Sinopsis Karya Sastrawan Indonesia
1. Sinopsis Sitti Nurbaya – Marah Rusli Ringkasan Umum:
Novel ini bercerita tenang kisah asmara dua insan yang dianggap sedikit bebas, karena telah terang-terangan memadu kasih. Disebabkan oleh masalah adat, dua sejoli ini dipisahkan. Ketika dipisahkan, Sitti Nurbaya dengan berat hati terpaksa menikah dengan Datuk Maringgih untuk menyelamatkan usaha orang tuanya yang juga berhutang.
Di kota Padang pada awal abad ke-20, Samsul bahri dan Sitti Nurbaya – anak dari bangsawan Sutan Mahmud Syah dan Baginda Sulaiman – adalah tetangga dan teman kelas yang masih remaja.mereka mulai jatuh cinta, tetapi hanya bisa mengakui hal tersebut setelah Samsu mengaku bahwa dia hendak ke kota Batavia (sekarang Jakarta) untuk melanjutkan pendidikannya. Setelah menghabiskan waktu bersama di daerah perbukitan, Samsu dan Nurbaya berciuman di depan rumah. Ketika ditangkap basah oleh ayah Nurbaya serta para tetangga, Samsu dikejar dari Padang dan pergi ke Batavia.
Sementara, Datuk Meringgih, yang iri atas kekayaan Sulaiman dan mengkhawatirkan persaingan bisnis, berusaha untuk menjatuhkannya. Anah buah Meringgih menghancurkan hak milik Sulaiman, yang membuatnya menjadi bangkrut dan terpaksa meminjam uang dari Meringgih. Ketika Meringgih datang untuk minta uang itu dilunasi, Nurbaya menawarkan diri sebagai istrinya, dengan syarat utang ayahnya harus dianggap beres; Datuk Meringgih setuju.
kembali ke kota Padang, di mana dia meninggal setelah makan kue yang ternyata telah diberi racun oleh anak buah Meringgih. Setelah menerima kabar itu, Samsu berusaha bunuh diri di taman umum, namun tak berhasil.
Sepuluh tahun kemudian, Meringgih memimpin suatu revolusi melawan pemerintah Hindia Belanda sebagai protes atas kenaikan pajak. Dalam revolusi ini, Samsu – yang ternyata menjadi prajurit di bawah pimpinan Belanda dan dikenal dengan nama Letnan Mas – menemukan dan membunuh Meringgih, tetapi dia sendiri terluka berat. Setelah bertemu dengan ayahnya dan memohon maaf, dia meninggal.
2. Sinopsis Anak dan Kemenakan – Marah Roesli Ringkasan umum:
Cinta 2 pasangan kekasih yang terdiri dari empat orang sahabat dekat, ternyata menghadapi cobaan yang berat. Asal mulai cobaan adalah Adat Istiadat yang menginginkan keluarga bangsawan hanya bisa menikah dengan keluarga bangsawan juga. Dengan cinta yang suci dan rencana yang matang, akhirnya adat yang kuno dikalahkan setelah kebenaran terungkap. Lalu 2 pasangan kekasih menikah dan bahagia selamanya.
Ada empat orang kawan dekat yaitu Mr. Muhammad Yatim, dr. Aziz, Puti Bidasari, dan Sitti Nurmala. Mereka sudah bergaul semenjak kecil, semuanya berasal dari keluarga bangsawan.
Seiring waktu ternyata ada benih-benih cinta di antara mereka. Mr. Muhammad Yatim jatuh hati pada Puti Bidasari yang juga adik angkatnya dan dibesarkan dalam satu keluarga yaitu keluarga Sutan Alamsyah dan istrinya Sitti Maryam.
Setelah Mr. Muhammad Yatim tamat dari Belanda, Sutan Alamsyah sangat bahagia. Anaknya menyelesaikan sekolahnya sebagai Hakim Tinggi sehingga dia mendapat gelar Master Doktor, yang pada saat itu adalah gelar tertinggi di Padang, dan hanya Mr. Yatim yang mendapat gelar tersebut.
Setelah melihat kedekatan antara Mr. Yatim dan Puti Bidasari, Sutan Alamsyah Hopjaksa ingin menikahkan mereka. Puti Bidasari adalah anak kakak perempuannya yaitu Putri Renosarid dan Baheram.
Namun lamaran Sutan Alamsyah ditolak oleh Sutan Baheram dan Putri Renosari kerena tahu asal-usul Mr. Yatim yang bukan anak kandung Sutan Alamsyah. Mereka beranggapan bahwa Mr. Yatim adalah tukang pedati yang miskin, walau dibesarkan dan diangkat oleh Sutan Alamsyah, termasuk dibiayai pendidikan dan mendapat gelar Master Doktor di Negeri Belanda.
Kenyataannya yang terjadi bahwa adata yang kaku jadi penghalang, diskriminasi dan membagi dalam tingkat kehidupan masyarakat, seperti halnya Putri Renosari yang ingin menikahkan anaknya dengan seorang bangsawan juga.
Bidasari akan dikawinkan dengan turunan bangsawan tinggi Sutan Malik yaitu kemenakan Sutan Pamenan. Sutan Malik adalah orang yang gemar berjudi dan menyabung ayam. Uang dan keperluan pernikahan Puti Bidasari dengan Sutan Malik ditanggung oleh pihak lain yaitu Baginda Mais, karena dia ada maksud dibalik pernikahan Puti Bidasari dan Sutan Malik. Baginda Mais jadi dapat peluang untuk menikahkan putrinya Sitti Nurmala dengan Mr. Yatim.
Pada acara perayaan penyambutan Mr. Yatim yang kembali dari Belanda, Baginda Mais meminta kepada Sutan Alamsyah untuk menjadikan Mr. Yatim sebagai menantunya, yaitu untuk dinikahkan dengan Sitti Nurmala. Tentu saja Sutan Alamsyah menolak permintaan Baginda Mais, mesik pun pertunangan itu belum resmi. Melihat peristiwa ini, Baginda Mais jadi kecewa.
Di lain pihak, Putri Renosari dan Sutan Baheram menolak lamaran Sutan Alamsyah untuk melamar Puti Bidasari dengan Mr. Yatim. Mereka menilai ada perbedaan status sosial antara keturunan bangsawan dengan anak tukang pedati yang miskin.
Argumen lain dari Putri Renosari yaitu mengenai pertunangan Mr. Yatim dan Puti Bidasari yang diputuskan sendiri dan sepihak oleh keluarga Sutan Alamsyah, mereka sebagai orang tua kandung Puti Bidasari tidak diajak merundingkan pertunangan tersebut.
Putri Bidasari dibawa pergi dari rumah Sutan Alamsyah oleh kedua orang tuanya dan dilarang bertemu dengan Mr. Yatim. Mr. Yatim jadi sangat terpukul. Lebih parah lagi, dari peristiwa ini Mr. Yatim jadi tambah terpukul karena dia mendengar bahwa kedua orang tua yang sudah membesarkan dan memberikan kasih sayang, ternyata bukan orang tua kandung.
Akhirnya, setelah dipikir matang-matang, Sutan Alamsyah menerima lamaran Baginda Mais untuk menjadikan Mr. Yatim sebagai menantunya dengan tiga syarat, yaitu: pernikahan Mr. Yatim harus dilaksanakan pada hari yang sama dengan pernikahan Puti Bidasari. Kedua, pernikahan Mr. Yatim harus lebih meriah dibandingkan pernikahan Puti Bidasari. Dan yang ketiga jika ada sesuatu hal yang membatalkan pernikahan Puti Bidasari maka pernikahan Mr. Yatim pun harus dibatalkan. Syarat yang ketiga ini membuat Baginda Mais bingung.
angkatnya. Mr. Yatim menganggap keputusan ini sangat sulit diambil keputusan. Di satu pihak Sitti Nurmala adalah kekasih sahabatnya sejak kecil yaitu dr. Aziz. Di pihak lain dia tidak bisa menolak permintaan ayah angkatnya yang sudah membesarkan dia dan menyekolahkannya sampai menjadi orang yang sangat dihormati dan dikagumi di Padang.
Ada alasan lain yang paling memberatkan Mr. Yatim adalah karena dia sangat mencintai Puti Bidasari yang pada waktu itu akan dinikahkan kepada Sutan Malik yang mempunyai tabiat yang sangat buruk, gemar berjudi dan menyambung ayam.
Puti juga merasa kebingungan dan sangat bersedih, lalu mengirim surat kepada Mr. Yatim yang isinya bahwa Puti Bidasari akan bunuh diri, karena tidak mau dipaksa kawin dengan Sutan Malik. Berdasarkan masalah yang terjadi, empat sahabat dekat yang sedang dilema membuat sebuah rencana. Mr. Yatim, dr. Azis, Puti Bidasari, dan Sitt Nurmala membuat sebuah rencana matang.
Lalu datanglah hari pernikahan Puti Bidasari dengan Sutan Malik yang dilaksanakan pada hari yang sama dengan pernikahan Mr. Yatim dengan Sitti Nurmala. Lalu dimulailah rencana empat sahabat tadi, baru satu hari menikahi Sitti Nurmala, Mr. Yatim langsung menceraikannya.
Di lain pihak, Puti Bidasari merasa putus asa, karena akad pernikahannya dengan Sutan Malik akan segera dilakukan. Tapi tiba-tiba datanglah dr. Aziz, da memanggil Sutan Pamenan untuk berbicara sebentar. Dengan sigap, dr. Aziz meminta Sutan Pamenan untuk membatalkan pernikahan keponakannya dengan Puti Bidasari dan kalau tidak, terpaksa dr. Aziz akan melaporkan Sutan Malik kepada polisi karena dia terlibat dalam kasus pembakaran rumah tetangganya yang menewaskan satu orang.
menanggung malu maka Baginda Mais menikahkan puterinya Sitti Nurmala dengan dr. Aziz.
Di lain pihak ornag tua Puti Bidasari yaitu Sutan Baheram dan Putri Renosari akhirnya menerima lamaran Sutan Ali Akbar yang tidak lain adalah paman Mr. Yatim yang berasal dari Iderapura.
Dari Sutan Ali Akbar dan Sutan Pamenan, akhirnya semua orang tahu siapa sebenarnya Mr. Ytim. Orang tua Bidasari sudah mengakui bahwa Mr. Yatim adalah keturunan bangsawan tinggi yang setara dengan anaknya. Setelah diketahui jati diri Mr. Yamin yang sebenarnya, maka tidak ada lagi yang dapat menghalangi pernikahannya dengan Bidasari, termasuk adat istiadat masyarakat Padang.
Beberapa waktu setelah Mr. Yatim dan Puti menikah, mereka lalu pergi ke pulau Jawa, karena Mr. Yatim dipindah tugaskan kesana. Lalu sampailah masa-masa bahagia kedua sejoli yang sudah lama jatuh cinta.
3. Sinopsis Memang Jodoh – Marah Rusli
Dalam novel ini berkisah tentang kehidupan seorang Marah Hamli. Hamli adalah seorang bangsawan di Padang. Ayahnya merupaka bangsawan Padang yang terpandang beserta keluarga besarnya dan ibunya adalah bangsawan Jawa yang telah memilih untuk patuh pada adat istiadat dan menjadi bangsawan melayu.
Setamat sekolah Raja di Bukit tinggi, Hamli berencana menerima beasiswa di Belanda. Namun sayang niat itu ditentang oleh ibunya Siti Anjani. Sang ibu ketakutan kalau Hamli akan melupakan tanah minang dan menikah dengan orang asing. Akhirnya Hamli melanjutkan kuliahnya di tanah Jawa. Ia belajar ilmu pertanian di Bogor ditemani sang nenek Khadjidjah.
akhirnya bertemu dan berkenalan dekat seorang wanita bangsawan Sunda bernama Nyai Radin Asmawati.
Melihat kesembuhan yang berangsur-angsur pulih, nenek Hamli dan bibinya hendak menikahkan Hamli dengan Din Wati. Banyak pertentangan dari keluarga Din Wati yang tidak mempercayai Hamli karena berasal dari jauh, namun mendapat izin dari kedua orangtua Din Wati dan keluarga Hamli di Padang pun tak diberitahu. Hanya nenek, bibi, pamannya saja yang berada di pulau Jawa. Namun mendapatkan izin dari ayah amli yang tinggal di Medan.
Kegaduhan pernikahan ini sampai ke Padang. Seluruh sanak saudara Hamli geger dan menyalahkan Siti Anjani yang tidak dapatmenjada Hamli yang merupakan putra Baginda Raja saudaranya. Pengecualian dan sindiran terjadi namun ibu Hamli tetap berharap mendapatkan kabar yang benar dari anaknya di Bogor, meskipun tidak kunjung ada.
Ayah Hamli dan ibu tirinya yang tinggal di Medan mengajak Hamli dan Din Wati berkunjung kesana, disiapkan segalanya beserta sambutan yang masih meriah oleh rekan-rekan bangsawan meskipun status Hamli masih seorang pelajar. Disinilah ujian datang silih berganti. Tipu daya orang yang hendak menjemput dan memaksa Hamli menikah dengan Puteri Miang asli namun hal itu ditolak Hamli yang tetap kukuh pada cintanya yaitu Din Wati. Ayahnya dan ibu tiri hanya mendukung prinsip anaknya itu.
Sepulangnya Hamli dan Din Wati ke Bogor, ternyata banyak sanak saudara Hamli yang tersebar di daerah Jakarta, Surabaya, Bandung yang pada akhirnya mengetahui pernikahan mereka dan gencar meminta Hamli untuk menceraikan istrinya yang bukan dari Padang. Tak banyak praktik fitnah dan hasut yang digunakan untuk membuat Hamli dan Din Wati berpisah.
Karena kepulangan Hamli pula sanak saudaranya mengadakan pertemuan dengan Hamli perihal pernikahannya. Laki-laki Padang tidak diizinkan kawin dengan perempuan selain Padang dan akan dipandang sangat hina jika menikahi wanita bangsa lain. Dipaksanya menceraikan Din Wati atau berpoligami dengan menikahi perempuan Minang. Namun Hamli tetap berpegang teguh dan tidak pernah ingin sedikitpun berpoligami karena akan menyakiti hati istrinya. Hamli pun dibuang dari kaumnya dan diharamkan untuk pulang kembali ke Padang.
Hamli kembali ke Jawa dengan rasa menyesal tidak dapat membawa ibunya bersamanya. Hamlipun bekerha sebagai ahli pertanian yang ditempatkan diberbagai tempat seperti Sumbawa, Semarang, Kalimantan. Namun, rintangan tidak pernah henti karena sanak saudara Hamli pun tersebar di Indonesia dan sangat menyayangkan sekali mengetahui bangsawan Padang menikahi perempuan Sunda. Pinang silih berganti untuk menjemput Hamli oleh ibu-ibu Padang melalui nenek, ayah, bibi, paman. Namun semuanya tidak berani menerima jemputan itu karena menghargai keputusan Hamli.
Tidak kalah dari Hamli, Din Wati yang merupakan bangsawan Sunda pun mendapat pinangan dan hasutan dari para bangsawan Sunda perihal pernikahan dengan orang sebrang. Din Wati diceritakan beberapa peristiwa yang memang telah terjadi dikalangan Sunda yang menikah dengan orang pulau Sumatera yang dibawa pergi suaminya dan tidak bisa pulang lagi. Bahkan disana suami mereka menikah lagi dengan jodohnya, dan perempuan Sunda tidak dianggap ada di rumah keluar suaminya. Meski was-was dalam diri, Din Wati tetap percaya bahwa Hamli tahu dia tidak pernah ingin di poligami.
Saat bertugas di Semarang, ada surat untuk Hamli dari rekan ayahnya untuk menjemput istri kedua Hamli di Padang yang hendak ke Semarang. Rupanya Hamli dijemput dan di wali-nikahnya oleh pamannya di Padang dengan perempuan minang. Din Wati hendak pergi meninggalkan Hamli namun keesokan harinya ada kabar kalau istri Hamli yang dari Padang itu meninggal. Tidak sempat bertemu sama sekali, Din Wati tidak jadi pergi.
Hamli. Sejak saat itu ia tinggal dan beristirahat di Salabintana Sukabumi dengan keluarganya. Genap pernikahan yang ke-50 Hamli menceritakan kisah perjodohan sejatinya dari Allah SWT dengan Din Wati yang penuh liku. Semua terharu sedih karena perbedaan adat-istiadat yang membuat Hamli tidak dapat pulang lagi ke Padang dan Din Wati dipandang buruk oleh keluarga Hamli di Padang. Namun begitu Hamli dan Dini Wati hidup bahagia dan bersyukur kepada yang maha kuasa.
4. Sinopsis La Hami – Marah Rusli
Telah dua bulan lamanya, Ompu Keli dan istrinya menunggu dengan cemas keberadaan anak angkatnya La Hami yang telah disuruh pergi olehnya bertandang ke Gunung Donggo. Perjalanannya mengendarai kuda Sumba dengan senjata parang, tombak, panah, jerat, dan tanpa membawa bekal makanan. Perjalanannya dari sini ke Kempo melalui Sanggar, dompo, padende, lalu ke Gunung Soramandi. Di Sanggar, La Hami di sambut senang oleh Ompu Ito bahkan La Hami diberi bekal makanan olehnya. Selain perjalanannya ke Gunung Donggo, La Hami juga melakukan perjalanan ke Bima. Ketika perjalanan ke Bima, ikutlah nelayan yang bernama Kifa dan dia menginap di rumahnya. Di tempat tinggal Kifa kebetulan sedang ada perayaan Maulid Nabi dan upacara perayaan Sirih Puan yang diramaikan dengan permainan Kuraci (berpukul-pukulan badan rotan) dan permainan bersepak kaki. Melihat permainan bersepak kaki, La Hami tampaknya pingin mencoba, setelah diladeni jago Wera ternyata roboh oleh La Hami. Datang orang tinggi besar menahannya untuk berkawanan, dengan terpaksa karena La Hami dilecehkan, akhirnya dia menuruti tantangan jago dari Sape tersebut dan akhirnya Sape tersebut kalah. La Hami dipanggil Sultan Bima yakni Sultan Kamarudin. Di depan permaisuri Sultan, putra-putrinya, dan para punggawa untuk diberi pekerjaan. Namun, La Hami mohon untuk pulang kampung Sanggar pamit pada kedua orang tuanya.
Kepergiannya karena keadaan pemerintah saat itu tidak stabil. Terjadilah fitnah dari Daeng Matita yang haus jabatan. Ia bekerja sama dengan Ponto Wanike, seorang pimpinan bajak dari pulau Ragi. Pada suatu hari, Ompu Keli pergi memancing ke pantai, di situlah, Dewa mendengar tangisan bayi. Setelah didekati ternyata seoarng bayi laki-laki yang berumur sekitar satu bulan. Diletakkan di atas sampan beralaskan tikar jontal yang baik anyamannya, berkalung dokoh yang terbuat dari mas, berselimutkan sutera bertekad emas dan semuanya berciri dari Bima. Lalu dibawanya pulang dan di beri nama La Hami, Ina Rinda atau Putri Nakia merasakan senang karena selama ini tak berketurunan.
Sultan Komarudin yang sedang asik bercengkerama dengan permaisuri Cahya Amin dan putrinya Putri Sari Langkas, teringatlah bahwa suatu saat tak ada lagi yang bisa menggantikan baginda karena tak punya anak putra. Anak sulungnya telah diculiknya 24 tahun yang lalu, sedangkan Putri Sari Langkas adalah putri kedua. Akhirnya teringatlah sang permaisuri kepada pemuda yang bernama La Hami karena umur dan perawakannya mirip dengan putra sulungnya bahkan mirip dengan Sultan Komarudin. Khayalannya dengan La Hami akhirnya membuat penasaran yang semakin mendalam. Namun, permaisuri tidaklah yakin karena pemuda tu bernama La Hami yang telah membinasakan Daeng Matita dan Ponto Wanike dari Sumbawa. Cahya Amin lalu membayangkan dan mencari-cari sebab Ompu Keli ternyata Raja Ajong atau Datu Ranga Sumbawa dulu yang menyingkir ke pantai Sanggar 24 tahun lalu. Namun, permaisuri ragu karena Raja Ajong seingat permaisuri tidak punya anak. Akhirnya permaisuri mengutus pengawal untuk mencari tahu tentang La Hami ke Sanggar. Beberapa hari kemudian, utusan itu pulang memberi kabar bahwa yang sebenarnya. La Hami adalah anak Ompu keli, Raja Ajong Sanggar yang dulu adalah Datu Ranga Sumbawa. La Hami adalah anak angkat yang ditemukan di pantai Sanggar ketika masih berumur sekitar satu bulan dengan tanda-tanda ada sehelai tilam daun jontal, sehelai selimut buatan Bima, dan gembira karena pastilah La Hami itu putranya dan dengan segera beberapa hari kemudian menyuruh utusan untuk menjemput La Hami.
Kamaruddin untuk Lalu Jala. Pada hari yang telah ditentukan, dilangsungkanlah perkawinan keempat sejolo ini dnegan meriah. Beberapa bulan kemudian, La Hami dinobatkan menjadi Sultan Bima dengan gelar Sultan Abdul Hamid dan Lalu Jala dinobatkan menjadi Sultan Sanggar dengan gelar Sultan Abdul Jalal.
5. Anak Cina Bermain Wayang – Marah Rusli
Ini adalah salah satu pantun karya Marah Rusli, mengisahkan tentang cinta yang dirangkai dengan kata penuh makna dan disusun dengan pola yang rapih.
Dalam Bab VII. Surat Samsul Bahri kepada Nurbaya
Anak Cina bermain wayang
Anak Keling bermain api
Jika siang terbayang-bayang
Jika malam menjadi mimpi
Terbang melayang kunang-kunang
Anak balam mati tergugur
Jatuh ke tanah ke atas kembang
Kembang kuning kembang cempaka
Jika siang tak dapat senang
Jika malam tak dapat tidur
Pikiran kusut hati pun bimbang
Lurus jalan ke Payakumbuh
Bersimpang lalu ke Kinali
Jika hati sama sungguh
Kering lautan dapat dinanti
Encik amat mengaji tamat
Mengaji Quran di waktu fajar
Biar lambat asal selamat
Tidak lari gunung dikejar
6. Sinopsis Harimau! Harimau! – Mochtar Lubis
Ada seorang pemuda bernama Buyung, walau masih muda dan baru berumur 19 tahun, tapi sudah bisa bekerja mencari nafkah, dan berani pergi ke hutan belantara.
Buyung pergi ke hutan bersama Wak Katok, Pak Haji, Pak Balam, Sutan, Sanip, dan Talib. Mereka bertujuh pergi ke hutan mengumpulkan damar.
Balam yang seusia dengan Wak Katok. Orangnya pendiam dan kurus namun ia masih kuat untuk bekerja.
Tujuh orang yang satu kelompok ini disenangi dan dihormati oleh penduduk kampung karena mereka dikenal sopan, mau bergaul, mau bergotong royong, dan taat dalam agama. Kelompok ini sering berburu rusa dan babi dengan menggunakan senapan milik Wak Katok. Babi sering masuk ke rumah Wak Hitam. Oleh karena itu mereka sering menolong Wak Hitam.
Kemudian mereka sering menginap di pondok Wak Hitam ini. Wak Hitam adalah seorang laki-laki yang berusia 70 tahun. Orang kurus, berkulit hitam, menyukai celana dan baju hitam.
Ia tinggal bersama Siti Rubiyah yaitu istri keempatnya yang cantik dan masih muda belia. Wak Hitam pandai menggunakan sihir dan memiliki ilmu gaib. Wak Hitam senang mencari perawan muda untuk penyegar dirinya.
Wak Hitam mempunyai anak buah bekas pemberontak yang menjadi perampok dan penyamun yang tinggal di hutan. Di samping itu ada pula yang mengatakan bahwa Wak Hitam mempunyai tambang yang dirahasiakan di dekat ladangnya.
Rombongan ini sampai di pondok Wak Hitam sebelum malam tiba. Dengan gembira mereka menyantap masakan Rubiyah karena selama di hutan mereka belum pernah menikmati masakan yang enak.
Semua anggota rombongan terpesona oleh keindahan tubuh Rubiyah. Buyung si rombongan anggota termuda dan satu-satunya yang masih bujangan, dia terpesona akan kecantika Rubiyah. Dia membandingkan kelebihan Rubiyah dan Zaitun tunangannya di kampung. Sanip, Talip, dan Wak Katok sering tidak dapat menahan diri jika duduk berdekatan dengan Siti Rubiyah.
busana. Dalam perjalanan pulang ke pondok, dengan dalik memberi manik-manik ditariknya Rubiyah masuk ke dalam semak belukar.
Hal ini terulang lagi pada Buyung yang juga mengintai Rubiyah mandi di sungai. Dia tidak bisa menahan gejolak menyaksikan tubuh Rubiyah yang menawan.
Buyung lalu menghampiri Rubiyah yang sedang mandi. Lalu terjadilah hubungan intim antara keduanya. Pada kesempatan itu Rubiyah menceritakan kalau dirinya juga jatuh ke tangan Wak Hitam, dia merasa menderita bersama Wak Hitam.
Lalu Buyung merasa telah jatuh cinta, dan ingin melindungi dan meyelamatkan Rubiyah dari tangan Wak Hitam. Ia ingin menikahi Rubiyah, tapi bimbang, karena masih tetap mencintai Zaitun tunangannya.
Esok harinya rombongan yang tujuh orang pergi berburu ke tempat kumpulan rusa yang juga kumpulan harimau. Setelah menunggu beberapa saat, Buyung berhasil membidik seekor rusa jantan.
Mereka pun langsung ke tempat bermalam dan menguliti rusa tersebut di situ. Tapi tiba-tiba, mereka semua mendengar auman seekor harimau. Lalu dengan cepat mereka memasak rusa tersebut dan langsung pergi.
Mereka beristirahat setelah perjalanan jauh dan makan. Lalu mencari tempat bermalam. Kemudian membuat sebuah pondok dan api unggun. Ketika Pak Balam buang hajat, harimau menerkam dan membawanya masuk ke dalam hutan. Lalu dengan cepat Wak Katok menembak dan harimau tersebut akhirnya lari dan meninggalkan Pak Balam. Tubuhnya penuh luka, goresan, dan darah.
Berdasarkan itu Pak Balam meminta mereka semua untuk bertobat dan mengakui semua dosa. Namun tak ada satu orang pun yang mau mengakui dosa.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Tapi panas Pak Balam tak juga reda, mereka ingin cepat-cepat sampai kampung agar Pak Balam dapat segera diobati.
Musibah datang lagi ketika dalam perjalanan. Talib dibawa lari oleh harimau ketika ia hendak membuang air seni. Saat berada di barisan paling belakang. Kemudian semua anggota mengikuti jejak harimau tersebut. Sampai akhirnya menemukan Talib yang sudah berlumuran darah di tempat terbuka dalam hutan.
Harimau lalu pergi karena mendengar kedatangan rombongan. Kemudian Talib diobati, tapi sayang akhirnya meninggal. Semua ikut membantu kecuali Wak Katok karena ia adalah seorang pemimpin.
Setelah Talib dikuburkan, Pak Haji dan Sutan menjaga pondok serta Pak Balam. Sedangkan yang lain pergi memburu harimau.
Sutan tak tahan mendengar igauan Pak Balam yang meminta utnuk mengaku dosa. Ia pun pergi meninggalkan Pak Haji dan Pak Balam yang sedang sakit dan pergi menyusul kawan-kawan lainnya.
Di dalam hutan Wak Katok dan rombongan terus mengikuti jejak harimau. Pada saat mereka merasa sudak dekat dengan sang harimau, mereka menyusun rencana sedemikian rupa. Mereka kemudian bersembunyi di belakang pohon yang besar dan menunggu snag harimau tiba. Malam pun tiba, saat itu juga mereka mendengar jeritan manusia, dan auman harimau secara bersamaan. Tapi mereka tidak menolongnya, dan memutuskan kembali ke tempat mereka bermalam.
terjadi pada dua tempat yang berbeda, mereka pun menyimpulkan bahwa yang menjadi korban harimau tersebut adalah Sutan.
Ketika bangun tidur, mereka terkejut karena Pak Balam akhirnya meninggalkan dunia.
Lalu Pak Balam dikuburkan, dan mereka semua memutuskan untuk pergi berburu. Wak Katok memutuskan mengambil jalan pintas, ternyata jalan pintas itu melewati hutan yang sangat lembab. Hutan ini pun seperti tak pernah disentuh makhluk hidup kecuali babi dan badak.
Semua ingin keluar dari rimba jahat tersebut, namun Wak Katok yang menjadi pimpinan rombongan hanya membuat mereka berputar-putar di jalan yang sama karena sebenarnya Wak Katok takut memburu harimau.
Kemudian Wak Katok malah marah-marah sendiri, dan memaksa satu persatu orang untuk mengakui dosa-dosanya. Semua mau menurut kecuali Buyung. Wak Katok memaksa Buyung dengan cara meletakkan senapan di dadanya, dan saat itu pula suara auman harimau terdengar. Setelah harimau pergi, Wak Katok tak dapat diajak berbicara lagi yang akhirnya Wak Katok pun mengusir mereka.
Kemudian Buyung, Pak Haji, dan Sanip menyusun rencana untuk mengambil senapan. Mereka merebut senapan dan berkelahi dengan Wak Katok. Akhirnya Wak Katok pingsan dan Pak Haji meninggal karena luka yang disebabkan oleh Wak Katok.
Setelah itu Buyung menyusun rencana yang sangat bagus hingga akhirnya dapat membunuh harimau tersebut. Dengan menggunakan Wak Katok sebagai umpan dan diikat di sebuah batang pohon yang besar, lalu Buyung melepaskan bidikan ke arah harimau, dan mengenai sasaran tepat, hasilnya harimau tersebut mati.
dalam diri kita. Buyung menyadari bahwa ia harus mencintai sesama manusia dan ia akan sungguh-sungguh mencintai Zaitun.
Manfaat lainnya adalah Buyung merasa bebas dari hal-hal yang bersifat takhayul, mantera-mantera, jimat yang penuh kepalsuan dari Wak Katok.
Buyung jadi tahu tentang kepemimpinan yang bobrok leh Wak Katok yang selalu dimitoskan oleh pengikutnya sebagai seorang yang dihormati, disegani, dan sakti. Tapi pada kenyataanya Wak Katok adalah seorang penakut dan tidak bisa apa-apa.
7. Sinopsis Jalan tak Ada Ujung – Mochtar Lubis
Ada sebuah keluarga. Kepala keluarga bernama Isa yang bekerja sebagai guru. Istrinya bernama Fatimah. Kemudian ada seorang anak laki-laki yang bernama Salim yang merupakan anak angkat.
Karena berprofesi sebagai seorang pendidik, Isa sangat dihormati oleh tetangganya. Tapi dia sangat takut pada perang dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pergolakan.
Dalam perjalanan ke sekolah, guru Isa menjadi sangat takut ketika mendengar suara ubel-ubel dan teriakan para serdadu di dekat jalan jaksa. Kemudian dia sembunyi di sebuah rumah, lalu mengintip dari balik jendela, sampai seorang mendobrak pintu rumah itu dan membuat tubuhnya bergetar.
Setelah itu tentara tadi pergi. Guru Isa bersama orang-orang lain keluar rumah untuk melihat keadaan. Mereka menemukan seorang Tionghoa tergelettak karena tertembak oleh pasukan tadi. Melihat darah yang merah mengental mengalir di hadapannya, guru Isa jadi sangat takut.
Kemudian datang seorang teman bernama Saleh, mereka main biola cukup lama. Setelah itu mereka pulang, tapi sesampainya di rumah, guru Isa masih merasan ketakutan. Ketika menghadirir pertemuan rapat dalam rangka perjuangan revolusi, guru Isa mengenal Hazil yaitu seorang pejuang muda pada masa revolusi yang pandai bermain biola dan seorang komponis.
Dari rapat tersebut guru Isa mendapatkan tugas sebagai kuriri (pengantar) senjata dan surat-surat di dalam kota Jakarta . dalam hati guru Isa ingin menolaknya tetapi tidak mau dibilang pengecut. Karena terus didesak akhirnya dengan sangat terpaksa ia menerimanya.
Setelah itu guru Isa dan Hazil bertugas mengambil senjata dan bom tangan yang disimpan di daerah Asam Reges. Karena butuh kendaraan untuk mengangkut, lalu mereka meminjam truk pada Tuan Hamidy dengan sopirnya bernama Abdullah.
Di Asam Reges mereka bertemu Rakhmat yaitu seorang pemuda yang berani dan bersemangat sama seperti Hazil. Kemudian senjata dan bom mereka simpan di Manggarai, alalu di selundupkan ke Karawang. Walau berjalan dengan baik, tapi ketakutan yang melanda guru Isa sangat membuatnya tersiksa karena baru pertama kalinya ia ikut berjuang dalam kemerdekaan.
Pada suatu hari guru Isa merasakan sakit ditubuhnya. Tubuhnya sangat panas hingga guru Isa tidak dapat keluar dari kamarnya. Lalu Hazil menjenguk ke rumahnya. Disana Hazil melihat Fatimah dia terlihat tertarik kepadanya. Peristiwa itu menjadi awal dari perselingkuhan Hazil dan Fatimah. Karena setelah selama enam bulan guru Isa tidak dapat memberikan kepuasan secara batin kepada istrinya.
atas kasurnya, tapi dia menemukan pipa di balik bantalnya, dan dia tahu pipa itu adalah milik Hazil.
Walau guru Isa sangat marah, tapi ia lebih memilih untuk diam. Karena dia bertanya, dia akan tahu apa yang diduga akan terjadi, itu akan membuatnya jadi lebih menderita. Setelah perjanjian Linggar Jati, tentara Inggris meninggalkan Indonesia dan membuat masyarakat lega dan tenang karena tidak ada lagi perang. Begitu juga dengan guru Isa yang merasa senang, karena rasa takutnya selama ini menjadi berkurang.
Tapi suasana tenang ini tidak berlangsung lama, karena tentara Belanda kembali datang ke Indonesia menggantikan tentara Inggris.\
Lalu guru Isa, Hazil, dan Rakhmat merencanakan pemberontakan besar dan akan menyerang serdadu Belanda di sebuah bioskop yang bernama Rex. Setelah film selesai diputar, Hazil dan Rakhmat meledakkan dan melemparkan bom di depan pintu masuk bioskop tersebut.
Akibatnya beberapa serdadu Belanda terluka akibat ledakan bom. Lalu mereka bertiga pulang ke tempat masing-masing. Setelah itu guru Isa mengamati keadaan di luar bioskop, tapi dia sangat takut ketika melihat polisi militer datang. Pemberontakan itu membuat guru Isa merasa sangat ketakutan setiap hari, seandainya Rakhmat atau Hazil tertangkap dan mengatakan bahwa guru Isa ikut dalam pengeboman di Bioskop Rex.
Lalu ada berita bahwa salah seorang pelempar granat telah ditangkap, mendengar berita itu guru Isa langsung pingsan dan jatuh sakit. Setelah tiga hari berbaring di tempat tidur, akhirnya guru Isa bisa bangun dari tempat tidurnya. Setelah itu juga dia ditangkap oleh polisi.
Mereka sadar bahwa mereka akan mati karena terus disiksa. Guru Isa terus berjuang menahan siksaan. Dari peristiwa ini guru Isa baru merasakan sifat laki-lakinya dan menemukan arti kehidupan yang nyata.
8. Sinopsis Senja di Jakarta- Mochtar Lubis
Partai Indonesia membutuhkan dana untuk membiayai politik. Melalui pemimpin partai yang bernama Husni Lumbara, mereka berusaha mencari dana dengan segala uapaya.
Raden Kaslan mendapat kepercayaan dari Husni Lumbara untuk menangani penyediaan dana bagi partai Indonesia. Sebagai salah seorang anggota dewan Partai Indonesia, Raden Kaslan merencanakan untuk mendirikan perusahaan-perusahaan fiktif yang bergerak dalam usaha ekspor-impor barang-barang kebutuhan rakyat.
Tidak tanggung-tanggung, dia memakai nama istrinya yaitu Fatma dalam perusahaan fiktif tersebut, termasuk nama anak tunggalnya yaitu Suryono. Setelah itu Husni Lumbara serta beberapa rekan separtainya menjadi direktur-direktur pada perusahaan fiktif tersebut.
Anak tunggalnya Suryono juga dipercaya menjabat direktur perusahaan fiktif. Saat itu anaknya menjadi pegawai kementrian luar negeri. Dia juga berprofesi sebagai penghibur wanita-wanita kesepian tingkat atas. Suryono baru saja menyelesaikan tugas dinasnya di luar negeri, namun merasa tidak puas terhadap fasilitas melimpah yang diraihnya. Maka ketika ayahnya membujuk untuk keluar dari pekerjaannya dan mengajak untuk menjabat direktur di beberapa perusahaan, ia langsung menerima dengan senang hati.
Tapi ada seorang PNS lain yang bernama Rusdi. Dia todak tergoda oleh tawaran jabatan direktur perusahaan fiktif. Walaupun istrinya Dahlia sering menuntut kebutuhan materi yang berlebihan, ia tetap menjadi pegawai negeri.
Hal tersebut membuta Dahlia lari ke pangkuan Suryono yang mampu memenuhi semua kebutuhan materinya ketika suaminya tidak berada di rumah.
Semua perusahaan fiktif tadi berhasil meraih keuntungan yang sangat besar sehingga membuat orang-orang terlibat di dalamnya bisa menjani hidup dengan bahagia dan serba kecukupan. Sementara itu di lain pihak, rakyat banyak yang menderita. Sebagai contoh adalah Pak Iji dan istrinya harus berjuang untuk menahan lapar dan menghidupi dirinya dan keluarganya.
Ada lagi masyarakat lain yang lebih susah, namanya Neneng, seorang wanita yang harus menjadi pelacur karena tak kuat menahan lapar. Masih banyak rakyat yang hidupnya sengsara, makan susah, berobat tidak sanggup, pendidikan tidak bisa dicapai, dan kebutuhan pokok tidak dicapai, dan kebutuhan pokok tidak bisa terpenuhi. Keadaan tersebut luput dari perhatian Partai Indonesia, termasuk anggotanya Raden Kaslan dan para direktur fiktif yang hidup serba mewah, harta melimpah, dan banyak fasilitas.
Tapi kemewahan komplotan Raden Kaslan termasuk direktur-direktur fiktif tidak berlangsung lama. Berita di media massa menyoroti pergolakan partai politik, termasuk Partai Indonesia. Perusahaan-perusahaaan fiktif Raden Kaslan dan komplotannya dibongkar kebobrokakannya.
Tidak beberapa lama Raden Kaslan dan beberapa rekannya ditangkap. Anaknya Suryono tewas karena kecelakaan ketika melarikan diri, sementara keluarga yang lainnya menderita luka-luka.
Novel ini menceritakan tentang perjuangan seorang tokoh Johan ketika masa penjajahan Jepang, masa kemerdekaan, dan paska kemerdekaan. Berawal dari penggambaran setting yang sangat piawai dilakukan oleh pengarang. Tokoh Johan bersama pasukan lainnya hendak mengepung para penjajah di sebuah hutan. Kegelisahannya mulai terasa ketika pikirannya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang memberatkan.
Setelah tahu musuh tidak jadi lewat di daerah yang mereka tunggui, mereka beristirahat membentuk sebuah perkumpulan, dimana seorang-seorang saling bercerita tentang pengalaman masing-masing. Johan yang kala itu menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang gadis. Pengalaman itu baginya sangat berarti. Dari situlah kisah cintanya dengan perempuan itu timbul.
Kemudian ia hendak pergi ke kota Yogya, ke rumah temannya. Di sana ia bersama dengan teman lainnya masuk ke dalam organisasi masing-masing, ada yang masuk sebagai tentara, sebagai Laskar Rakyat, dan sebagainya. Sedangkan ia sendiri masuk PETA pada tahun 1944. Ia dikenal sebagai seorang yang sangat kuat, ia diniali sangat bagus.
Kemerdekaan pun tiba, saat itulah ia merasa telah tenang. Akan tetapi ketenangannya itu kembali harus terusik setelah kedatangan kembali Belanda untuk menghancurkan bangsa Indonesia. Pada saat itu Johan bertindak sebagai pembawa laporan dari para pejuang yang hendak dilaporkan kepada kantor pusat.
Pada pertempuran paska kemerdekaan itulah banyak temannya yang gugur. Kematian teman-temannya menjadi dasar pemikirannya untuk merenungi, untuk apa ada pertempuran, pertumpahan. Ia akhirnya menyadari semua itu adalah sebuah pengorbanan.
10. Sinopsis Buku Manusia Indonesia – Mochtar Lubis
menerangkan tentang karakter manusia Indonesia menurut prespektif Mochtar Lubis. Setidaknya ada 6 ciri yang diungkapkan oleh beliau yang dirangkum menjadi 6 bab pada buku tersebut. Ciri-ciri ini mungkin banyak yang masyarakat Indonesia sudah merasakannya sekarang, walau banyak juga kritik dalam buku tersebut.
Setidaknya kita seperti dibawa pengenalan karakter masyarakat Indonesia seperti Munafik, Lepas Tanggung Jawab, ABS (Asal Bapak Senang), Neo-Feodalisme, bahkan sikap positifnya yaiut punya artistik yang tinggi. Tapi buku ini dianggap tidak menampilkan keseluruhan masyarakat Indonesia secara objektif karena tanpa didasari data-data. Itulah yang menajdi kritik beberapa tokoh setelah mendengar atau membaca tulisan Mochtar Lubis ini.