• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI CHINA UNTUK PENGUATAN DAN PROTE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STRATEGI CHINA UNTUK PENGUATAN DAN PROTE"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI CHINA UNTUK PENGUATAN DAN PROTEKSI PORTOFOLIO PATEN MELALUI KEBIJAKAN NATIONAL PATENT DEVELOPMENT

STRATEGY TAHUN 2011-2013

DIZA GAMBINO

Abstrak

Penelitian ini untuk mencari tahu bagaimana peran kebijakan National Patent Development Strategy China terhadap penguatan & proteksi portofolio paten di China tahun 2011-2013 mengingat China merupakan negara berkembang dan negara pelanggar hak paten terbesar di dunia dengan penciptaan fake product tetapi malah mengeluarkan kebijakan National Patent Development Strategy yang melindungi hak paten di China. Dalam tahun 2011-2013 atau dua tahun berjalan, kebijakan ini telah membuat kantor paten China, State Intellectual Property Office (SIPO) menjadi kantor paten paling aktif di dunia yang menerima aplikasi paten dan pada tahun 2012, untuk pertama kalinya, China menjadi negara penyumbang jumlah aplikasi paten terbesar di seluruh dunia untuk empat jenis hak kekayaan intelektual yang terdiri dari paten, model utilitas, merek dagang dan desain industri. SIPO China juga menjadi penerima terbesar dari pengajuan untuk keempat jenis hak kekayaan intelektual pada tahun 2012.

(2)

PENDAHULUAN

Abad ke-21 semakin menunjukkan dan membuktikan eksistensi China dimana China menjadi negara terdepan dalam segala bidang mulai dari perdagangan, investasi, isu nuklir hingga lingkungan, perubahan iklim serta teknologi informasi. China saat ini memiliki pengaruh besar bagi negara-negara di dunia. Tujuan jangka panjang China adalah melakukan transformasi sebagai sumber kekuatan dunia utama (major world power) dalam bidang apapun.

Ekonomi misalnya, China berambisi menjadi negara dengan pendapatan gross domestic product nomor satu di dunia. Pada tahun 2011 saja, China menempati ranking kedua dengan perolehan gross domestic product terbesar di dunia setelah Amerika Serikat berjumlah US$ 7,318 triliun (World Bank, 2012). Perdagangan China pun meroket dengan menjadi importir terbesar dibeberapa negara di dunia dan China semakin agresif melakukan pendekatan free trade dengan negara-negara tetangga atau regional lainnya di dunia. Dampaknya pun tidak main-main, barang dengan label made in China pun tersebar dengan luas dan dipakai oleh masyarakat internasional.

(3)

Jepang dan Korea Selatan.

Selain menjadi negara target pasar, China juga menjadi tujuan investasi bagi MNC, khususnya yang berorientasi tenaga kerja dengan membangun pabrik perakitan di China (China Daily, 2007). Dengan banyaknya penduduk, China menyediakan tenaga kerja dalam jumlah banyak dengan harga murah. Hal ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi MNC dari negara maju untuk membuka pabrik operasionalnya dengan menekan dana anggaran. Selain anggaran produksi, MNC juga dapat menekan anggaran distribusi dari pabrik ke pasar domestik China karena MNC tersebut membuka pabriknya di pusat pasar dari MNC itu sendiri.

Dengan banyaknya MNC yang membuka pabrik operasionalnya di China, terjadilah transfer teknologi dari MNC yang berasal dari negara maju ke China (Zhao & Zhang, 2008:2). Melalui kegiatan operasional pekerja, transfer teknologi bisa terjadi secara langsung, seperti bagaimana membuat suatu produk beserta alat-alatnya. Pada akhirnya, transfer teknologi ini menjadi modal utama bagi pelaku industri di China untuk membuat produk tandingan para MNC yang berasal dari negara maju.

(4)

barang-barang asli yang dibuat oleh para MNC terkenal di dunia, membuat produk-produk buatan China mendapatkan tempat pada konsumen internasional. Untuk membedakan produknya, China memberikan nama yang memiliki karakter dengan budayanya dan sisi dalam produk buatan China juga dibuat dengan kualitas standar yang berbeda dari produk aslinya.

Selain membuat fake product untuk masyarakat domestik, China juga membuat fake product untuk diekspor ke negara-negara lainnya. Fake product dari China dilaporkan membanjiri pasar di beberapa negara baik negara berkembang maupun negara maju. Di Amerika Serikat saja, 80% barang impor yang berasal dari China dalam lima tahun terakhir adalah fake product dalam berbagai bentuk, baik elektronik maupun barang fesyen sehingga membuat US Homeland Security menjalankan operasi bawah tanah untuk mencegah masuknya fake product di pasar-pasar Amerika Serikat. (The Economic Times, 2011)

Dengan banyaknya fake product yang diciptakan oleh China, tentunya China dianggap sebagai negara dengan pelanggaran hak paten tertinggi di dunia. Terlepas dari status pelanggar hak paten, China menganggap industrinya berkembang pesat dengan pembuatan fake product sehingga industri fake product di China terkenal dikalangan masyarakat internasional yang ingin membeli produk asli tetapi tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membelinya dan perlu mengatur portofolio paten yang berjumlah ribuan dari produk-produk yang diciptakan oleh pelaku industri domestik China.

(5)

pendaftaran hak paten dan meluluskan 581,000 paten. Lebih dari 340,000 aplikasi pendaftaran hak paten merupakan paten untuk penemuan terbaru dan 640,000 aplikasi pendaftaran merupakan paten untuk desain produk (Kappos, 2012:1). Dengan banyaknya aplikasi pendaftaran hak paten yang diterima dan diluluskan, SIPO menjadi salah satu pemain yang sangat berpengaruh dalam penciptaan paten-paten di dunia. Untuk itu China menyadari perlu adanya reformasi perbaikan dari berbagai lini, khususnya kebijakan mengenai pengaturan dan pembuatan sistem portofolio paten di China.

China menganggap sistem paten dipandang penting sebagai bagian dari sistem hak kekayaan intelektual dimana sistem paten akan memiliki tujuan untuk mendorong serta melindungi inovasi yang diciptakan oleh industri. Pembangunan yang cepat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, ekonomi, serta proses globalisasi pada abad ke-21, paten teknologi menjadi sumber daya strategis serta sumber power yang menjadi inti dari competitiveness sebuah negara dan sistem paten telah menjadi instrumen penting untuk distribusi industri internasional yang masuk ke China (Kappos, 2012:2) sehingga pada tahun 2008, Pemerintah China mengeluarkan kebijakan mengenai hak kekayaan intelektual atau National Intellectual Property Rights Strategy adalah kebijakan strategi nasional China dalam mengorganisir kekayaan intelektual di China yang harus tercapai pada tahun 2020.

(6)

competitiveness industri di China dengan membuat sistem paten dan sumber daya paten. Strategi paten ini untuk mengakui sistem paten yang memainkan peran untuk membantu China dalam membangun, meningkatkan kapasitas hak paten, pemanfaatan hak paten dan pengaturan hak paten untuk pembangunan ekonomi China lebih lanjut.

National Patent Development Strategy dipandu oleh beberapa aturan dasar dan mempunyai dua aturan dasar yang paling penting. Pertama, fungsi organisasi dan koordinasi Pemerintah China dengan industri dan legal system akan digunakan untuk mengimplementasikan strategi, sedangkan mekanisme pasar akan digunakan untuk mempromosikan dan pemanfaatan National Patent Development Strategy. Aturan tersebut untuk memastikan Pemerintah Pusat China akan menjaga kepentingan dalam mendorong pembangunan hak paten dibidang teknologi dan pemanfaatannya. Aturan dasar yang kedua adalah rencana sistem paten negara yang harus menekankan inovasi dan proteksi hak pemegang paten dan di waktu yang sama, melindungi kepentingan umum dengan mencegah pengrusakan hak paten (Kappos, 2012:1).

(7)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu bagaimana peran kebijakan National Patent Development Strategy China terhadap penguatan & proteksi portofolio paten di China tahun 2011-2013 mengingat China merupakan negara berkembang dan negara pelanggar hak paten terbesar di dunia dengan penciptaan fake product tetapi malah mengeluarkan kebijakan National Patent Development Strategy yang melindungi hak paten di China.

Selain itu, penelitian ini juga untuk mencari tahu apakah ada hubungan pengaplikasian portofolio paten dengan peningkatan inovasi melalui kebijakan National Patent Development Strategy. Penelitian ini juga untuk mencari tahu apa sebenarnya motivasi Pemerintah China dalam mengeluarkan kebijakan National Patent Development Strategy.

PERLINDUNGAN HAK PATEN

Hak paten merupakan unsur yang paling penting bagi penemuan baru yang dihasilkan dan diciptakan baik perorangan, kelompok, maupun perusahaan. Hak paten sendiri merupakan hak yang diberikan oleh pemerintah negara kepada inventor yang menemukan suatu penemuan yang benar-benar baru dan bersifat eksklusif hanya untuk inventor. Untuk mendapatkan hak paten, inventor yang menciptakan penemuan terbaru harus memenuhi beberapa syarat substantif, yaitu pemenuan harus bersifat kebaruan, penemuan harus bisa diaplikasikasikan dalam industri-industri, dan memenuhi syarat inventif formal yang berlaku disuatu negara.

(8)

Paten menurut WIPO adalah dokumen yang disetujui oleh negara melalui aplikasi yang menjelaskan suatu penemuan terbaru dan menciptakan situasi hukum dimana penemuan yang dipatenkan bisa diekploitasi orang lain dengan izin pemilik paten dan akan dipublikasikan kepada masyarakat luas untuk menambah pengetahuan masyarakat (WIPO, 2000:13). WIPO juga mengidentifikasi invensi sebagai solusi spesifik dalam lingkup teknologi dan invensio berkaitan dengan produk atau proses dimana proteksi diberikan dengan jangka waktu tertentu (WIPO, 2000:14).

Terdapat tiga tipe hak paten secara umum, yaitu:

1. Utility patent merupakan paten yang melindungi aspek produksi dan proses untuk membuat suatu produk dan diberikan kepada inventor yang menemukan penemuan terbaru baik dalam Bentuk metode, proses, mesin, manufaktur dan unsur kimia. (Dunn, 2007:5)

2. Design patent merupakan hak paten yang diberikan kepada penemu dengan lingkup yang lebih sempit, yaitu lingkup desain sehingga hak paten ini lebih melindungi desain produksi terbaru yang diciptakan oleh inventor. (Dunn, 2007:5)

3. Plants patent merupakan hak paten dibidang flora science yang menemukan varietas tamanan terbaru dengan proses biologi seperti stek, cangkok dan lain-lain. (Dunn, 2007:5)

(9)

memajukan pembangunan ekonomi dan teknologi, merangsang industri domestik untuk lebih maju, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menyumbang pembangunan teknologi dan ekonomi melalui cross licensing antar negara, membantu penyebaran informasi teknologi, dan memberikan aliran teknologi dari negara lain dan insentif bagi penanaman modal.

Selain dalam lingkup teknologi, pemberian hak paten juga sangat penting bagi penerima paten untuk memonopoli dan melarang siapapun untuk memakai atau membuat sesuatu apa yang telah dipatenkan olehnya. Penemu paten memiliki alasan untuk mendapatkan hak paten (Haster, 2004:18-19), yaitu:

 Paten dapat menghentikan kompetitor lain untuk menggunakan penemuan yang

telah diciptakan sebelumnya.

 Paten dapat dijual melalui cross licensing atau dilisensikan.

 Paten dapat memberikan pemasukan tambahan dari royalti.

 Hak paten dapat melakukan perlawanan klaim pelanggaran paten di pengadilan.

 Paten akan menjadi aset penting bagi industri saat indutri tersebut berhasil

mengkomersialisasikan penemuannya.

 Paten dapat meningkatkan prestise sebuah industri negara.

(10)

pengaju aplikasi akan mendapatkan multiple paten (hingga 36 paten, masing-masing untuk setiap negara di Eropa), bukannya satu paten yang berlaku di seluruh wilayah Eropa.

Terdapat juga teori perlindungan paten economic growth stimulus theory, yang menjelaskan bahwa perlindungan atas hak paten merupakan suatu alat dari pembangunan ekonomi, dan yang dimaksud dengan pembangunan ekonomi adalah keseluruhan tujuan dibangunnya suatu sistem perlindungan atas hak paten yang efektif (Sherwood, 1995:65).

Sistem paten yang baik dan terarah akan mendorong industri dan individu untuk melakukan inovasi baru, mendaftarkannya di kantor paten dan mendapatkan hak eksklusif untuk jaminan perlindungan hak paten. Jika salah satu industri atau individu di sebuah negara telah memiliki hak paten yang dalam teori ini merupakan stimulus pertumbuhan ekonomi, membuat inovasi terbaru dan hak paten tersebut digunakan oleh industri lain di luar negeri, akan terjadi cross licencing dengan perjanjian yang melibatkan finansial sehingga secara tidak langsung industri yang telah memiliki hak paten sebelumnya akan mendapatkan tambahan pemasukan diluar produksi. Jika sebuah perusahaan suatu negara melakukan banyak perjanjian cross licencing dengan perusahaan asing, bukan tidak mungkin akan menaikkan ekonomi sebuah negara.

PEMBAHASAN

(11)

menguasai dan memanfaatkan sistem paten dan sumber daya paten serta membuat sistem paten yang memberikan dukungan kuat untuk membuat China sebagai sebuah negara yang inovatif dalam berbagai pembangunan, salah satunya adalah pembangunan ekonomi. Melalui economic growth stimulus theory, China membuat sistem paten yang secara efektif dapat mendukung upaya untuk membuat China menjadi negara yang inovatif dan peran sistem paten dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial di China akan menjadi sangat jelas.

Sadar akan kondisi tersebut, China mengimplementasikan National Patent Development Strategy yang mengambil peran fundamental dalam mendorong dan melindungi inovasi industri dalam negeri China. National Patent Development

Strategy merupakan rencana jangka panjang untuk meningkatkan level competitiveness China dengan membuat sistem paten yang modern (Murphy & Orcutt, 2013:118). Untuk mengimplementasikan National Patent Development Strategy dengan baik dibutuhkan pandangan pengetahuan dalam pembangunan untuk berhadapan dengan kompetisi internasional dan mempercepat transformasi pembangunan ekonomi yang bisa memberikan dukungan kuat untuk menjadikan China sebagai negara yang inovatif.

(12)

hukum, keadaan pasar, dan lingkungan budaya untuk pembangunan sistem paten yang bertujuan untuk menaikkan level penciptaan, penggunaan, dan perlindungan paten serta secara aktif melayani entitas pasar dan membuat sistem paten yang menyokong pembangunan ekonomi dan sosial.

Dalam mengimplementasikan kebijakan National Patent Development Strategy, China berpedoman dengan berbagai prinsip dasar demi tercapainya tujuan jangka panjang dari kebijakan tersebut (Murphy & Orcutt, 2013:120). Menggalakkan National Patent Development Strategy tidak hanya sesuai dengan kebutuhan praktis ekonomi China dan pembangungan teknologi serta menggabungkan sistem paten dengan ekonomi dan pembangunan sosial China, tapi juga respon dari tren pembangunan internasional dari sistem paten yang menciptakan lingkungan internasional yang menguntungkan untuk pembangunan China.

(13)

Implementasi kebijakan National Patent Development Strategy juga mengkombinasikan proteksi yang sesuai dengan hukum, namun juga melindungi kepentingan publik. Jadi tidak hanya peran dari sistem paten yang melindungi inovasi, tetapi juga secara baik memegang peranan penting dalam hubungan antara perlindungan hak paten dan perlindungan kepentingan publik untuk mencegah penyalahgunaan hak paten. Selain itu, implementasi National Patent Development Strategy mengkombinasikan pendorong yang komprehensif dengan implementasi yang disusun sesuai dengan golongannya (Murphy & Orcutt, 2013:117). Sehingga tidak hanya membuat perencanaan keseluruhan dari sistem paten di China tetapi juga mempraktekkan panduan yang berpedoman sesuai dengan regional dan industrinya.

(14)

Tabel 1: Pengajuan Dan Pengkabulan Aplikasi Paten di China oleh SIPO Tahun 2011-2012

Sumber: Five IP Offices

(15)

217.105 adalah untuk jenis paten penemuan yang meningkat dari 26 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 571.175 untuk paten utilitas, 466.858 untuk paten desain yang memberikan peningkatan masing-masing sebesar 40 persen dan 23 persen (Five IP Offices, 2012:18).

Gambar 2: Grafik Jumlah Hak Paten Yang Diterima Secara Domestik Tahun 2007-2011

Sumber: Five IP Offices

(16)

bertambah menjadi 172.113 atau jumlah hak paten naik 37.003. Pertumbuhan jumlah aplikasi hak paten yang diberikan di domestik China pada tahun 2010-2011 meningkat cukup pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya dan bagi negara-negara. Namun setidaknya jumlah aplikasi hak paten yang diberikan di SIPO China telah melampaui jumlah aplikasi paten di United States Patent And Trademark Office (USPTO) yang merupakan kantor paten Amerika Serikat dan Korea Intellectual Property Office (KIPO) atau kantor paten Korea Selatan walaupun jumlahnya sangat tipis.

Gambar 3: Grafik Pengajuan Paten Global Tahun 2007-2011

Gambar V.1: Grafik Pengajuan Paten Global Tahun 2007-2011

(17)

Grafik diatas merupakan jumlah pengajuan paten berdasarkan asal penemu, terlihat bahwa pengajuan paten oleh China meningkat cukup tinggi dari tahun 2010 yang merupakan tahun pertama pelaksanaan kebijakan National Patent Development Strategy dengan jumlah pengajuan paten sebesar 312.507 dan tahun 2011 pengajuan paten bertambah menjadi 439.293 atau jumlah pengajuan paten naik 126.786 dimana kenaikan setinngi itu belum pernah didapatkan pada tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan pengajuan paten oleh penemu-penemu berkebangsaan China pada tahun 2010-2011 meningkat sangat pesat dibanding negara-negara lainnya yang mengalami peningkatan hanya puluhan ribu pengajuan paten saja dari penemu-penemu yang berasal dari negara-negara di Eropa (EPC), Jepang, Korea Selatan atau bahkan negara

(18)

Gambar 4: Grafik Jumlah Hak Paten Yang Diterima Secara Global Tahun 2007-2011

Sumber: Five IP Offices

(19)

sebelumnya dan bagi negara-negara. Namun setidaknya jumlah aplikasi hak paten yang diberikan di SIPO China telah melampaui jumlah aplikasi paten di United States Patent And Trademark Office (USPTO) yang merupakan kantor paten Amerika Serikat dan Korea Intellectual Property Office (KIPO) atau kantor paten Korea Selatan walaupun jumlahnya sangat tipis. Jumlah aplikasi hak paten dari SIPO China oleh PCT terlihat sama dengan data gambar 5.5. Hal ini berarti hak paten yang diberikan oleh SIPO China untuk kepentingan domestik juga sesuai standar hak paten internasional yang ditetapkan oleh PCT sehingga hak paten China diterima seluruhnya oleh PCT.

Gambar 5: Grafik Ekuivalen Aplikasi Hak Paten Tahun 2012

Sumber: WIPO

(20)

paten terbanyak dengan ekuivalen penduduk domestik dan penduduk yang tinggal di luar negeri. China kembali menjadi negara dengan ekuivalen aplikasi hak paten terbanyak karena banyaknya penduduk China yang mengajukan aplikasi di beberapa negara di dunia. Hal ini berbanding terbalik dengan beberapa negara-negara di Eropa dan Australia yang mencatatkan ekuivalen aplikasi hak paten baik penduduk di domestik dan penduduk di luar negara yang mencapai angka persentase minus.

Gambar 6: Grafik Ekuivalen Aplikasi Hak Paten Yang Diberikan Tahun 2012

Sumber: WIPO

(21)

dan kesadaran akan pentingnya pengaplikasian hak paten menjadi faktor yang paling utama dalam mempengaruhi pertumbuhan diterimanya hak paten secara keseluruhan.

Pengajuan hak paten yang tumbuh sebesar 9.2% pada tahun 2012 merupakan pertumbuhan tercepat dalam 18 tahun terakhir. Demikian pula dengan jumlah paten desain industri yang tumbuh sebesar 17% (WIPO, 2013:138) yang juga mencatatkan pertumbuhan rekor tertinggi. Jumlah aplikasi merek dagang melihat juga pertumbuhan 6% pada tahun 2012 (WIPO, 2013:105). Angka-angka tersebut menunjukkan pertumbuhan global dalam hal pengajuan hak paten oleh negara-negara di berbagai belahan dunia. Hal ini bertujuan untuk melanjutkan pertumbuhan cepat di China sebagai negara pendorong utama pertumbuhan global. Dari lima kantor paten di seluruh dunia, SIPO China adalah satu-satunya kantor hak paten yang mendapatkan rekor pertumbuhan tertinggi untuk masing-masing dari tiga jenis hak paten.

(22)

hak kekayaan intelektual mengalami pergeseran dalam pengajuan hak kekayaan intelektual dari negara berpenghasilan tinggi ke negara-negara berpendapatan menengah.

Aplikasi paten utilitas di seluruh dunia tumbuh sebesar dobel digit untuk setiap tahun antara tahun 2008 dan 2012. Pertumbuhan sebesar 23.4% pada tahun 2012 lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 34.7%. Pertumbuhan yang kuat dalam aplikasi paten utilitas di seluruh dunia ini disebabkan oleh pertumbuhan dalam pengajuan paten utilitas di SIPO China. Jika data paten utilitas SIPO China tidak masuk hitungan, tingkat pertumbuhan aplikasi paten utilitas di seluruh dunia hanya akan tumbuh sekitar 2.2% pada tahun 2012 (WIPO, 2013:94). SIPO China mengalami peningkatan sebesar 26.4% pada aplikasi paten utilitas pada tahun 2012. Selain SIPO, beberapa kantor hak kekayaan intelektual lainnya juga menunjukkan penguatan pertumbuhan paten utilitas seperti Turki yang mengalami pertumbuhan paten utilitas sebesar 15.5%, Ceko sebesar 13.2%, Italia sebesar 11.7% dan Thailand sebesar 10.7% (WIPO, 2013:94).

(23)

peningkatan 16.2% pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar 5,5 juta. Mengikuti China, kantor hak kekayaan intelektual Jepang memiliki 1.78 juta merek dagang dan Amerika Serikat dengan 1.8 juta merek dagang (WIPO, 2013:100).

China juga menjadi negara dengan pengaplikasian jumlah hak paten desain industri sebesar 650.000 pada tahun 2012. Besarnya jumlah hak paten desain industry China diikuti oleh Jerman sebesar 76.369 hak paten, Korea Selatan sebesar 68.737 dan Amerika Serikat sebesar 45.245 (WIPO, 2013:138). China mengajukan aplikasi paten desain indurti 99% melalui SIPO. Pada tahun 2012, diperkirakan 2.710.000 desain industri telah terdaftar di 86 kantor kekayaan intelektual yang berlaku di seluruh dunia. SIPO memiliki lebih dari 1.1 juta pendaftaran paten desain industri yang berlaku menyumbang persentase sebesar 418% dari total hak paten desain industry di dunia diikuti oleh USPTO, KIPO dan JPO dengan masing-masing memiliki sekitar 250.000 sampai 270.000 paten desain industri (WIPO, 2013:141).

KESIMPULAN

(24)

Development Strategy daripada tahun-tahun sebelumnya dan menjadikan China sebagai negara yang paling aktif dalam hal pengajuan aplikasi hak paten daripada negara-negara lainnya seperti Jepang atau bahkan Amerika Serikat. Bahkan pada tahun 2012, China menjadi negara penyumbang terbesar dalam jumlah aplikasi paten di seluruh dunia untuk empat jenis hak kekayaan intelektual yang terdiri dari paten, model utilitas, merek dagang dan desain industri.

Begitu pula dengan paten yang diberikan baik melalui SIPO maupun kantor-kantor paten lainnya diseluruh dunia, baik yang diaplikasikan secara domestik maupun melalui kantor-kantor paten di negara lain. Aplikasi paten dari China banyak yang lolos atau diberikan oleh kantor paten domestik SIPO maupun kantor-kantor paten lainnya yang tersebar di negara lain baik dalam bentuk aplikasi secara perorangan maupun berkelompok atau institusi. Peran National Patent Development Strategy menjadikan SIPO China sebagai kantor penerima terbesar dari pengajuan untuk keempat jenis hak kekayaan intelektual. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat atau penemu-penemu China bisa menciptakan inovasi baru yang berkualitas sehingga mengangkat level competitiveness paten China terhadap negara-negara yang juga aktif mendapatkan hak paten setelah kebijakan National Patent Development Strategy mulai dijalankan.

(25)

serta memperjuangkan hak-hak mereka melalui pengadilan China dan pengadilan China juga telah memutuskan secara adil dalam menghadapi kasus-kasus pelanggaran hak paten. Pengadilan China telah mengadili kasus-kasus yang melibatkan semua aspek hukum kekayaan intelektual, meliputi hal-hal perdata, administratif dan pidana. Jumlah kasus kekayaan intelektual telah meningkat secara substansial pasca berjalannya kebijakan National Patent Development Strategy pada tahun 2011 yang juga berlanjut pada tahun 2012.

DAFTAR PUSTAKA

Arnold, Nathanael. (2013). Apple Hit With Patent-Infrigement Lawsuit Over iPod Nano. [Online]. http://wallstcheatsheet.com/stocks/apple-hit-with-patent infringement-lawsuit-over-ipod-nano.html/?a=viewall. Diakses pada

tanggal 26 Januari 2013.

Bainbridge, David I. 2002. Intellectual Property, Fifth Edition. England: Pearson Education Limited.

Baldwin, David A. (1989). Paradoxes Of Power. New York: Blackwell

BBC. (2006). At The Core of The Apple Dispute. [Online].

http://news.bbc.co.uk/1/hi/entertainment/4750533.stm. Diakses pada 11

Februari 2014.

(26)

China Daily. (2012). China Still Major Investment Destination For MNC. [Online] http://www.chinadaily.com.cn/90778/7853979.html. Diakses pada tanggal 23

Januari 2013.

China IPR. (2013). Supreme People’s Court Annual Report Shows Continued Meteoric Growth in Litigation And Increasing Professionalism of The Court. http://chinaipr.com/2013/04/25/supreme-peoples-court-annual report-shows-continued-meteoric-growth-in-litigation-and-increasing

professionalism-of-the-court/. Diakses pada tanggal 25 Februari 2014.

China.Org. (2012). China’s Intellectual Property Development in 2011. [Online] http://www.china.org.cn/china/2012-04/24/content_25225759.htm. Diakses

pada 18 November 2013.

China Patent Agent. (2012). Intellectual Property Protection by Chinese Courts in 2012. http://www.cpahkltd.com/EN/info.aspx?n=20130427105951810216. Diakses pada tanggal 25 Februari 2014.

Dunn, Daniel J. (2007). Transferring Intellectual Property on Practicing Law Institute: Tax Law & Estate Planning Course Handbook. Denver: Hogan Lovells.

Five IP Offices. (2012). IP5 Statistics Report. Munich: European Patent Office

(27)

Kappos, David J. (2011). When Innovation, Too, Is Made in China. [Online]. http://www.nytimes.com/2011/01/02/business/02unboxed.html?_r=0.

Diakses pada tanggal 25 Januari 2013.

Lim, Esther H. Lewis, Stacy D. (2006). Building A Patent War Chest For China: An Optional Luxury Or A Requisite Armor?. New York: Howard University Press.

McGregor, James. 2011. China’s Drive for Indigenous Innovation: A Web of Industrial Policies. Washington DC: Global Intellectual Property Center SIPO. (2011). SIPO Annual Report 2011. China: SIPO

Murphy, William J. Orcutt, John L. (2013). Using Evaluation-Based Decision Making To Increase The Efficiency of China’s Patent Subsidy Strategies.

New Hampshire: University of New Hampshire Press

Risse, Thomas. (2002). Transnational Actors And World Politics. London: Sage

SIPO. (2014). The Promotion Plan For The Implementation of The National Intellectual Property Strategy in 2014.

http://english.sipo.gov.cn/laws/developing/201405/t20140505_944778.h ml.

Diakses pada tanggal 25 Februari 2014.

(28)

Sweetman, Bill. (2012). China’s New Stealth Fighter. [Online].

http://aviationweek.com/blog/chinas-new-stealth-fighter-not-repeat

december2010. Diakses pada tanggal 23 Januari 2013.

The Economic Times. (2011). 80% Fake Products Seized In US Comes From China. [Online]. http://economictimes.com/80-fake-products-seized-in-us comes-from-china/articleshow/7283304.cms. Diakses pada tanggal 23

Januari 2013.

WIPO. 2000. World Intellectual Property Organization, Intellectual Property Reading Material. Geneva: WIPO Publication.

WIPO. (2013). World Intellectual Property Indicators. Geneva: WIPO

World Bank. (2012). GDP Report. [Online]

http://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.MKTP.CD?order=wbapi_d

a_value_2011+wbapi_data_value&sort=desc. Diakses pada tanggal 23

Januari 2013.

Wright, Quincy. (1955). The Study Of International Relations. New York: Century Crofts.

Gambar

Tabel 1: Pengajuan Dan Pengkabulan Aplikasi Paten di China oleh SIPO Tahun
Gambar 2: Grafik Jumlah Hak Paten Yang Diterima Secara Domestik Tahun
Gambar V.1: Grafik Pengajuan Paten Global Tahun 2007-2011
Gambar 4: Grafik Jumlah Hak Paten Yang Diterima Secara Global Tahun
+3

Referensi

Dokumen terkait