• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN AKUNTAN DALAM SISTEM PENGENDALIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERANAN AKUNTAN DALAM SISTEM PENGENDALIA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN AKUNTAN DALAM SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

Nama Mhs1, Nama Mhs2, Nama Mhs3, Nama Mhs3 Alamat email mahasiswa masing-masing

Mercu Buana University, Jakarta - Indonesia

Abstract

Introduction - Indonesia sebagai Negara Kepulauan memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia. Potensi wisata budaya yang besar dan merupakan Negara penghubung benua Asia-Australia, Samudra Hindia dan Pasifik, luas 5.193.250 km², 17.504 pulau, 1.331 suku dengan berbagai budaya, namun potensi tersebut belum di eksplorasi dan dikelola dengan baik. Kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla dalam mengekspolari wisata budaya menjadi potensi sumber devisa utama Negara memberikan perhatian khusus pada indeks Daya Saing Pariwisata Global oleh Wold Economic Forum (WEF) peringkat Indonesia di posisi ke-50 (tahun 2015), naik dari sebelumnya posisi ke-70 (Tahun 2013) memberikan motivasi kepada seluruh kota/kabupaten/provinsi di Indonesia memperhatikan potensi wisata yang belum dikelola dengan baik. Salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi adalah wisata kuliner sebagai salah satu ciri khas daerah tertentu.

Purpose –Berdasarkan isu tersebut objektif kajian yang disampaikan yaitu Pertama, Mengenal pasti konsep lingkungan fisik, interaksi dan outcome dalam mempengaruhi sikap konsumen dan pilihan merk UKM Restoran Tradisional. Kedua, Menganalisis faktor-faktor lingkungan fisik, sikap konsumen Muslim, brand/merk, kualitas interaksi, outcome Restoran Tradisional di Tangerang Raya. Ketiga, Merumuskan Kualitas Lingkungan Fisik, Interaksi dan Outcome dalam mempengaruhi Sikap Konsumen dan Pilihan Merek Restoran Tradisional.

Design/methodology/approach – Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif verifikatif dengan menggunakan teknik survey yaitu untuk memperoleh fenomena atau fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan secara faktual. Sedangkan verifikatif yang juga disebut sebagai penelitian explanatory dimaksudkan untuk menguji hubungan antar variable.

Research limitations/implications Penelitian ini bermaksud melakukan analisis Kualitas Lingkungan Fisik, Interaksi dan Outcome dalam mempengaruhi sikap konsumen dan pilihan merek restoran tradisional untuk menambah baik Peningkatan Pendapatan Asli Daerah/PAD di Tangerang Raya, Banten. Untuk itu, peneliti memilih wisata kuliner yang ada pada Tangerang Raya dalam mewakili dari beberapa kota/kabupaten yang ada pada Provinsi Banten

Practical implications – mempelajari keterkaitan variable dan bagaimana pengaruh sikap konsumen terhadap pilihan merek restoran yang berdampak pada sikap konsumen dilihat dari sikap utilitarian dan sikap hedonik terhadap merek restoran merek preferensi dari berbagai kunjungan pelanggan.

Originality/value – Pertama, Penelitian unik karena meneliti sikap utilitarian dan hedonik yang jarang dilakukan pada penelitian terkait dengan restoran dan rumah makan, khususnya di Indonesia. Kedua, Penelitian ini akan menerapkan Model Mehrabian dan Russell yang juga disebut Model Psikologi Lingkungan M-R menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap perilaku manusia yang belum pernah dilakukan di Indonesia, khususnya di sector restoran/rumah makan. Ketiga, Penelitian ini menggunakan sikap pelanggan sebagai pengertian yang lebih luas dibanding konsep kepuasan dimana penggunaan konsep kepuasan sudah begitu luas dan banyak dilakukan sementara penggunaan konsep sikap belum pernah dilakukan. Keempat, Penelitian ini menggunakan two stage sampling yang jarang dilakukan pada penelitian manajemen pemasaran yang utamanya berbasis study kasus dengan lebih banyak pada penggunaan convinience sampling

(2)

INTRODUCTION

Sebagai Penduduk Muslim terbesar didunia. Masyarakat Indonesia sebagaimana (Burnett, 1979), agama memegang tempat penting dalam kehidupan sosial. Setiap agama mengandung sikap yang membentuk anggotanya dalam semua bidang kehidupan sosial. Tidak terkecuali dalam memilih menu makanan yang disajikan, sebab nilai-nilai agama berpotensi memberi penjelasan dalam memprediksi perilaku konsumen, tetapi dipandang sebagai suatu hal yang tabu di bidang pemasaran dan belum diteliti secara mendalam (Torlak, Tiltay, Dougan, & Özkara, 2013). Seterusnya tingkat religiusitas juga mempengaruhi preferensi masyarakat. Pemasar tidak bisa mengabaikan pengaruh agama terhadap perilaku (Shyan Fam, Waller, & Zafer Erdogan, 2004). Sementara, sebagai mayoritas Muslim, Indonesia memiliki prinsip Bhineka Tunggal Ika yang menyatukan berbagai kelompok didalamnya yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Sehingga dalam menentukan potensi budaya yang ingin dijadikan daya tarik wisata yang tangible maupun intangible memerlukan pertimbangan aspek positif dan negatif terhadap alam dan budaya itu sendiri. Pertimbangan utama adalah adanya kemungkinan terciptanya kesempatan lapangan usaha baru dalam pengelolaan produk makanan yang dapat menjadi potensi wisata kuliner. Sebagai salah satu kebutuhan pokok yang utama dalam hidup dan berinteraksi, produk makanan dan minuman merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan sehingga akan memberikan peluang yang sangat besar bagi p ara pelaku bisnis. Hal ini dapat dilihat dengan semakin bertambahnya ragam bisnis kuliner, mulai dari warung di pinggir jalan, kafe hingga restoran besar yang ramai dikunjungi oleh masyarakat.

Fenomena yang terjadi saat ini ialah makanan atau minuman bukan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, akan tetapi makanan atau minuman menjadi sebuah gaya hidup baru di kalangan masyarakat (Dutton, Laitner, & Perri, 2014; Lynch et al., 2014). Perubahan gaya hidup yang membuat masyarakat lebih suka makan di luar rumah tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja namun hampir di seluruh wilayah di Indonesia, walau memang perkembangan yang sangat besar berada di kota-kota besar di Indonesia. Berdasarkan data BPS (2015) bahwa provinsi Banten Selama periode 2011-2015, sektor perekonomian yang menyerap tenaga kerja secara signifikan adalah industri pengolahan serta perdagangan, hotel, dan restoran. Sementara jumlah orang bekerja pertambangan menurun (Tabel 1).

Tabel 1 : Perubahan Jumlah Orang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan

No Lapanga Pekerjaan 2011 2015 (Febr) Perubahan

1 Pertanian 630.122 695.365 65.243

2 Pertambangan 62.909 36.450 -26.459

3 Industri Pengolahan 1.140.427 1.321.854 181.427

4 Listri, Gas, Air 19.050 12.073 -6.977

5 Bangunan 231.911 285.862 53.951

6 Perdagangan, Hotel, Restoran 1.155.449 1.259.096 103.647

7 Angkutan & Telekomunikasi 295.796 294.027 -1.769

8 Keuangan 201.536 283.379 81.843

9 Jasa-jasa 930.535 1.020.017 89.482

Total 4.667.735 5.208.123 540.388

Sumber : Biro Pusat Statistik (2015)

(3)

DISCUSSION

Berdasarkan permasalahan tersebut, berikut kami uraikan teori terkait dengan penelitian. Dalam tinjauan teoritis ini kami mencoba menjelaskan definisi, konsep, dan keterkaitan antar variabel sehingga dapat dibangun model penelitian dan hipotesis yang akan dibuktikan lebih lanjut.

Dst

Akuntan

Jelaskan Definisi menurut teori …..(siapa:2015) dan siapa saja peneliti yang mengkaji mengenai akuntan

Sistem

Jelaskan Definisi menurut teori …..(siapa:2015) dan siapa saja peneliti yang mengkaji mengenai akuntan

Pengendalian

Jelaskan Definisi menurut teori …..(siapa:2015) dan siapa saja peneliti yang mengkaji mengenai akuntan

Manajemen

(4)

PENELITIAN SEBELUMNYA

Penelitian sebelumnya yang dijadikan untuk menyusun konsep-konsep pada penelitian ini sebagai berikut :

Tabel 2 1 : Ringkasanpenelitian terdahulu

Nama Peneliti Hasil Penelitian

(Kisang Ryu, Hye-Rin Lee, 2012; Kotler, 1973)

Menyatakan bahwa lingkungan fisik mendorong pelanggan membeli produk karena lingkungan hasil dari kepuasan atas merek produk atau jasa tertentu, yang berarti pelanggan cenderung lebih memilih merek produk atau jasa tertentu

Baek et al., (2010), Kim, Lee, & Yoo, (2006), Y. Liu & Jang, (2009), Liu, Guo, & Lee, (2011)

Menyatakan bahwa kualitas interaksional berkontribusi terhadap pengalaman makan di luar yang positif sehingga menyebabkan loyalitas kepada pelanggan

(Van Dolen, De Ruyter, & Lemmink, 2004; Wong & Aspinwall, 2004)

Dapat disimpulkan bahwa kualitas interaksional mempengaruhi sikap hedonis terhadap merek restoran secara positif

(Andersson & Mossberg, 2004) Dapat disimpulkan bahwa pelanggan akan memiliki sikap utilitarian setelah mengkonsumsi makanan. Oleh karena itu, sangat wajar untuk berpendapat kualitas hasil dapat meningkatkan sikap utilitarian terhadap merek restoran

Peranan Akuntan Dalam Sistem Pengendalian Manajemen

(5)

CONCLUSION

Makalah ini telah memberikan sumbangan pengamatan mendasar tentang Peran Keterlibatan Kinerja Ekspor di Indonesia dan memberikan perspektif bagi perkembangan dan peningkatan kinerja ekspor. Pengetahuan tentang peran peningkatan kinerja ekspor ini semakin penting bagi SMEs dalam lingkungan global di mana Indonesia sesuai dengan rancangan Bank Indonesia akan meningkatkan kinerja ekspor menjadi 70%. Hal tersebut menjadi pasar potensial yang sangat besar dan sebagai bagian penting dari perekonomian di Indonesia dan tentunya perkembangan SMEs yang mempunyai orientasi kinerja ekspor.

Pada akhirnya, diskusi harus melakukan tindakan yang pada akhirnya akan membantu untuk memberikan pandangan dalam pengelolaan SMEs yang fokus pada peningkatan kinerja SMEs Restoran Tradisional dalam rangkaian memberikan sumbangan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Dengan kata lain, penekanan pada akhirnya Pemerintah harus turut serta mengembangkan SMEs usaha restoran tradisional yang memiliki integritas dan melalui tata kelola sesuai ketentuan yang berlaku. Tata kelola tersebut meliputi beberapa rancangan yaitu: pertama, Kualitas lingkungan fisik yang dirasakan secara positif mempengaruhi sikap utilitarian terhadap merek restoran kedua, Kualitas lingkungan fisik yang dirasakan secara positif mempengaruhi sikap hedonis terhadap merek restoran.. ketiga, Kualitas interaksional yang dirasakan secara positif mempengaruhi sikap utilitarian terhadap merek restoran. Keempat, Kualitas interaksional yang dirasakan secara positif mempengaruhi sikap hedonis terhadap merek restoran. Kelima, Kualitas hasil yang dirasakan secara positif mempengaruhi sikap utilitarian terhadap merek restoran. Keenam, Kualitas hasil yang dirasakan secara positif mempengaruhi sikap hedonis terhadap merek restoran. Ketujuh, Sikap utilitarian terhadap merek restoran secara positif memiliki pengaruh terhadap Preferensi Merek. Kedelapan, Sikap hedonik terhadap merek restoran secara positif memiliki pengaruh terhadap preferensi merek

REFERENCE

Aaker, D. A. (1996). Measuring brand equity across products and markets. California Management Review, 38(3), 102–120.

Andersson, T. D., & Mossberg, L. (2004). The dining experience: do restaurants satisfy customer needs? Food Service Technology, 4(4), 171–177.

Auty, S. (1992). Consumer choice and segmentation in the restaurant industry. Service Industries Journal, 12(3), 324–339.

Babin, B. J., Darden, W. R., & Griffin, M. (1994). Work and/or fun: measuring hedonic and utilitarian shopping value. Journal of Consumer Research, 20(4), 644–656.

Baek, T. H., Kim, J., & Yu, J. H. (2010). The differential roles of brand credibility and brand prestige in consumer brand choice. Psychology & Marketing, 27(7), 662–678.

Baker, J., Grewal, D., & Parasuraman, A. (1994). The influence of store environment on quality inferences and store image. Journal of the Academy of Marketing Science, 22(4), 328–339.

(6)

Business Studies, 2, 54–68.

Bitner, M. J. (1990). Evaluating service encounters: the effects of physical surroundings and employee responses. The Journal of Marketing, 69–82.

Bitner, M. J. (1992). Servicescapes: The impact of physical surroundings on customers and employees. The Journal of Marketing, 57–71.

Bolton, R. N., & Drew, J. H. (1991). A multistage model of customers’ assessments of service quality and value. Journal of Consumer Research, 17(4), 375–384.

Brady, M. K., & Cronin Jr, J. J. (2001). Some new thoughts on conceptualizing perceived service quality: a hierarchical approach. Journal of Marketing, 65(3), 34–49.

Burnett, D. W. (1979). Religion, personality, and clinical assessment. Journal of Religion and Health, 18(4), 308–312.

Carpenter, J. M., & Moore, M. (2009). Utilitarian and hedonic shopping value in the US discount sector. Journal of Retailing and Consumer Services, 16(1), 68–74.

Chen, C. M., Chen, S. H., & Lee, H. T. (2013). Interrelationships between Physical Environment Quality, Personal Interaction Quality, Satisfaction and Behavioural Intentions in Relation to Customer Loyalty: The Case of Kinmen’s Bed and Breakfast Industry. Asia Pacific Journal of Tourism Research, 18(3), 262–287. http://doi.org/10.1080/10941665.2011.647041

Cottet, P., Lichtlé, M.-C., & Plichon, V. (2006). The role of value in services: a study in a retail environment. Journal of Consumer Marketing, 23(4), 219–227.

Dubois, B., & Czellar, S. (2002). Prestige brands or luxury brands? An exploratory inquiry on consumer perceptions.

Dutton, G. R., Laitner, M. H., & Perri, M. G. (2014). Lifestyle Interventions for Cardiovascular Disease Risk Reduction: A Systematic Review of the Effects of Diet Composition, Food Provision, and Treatment Modality on Weight Loss. Current Atherosclerosis Reports, 16(10), 442. http://doi.org/10.1007/s11883-014-0442-0 Gensch, D. H. (1987). A two-stage disaggregate attribute choice model. Marketing Science,

6(3), 223–239.

Grönroos, C. (1984). A service quality model and its marketing implications. European Journal of Marketing, 18(4), 36–44.

Grönroos, C. (1990). Service management and marketing: managing the moments of truth in service competition. Jossey-Bass.

Gustafsson, A., Edvardsson, B., Keiningham, T. L., Perkins-Munn, T., Aksoy, L., & Estrin, D. (2005). Does customer satisfaction lead to profitability? The mediating role of share-of-wallet. Managing Service Quality: An International Journal, 15(2), 172–181. Hellier, P. K., Geursen, G. M., Carr, R. A., & Rickard, J. A. (2003). Customer repurchase

intention: A general structural equation model. European Journal of Marketing, 37(11/12), 1762–1800.

Holbrook, M. B., & Corfman, K. P. (1985). Quality and value in the consumption experience: Phaedrus rides again. Perceived Quality, 31(2), 31–57.

Holbrook, M. B., & Hirschman, E. C. (1982). The experiential aspects of consumption: Consumer fantasies, feelings, and fun. Journal of Consumer Research, 9(2), 132–140. Jain, S. K., & Gupta, G. (2004). Measuring service quality: SERVQUAL vs. SERVPERF

scales. Vikalpa, 29(2), 25–37.

(7)

Research, 30(2), 143–169.

Kim, W. G., & Moon, Y. J. (2009). Customers’ cognitive, emotional, and actionable response to the servicescape: A test of the moderating effect of the restaurant type. International Journal of Hospitality Management, 28(1), 144–156.

Kim, W., & Ok, C. (2010). Customer Orientation of Service Employees and Rapport: Influences On Service-Outcome Variables in Full-Service Restaurants. Journal of

Hospitality & Tourism Research, 34(1), 34–55.

http://doi.org/10.1177/1096348009344234

Kim, W., Ok, C., & Canter, D. D. (2010). Contingency variables for customer share of visits to full-service restaurant. International Journal of Hospitality Management, 29(1), 136–147.

Kisang Ryu, Hye-Rin Lee, W. G. K. (2012). The influence of the quality of the physical environment, food, and service on restaurant image, customer perceived value, customer satisfaction, and behavioral intentions. International Journal of

Contemporary Hospitality Management, 24(2), 200–223.

http://doi.org/http://dx.doi.org/10.1108/09596111211206141

Kivela, J., Inbakaran, R., & Reece, J. (1999). Consumer research in the restaurant environment, Part 1: A conceptual model of dining satisfaction and return patronage. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 11(5), 205–222. Kivela, J., Inbakaran, R., & Reece, J. (2000). Consumer research in the restaurant

environment. Part 3: analysis, findings and conclusions. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 12(1), 13–30.

Kotler, P. (1973). Atmospherics as a marketing tool. Journal of Retailing, 49(4), 48–64. Liang, J., Wan, M., Zhang, Y., Gu, P., Xin, H., Jung, S. Y., … others. (2008). Nanog and

Oct4 associate with unique transcriptional repression complexes in embryonic stem cells. Nature Cell Biology, 10(6), 731–739.

Liu, C. T., Guo, Y. M., & Lee, C. H. (2011). The effects of relationship quality and switching barriers on customer loyalty. International Journal of Information Management, 31(1), 71–79. http://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2010.05.008

Liu, Y., & Jang, S. C. (Shawn). (2009). Perceptions of Chinese restaurants in the U.S.: What affects customer satisfaction and behavioral intentions? International Journal of Hospitality Management, 28(3), 338–348. http://doi.org/10.1016/j.ijhm.2008.10.008 Lucas, A. F. (2003). The determinants and effects of slot servicescape satisfaction in a Las

Vegas hotel casino. UNLV Gaming Research & Review Journal, 7(1), 1.

Lynch, E. B., Liebman, R., Ventrelle, J., Keim, K., Appelhans, B. M., Avery, E. F., … Fogelfeld, L. (2014). Design of the Lifestyle Improvement through Food and Exercise (LIFE) study: A randomized controlled trial of self-management of type 2 diabetes among African American patients from safety net health centers. Contemporary Clinical Trials, 39(2), 246–255. http://doi.org/10.1016/j.cct.2014.09.003

Mehrabian, A., & Russell, J. A. (1974). An approach to environmental psychology. the MIT Press.

(8)

Cornell Hospitality Quarterly, 41(3), 58.

Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: a multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality’’, Journal of Retailing, Vol. 64 No. 1, Spring, pp. 12-40;(1994). Reassessment of Expectations as a Comparison Standard in Measuring Service Quality: Implications for Further Research. Journal of Marketing, 58(1), 111–124.

Pitta, D. A., & Prevel Katsanis, L. (1995). Understanding brand equity for successful brand extension. Journal of Consumer Marketing, 12(4), 51–64.

Raajpoot, N. A. (2002). TANGSERV: A multiple item scale for measuring tangible quality in foodservice industry. Journal of Foodservice Business Research, 5(2), 109–127. Robson, S. K. A. (1999). Turning the tables. Cornell Hospitality Quarterly, 40(3), 56. Rust, R. T., & Oliver, R. W. (1994). The death of advertising. Journal of Advertising, 23(4),

71–77.

Ryu, K., & Jang, S. S. (2007). The effect of environmental perceptions on behavioral intentions through emotions: The case of upscale restaurants. Journal of Hospitality & Tourism Research, 31(1), 56–72.

Shyan Fam, K., Waller, D. S., & Zafer Erdogan, B. (2004). The influence of religion on attitudes towards the advertising of controversial products. European Journal of Marketing, 38(5/6), 537–555.

Steenkamp, J.-B. E. M., Batra, R., & Alden, D. L. (2003). How perceived brand globalness creates brand value. Journal of International Business Studies, 34(1), 53–65.

Strahilevitz, M., & Myers, J. G. (1998). Donations to charity as purchase incentives: How well they work may depend on what you are trying to sell. Journal of Consumer Research, 24(4), 434–446.

Teo, T. S. H. (2001). Demographic and motivation variables associated with Internet usage activities. Internet Research, 11(2), 125–137.

Torlak, Ö., Tiltay, M. A., Dougan, V., & Özkara, B. Y. (2013). The Effect of Brand Image and Religious Orientation on the Attitudes towards Religious Brand Names: A Study on Youth Consumers1. {\.I}{\c{s}}letme Ara{\c{s}}t{\i}rmalar{\i} Dergisi Journal of Business-Research-T{ü}rk, 5(3), 37–46.

Van Dolen, W., De Ruyter, K., & Lemmink, J. (2004). An empirical assessment of the influence of customer emotions and contact employee performance on encounter and relationship satisfaction. Journal of Business Research, 57(4), 437–444.

Voss, K. E., Spangenberg, E. R., & Grohmann, B. (2003). Measuring the hedonic and utilitarian dimensions of consumer attitude. Journal of Marketing Research, 40(3), 310–320.

Wakefield, K. L., & Blodgett, J. G. (1994). The importance of servicescapes in leisure service settings. Journal of Services Marketing, 8(3), 66–76.

Wakefield, K. L., & Blodgett, J. G. (1996). The effect of the servicescape on customers’ behavioral intentions in leisure service settings. Journal of Services Marketing, 10(6), 45–61.

Wang, E. S. T. (2013). The influence of visual packaging design on perceived food product quality , value , and brand preference. International Journal of Retail & Distribution Management, 41(10), 805–816. http://doi.org/10.1108/IJRDM-12-2012-0113

(9)

---Laman web :

http://indonesia.go.id/in/kementerian/kementerian/10186-SMES-orientasi-ekspor-dipacu . Diakses pada 15 Desember 2016

Gambar

Tabel 1 : Perubahan Jumlah Orang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan
Tabel 2 1 : Ringkasan penelitian terdahulu

Referensi

Dokumen terkait

Pada variabel loyalitas konsumen, indikator yang digunakan untuk melihat sikap loyal responden terhadap merek coca-cola di Restoran Sop Saudara, yang meliputi kualitas

Meliputi tugas bersifat fisik dan mental. Tugas yang bersifat fisik seperti stasiun kerja, tata ruang tempat kerja, kondisi lingkungan kerja, sikap kerja, cara angkut, beban

Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara sikap terhadap merek handphone dengan minat membeli.. Rancangan dari penelitian ini yaitu menggunakan

Rancangan arsitektur sistem informasi yang utuh tidak saja sebatas pada komponen hardware, software, brainware, dan infoware semata, namun masalah tata kelola atau

Ha5 : Sikap, norma subyektif dan kontrol perilaku yang dirasakan akan berpengaruh terhadap minat mahasiswa yang selanjutnya dapat mempengaruhi perilakunya untuk berkarir

Sikap kerja guru dalam bertanggung jawab terhadap pekerjaannya juga dirasakan kurang yang dapat dinilai dari sikap terhadap kegiatan pembelajaran masih rendah

2). Tahap penyusunan rancangan model meliputi tata ruang, tata komoditas, ketersediaan tenaga kerja dan kondisi ekonomi petani. Penyusunan dilaksanakan berdasarkan kon- disi

Berdasarkan hasil analisis penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa citra merek dari sebuah perusahaan dan kualitas produknya, dapat mempengaruhi secara positif dan signifikan kepada