Budaya Pada Novel Memang Jodoh dan Siti Nurbaya Karya Marah Rusli Serta Tradisi Pernikahan Minangkabau: Perspektif Kajian Sastra Bandingan
Teks penuh
Dokumen terkait
Oleh sebab itu, telah ditanggungnya segala keperluan Hamli, lebih daripada yang biasa dilakukan mamak- mamak yang lain.” ( Memang Jodoh : 231) Siti Anjani di tengah-tengah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor apakah yang mempengaruhi terjadinya perubahan sikap tokoh Samsul Bahri dalam novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli.. Sikap
1 Kemiripan inipun terjadi pada novel Merantau ke Deli karya Hamka dan Memang Jodoh karya Marah Rusli, kemiripan pada kedua novel tersebuta ialah melawan adat Minangkabau
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) pandangan dunia pengarang dalam novel Memang Jodoh karya Marah Rulsi dapat ditinjau dari tiga hal yang meliputi pandangan
Hasil penelitian ini meliputi pandangan dunia pengarang dalam novel Memang Jodoh karya Marah Rusli, nilai AKHLAK, Pandangan dunia pengarang ditinjau dari penokohan
Namun, bagi penulis, karya yang menjadi monumental adalah karya Marah Rusli dimulai dari karya pertamanya yang merupakan Novel Modern pertama di Indonesia: Sitti Nurbaya,
Oleh sebab itu, telah ditanggungnya segala keperluan Hamli, lebih daripada yang biasa dilakukan mamak- mamak yang lain.” (Memang Jodoh: 231) Siti Anjani di tengah-tengah
Berdasarkan hasil penelitian nilai-nilai adat Minangkabau yang dapat di temukan dalam novel Memeng Jodoh adalah, perkawinan matrilineal, peranan mamak dan perkawinan