Daya Antihelmintik Nanas (Ananas comocus) terhadap Ascaris lumbricoides secara In Vitro
Teks penuh
Dokumen terkait
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya antihelmintik ekstrak etanol daun Ketepeng Cina (Cassia alata L) terhadap persentase kematian cacing Ascaris suum dalam
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek anthelmintik fraksi klorofom ekstrak etanol buah nanas terhadap cacing gelang dengan metode uji in vivo dan in vitro.. Uji
Kesimpulan yang didapat adalah fraksi etanol sisa ekstrak etanol buah nanas mempunyai efek anthelmintik terhadap cacing gelang secara in vitro dan in vivo. Kata kunci:
Walaupun kematian cacing pada konsentrasi jus biji mentimun (Cucumis sativum, L) membutuhkan waktu yang lebih sedikit dibandingkan dengan pirantel pamoat, namun hal
Cawan petri II, diameter zona hambat yang terbentuk pada area kertas saring ekstrak daun sirsak sebesar 12 mm, zona hambat yang terbentuk pada area kertas
Analisis dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD , perlakuan pada sampel bahan uji adalah sebagai berikut; NaCl sebagai kontrol negatif (a), pirantel pamoat sebagai kontrol positif
Penelitian ini menunjukaan bahwa ekstrak kulit nanas mempunyai efek antibakteri yang lebih besar yaitu sebesar 15,06 mm daripada ekstrak daging buah nanas yang
Dalam penelitian ini digunakan Ascaris suum sebagai model untuk Ascaris lumbri- coides karena secara etis tidak memungkinkan untuk mendapatkan Ascaris lumbricoides