memanfaatkan indera penglihat, pembau, pendengar, pengecap dan peraba. Maka secara keseluruhan yang dinilai adalah HASIL pengamatan (berupa informasi) bukan CARA mengamati.
b. Relevansi, kelengkapan, dan kebahasaan diperlakukan sebagai indikator penilaian kegiatan mengamati.
Kelengkapan dalam arti semakin banyak komponen fakta yang terliput atau semakin sedikit sisa (residu) fakta yang tertinggal.
Kebahasaan menunjukan bagaimana peserta didik mendeskripsikan fakta-fakta yang dikumpulkan dalam bahasa tulis yang efektif (tata kata atau tata kalimat yang benar dan mudah dipahami).
Skor rentang antara 0 – 100
0 – 74 = Kurang • 81 – 90 = Baik
• 75 – 80 = Cukup • 91 – 100 = Amat Baik.
Lampiran 5
JURNAL PENILAIAN SIKAP SOSIAL Satuan Pendidikan : SMA Negeri Indonesia Kelas/ Semester : XII / I (SATU) Tahun Pelajaran : 2016/2017
Lembar Kerja Peserta Didik
No. 01.01
Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan
Materi Pokok : Respon Internasional Terhadap Proklamasi KemerdekaanIndonesia Sub Materi Pokok : Pengakuan Kemerdekaan RI dari Mesir, India, Australia
Kelas : XII
Kelompok : I
Diskusikan dan pecahkan masalah berikut:
Kelompok I membahas Pengakuan kemerdekaan RI dari Mesir Ketua :
……….. Anggota :
1.
……… ………
2.
Lembar Kerja Peserta Didik
No. 01.02
Mata Pelajaran : Sejarah (Peminatan)
Materi Pokok : Respon Internasional Terhadap Proklamasi KemerdekaanIndonesia Sub Materi Pokok : Pengakuan Kemerdekaan RI dari Mesir, India, Australia
Kelas : XII
Kelompok : II
Diskusikan dan pecahkan masalah berikut:
Kelompok II, membahasPengakuan kemerdekaan RI dari India Ketua :
……….. Anggota :
1.
……… ………
2.
Lembar Kerja Peserta Didik
No. 01.03
Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan
Materi Pokok : Respon Internasional Terhadap Proklamasi KemerdekaanIndonesia Sub Materi Pokok : Pengakuan Kemerdekaan RI dari Mesir, India, Australia
Kelas : XII
Kelompok : III
I
Diskusikan dan pecahkan masalah berikut:
Kelompok III, membahas Pengakuan kemerdekaan RI, Australia Ketua :
……….. Anggota :
1.
……… ………
2.