PENGARUH PEMBERIAN HERBAL MEDICINE TERHADAP PROFIL TEKANAN DARAH PADA WANITA MENOPAUSE
DI KEC. TURIKALE KAB. MAROS TAHUN 2015
EFFECT OF HERBAL MEDICINE ON BLOOD PRESSURE PROFILE MENOPAUSE WOMEN IN DISTRICT TURIKALE
MAROS 2015
Sahalia1, Suryani2, Budu3
1Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Magister Kebidanan
2XXXX 3XXXX
Alamat Korespondensi : Sahalia
Program Pascasarjana
Universitas Hasanuddin Makassar Program Studi Magister Kebidanan HP : 082189277888
Bersamaan dengan bertambahnya umur, hipertensi merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan meningkatnya morbiditas dan mortalitas kardiovaskular pada wanita yang sudah mengalami menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian herbal medicine terhadap profil tekanan darah pada wanita menopause di Kecamatan Turikale Kabupaten Maros Tahun 2015.
Penelitian menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang dari masing-masing kelompok yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria sampel yang telah ditetapkan. Sampel penelitian dibagi atas dua kelompok, yaitu yang diberikan herbal medicine dan yang diberikan edukasi kesehatan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tekanan darah wanita menopause sebelum diberikan intervensi. Setelah pemberian intervensi berupa herbal medicine dan edukasi, maka peneliti mengukur kembali tekanan darah dari masing-masing kelompok sebanyak 8 kali yang dilakukan sekali dalam seminggu. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tekanan darah sistole pada wanita menopause sebelum diberikan herbal medicine rata-rata adalah 141.33, sedangkan tekanan darah sistole pada wanita menopause setelah pemberian herbal medicine rata-rata adalah 121.67 (Z = -4.994, p value 0.000). Tekanan darah sistole pada wanita menopause sebelum diberikan edukasi rata-rata adalah 140.33, sedangkan tekanan darah sistole pada wanita menopause setelah pemberian edukasi rata-rata adalah 134.00 (Z = -3.788, p value 0.000). Pada kelompok yang diberikan herbal medicine, perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah mendapatkan herbal medicine adalah 19.66, sedangkan pada kelompok edukasi, perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi kesehatan adalah 6.33. Terdapat perbandingan rata-rata profil tekanan darah pada wanita menopause antara kelompok yang diberikan herbal medicine dengan kelompok edukasi.
Kesimpulan penelitian terdapat perbedaan rata-rata profil tekanan darah sebelum dan sesudah mendapatkan interfensi pada masing-masing kelompok sampel. Tenaga kesehatan yang ada di tempat-tempat pelayanan kesehatan diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara pengobatan hipertensi khususnya pada wanita menopause dengan menggunakan ramuan herbal medicine.
Kata Kunci : Herbal Medicine, Edukasi, Tekanan Darah
Along with age , hypertension is a major risk factor that causes increased cardiovascular morbidity and mortality in women who had experienced menopause. This study aimed to determine the effect of herbal medicine on blood pressure profile Menopause Women In District Turikale Maros 2015.
This study uses Quasi Experiment with a sample size of 30 people from each group were obtained by using purposive sampling techniques in accordance with criteria predefined sample. Samples were divided into two groups, namely given herbal medicine and given health education. The data collection is done by measuring the blood pressure before menopause women given the intervention. After administration of intervention in the form of herbal medicine and education, the researchers measured blood pressure returned from each group of 8 times is done once a week . Data were analyzed using the Wilcoxon Sign Rank Test with a confidence level of 95%.
The results showed that systolic blood pressure in menopausal women before being given herbal medicine average was 141.33 , while the systolic blood pressure in menopausal women after administration of herbal medicine the average was 121.67 (Z = -4994 , p value 0.000) . Systolic blood pressure in menopausal women before being given education the average was 140.33, while the systolic blood pressure in menopausal women after administration of education average is 134.00 (Z = -3788, p value 0.000). In the group given herbal medicine, the average difference before and after getting herbal medicine was 19.66, while in the education group, the average difference before and after getting health education is 6.33. There is an average ratio of the blood pressure profile in postmenopausal women between the group given herbal medicine with an education group.
Conclusions of research there are differences in average blood pressure profiles before and after getting interference on each sample group . Health workers in the areas of health care is expected to provide insight to the public about how the treatment of hypertension , especially in postmenopausal women using herbal ingredients medicine.
Keywords : Herbal Medicine, Education, Blood Pressure.
Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan daarah yang memberi gejala, yang akan berkelanjutan pada organ target, seperti stroke (untuk otak), penyakit jantung koroner (untuk pembuluh darah jantung) dan hipertrofi vertikel kanan (untuk otot jantung) (Bustan.N.M, 2008).
World Health Organization (WHO) mencatat pada tahun 2011 hampir satu miliar orang di dunia mengalami hipertensi dan dua pertiga di antaranya berada di negara berkembang yang berpenghasilan rendah-sedang. Statistik Kesehatan Dunia Tahun 2012 WHO melaporkan bahwa hipertensi adalah suatu kondisi berisiko tinggi yang menyebabkan sebesar 51% dari kematian akibat stroke dan 45% dari penyakit jantung koroner.Prevalensi hipertensi yang semakin meningkat dinilai merupakan masalah yang mencemaskan sehingga peringatan Hari Kesehatan Dunia 2013 mengambil tema 'Waspadai Hipertensi, Kendalikan Tekanan Darah' yang bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan hipertensi (Muhammad, 2014).
Hipertensi pada negara-negara berkembang seperti Asia Tenggara, juga merupakan masalah kesehatan yang dialami dengan prevalensi menunjukan angka 6,3% sampai 9,17%. Pada tahun 2002, di India jumlah pasien hipertensi mencapai 60,4 juta orang dan diperkirakan 107,3 juta orang pada tahun 2025. Sementara di Cina, 98,5 juta orang mengalami hipertensi dan diperkirakan menjadi 151,7 juta orang pada tahun 2025 (Nosaria, 2012).
Di Kab. Maros khususnya di Kec. Turikale jumlah masyarakat yang mengalami hipertensi pada tahun 2013 adalah sebanyak 39 pasien, pada tahun 2014 sebanyak 51 pasien, sedangkan sampai pada bulan Oktober 2015 adalah sebesar 67 masyarakat. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah penderita hipertensi.
Menopause dalam kehidupan seorang wanita merupakan suatu proses yang alami dan sudah pasti akan terjadi. Ketika wanita memasuki masa menopause yang umumnya terjadi pada usia sekitar 50 tahun akan terjadi perubahan-perubahan biologis pada tubuhnya, khususnya hormon yang dihasilkan oleh ovarium. Secara alami seorang wanita yang berusia 45-55 tahun, ovariumnya tidak lagi menghasilkan hormon estrogen dan hormon- hormon lainnya. Hilangnya estrogen dan progesteron secara progresif selama menopause meningkatkan resiko kesehatan wanita dan akan mempengaruhi kualitas hidup seorang wanita (Sturdee, 2008)
Bersamaan dengan bertambahnya umur, hipertensi merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan meningkatnya morbiditas dan mortalitas kardiovaskular pada wanita yang sudah mengalami menopause, dengan prevalensi hipertensi sekitar 60% pada usia lebih dari 65 tahun (Taddei, 2009).
Salah satu pemeriksaan yang paling mudah diperiksa untuk membuktikan terjadinya perubahan pada sistem kardiovaskular pada periode ini adalah pemeriksaan tekanan darah. Untuk itu pada penelitian ini akan diperiksa tekanan darah pada subjek penelitian menggunakan cara gabungan.
BAHAN DAN METODE
Lokasi dan Rancangan Penelitian
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita menopause yang berusia 45-65 tahun di Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Sampel dalam penelitian ini adalah dari wanita menopause di Kecamatan Turikale Kabupaten Maros total sampling sebanyak 60 orang yang memenuhi kriteria inkulusi.
Metode Pengumpulan Data
Data primer diperoleh langsung dari pasien hipertensi berupa tekanan darah pada wanita menopuase yang sudah diukur menggunakan alat ukur tensi air raksai kemudian juga diperoleh dari lembar checklist yang telah diisi. Data sekunder diperoleh dari keluarga dan dari sumber-sumber referensi lain yang mendukung penelitian.
Pemeriksaan tekanan darah dengan menggunakan alat tensi manual yang sebelumnya telah di uji realibilitasnya dengan pengukuran berulang-ulang terhadap subjek. Karakteristik pasien sebagai responden diperoleh melalui lembar persetujuan, dan lembar pencatatan tekanan darah. Selanjutnya akan disiapkan dua formulir follow up masing-masing untuk kelompok intervensi pada saat penelitian berlangsung. Food recall 24 jam akan diberikan kepada wanita menopause atau keluarganya untuk memantau asupan gizi yang dikonsumsi penderita selama proses penelitian.
Analisa Data
Uji univariat dilakukan pada masing-masing variabel untuk melihat gambaran umum distribusi dan frekuensi dari masing-masing variabel. Sedangkan Uji bivariat dilakukan dengan membandingkan hasil tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test
dan Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan komputer program SPSS
HASIL
Karakteristik Responden Kelompok Herbal Medicine
Berdasarkan tabel di atas, maka diketahui bahwa responden tertinggi pada umur 45 s/d 55 tahun dengan jumlah 17 orang (56.7%) dan responden terendah pada umur 56 s/d 65 tahun dengan jumlah 13 orang (43.3%).
Berdasarkan tabel di atas, maka diketahui bahwa pekerjaan responden yang paling banyak adalah IRT (ibu rumah tangga) dengan jumlah responden sebanyak 22 orang (73.3%), dan pekerjaan yang paling sedikit adalah lainnya (pensiunan dan petani) dengan jumlah responden 8 orang (26.7%).
Berdasarkan tabel di atas, maka diketahui bahwa pendidikan terakhir responde yang paling banyak adalah SMA dengan jumlah responden 18 orang (60.0%), sedangkan pendidikan responden yang paling sedikit adalah SMP dengan jumlah responden 3 orang (10.0%).
Karakteristik Responden Kelompok Edukasi
Berdasarkan tabel di atas, maka diketahui bahwa responden tertinggi pada umur 45 s/d 55 tahun dengan jumlah 23 orang (76.7%) dan responden terendah pada umur 56 s/d 65 tahun dengan jumlah 7 orang (23.3%).
Berdasarkan tabel di atas, maka diketahui bahwa pekerjaan responden yang paling banyak adalah IRT (ibu rumah tangga) dengan jumlah responden sebanyak 25 orang (83.3%), dan pekerjaan yang paling sedikit adalah lainnya (pensiunan dan petani) dengan jumlah responden 5 orang (16.7%).
Berdasarkan tabel di atas, maka diketahui bahwa pendidikan terakhir responde yang paling banyak adalah SMA dengan jumlah responden 19 orang (63.3%), sedangkan pendidikan responden yang paling sedikit adalah SD dengan jumlah responden 2 orang (6.7%).
Pemberian Herbal Medicine
Pemberian Edukasi
Berdasarkan tabel di atas, maka diketahui bahwa tekanan darah sistole pada wanita menopause sebelum diberikan edukasi rata-rata adalah 140.33, sedangkan tekanan darah sistole pada wanita menopause setelah pemberian edukasi rata-rata adalah 134.00. hal ini memperlihatkan bahwa terjadi perbedaan tekanan darah sistole sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan.
Perbandingan Tekanan Darah Kelompok Herbal Medicine Dan Kelompok Edukasi
Berdasarkan tabel di atas, maka diketahui bahwa masing-masing kelompok memperlihatkan perbedaan rata-rata profil tekanan darah, baik dari kelompok yang diberikan herbal medicine maupun kelompok yang diberikan edukasi kesehatan. Pada kelompok yang diberikan herbal medicine, perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah mendapatkan herbal medicine adalah 19.66, sedangkan pada kelompok edukasi, perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi kesehatan adalah 6.33. hasil ini memperlihatkan bahwa pemberian herbal medicine lebih efektif menstabilkan tekanan darah pada wanita menopause.
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui bahwa masing-masing kelompok memperlihatkan perbedaan rata-rata profil tekanan darah, baik dari kelompok yang diberikan herbal medicine maupun kelompok yang diberikan edukasi kesehatan. Pada kelompok yang diberikan herbal medicine, perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah mendapatkan herbal medicine adalah 19.66, sedangkan pada kelompok edukasi, perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi kesehatan adalah 6.33. hasil ini memperlihatkan bahwa pemberian herbal medicine lebih efektif menstabilkan tekanan darah pada wanita menopause.
adalah 120/80, angka 120 disebut tekanan sistolik, dan angka 80 disebut tekanan diastolik.
Berdasarkan hasil dari perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test, maka nilai Z yang didapat sebesar -4.710 dengan p value (Asymp. Sig 2 tailed) sebesar 0,000 dimana kurang dari batas kritis penelitian 0,05 sehingga keputusan hipotesis adalah menerima bahwa terdapat perbandingan rata-rata profil tekanan darah pada wanita menopause antara kelompok yang diberikan herbal medicine dengan kelompok edukasi.
Herbal medicine adalah cabang ilmu kedokteran yang memanfaatkan herbal klasik, yang telah teruji secara ilmiah, yang digunakan dalam upaya promo-tif-preventif kuratif-rehabilitatif, dengan berpedoman pada bukti klinis (evidence-based medicine). Herbal medicines (obat herbal) adalah bahan atau ramuan bahan yang dibuat dari biji-bijian, buah, umbi, akar, daun, batang atau bunga tanaman, yang digunakan untuk mengobati dan mencegah penyakit. Obat herbal saat ini digunakan di luar profesi kedokteran (Susilawati, 2014)
Pengobatan untuk hipertensi selama ini menggunakan pengobatan farmakologis yang memiliki beberapa efek samping. Sebagai alternatif lain, masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan sering menggunakan tanaman herbal tradisional dan bahkan sebagian masyarakat di perkotaan juga telah mulai menggunakannnya (Arini, 2014).
jantung dan tekanan darah. Kalium juga merupakan ion utama di dalam cairan intraseluler. Kalium mempunyai efek dalam pompa Na-K yaitu kalium dipompa dari cairan ekstra selular ke dalam sel, dan natrium dipompa keluar sel. Ginjal sebagai regulator utama kalium di dalam tubuh menjaga agar kadarnya tetap di dalam darah dengan mengontrol eksresinya. Kadar kalium yang tinggi dapat meningkatkan eksresi natrium, sehingga dapat menurunkan volume darah dan tekanan darah (Guyton and Hall, 2008).
Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan terdapat perbedaan tekanan darah antara kelompok herbal medicine dengan kelompok edukasi diterima. Hal ini diasumsikan karena adanya perbedaan selisih antara pre dan psot test pada kedua kelompok yang cukup besar, dimana pada kelompok yang diberikan herbal medicine, perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah mendapatkan herbal medicine adalah 19.66, sedangkan pada kelompok edukasi, perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi kesehatan hanya 6.33.
tekanan darah wanita. Hal ini yang kemudian diteliti sebagai penyebab hipertensi pada wanita menopause.
Berdasarkan hal di atas, maka peneliti berasumsi bahwa terdapat perbandingan yang signifikan antara pemberian herbal medicine dengan edukasi kesehatan terhadap kestabilan tekanan darah pada wanita menopause. Herbal medicine lebih efektif menstabilkan tekanan darah karena dikonsumsi terus menerus selama pelaksanaan penelitian dibandingkan dengan edukasi kesehatan yang hanya diberikan sekali waktu selama penelitian. Selain menstabilkan tekanan darah herbal medicine juga berpengaruh pada pola makan wanita menopause. Menurut beberapa responden, setelah mengkonsumsi herbal medicine, mereka merasa lebih nyaman dalam memenuhi kebutuhan istirahat tidurnya.
KESIMPULAN DAN SARAN
Tekanan darah sistole pada wanita menopause sebelum diberikan herbal medicine rata-rata adalh 141.33, sedangkan tekanan darah sistole pada wanita menopause setelah pemberian herbal medicine rata-rata adalah 121.67. Tekanan darah sistole pada wanita menopause sebelum diberikan edukasi rata-rata adalh 140.33, sedangkan tekanan darah sistole pada wanita menopause setelah pemberian edukasi rata-rata adalah 134.00. Terdapat perbedaan rata-rata profil tekanan darah sebelum dan sesudah mendapatkan interfensi pada masing-masing kelompok sampel. Pada kelompok yang diberikan herbal medicine, perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah mendapatkan herbal medicine adalah 19.66, sedangkan pada kelompok edukasi, perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi kesehatan adalah 6.33. (p value 0.000).
DAFTAR PUSTAKA
Ajibola, A., Chamunorwa, J.P., Erlwanger, K.H. 2012. Nutraceutical Values OfNatural Honey and its Contribution to Human Health and Wealth. NutrMetab (Lond). 9: 61
Amagase H, Petesch BL, Matsuura H,Kasuga S, Itakura Y. 2001. Intake ofGarlic and Its Bioactive Components.J Nutr. 131(3Suppl):955-62.
Bauer BA. 2003. Herbal medicine the good, the bad, and the ugly. Socra Source [Internet].
Banerjee SK, Mukherjee PK, Maulik SK.2003. Garlic as an antioxidant: thegood, the bad and the ugly. PhytotherRes. 17(2):97-106
Balitbang Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar;RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI.
Bartholomew, L.K., Parcel, G.S., Kok, G., & Gottlieb, N.H. (2006) PlanningHealth Promotion Program : An Intervention Mapping Approach. San Francisco : John Wiley & Sons, Inc
Bogdanov, Stefan. 2009. Honey composition. Book of honey, chapter 5. Bogdanov, Stefan. 2012. Honey in medicine. Bee Product Science.
Bora., Reese, E, Richard., Betts, F, Robert., Gumustop, 2014,Handbook of Antibiotics, 3rd Edition, Lippncott Williams & Wilkins, Philadelphia, USA.
British Medical Journal. 1996.www.iptek.net.id.16. Cornell University. Amerika.
1996. www.lppm.wima.ac.id.
Brunner & Suddarth. (2002). Buku ajar keperawatan medikal bedah, Edisi 8., Jakarta: EGC.
Bustan, M.N., 2007. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Cetakan 2 Rineka Cipta, . Jakarta.
Darmadi, Riska H.R., PerananBawangPutih (Allium sativum) TerhadapHipertensi, PagarAlam, Lampung
de Benoist, B., McLean, E., Andersson, M., Rogers, L. (2008). Iodine Deficiencyin 2007: Global Progress Since 2003. Food and Nutritional Bulletin vol. 29no. 3
Erejuwa, O.O., Sulaiman, S.A., Wahab, M.S.A. 2012. Honey a novel antidiabeticagent. Int J Biol Sci . 8(6): 913-934.
Gallicano KD, Foster B, Choudhri S.2003. Effect of short term administration of garlic supplementation single-dose ritonavirpharmacokineticsinhealthyvolunteers. Br J Clin Pharmacol.55(2):199-202.
Hamad S. 2009. Terapi madu. Jakarta : Pustaka Iman.
Hapsoh dan Hasanah, Y. (2011). Budidaya Tanaman Obat dan Rempah. Medan:USU Press. Hal. 53.
Hapsoh., Rahmawati. 2008. Modul Agronomi: Budidaya Tanaman Obat-Obatan.Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.
Haryadi, N. K. 2013. Jeruk-jeruk Bumbu. Arcita, Solo.
Inayah., Marianti, A., Lisdiana. 2012. Efek Madu Randu dan Kelengkeng dalamMenurunkan Putih Hiperkolesterolemik. Semarang. Unnes Journal of LifeScience. 1 (1).
Kasdu , Dini., (2002). Kiat Sehat dan Bahgia Di Usian Mneopause. Puspa Swara: Jakarta
Khalil, M.I., Sulaiman, S.A. 2010. The potential role of honey and its polyphenolsin preventing heart diseases: A Review. Afr J Tradit Complement AlternMed. 7(4): 315–321.
Li, Jianli. dan Liu, Liwen. (2006), “Supply Chain Coordination with QuantityDiscount Policy” Int. J. Production Economics 101: 89–98. Muhammad. 2014Gayon Nosaria. 2012. Pengaruh Pendidikan Kesehatan
Tentang TingkatPengetahuan Tentang Pengendalian Tekanan Darah Pada Lansia Di Puskesmas Sigaluh I Banjarnegara. Jurnal Penelitian. Yogyakarta: Jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran UGM. . Medikal Bedah Untuk Mahasiswa. Jogjakarta: Diva Press
Molan, P.C. 2006. Honey and Medicine: Past, Present and Future. Kelantan. FirstNorth-South Conference & Workshop on Pharmacogenetic.
Northrup, C, 2006. Bijak di Saat Menopause. Penerbit Pustaka Hidayah, Bandung. Paimin, F, B dan Murhananto., 2000. Budidaya, Pengolahan, PerdaganganJahe.
Penebar Swadaya, Jakarta.
Pines, A., Sturdee, D. W., Birkhauser, M. H., Schneider, H. P. G., Gambacciani, M. & Panay, N. (2007) IMS updated recommendations on postmenopausal hormone therapy. Climacteric 10 181-94
Ramawat, K.G. 2009. Secondary Plant Products in Nature In Biotechnologysecondary metabolites. U.S.A : Sciences Publisher, inc. pp:11-37
Reitz, Rosetta., Hasyim, Laila. H .(EDS)., (1993). Menopause : Suatu PendekatanPositif. Jakarta : Bumi Aksara
Ried K, Frank OR, Stocks NP, Fakler P,Sullivan T. 2008. Effect of garlic onblood pressure: a systematic reviewandmeta-analysis.BMCCardiovascular Disorders. 8:13.
Riskawati, 2016. Hipertensi di Menopauese. (Online) (http://www.hdindonesia.com/tips-sehat/hipertensi-di-menopause, di akses pada 08 Juni 2016).
Rukmana, R. dan Y.Y. Oesman. 2001. Jeruk Lemon. Kanisius, Yogyakarta.
Soenanto, Hardi. 2009. 100 Resep Sembuhkan Hipertensi, Asam Urat dan. Obesitas. Gramedia: Jakarta.
Stuart GW & Laraia, 2005, Principles and practice of psychiatric nursing,. Elsevier Mosby
Syamsiah, I.S dan Tajudin, 2003. Khasiat & Manfaat Bawang Putih. AgroMedia Pustaka, Jakarta.
Tattelman, Ellen, 2005, Health Effects of Garlic, American Family Physician, Volume 72, Number 1 July 1, 2005Dorland. 2007. Kamus Saku Kedokteran Dorland, ed.25. Jakarta: EGC.
Tjitrosoepomo, G. 1994. Taksonomi Tumbuhan Obat-Obatan. Cetakan I. Gajah Madauniversity Press. Yogyakarta
Tjitrosoepomo, G. 2002. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Cetakan VII. GajahMada University Press. Yogyakarta.
Tjondronegoro, P. D. 1987. Pengantar Ekologi Tumbuhan. IPB. Bogor Press. Bogor.
Ulbricht, C., 2010, Natural Standart Herbal Pharmacotherapy, Ed. 1,. Mostby.inc., Canada, 170
Yuliati, 2007.Khasiat Dan Manfaat Apel, Jakarta: Agromedia.
Wolff, Hanns Peter. 2008. Hipertensi. PT Bhuana Ilmu Ppuler. Gramedia. Jakarta
Zulhafni, R. 2011. Pengaruh Rebusan Seledri terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Pra Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir Keperawatan: Universitas Andalas.
Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur Pada Wanita Menopause Di Puskesmas Turikale Kabupaten Maros Tahun 2016
No. Umur Jumlah (n) Persentase (%)
1 45 s/d 55 Tahun 17 56.7
Total 30 100.0
No. Pendidikan Terakhir Jumlah (n) Persentase (%)
1 SD 5 16.7
2 SMP 3 10.0
3 SMA 18 60.0
4 Sarjana 4 13.3
Total 30 100.0
Tabel 4 Distribusi Responden Berdasarkan Umur Pada Wanita Menopause Di Puskesmas Turikale Kabupaten Maros Tahun 2016
No. Pendidikan Terakhir Jumlah (n) Persentase (%)
1 SD 2 6.7
2 SMP 4 13.3
3 SMA 19 63.3
4 Sarjana 5 16.7
Total 30 100.0
Tabel 7 Profil Tekanan Darah Pada Wanita Menopause Sebelum dan Sesudah Pemberiah Herbal Medicine Di Puskesmas Turikale Kabupaten Maros Tahun 2016
Herbal Medicine
Sistole Pra Test (n=30) Mean Post Test (n=30) Mean
130 2 5
140 22 0
150 6 0
Z = -4.994; p value = 0.000
Tabel 8 Profil Tekanan Darah Pada Wanita Menopause Sebelum dan Sesudah Pemberiah Edukasi Di Puskesmas Turikale Kabupaten Maros Tahun 2016
Edukasi
Sistole Pra Test (n=30) Mean Post Test (n=30) Mean
120 0
140.33
0
134.00
130 5 18
140 19 12
150 6 0
z = -3.788; p value = 0.000
Tabel 9 Profil Perbandingan Tekanan Darah Sistole Kelompok Herbal Medicine dengan Kelompok Edukasi Pada Wanita Menopause Di Puskesmas Turikale Kabupaten Maros Tahun 2016
Sistole Herbal Medicine Sistole Edukasi
Pra Test Post test Mean Pra Test Post Test Mean
141.33 121.67 19.66 140.33 134.00 6.33
Z = -4.994 z = -3.788