47
GAMBARAN BISNIS PERUSAHAAN
3.1. Metodologi Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam pembuatan model bisnis ini dilakukan dengan beberapa cara, seperti:
3.1.1. Metode Wawancara
Metode wawancara adalah melakukan wawancara kepada sumber terkait dengan pembuatan model bisnis ini, seperti wawancara dengan seorang Dokter yang bekerja pada salah satu Rumah Sakit Swasta di Malang, Jawa Timur.
3.1.2. Metode Observasi
Metode observasi, seperti melakukan kunjungan ke beberapa tempat makan yang menjual makanan Barat di daerah Lippo Village untuk mengetahui produk yang dijual. Serta, melakukan observasi mengenai gaya hidup penghuni Lippo Village dalam mengkonsumsi makanan Barat.
3.1.3. Metode Survei
Metode survei, yaitu mensurvei lokasi yang dituju sebagai pembuatan model bisnis ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah lokasi tersebut merupakan lokasi yang tepat dalam pembuatan model bisnis tersebut.
3.1.4. Metode Kuisioner
Adanya pembagian kuisioner kepada 90 orang responden yang tinggal atau bekerja di kawasan Lippo Village dan memiliki latar belakang pekerjaan serta usia yang berbeda-beda. Tujuan dari pembagian kuisioner ini adalah untuk mengumpulkan segala informasi yang berkaitan dengan pembuatan model bisnis.
3.1.5. Metode Studi Pustaka
Metode studi pustaka merupakan metode pengumpulan data yang didapat melalui buku-buku, majalah maupun artikel-artikel yang tersebar di media internet untuk membantu penulisan model bisnis.
3.2. Instrumen
Instrumen yang digunakan dalam pembuatan model bisnis ini adalah kertas, pulpen, kamera dan laptop untuk mencatat segala informasi yang didapatkan berkaitan dengan pembuatan model bisnis.
3.3. Profil Perusahaan
Penjelasan detail mengenai profil perusahaan akan dijabarkan dalam enam bagian, yaitu penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan, pemaparan visi dan misi, penampilan logo, tagline, fasilitas yang diberikan oleh perusahaan serta penetapan tujuan dan sasaran dari perusahaan.
3.3.1. Gambaran Umum Perusahaan
“Meal Zone” merupakan sebuah konsep tempat makan dapur terbuka yang menjual menu makanan Barat dan minuman dan dibalut dalam nuansa Alfresco Dining. Lokasi pembuatan dari “Meal Zone” adalah di kawasan Benton Junction, Lippo Village. Jam operasional yang dipilih adalah pukul 06.30 pagi hingga 00.30 malam.
Kata “Meal Zone” diambil dari kata dalam Bahasa Inggris, yang jika diterjemahkan secara harafiah masing-masing memiliki maknanya sendiri. Seperti kata “Meal” yang berarti makanan, sedangkan kata “Zone” berarti zona atau daerah. Selain itu, terdapat beberapa arti dari pemilihan nama “Meal Zone”, yaitu:
1. Kata “Meal” disini berarti bahwa tempat makan ini ditujukan bagi mereka yang ingin ‘berpetualang’ dengan makanan Barat.
2. Sedangkan kata ”Zone” menjelaskan bahwa area tersebut cocok bagi mereka yang ingin menikmati makanan dengan udara terbuka.
3. Penggabungan kata “Meal Zone” sendiri disamakan dengan konsep dari Benton Junction, dimana tempat tersebut merupakan sebuah kawasan yang menyediakan berbagai macam aneka usaha kuliner.
“Meal Zone” didirikan dengan konsep dapur terbuka, dimana pengunjung dapat melihat proses dari memasak hingga menyajikan produk makanan atau minuman yang ditawarkan, karena pada tempat tersebut telah disediakan peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk menyiapkan, memasak, menyajikan dan mengemas makanan atau minuman tersebut. Selain konsep dapur terbuka yang digunakan oleh “Meal Zone” sebagai kunci utama jalannya bisnis tersebut, adapun juga disediakan area tempat makan bagi pengunjung, seperti meja panjang di sekitaran dapur terbuka, 12 meja berbentuk kotak, serta 48 kursi, dimana sudah termasuk dengan kursi yang berada pada meja panjang tersebut.
Dari segi menu, menu makanan dan minuman yang disediakan oleh “Meal Zone” termasuk ke dalam menu a la carte, dimana konsumen bebas memilih sesuai dengan selera masing-masing. Terdapat empat kategori menu makanan dan satu kategori untuk menu minuman.
Empat kategori pada menu makanan yaitu Menu Appetizer, Menu Main Course, Menu Side Dish dan Menu Breakfast.
Sedangkan satu kategori untuk menu minuman adalah Hot and Cold Beverages.
Menu Appetizer terdiri dari tujuh macam menu, seperti Prawn Salad, Chicken Salad, Cold Chicken Pasta, Fish Veggy, Green Prawn Crystal, Cheesy Shell dan Fruit Spagethie.
Sementara itu, pada Menu Main Course terdiri dari 13 menu makanan, yaitu Yoghurt Chicken Roasted, Fish with Cheese Sauce, Honey Balsamic Chicken, Breaded Fillet Fish with Tar-Tar Sauce, Honey Grilled Chicken Breast, BBQ Beef Ribs, Fish Cordon Bleu, Mushroom Prawn Chop, Stirred Prawn and Sausages with Black Pepper Sauce, Lamb Steak with Sweet Sauce, Chilli Lamb Chop, Crispy Fillet Fish with Lemonade Sauce dan Fried Smoked Beef with Mayonaise Cream.
Sedangkan pada Menu Side Dish terdiri dari delapan menu makanan, yaitu Fusilli Tomato Soup, Minestrone Soup, Beef Stew, Smoked Ham Garlic Bread, Yellow Fries, Zuppa Soup, Green Mashed Potatoes dan Rice.
Dan untuk menu Breakfast terdiri dari tujuh menu, seperti Colorful Pancake, Fish Sandwich, Wheat Bread Eggs Sauce, Smoked Ham Sandwich, Sparkling Omelette, Butter Toast dan Sausages and Eggs.
Selain menu makanan, menu minuman dikategorikan dalam Hot and Cold Beverages. Menu minuman yang disediakan antara lain
Apple Juice, Orange Juice, Aloeira, Avocado Juice, Mango Passion Juice, Fruit Smoothies, Lemonade Mint Sparkle, Fruit Latte, Glossy Kiwi Juice, Sparkling Strawberry Juice, Fresh Milk with Honey, Hot or Iced Chocolatte, Camomile Tea, Hot or Iced Tea, Cappucino, Hot or Iced Coffee dan Mineral Water.
3.3.2. Visi dan Misi
Visi dari “Meal Zone” dipaparkan sebagai berikut:
1. Menjadikan “Meal Zone” sebagai salah satu tempat kuliner favorit di Benton Junction Lippo Village
2. Mengubah asumsi masyarakat mengenai makanan Barat
3. Memberikan pengalaman kuliner yang berbeda kepada konsumen dalam menikmati makanan Barat
Sementara itu, misi dari “Meal Zone” adalah:
1. Menyajikan produk makanan dan minuman yang berkualitas dan terjamin baik dari segi rasa, keamanan serta kebersihannya
2. Membangun loyalitas pelanggan
3. Meningkatkan kinerja karyawan dengan baik
4. Menjaga kepercayaan konsumen akan “Meal Zone”
5. Memberikan informasi kepada konsumen akan pentingnya pemenuhan kebutuhan kalori yang seimbang agar dapat memenuhi kebutuhan energi dan menjaga tubuh tetap fit
3.3.3. Logo
Berikut adalah logo dari “Meal Zone”:
Gambar 3.1. Logo “Meal Zone”
Deskripsi logo diatas adalah sebagai berikut:
1. Warna yang digunakan adalah warna merah dengan dipadukan sedikit warna oranye. Warna merah dalam logo tersebut digambarkan seperti warna daging segar, yang memberikan makna bahwa “Meal Zone” selalu memilih daging yang segar. Di samping itu, warna merah memberikan efek semangat dan agresif, diharapkan konsumen dapat memiliki gairah atau semangat penuh ketika menyantap menu yang disediakan oleh “Meal Zone”. Menurut Cosmas Gazali, seorang Arsitek Indonesia, menyatakan bahwa warna merah yang diartikan sebagai warna agresif ini mampu mengundang nafsu makan seseorang. Di sisi lain, penggunaan warna oranye disini adalah untuk mencitrakan kesan kesegaran, yang bermakna bahwa menu minuman yang disajikan
oleh “Meal Zone” diharapkan dapat memberikan kesegaran bagi konsumen yang menikmatinya
2. Bentuk yang digunakan pada logo “Meal Zone” adalah oval, dimana merupakan bentuk penyederhanaan dari piring atau alas makan
3. Gambar Chef yang berada di tengah sambil membawa piring berisikan salah satu menu makanan Barat, menunjukkan bahwa produk makanan yang dijual oleh “Meal Zone” adalah menu makanan Barat
4. Kata “Meal Zone” yang ditulis dengan model klasik menggunakan Jenis Font Rosewood, diasosiasikan sebagai ciri khas Barat
5. Penggunaan tagline di tengah bawah menjadi pendukung dari konsep “Meal Zone”
3.3.4. Tagline
Tagline yang dimiliki oleh “Meal Zone” adalah: “Eatin’ Good in the Neighborhood”
Konsep tagline diatas dipilih oleh “Meal Zone” karena memberikan sebuah rima yang enak didengar dan enak dibaca.
Tagline yang dimiliki oleh “Meal Zone” memiliki tiga makna, yaitu:
1. Penggunaan Bahasa Inggris sebagai tagline bertujuan untuk memberikan makna kepada konsumen bahwa produk makanan yang dijual oleh “Meal Zone” adalah produk makanan Barat 2. Pemilihan kata ‘Eatin’ Good’ sebagai tagline, dimana kata Good
itu sendiri merujuk penekanan pada produk-produk yang ditawarkan oleh Meal Zone, yaitu produk menu makanan Barat dan minuman yang telah melalui proses perhitungan kalori di dalamnya. Selain itu, memberikan pemahaman kepada konsumen bahwa seharusnya mengkonsumsi makanan bukan hanya untuk sekedar mengenyangkan, namun mengkonsumsi makanan sebaiknya juga berdasarkan pada kualitas yang diberikan dari makanan tersebut dan disinilah “Meal Zone” menawarkan kualitas tersebut
3. Sedangkan, penggunaan kata ‘Neighborhood’ pada kata setelah ‘Eatin’ Good’ diambil dari pemilihan lokasi yang dipilih oleh “Meal Zone”, dimana lokasinya berada di lingkungan Lippo Village, yang di sekitar tempat tersebut terdapat kampus, perkantoran, apartemen dan perumahan
3.3.5. Fasilitas
Fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh “Meal Zone” adalah: 1. Menyajikan makanan dan minuman yang sudah melalui proses
2. Memberikan layanan Delivery Order makanan dan minuman kepada konsumen yang tinggal atau berkarya di Lippo Village 3. Melayani Delivery Order dari pukul 06.30 pagi hingga pukul 00.30
malam, dimana pemesanan terakhir untuk layanan tersebut pada jam 00.00 malam
4. Memberikan layanan pemesanan menu makanan atau minuman untuk sebuah Event
5. Adanya pembuatan member, dimana konsumen yang telah terdaftar menjadi member dapat menikmati berbagai macam keuntungan yang diberikan oleh “Meal Zone”, seperti pemberian diskon pada Event tertentu atau mendapatkan undangan untuk acara kebersamaan yang diadakan oleh “Meal Zone” dengan tujuan untuk saling mengenal satu sama lain dalam anggota atau berbagi informasi, serta beberapa keuntungan lainnya.
6. Memberikan Surprise Menu pada konsumen pada hari yang sudah dijadwalkan oleh “Meal Zone”
7. Menyediakan menu Breakfast bagi konsumen yang ingin sarapan sebelum memulai aktivitasnya
8. Memberikan ucapan ulang tahun kepada konsumen yang sudah menjadi anggota dari “Meal Zone”
3.3.6. Tujuan dan Sasaran
Berdasarkan visi dan misi dari “Meal Zone”, maka tujuan dari usaha “Meal Zone” adalah:
1. Memberikan kepuasan kepada konsumen melalui kualitas produk yang ditawarkan, pelayanan beserta dengan fasilitas atau nilai tambah lainnya
2. Memberikan pengetahuan kepada konsumen mengenai konsep makanan dan minuman yang telah diperhitungkan jumlah kalorinya
3. Menjaga keseimbangan aspek finansial untuk menjamin keberlangsungan bisnis perusahaan
4. Meningkatkan brand awareness masyarakat terhadap bisnis “Meal Zone”
5. Melakukan inovasi terus menerus dalam produk atau servis yang ditawarkan oleh “Meal Zone”
Sasaran dari model bisnis “Meal Zone” adalah: 1. Pencapaian Payback Period kurang dari lima tahun
2. Pembukaan cabang baru dari “Meal Zone” di luar area Lippo Village
3. Menjaga ketersediaan supply bahan makanan dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat minuman secara konstan dan stabil
3.4. Portfolio Produk
3.4.1. Menu Makanan
Menu makanan yang disajikan oleh “Meal Zone” terbagi dalam beberapa kategori, yaitu:
1. Kategori Appetizer
Prawn Salad = 350 kalori Chicken Salad = 480 kalori Cold Chicken Pasta = 230 kalori Fish Veggy = 200 kalori
Green Prawn Crystal = 120 kalori Cheesy Shell = 105 kalori
Fruit Spagethie = 309 kalori
2. Kategori Main Course
Yoghurt Chicken Roasted = 347 kalori Fish with Cheese Sauce = 330 kalori Honey Balsamic Chicken = 201 kalori
Breaded Fillet Fish with Tar Tar Sauce = 301 kalori Honey Grilled Chicken Breast = 280 kalori
BBQ Beef Ribs = 280 kalori Fish Cordon Bleu = 400 kalori Mushroom Prawn Chop = 350 kalori
Stirred Prawn and Sausages with Black Pepper Sauce = 350 kalori
Lamb Steak with Sweet Sauce = 310 kalori Chilli Lamb Chop = 305 kalori
Crispy Fillet Fish with Lemonade Sauce = 242 kalori Fried Smoked Beef with Mayonnaise Cream = 300 kalori
3. Kategori Side Dish
Fusilli Tomato Soup = 229 kalori Minestrone Soup = 393 kalori Beef Stew =438 kalori
Smoked Ham Garlic Bread = 110 kalori Yellow Fries = 271 kalori
Zuppa Soup = 160 kalori
Green Mashed Potatoes = 220 kalori Rice = 242 kalori
4. Kategori Breakfast
Colorful Pancake = 300 kalori Fish Sandwich = 400 kalori
Wheat Bread Eggs Sauce = 150 kalori Smoked Ham Sandwich = 120 kalori Sparkling Omelette = 120 kalori Butter Toast = 167 kalori
3.4.2.
Menu Minuman
Menu minuman yang disajikan oleh “Meal Zone” dikategorikan sebagai Hot and Cold Beverages, yaitu:
Apple Juice = 120 kalori Orange Juice = 115 kalori Aloeira = 110 kalori
Avocado Juice = 277 kalori
Mango Passion Juice = 110 kalori Fruit Smoothies = 125 kalori
Lemonade Mint Sparkle = 100 kalori Fruit Latte = 145 kalori
Glossy Kiwi Juice = 102 kalori
Sparkling Strawberry Juice = 105 kalori Fresh Milk with Honey = 96 kalori Hot/Iced Chocolate = 180 kalori Camomile Tea
Hot/Iced Tea/Sweet Tea = 90 kalori Cappucino = 74 kalori
Hot/Iced Coffee= 80 kalori Mineral Water
3.5. Nilai-Nilai Perusahaan
Nilai-nilai perusahaan yang dimiliki oleh “Meal Zone” yaitu: 1. Innovation
“Meal Zone” meyakini bahwa dengan mengedepankan proses inovasi produk-produk yang dijual beserta kualitas dan pelayanan yang diberikan, visi dan misi perusahaan dapat tercapai dengan baik
2. Fun
“Meal Zone” meyakini bahwa selalu melakukan segala pekerjaannya dengan penuh sukacita dan ceria, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam proses jalannya model bisnis tersebut
3. Integrity
“Meal Zone” meyakini bahwa adanya integritas yang baik serta kejujuran antara satu dengan yang lain dan juga mau mengakui segala kesalahan yang terjadi baik sengaja maupun tidak disengaja, dapat memperbaiki kinerja perusahaan
4. Commitment
“Meal Zone” berkomitmen untuk menjalin hubungan baik antara perusahaan dengan karyawan, perusahaan dengan pihak bahan baku serta perusahaan dengan konsumen lewat penyajian produk makanan dan minuman yang berkualitas dan pelayanan memuaskan.
5. Solidarity
“Meal Zone” meyakini bahwa dengan adanya tenaga kerja yang memiliki rasa solidaritas tinggi serta mau berbagi pengalaman dan saling membantu satu sama lain dapat membentuk sebuah tim yang kuat untuk mengembangkan usaha tersebut.
3.6. Model Bisnis
Penggambaran model bisnis “Meal Zone” terbagi dalam tiga skema, yaitu penggambaran skema dengan sistem makan di tempat, skema dengan sistem Delivery Order dan skema sistem pemesanan untuk Event.
3.6.1. Sistem Makan di Tempat
Berikut adalah penggambaran skema model bisnis untuk sistem makan di tempat:
Gambar 3.2. Skema Model Bisnis “Meal Zone” Untuk Pemesanan di Tempat Jika ada pesanan tambahan, pelayan membantu konsumen, jika tidak ada
pelayan kembali pada tempat semula
Setelah konsumen selesai, pelayan membersihkan meja, kursi dan segala yang kotor
Makanan atau minuman yang sudah siap diletakkan pada meja saji dan pelayan akan mengantar pesanan kepada konsumen dengan menukarkan
nomor yang sudah diberikan kepada konsumen
Kasir akan memberikan order tersebut kepada Chef untuk segera dimasak Konsumen melakukan transaksi pembayaran dan mengambil nomor pesanan,
untuk nantinya nomor diberikan kepada pelayan dan ditukar dengan menu makanan atau minuman yang telah dipesan
Sambil memesan, kasir akan menawarkan fasilitas keanggotaan "Meal Zone" kepada konsumen
Konsumen datang langsung pada meja kasir untuk melakukan pemesanan makanan atau minuman melalui buku menu atau rekomendasi menu oleh kasir
"Meal Zone" meng-update status pada media jejaring sosial mengenai hal yang
Penjelasan mengenai pilar-pilar skema diatas adalah:
1. “Meal Zone” memberikan informasi atau meng-update status melalui media jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, Black Berry Messenger atau aplikasi Online Messenger mengenai hal-hal yang berkaitan dengan “Meal Zone”, misalnya promo diskon atau informasi mengenai Event yang akan diadakan atau diikuti oleh “Meal Zone”
2. Konsumen melakukan pemesanan makanan atau minuman melalui meja kasir dengan menggunakan buku menu yang telah disediakan atau menu yang direkomendasikan oleh kasir
3. Saat proses pemesanan berlangsung, kasir akan menawarkan fasilitas keanggotaan “Meal Zone” kepada konsumen. Jika ada konsumen yang berminat, kasir akan meminta bantuan pelayan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai keanggotaan beserta dengan keuntungan yang didapatkan 4. Setelah konsumen melakukan pemesanan, kemudian konsumen melakukan
transaksi pembayaran. Jika sudah menjadi anggota “Meal Zone” dan memiliki kartu anggota, konsumen dapat menunjukkan kartu atau nomor kartunya kepada kasir. Setelah itu, kasir akan memberikan nomor, yang kemudian nomor tersebut nantinya akan ditukar dengan makanan atau minuman yang telah dipesan oleh konsumen. Jika belum menjadi anggota, transaksi pembayaran dilakukan seperti biasa
5. Kemudian kasir akan memberikan order tersebut kepada Chef untuk segera dimasak dan disajikan
6. Setelah pesanan konsumen selesai dimasak, Chef akan meletakkan pesanan tersebut pada meja saji dan kemudian pelayan akan mengambil pesanan itu dan memberikannya kepada konsumen sesuai dengan nomor yang diberikan dan nomor pemesanan tersebut diberikan kembali kepada pelayan sebagai bukti bahwa pesanan konsumen sesuai dengan nomor yang diberikan
7. Setelah konsumen selesai menikmati makanan atau minuman, pelayan mulai membersihkan meja, kursi dan segala yang kotor
8. Jika ada pesanan tambahan, pelayan membantu konsumen untuk melakukan pesanan tersebut. Namun, jika tidak ada pesanan tambahan, pelayan dapat membereska meja lain yang masih kotor atau kembali ke tempat semula
3.6.2. Sistem Delivery Order
Di samping skema model bisnis pemesanan di tempat, skema lain yang dijadikan sebagai pendukung adalah Delivery Order. Berikut adalah gambaran skema model bisnis dengan menggunakan sistem Delivery Order:
Gambar 3.3. Skema Model Bisnis “Meal Zone” dengan Sistem Delivery Order Kurir mengantarkan pesanan ke tempat lain atau kembali ke tempat semula
Konsumen mengecek pesanannya dan setelah selesai melakukan transaksi pembayaran
Konsumen akan menerima pesanan dan tanda terima dua rangkap dan harus ditandatangani oleh konsumen
Owner akan mengecek keberadaan kurir melalui GPS Tracker
Kurir melapor kepada Owner sebelum mengantarkan pesanan sambil menunjukkan form tanda terima yang telah dicetak oleh kasir
Kasir mencetak form tanda terima dua rangkap untuk dibawakan oleh kurir bersama dengan makanan atau minuman yang dipesan oleh konsumen Kemudian, pesanan yang telah melalui proses pengecekan akan diberikan
kepada kurir untuk diantar ke alamat tujuan
Pelayan yang ditugaskan oleh Owner bertanggung jawab mengecek kesesuaian antara yang dipesan oleh konsumen dan isinya
Rincian pesanan dari pelayan diberikan kepada Chef untuk dimasak dan dikemas
Rincian pesanan diberikan kepada pelayan untuk dicatat
Pemesanan akan diterima oleh Owner, dimana Owner akan menanyakan identitas konsumen, jenis menu yang dipesan, alamat tujuan, jam pengantaran
dan total biaya yang harus dibayar oleh konsumen
Pemesanan makanan atau minuman dapat dilakukan melalui media komunikasi yang disediakan oleh "Meal Zone"
Penjelasan mengenai pilar-pilar diatas adalah:
1. Konsumen dapat memilih menu makanan atau minuman yang tersedia pada media promosi yang dipilih oleh “Meal Zone”, seperti akun jejaring sosial dan media website
2. Konsumen dapat memesan makanan atau minuman melalui media komunikasi yang disediakan oleh “Meal Zone”, seperti telepon, Black Berry Messenger, Aplikasi Online Messenger, Facebook dan Twitter 3. Pemesanan akan diterima langsung oleh Owner, kemudian Owner akan
menanyakan identitas konsumen, jenis menu yang ingin dipesan, jumlah pesanan, alamat tujuan pemesan, jam pengantaran beserta dengan total biaya yang harus dibayar oleh konsumen. Setelah itu, Owner akan mengkonfirmasi ulang pesanan konsumen sebelum diserahkan kepada pelayan dan menanyakan kepada konsumen akan nomor anggota jika sudah menjadi member. Jika belum menjadi member, Owner akan meminta sedikit waktunya setelah selesai melakukan pencatatan. Tentunya hal tersebut dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pihak konsumen 4. Kemudian Owner akan memberikan rincian pesanan tersebut kepada
pelayan untuk dicatat.
5. Setelah itu, rincian pesanan dari pelayan diberikan kepada Chef untuk dimasak dan dikemas.
6. Setelah pesanan konsumen selesai dimasak, pelayan yang ditugaskan oleh Owner untuk mencatat pesanan tadi bertugas mengecek ke Chef mengenai kesesuaian antara yang dipesan oleh konsumen beserta isinya
7. Kemudian, pesanan yang telah melalui proses pengecekan akan diberikan kepada kurir untuk diantar ke alamat tujuan
8. Pada saat itu, kasir mencetak form tanda terima dua rangkap untuk dibawakan oleh kurir beserta dengan makanan atau minuman yang dipesan oleh konsumen
9. Sebelum mengantarkan pesanan, kurir melapor kepada Owner sambil menunjukkan form dua rangkap yang telah selesai dicetak oleh kasir 10. Kemudian, kurir mengantarkan pesanan tersebut ke tempat yang
dituju, dan Owner memantau serta melacak kurir melalui GPS Tracker yang dimiliki
11. Setelah konsumen menerima pesanannya, konsumen harus menandatangani tanda terima dua rangkap, yang nantinya rangkap asli menjadi milik konsumen sebagai tanda bukti bahwa pesanannya telah sampai dengan baik dan rangkap copy akan menjadi milik “Meal Zone” yang nantinya akan dimasukkan ke dalam pembukuan
12. Setelah semuanya selesai, konsumen melakukan transaksi pembayaran sejumlah yang sudah tertera pada form tanda terima
13. Jika semuanya sudah selesai, kurir dapat melanjutkan perjalanan ke tempat lain jika ada pesanan, namun bilamana tidak ada pesanan, kurir akan kembali ke tempat semula
3.4.3. Sistem Pemesanan untuk Event
Di samping kedua skema model bisnis diatas, adapun skema lain yang dimiliki oleh “Meal Zone”, yaitu sistem pemesanan untuk Event. Pada sistem pemesanan untuk Event, pemesanan akan diterima langsung oleh Ahli Gizi. Berikut adalah gambaran skema model bisnis pada sistem pemesanan untuk Event: