KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERALPENDIDIKAN TINGGI
Jl. Raya Jenderal Soedirman Pintu I Senayan, Jakarta 10270 Telp. 02165946100 (HUNTING)
PembekalanPenempatanPeserta Program BU sebagaicalonDosenTetap Non PNS
Nomor : 0284/E5.1/PE/2014 Jakarta, 27 Januari 2014 Lamp. : 1 (satu) berkas
H a l : Penugasan Hibah Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Perguruan Tinggi Tahun 2014
Kepada Yth : Sdr. Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Seluruh Indonesia
(Daftar terlampir)
Memperhatikan surat Keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Ditjen Pendidikan Tinggi No. 0263/E5/2014 tanggal 24 Januari 2014 tentang Penugasan Penerima Hibah Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2014, bersama ini dengan hormat kami sampaikan daftar per PT, per skema dan per judul kegiatan sesuai hasil pembahasan dan kelayakan proposal baik untuk usulan baru maupun lanjutan untuk dijadikan dasar pelaksanaan kegiatan selanjutnya di masing-masing perguruan tinggi (daftar terlampir).
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon bantuan Saudara untuk menyampaikan kepada masing-masing penerima hibah Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2014 baik dosen maupun mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Saudara.
Hal-hal lain yang menyangkut mekanisme pelaksanaan akan disampaikan melalui website dikti.go.id atau laman SIMLITABMAS.
Demikian kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.
Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat,
ttd
Agus Subekti
NIP. 196008011984031002
Tembusan Yth.:
- Dirjen Dikti (sebagailaporan) - Koordinator/Sespel Kopertis I-XII
ii USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
MIE KERING SORGUM ("SORGHUM") KAYA PROTEIN, VITAMIN DAN MINERAL SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI PANGAN SEHAT
KHAS LAMONGAN YANG BERNILAI EKONOMIS
BIDANG KEGIATAN : PKM KEWIRAUSAHAAN
Diusulkan Oleh:
1. Alfian Rizki Romadhoni (110531302379/2011)
2. Syifaul Fuada (100534402715/2010)
3. Diana Nur Fatmawati (110541302800/2011)
4. Yeyen Ika Kristiana (110541302802/2011)
5. Nunut Novitasari (110533430609/2011)
UNIVERSITAS NEGERI MALANG MALANG
iii DAFTAR ISI
Halaman Sampul PKM-K ... i
Pengesahan Usulan PKM-Kewirausahaan ... ii
Daftar Isi ... iii
Ringkasan ... iv
BAB 1. PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Tujuan Khusus ... 2
1.3. Kegunaan Program ... 3
1.4. Luaran yang Diharapkan ... 3
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA ... 3
BAB 3. METODE PELAKSANAAN ... 7
3.1. Pembuatan Produk dan Persiapan Alat ... 7
3.2. Publikasi dan Pemasaran ... 8
3.3. Penjualan ... 8
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ... 9
4.1. Anggaran Biaya ... 9
4.2. Jadwal Kegiatan ... 9
DAFTAR PUSTAKA ... 10
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana
iv RINGKASAN
Mie merupakan makanan yang populer di Asia, khususnya di Asia timur dan Asia tenggara, hal ini berkaitan erat dengan sejarah mie. Menurut sejarah, Mie pertama kali dibuat di China pada Masa Dinasti Han pada 1900 tahun yang lalu. Bahan baku yang digunakan untuk membuat mie pada masa itu adalah padi-padian asli Cina yang sudah dibudidayakan sekitar 7000 tahun yang lalu. Hal ini dapat dilihat dari budaya bangsa Cina, yang selalu menyajikan mie pada perayaan ulang tahun sebagai simbol untuk umur yang panjang.
Mie instan kini semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Tanpa melihat status ekonomi, mie instan dengan cepat meraih pangsa pasar yang besar di Indonesia. Tingkat pertumbuhan produksi mie instan mencapai angka triliunan rupiah per tahun. Hal tersebut dapat dilihat dari potensi pasar yang terus mengalami peningkatan. Sejak 1999 hingga tahun 2004, angkanya terus mengalami kenaikan mencapai 9% dari total nilai penjualan di sektor ritel. Nilainya naik dari Rp6,1 triliun pada 1999 jadi Rp9,4 triliun di 2004. Apalagi sejak 2004 hingga 2009 justru mengalami kenaikan pesat ke level 15% atau setara dengan Rp15,9 triliun. ( http://m.inilah.com/read/detail/889802/pangsapasar-indomie-terus-tergerus, diakses pada 6 Oktober 2013).
Perkembangan pesat mie di Indonesia seharusnya membawa keuntungan lebih bagi negara, namun karena sebagian besar bahan mie terbuat dari gandum impor (Munarso dan Haryanto. 2005), maka hal itu menjadi kendala besar bagi industri ini. Oleh sebab itu, perlu adanya pengembangan teknologi mie berbahan baku tepung selain terigu, misalnya dengan memanfaatkan tepung sorgum. Karena kandungan zat gizi utama di dalam sorgum ialah pati (±70%), dengan rasio amilosa : amilopektin berkisar antara 20-30% : 70-80%, namun sorgum ketan (waxy sorgum) kadar amiiosanya dapat mencapai kurang dari 10%. Komponen gizi terbesar kedua ialah protein yaitu 10-1 1 %, artinya lebih besar dibandingkan dengan protein beras giling (6-7%), beras pecah kuIit (7-8%), jagung (9%), dan hanya sedikit dibawah gandum (12%). Asam amino pembatas pada sorgum ialah lisin. Kadar lemak sorgum sekitar 3%, berarti diatas kandungan lemak beras (<1%) dan gandum (2%), namun masih lebih rendah dari jagung (4-5%). Sorgum mengandung berbagai mineral esensial, seperti P, Mg, Ca, Fe, Zn, Cu, Mn, Mo dan Cr (Prosiding Seminar Nasional Teknologi inovatif Pascapanen untuk Pengembangan industri berbasis Pertanian 2005 : 527).
Begitu banyaknya manfaat yang terkandung didalam sorgum sehingga sebagian besar masyarakat Indonesia tidak dimanfaatkan secara maksimal dan hanya sebagain kecil masyarakat yang memanfaatkannya karena sudah menjadi budaya serta cara pandang masyarakat Indonesia bahwa beras merupakan makanan bergengsi. Dengan melihat potensi bahan pangan altenatif di Indonesia cukup besar dan beragam serta memiliki manfaat yang sangat banyak, membuat tepung sorgum sangat potensial untuk dapat dikembangkan untuk menjadi salah satu pangan sehat.
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Sorgum atau orean merupakan salah satu tanaman pangan sumber karbohidrat yang berpotensi besar menggantikan beras. Ditinjau dari komposisi kimianya, sorgum tidak jauh berbeda dengan jagung. Misalnya komposisi asam amino dari protein biji sorgum mirip dengan komposisi asam amino pada protein jagung. Indonesia adalah negara dengan penduduk besar dan wilayah sangat luas, ketahanan pangan merupakan agenda penting di dalam pembangunan ekonomi Indonesia dengan pemanfaatan sorgum sebagai bahan pangan belum begitu memasyarakat seperti halnya di India dan Afrika. Namun di daerah-daerah tertentu di Indonesia sorgum juga telah digunakan sebagai makanan pokok pengganti beras (http://cybex.deptan.go.id/lokalita/pengembangan-sorgum-di-desa-mandalasari-kecamatan-cikancung).
Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang terletak di pantai utara Jawa Timur.Sebagian kawasan pesisir berupa perbukitan. Formasi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Pegunungan Kapur Utara. Di bagian tengah terdapat dataran rendah dan bergelombang, dan sebagian tanah berawa. Di bagian selatan terdapat pegunungan, yang merupakan ujung timur dari Pegunungan Kendeng Sungai Bengawan Solo mengalir di bagian utara (id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Lamongan). Sedangkan budidaya Sorgum dilakukan di Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Pacitan, Sampang, Sumenep dan Probolinggo di lahan seluas 950 hektar. Sementara produktivitasnya mencapai 2,5 ton per hektar hingga 3 ton per hektar, sehingga produksinya mencapai 2.000 ton per tahun. Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jatim, Achmad Nurfalakhi, potensi pengembangan sorgum dan gandum di wilayah Jatim cukup besar. Pada tahun 2012 impor gandum diprediksi bakal naik 11,5% menjadi 5,8 juta ton dari realisasi tahun 2011 lalu sebesar 5,2 juta ton karena besarnya kebutuhan pasar. Padahal pada tahun 2010 lalu, impor gandum ke Indonesia baru mencapai 4,8 juta ton (http://www.kabarbisnis.com/read/2830059).
2
lain seperti protein, serat, vitamin dan sebagainya. Tingginya kalori dari mie dari bahan-bahan kimia yang bukan dari bahan-bahan alami membuat tubuh mudah gemuk. Komponen gizi terbesar kedua ialah protein yaitu 10-1 1 %, artinya lebih besar dibandingkan dengan protein beras giling (6-7%), beras pecah kuIit (7-8%), jagung (9%), dan hanya sedikit dibawah gandum (12%). Asam amino pembatas pada- sorgum ialah lisin. Kadar lemak sorgum sekitar 3%, berarti diatas kandungan lemak beras (<1%) dan gandum (2%), namun masih lebih rendah dari jagung (4-5%). Sorgum mengandung berbagai mineral esensial, seperti P, Mg, Ca, Fe, Zn, Cu, Mn, Mo dan Cr (Prosiding Seminar Nasional Teknologi inovatif Pascapanen untuk Pengembangan industri berbasis Pertanian 2005 : 527). Oleh sebab itu, perlu adanya pengembangan teknologi mie berbahan baku tepung selain terigu, misalnya dengan memanfaatkan tepung sorgum.
Begitu banyaknya manfaat yang terkandung didalam sorgum sehingga sebagian besar masyarakat Indonesia tidak dimanfaatkan secara maksimal dan hanya sebagain kecil masyarakat yang memanfaatkannya karena sudah menjadi budaya serta cara pandang masyarakat Indonesia bahwa beras merupakan makanan bergengsi. Dengan melihat potensi bahan pangan altenatif di Indonesia cukup besar dan beragam serta memiliki manfaat yang sangat banyak, membuat tepung sorgum sangat potensial untuk dapat dikembangkan untuk menjadi salah satu pangan sehat
Melihat permasalahan diatas, penulis berencana membuat mie kering yang berbahan dasar tepung sorgum yang akan dikemas dengan apik dan akan distribusikan ke toko-toko bahan pangan dengan harga terjangkau supaya masyarakat Indonesia dapat menikmati dan lebih menghargai masakan nusantara. Penulis memilih PKM Kewirausahaan dengan judul "MIE KERING SORGUM
("SORGHUM") KAYA PROTEIN, VITAMIN DAN MINERAL SEBAGAI
SALAH SATU SOLUSI PANGAN SEHAT KHAS LAMONGAN YANG BERNILAI EKONOMIS" ini diharapkan dapat menjawab permasalahan
tersebut dan dapat menunjang serta meningkatkan pangan sehat di Indonesia..
1.2.Tujuan Khusus
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas maka tujuan dalam PKM Kewirausahaan ini adalah :
1. Memanfaatkan sorgum untuk dioleh menjadi bahan makanan yang lebih bermanfaat.
2. Mengembangkan pangan sehat yang bernilai gizi tinggi untuk masyarakat. 3. Memberi cara pandang baru bahwa beras bukan merupakan makanan
bergengsi (superior food).
4. Mempopulerkan mie sehat yang kaya protein, vitamin, dan mineral.
1.3.Kegunaan Program
Sedangkan beberapa kegunaan yang diharapkan dapat diperoleh melalui penulisan PKM-K ini adalah sebagai berikut :
1. Menjadikan Mie kering sorgum sebagai trendsetter dalam mengembangkan usaha yang berbasis inovasi bahan baku dan pengembangan mie yang sehat.
2. Meningkatkan potensi sumber bahan baku yang saat ini belum teroptimalkan dengan baik.
3. Bagi masyararakat bisa mengetahui dan mendapatkan mie dengan nilai kandungan yang kaya protein, vitamin dan mineral.
4. Sebagai langkah awal dalam mengenalkan tepung sorgum sebagai produsen mie kering dengan bahan baku sorgum yang kaya protein, vitamin dan mineral.
5. Mengurangi tingkat jajanan yang kurang bergizi dengan mensubstitusi pangan yang lebih bergizi dan sehat.
6. Mengenalkan nama lembaga di masyarakat.
1.4.Luaran yang Diharapkan
Berupa produk dengan memanfaatan sorgum sebagai bahan baku mie kering bisa menjadi acuan untuk usaha lain dalam mengembangkan inovasi dalam penyediaan bahan baku dan mengemas suatu produk makanan dengan selera yang saat ini sedang berkembang di pasaran. Sehingga mie kering sorgum bisa menjadi inovasi dalam pengembangan mie yang memiliki nilai gizi yang tinggi.
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Secara garis besar masyarakat Indonesia sangat senang mengkonsumsi
mie. Hal ini terlihat dari data yang menunjukan peningkatan konsumsi mie tiap tahunnya meningkat sekitar 25% (World Grain, 2003). Faktor inilah yang nantinya akan menjadi gambaran umum untuk merintis kembali rencana usaha dalam pembuatan mie kering sorgum yang kaya protein, vitamin, dan mineral. Sebagai gambaran umum, di Provinsi Jawa Timur ini banyak sekali sektor usaha kecil yang menjual makanan yang berbasis mie dalam bidang bahan makanan cepat saji ini sangat menjanjikan terutama dengan penawaran produk mie yang lebih bernilai gizi dan kaya kaya protein, vitamin serta mineral sehingga membuat para konsumen tertarik terlebih bahan pembuat dari mie kering ini adalah sorgum. Dari kenyataan yang ada di Provinsi Jawa Timur maka peluang untuk menjalankan usaha produksi mie kering sorgum sangatlah besar.
4
penambah inventaris oleh-oleh khas Kabupaten Lamongan yang akan dijual pada konsumen diharapkan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dan lebih tinggi dibandingkan dari hasil penjualan tanaman perkebunan lain. Produksi mie kering sorgum juga dapat dijadikan sebagai usaha alternatif dalam bentuk home industry atau sebuah UKM, yang bermanfaat sebagai penambah penghasilan individu. Sedangkan rencana marketingnya nanti dilakukan kerjasama dengan beberapa toko pusat makanan, pasar tradisional, pasar modern maupun diikutkan dalam event tertentu dan sasaran marketingnya yaitu para kaula muda khususnya area Jawa Timur yang banyak terdapat pecinta mie dan masyarakat umum lainnya. Tentunya pemanfaatan mie kering sorgum menjadi bahan makanan yang sehat olahan tangan ini sekaligus juga dapat dijadikan wadah promosi keanekaragaman produk oleh-oleh khas Kabupaten Lamongan dan juga hasil olahan bahan alam negeri sendiri untuk menambah daya tarik wisata di Indonesia.
Hal yang paling menonjol dalam usaha mie kering sorgum ini adalah adanya Komponen gizi terbesar kedua ialah protein yaitu 10-1 1 %, artinya lebih besar dibandingkan dengan protein beras giling (6-7%), kadar lemak sorgum sekitar 3%, berarti diatas kandungan lemak beras (<1%). Sorgum mengandung berbagai mineral esensial yang nantinya mempunyai kandungan manfaat yang cukup tinggi yang kaya protein, vitamin, dan mineral. Maka, jika usaha ini dikembangkan lebih lanjut tentunya akan memberikan hasil yang jauh lebih menguntungkan.
Realisasi dari usaha ini cukup menjanjikan karena usaha ini mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi dan sangat bermanfaat untuk semua lapisan masyarakat. Dengan desain kemas yang menarik dan akan distribusikan ke toko-toko bahan pangan, pasar tradisional dan pasar modern dengan harga terjangkau supaya masyarakat Indonesia dapat menikmati serta lebih menghargai masakan nusantara. Apabila usaha ini didanai dan peminat dari konsumen pun sangat besar maka akan memberikan sumbangan kepada daerah secara langsung dalam bentuk pajak. Pembuatan mie kering sorgum ini mencakup analisis ekonomi, sebagai berikut:
Analisis Ekonomi
1. BEP (BreakEvenPoint)
Investasi
Kebutuhan Produk Rp 6.250.000 Peralatan Penunjang Rp 3.750.000 Operasional +
kebutuhan administrasi Rp 2.484.580
Rata-rata biaya / bulan
Total investasi Rp. 12.484.580
Total biaya / bulan Rp 1.714.430
Rata-rata pendapatan / bulan
( Rp 9.000,00 x 216 buah x 30 hari ) Keuntungan bersih per bulan
Rp 1.944.000
2. Perkiraan Biaya Mie Kering Sorgum Biaya Variabel (Variable Cost):
Beban bahan baku : Rp 6.250.000,00 Beban perjalanan : Rp 1.235.000,00 Beban pemasaran : Rp 125.000,00
Diasumsikan peralatan pendukung memiliki umur ekonomis selama tiga tahun, dengan menggunakan metode garis lurus dan diperkirakan nilai residu peralatan atau nilai sisanya adalah Rp 0,00.
Maka penyusutan peralatan tiap bulan =
6
4. Perkiraan Penjualan
Tabel 1. Perkiraan Penjualan
Bulan ke I II III IV V Produksi (unit) 50 100 200 350 380 Modal kerja untuk 5 bulan pertama 1080 x @ Rp 8.414,27162 = Rp
9.087.413,35
Penjualan (unit) 50 100 200 350 380
Penjualan selama 5 bulan pertama 1080 x @ Rp9.000,00 = Rp 9.720.000,00 Laba usaha selama 5 bulan pertama Rp 632.586,65 keempat dan 30 bungkus pada bulan ke lima.
3. Persentase laba setiap unit dari kopi apel yang dijual yaitu: = HJ-HB x 100%
HB
= Rp 9.000,00 – Rp 8.414,27162 x 100% Rp 8.414,27162
= 6,96 %
4. Pada produksi bulan berikutnya diperkirakan akan memperoleh keuntungan yang lebih karena sudah memiliki pelanggan (konsumen tetap) dan masyarakat sudah mulai mengenal mie kering serta tidak membutuhkan biaya pembelian peralatan sampai 36 bulan berikutnya.
5. Proyeksi Cash Flow
Tabel 2. Cash Flow Kas Awal 12.484.580,00 8.436.198,15 8.250.964,45 8.292.027,05 8.672.534,10 Nilai Penjualan 450.000,00 900.000,00 1.800.000,00 3.150.000,00 3.420.000,00 Jumlah
Pemasukan 12.934.580,00 9.336.198,15 10.050.964,45 11.442.027,05
Biaya komunikasi
25.000,00 25.000,00 25.000,00 25.000,00 25.000,00
Biaya Pengemasan
10.000,00 20.000,00 40.000,00 70.000,00 76.000,00
Biaya Air 37.500,00 75.000,00 150.000,00 262.500,00 285.000,00 Biaya Promosi 25.000,00 25.000,00 25.000,00 25.000,00 25.000,00
Biaya Perjalanan
84.500,00 84.500,00 84.500,00 84.500,00 84.500,00
Jumlah
Pengeluaran 4.498.381,85 1.085.233,70 1.758.937,40 2.769.492,95
2.971.604,06
SALDO AKHIR BULAN
8.436.198,15 8.250.964,45 8.292.027,05 8.672.534,10
9.120.930,04
BAB 3. METODE PELAKSANAAN 3.1.Pembuatan Produk dan Persiapan Alat
8
Gambar 1. Alur Pembuatan Mie Kering Sorgum
3.2.Publikasi dan Pemasaran
Membuat publikasi produk dalam berbagai bentuk dan media seperti media elektronik dan surat untuk mengenalkan produk mie kering sorgum kepada masyarakat agar tertarik dan ingin mencoba serta dilakukan juga teknik pemasaran berupa promosi produk kepada masyarakat agar lebih membuat penasaran dan mencoba produk yang masih belum terdengar familiar. Membuat promosi di media online dan membuat strategi pemasaran di wilayah Jawa Timur serta mengoptimalkan seluruh jejaring sosial yang ada di internet.
3.3.Penjualan
Setelah melaksanakan tahap pembuatan produk, persiapan alat, dan promosi maka selanjutnya yaitu tahap penjualan. Dalam tahap penjualan, strategi dan promosi menjadi poin penting. seperti lokasi penjualan yang strategis dan promosi produk kepada masyarakat. Lokasi lokasi yang strategis seperti kampus atau sekolah sekolah menjadi salah satu targetan. serta promosi barang seperti memberikan voucher makan gratis setelah membeli lima produk dan melakukan survei pilihan rasa konsumen untuk memperbaiki produk ke arah lebih baik menjadi salah satu alternatif penjualan produk dan waktu penjualan yang tepat pun menjadi salah satu strategi seperti pada lokasi sekolah atau kampus adalah siang hari.
Untuk mewujudkan tujuan yang diharapkan maka dilakukan beberapa langkah kegiatan. Langkah-langkah tersebut diantaranya adalah survey konsumen, pembuatan brand atau logo, promosi, pelaksanaan program dan evaluasi kegiatan. Ada beberapa tahap dalam pelaksanaannya, meliputi :
Campurkan semua bahan,
uleni adonan hingga kalis
Giling dengan ukuran paling
tebal sebanyak 40x
Secara bertahap ditipiskan dan kemudian masukkan
ke gilingan pemotong Mie siap di steam
1. Pembuatan proposal persiapan pelaksanaan PKM Kewirausahaan. Perizinan pada kampus untuk melakukan kegiatan usaha.
2. Sosialisasi program kepada masyarakat.
Memberikan penjelasan dan informasi kepada masayarakat melalui berbagai media promosi dan memberikan pemahaman tentang produk yang kita miliki. 3. Melakukan survei konsumen mengenai produk mie kering yang telah beredar
di pasaran dan membandingkan dengan produk yang kita miliki.
4. Penjualan yang berkala dan terstruktur untuk mengoptimalkan waktu yang ada untuk menarik minat masyarakat dan mencoba produk yang kita miliki.
5. Monitoring pasca pelaksanaan PKM Kewirausahaan dan Pemantauan kinerja dari output kegiatan yang telah dilaksanakan.
6. Penyusunan Laporan
Laporan disusun setelah pelaksanaan seluruh program selesai dilaksanakan.
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1.Anggaran Biaya
Tabel 3. Rancangan Biaya
No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp) 1. Peralatan penunjang (20-30%) 3.750.000,- 2. Bahan habis pakai (40-50%) 6.250.000,- 3. Perjalanan (10%) 1.235.000,- 4. Lain-lain (10%) 1.249.580,-
Total Biaya 12.484.580,-
10
5 Evaluasi
kegiatan 6 Monitoring
7 Pelaporan
DAFTAR PUSTAKA
Ariani, Mewa. 2010. Analisis konsumsi pangan tingkat masyarakat mendukung pencapaian diversifikasi pangan, Gizi Indon 2010, (Online), Vol. 1 hal. 20, (http://www.persagi.org/, diakses tanggal 06 Oktober 2013).
Fitria, Rosalina. _____. Pengembangan Sorgum di Desa Mandalasari Kecamatan Cikancung. (Online),(http://cybex.deptan.go.id/lokalita/pengembangan-sorgum-di-desa-mandalasari-kecamatan-cikancung/, diakses tanggal 07 Oktober 2013.
Munjin, Ahmad. 2010. Pangsa Pasar Indomie terus bergerak.
(Online),(http://m.inilah.com/read/detail/889802/pangsa-pasar-indomie-terus-tergerus/, diakses tanggal 06 Oktober 2013.
Susila, B.A. 2005. Keunggulan mutu gizi dan sifat fungsional
Sorgum (sorghum vulgare), Prosiding Seminar Nasional Teknologi inovatif Pascapanen untuk Pengembangan industri berbasis Pertanian, (Online), Vol. 2 hal. 527, (http://repository.ipb.ac.id/, diakses tanggal 05 Oktober 2013).
_______. 2013. Bahaya Makan Mie Instan Pakai Nasi.
(Online),(http://www.vemale.com/kesehatan/34849-bahaya-makan-mie-instan-pakai-nasi.html/, diakses tanggal 07 Oktober 2013.
_______. 2012. Gandum-sorgum Jatim terhambat akses pasar. (Online),(
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
1. Peralatan Penunjang
No. Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga
Satuan Keterangan
1 Press Roller Mie Mesin pencetak mie 1 buah Rp 2.450.000 Rp 2.450.000 2 Press Plastik Tangan Pengepres Plastik Kemas 1 buah Rp 300.000 Rp 300.000
3 Baskom Tempat pencetak mie dan
adonan mie 5 buah Rp 10.000 Rp 50.000
4 Pisau Potong bumbu-bumbu dan
mie 3 buah Rp 20.000 Rp 60.000 5 Panci Nasi (Steamer) Tempat pengkukus mie 2 buah Rp 30.000 Rp 60.000 6 Tabung Gas 15 Kg Bahan pembakar kompor 1 buah Rp 500.000 Rp 500.000
7 Kompor 2 Tungku +
Selang + Regulator Pemanas Panci nasi 1 buah Rp 260.000 Rp 260.000 8 Plastik Kemas Pengemas mie kering 2 roll Rp 35.000 Rp 70.000 SUB TOTAL (Rp) Rp3.750.000
2. Bahan Habis Pakai
No. Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan Keterangan
1 Tepung Terigu
Untuk hasil 1 produk
menggunakan Tepung Terigu 125g dengan harga Rp 2.800.
1080 buah Rp 2.800/125g Rp 3.024.000
2 Garam
Untuk hasil 1 produk menggunakan Garam 2g dengan harga Rp 103.
1080 buah Rp 103 Rp 111.280
3 Telur
1kg telur mendapat 17 buah dengan harga Rp 17.000, untuk hasil 1 produk menggunakan 1 buah telur
1080 buah Rp 1.000 Rp 1.080.000
4 Air Khi
1 botol air khi (1,5 liter) dengan harga Rp 8.400, untuk hasil 1 produk menggunakan 15 ml dengan harga Rp 84
1080 buah Rp 84 Rp 90.720
5 Sorgum
1kg sorgum Rp 14.500, untuk hasil 1 produk menggunakan 125g dengan harga Rp 1.800
1080 buah Rp 1.800 Rp 1.944.000
12
3. Perjalanan
No. Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga
Satuan Keterangan rapat tim (persiapan, koordinasi, pematangan), perjalanan penjualan produk dan konsultasi (Jatah Ketua Pelaksana) rapat tim (persiapan, koordinasi, pematangan), perjalanan penjualan produk dan konsultasi (Jatah Anggota 1) rapat tim (persiapan, koordinasi, pematangan), perjalanan penjualan produk dan konsultasi (Jatah Anggota 2) rapat tim (persiapan, koordinasi, pematangan), perjalanan penjualan produk dan konsultasi (Jatah Anggota 3) rapat tim (persiapan, koordinasi, pematangan), perjalanan penjualan produk dan konsultasi (Jatah Anggota 4)
38 liter Rp 6.500 Rp 247.000
4. Lain-lain
No. Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga
Satuan Keterangan
1 Biaya Listrik
Biaya Listrik = (t x s ) x P Keterangan:
t = Waktu yang dibutuhkan mesin untuk sekali produksi = 60 menit (1 jam)
s = Harga listrik rata-rata per kWh = Rp. 979
P = Daya alat produksi 4,5 kW. Biaya pemakaian listrik sekali beroperasi atau selama 45 menit,
Biaya Listrik = (1 x 979) x 4,5
= Rp. 4.405
Untuk pemakain 1 bulan (hari efektif = 26hari), maka Biaya Listrik = Rp. 4.405 x 26
= Rp. 114.530/bulan.
5 bulan Rp 114.530 Rp 572.650
2 Biaya Komunikasi
Setiap orang dalam satu tim (5 orang) mendapat jatah Rp. 25.000 selamat kegiatan produksi berlangsung (5 bulan)
5 orang Rp 25.000 Rp 125.000
3 Biaya Air
Biaya Air selama 5 bulan untuk proses produksi = 50 ml x 1080 = 57.240 ml= 57,24 liter.
57,24 liter Rp 750 Rp 42.930
4 Biaya Pengemasan Biaya Pengemasan selama 5
bulan 1080 buah. 1080 buah Rp 200 Rp 216.000
5 Biaya Promosi Selama 1 bulan biaya
promosi Rp 25.000 5 bulan Rp 25.000 Rp 125.000 lainnya, dan foto kopi hasil belanja
6
eksemplar Rp 28.000 Rp 168.000
14
BIAYA TOTAL
No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1 Peralatan penunjang (30%) Rp. 3.750.000,-
2 Bahan habis pakai (50%) Rp. 6.250.000,-
3 Perjalanan (10%) Rp. 1.235.000,-
4 Lain-lain (10%) Rp. 1.249.580,-
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas
Elektro 12 Jam/minggu Sebagai Project Leader, Menyusun proposal,
Elektronika 12 Jam/minggu Mendesain kemasan produk, evaluasi strategi
D3 Tata Boga Tata Boga 12 Jam/minggu Merancang resep dan pengujiannya serta
D3 Tata Boga Tata Boga 12 Jam/minggu Merancang resep dan pengujiannya serta merancang harga tiap produk.
5 Nunut Novitasari/ 110533430609
S1 Pendidikan Teknik Informatika 2011
16
Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Hendak diterapkembangkan
Gambar 2. Logo Mie Kering Sorgum